Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 10 Mei 2020

BAZNAS Dorong Masyarakat Khusus Mitra Binaan Untuk Terus Berinovasi


JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong masyarakat khususnya mitra binaan untuk terus berinovasi dalam himpitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Melalui BAZNAS Microfinance Desa, Kelompok Mitra Bersama 14 asal Kelurahan Manggis Ganting, Bukittinggi, Sumatera Barat, yang merupakan binaan BAZNAS beralih profesi baru dengan memproduksi masker yang saat ini menjadi kebutuhan utama masyarakat saat pandemi.

Awalnya para anggota kelompok merupakan pengusaha konveksi dan bordir. Namun akibat adanya pandemi Covid–19, omset usahanya mengalami penurunan mencapai 80 persen. Dari yang sebelumnya bisa mendapatkan omset Rp8.000.000 perbulan, turun menjadi Rp2.000.000.

Kepala BAZNAS Microfinance, Noor Aziz mengatakan sebagai pendamping usaha, BAZNAS berupaya untuk menjaga para kelompok binaan agar tetap mandiri dan produktif dalam kondisi krisis Covid-19. Produksi masker kain menjadi peluang yang sangat memungkinkan untuk dijalankan disamping kebutuhan di masyarakat yang masih tinggi.

“Saat ini mitra binaan BAZNAS sudah mampu memproduksi 1.500 masker selama dua pekan. Selain penjualan dilakukan di kota Bukittinggi, pemasaran juga dilakukan hingga Bandung, Jawa Barat melalui pemasaran online. Omset yang telah diperoleh selama dua pekan menjalankan usaha mencapai Rp5.840.000. Jumlah ini meningkat jika dibandingan dengan pendapatan per bulan pada usaha sebelumnya,” kata Noor Aziz, Minggu (10/5).

Noor Aziz menambahkan masker yang dihasilkan oleh kelompok Mitra Bersama 14 merupakan masker kain sesuai dengan standar anjuran pemerintah yang dapat menutupi hidung hingga dagu.

“Pendamping lapangan dari BAZNAS juga memperhatikan kualitas hasil masker yang akan dijual ke masyarakat. Harapannya dengan situasi seperti ini, kelompok dapat memproduksi masker dengan jumlah besar untuk mengakomodir kebutuhan pasar dalam upaya pencegahan Covid-19, sekaligus dengan begitu dapat meningkatkan omset pendapatan kelompok,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan, Randi Swandaru mengatakan BAZNAS terus memaksimalkan potensi usaha setiap mustahik agar tetap stabil di tengah krisis, sembari tetap  menyumbang manfaat kepada masyarakat.

“BAZNAS berkomitmen akan mendampingi mustahik dalam kondisi apapun. Semoga usaha ini bisa semakin berkembang untuk menggerakkan kembali roda ekonomi para mitra binaan dalam kondisi pandemi ini,” ungkap Randi.

Pendamping dari BAZNAS Microfinance bersama Kelompok Mitra Bersama 14 saat memproduksi masker di Kelurahan Manggis Ganting, Bukittinggi, Sumatera Barat. (dade)

Melalui Halaqah Virtual, HMJ IQTAF IAIN Cirebon Angkat Tema Membumikan Alqur'an


CIREBON, FC - Dalam rangka memperingati hari besar Islam Nuzulul Qur’an, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Alqur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon belum lama ini menggelar Halaqah Virtual.

Kegiatan yang berlangsung di WhatsApp Grup (WAG) itu mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam Upaya Membumikan Alqur’an. Minggu, (10/5/2020).

Dini Suryani, Ketua Pelaksana mengatakan, Dengan mengingat dan memperingati Nuzulul Qur'an merupakan suatu hal yang harus diingat dan terus selalu ada dalam hati.

“Seperti yang kita ketahui, peristiwa ini merupakan peristiwa besar, yakni turunnya Alqur'an atas kebesaran Allah dan terdapat Rahmat serta karunia didalamnya,”. Katanya.

Oleh karenanya, lanjut dia, bukan saja merayakan atau mengingat saja, tetapi harus kita pupuki keimanan kita dengan selalu belajar dan belajar serta memahami Alqur'an.

Ketua HMJ-IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil mengungkapkan, Agen perubahan yang melekat pada diri mahasiswa harus juga diaplikasikan dalam mengamalkan ajaran Alqur’an kepada masyarakat.

“Akhir-akhir ini, sering kita jumpai orang-orang yang tanpa dasar menafsirkan Alqur’an, ia hanya dilandasi nafsu belaka. Maka dari itu, mahasiwa khususnya mahasiswa Ilmu Alqur’an dan Tafsir harus bisa menyajikan isi Alqur’an dengan moderat dan menyejukkan,” Ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Alqur’an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, MA, M.S.I berpesan, selain memperingati Nuzulul Qur’an, kajian ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk kelak terjun di masyarakat.

“Jika sudah dilandasi pemahaman yang moderat, tentu kedepan bakal menyajikan pemahaman Alqur’an yang sejuk kepada masyarakat,”. Katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Ahmad Royhan Firdausy selaku pemateri kajian menyampaikan, Seorang mahasiswa harus berani untuk tampil di masyarakat untuk berbagi apa yang sudah dipelajari.

“Karena, sangat disayangkan jika ilmu-ilmu tersebut hanya bertumpuk dalam lembaran dan terpaku pada sebuah teori saja, sedangkan orang-orang di sekitarnya dibiarkan dalam kesesatan”. Ujar alumni Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta itu.

Ia menegaskan, tentunya jalan dakwah yang dipilih ini haruslah sejuk, damai, menginspirasi dan memotivasi. 

“Mahasiswa memiliki peran penting bagi Agama, negara dan bangsa. Langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk ikut andil memberikan perubahan ke arah yang lebih baik ini ialah dengan meningkatkan ibadah kepada Allah Swt. dan kepedulian kepada sesama tanpa memandang latar belakang agama, aliran, organisasi dan sebagainya”. Katanya.


Ia melanjutkan, Jika hal sederhana tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka ia akan menjadi mahasiswa Qur’ani yang sanggup membumikan nilai-nilai Alqur’an dalam kehidupan. (din)

Jumat, 08 Mei 2020

PermataBank Menunaikan ZIS Dalam Kondisi Pandemi Covid-19


JAKARTA-- PermataBank menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS) sebesar Rp21.104.046.148 melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Karena dalam kondisi pandemi dan untuk menjalankan protokol pencegahan Covid-19, penyerahan pembayaran zakat dilakukan secara simbolis, secara online dan disiarkan secara live melalui kanal youtube BAZNAS TV, Jumat (8/5).

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Herwin Bustaman selaku Direktur Unit Usaha Syariah sekaligus sebagai Dewan Pengawas UPZ PermataBank, didampingi Komisaris Independen PermataBank sekaligus dewan Pembina Haryanto Sahari, dan Dewan Pengawas Syariah Unit Usaha Syariah PermataBank Prof Dr Jaih Mubarak, sekaligus sebagai Dewan Pengawas serta Habibullah, selaku Ketua Pengurus UPZ PermataBank, kepada ketua BAZNAS, Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA. CA, dengan didampingi oleh Direktur Utama BAZNAS, M Arifin Purwakananta.

Herwin menyampaikan “Dana ZIS ini berasal dari stakeholder PermataBank Syariah, dan program-program penyalurannya merupakan bentuk kepedulian PermataBank kepada masyarakat dan lingkungan. Dana ini dikelola secara transparan melalui kerjasama dengan Badan Amil Zakat yang memiliki reputasi dan pengalaman dalam pengeloaan dana zakat dan dana lainnya.”

Pembayaran zakat PermataBank ke BAZNAS ini merupakan yang pertama kalinya setelah lebih dulu mereka membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. UPZ ini berfungsi untuk melayani dan memudahkan para karyawan dan nasabah menunaikan zakat, infak dan sedekah mereka.

Bambang Sudibyo menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya UPZ PermataBank yang langsung menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. BAZNAS akan mengoptimalkan dana yang terhimpun ini sehingga semakin banyak mustahik yang menjadi lebih sejahtera secara materi dan spiritual.

“Terima kasih kepada PermataBank atas kepercayaannya untuk menuaikan ibadah Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS. Meskipun saat ini sedang dalam kondisi yang sulit karena pandemi Covid-19, PermataBank tetap berkomitmen menunaikan kewajiban zakatnya. Semoga UPZ PermataBank mampu menjalankan perannya dengan maksimal dalam mengelola lebih zakat, Infak dan Sedekah,” kata Bambang.

Langkah dari PermataBank ini diharapkan dapat menginisiasi perbankan, maupun perusahaan lainnya untuk bisa mendorong karyawan dan keluarga besarnya menunaikan zakat melaui BAZNAS. BAZNAS terus berupaya berjuang untuk menjalankan amanah dalam mengelola zakat dan mendistribusikannya kepada mustahik yang memerlukan.

"Dalam momentum krisis Covid-19, semoga Zakat, Infak, dan Sedekah dari PermataBank ini dapat membantu dalam penanganan Covid-19 dan juga meringankan beban masyarakat yang terdampak lewat program-program yang telah dijalankan oleh BAZNAS. UPZ menjadi salah satu bagian dari pengumpulan zakat yang terus mengalami peningkatan dari segi penghimpunan karena meningkatnya kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Diharapkan pengelolaan zakat makin efektif dan efisien, sehingga semakin banyak lagi masyarakat yang membutuhkan dapat dibantu lewat gerakan zakat. Zakat adalah bagian penting yang wajib dijalankan oleh umat Islam. "Semoga Zakat dari PermataBank membawa keberkahan untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Bambang. (dade)

Kamis, 07 Mei 2020

BAZNAS Bantu Anak-Anak Yang Tak Bisa Belajar Di Sekolah Akibat Pendemi Covid-19


JAKARTA, FC-- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) turut membantu anak-anak yang tak bisa belajar di sekolah akibat pandemi Covid-19 dengan cara memfasilitasi belajar di rumah di Desa Ndoriwoy, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan edukasi itu berlangsung menarik karena anak diajak belajar dengan cara yang bebeda, yakni melalui media gambar.

Awalnya, anak-anak diberi kertas bergambar yang berisi informasi dasar tentang Covid-19, kemudian anak diminta untuk mewarnainya. Gambar yang diberikan pun bervariasi, yakni gambar berbentuk virus corona, gambar dari akibat jika terjangkit virus corona, dan gambar cara melakukan pencegahan Covid-19.

Kegiatan belajar tak hanya sebatas mewarnai, namun anak-anak juga diberi penjelasan dari masing-masing kertas gambar yang mereka terima. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini tentang bahaya virus corona dan cara melakukan pencegahannya kepada anak.

Program BAZNAS melalui Lembaga Zakat Community Development (ZCD) ini mendapat apresiasi penuh dari warga setempat. Tercatat 20 anak mengikuti acara ini dengan didampingi para orangtuanya. Mereka pun dengan antusias dan semringah mengikuti panduan yang diberikan dan berhasil menyelesaikan gambar dengan baik. Setelah selesai, gambar yang sudah diwarnai dapat dibawa pulang dan bisa dipasang di rumah masing-masing.

Kepala Lembaga ZCD Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Tatiek Kancaniati, mengatakan pihaknya ingin agar kegiatan ini bisa berguna dan berkelanjutan di tengah pandemi Covid-19. Ia juga berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, para keluarga bisa lebih intens menjaga dan mengedukasi anak tentang kesehatan dan pengetahuan terkait virus corona. "Kegiatan ini sebagai pendukung tambahan bidang pendidikan yang dilakukan inisiatif sahabat ZCD yang ke depannya akan berkelanjutan," kata Tatiek, Kamis (7/5).

Proses edukasi ini juga sebagai upaya preventif untuk mengajak anak terus aktif belajar, dan memberi kesempatan kepada orangtua untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan anak-anaknya. "Pasalnya, selama ini, anak-anak tersebut minim memiliki ruang edukasi tentang virus corona dan cara pencegahannya. Kegiatan serupa seperti ini rencananya akan dilakukan kembali di dusun-dusun lain sebagai ajang edukasi bagi anak di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Randi Swandaru menambahkan, dalam upaya mengantisipasi krisis Covid-19, dia menekankan perlu adanya upaya dalam membantu anak mendapatkan pendidikan yang layak, meski tak bisa ke sekolah.

"Program ini merupakan upaya BAZNAS dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak di masa pandemi corona di Indonesia. Kegiatan positif harus terus digaungkan agar menambah kepercayaan diri masyarakat untuk bisa keluar dari situasi sulit seperti sekarang ini," ungkap Randi.

Pendamping BAZNAS membantu anak-anak mustahik mengenal bahaya Covid-19 dengan memfasilitasi belajar lewat gambar di Desa Ndoriwoy, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. (dade)

Walikota Cirebon Monitoring Sejumlah Pusat Perbelanjaan dan Mall

Walikota Cirebon saat melakukan kegiatan monitoring di sejumlah pusat perbelanjaan dan Mall
CIREBON, FC -  Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat diberlakukan pada 6 Mei 2020 lalu, di hari ke dua, pelaksanaan PSBB di Kota Cirebon, Walikota Drs H Nashrudin Azis SH memonitor sejumlah pusat perbelanjaan dan mall.
PSBB sendiri akan berakhir pada 19 Mei 2020 mendatang.
"Tujuan monitoring ini untuk  memberikan pemahaman bahwa semua toko wajib tutup kecuali yang mendapat pengecualian seperti toko yang berkaitan dengan kebutuhan pokok, makanan dan kesehatan," kata Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH, Kamis (7/5/2020).
“Restoran masih bisa tetap buka asal hanya melayani pembeli take away (dibungkus),” ujar Azis.
Azis mengatajan, toko-toko yang telah dikunjungi akan dipantau, jika mereka tidak mematuhi aturan PSBB maka diambil langkah tegas.
Dari hasil monitoring, kata Azis,  pemilik usaha masih bingung, toko miliknya masuk kategori yang ditutup atau mendapat pengecualian, maka dari monitoring ini semua diberikan pemahaman dan penjelasan.
“Masih kami temukan ketidakdisiplinan terhadap PSBB, maka kami mengajak partisipasi masyarakat untuk disiplin,” jelasnya.
Azis juga menegaskan, yang lebih penting dari stuasi ini adalah kesadaran masyarakat tentang PSBB sebagai upaya penting dalam pencegahan penyebaran virus Covid 19. (Olan)

Kios Pakaian Di Pasar Celancang Terbakar, Tiga Unit Mobil Damkar Dikerahkan


CIREBON, FC – Pasar tardisional di Desa Purwawihangun, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, tiba-tiba ramai orang. Pasalnya, satu unit kios pakaian di Pasar Celancang tersebut terbakar. 
Api yang terus membesar dan menggumpalkan asap hitam ke udara ini, akhirnya mampu ditaklukan setelah didatangkan tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar).
Sekitar 1 jam, petugas Damkar berjibaku memadamkan kobaran api, yang dibantu pihak TNI/Polri dan petugas lainnya.
Peristiwa terbakarnya kios pakaian itu sendiri terjadi sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (6/5/2020) malam. Belum ada keterangan resmi apa penyebab terbakarnya kios pakaian tersebut. 
Namun berdasarkan informasi di lapangan, diduga api berasal dari  instalasi listrik yang sudah lama, sehingga menyebabkan arus pendek.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun arus lalu lintas di jalur Cirebon-Indramayu beberapa semoat terjadi kepadatan kendaraan, akibat banyaknya warga yang datang ke lokasi kebajaran, sehingga arus lalu lintas beberapa menit harus berjalan merayap. (Pai)

Selasa, 05 Mei 2020

Cegah Penyebaran Virus Covid-19, Damri Mulai Memberhentikan Operasi Bus


JAKARTA, FC- Menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19), Damri mulai memberhentikan operasional bus dengan tujuan keluar dan/atau masuk wilayah yang ditetapkan PSBB mulai 24 April sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Namun, sebagai perusahaan yang bergerak dibidang transportasi darat dengan angkutan penumpang dan barang, Damri mulai mengembangkan salah satu segmen usahanya yakni layanan operasional logistik melalui bus atau yang dikenal dengan angkutan barang.

"Dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk mendapatkan rekomendasi pengakutan barang tersebut," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R. Saputra, Selasa (5/4), di Jakarta.

Nico, mengungkapkan selama pandemic Covid-19, Bus Damri akan tetap beroperasi, namun tidak membawa penumpang hanya membawa paket barang. Layanan logistik ini dalam rangka mendukung program Pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Dengan adanya inovasi layanan ditengah wabah Covid-19 diharapkan dapat membantu masyarakat dan memberikan solusi untuk memudahkan pengiriman barang tanpa harus mengantar ke alamat tujuan. Kami mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan kemudahan layanan kami dalam menunjang distribusi kebutuhan logistik,” ujarnya. (dade)

Lembaga Zakat Community Development Tebar 2 Ton Bibit Kering


JAKARTA, FC -- Dalam upaya meningkatkan perekonomian selama berlangsungnya krisis Covid-19, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga Zakat Community Development bersama kelompok Mustahik binaan Al Barokah Tambaksari melakukan kegiatan tebar bibit kerang di Dusun Pandansari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kegiatan tebar bibit kerang ini menjadi salah satu kegiatan BAZNAS untuk menjaga ketahanan pangan di desa, dengan penambahan modal untuk budidaya kerang. Sebanyak 2 ton bibit kerang yang didatangkan dari daerah Tuban dengan harga Rp3.800 per kilogram, disebar di lahan seluas 3 hektare. Nantinya akan menyusul sebanyak 30 ton bibit kerang untuk 5 kelompok binaan nelayan yang ada di Desa Bedono.

Kepala Lembaga Program ZCD Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Tatiek Kancaniati mengatakan kegiatan ini awalnya ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan, namun harus tertunda akibat wabah Covid-19.

“Melihat kondisi Desa Bedono yang sebagian besar masyarakatnya terdampak abrasi air laut membuat sulitnya kehidupan di sana dalam mencari mata pencaharian. Ditambah kondisi pandemi Covid-19 membuat ekonomi menjadi semakin serba sulit. Kehadiran bantuan BAZNAS dengan penebaran bibit kerang ini untuk meningkatkan pendapatan dengan membangun sistem mata pencaharian masyarakat yang berkelanjutan," kata Tatiek, Selasa (5/5).

Lebih lanjut, Tatiek mengungkapkan sudah ada dua kelompok kerang dara yang berhasil dan menjadi mandiri dalam membudidayakan kerang. Adapun di tahun ini akan ada kelompok baru yang akan diberdayakan membudidayakan kerang dengan target penerimaan manfaat sebanyak 220 Kepala Keluarga (KK).

“Kegiatan ini tak hanya sekadar memberikan bantuan bibit kerang, namun melalui program ini juga diharapkan dapat menggerakkan warga desa setempat untuk bangkit dalam situasi pandemi Covid-19 ini yang sangat berdampak terhadap perekonomian. Saat ini diperlukan kontribusi BAZNAS dalam langkah-langkah upaya percepatan, utamanya untuk menjaga perekonomian di desa, agar tidak semakin terpuruk," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Randi Swandaru menyebut BAZNAS telah menjalankan berbagai program untuk memberdayakan masyarakat yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi Covid-19 .

"Dalam kondisi pandemi ini, BAZNAS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak agar mampu bertahan di tengah himpitan ekonomi. Pemberdayaan menjadi salah satu jalan untuk membantu mereka tetap produktif dan mandiri dalam menopang perekonomian keluarganya,” ungkap Randi.

Desa Bedono merupakan salah satu desa di Jawa tengah yang lahan desanya menjadi tidak produktif karena abrasi. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian dan mengalami kemiskinan karena masalah ini. Diharapkan dengan adanya budidaya kerang ini masyarakat bisa kembali produktif dan mampu terangkat perekonomiannya dan berdaya dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19. (dade)

Cilegon Diguyur Hujan, Empat Kecamatan Terendam Banjir


CILEGON, FC - Di tengah warga menjalani stay at home, hujan terus mengguyur di Kota Cilegon. Akibatnya banjir meluas di 4 Kecamatan di Kota Cilegon, Senin (4/5/2020). 

Informasi yang berhasil dihimpun, banjir paling parah terjadi di Kelurahan Gerem. Sejumlah komplek perumahan seperti Puri Kratau Hijau, Arga Baja Pura terendam dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter.

Selain Kelurahan Gerem, banjir parah juga terjadi di Kelurahan Citangkil Kecamatan Citangkil. Dimana, ketinggian air sampai dengan pinggang orang dewasa atau sekitar 100 cm. 

" Ya, banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di wilayah Cilegon Barat, Banten yang terjadi pada Senin," kata warga yang berdoa banjir bisa segera surut.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Erwin Harahap mengungkapkan, banjir yang melanda wilayah Cilegon Barat disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi pada Senin dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Selain itu, Erwin juga menduga salah satu penyebab banjir tersebut adalah terdapat curahan air yang cukup deras dari atas wilayah perbuktikan.

“Banjir ini menyebabkan Cilegon Barat lumpuh, Masigit, Grogol, Cibeber. Kemudian yang longsor di daerah Gerem Atas,” paparnya.
Erwin berharap, banjir di Cilegon Barat bisa segera surut dan pihaknya bisa segera mengatasi,  karena sejauh ini telah mengganggu situasi dan kondisi masyarakat yang sedang diimbau berdiam diri di rumah. (Roy)

Senin, 04 Mei 2020

Kasus ODP, PDP Di Bekasi Mulai Menurun


BEKASI - Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ada angka tren kemajuan baik ODP, PDP maupun yang terkonfirmasi positif. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, terus bekerja.

Setelah mengalami kenaikan pada akhir April 2020 lalu, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi sejak empat hari terakhir kembali mendatar. Tercatat sejak tanggal 1-4 Mei 2020 tidak ada penambahan kasus baru.
Menurut laman resmi pikokabsi.bekasikab.go.id, mencatat kasus baru positif Covid-19 pernah stabil selama 5 hari dari 21-25 April 2020 dengan jumlah kasus bertahan di angka 63. Namun setelah itu angka terkonfirmasi positif terus bergerak hingga menyentuh angka 88 kasus.
Meski demikian, yang cukup melegakan, pada angka 88 tersebut kasus positif Covid-19 kembali stabil dan tidak mengalami kenaikan selama empat hari. Sampai Senin (04/05/20) jam 08.00 WIB jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi masih bertahan di angka 88 kasus.
“Alhamdulillah, kasus positif, ODP dan PDP cukup landai. Semoga awal Mei ini jadi kulminasi dan selanjutnya terus turun,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, Minggu (04/05/20).
Selain itu kasus ODP dan PDP di Kabupaten Bekasi juga mengalami penurunan. Per tanggal 4 Mei 2020, kasus ODP turun dari 491 menjadi 425 kasus atau berkurang sebanyak 66 kasus. Kemudian untuk PDP juga turun dari 119 ke 101 kasus atau berkurang sebanyak 18 kasus.
Pihaknya menyebutkan, pemeriksaan dan pelacakan kasus Covid-19 pada April 2020 gencar dilakukan, tapi kasus positif, ODP dan PDP menunjukkan grafik yang landai.
“Kasus ODP dan PDP terus turun. Hari Senin (04/05) Bapelkes sudah mulai meluluskan ODP yang diisolasi selama 14 hari. Semoga ini menambah energi kita bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Bekasi,” harapnya.
Saat ini prosentase ODP yang  masih dalam pemantauan hanya 15 persen, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hanya 13 persen.  Sedangkan tingkat prosentase kesembuhan dalam tiga hari terakhir lebih besar daripada yang dirawat maupun yang meninggal yaitu 48 persen sembuh, 41 persen masih dirawat dan 11 persen meninggal.
Kabar baik selanjutnya adalah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga terus menunjukkan trend kenaikan. Pada 1 Mei 2020 jumlah pasien sembuh tercatat sebanyak 35 orang. Kemudian pada 2 Mei 2020 bertambah 4 menjadi 39 dan pada 3 Mei 2020 kembali bertambah 3 menjadi 42 serta pada Senin kembali bertambah 1 orang, sehingga total warga Kabupaten Bekasi yang sembuh sampai Senin (04/05/20) mencapai 43 orang. (*)

Tertahan Pulang Kampung Di Tengah Wabah Corona, Ormawa IAIN Cirebon Berikan Bantuan Kepada Mahasiswa

CIREBON, FC - Sejak mewabahnya virus Covid 19 pada Maret 2020, sejumlah mahasiswa IAIN Cirebon tertahan untuk pulang kampung. Kondisi ini membuat Organisasi mahasiswa (Ormawa) IAIN Syekh Nurjati Cirebon memberikan bantuan kepada mahasiswa kampus.
Presiden Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jajang Kartawijaya mengatakan, ada puluhan mahasiswa yang hingga kini belum bisa pulang ke rumah masing-masing, dan masih tinggal di tempat kost yang berada di sekitar kampus.
“Ada mahasiswa yang belum bisa masuk ke kampung halamannya dikarenakan memang tempat tinggal mereka berada di zona merah dan sudah memberlakukan PSBB (Pembatasan sosial berskala besar), di antaranya Jakarta dan Banten,” ujar Jajang, Senin (4/5/2020).
Ada juga mahasiswa yang berasal dari luar Pulau Jawa, di antaranya dari Pulau Sumatera.
“Cukup sulit untuk mengakses daerah mereka saat ini. Sehingga mahasiswa lebih memilih bertahan di sekitar kampus. Mahasiswa yang masih bertahan di Cirebon dan sekitar kampus ini di kisaran 60-80 orang,” tuturnya.
Oleh karena itu, menurutnya, Ormawa tergerak untuk membantu mahasiswa tersebut dengan cara memfasilitasi makanan.
“Suatu kegiatan yang kita rancang di tengah pandemi ini yaitu bakti sosial mahasiswa terdampak Covid-19, yaitu kita rancang agar mahasiswa yang berasal dari luar cirebon yang tidak bisa pulang kampung dan masih berada di Cirebon khususnya di sekitar kampus, kita dari Ormawa memfasilitasi makanan untuk mereka,” tambah Jajang.
Ia juga mengatakan,  selain niat untuk membantu sesama, pihaknya juga ingin mengharapkan berkah Ramadhan.
“Kita berharap mereka bisa terbantu dari adanya bakti sosial ini. Terlebih ini adalah bulan Ramadhan, bulan penuh berkah,” ujarnya. (nur)

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur Gelar Kegiatan Rapid Test



TELUK BAYUR, FC -  Sebagai salah satu wujud keseriusan perusahaan dalam rangka turut memutus mata rantai persebaran Corona Virus Disease (Covid-19), PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur/IPC Teluk Bayur melaksanakan kegiatan rapid test kepada seluruh unsur manajemen dan pekerja perusahaan,

Kegiatan yang digelar, Senin (4/5), bertempat di Ruang Baruna Sasana Karya Kantor IPC Teluk Bayur, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pelaksanaan kegiatan rapid tes ini dapat terlaksana berkat adanya dukungan penuh dari Direksi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) serta dukungan dari pihak PT Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta, salah satu anak perusahaan IPC bidang kesehatan yang tergabung di dalam IPC Group, khususnya dalam hal dukungan teknis berupa penyediaan alat tes dan juga tenaga kesehatan yang membantu pada saat pelaksaan tes.

Sebanyak 123 pekerja IPC Teluk Bayur terlihat sangat antusias mengikuti rapid test tahap pertama tersebut, mulai dari unsur manajemen hinga seluruh pekerja perusahaan termasuk pekerja non organik. Tes ini juga diikuti oleh seluruh pekerja dari Anak Perusahaan yang ada di Pelabuhan Teluk Bayur lainnya yakni dari PT IPC Terminal Petikemas dan PT PTP Multipurpose.

"Kegiatan rapid test ini kami selenggarakan sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam upaya memutus mata rantai persebaran Covid 19 yang saat ini sudah ditetapkan sebagai pendemi global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) beberapa waktu lalu. Tes ini sendiri akan dilakukan sebanyak 2 kali dengan jeda waktu tes berikutnya sekitar 7 sampai 10 hari ke depan," kata General Manager IPC Teluk Bayur, Wardoyo.

Dengan semakin meningkatnya jumlah pasien positif Covid 19 di Provinsi Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang, maka upaya rapid test ini perlu dilakukan mengingat pelabuhan merupakan salah satu area pelayanan publik tempat keluar masuknya kapal, manusia dan barang dari dan menuju Provinsi Sumatera Barat baik dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, IPC Teluk Bayur bersama dengan pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur juga terus mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang yang saat ini sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya di lingkungan Pelabuhan Teluk Bayur. Beberapa kebijakan yang telah diterapkan diantaranya adalah adanya pelarangan bagi seluruh crew (awak) kapal untuk turun dari kapal selama kapal sedang melaksanakan kegiatan bongkar muat barang dan juga adanya larangan sementara waktu bagi seluruh kapal penumpang untuk membawa atau mengangkut penumpang dan hanya diijinkan membawa muatan barang (kargo). Kebijakan pelarangan ini berlaku untuk seluruh kapal dengan rute pelayaran domestik maupun rute luar negeri.

"Pada prinsipnya IPC Teluk Bayur bersama dengan pihak KSOP Teluk Bayur selaku regulator pelabuhan Teluk Bayur senantiasa mendukung kebijakan Bapak Gubernur Sumatera Barat dan Bapak Walikota Padang dalam penerapan pemberlakuan PSBB yang telah diterapkan sejak tanggal 22 April 2020 lalu. Hal ini juga sebagai salah satu upaya kami dari unsur maritim dalam memutus rantai persebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang Khususnya melaui jalur transportasi laut," ujarnya.

Di tengah kondisi wabah Covid 19, kinerja IPC Teluk Bayur sepanjang periode Triwulan I (Januari s.d Maret) tahun 2020 relatif berjalan stabil. Hal ini dapat dilihat dari capaian kinerja arus kunjungan kapal teralisasi sebesar 2,87 juta GT (Gross Tonage) atau 4,31 persen di atas realisasi Triwulan I tahun 2019. Sementara untuk realisasi trafik bongkar muat petikemas tercatat sebesar 19.899 TEUs atau 1,30 persen diatas realisasi periode Triwulan I 2019.

Sedangkan untuk trafik bongkar muat non petikemas terelisasi sebesar 963.396 ton atau 7,37 persen dibawah realisasi Triwulan I 2019, diakibatkan menurunnya kegiatan bongkar muat komoditi curah kering diantaranya bungkil yang diakibatkan menurunnya permintaan atas komoditas tersebut dengan tujuan New Zealand dan komoditi Gypsum dari Oman yang disebabkan menurunnya permintaan dari PT Semen Padang.

Sedangkan untuk trafik penumpang terealisasi sebesar 25.182 orang atau 1,95 persen dibawah realisasi periode yang sama di Triwulan I 2019. Hal ini disebabkan karena menurunnya jumlah penumpang yang menggunakan layanan kapal penyeberangan Mentawai Fast khususnya untuk wisatawan yang berlibur ke Kepulauan Mentawai melalui Pelabuhan Muara Padang pasca adanya wabah Covid 19.

"Di tengah situasi wabah pandemi Covid 19 ini kami terus berupaya memberikan pelayanan prima dan menjamin berjalannya kegiatan ekspor berbagai komoditi unggulan yang dimiliki oleh Provinsi Sumatera Barat, termasuk menjaga kelancaran pasokan logistik di Provinsi Sumatera Barat dengan tetap memberikan pelayananan operasional pelabuhan selama 24 jam dalam sepekan," ungka Wardoyo. (dade)



Jelang PSBB, Lima Kepala Daerah Melakukan Pertemuan Di Pemkab Majalengka



MAJALENGKA, FC - Terkait persiapan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat, lima kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning melakukan pertemuan di Pemkab Majalengka.

Kelima daerah itu yakni Bupati Kabupaten Majalengka Karna Sobahi, Bupati Kabupaten Cirebon, Imron, Bupati Kabupaten Kuningan Acep Purnama, Plt Bupati Kabupaten Indramayu Taufik Hidayat, dan Walikota Cirebon Nasrudin Azis.

Dalam pertemuan tersebut  disepakati beberapa hal oleh kelima kepala daerah.

Bupati Majalengka H Karna Sobahi menyampaikan, pertemuan lima kepala daerah ini disepakati mengenai pelaksanaan PSBB yang akan dilaksanakan pada Rabu 6 Mei 2020 mendatang. Kesepakatan sendiri fokus pada mobilitas daerah perbatasan dan kebijakan umum lainnya.

"Kami berlima (kepala daerah) sepakat, akan menentukan siapa-siapa saja orang yang boleh melakukan mobilitas ke luar wilayah di kawasan Ciayumajakuning,"kata Bupati Karna saat menggelar jumpa pers bersama awak media di pendopo setempat, Minggu (3/5/2020).

Orang yang diperbolehkan melakukan mobilitas, lanjut mantan wakil Bupati Majalengka dua periode ini, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah melakukan tugas negara, pekerja atau buruh serta para petani.

Kemudian, lanjut Karna, kendaraan yang mengangkut sembako dan ambulance diperbolehkan keluar masuk daerah perbatasan. Ketika PSBB diberlakukan juga, para pemudik yang keluar masuk, akan benar-benar diperiksa oleh petugas di posko perbatasan.

"Berkaca pada kasus positif Covid-19 di Majalengka itu penyebabnya adalah imforted case. Jadi, kita semua tidak ingin kasus ini terulang kembali dan ini perlu dicegah sejak dini,"ucapnya.

Mengenai keberadaan pasar tradisional kebijakannya diserahkan kepada kota dan kabupaten masing-masing. Mengingat setiap pasar berbeda-beda jam usahanya.

"Kalau alfamart/indomart, mall itu dibuka pukul 08.00 sampai dengan 18.00 WIB. Ini berlaku se-Ciayumajakuning,"katanya.

Berkaitan dengan agenda ibadah, lanjut dia, pada bulan suci Ramadhan mengacu pada himbauan Kementrian Agama RI. Sedangkan shalat Jum'at diganti dengan shalat dzuhur. Termasuk shalat Idul-Fitri dan ziarah kubur juga ditiadakan. Karena ini sangat rentan dan beresiko.

"Mengenai teknis di lapangannya yang bertindak nanti, tim Gugus Tugas, para Kapolres, para Dandim, dan para OPD di Ciayumajakuning yang akan menindaklanjutinya lebih jauh,"ucapnya.

Dari kesepakatan ini, pihaknya berharap pelaksanaan PSBB dapat berjalan efektif, terkendali, dan membuahkan hasil.

"Kebijakan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang dampaknya sangat luar biasa. Semoga wabah ini segera berakhir," tuturnya. 

(Humas Covid-19).