Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 04 Desember 2019

UKM KPM IAIN SNJ Cirebon Gelar Upgrading Dan Sekolah Protokol


FOKUS CIREBON - Sebanyak 40 peserta baru, Rabu (4/12/2019),  mengikuti kegiatan sekolah protokol dan upgrading yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) IAIN SNJ Cirebon di ruang Auditorium FUAD, Lantai 4, Jl Perjuangan Kota Cirebon.

Salman Alfarizi, Ketua Umum UKM KPM IAIN SNJ Cirebon menjelaskan, bahwa kegiatan sekolah protokol dan upgrading ini merupakan salah satu jalan bagi pencarian ilmu tentang keprotokoleran. 

"Ya, ini penting bagi anggota baru yang menjadi peserta agar mereka mengetahui tentang ilmu keprotokoleran, salah satunya adalah cara tata penghormatan dan lainnya," ujarnya.


Dijelaskan, pada kegiatan yang mengambil tema "Melalui Sekolah Protokol, Wujudkan Protokoler Yang Profesional, Integrity, Exellent" ini diikuti oleh 40 peserta. Mereka akan digodok dengan materi keprotokoleran sebagai ladang ilmu agar lebih mengetahui menuju protokoler yang profesional.

Sementara itu, pada kegiatan ini, Panitia penyelenggara menghadirkan pemateri keprotokoleran Protokol Setda, Pemkab Cirebon, Faisal Amir.


Menurut Faisal, protokoler itu harus tegas tapi tidak tegang. Selain itu harus berpenampilan menarik dan bersikap profesional, ini menjadi penting dari salah sati bagian ilmu keprotokoleran yang harus dimiliki pada seorang protokol. (din)
  

Selasa, 03 Desember 2019

Sebanyak 97,18 Persen, ASN Eselon II Kota Cirebon Sudah Menyelesaikan E - LHKPN


FOKUS CIREBON - Sebanyak 97,18 persen pejabat eselon II di lingkungan Pemda Kota Cirebon telah menyelesaikan e LKHPN milik mereka. Sisanya, segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Wakil wali Kota Cirebon, Dra. Hj Eti Herawati mengapresiasi dan berterima kasih kepada pejabat eselon II yang telah berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang bersih. 

“Kita telah berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, salah satunya dengan menyelesaikan pengisian e LHKPN tersebut,” ungkap Eti di sela-sela kegiatan Sosialisasi dan Asistensi Pengisian E-LHKPN tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Selasa, 3 Desember 2019.

Pemerintahan yang bersih dan transparan diyakini Eti akan mendapatkan dukungan dari masyarakat luas. 

Karena itu, Eti mewanti-wanti agar komitmen untuk penyelenggaraan pemerintahan yang bersih terus dilakukan agar pembangunan di Kota Cirebon bisa berjalan dengan baik. 

Saat ditanyakan laporan kekayaan walikota dan wakil walikota Cirebon, Eti mengaku tentu saja dirinya sudah melaporkannya. “saya yang pertama,” ungkap Eti sambil tersenyum.

Sementara itu Pj Sekda Kota Cirebon, H. Anwar Sanusi, S.Pd. M.Si, menjelaskan jika saat ini sebanyak 97,18 persen ASN eselon II di Kota Cirebon telah menyelesaikan e LHKPN mereka.

"Alhamdulillah, paling tinggal dua atau tiga orang lagi,” ungkap Anwar. 
Itu pun saat ini laporan mereka tengah proses loading untuk segera dikirimkan melalui e LHKPN.

Dijelaskan Anwar, pengisian e LHKPN merupakan kewajiban bagi ASN esselon dua. Sedangkan untuk eselon di bawahnya diwajibkan mengisi LHKASN. 

“untuk memenuhi target, kami melakukan sosialisasi serta melakukan pembinaan terhadap admin. Karena pengisian e LHKPN ini dilakukan secara online,” ungkap Anwar. (nur)

Ribuan Guru Honorer di Kabupaten Cirebon Tuntut Kesejahteraan


FOKUS CIREBON - Ribuan guru honorer di Kabupaten Cirebon menggelar aksi damai. Mereka menutut gaji mereka disesuaikan dengan Upah Minimum Kerja (UMK) yanga ada di Kabupaten Cirebon. Para guru honorer ini merasa terancam kesejahteraannya akibat belum mendapat perhatian Pemerintah Daerah setempat.

Ribuan guru honorer yang terwadahi lewat Forum Honorer Pendidik dan Tenaga Kependidikan Persatuan Guru Republik Indonesia(FHPTK-PGRI)Kabupaten Cirebon ini, berorasi secara bergiliran di Gedung PGRI, Sumber pada Selasa (3/12/2019) pagi.

Mereka menginginkan, gaji guru honerer sesuai Upah Minimum Kerja (UMK) yang ada di Kabupaten Cirebon. Bahkan mereka mengaku ikut mengawal kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengenai rapat persiapan penyusunan Peraturan Bupati.
Nantinya, sebagai penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
Selain itu, khususnya mengenai honorium guru pengganti dan tenaga kependidikan Non PNS pada sekolah Negeri.

Dalam aksi ini, Forum Honorer Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Persatuan Guru Republik Indonesia, mempertanyakan apakah sudah sejahtera dengan gaji guru honorer sebesar Rp 150.000,- hingga Rp 300.000 ini.
"Saya sangat berharap tanda tangan Pak Bupati membuahkan hasil bagi kami, dan kami ingin kesejahteraan kami diperhatikan. Apalagi saatini, jumlah tenaga guru honorer di Kabupaten Cirebon mencapai 6.777 jiwa," paparnya. 
Dijelaskan, aksi damai ini, sesuai dengan surat yang yang dilayangkan ke Polresta Cirebon. Tujuan aksi ini sendiri hanya untuk menyampaikan aspirasi dari bawah, yakni mereka para guru honorer di Kabuoaten Cirebon. "Kami datang dengan damai, kami hanya ingin sejahtera, maka mohon keinginan ini diperhatikan," jelas Soleh. (bam)





Menuju Akreditasi A, Perpustakaan IAIN Cirebon Tingkatkan Pelayanan Cepat Dan Program 3S


FOKUS CIREBON - Perpustakaan masih menjadi salah satu institusi yang banyak diburu para pegiat buku. Tapi tudak sedikit perpustakaan ditinggalkan pembacanya lantaran karena persoalan pelayanan.

Namun berbeda dengan perpustakaan di IAIN SNJ Cirebon, justru berbeda dengan perpusatakaan lain, di IAIN Cirebon malah lebih mengutamakan  pelayanan dan program 3S (Senyum, Salam dan Sapa).

Hal itu disampaikan langsung oleh salah seorang mahasiswa yang gemar bertandang ke perpustakaan IAIN SNJ Cirebon, Rizal, saat ditanya seputar keberadaan dan pelayanan Perpustakaan IAIN Cirebon.

Sementara menyangkut program 3S, dibenarkan langsung oleh Kepala Perpustakaan IAIN SNJ Cirebon, Yayat Suryatna, menurutnya pengelolaan perpustakaan IAIN Cirebon selalu mengedepankan pelayanan dan ketepatan.

Mengapa demikian, kata Yayat, karena kualitas sebuah perpustakaan bisa dilihat dari layanannya. Kemudian juga lihat koleksi bukunya serta sarana dan prasarananya.

"Layanan ini terkait dengan kecepatan dan ketepatan. Sedang mengenai kecepatan artinya bukunya mudah ditemukan, kemudian pemberian layanan juga harus tepat di mana buku yang dicari sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” terangnya saat ditemui disela-sela kegiatan worksop.

Bahkan Yayat menegaskan, bahwa pada soal pelayanan, saat memberikan layanan wajah tidak boleh terkesan asem, cuek atau bahkan kurang ramah. "Kalau masih ada yang demikian, bisa dilaporkan kepada kami dan kami akan memberikan pembinaan,” pintanya.

Yayat juga menjelaskan, dalam rangka meningkatkan pengelolaan dan pelayanan, pihaknya tengah menggelar kegiatan workshop.

Dari kegiatan ini ada tujuan yakni IAIN Syekh Nurjati Cirebon berkeinginan untuk menuju akreditasi A, maka workshop ini dalam rangka pemenuhan standar. Yakni workshop pengembangan dan pengelolaan perpustakaan.

"Ada sembilan standar menuju akreditasi A, dan workshop ini salah satunya upaya menuju akreditasi A tersebut, yaitu meningkatkan kompetensi pustakawan,” jelasnya, Selasa (3/12/2019).

Sedang standar lainnya yaitu, pengembangan digital perpustakaan. JIka perpustakaan tidak bisa berkembang sesuai zaman, maka perpustakaan bisa ditinggalkan. Untuk itu, perpustakaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah terus meningkatkan digitalisasinya, salah satunya lewat e-book.

"Tema kegiatannya yakni ‘Melalui Pengembangan Kompetensi Pustakawan dan Pembangunan Perpustakaan Digital, Kita Tingkatkan Kualitas Kualitas Perpustakaan’ yang dilaksanakan di Hotel Tryas, Kota Cirebon.

Dwmikian juga disampaika  Wakil Rektor I Syaefudin Zuhri, bahwa perpustakaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah bersiap menyongsong akreditasi. "Workshop ini merupakan persiapan akreditasi. Out put nya adalah perpustakaan bisa terakreditasi A, atau minimal B.

Pihaknya juga tengah mendorong agar pengadaan buku di perpustakaan mengacu pada profil masing-masing prodi, serta ada peningkatan akses ke jurnal nasional maupun internasional. (din)

Jelang Tutup Tahun, Pemprov Jabar Gelar Kopi Darat


FOKUS CIREBON - Jelang tutup tahun, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) Triwulan IV Tahun 2019 di Eminence Hotel Cianjur, Selasa (3/12/19). 

Ajang silaturahmi, koordinasi dan komunikasi yang dikemas secara informal antara Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan 27 Bupati/Wali Kota se-Jabar kali ini membahas refleksi akhir tahun penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. 

“Ini adalah Kopdar terakhir di 2019 dan sebuah upaya agar kami para pemimpin daerah terus melakukan sinkronisasi,” kata Ridwan Kamil.

Pasalnya menurut Emil –begitu Ridwan Kamil disapa–kekompakan antara seluruh kepala daerah merupakan kekuatan terbesar dalam upaya pembangunan di Jabar. 

“Yang saya amati setahun pertama (memimpin) ini, frekuensi (kekompakan) masih belum sempurna. Tapi saya yakin kalau kita rutinkan (Kopdar), semua lancar karena kekuatan terbesar kita, (adalah) kita kompak membangun bersama-sama,” tegasnya.

Emil menuturkan, beberapa program yang dievaluasi dalam Kopdar di pengujung 2019 ini antara lain hilangnya aspirasi kab/kota selama proses pengajuan.

Maka dalam pertemuan itu, disepakati pembentukan Desk Bantuan Gubernur yakni sebuah unit di bawah naungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar.


“Desk ini sudah dilakukan di DAK (Dana Alokasi khusus) sehingga makin lama pembangunan di Jabar makin lancar dan aspirasi dari kota/kabupaten juga makin mudah dan terlacak kemacetannya dimana,” ujar Emil.

Selain mengevaluasi kegiatan satu tahun belakangan, Kopdar ini juga membahas rencana program tahun 2020, antara lain fokus pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Selain itu, Emil berujar bahwa Pemda Provinsi Jabar juga akan mengevaluasi kurikulum SMK bekerja sama dengan perusahaan agar muncul link and match antara Dunia Usaha dan Dunia Industri. 

Emil pun meminta kepada bupati dan wali kota agar mewajibkan industri di daerahnya untuk memiliki sekolah atau tempat pelatihan bagi lulusan SMK.

“Mohon bupati/wali kota wajibkan ada sekolah atau teaching factory di pabrik. Jangan kasih izin (perusahaan) kalau tidak ada konsep yang akan dimulai tahun 2020 ini. Bila pabriknya memenuhi, maka pajaknya akan dikurangi. Ini adalah upaya kita meningkatkan SDM dan mengurangi pengangguran khususnya SMK,” tutur Emil.

Tak hanya itu, Emil mengingatkan para bupati/wali kota untuk menjalankan arahan Presiden untuk memudahkan perizinan investasi khususnya sektor manufaktur.

Pilkada serentak tahun 2020 pun ikut masuk dalam pembahasan. Emil meminta kepada delapan daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun depan untuk mempertahankan kondusivitas Jabar. 


Terkait sektor pariwisata, Emil juga meminta daerah memaksimalkan potensi pariwisata lokal. “Maksimalkan potensi yang ada karena karena kekuatan ekonomi Jabar yaitu industri manufaktur dan pariwisata,” ucap Emil.

Melalui Kopdar yang rutin digelar ini, Emil pun yakin bahwa tahun 2020 Jabar akan lebih maju karena pertemuan para kepala daerah ini berdampak positif bagi percepatan pembangunan.

“Kopdar ini ‘kan gagasan baru yang sebelumnya tidak ada, ternyata diapresiasi oleh semua (kepala daerah). Insyaallah 2020 Jabar akan lebih maju dengan Kopdar ini,” tutup Emil. (din)

Senin, 02 Desember 2019

HIMASOS IAIN Cirebon, Pecahkan Krisis Pemuda Milenial, Lewat Seminar Nasional


FOKUS CIREBON - Tantangan industri 4.0 tidak harus cukup dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas Perguruan Tinggi saja, tetapi juga harus diperhatikan soal aspek mental dalam menjalankannya. 

Apalagi menyangkut peran pemuda milenial, sepertinya menjadi menarik untuk didiskusikan sebagai kelompok 'zaman now' yang gandrung terhadap kesiapannya menghadapi revolusi industri 4.0. 

Terutama menyangkut sikap dan pandangan (mental dan intelektual) para pemuda dalam menatap masa depan, sehingga kondisi ini membuat greget HIMASOS IAIN Cirebon, untuk pecahkan melalui Seminar Nasional tentang "Menguatkan Peran Generasi Muda dalam Mengembangkan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Islam" yang digelar di lantai 4, FUAD IAIN SNJ Cirebon, Senin, (02/12/2019).

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS), IAIN SNJ Cirebon, Riyo Maheso Jenar menjelaskan jika kegiatan seminar nasional ini mengundang dua pembicara ternama yakni KH Huseun Muhammad (Founder Perguruan Tinggi Institut Studi Islam Fahmina Cirebon) dan Muhammad Abdullah Syukri MA (Indonesian Delegation For 1000 Abrahamic Circles Project.


Dijelaskan, seminar ini diadakan untuk membangun semangat dan pola pikir para mahasiswa dan pemuda sebagai generasi milenial agar bisa berkarakter sesuai dengan Islam dan berkepribadian Pancasila.

"Kita masih melihat, kaum milenial yang terjebak oleh sikap-sikap hendonis, sehingga sudah jarang  mendalami budaya dan pendidikan Islam, malah justru lebih banyak mengadopsi budaya barat, seperti main game online dan lainnya," terang Rio Maheso Jenar.

Sementara itu, dalam kupasan materi seminar, KH Huseun Muhammad menjelaskan, bahwa saat ini terjadi kegelisahan-kegelisahan di mana dengan berkembangnya sikap ekstrimisme. Sehingga pada sejumlah pertemuan dunia, selalu mengambil tema soal-soal perdamaian.

"Islam dulu itu maju, karena menyumbang peradaban manusia begitu besar dengan pandangan pandangan majunya," ujar KH Husein Muhammad.


Sedang menyangkut soal ekstrimisme yang dimaksud, Kata KH Husein Muhammad, adalah telah menyebarnya kekerasan atas nama agama, dan ini mencemaskan bagi masa depan kita. 

"Realitas itu adalah wajah dari dunia, pandangan ini karena dari proses sistem kita yang gagal.  Dan pendidikan harusnya menjadi proses mengaktualisasukan kemanusiaan untuk menjadi menambah baik, karena pendidikan itu proses mengaktualkan potensi kemanusiaan, potensi spiritual, potensi intelektual dan potensi energi," katanya.

Maka disinilah pentingnya peran pendidikan, yang harus lebih memanusiakan manusia melalui keilmuan dan potensi yang dikembangkan. Hal itu bisa juga sebagai proteksi dini, karena pendidikan kita, dan pergerakan islam dulu selalu mengibarkan kemajuan-kemajuan bagi masa depan. (din)









Bangun Sinergitas Dan Kerjasama, DPRD Cimahi Gandeng IAIN Cirebon


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon lagi-lagi menjadi rujukan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh  lembaga atau institusi lain. Pasalnya, IAIN Cirebon kini dipandang sebagai salah satu institusi yang kredibel dan berkompeten untuk diajak bekerjsama dalam segala bidang.

Seperti juga yang dilakukan pihak DPRD Cimahi, Jawa Barat, dalam rangka penguatan peran dan kinerja anggota Legislatif dalam membangun daerah, DPRD Kota Cimahi menggandeng IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menyelenggarakan Workshop selama tiga hari dari tanggal 1-3 Desember 2019. 

Workhsop yang digagas adalah menyangkut "Optimalisasi Kinerja Legislatif Dalam Membangun Daerah Dengan Bersinergi Bersama Kebijakan Kepala Daerah" bertempat di Swiss Belhotel Cirebon.

"Selamat datang di Kota Cirebon kepada Ketua, Pimpinan Fraksi dan Anggota DRPD Kota Cimahi di Kota Cirebon," kata Dr.H.Sumanta, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon  pada pembukaan Workshop tersebut.


Pada kesempatan yang sama, Sumanta juga mengulas sejarah singkat berdirinya dan peran kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Dirinya merasa tersanjung dan senang dapat bersilaturrahim dan bekerjasama dengan DPRD Kota Cimahi melalui LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Terlebih menurutnya IAIN Syekh Nurjati Cirebon salah satu kampus yang sudah bekerjasama dengan Badan Keahlian DPR RI, yang pernah melibatkan IAIN Cirebon dalam pembahasan Rancangan UU Pesantren bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi Ir.H.Achmad Zulkarnaen, MT dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya sempat menanyakan penyelenggara kegiatan Workshop ini kepada Setwan, ternyata IAIN Syekh Nurjati Cirebon cq. LPPM yang di Ketuai Dr.H.Ahmad Yani, M.Ag sudah mempunyai pengalaman dan tedaftar di Kemendagri RI sebagai penyelenggara BIMTEK anggota DPRD.

Diakuinya, dirinya merasa perlu bermitra dengan lembaga yang kredibel, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan akuntabel, tuturnya.

Selanjutnya, dirinya merasa senang bekerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, pelayanannya luar biasa, ramah dan menyenangkan, fasilitas juga memadai, termasuk  narasumbernya sangat kredibel dan sudah terdaftar di Kemendagri. 

"Insya Allah, kerjasama ini akan terus berlanjut. Dan semoga pula kegiatan ini benar-benar berjalan dengan baik, dan memberikan penguatan pada peran dan fungsi kita dalam membangun daerah," pintanya. (din)

Pangkostrad Hadiri Pembukaan Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2019


FOKUS CILODONG -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han), hadiri pembukaan Lomba Tembak Piala Panglima TNI tahun 2019 yang digelar di Lapangan Tembak Kartika Cilodong. Senin (2/12).

Lomba Tembak ini dilaksanakan mulai tanggal 2 s/d 6 Desember 2019 mengusung tema "Dengan Semangat Kompetisi yang Sehat Dilandasi Sportivitas dan Soliditas yang Tinggi Demi Meraih Prestasi, Kita Wujudkan Profesionalisme Atlet Menembak TNI dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI” ini, dibuka oleh Kepala Staf Umum (Kasum) Tentara Nasional Indonesia Letjen TNI Joni Supriyanto.     

Dalam amanatnya Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang dibacakan Letjen TNI Joni Supriyanto menyampaikan, bahwa kemampuan menembak bagi Prajurit TNI merupakan suatu tuntutan. 

Kemampuan ini menjadi sangat penting dalam rangka mendukung tugas pokok TNI. Terlebih kemampuan menembak menunjukkan profesionalisme prajurit TNI sebagai alat pertahanan negara.

"Oleh karena itu, kemampuan menembak setiap prajurit TNI harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui berbagai latihan dan ajang lomba sehingga lebih memotivasi prajurit untuk mencapai prestasi terbaik," kata Hadi.

Lomba Tembak Piala Panglima TNI merupakan program agenda tahunan Mabes TNI, dimana penyelenggaraannya dilaksanakan secara bergiliran oleh tiap-tiap angkatan. Tahun ini, TNI Angkatan Darat bertindak selaku penyelenggara lomba dan  dilaksanakan di Lapangan Tembak Kartika Cilodong.

"Kegiatan lomba tembak ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana hasil pembinaan serta kaderisasi para atlet menembak maupun eksekutif perwira tinggi yang dilakukan oleh tiap-tiap angkatan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk meningkatkan soliditas, memupuk jiwa kompetisi yang sehat serta menggali dan meningkatkan potensi para atlet menembak TNI untuk dapat mengikuti berbagai ajang perlombaan di tingkat nasionalmaupun internasional seperti SEA Games, Asian Games, CISM World Military Games dan Olimpiade," ujarnya.

Diakhir amanatnya, Panglima TNI memberikan penekanan dan harapan. Pertama, laksanakan lomba dengan sikap sportif, jujur dan penuh semangat guna mencapai tujuan penyelenggaraan lomba ini. Kedua, jaga nama baik masing-masing kontingen dan raih prestasi terbaik. 

Ketiga, manfaatkan ajang lomba tembak ini sebagai wahana memupuk jiwa korsa, kebersamaan dan soliditas sesama prajurit. Keempat: Laksanakan penilaian dengan jujur dan objektif, sehingga lomba tembak berjalan dengan lancar, tertib, aman dan sukses. Kelima, perhatikan faktor keamanan personel dan materiil selama kegiatan berlangsung.  

"Adapun materi lomba tembak meliputi 10 M Air Pistol Kaliber 4,5 MM individual putra dan putri, 10 M Air Rifle Kaliber 4,5 MM individual putra dan putri, 25 M Pistol (Kaliber 32 MM dan 22 MM) individual dan tim putra, 50 M Rifle Kaliber 22 MM (Prone putra dan putri) individual dan tim, 300 M Rifle Kaliber 7,62 MM individual dan tim putra, Air Pistol Silhoutte Kaliber 4,5 MM putra, Air Rifle Silhoutte Kaliber 4,5 MM putra,  PPC WA 1500 Course Of Fire Kaliber 9 MM putra dan Eksekutif Pati Kaliber 9 MM terdiri dari Pistol individual dan tim Slow Rapid Fire serta Pistol Falling Plate," ujarnya. (dade)

 

Pungutan Di Sekolah, Segera Saja Dilaporkan


FOKUS KALTENG - Pungutan di sekokah masih terus terjadi. Bentuknya yang rapih dan tidak beraroma itu menjadi kemasan apik pihak sekolah dipundak komite sekolah, tujuannya agar tidak tercium OTT dan pihak Ombudsman. 
Hal ini harus menjadi perhatian dan kwaspadaan bersama dan jika ditemukan segera saja dilaporkan ke pihak Ombudsman.
Seperti yang dilakukan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalteng, Thoeseng T.T. Asang mengungkapkan, sejak 2017 pihaknya sudah melakukan sosialisasi tentang pungutan sekolah. 
Dalam penyuluhan tersebut disampaikan apa saja larangan yang tidak boleh dilakukan oleh pihak sekolah dalam pemungutan. Contohnya pungutan yang tidak transparan dalam keperuntukan dana tersebut. 
"Jika pihak orangtua/wali murid menemukan sumbangan sekolah yang cukup besar dan tidak jelas untuk apa segera saja laporkan ke kami agar bisa ditindak lebih lanjut,” tegasnya, Senin, 2 Desember 2019.
Lanjutnya, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pendidikan yang ada di Kalteng dan dari 2017 sampai 2019 memang ada ditemukan pungutan liar yang dilakukan oleh pihak sekolah.
“Namun kebetulan saya saat ini berada di luar, jadi tidak bisa membeberkan data tersebut secara rinci. Yang pasti ada sekolah yang melakukan pungutan yang tidak sesuai aturan,” tegasnya. (rid)

Minggu, 01 Desember 2019

Kabupaten Kuningan Peringati Hari AIDS Sedunia


FOKUS KUNINGAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M. Si Membuka Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Pandapa Kuningan pada Minggu Pagi, (1/12/2019).
Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia Ani Zulaeha, dalam laporannya menyampaikan bahwa di Kabupaten Kuningan mempunyai suatu wadah organisasi kemasyarakatan yaitu Warga Peduli AIDS Kuningan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, antara lain melaksanakan berbagai kegiatan dengan memprioritaskan kepada ibu dan anak yang terdampak.
Menurutnya melalui momentum ini mengajak pada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk bersama-sama memperkokoh persatuan dan kesatuan dengan merubah stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/ AIDS sebagai upaya membantu penyembuhan dan pemulihan kepercayaan diri pada penderita HIV/AIDS yang senatiasa untuk membangun Kabupaten Kuningan lebih maju.
Sementara itu menurut Dian, kegiatan HAS ini merupakan sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian kita pada dampak HIV AIDS, maka sudah saatnya generasi selanjutnya harus lebih baik dan meningkatkan ketahanan diri melalui Iman dan Taqwa, karenanya penularan HIV dapat terjadi akibat perilaku beresiko seperti hubungan seksual dan narkoba jarum suntik.

“Maka dari itu pemerintah daerah mendorong seluruh pihak terkait, untuk secara bersama-sama ikut berkontribusi dalam penanggulangan HIV dan AIDS dari sisi kesehatan, ekonomi dan psikologisnya,” ungkap Dian.
Melalui peringatan tersebut organisasi Warga Peduli AIDS Kuningan beserta pemerintah daerah dan donator memberikan bantuan donasi berupa beasiswa pendidikan untuk 25 anak terdampak, serta dimeriahkan pula dengan berbagai kegiatan diantaranya Senam Zumba, Colour Run, dan Bazar Berbagai Produk.

Bupati Kuningan Raih Penghargaan Anugrah Dwija Praja Nugraha


FOKUS KUNINGAN - Sebagai Kepala daerah yang banyak memberikan perhatian kepada pendidikan, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama SH.,MH menerima penghargaan anugerah Dwija Praja Nugraha yang diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadim Makarim, di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019).
Dwija Praja Nugraha merupakan sebuah apresiasi tertinggi dari guru-guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kepada Kepala Daerah yang memiliki komitmen teguh memajukan kualitas pendidikan dan mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru.
Penganugerahan ini diberikan dalam rangka HUT ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019.
PGRI Kabupaten Kuningan mengusulkan Acep Purnama untuk meraih penghargaan ini, melihat kesungguhan Bupati Kuningan selama masa kepemimpinan yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan dan peduli terhadap kesejahteraan guru.

Bupati Acep turut berterima kasih kepada para guru yang tergabung dalam PGRI Kabupaten Kuningan yang telah mengusulkan dirinya untuk menerima penghargaan ini.
Menurutnya, tugas meningkatkan kualitas pendidikan di Kuningan adalah tanggung jawab kita semua, terutama Pemerintah Kabupaten Kuningan, ia mengatakan akan terus memperhatikan peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi guru. (Hum)

Woww.. !! Ribuan Siswa Minum Obat Masuk Rekor Muri


FOKUS NASIONAL - Jika hanya satu dua orang yang minum obat mungkin sudah biasa, selain karena sakit atau karena ingin sehat. Namun kali ini sangat berbeda dengan kebiasaan meminum obat, di mana sedikitnya 15 ribu siswi sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat secara serentak minum tablet penambah darah dan tercatat di Rekor Muri sebagai yang terbanyak dalam kegiatan minum obat, Jumat (29/11).
Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Bekasi, Adlis Rahmat menjelaskan, organisasinya dipercaya Dinkes Kota Bekasi untuk menyelenggarakan acara Rekor Muri dala minum tablet penambah darah hari ini secara serentak di 300 sekolah yang ada di Kota Bekasi dengan melibatkan 15 ribu siswi SMP maupun SMA/SMK.
“Kita hanya mempertegas bahwa organisasi (AIA) ini ada di Kota Bekasi. Dengan kegiatan ini, kami berharap generasi penerus bangsa terutama wanita bisa mewujudkan generasi sehat,” ungkapnya usai acara di SMA/SMK Daya Utama, Mustika Jaya.
Ditambahkan dia, ada profesi yang tidak muncul ke publik meskipun sudah berkontribusi buat negara. “Makanya organisasi apoteker yang dipercaya Dinkes untuk menyelenggarakan ini,” ucapnya.

Terkait obat tablet yang diberikan kepada siswa, Adlis menjelaskan, tabletnya untuk menambah darah zat FE.
“Iya itu obat generik, kenapa hanya siswi saja yang diberikan, karena siswi remaja kan sudah mengalami menstruasi yang mengeluatkan darah kotor. Jadi kaum perempuan ini rentan dengan kesehatan,” bebernya.
Sementara, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung menegaskan, pihaknya mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara berkala.
“Iya bagus ini agar generasi penerus kita sehat. Karena masa depan bangsa kedepanya kan ada di pundak mereka,” pungkas dewan kali malang. (ham)

Liburan Di Hari Minggu, Anak Bisa Nyaman Di Taman Rekreasi


FOKUS CIREBON- Mengasuh anak agar tidak rewel, apalagi kerap menangis, haruslah dimengerti dengan menyiasati anak agar tidak lagi rewel dan ngambek. Apa resep yang paling baik, adalah mengajaknya ke tempat rekreasi permainan anak.

Seperti yang terlihat pada permainan melukis gambar. Anak berusia 4 tahun ini seperti tengah asyik ranpa menghiraukan hiruk pikuk keramaian di tempat rekreasi.


Ya, Aida namanya, dengan ditemani kakaknya, Silmy, keduanya asyik menyelesaikan lukisan bergambar Hello Kitty.


"Anak-anak senang, hari libur Minggu menjadi hari yang mengasyikan bagi anak-anak kami, mereka merasa nyaman di tempat rekreasi, hanya dengan uang Rp 10.000 anak sudah bisa mencurahkan perhatiannya pada obyek yabg disukainnya, jadi sudah gak ngambek lagi," terang Hasanah, ibu kedua anak ini, Minggu (01/12/2019), di area taman bima, Kota Cirebon. (Yar)

Kadisdik Jabar Memberikan Apresiasi Kepada Guru Dan Tenaga Kependidikan Berprestasi


FOKUS JABAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memberikan penghargaan kepada 107 guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Malam Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan  Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 yang berlangsung di Hotel Savoy Homann Bandung, Jln. Asia Afrika No. 112, Kota Bandung, Minggu (1/12/19) malam. 
Ajang penyeleksian untuk peringkat pertama, kedua, dan ketiga ini telah dilakukan sejak 8 bulan yang lalu.
Kepada pemenang Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 ini, diberikan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta untuk juara I. 
Sedangkan peringkat II sebanyak Rp 7,5 juta dan peringkat III sebesar Rp 5 juta. Dalam ajang ini, Kota Bandung keluar sebagai juara umum.
Guru dan tenaga kependidikan merupakan garda terdepan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Keberadaan GTK yang kompeten dan berkualitas menjadi kunci terwujudnya pendidikan berkualitas. 
Hal inilah yang mendorong digelarnya ajang tersebut sebagai upaya menemukan guru dan GTK berkompeten.
Kadisdik Jabar, Dewi Sartika memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih guru dan tenaga kependidikan berprestasi ini. 
"Luar biasa, kita sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang dicetak para guru dan tenaga kependidikan kita. Dengan ini, mari kita kembali rapatkan barisan untuk mencetak para juara serta saling berkolaborasi guna mengantarkan siswa-siswa yang mandiri dan mempunyai kapasitas keilmuan," tutur Kadisdik.
Kadisdik menjelaskan, ajang ini merupakan bentuk apresiasi serta penghargaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada para guru dan tenaga kependidikan yang berkinerja baik. 
Pemilihan ini juga menjadi salah satu bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah terhadap profesi guru dan tenaga kependidikan yang telah diamanatkan dalam Undang-undang Nomor l4 Tahun 2015 tentang Guru dan Dosen. 
"Tentunya, ajang ini diharapkan bisa meningkatkan kompetensi GTK demi menumbuhkan keteladanan yang dapat memberikan dampak positif bagi karier guru dan tenaga kependidikan serta peningkatan mutu pendidikan di sisi yang lain," harapnya.
Sementara itu, Staf ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dadi Iskandar menyampaikan, perhelatan ini memiliki nilai penting dan strategis. 
Terutama, dalam upaya mewujudkan visi "Jabar Juara Lahir Batin". "Melalui ajang ini, kita dapat mengukur tingkatan dan kualitas kompetensi yang sudah dicapai GTK Jawa Barat dan membandingkannya dengan provinsi lain," tuturnya.
Sebagai provinsi yang mencita-citakan predikat juara lahir batin, lanjut Dadi, sudah seharusnya dilakukan ikhtiar yang lebih serius guna meningkatkan kualitas di segala bidang, termasuk pendidikan. "Terutama kualitas guru dan tenaga kependidikannya," ucapnya.
Menurutnya, hal ini cukup beralasan jika dihubungkan dengan pemenuhan 8 standar nasional pendidikan. Pemenuhan standar guru dan tenaga kependidikan menjadi kunci bagi pemenuhan standar-standar lainnya. 
"Meskipun ajang lomba atau kompetisi bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan dalam membangun pendidikan, namun pengakuan atas prestasi bagian dari ikhtiar membangun visi yang tengah dilaksanakan," pungkasnya. (dik)

Sabtu, 30 November 2019

Walikota Cirebon Raih Penghargaan Di Bidang Pendidikan


FOKUS CIREBON - Presiden RI, Joko Widodo memberikan penghargaan Dwija Praja Nugraha kepada Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH dan PGRI Kota Cirebon di Lapangan Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi, karena perhatiannya begitu besr kepada pendidikan.

H Abdul Haris, Ketua PGRI Kota Cirebon menyampaikan, penghargaaan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang mempunyai perhatian lebih kepada dunia pendidikan.

"Ya, Pak Wali Kota Cirebin begitu besar perhatiannya kepada kalangan pendidikan, khususnya guru-guru honorer," papar Haris.

Dijelaskan, Kota Cirebon merupakan salah satu daerah yang lebih dahulu meng-SK-kan guru honorer, sehingga para guru mendapat insentif dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

"Penghargaan ini tentu harus menjadi motivasi agar keberpihakan dan dukungan bagi kemajuan serta pengembangan pendidikan di Kota Cirebon lebih baik lagi. Khususnya bagi kualitas dan tenaga pendidik demi kemajuan Kota Cirebon," kata Haris.

Sementara itu, penghargaan di bidang pendidikan yang diterima Pemkot Cirebon dari bapak Presiden RI ini, karena memang perhatian dan keberpihakan Wali Kota untuk pendidikan begitu besar, khususnya bagi para guru di Kota Cirebon. (Pai)

Menhan Prabowo Subianto Diterima Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan Dalam Kerjasama Pertahanan


FOKUS NASIONAL – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto diterima Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada kesempatan kunjungannya ke Turki, 27-29 November 2019.
Selain didampingi Duta Besar RI untuk Republik Turki, pertemuan dengan Presiden Erdogan tersebut juga dihadiri oleh Menhan Turki, Hulusi Akar dan Ketua Presidensi Industri Pertahanan, Ismail Demir. Dalam pertemuan tersebut berlangsung diskusi interaktif mengenai berbagai aspek kerjasama pertahanan.
“Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif. Menhan Prabowo menyampaikan salam dari Presiden Jokowi dan keinginan Indonesia untuk semakin memperkuat kerjasama pertahanan dan industri pertahanan yang sudah ada selama ini.
Sementara itu, Presiden Erdogan juga menegaskan kembali perhatian khusus Turki terhadap hubungannya dengan Indonesia, termasuk di bidang kerjasama pertahanan”, ujar Duta Besar RI untuk Republik Turki, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan isi pertemuan Menhan Prabowo dengan Presiden Erdogan.
Sebelum diterima Presiden Erdogan, Menhan Prabowo juga melakukan kunjungan resmi ke Menteri Pertahanan Turki, Hulsi Akar, dimana Menhan diterima dengan upacara kemiliteran. Menhan juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Ketua Presidensi Industri Pertahanan (SSB), Ismail Demir. SSB adalah lembaga yang dipimpin langsung oleh Presiden Turki dan membawahi seluruh industri pertahanan di Turki.
“Menhan mengharapkan agar Perjanjian Pertahanan di antara kedua negara dapat segera dibahas dan ditandatangani”, terang Dubes Iqbal menjelaskan isi pembicaraan Menhan Prabowo dengan Menhan Hulusi Akar.
“Tidak hanya peningkatan kemampuan alutsista yang menjadi perhatian Menhan dalam pertemuan-pertemuan tersebut, tapi juga kapasitas personil TNI mendapatkan perhatian. Karena itu kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan akan mendaparkan porsi perhatian yang signifikan dan akan segera dimulai”, imbuh Dubes Iqbal.
Selain melakukan pertemuan dengan Presiden dan pejabat tinggi di bidang pertahanan, Menhan Prabowo juga melakukan kunjungan lapangan ke Armada Utama Angkatan Laut Turki di Gölcük, Kocaeli (27/11).
Di Markas Armada Utama yang juga merupakan galangan kapal selam tersebut, Menhan Prabowo diterima langsung oleh Komandan Armada Utama, Laksamana Ercument Tatlioglu. Menhan juga berkesempatan meninjau langsung kapal perang kelas Corvet terbaru produksi Turki, TCG Kinaliada.
Indonesia dan Turkey memiliki kerjasama yang kuat di bidang pertahanan. Kedua negara sudah memiliki MoU tentang Kerjasama Industri Pertahanan sejak 2010 dan akan diperluas melalui MoU Kerjasama Pertahanan yang diharapkan dapat ditandatangani pada tahun 2020.
Indonesia-Turki juga sudah berhasil mengembangkan bersama tank kelas menengah (medium tank) dengan teknologi terbaru. Tank tersebut diharapkan sudah akan mulai diproduksi bersama pada tahun 2020.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berhasil Bekuk Tersangka Jaringan Narkotika


FOKUS JAKARTA -- JS, inisial pelaku jaringan Malaysia, Batam dan Aceh berhasil dibekuk Satuan Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung  Priok. Tersangka ditangkap di Terminal Penumpang Nusantara Pura II Pelni Pelabuhan Tanjung Priok, dengan barang bukti Shabu dua Kilogram. 

"Tersangka berinisial JS ditangkap pada hari Kamis tanggal 28 November 2019, pada pukul 20.30 WIB saat turun dari Kapal KM. Kelud," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes PoL Drs. Yusri Yunus, Sabtu (30/11), saat konferensi pers, di Loby Promoter Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Tersangka diduga melanggar Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 Undang - undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, saat ini kasusnya ditangani Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Reynold E. P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. mengatakan, disamping melaksanakan pengungkapan Kasus tersebut, Satuan Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam kurun waktu bulan September sampai dengan  Nopember 2019 sudah mengamankan tersangka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sedikitnya 44 tersangka.

"Barang-Bukti Narkotika sebagai berikut, Shabu 2.386,34 Gram, Extacy 102 Butir, dan Ganja 72,2 Gram. Barang-bukti Psikotropika H-5/Happy (Erimin) 80 Butir," ungkap Kapolres. (dade)

Mendikbud Berjanji Ingin Menyederhanakan Administrasi Guru


FOKUS JAKARTA-- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, berjanji untuk menyederhanakan administrasi guru. Kendati dirinya meminta, semua harus bersabar, supaya pihaknya dapat melaksanakan ini dengan baik, terstruktur, dan tidak tergesa-gesa.

Demikian dikatakan Nadiem, saat pidato pada puncak peringatan Hari Guru, di Stadion Wiwaha Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (30/11/2019).

Mendikbud akan menyederhanakan beberapa hal, seperti masalah administrasi. Namun, Nadiem meminta kesabaran kepada guru agar perubahan itu bisa tercipta. 

"Kalau bapak ibu ingin perubahan. Perubahan harus dilakukan dengan cara baik, dengan planing baik. Dengan strategi yang baik. Mohon kesabaran bapak ibu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyid mengungkapkan meminta perhatian pemerintah kepada guru terus membaik dari tahun ke tahun. Kami mengharapkan perhatian pemerintah membaik dari waktu ke waktu, karena pada saat ini kekurangan guru itu nyata.

Sertifikasi guru yang baru mencapai 52 persen dari total sekitar 2,7 juta jumlah guru di Indonesia ini juga menjadi keresahan PGRI.  

"Jadi kami serius untuk mendorong ada perubahan untuk semakin baik, agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim melibatkan guru dalam melakukan perubahan pendidikan di Indonesia," ungkap Unifah.  

Lebih lanjut, kata Unifah mengungkapkan Guru dan PGRI merupakan bagian dari peran strategis perubahan yang sama-sama diinginkan Nadiem, yakni memajukan pendidikan Indonesia

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Mendikbud, Nadiem Makarim , Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua PGRI Unifah Rosyidi dan ribuan Guru dari seluruh tanah air. 

"Sebelum saya bicara dengan guru-guru. Saya terus terang pesimis, tantangan terlalu berat. Setiap kali saya berbincang dengan guru, dengarkan nasihat dari guru, saya langsung optimis," katanya.  (dade)




Kepala Kejaksaan Negeri Cirebon : Pembayaran Denda Tilang, Kini Terkoneksi Secara Nasional


FOKUS CIREBON – Saat ini, mereka yang terkena tilang kendaraan, tidak usah risau. Pasalnya kejaksaan negeri tengah melounching program bayar denda tilang yang terintegrasi dan terkoneksi secara nasional.

Kajari Kota Cirebon, M. Syarifuddin mengatakan ide awalnya program digulirkan untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan pelayanan ke masyarakat yang terkena tilang. 

Jumlah pengendara terkena tilang terus meningkat hingga setiap minggu mencapai angka 1000 bahkan jika ada operasi mencapai 2000 pengendara.

“Program memecah pembayaran di Kantor Pos. Awalnya pembayaran di Kantor pos yang ada di Kota Cirebon. PT Pos kemudian mengembangkan aplikasi khusus sehingga pembayaran dapat dilakukan di seluruh Indonesia,” ujar Syarifuddin.

Program ini, lanjut Syarifuddin, pertama kali digulirkan di Kota Cirebon dan akan dilaksanakan secara nasional.

Selain pembayaran juga pengembalian barang bukti akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia dengan diantar langsung ke alamat pengendara yang ditilang.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon merespon positif terkait inovasi yang dilakukan Kejaksaan negeri (Kejari) kota Cirebon terkait pembayaran denda tilang. 

Demikian diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH pada launching layanan pembayaran denda tilang dan pengiriman barang bukti kerjasama antara Kejari, Kantor Pos Cirebon dan BRI, di kantor Kejaksaan Negeri Cirebon, Jumat (29/11). 

Azis mengatakan inovasi ini sangat tepat dalam pelayanan terhadap masyarakat.

“Pelayanan akan semakin prima terhadap ketidaknyamanan para pengendara yang terkena tilang. Jika selama ini mereka harus mengantri dengan system ini lebih baik,” ungkap Azis.

Azis menambahkan para pengendara yang terkena tilang bisa membayar di mana saja dengan proses lebih cepat dan nyaman. 

Hal ini bentuk peningkatan pelayanan yang sangat dinantikan masyarakat. Masyarakat yang terkena tilang tidak harus membayar denda di Kejari Kota Cirebon tapi di kantor pos atau BRI terdekat.

“Kami harapkan inovasi ini akan meningkatkan dan memotivasi layanan Kejari kepada masyarakat melalui program lain. Kejari Kota Cirebon akan menjadi wilayah percontohan bagi wilayah lain tentuya,” kata Azis.

Pelaksanaan launching dilaksanakan dengan cara melepas balon ke udara bersama Wali Kota, Kajari Kota Cirebon, M Syarifuddin, SH, MH, Kepala Pos Regional Jawa Barat, Helly Siti Halimah dan lainnya. 

Kemudian dilakukan peninjauan proses pembayaran di mobil milik PT Pos dan diberikan surat pembayaran bukti tilangan. (Man)