Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Februari 2026

Hari Jadi ke-68 Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Pj Sekda: Bukan Sekadar Urus Pipa, Tapi Misi Kemanusiaan

CIREBON – Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto menekankan bahwa tugas yang diemban jajaran Perumda Air Minum Tirta Giri Nata jauh melampaui urusan pipa dan administrasi perkantoran. 

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembina Upacara Hari Jadi ke-68 Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, pada Kamis (26/2/2026).

Pj Sekda menekankan bahwa usia 68 tahun adalah perjalanan yang penuh tantangan. Ia menggambarkan bagaimana setiap tetes air yang sampai ke rumah warga merupakan hasil kerja keras para pegawai yang bekerja di balik layar. 

Menurutnya, konsistensi selama hampir tujuh dekade ini adalah bukti ketangguhan organisasi dalam menghadapi perubahan era.

"Kita harus meresapi kembali bahwa air adalah sumber kehidupan. Oleh karena itu, tugas yang Bapak dan Ibu emban bukan sekadar pekerjaan administratif atau teknis semata, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang mulia. Ini tentang menjaga keberlangsungan hidup warga Kota Cirebon, baik untuk hari ini maupun bagi generasi di masa depan," ujar Pj Sekda.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cirebon menyadari tanggung jawab ini tidak bisa dipanggul sendirian. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara regulasi pemerintah, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga sumber daya, serta dedikasi tanpa henti dari para pegawai. 

Keteguhan komitmen kolektif inilah yang dianggap sebagai pondasi utama stabilitas layanan air minum di Kota Cirebon.

Rasa bangga terpancar jelas juga saat Pj Sekda memaparkan sederet pencapaian gemilang yang diraih Perumda Tirta Giri Nata sepanjang tahun 2025. 

Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut bukanlah sebuah kebetulan atau keberuntungan sesaat, melainkan buah manis dari profesionalisme dan keberanian untuk berinovasi.

Data mencatat adanya pertumbuhan signifikan pada jangkauan layanan, di mana jumlah pelanggan meningkat dari 56.776 menjadi 57.172 pelanggan. 

Tak hanya itu, aspek finansial juga menunjukkan performa luar biasa dengan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 70,29% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Angka ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan perusahaan semakin sehat dan memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Selain dari sisi angka, kualitas internal pun mendapat pengakuan formal. Perumda Tirta Giri Nata berhasil meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Barat atas komitmennya terhadap K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Perkantoran. 

Selain itu, apresiasi sebagai Mitra Kesehatan pada Hari Kesehatan Nasional ke-61 menjadi validasi bahwa air yang didistribusikan telah memenuhi standar kesehatan tertinggi bagi konsumsi warga.

Namun, di tengah gelombang apresiasi tersebut, Pj Sekda memberikan catatan penting agar seluruh jajaran tidak cepat merasa puas. 

Ia mengingatkan bahwa prestasi yang diraih hari ini bisa menjadi bumerang jika membuat organisasi terlena dalam zona nyaman. Tantangan ke depan dipastikan akan semakin kompleks seiring meningkatnya populasi dan ekspektasi publik yang kian kritis.

"Kota Cirebon terus tumbuh, jumlah penduduk terus meningkat, dan ekspektasi warga semakin tinggi. Ini adalah tantangan nyata yang harus kita jawab dengan menjaga tiga pilar Utama, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas layanan. Di usia yang semakin matang, saya menuntut saudara-saudara untuk terus berbenah," tegasnya.

Menutup arahannya, Pj Sekda mendorong transformasi digital dan manajerial sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar. Ia mengajak seluruh elemen perusahaan untuk tidak alergi terhadap perubahan. 

"Mari kita manfaatkan teknologi untuk mempercepat pelayanan dan transparansi, mewujudkan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata yang modern dan tetap humanis," harapnya. (din)



Rabu, 25 Februari 2026

Sinergi Lintas Sektor, Wakil Wali Kota Cirebon Kawal Langsung Penyerapan Gabah Petani Larangan

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, meninjau Serap Gabah (Sergab) hasil panen di area persawahan Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Rabu (25/2/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan hasil keringat petani terserap optimal oleh Bulog. 

Kehadiran Wakil Wali Kota juga menjadi bentuk penguatan sinergi dalam program Sergab yang diinisiasi oleh Kodim 0614/Kota Cirebon bersama Bulog.

​Dalam kegiatan ini, Bulog berhasil menyerap sebanyak 2.694 kilogram gabah varietas Inpari 33 yang berasal dari lahan seluas kurang lebih satu hektare milik Kelompok Tani Sipanggang Jaya. 

Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas panen, melainkan upaya konkret untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

​Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa kehadiran Pemerintah Daerah merupakan wujud komitmen dalam mengawal rantai pangan dari hulu ke hilir. Menurutnya, keberhasilan ketahanan pangan sangat bergantung pada seberapa kuat kolaborasi antara petani dan para pemangku kepentingan.

​"Pemerintah Daerah hadir dan mengapresiasi masa panen hingga serap gabah di Kelurahan Larangan ini. Kolaborasi nyata lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan daerah maupun nasional seperti ini harus terus diperkuat," ujarnya.

​Ia juga menekankan bahwa sinergi yang melibatkan TNI, Bulog, unsur perbankan, dan pemerintah sangat krusial.

“Agar hasil panen tidak hanya sekadar angka produksi, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan petani setempat,” harapnya.

​Senada dengan hal tersebut, Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, menegaskan bahwa peran TNI AD tidak hanya berhenti pada fungsi pertahanan, tetapi juga hadir sebagai mitra setia petani. 

Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses tanam hingga memastikan harga jual pasca-panen tetap kompetitif melalui Bulog.

​"Serap gabah ini merupakan wujud komitmen TNI AD dalam mendampingi petani, mulai dari masa tanam, pertumbuhan hingga pasca-panen. Kita mengharapkan, melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan Bulog, petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian," tuturnya.

​Untuk diketahui, program Sergab merupakan instrumen strategis Pemerintah Pusat untuk melindungi petani dari fluktuasi harga pasar yang kerap merugikan saat musim panen raya. 

Dengan terserapnya hasil panen secara optimal, stok beras nasional dapat terjaga, sehingga ketahanan pangan di tingkat daerah, khususnya Kota Cirebon, tetap dalam kondisi yang aman dan stabil.



Selasa, 24 Februari 2026

Bupati Imron Lantik Pejabat, Tekankan Integritas dan Pelayanan

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pengambilan sumpah jabatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon, Selasa (24/2/2026). Totalnya sebanyak 200 pejabat dan fungsional dilantik Bupati Imron.

Dalam sambutannya, Imron mengingatkan, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menyebut, pelantikan sebagai anugerah dalam rangka mewujudkan pengabdian kepada negara dan masyarakat.

“Jabatan yang diberikan kepada saudara-saudara harus disyukuri dan dijaga dengan kejujuran, keikhlasan, serta prestasi dalam bekerja,” ujarnya saat memberikan sambutan

Imron menegaskan tiga hal kepada para pejabat yang baru dilantik. Pertama, ia meminta pejabat segera beradaptasi di tempat tugas masing-masing, memahami tugas pokok dan fungsi jabatan, serta membangun koordinasi dan komunikasi yang efektif secara berjenjang.

Kedua, ia menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pelaksanaan tugas harus disertai niat ibadah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.

Ketiga, Imron meminta seluruh pejabat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mematuhi aturan yang berlaku. Ia juga mengingatkan agar setiap ikhtiar dalam bekerja disertai doa.

Dalam kesempatan tersebut, Imron kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk mewujudkan visi daerah, yakni terwujudnya Kabupaten Cirebon Beriman (Bersih, Inovatif, Maju, Agamis, dan Aman).

“Atas nama pimpinan daerah dan seluruh jajaran PemerintahKabupaten Cirebon, saya mengucapkan selamat bekerja,” kata Imron.

“Saya yakin dan percaya, saudara-saudara mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya. (din)








Safari Ramadan di Pabedilan, Bupati Imron Ajak Sinergi dan Jaga Lingkungan

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Safari Ramadan di Masjid Baeturrahmah, Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Senin (23/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan arah pembangunan daerah kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Imron hadir bersama Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, beserta jajaran Forkopimda dan kepala perangkat daerah.

Rombongan berbuka puasa dan melaksanakan salat tarawih bersama masyarakat Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menegaskan, bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kesuksesan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan sinergi antara pemerintah serta dukungan penuh masyarakat sebagai satu kesatuan,” ujar Imron.

Imron juga menyoroti dampak perubahan iklim global yang memicu bencana banjir di berbagai belahan dunia. Ia mengajak masyarakat untuk berikhtiar bersama membenahi diri dan lingkungan.

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan, terutama dalam mengelola sampah rumah tangga agar tidak dibuang sembarangan.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan dan meminimalkan risiko bencana.

“Mari kita bersama-sama menjaga alam dan kebersihannya juga, karena Allah sendiri tidak menyukai orang-orang yang merusak alam,” lanjutnya.

Selain isu lingkungan, Imron menyampaikan rencana pengembangan wilayah. Kecamatan Pabedilan diarahkan menjadi kawasan industri guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan, khususnya di wilayah Cirebon Timur.

Pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Investasi terus berupaya mempermudah masuknya investor ke Kabupaten Cirebon.

Langkah ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Safari Ramadan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah penyampaian program strategis Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam memperkuat pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat. (din)






Lewat Workshop Podcaster, FDKI Perkuat Personal Branding Digital

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau yang dikenal sebagai UIN Siber Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam transformasi digital. Melalui Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), UIN Siber Cirebon menggelar Workshop Podcaster bertajuk “Podcast dan Personal Branding: Membangun Identitas Suara” pada Selasa, 24 Februari 2026.

Workshop yang berlangsung di Lab FDKI (R.303) ini menjadi bagian dari strategi UIN Siber Cirebon dalam memperkuat literasi digital dan produksi konten akademik berbasis audio.

Kepala Lab Komunikasi dan Multimedia, Herny Gusbrava, menjelaskan bahwa podcast kini menjadi media strategis dalam membangun identitas akademik di era digital.

“Podcast bukan sekadar rekaman suara, tetapi ruang artikulasi gagasan yang mencerminkan integritas keilmuan,” ujarnya.

Menurutnya, personal branding dalam podcast dibangun melalui konsistensi tema, gaya komunikasi, serta kedalaman perspektif yang ilmiah dan autentik.

Dekan FDKI UIN Siber Cirebon, Dr. Naila Farah, M.Ag., menegaskan bahwa penguatan kapasitas media digital merupakan bagian dari transformasi akademik kampus.

“Fakultas harus hadir secara substantif di ruang digital. Podcast dapat menjadi medium strategis dalam menyebarkan gagasan keislaman yang moderat dan kontekstual,” katanya.

Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Arief Rachman, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa podcast di lingkungan UIN Siber Cirebon harus mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam diseminasi hasil penelitian.

Sementara itu, Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Pengembangan, Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., menekankan pentingnya optimalisasi laboratorium sebagai pusat pengembangan kompetensi mahasiswa dan tim internal UIN Siber Cirebon.

Melalui workshop ini, UIN Siber Cirebon menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem media dakwah berbasis digital yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

Pasca Permendiktisaintek 52/2025 UIN Siber Cirebon Sosialisasikan Kebijakan Angka Kredit Dosen

 

CIREBON, FC – Upaya memperkuat tata kelola karier dosen terus dilakukan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kampus berbasis digital ini menggelar Sosialisasi Kebijakan Penilaian Angka Kredit (AK) Dosen Bidang Agama pasca terbitnya Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Siber SBSN Lantai 8 tersebut diikuti ratusan dosen dari berbagai fakultas. Suasana sosialisasi terasa hangat dan dialogis, mencerminkan antusiasme dosen dalam memahami arah baru pengembangan karier akademik.

Melalui Layanan Kepegawaian Biro Akademik, Keuangan, dan Umum, UIN Siber Cirebon menghadirkan narasumber nasional, Muhammad Aziz Hakim, Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Ia memaparkan secara komprehensif perubahan kebijakan penilaian angka kredit dosen yang akan mulai diterapkan pada tahun 2026.

Rektor UIN Siber Cirebon, Aan Jaelani, dalam sambutannya menegaskan bahwa regulasi baru ini harus dipandang sebagai peluang strategis, bukan sekadar tuntutan administratif.

“Kenaikan jabatan akademik dosen bukan hanya capaian individu, tetapi bagian dari peta jalan besar pengembangan institusi. Kampus berkomitmen hadir memberi dukungan, termasuk dari sisi pendanaan dan pendampingan,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan dosen dalam merespons regulasi terbaru akan berbanding lurus dengan percepatan pencapaian visi UIN Siber Cirebon sebagai kampus berdampak dan berdaya saing nasional.

Dalam pemaparannya, Aziz menjelaskan bahwa Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen menjadi dasar utama promosi Jabatan Akademik Dosen (JAD) mulai tahun 2026. Meski demikian, pihaknya masih menunggu Keputusan Menteri sebagai petunjuk teknis pelaksanaan di lapangan.

Ia juga menguraikan sejumlah regulasi pendukung, antara lain Peraturan Menteri PANRB Nomor 1 Tahun 2023, Keputusan Menteri Agama RI Nomor 828 Tahun 2024, Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/KEP/2025, serta Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 3 Tahun 2023.

Tak hanya membahas promosi reguler, sosialisasi ini turut mengulas mekanisme loncat jabatan, promosi penyesuaian, retensi Guru Besar, Guru Besar Emeritus, hingga pentingnya penyusunan roadmap pengembangan karier dosen secara berkelanjutan.

Diskusi berlangsung dinamis. Para dosen aktif mengajukan pertanyaan seputar teknis pengajuan angka kredit, peluang percepatan menuju Lektor Kepala dan Guru Besar, serta strategi adaptasi terhadap kebijakan baru.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Cirebon kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pembinaan karier dosen yang lebih terstruktur, transparan, dan selaras dengan regulasi nasional, demi melahirkan insan akademik unggul yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Forum Perangkat Daerah Tekankan Sinergi Lintas Sektor dalam Penyusunan Renja 2027

CIREBON, FC - Pemerintah Kota Cirebon menggelar Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan dokumen Rencana Kerja (Renja) tahun 2027 di Ruang Prabayaksa Gedung Setda, Senin (23/2/2026). 

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Pj Sekretaris Daerah, Sumanto, serta unsur pimpinan DPRD, para kepala perangkat daerah, hingga perwakilan lembaga sosial dan keagamaan. 

Forum ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya menyelaraskan gerak langkah lintas sektor demi pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Wali Kota Cirebon melalui Pj Sekda, Sumanto, menekankan bahwa tantangan perkotaan ke depan semakin kompleks. Salah satu isu krusial yang dibahas adalah penanganan banjir. 

Pemkot menyadari bahwa persoalan genangan di Kota Cirebon salah satunya dipengaruhi oleh kiriman debit air dari wilayah hulu. Sebagai langkah konkret di hilir, Pemkot berkomitmen mengoptimalkan pembangunan kolam retensi guna memecah beban aliran air sebelum masuk ke pemukiman warga.

Tak hanya soal air, urusan sampah juga menjadi prioritas yang mendesak. Pemkot Cirebon tengah menyiapkan strategi ganda, yakni pengelolaan di hulu melalui pemberdayaan Bank Sampah di tingkat RW dan kawasan perkantoran, serta penguatan infrastruktur di hilir. 

Rencana pembangunan TPS Sanitary Landfill di wilayah selatan serta penambahan Dinding Penahan Tebing (DPT) di area TPA terus digodok untuk memperpanjang usia pakai dan daya tampung sampah kota.

Daya dukung fiskal juga menjadi sorotan tajam dalam forum tersebut. Untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Cirebon akan mengandalkan transformasi digital. 

Langkah ini dilakukan dengan merekrut tenaga IT melalui seleksi ketat guna membangun sistem aplikasi pajak dan retribusi yang terintegrasi. 

Sasarannya jelas, memastikan pelaku usaha yang selama ini belum terjangkau sistem digital dapat berkontribusi secara transparan dalam pembangunan daerah.

Di sisi internal pemerintahan, efisiensi menjadi kata kunci. Pj Sekda juga menyoroti perlunya restrukturisasi organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi antar dinas. Salah satu poin pentingnya adalah pemberdayaan masyarakat untuk lebih difokuskan di tingkat kecamatan, sehingga pelayanan menjadi lebih dekat dan taktis bagi warga.

Terkait kebijakan anggaran, pemerintah tidak ingin lagi terjebak pada sekadar penyerapan teknis. Monitoring dan Evaluasi (Monev) akan dilakukan lebih tajam untuk melihat sejauh mana sebuah kebijakan memberikan dampak nyata di lapangan. Efektivitas setiap rupiah yang dikeluarkan harus berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon.

Pj Sekda juga mengingatkan seluruh jajaran bahwa tahun 2027 harus menjadi momentum keberlanjutan. Ia mengajak seluruh kepala perangkat daerah untuk meninggalkan ego sektoral dan bekerja lebih detail dalam mengawal setiap program prioritas yang telah direncanakan.

"Tugas ke depan sangat berat. Kita harus lebih detail dan teliti dalam mengawal kebijakan. Penanganan sampah, optimalisasi PAD lewat teknologi, dan efisiensi anggaran bukan lagi pilihan, tapi keharusan untuk memastikan keberlanjutan Kota Cirebon di masa mendatang," tegas Pj Sekda.

Melalui forum ini, Pj Sekda berharap sinergi antara eksekutif, legislatif, dan tokoh masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang setara dan berkelanjutan. 

"Dengan perencanaan yang matang dari sekarang, kami optimistis Kota Cirebon dapat bertransformasi menjadi kota yang lebih maju, bersih, dan mandiri secara ekonomi pada tahun-tahun mendatang," pungkasnya. (Nisa)



Sponsor

test

Featured Posts