Walikota Cirebon Positif Terpapar Virus Covid 19, Kini Tengah Menjalani Isolasi Mandiri

Rilis Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, yang dibacakan oleh Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, terkait positif terpapar virus covid 19


FOKUS CIREBON - Walikota Cirebon, Nashrudin Azis  mengakui bahwa dirinya saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah dinas sejak akhir pekan kemarin. Isolasi harus dilakukan karena dirinya dinyatakan positif terpapar Covid-19.

“Namun kondisi saya saat ini membaik. Memang sebelumnya sempat flu, tapi saat ini kondisi saya sudah lebih baik,” ungkap Azis. 

Selama menjalankan isolasi, lanjut Azis, selain berada di bawah pengawasan tim medis, dirinya juga rajin berolahraga dan berjemur di pagi hari. Sehingga imunitas bisa meningkat.

Dijelaskan Azis, selama ini dirinya secara disiplin telah menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes). Mulai dari selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan serta selalu berusaha untuk menjaga jarak. Sehingga dirinya tidak mengetahui secara pasti dimana terpapar virus tersebut.

“Tapi hasil tes swab ajudan dan walpri saya, semuanya negatif,” ungkap Azis. 

Untuk itu, Azis meminta kepada siapa pun, terutama warga Kota Cirebon untuk secara disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena siapa pun bisa terpapar Covid-19.

“Saya juga mohon doa dari seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk bisa menjalani isolasi dengan baik dan sembuh seperti semula,” ungkap Azis. 

Sedangkan untuk pemerintahan, tidak ada kendala yang dihadapi. Ini dikarenakan koordinasi antara wakil wali kota dan Sekretaris Daerah (Sekda) bisa berjalan dengan baik. 

Azis menyatakan, siapa pun bisa terpapar Covid-19. Sehingga Wali Kota meminta kepada setiap warganya untuk menjalankan protokol kesehatan disiplin.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., yang dibacakan oleh Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, Senin, 23 November 2020, di ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon.

“Pandemi Covid-19 selama ini menjadi perhatian serius kita semua, termasuk Pemda Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Ini dikarenakan, siapa pun, tanpa mengenal pangkat dan golongan bisa terpapar virus tersebut. (din)

Terkini