Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Mei 2022

Sukma Yudistira, Mahasiswa KPI, Lulus Sarjana Dengan Predikat Terbaik

Sukma Yudistira, S.Sos saat berfose bersama kedua orang tuanya, usai mengikuti prosesi wisuda sarjana ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sukma merupakan satu lulusan KPI yang mendapat gelar sarjana dengan lulusan Predikat Terbaik.

CIREBON, FC - Rasa gembira terdengar riuh di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), FUAD Institut Agama Islam Negeri IAIN Syekh Nurjati Cirebon usai menggelar wisuda ke-XXIV di Swiss-Belhotel CSB. Selasa, (24/5/2022).

Pasalnya, pada wisuda sarjana gelombang I kali ini, terdapat satu mahasiswa bernama Sukma Yudistira S.Sos, yang lulus terbaik dari Jurusan KPI, Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwa (FUAD).

"Ya, dari 37 sarjana KPI yang lulus pada wisuda kemarin, Sukma adalah lulusan terbaik," ujar sejumlah mahasiswa KPI yang bangga dan bahagia atas raihan prestasi kesarjanaan tersebut.

Dijelaskan, dari 37 lukisan KPI yang dilantik sarjana pada wisuda ke XXIV, di antaranya 15 orang laki-laki dan 22 perempuan.

Saat ditanya usai menerima gelar sarjana, Sukma mengaku bahagia. Menurutnya, banyak proses dan rintangan yang harus ia lalui dan tentunya tidak mudah untuk mencapai gelar tersebut.

“Proses untuk itu semua bagi aku sulit, karena aku ngga punya basic keagamaan, ngga ngerti fiqih dan ulumul hadist,” ujar Sukma.

Tapi Sukma bukanlah sosok yang mudah menyerah pada keadaan, Ia terus berusaha sekuat mungkin untuk belajar dan menguasai keilmuan tersebut  

Semangat tinggi yang tumbuh dalam tekadnya tak pernah surut. Ia ingin seperti mahasiswa lainnya yang mengerti hal mengenai ilmu keagamaan, karena Sukma sendiri bukan berasal dari sekolah berbasis agama.

Lelaki yang dilahirkan di Kota Bekasi ini, juga tidak menyangka jika dirinya dinobatkan menjadi lulusan terbaik, karena menurutnya semasa kuliah pun hanya mengikuti alurnya saja. 

“Bahkan, nggak ada yang memotivasi aku, nggak ada yang buat aku you wanna be on top,” lanjutnya.

Sukma pun berpesan kepada adik-adik tingkatnya untuk memperbanyak relasi dan pengalaman mengenai magang dan intership, karena menurutnya organisasi saja tidak cukup, apabila kita ingin segera mendapatkan pekerjaan. Dan yang pasti, jangan mudah patah semangat, terus belajar dan kuasai ilmunya jika ingin sukses.

Ia juga berpesan kepada teman-teman yang sedang mengerjakan skripsi.
“Jika lelah istirahat saja, dan jangan lupa berikan self reward atas apa yang telah kita lakukan” tutupnya. (Red/Eva)

Serahkan Bantuan Usaha, Bupati Harap Karang Taruna Lebih Partisipatif

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag berharap Karang Taruna bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, dalam rangka membantu kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikan bupati usai menyerahkan secara simbolis bantuan Gerobak Souvenir dan Rombong Sepeda Motor di Desa Wanasaba Lor, Kecamatan Talun, Rabu (25/5/2022).

Dijelaskan bupati, Karang Taruna sebagai organisasi yang banyak diisi oleh generasi muda harus bisa lebih aktif dalam membantu berbagai program pemerintah, khususnya dalam menyukseskan program kepada masyarakat. Disamping itu, Karang Taruna juga dituntut untuk bisa melakukan kegiatan yang berimbas langsung kepada kemajuan daerah.

"Generasi muda ini harus bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik, sehingga saya harapkan lebih banyak lagi kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar bupati.

Di samping itu, contoh yang baik telah dilakukan oleh Karang Taruna pada saat ini dengan memberikan gerobak souvenir dan rombong motor kepada pelaku usaha. Diharapkan, bantuan yang diserahkan kali ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang mendapatkan bantuan.

"Manfaatkan bantuan yang diberikan untuk meningkatkan ekonomi di masyarakat. Penerima juga harus lebih rajin lagi berusaha dan berinovasi untuk meningkatkan pendapatannya," terang bupati.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Cirebon, Eka Wildanu sebut bantuan kali ini merupakan bentuk kerja sama antara Karang Taruna dan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dijelaskannya, masa Pandemi Covid-19 yang belakangan terjadi, berimbas pada sektor perekonomian masyarakat.

"Kita melihat pengusaha kecil ini mengalami kendala, seperti sarana prasarana, permodalan dan marketing. Oleh karena itu, kita berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon dan diberitahu ada program bantuan dari Kementrian Perdagangan, sehingga kami langsung mengusulkan," ujar Eka.

Dirinya juga bersyukur tahun ini sudah bisa mendapatkan bantuan, berupa 50 unit Gerobak Souvenir dan 50 unit Rombong Sepeda motor. Meskipun, dia mengatakan usulan yang diberikan jauh lebih banyak dari yang diterima.

"Kita mengusulkan 529 gerobak souvenir dan 64 rombong sepeda motor. Tetapi, alhamdulillah berkat doa dan dukungan semua pihak, tahun ini juga kita langsung mendapatkan 50 unit gerobak souvenir dan 50 unit rombong sepeda motor,"  tambahnya.

Terkait distribusi bantuan, Eka menjelaskan, unit gerobak souvenir akan disebar di 28 Kecamatan dan rombong sepeda motor akan diberikan di 16 Kecamatan. Bukan hanya itu saja, Eka juga memastikan Karang Taruna akan terus mengawal keberlangsungan dari bantuan yang diberikan.

"Akan kita kawal bantuan ini, agar jika ada masalah bisa langsung kita bantu. Intinya, kita ingin bantuan ini benar tepat sasaran dan terus dipergunakan oleh penerima untuk berusaha. Kita juga akan coba mengusulkan kembali bagi yang belum mendapatkan," tutupnya. (Bam)

Rabu, 25 Mei 2022

Kendaraan Disita Leasing, Masyarakat Bisa Adukan Ke BPSK

CIREBON, FC – Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) fasilitasi sekretariat Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). 

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, S.I.P., M.Si., menjelaskan penyelesaian sengketa konsumen memang menjadi urusan pemerintah provinsi.

"Namun ada ketentuan pula bahwa pemerintah kabupaten dan kota diharapkan memfasilitasi minimal dari kesekretariatan,” tutur Iing usai mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon menerima kunjungan kerja Wali Kota Bontang, Rabu (25/5/2022).

Sebagai wujud berbagi peran dan memberikan dukungan terhadap pemerintah Provinsi Jabar, Pemda Kota Cirebon memfasilitasi sekretariat BPSK di lantai dua gedung DKUKMPP Kota Cirebon. “Sekretariatnya kami persiapkan di kantor kami, di lantai dua,” tutur Iing.

Dengan sekretariat BPSK diharapkan bisa membantu konsumen untuk mendapatkan keadilan. Setiap konsumen, lanjut Iing, berhak untuk mencari keadilan, terutama jika ada hak-hak mereka yang dilanggar.

“Misal jika ada motor atau mobil yang disita leasing. Nah konsumen bisa saja mengadukan dan mencari keadilan melalui BPSK,” tutur Iing.

Keberadaan sekretariat BPSK di daerah diharapkan bisa mempercepat proses penyelesaian sengketa antara konsumen dan pelaku usaha di Kota Cirebon sehingga mereka pun tidak perlu jauh menyelesaikan sengketa ke Bandung.  

Seperti diketahui BPSK dibentuk berdasarkan UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. BPSK merupakan badan yang bertugas untuk menangani dan menyelesaikan sengketa antara pelaku usaha dan konsumen.

Ada pun tugas dan wewenang BPSK di antaranya melaksanakan penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen dengan cara mediasi atau arbitrase atau konsiliasi, memberikan konsultasi perlindungan konsumen, melakukan pengawasan terhadap pencantuman klausula baku, menerima pengaduan baik tertulis maupun tidak tertulis dari konsumen mengenai terjadinya pelanggaran dan lainnya. (Dis)

Pemkab Cirebon Harus Intervensi Masalah Kemiskinan

CIREBON, FC - Pemkab Cirebon benar-benar serius dalam menangani masalah kemiskinan. Buktinya, hampir setiap waktu, baik Bupati, Wabup, maupun sekda turun ke setiap kecamatan. Untuk mengecek sejauh mana kecamatan serius dalam menanggulangi masalah kemiskinan, terkait perkembangan verifikasi dan validasi (verval) faktual data.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) saat melakukan monitoring dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan TKPD di Kecamatan Pasaleman, Rabu (25/5/2022). Ayu berjanji, Pemkab Cirebon akan terus melakukan intervensi program penanggulangan kemiskinan, supaya benar-benar tahu secara pasti masyarakat mana yang membutuhkan.

"Pemkab akan terus melakukan intervensi untuk program penanggulangan kemiskinan ini. Kalau tidak intervensi, berarti kami tidak serius dalam penanggulangan program kemiskinan ini," kata Ayu.

Ayu menyinggung, tentang masih banyaknya warga di Kabupaten Cirebon yang belum mempunyai KTP. Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh Camat untuk mempercepat program pembuatan KTP. Dia meminta bagi lansia yang belum mempunyai KTP, agar disediakan sarana supaya mereka bisa datang untuk melakukan perekaman.

"Bagi yang sehat, ya silakan datang sendiri ke kecamatan. Pelayanan KTP harus dipercepat, karena ini bagian dari pelayanan umum," ungkap Ayu.

Disisi lain, pemerintah setempat juga harus memperhatikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, harus ada data valid berapa sebetulnya jumlah pengangguran pada masing-masing kecamatan. Hal tersebut untuk mempermudah Pemkab menyediakan lapangan pekerjaan.

"Cirebon timur itu banyak pabrik, kalau masyarakat butuh pekerjaan, ya harus kita berikan. Jadi mengentaskan program kemiskinan itu bukan melulu diberikan bantuan uang, tapi lebih baik diberikan sarana untuk menghasilkan uang," papar Ayu.

Hal senada dikatakan Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno. Dari catatan yang ada, Kecamatan Pasaleman membutuhkan alat perekam KTP. Ditambah lagi, dengan kondisi wilayah yang cukup terpencil. Hal tersebut diperparah dengan data DTKS awal yang tembus diangka 14 ribu jiwa lebih.

"Kecamatan Pasaleman yang menarik adalah data DTKS. Setelah pemutakhiran bertambah menjadi 23 ribu jiwa lebih, namun KPM-nya ko bisa turun. Ini kan menarik sekali, dan tolong verval ulang datanya," ucap Sekda.

Rahmat juga memerintahkan, bagi yang sudah meninggal dan pindah daerah, segera datanya dicoret dari DTKS. Ini nantinya akan menjadi beban APBD Kabupaten. Sementara Kecamatan Pasaleman yang mendapatkan KIS jumlahnya 17 ribu jiwa lebih.

"Sedangkan jumlah penduduk Pasaleman yang dijamin pemerintah sebanyak 62 persen. Ini juga menjadi beban kabupaten. Saya harap semua data bisa diverval supaya semua valid," pintanya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Suhartono, cukup paham dengan semua persoalan yang dikeluhkan Camat Pasaleman. Dirinya meminta supaya verval data segera dilengkapi, agar semua persoalan sosial bisa tertangani.

"Intinya, banyak sekali persoalan sosial yang terjadi di Kecamatan Pasaleman. Dengan adanya verval yang sedang Dinsos lakukan, diharapkan persoalan bisa segera selesai." tukasnya. (Indah)

Cantik dan Berbakat, Mahasiswa IAIN Juara dan Penuh Talenta

Kaffah Hemas Safitri dan Siti Rohmatul Ijah, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang penuh talenta. Keduanya juga pernah menjadi juara dalam berbagai lomba, baik event nasional maupun internasional.


FOKUS CIREBON, (FC) - Senyum merona yang selalu menghiasi lesung pipi kedua mahasiswa ini, menjadi keseharian mereka saat tampil di berbagai acara. Dia adalah Kaffah Hemas Safitri, semester 6, Jurusan Bahasa Indonesia, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Siti Rohmatul Ijah, semester 6 Jurusan Ekonomi Syari'ah. 

Keduanya dihubungi usai menjadi MC dan Liaisson Officer (LO) pada kegiatan Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon, semester genap tahun akademik 2021-2022, di Swiss-Bellhotel, Rabu, (25/5/2022).

Kaffah yang menjadi petugas MC mengaku sudah biasa dengan tugas ini. Dengan pakaian yang sudah disesuaikan dengan penampilan MC nya, Kaffah terlihat sangat cantik dan mempesona.

Kaffah mengaku, menggeluti kegiatan MC sejak di bangku kuliah semester 1. Saat itu dirinya bukan pada tataran wisuda saja, dan menjadi MC wisuda dimulainya sejak tahun 2021. 

Diakui Kaffah, kemampuannya di MC ini dimulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM), di mana di dalamnya ada pengembangan skill.

"Di KPM ini sebenarnya bukan MC saja, tetapi juga ada LOFO, terus ada EO, Publik Speaking dan yang lainnya, dan saat itu saya sering berhubungan dengan penugasan acara kampus seperti Qori, dirijen, baca Qur'an dan lain-lain," terangnya.

Ditanya menjadi MC pada acara wisuda yang sakral dan ditonton banyak orang, Kaffah malah bangga dan puas. Karena pada wisuda ini terdapat tiga wisudawan dan wisudawati dari jurusan bahasa, sehingga anggap aja ini menjadi delegasi dari jurusan tersebut.

Terkait persiapan yang dilakukan,  biasanya kata Kaffah tidak sampai seminggu, karena kadang juga acara ini  bisa dadakan. 

Kaffah juga mengaku, tidak banyak yang harus dipersiapkan untuk menjadi MC, tetapi pada awal-awal terjun di MC, memang Kaffah membiasakan olah raga dan selalu menjaga vokal, tetapi karena sudah biasa di acara-acara kecil dan besar, sekarang tidak ada lagi acara-acara olah vokal. Berbeda dengan menyanyi atau menjadi Qori.

"Suara saya ini karakternya alto, sehingga sangat mudah untuk membawakan MC dan tidak banyak yang harus dipersiapkan, termasuk dalam merawat dan mengolah suara," katanya.

Wanita berusia 21 tahun kelahiran Cirebon ini, juga sangat menyenangi kegiatan tersebut. "Ya, saya sangat menyenangi kegiatan ini," ujar Kaffah yang bercita-cita ingin melanjutkan pendidikannya ke S2.

"Cita-cita saya ingin menjadi seorang dosen, dan seorang dosen itu dituntut pendidikan yang setinggi-tingginya," ujar wanita kelahiran Cirebon ini.

Kaffah juga mengaku, pada kegiatan wisuda hari ini, untuk MC ditemani oleh 3 orang, yakni Nur Fadhillatus Sa'adah, semester 6 jurusan Tadarus Bahasa Inggris, dan Putri Ghaida, semester 8 jurusan PBA. 

"Ya ketiganya sering latihan dan sering bertemu bareng, dan kami semua dari KPM, dan juga penerima beasiswa Bank Indonesia dan masuk pada Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI)," papar Kaffah.

Sementara itu, Siti Rohmatul Ijah, juga mengaku menyenangi kegiatan MC sejak semester 3, saat itu menjadi MC di fakultas Syari'ah dan sejumlah kegiatan seminar nasional. 

Menurut Siti Romlah Ijah, dirinya selalu di tempatkan sebagai MC formal bahasa Indonesia, juga menjadi LO (Liaisson officer). Sedangkan MC wisuda baru tahun ini, tetapi LO kampus sering meminta bantuannya dirinya. 

Siti juga punya cita-cita yakni ingin  menjadi pengusaha, karena tidak ingin kerja di orang bahkan jika bisa memperkerjakan orang lain. 

Wanita yang baru berusia 21 dan kelahiran Kabupaten Kuningan ini, justru akhir-akhir ini banyak menggeluti di bidang LO. Karena di bidang ini, kata Siti, membutuhkan keahlian Publik Speaking.

"Ya, dengan teman-teman atau Anggita KPM kita Sering latihan bersama. Tempatnya di kampus IAIN Cirebon dengan pembina Herni Gusbrava, dosen BKI IAIN Syekh Nurjati Cirebon," kata Siti.

Kaffah bersama dua temannya tengah menjadi MC pada kegiatan wisuda sarjana, magister dan doktor ke XXIV, IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Swiss-Bellhotel, Selasa-Rabu (24-25/5/2022).


Sementara untuk pelatihan-pelatihan, kita kadang mengundang alumni atau publik speaker yang lain dari luar dan dan dari dalam IAIN Cirebon. 

Siti mengaku, tantangan pada LO atau MC kadang suka diminta dadakan dan kita harus bisa dan bekerja profesional. "Motto KPM itu kita harus profesional, integrity, excellent," pungkas Siti. (Udin)

Wisuda Ke XXIV Gelombang Dua, FITK IAIN Cirebon Sarjanakan 416 Wisudawan

Prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor semester genap FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun akademik 2021-2022, di Swiss-Belhotel, Rabu, (25/5/2022). 


FOKUS CIREBON, (FC) - Melalui Sidang Senat Terbuka, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXIV dengan tema 'Unggul, Terkemuka dan Berakhlakul Mulia', Rabu, (25/2/2022), Swiss-Bellhotel, Kota Cirebon.

Wisuda gelombang ke dua ini, dihadiri seluruh wisudawan dan wisudawati, khusus Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebanyak 416 wisudawan.

Berdasarkan SK Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dibacakan Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Juhri M.Ag, seluruhnya sebanyak 899 wisudawan, dengan perincian FITK sebanyak 416 wisudawan, FSEI 219 wisudawan, FUAD 182 wisudawan, Pascasarjana 77 wisudawan dan Doktor 5 wisudawan.

Dalam SK Rektor tersebut disebutkan khusus wisudawan FITK pada gelombang ke dua ini terdapat sebanyak 416 wisudawan, dengan pembagian Program Studi PAI Sebanyak 40 wisudawan, Bahasa Arab 41 wisudawan, Bahasa Inggris 50 wisudawan, IPS 78 wisudawan, Matematika 45 wisudawan, Biologi 45 wisudawan, PGMI 30 wisudawan, PIAUD 23 wisudawan, Manajemen Pendidikan Islam 26 wisudawan dan Bahasa Indonesia 38 wisudawan.

Kemudian pada SK Rektor yang dibacakan oleh Wakil Rektor 2, Dr Kartimi M.Pd menjelaskan, bahwa terdapat 4 wisudawan terbaik pada Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun akademik 2021-2022. Ke empat wisudawan terbaik tersebut diraih oleh FITK 1 wisudawan, FSEI 1 wisudawan, FUAD 1 wisudawan dan Magister 1 wisudawan.

Ke empatnya adalah Ai Nunung Nurani (Magister S2) IPK 3,96 Predikat Dengan Pujian, Sukma Yudistira (S1) KPI IPK, 3,93 Predikat Dengan Pujian, Nur Pujriyati (Matematika FITK) IPK, 3,86 Predikat Dengan Pujian, dan Intan Asri Oktaviani (Prodi Perbankan Syariah) IPK 3,80 Predikat Dengan Pujian.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag kemudian langsung melantik suruh mahasiswa yang di wisuda, dan pada sesi sambutan, Rektor IAIN Cirebon memberikan pesan penting kepada seluruh wisudawan dan wisudawati untuk membawa visi dan misi IAIN Syekh Nurjati Cirebon ke tengah masyarakat melalui kompetensi yang dimiliki.

Sumanta menjelaskan, atas nama lembaga dan seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati pada hari ini.

Rasa bahagia ini tentu bukan saja  menyelimuti hati para mahasiswa dan orang tua, namun juga bagi segenap civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Seluruhnya merasakan kebahagiaan, karena sejak d bangku perkuliahan hingga meraih kesarjanaan hari ini, penuh dengan penggemblengan, berjuang untuk mencetak kader-kader bangsa yang siap memasuki kontestasi di masyarakat 

Sumanta juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada orang tua dan wali yang selama ini sudah mempercayakan kepada lembaga untuk menggembleng dan mendidik, untuk bisa menjadi seorang sarjana yang bukan saja ahli di bidangnya, tetapi juga sesuai kompetensi jurusannya. Selain itu, juga ahli di bidang Islam. Karena visi dan visi lembaga yaitu untuk menghantarkan menjadi manusia yang sempurna.

Pesan yang mendalam dari pimpinan dan civitas akademika adalah tatkala kita lepas dari kampus, kita membawa dua misi, yakni misi keilmuan dan misi keislaman, sebagai distingsi perguruan tinggi keagamaan.

Sumanta juga menjelaskan, terkait Unggul, kita bisa berkompetisi dengan seluruh alumni di perguruan tinggi lain. Sedang Terkemuka, kita bisa menjadi rujukan bahwa mahasiswa alumni IAIN bisa membawa misi keislaman, yakni bisa berkiprah dari sisi keagamaan.

Sedangkan Berakhlakul Karimah, kita bisa harus membawa misi akhlak yang mulia. "Keberadaan kita harus bisa membawa kemanfaatan kepada keluarga kita, kepada masyarakat dan kepada bangsa dan negara dan kehadiran kita bisa membawa kedamaian," pinta Rektor Sumanta.

Oleh karena itu, lanjut Sumanta, tiga variabel ini tidak bisa terpisahkan dari visi dan misi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Apalagi kita mendapatkan mandatori dari Kementerian Agama RI yang berbeda dari perguruan tinggi lain, salah satunya yakni menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI), yang ke depan akan dibuka sejumlah jurusan, di antaranya PGMI dan S2 PAI.

Untuk itu, kehadiran kita di masyarakat harus mencerminkan dua pola, pertama prodi yang kita ambil, kedua kehadiran kita menjadikan masyarakat yang adil, tentram dan damai karena membawa misi akhlak mulia. 

"Kita adalah seorang berilmu dan kita seorang yang berakhlakul karimah," tandas Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sumanta, saat menutup sambutannya dihadapan 416 Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXIV Semester Genap tahun akademik 2021-2022.

Sementara itu, Dekan FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Farihin, M.Pd dalam sesi wawancara dengan fokuscirebon.com mengaku jika wisuda ke XXIV, semester genap tahun akademik 2021-2022 ini jumlahnya berkurang.  

Bagi FITK, pengurangan ini sangat signifikan, karena biasanya wisuda kita minimal 500 orang. Lalu kenapa sekarang hanya 416 wisudawan, karena lebih dari 600 orang terlambat pada pendaftaran wisudanya. 

"Padahal mereka sudah proses skripsi dan yudisium, karena terlambat mendaftar, sehingga tidak terbawa pada wisuda ke XXIV dan akan ikut pada wisuda ke XXIV pada Oktober 2022 mendatang, dan pada wisuda ke XXIV nanti kita targetkan 1000 orang lebih," terang Dekan FITK, Farihin.


Terkait tema yang diusung, jelas Farihin, pada lulusan, harus memiliki keunggulan dalam berbagai aspek, baik pengetahuan kecerdasan, pengetahuan spiritual dan pengetahuan sosial. Artinya, mereka harus punya sesuatu yang menjadi pembeda dari para lulusan perguruan tinggi lain.

Sedangkan Terkemuka, menurut Farihin, lulusan FITK harus menjadi alumni yang bisa berkiprah di masyarakat dan menampilkan dirinya yang terkemuka dalam arti bisa menjadi suri tauladan bagi masyarakat, yakni bisa menjadi inspirator dan inspirasi masyarakat.

"Jika yang menyangkut keunggulan, ini harus bisa dibingkai dengan akhlak mulai, lulusan FITK harus mampu menjunjung tingg moral dan akhlakul Karimah," tandasnya. (Udin)

Kegembiraan Wisuda Sarjana Lailatul Itikhoba Dirayakan Bersama 5 Kakak Kandungnya

Badrudin dan Majid, kedua kakak kandung Lailatul Itikhoba, mahasiswa IPS FITK yang ikut senang dan gembira saat mengantar adik kesayangannya di wisuda ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Swiss Belhotel, Rabu, (25/5/2022).


FOKUS CIREBON, (FC) - Walau tanpa disaksikan kedua orang tuanya,
Kegembiraan Mahasiswa IPS, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Lailatul Itikhoba, terlihat diraut wajah manisnya. Pasalnya, Lima kakak kandungnya setia mengantarkan dan menyaksikan prosesi wisuda kesarjanaan adik tercintanya.  

Badrudin, kakak kandung ke 4 dari Lailatul Itikhoba, kepada fokuscirebon.com menyampaikan, Lailatul Itikhoba merupakan anak ke 6 dari 6 bersaudara. Selain sikapnya yang penurut, Lailatul Itikhoba merupakan adik kesayangan dari kakak-kakaknya.

"Ketidakhadiran kedua orang tuanya, karena keduanya sudah wafat pada tahun 2011. Jadi semua biaya kuliah hingga sarjana, kami kakak-kakaknya saling bergotong royong membantu setiap kebutuhan adiknya. Ya, kami semua sangat senang, karena adik kami sekarang sudah sarjana," kata Badrudin, di Swiss Belhotel, Rabu (25/5/2022).

Hal yang sama juga disampaikan Kakak kandung Lailatul Itikhoba lainnya, Majid, menurut Majid, rasanya hati kami sangat senang bisa mengantarkan wisuda adiknya. 

Baik Majid maupun Badrudin berharap, dengan meraih sarjana ini, mudah-mudahan ilmunya bermanfaat dan bisa langsung kerja. 

"Harapan kami, jadilah diri sendiri dan bangunlah kepercayaan yang tinggi serta gunakan ilmu yang didapat saat kuliah. Demikian juga harapan untuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bisa lebih maju dan bisa mencetak sarjana-sarjana yang secara keilmuan bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi lain," ucapnya. (Udin)