Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 19 Juli 2020

Pemilihan RW 11 Blok X Angsana Dimenangkan Oleh I Made Anton A



FOKUS CIREBON - Pertarungan calon Rukun Warga (RW) di  Blok X Angsana, Arumsari, Desa Cirebon Girang, Kabupaten Cirebon akhirnya diraih oleh Nomor Urut 3, I Made Anton A, dengan raihan 86 suara.

Perjalanan demokrasi lokal di RW 11 ini, walau pun hanya terdapat tiga calon, namun situasi pemilihan RW mampu membangkitkan gairah warga untuk menyalurkan pilihannya. 

Mereka warga, satu persatu mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan membawa pilihan figurnya termasuk aspirasi bagi perubahan dan kemajuan di RW setempat.

Sementara itu, tiga calon RW 11 yang diperebutkan oleh suara pemilih diantaranya, No 1. Roni Wijaya, No 2. Deri Alusman, No 3. I Made Anton A dan calon No 4 adalah Nurcholis Majid.

Sementara raihan suara hasil pemilihan yang sangat demokratis, memunculkan kemenang pada calon No urut 3 dengan raihan 86 suara. 

Kemudian disusul No urut 1 dengan 71 suara, lalu No urut 2. 63 suara dan No.urut 4 dengan raihan 42 suara. Sedangkan hak pilih sebanyak 304 suara. 

"Ini adalah pemilihan yang sangat baik, kondusif dan akuntabel. Sebab lebih mengedepankan asas demokrasi dan kebersamaan dalam membangun kemajuan," kata warga di RW 11. (bam)

Kota Cirebon Berstatus Kuning, Satgas Covid-19 IAIN Cirebon Meminta Rektorat Kembali Terapkan WFH


FOKUS CIREBON - Ketua Satgas IAIN SNJ Cirebon, Dr H Ahmad Yani MAg meminta agar Rektorat kembali menerapkan Work From Home (WFH). Mengingat Kota Cirebon kembali berstatus kuning akibat semakin tingginya kasus positif Covid-19 di Kota Cirebon.

Oleh karenanya Satgas IAIN SNJ Cirebon meminta rektorat untuk memperketat protokol kesehatan di lingkungan kampus, serta kembali memberlakukan work from home, terutama bagi para dosen yang tidak mendapatkan tugas tambahan.

"Kita usulkan kembali WFH, setelah AKB diberlakukan banyak mahasiswa yang datang ke kampus padahal libur," ujar Ketua Satgas Covid-19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H.Ahmad Yani, Minggu (19/7/2020).

Ia menambahkan, kemungkinan masyarakat sudah merasa bosan tinggal di rumah, sehingga saat AKB diberlakukan banyak warga yang sudah mengunjungi pusat keramaian.

"Makanya di sini peluang penyebaran makin tinggi, terutama bagi para pelaku perjalanan, banyak kasus import. Mahasiswa dan dosen yang datang ke IAIN Syekh Nurjati itu dari berbagai tempat. Tidak ada jaminan orang yang datang bebas dari gejala Covid-19," tuturnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini perkuliahan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon masih dilakukan secara online.

"Hanya sidang skripsi ada yang datang langsung, dibutuhkan koordinasi sehingga ada yang datang langsung," ujarnya.

Selain itu, pada 15 Juli 2020 lalu, Satgas Covid-19 IAIN Syekh Nurjati pun mengeluarkan maklumat yang ditembuskan ke rektor, dekan fakultas dan direktur pascasarjana, juga Kabiro AUAK.

"Dijelaskan dalam maklumat inj bahwa Kota Cirebon yang tadinya level biru menjadi kuning yang artinya berada di level kewaspadaan" ujar Ahmad Yani.

Maklumat ini sendiri terdiri dari enam poin yang antara lain berisi permohonan kepada pimpinan rektorat, dekan, Direktur pascasarjana, dan lain-lain untuk memperketat protokol kesehatan, juga wajib memakai masker, mengukur suhu tubuh, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

"Kita juga mohon kepada ketua jurusan agar mengimbau kepada mahasiswa untuk tetap belajar dari rumah, dan tidak melayani mahasiswa yang mengabaikan protokol kesehatan," tambahnya.

Selain itu, kepada anggota Satgas di masing-masing fakultas dan unit kerja lainnya agar membantu upaya penerapan protokol kesehatan secara maksimal, dan dapat kembali aktif  melakukan piket di posko Satgas Covid-19 IAIN Syekh Nurjati.

"Petugas Satpam kampus bersama Satgas Covid-19 juga diminta untuk terus bersinergi dalam upaya penerapan protokol kesehatan terutama keharusan memakai masker bagi siapapun yang berada di lingkungan kampus," ujar Ahmad Yani. (din)

Sabtu, 18 Juli 2020

Suara Jeritan Seorang Wanita Udang Perhatian Warga, Ternyata Rumahnya Kebakaran


CIREBON, FC - Seorang wanita berlari sambil menggendong buah hatinya, berteriak sambil menangis membuat warga berdatangan, ternyata rumahnya kebakaran, Sabtu (18/7/2020).

Rumah yang berada di komplek perumahan.Sumber Asri, Desa Kecomberan, Talun, Kabupaten Cirebon mendadak mengeluarkan asap hital tebal dari atap rumah. 

Saat warga mencoba menolong dengan memadamkan api dengan perlengkapan seadanya, api masih terlihat memerah di ruang tengah dan kamar. 

Warga pun secara bergotong royong melakukan pemadaman dengan menyiramkan air yang fidaoat dari sumur warga yang tidak jauh dari rumah yabg terbakar.

"Alhamdulillah, api sudah dapat dipadamkan, padahal untuk mendapatkan air masih sulit, karena satu hari kemarin tengah ada perbaikan di saluran air PDAM, sehingga air tidak ngocor," kata warga Sumber Asri.

Tak berselang lama, mobil.Damkar dua unit datang dari Kota dan Kabupaten Cirebon, lalu langsung melakukan penyiraman keseluruh ruangan yang terbakar. 



"Alhamdulillah, api sudah benar-benar padam, dan kami.masih belum mengetahui apa penyebab kebakaran tersebut. Namun dugaan sementara dari konsletin listtik,," ujar warga lainnya. (Olan)

Jumat, 17 Juli 2020

Ultah ke-44, Lewat Partainya 'Wanita Emas' Ingin Bantu Rakyat


JAKARTA - Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni atau 'Wanita Emas', berulang tahun ke-44 tahun pada hari ini. Harapan dan doa pun ia panjatkan. "Semoga Allah memberikan umur panjang," kata Hasnaeni, Jumat (17/7). 

Bukan hanya bagi diri sendiri, Hasnaeni juga memiliki harapan bagi Partai Emas dan bangsa Indonesia di momen bertambahnya umur. 

"Semoga dengan hadirnya Partai Emas ini, bisa membawa Indonesia menjadi Indonesia emas dan bisa mengeluarkan Indonesia dari kemiskinan," ujarnya.

Bersama Partai ia ingin menyejahterakan masyarakat, termasuk para kader. Pihaknya juga bercita-cita membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat. 

"Dan bisa memberikan kepastian hidup buat rakyat Indonesia. Ketika dia ingin menyekolahkan anak, dia tahu menyekolahkan anak di mana, ketika dia sakit dia tahu berobat di mana, ketika dia akan tinggal dia tahu tinggal di mana. Ketika ingin bekerja rakyat Indonesia tahu akan bekerja di mana," ungkap Hasnaeni. 

Melalui Partai Emas, di momen peringatan hari lahirnya Hasnaeni juga ingin memberikan jaminan di hari tua kepada masyarakat. 

"Ketika masyarakat di hari tua ingin ada yang mengurus, dia tahu siapa yang akan mengurus. Dengan adanya Partai Emas semoga Indonesia akan bisa keluar dari kemiskinan, dan membawa Indonesia menuju Indonesia emas dan masa kesejahteraan," tandas Hasnaeni. (gus)

Wakil Walikota Cirebon : Kegiatan Peningkatan Peran Posyandu Harus Digulirkan


FOKUS CIREBON - Kegiatan peningkatan peran Posyandu harus digulirkan. Dengan begitu, masyarakat akan memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu, bayi serta anak balita.

Bukan sekadar menimbang saja, Posyandu menjadi salah satu alternatif bagi upaya peningkatan derajat kesehatan berbasis masyarakat. Seperti di Posyandu Kurma RW 18 Karyamulya yang baru resmi dibuka.

Semangat dan terus berperan aktif para kader Posyandu Kurma, berikan pelayanan yang optimal. Jika ibu dan anak sehat, maka masyarakat sehat pun akan terwujud. (din)

Rektor IAIN Cirebon, Ancaman Radikalisme Bagi Usia Muda Harus Diwaspadai


CIREBON, FC - Rektor IAIN SNJ Cirebin, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, bahwa ancaman radikalisme bagi usia muda harus diwaspadai, mengingat hasil penelitian UIN Jogyakarta dan UIN Jakarta, kerawanan berada di antara usia 15 sampai 24 tahun dan usia 16 sampai 18 tahun. 

"Tentu ini sangat mengkhawatirkan, meskipun sikap moderat masih mewarnai mereka," ujar Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dua periode ini.

Kata Sumanta, usia 15 tahun masih sangat memiliki akses terhadap literatur keagamaan linier, persoalannya justru  terletak pada pemilihan topik yakni jihad dan khilafah, dua tema ini yang cenderung paling banyak diminati, dan  Ini adalah dari hasil penelitian UIN Jakarta dari 16 sampai 18 kota di Indonesia. 

Untuk itu, IAIN SNJ Cirebon ikut mengambil peran untuk bagaimana mewujudkan moderasi beragama, baik dalam kontek agama maupun pengamalannya, sehingga dilaksanakanlah kegiatan seminar International Moderation in Islam seri 1.

Seminar webinar yang diselenggarakan oleh Rumah Moderasi Beragama & FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini, membedah radikalisme dan intoleransi.

Dalam seminar webinar tersebut, atau International Online Seminar for Moderation in Islam I, dengan tema Moderation Perspectitve in Understanding the Religious Texts and Social Practices diikuti oleh hampir seluruh PTKIN di indonesia.

Dalam.seminar internasional ini, sebagai Opening Speech yakni Dr.H.Sumanta, M.Ag Rector of IAIN Syekh Nurjati dan Keynote Speaker, Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Minister of Religious Affair RI.

Turut hadir sebagai Speakers dalam kegiatan seminar Zoom tersebut, diantaranya Lukman Hakim Saifuddin (Minister of Religious Affair, 2014-2019), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D. (Head of BPIP RI), dan Adis Duderija, Ph.D. (Senior Lecturer In the Study of Islam and Society at Griffith University, Australia), serta Alissa Qotrunnada Wahid (National Coordinator Gusdurian, Indonesia), dengan moderator Mamay Mudjahid, M.Hum dan Host H. Debi Fajrin Habibi, M.Pd.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Jendral (Purn) Ir Fachru Rozi menyatakan bahwa merujuk hasi riset baik dari lembaga penelitan kampus dan juga kementerian agama yang tengah marak tentang sikap intolerasi ancaman radikalisme serta etnimisme pada remaja usia 15 hingga usia 24 tahun.

Pada kondisi tersebut, dimungkinkan mereka sangat mudah dipengaruhi oleh yang memiliki ilmu agama yang tinggi, tetapi radikal. Maka, untuk itu kondisi ini jika tanpa diimbangi dengan ilmu agama yang mendalam, mereka di usia yang dimaksud sangat mudah dipengaruhi oleh sikap radikal.

Untuk itu dunia pendidikan harus dapat mengajarkan dan menekankan pentingnya aspek moderasi beragama tidak secara formalistik dan tekstual. 

Dipenguhujung seminar internasional webiner ini, Menteri Agama secara resmi meluncurkan Rumah Moderasi Beragama. (din)







Kamis, 16 Juli 2020

Peresmian Gedung Baru SBSN FITK, Rektor IAIN Cirebon Sampaikan Terimkasih Atas Bantuan Kementerian Agama RI


FOKUS CIREBON  - Rektor IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg pada sambutan virtualnya di Seminar Online Nasional dan Peresmian Gedung SBSN, FITK IAIN SNJ Cirebon, mengucapkan terimkasih atas bantuan tersebut kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis (16/7/2020).

Sumanta mengatakan, pembangunan Ruang Kuliah Baru (RKB) ini, merupakan bantuan dari Kementerian Agama RI pada tahun 2019 sebesar Rp 30 miliar dan sudah terserap 100 persen. 

"Kami civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengucapkan terimkasih kepada kementerian agama RI atas bantuan gedung SBSN ini," kata Sumanta.

Sumanta juga menjelaskan, sebelum dibangun pak direktur sempat meninjau ke kampus IAIN SNJ Cirebon dan setelah itu, bantuan turun.

"Kini tiga fakultas sudah menempati gedung baru. Mudah mudahan sarana dan prasarana yang ada dapat dipelihara dan dirawat sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik," pinta Dr H Sumanta kepada seluruh civitas akademika IAIN SNJ Cirebon.


Selain itu, Sumanta juga memberikan informasi seputar aktivitas kampus, mulai dari pimpinan hingga kabag dan staff dilingkungan IAIN Cirebon terkait upaya transformasi alih status dari institut ke universitas yang masih terus berjalan.

Semetara soal moderisasi, kata Sumanta secara virtual pihaknya sudah menyelenggarakan sejumlah kegiatan pencegahan radikalisme, baik melalui webinar maupun sebelum Covid 19 dilakukan melalui diskusi-diskui maupun kajian serta seminar-seminar.

"Ini adalah komitmen kami di civitas akademika IAIN SNJ Cirebon untuk kehidupan  keberagamaan yang moderat, mencegah dan memerangi hoax maupun radikalisme," ujar Sumanta. 

Sementara itu, pada kegiatan seminar online nasional dan peresmian gedung baru SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon yang dilangsungkan secara virtual ini, dihadiri langsung Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta MAg, Warek 1, Dr H Saefudin Zuhri MAg, Kepala Biro AUAK Drs Subarja MPd, Dekan FITK, Dr H Farihin MAg, para Kabag, Kasubag, staff dan dosen dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.



Sementara peresmian gedung baru SBSN, FITK IAIN SNJ Cirebon secara virtual diresmikan langsung oleh Plt Dirjen Pendis Prof Dr Phill Kamaruddin Amin melalui Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof Dr Phill Arskal Salim. (din)










Dirjen Pendis RI Resmikan Gedung Baru FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon


FOKUS CIREBON - Gedung baru Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN SNJ Cirebon, Kamis (16/7/2020), secara virtual diresmikan Dirjen Pendis RI, melalui Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof Dr Phill Arskal Salim.

Peresmian gedung baru FITK ini bersamaan dengan kegiatan Seminar Online Nasional FITK IAIN Cirebon yang mengusung tema 'Reorientasi Pendidikan Islam melalui Optimalisasi Spirit Adaptive, Responsive, Innovatif dan Futuristic (ARIF) di Era New Normal untuk penguatan nilai-nilai moderasi Islam".

Seusai meresmikan gedung baru SBSN, FITK IAIN SNJ Cirebon, Prof Dr Arskal Salim, Direktur Pendidikan Islam dalam sambutannya mengatakan, dengan melihat tayangan video gedung baru SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon, selain megah bisa menjadi satu-satunya gedung perguruan tinggi yang representatif di Cirebon.

"Dengan tiga gedung baru di IAIN Cirebon saat ini, yang dimiliki tiga fakultas, semuanya memang merupakan bantuan SBSN, diharapkan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat di Cirebon, di Jawa Barat dan di Indonesia," ucapnya.

Kendati begitu, Arskal Salim menekankan bahwa yang terpenting kemanfaatan gedung tersebut adalah bukan karena bangunannya yang dibangun, tetapi justru bagaimana membangun manusianya.

Arskal Salim juga mengungkapkan rasa banggnya atas kepemimpinan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg yang tetap bertahan di kantor gedung lamanya, sementara untuk dibawah, seluruhnya dibangun dengan fasilitas dan gedung baru.

"Saya bangga dengan kepemimpinan Pak H Sumanta yang kehidupannya bersahaja, tetap bekerja di kantor lama sementara bawahan sudah menempati fasilitas dan gedung-gedung baru, ini membuktikan kepemimpinannya sangat bersahaja dan mudah- mudahan mampu mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas," paparnya.

Sementara terkait tema yang diusung pada Seminar Online Nasional FITK IAIN SNJ Cirebon, Arskal Salim membedah ada sejumlah rekomendasi, terutama terkait soal tantangan di era IT, digital dan teknologi.

Yakni bagaimana IAIN Cirebon mampu memberikan nilai nilai, kemudian nilai tersebut memberikan eksen moderasi pada keberagamaan kita. Terutama dalam kontek eksen dan prilaku kita dalam kehidupan beragama inilah moderasi tersebut.

Arskal Salim juga berharap, IAIN Cirebon di era 4.0 ini mampu  mengkonsep agar pendidikan lebih bermutu untuk menjawab tantangan ke depan dalam  memenuhi dunia kerja.

Kemudian tantangan berikutnya adalah bagaimana pendidikan dapat mencetak lulusan yang moderat.


Kemudian, lanjut Arskal Salim, teknologi yang berkembang saat ini juga menampilkan efek negatif, termasuk hoax. Demikian juga dengan ngetrennya ketenaran, atau popularitas, di mana mereka yang populer akan lebih dipandang dan terkenal ketimbang kepakaran atau mereka yang berilmu.

"Ini jelas menjadi tantangan tersendiri di era teknologi, maka pendidikan harus bisa menjawabnya," pintanya.

Sementara dengan kondisi negara kita di tengah Covid 19, kemampuan dosen sangat dituntut skill nya, termasuk bagaimana mempersiapkan sistem pembelajaran darring.


"Jadi menurut saya tema seminar ini sangat baik, karena mengangkat spirit adaptif, responsive, innovatif dan futuristik. Ini sangat sesuai dengan apa yang saat ini tengah dibangun pendidikan di indonesia," ujarnya, sambil mengucapkan selamat kepada seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon atas peresmian gedung baru SBSN FITK, semoga bermanfaat. (din)





Gedung Baru Lantai Lima SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon, 100 Persen Rampung

FOKUS CIREBON - Gedung lima lantai SBSN FITK IAIN SNJ Cirebon akhirnya diresmikan secara resmi,Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin MA melalui Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof Dr M Arskal Salim GP MAg meresmikan gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon secara online, Kamis (16/7/2020).
Dalam kesempatan itu, Arskal Salim mengatakan, gedung yang dibangun menggunakan anggaran dari Surat Berharga Syariah Negara(SBSN) tahun 2019 ini didaulat menjadi gedung perkuliahan yang paling megah dan representatif di Cirebon. 
Hal itu diungkapkannya setelah melihat tayangan video gedung tersebut yang dilengkapi berbagai fasilitas yang cukup modern.
Mudah-mudahan gedung SBSN yang akan dimanfaatkan FITK ini dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan membawa berkah. Karena bagaiamna pun, membangun gedung kuliah itu tidak hanya membangun fisiknya saja. Namun yang lebih penting adalah membangun manusianya yang ada di fakultas ini oleh tenaga pendidika dan kependidikan,” paparnya.
Bahkan, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, peresmian ini memiliki nilai historis tersendiri bagi kampus setempat, khususnya FITK. Pasalnya, dibandingkan dua fakultas lainnya, yaitu Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) serta Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), FITK menjadi fakultas terakhir yang memiliki gedung baru ini. Dan pembangunan gedung 3 fakultas tersebut, seluruhnya menggunakan anggaran dari SBSN. 
“Allahamdulillah, pembangunan gedung ini diberi bantuan yang sumbernya dari SBSN sebesar Rp30 miliar. Dari jumlah tersebut hampir terserap semuanya, yaitu 99,97 persen atau sekitar Rp29.991.912.000,” ungkap Sumanta.
Menurut dia, dibandingkan IAIN lainnya di Indonesia, bantuan sebesar Rp30 miliar yang diterima IAIN Syekh Nurjati Cirebon tersebut tergolong cukup besar. Karena IAIN lainnya menerima di bawah jumlah tersebut. Untuk itu, Sumanta berharap FITK dapat memanfaatkan gedung tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Dengan support keluarga besar Kementerian Agama, Alhamdulillah IAIN Cirebon mendapat bantuan yang cukup tinggi dibandingkan IAIN lainnya. Ini suatu kebahagiaan sendiri bagi kami, khususnya Sivitas IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Karena semua fakultas sudah menempati gedung yang baru. Mudah-mudahan sarana dan prasarana ini kita jaga bersama agar kita bisa memberikan pelayanan terbaik untuk semua stakeholder,” ujarnya. 
Sementara itu, Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Dr H Farihin Nur MPd memaparkan pembangunan gedung tersebut dimulai pada bulan Mei hingga 31 Desember 2019. Gedung ini, imbuhnya, terdiri dari 5 lantai. Lantai pertama untuk perkantoran, lantai 2 hingga 4 untuk perlukiahan, lantai 5 untuk beberapa kantor jurusan dan auditorium.
“Alhamdulillah, gedung ini sudah rampung 100 persen dengan memiliki banyak fasilitas di dalamnya. Yaitu untuk kegiatan perkuliahan, perkantoran,  penelitian, dan sebagainya. Untuk kegiatan operasional di gedung ini sebenarnya sudah dimulai sejak 27 Juni lalu. Bahkan, beberapa minggu kemarin juga digunakan untuk sidang munakosah. Sedangkan untuk ruang perkuliahan belum digunakan karena masih menerapkan pembelajaran daring. Mudah-mudahan gedung ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat secara umum,” tandasnya. (din)

Rabu, 15 Juli 2020

KPRI Harapan Sejahtera IAIN Cirebon Peringati Hari Koperasi ke-73 Dan Lounching HS Coop Mobile


CIREBON, FC -Mewujudkan ekonomi rakyat yang berdaulat bersama anggota yang sehat dan koperasi yang kuat, menjadi tema kegiatan pada peringatan hari Koperasi ke 73 dan UMKM ke 5 IAIN SNJ Cirebon tahun 2020, Rabu (15/7/20).

Pada kegiatan tersebut melibatkan seluruh anggota koperasi juga dilangsungkannya lounching HS COOP Mobile dengan jargon HS COOP bangga buatan Indonesia bersama dengan pendidikan anggota KPRI Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon.

Kegiatan ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman pada anggota baru tentang ruang linkup
kaperasi akad pembagian syariah dan literasi keuangan serta memperkenalkan aplikasi digital HS Coop Mobile bertempat di Aula
Gedung Rektorat Lantai 3.

Ketua KPRI IAIN SNJ Edi Chandra MSi mengatakan, jika kegiatan ini tidak hanya sebatas memperingati hari jadi Koperasi, tetapi juga menjelaskan tentang motivasi, hak dan kewajiban anggota serta manfaat dan tujuan koperasi itu sendiri.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr H Sumanta MAg, dan Kepala Biro AUAK Drs Subarja MPd dengan pemateri Toto Suharto MSi, Dr Sri Rokhlinasari MSi, H Ilham Bustomi MAg, Dr H Ayus A Yusuf dan Moh Ghazali.


"Kegiatan ini dilaksanakan dengan memperhatikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19, peserta mengikuti arahan panitia dengan memakai masker, memperhatikan jarak peserta, dan memperhatikan 
peraturan dimasa pandemi Covid-19," tandas Ketua KPRI IAIN SNJ Edi Chandra MSi. (din)

Jurusan KPI, Fakultas pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi

FOKUS CIREBON - Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan seminar online nasional yang mengusung tema ‘Membumikan Komunikasi Islam di Indonesia:Solusi Strategis Menuju Peradaban Baru di Era New Normal’, pada Rabu, (15/07/2020).
Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka acara dilakukan secara online melalui aplikasi zoom dan ditayangkan secara langsung (live) pada channel youtube KPI SNJ Cirebon.
Seminar tersebut diisi oleh tiga narasumber yang sangat kompeten di bidang komunikasi Islam, di antaranya adalah Andi faisal Bakti, Harjani Hefni dan Mohamad Zamroni.
H.Aan Mohammad Burhanudin selaku ketua Jurusan KPI berharap dengan adanya seminar online nasional ini dapat menciptakan informasi serta memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi, serta sosial budaya untuk pengembangan komunikasi Islam di Indonesia.
“Perkembangan komunikasi di tengah pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia yang memiliki tantangan baru. Tentunya dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi era new normal seperti sekarang ini diperlukan ilmu tambahan sebagai gambaran ke depan akan seperti apa dan langkah apa saja yang harus diambil,” tutur Aan.
Salah satu narasumber, Harjani Hefni, mengatakan, komunikasi Islam dapat memberikan solusi di masa yang akan datang.
“Menaruh harapan dan memberikan solusi dalam komunikasi Islam, serta kontribusi besar di masa yang akan datang dan prospeknya yang sangat baik dapat memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Narasumber lainnya, Mohammad Zamroni memaparkan, eksistensi komunikasi Islam dari sisi upaya untuk merebut dominasi komunikasi dan penyiaran media massa yang dikuasai oleh Barat.
“Komunikasi Islam mampu mengolah pesan sesuai dengan konteks yang tepat sehingga Islam akan mampu tetap relevan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya. (Agus)

Selasa, 14 Juli 2020

Menteri Agama RI Resmi Meluncurkan Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAIN SNj Cirebon


CIREBON, FC - Rumah Moderasi Beragama (RMB) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati resmi diluncurkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Jend (Purn) Fachrul Razi dalam kegiatan International Online Seminar for Moderation in Islam Seri I.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeteng itu merupakan hasil kerjasama antara Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dengan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN SNJ Cirebon, dengan mengusung tema “Moderation Perspectitve in Understanding the Religious Texts and Social Practices,”. Selasa, (14/7/2020).

Webinar yang disertai dengan Peluncuran Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAIN Syekh Nurjati tersebut diikuti oleh lebih kurang seribu peserta dari dalam dan luar negeri.

Menteri Agama RI, Jend (Purn) Ir. H. Fachrul Razi yang berkesempatan hadir dalam acara itu menguraikan, bahwa inisiasi lahirnya konsep teoretis hingga praksis moderasi beragama yang digagas oleh Kementerian Agama menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Beberapa kajian dan penelitian menunjukkan data yang signifikan mengenai kecenderungan ekspresi keberagamaan yang sempit dan ekslusif,” katanya.

Ia mengilustrasikan, hasil penelitian yang dilakukan oleh Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2018 di 18 kota/ kabupaten di Indonesia menunjukkan bahwa ancaman radikalisme-ekstremisme di kalangan kaum muda berusia 15-24 sangat mengkhawatirkan, meskipun sikap moderat masih cukup mewarnai.

Hal ini dikuatkan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati, Dr. Sumanta Hasyim, M.Ag, dalam sambutannya. menurutnya, tren konservatisme dengan ciri scriptural plus komunal juga menguat.

“Fakta lapangan menunjukkan bahwa pola tersebut muncul saat kaum muda menggunakan dalil Al-Qur’an dan Hadis dengan pemahaman yang literal. Namun pada saat yang bersamaan tidak diikuti dengan kontekstualisasi makna teks sesuai dengan sebab munculnya ayat atau hadis tersebut,” kata Sumanta.

Sehingga, lanjut dia, RMB IAIN Syekh Nurjati mengambil peran untuk turut serta mengurai problematika keagamaan di Indonesia, melalui pengkajian, penelitian dan pendampingan kepada masyarakat secara intensif. (Jam)

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim, Ingatkan Kondisi Faktual Keberagamaan Di Indonesia


CIREBON, FC - Lukman Hakim Saifuddin, selaku narasumber pertama mengatakan, kondisi faktual keberagamaan kita saat ini berada pada dua titik ekstrem, sehingga perlu ada pemahaman dan upaya untuk memoderasi cara beragamanya, bukan agamanya. 

“Mengutip data penelitian yang dilakukan oleh Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. tentang literatur keislaman Generasi milenial, hasilnya menunjukkan bahwa generasi milenial sangat memiliki minat untuk untuk melakukan akses terhadap literatur keagamaan,” ujar Menteri Agama Periode 2014-2019 itu.

Ia menegaskan, letak masalahnya adalah pada pilihan topik, di mana jihad dan khilafah paling banyak diminati. Sehingga pemahaman agama dengan cinta dan kasih sayang harus ditanamkan pada setiap generasi muslim.

Senior Lecturer in the Study of Islam and Society, Griffith University, Australia, Adis Dudireja yang hadir sebagai narasumber kedua menyampaikan perlunya filtrasi paham dan ekspresi keberagamaan dengan cinta dan wawasan yang baik. Sehingga generasi muslim tidak terjebak dalam pemahaman keagamaan yang ekslusif dan ekstrem. 

Lebih lanjut, menurut Mohammad Sobri, selaku narasumber ketiga mengungkapkan, Indonesia sesungguhnya memiliki perangkat yang ideal untuk mewujudkan kehidupan keberagamaan yang tengah-tengah, yaitu dengan Pancasila. 

“Pancasila sangat relevan dengan ajaran Islam, sehingga menjadi muslim sekaligus bagian dari warga negara adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Menutup sesi diskusi, Alissa Wahid selaku narasumber keempat  menekankan pentingnya pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia. Melalui Komitmen kebangsaan, Toleransi antar kelompok, Anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi dan adat istiadat. 

“Signifikansi pengarusutamaan ini paling tidak dilandasi oleh tiga alasan. Pertama, kehadiran agama untuk menjaga martabat manusia dengan pesan utama rahmah (kasih-sayang). Kedua, pemikiran keagamaan bersifat historis, sementara realitas terus bergerak secara dinamis. Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dirawat melalui strategi kebudayaan,” ujar puteri Gus Dur dan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu.

Dr. Faqihudin Abdul Kadir, dosen senior IAIN Syekh Nurjati mempertegas bahwa perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan praksis sosial sangat penting untuk dilakukan. 

Ia melanjutkan, bagaimana perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan ini bukan hanya menjadi standar operasional dalam kajian tetapi juga merasuk  dan membudaya dalam kehidupan praksis sosial. 

“Tantangan lain yang lebih nyata adalah bagaimana perspektif moderasi dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan praksis sosial ini menjadi life style bagi kalangan milenial yang tengah lelap dengan pola kehidupan disruptif,” ujarnya.

Ia berharap, dengan menghadirkan unsur pembuat kebijakan, akademisi, dan kalangan muda milenial pada kegatan hari ini dapat mengahsilkan rekomendasi-rekomendasi yang cerdas dan membumi dalam upaya pengarusutamaan moderasi beragama dalam menyongsong kehidupan masyarakat yang lebih damai, aman, dan sentosa. (Fal)

Rumah Moderasi Beragama Dan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bedah Radikalisme Melalui Seminar Webinar


CIREBON, FC - Seminar webinar yang diselenggarakan oleh Rumah Moderasi Beragama & FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon membedah radikalisme dan intoleransi, Selasa (14/2), di kampus setempat.

Dalam seminar webinar tersebut, atau International Online Seminar for Moderation in Islam I, dengan tema Moderation Perspectitve in Understanding the Religious Texts and Social Practices diikuti oleh hampir seluruh PTKIN di indonesia.

Dalam.seminar internasional ini, sebagai Opening Speech yakni Dr.H.Sumanta, M.Ag Rector of IAIN Syekh Nurjati dan 
Keynote Speaker, Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Minister of Religious Affair RI.

Turut hadir sebagai Speakers dalam kegiatan seminar Zoom tersebut, diantaranya Lukman Hakim Saifuddin (Minister of Religious Affair, 2014-2019), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D. (Head of BPIP RI), dan Adis Duderija, Ph.D. (Senior Lecturer In the Study of Islam and Society at Griffith University, Australia), serta Alissa Qotrunnada Wahid (National Coordinator Gusdurian, Indonesia), dengan moderator Mamay Mudjahid, M.Hum dan Host H. Debi Fajrin Habibi, M.Pd.

Rektor IAIN SNJ Cirebin, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, bahwa ancaman radikalisme bagi usia muda itu, berdasarkan hasil penelitian UIN Jogyakarta dan UIN Jakarta, kerawanan berada di antara usia 15 sampai 24 tahun dan usia 16 sampai 18 tahun. Tentu ini sangat mengkhawatirkan, meskipun sikap moderat masih mewarnai mereka.

Kata Sumanta, usia 15 tahun masih sangat memiliki akses terhadap literatur keagamaan linier, persoalannya justru terletak pada pemilihan topik yakni jihad dan khilafah, dua tema ini yang cenderung paling banyak diminati, dan ini adalah dari hasil penelitian UIN Jakarta dari 16 sampai 18 kota di Indonesia. 

Untuk itu, IAIN SNJ Cirebon ikut mengambil peran untuk bagaimana mewujudkan moderasi beragama, baik dalam kontek agama maupun.pengamalannya, sehingga dilaksanakanlah kegiatan seminar International Moderation in Islam seri 1.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Jendral (Purn) Ir Fachru Rozi menyatakan bahwa merujuk hasi riset baik dari lembaga penelitan kampus dan juga kementerian agama yang tengah marak tentang sikap intolerasi ancaman radikalisme serta etnimisme pada remaja usia 15 hingga usia 24 tahun.

Pada kondisi tersebut, dimungkinkan mereka sangat mudah dipengaruhi oleh yang memiliki ilmu agama yang tinggi, tetapi radikal. Maka, untuk itu kondisi ini jika tanpa diimbangi dengan ilmu agama yang mendalam, mereka di usia yang dimaksud sangat mudah dipengaruhi oleh sikap radikal.

Untuk itu dunia pendidikan harus dapat mengajarkan dan menekankan pentingnya aspek moderasi beragama tidak secara formalistik dan tekstual. 

Dipenguhujung seminar internasional webiner ini, Menteri Agama secara resmi meluncurkan Rumah Moderasi Beragama IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa yang penting dan perlu di moderasi adalah cara beragama. Terkadang masih salah persepsi, jadi bukan agama tetapi yang di moderasi itu adalah cara beragama.

Untuk itu nenjadi penting untuk kita memahami nilai nilai esensial kedalam agama itu sendiri dan kenudian mewujud kepada prilaku, kepada tindakan dan amalan-amalan dari nilai yang kita pahami itu.

Ini yang harus senantiasa dijaga agar tidak terjerumus pada pemahaman dan tidakan yang berlebih-lebihan yang extrim.

"Jadi moderasi agama sesungguhnya adalah ikhtiar dan upaya kita bersama untuk senantiasa menjaga dan pengamalan keagamaan," katanya.  (din)







Senin, 13 Juli 2020

Melalui Webiner, SPK Bekerjasama IAIN Cirebon Angkat Tema 'Literasi Untuk Mengabdi Dan Mengabadi'


CIREBON, FC - Dr. Haidar Bagir, yang hadir selaku narasumber menyampaikan, Menulis bersifat eksistensial,  hidup kita bermakna bila menulis.  

Ia menegaskan dengan mengutip dari Pramoedya Ananta Toer, bahwa orang boleh pandai setinggi langit tapi selama tak menulis akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah.

“Mengutip juga dari cucu Rasulullah,  seorang ulama besar yaitu Imam Ja'far al-Shadiq bahwa, ikatlah ilmu dengan menulisnya,” ujar direktur Mizan itu.

Bahkan, lanjut dia, Sejarah Islam adalah sejarah literasi. Al-Farabi jika tidak salah, selama 20 tahun menacari buku karya Aristoteles dan beliau baru menemukannya di pasar Bagdad.  Sejak saat itu, begitu dahsyatnya para pemikir Islam untuk menulis karya.

Narasumber lainnya, Habiburrahman El-Shirazy, juga menyampaikan, Menulis itu wajib dengan makna seluas-luasnya. Al- Imam Asy-Syuyuti telah menulis 600 judul buku lebih yang satu bukunya saja berjilid-jilid.  

Menurutnya, Menulis bisa wajib karena bila seseorang yang memiliki ilmu bila tidak ditulis akan hilang seiring meninggalnya orang tersebut . 

“Wahyu Al-Qur’an yang pertama turun juga merupakan penekanan terhadap membaca dan menulis.  Allah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui manusia,” Ujar pria yang juga novelis itu 

Ia menegaskan, Banyak peristiwa besar yang terjadi yang dimulai dari goresan pena.  Seperti yang terdapat pada QS. An-Naml,  mengisahkan Nabi Sulaiman yang mengirim surat kepada Ratu Balqis, sehingga negeri yang dipimpin Ratu Balqis masuk islam. 

“Banyak juga pemimpin-pemimpin besar yang merupakan seorang penulis ulung. Seperti Ir. Soekarno, Bung Hatta,  Pak Nasir, KH.  Hasyim Asyari,  KH. Sholeh Darat.  Merupakan tokoh-tokoh yang bisa kita teladani dalam hal keseriusan mereka dalam berliterasi,” tandasnya 

Sementara itu, dalam sesi lounching buku, Prof. Dr M.  Chirzin, M. Ag, mengatakan, Mengapa perlu menulis buku?,  karena buku merupakan barometer zaman,  penggerak sebuah perubahan.  Tulisan adalah warisan peradaban yang tidak akan akan mati. (Jamil)

Melalui BPTJ, Damri - Kemenhub Bekerjasama Melayani Bus Bantuan Dari Bogor


JAKARTA - Damri bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk melayani Bus Bantuan dari Bogor (Botani Square) menuju Jakarta (Stasiun Juanda & Dukuh Atas).

Kegiatan monitoring Bus Bantuan diadakan di dua tempat, yaitu di Stasiun Bogor dan Botani Square.

Hadir pada kegiatan tersebut Direktur Komersial & Pengembangan Usaha, Sandry Pasambuna, Kepala BPTJ, Polana Pramesti, Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani, Sekretaris BPTJ, Rosita Sinaga, Direktur Utama PPD, Pande Putu Yasa, serta Wali Kota Bogor, Bima Arya. 
Sedangkan di Botani Square juga dihadiri oleh Direktur Utama Damri, Setia N. Milatia Moemin, Direktur Komersil & Pengembangan Usaha DAMRI, Sandry Pasambuna, Kepala BPTJ, Polana Pramesti, serta Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani. 

"Damri menyediakan 10 armada Bus Bantuan yang dilengkapi dengan protokol COVID-19. Dlengan jadwal keberangkatan mulai jam 05.00 WIB sampai dengan jam 09.00 WIB dari Botani Square, yang selanjutnya akan di berangkatkan setiap 15 menit sekali. Layanan tersebut dapat dinikmati pelanggan selama satu hari penuh," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R Saputra, Senin (13/7).

Dengan adanya Bus Bantuan Damri, diharapkan dapat mengurangi kemacetan jalan serta mengurai kepadatan penumpang yang kerap terjadi setiap Senin pagi, terutama kepadatan di stasiun kereta yang dibatasi jumlah penumpangnya. 

"Lebih lanjut, kata Nico mengungkapkan 
Damri menghimbau untuk tetap mematuhi ketentuan perjalanan yang sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2020, yakni pelanggan yang memiliki suhu < 37,3 derajat celcius, penerapan physical distancing, penggunaan masker sebelum perjalanan, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta hindari berbicara saat di dalam bus. (dade)

Konstrad Terus Mendukung Gugus Tugas Percepatan Penaganganan Covid-19


JAKARTA - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) terus mendukung Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menahan penyebaran wabah virus corona. Salah satunya dengan melaksanakan uji usap (swab test) bagi prajurit dan PNS Markas Kostrad Senin (13/7), di Markas Kostrad, bertempat dilapangan Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. 

Dalam kesempatan tersebut, Kesehatan Kostrad bekerja sama dengan Rumah Sakit Ridwan Meuraksa. Langkah ini merupakan bagian dari program mewujudkan Kostrad yang terbebas dari virus corona.

Kepala kesehatan (Kakes Kostrad) Kolonel Ckm dr. Masri Sihombing, Sp.OT., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian pimpinan TNI AD kepada anggota dalam membantu Pemerintah memerangi Pandemi Covid-19.

 "Menilai kegiatan yang dilakukan ini sangat baik dan sangat berguna dalam memerangi pandemi covid-19 dan berharap seluruh Prajurit dan PNS  bisa melakukan Test Swab Covid-19 sehingga penyebaran covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin," kata Masri.

Pelaksanaan Test Swab Covid-19 yang dilaksanakan bagi prajurit dan PNS Markas Kostrad, agar dalam melaksanakan tugas dapat terlaksana dengan baik dan terbebas dari virus covid 19.

Kakes Kostrad berpesan agar seluruh prajurit dan PNS lebih disiplin mematuhi anjuran pemerintah khususnya pendisiplinan protokol kesehatan dengan menerapkan sosial dan physical distancing maupun pola hidup sehat untuk selalu gunakan masker, jaga jarak, jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan. (dade)

Aplikasi E-Learning Managemen Sistem Tingkatkan Mutu Pembelajaran Daring Di IAIN Cireb

FOKUS CIREBON - Sistem pembelajaran daring sudah menjadi kebutuhan yang penting di tengah pandemi covid 19. Padahal program tersebut sebenarnya jauh srbelu terjadi pandemi covid 19 yang diprogram. Namun, Covid 19 keburu datang dan ini bisa juga menjadi salah satu pembelajaran yang efektif.
Untuk itu, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bersinergi dengan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) kampus setempat melakukan inovasi pembalajaran daring.
Ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd menjelaskan, inovasi tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya terkait media yang digunakan dalam pembelajaran daring.
Survei LPM itu banyak dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang menggunakan WA (WhatsApp), jumlahnya sekitar 90 persen,” katanya, Senin (13/7/2020).
Menurut dia, banyak mahasiswa yang memang menyukai pembelajaran daring ini melalui WA, karena lebih hemat kuota. Namun, kekurangan dalam penggunaan aplikasi ini adalah kurang interaktif. 
Untuk itu, pihaknya mencoba melakukan inovasi dengan membuat aplikasi bernama e-Learning Managemen Sistem (LMS) untuk meningkatkan mutu pembelajaran daring di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
IAIN (Cirebon) berusaha mengembangkan pembelajaran menggunakan daring dan yang mengembangkan adalah PTIPD dengan membuat aplikasi LMS,” jelas Kartimi.
Sebenarnya, lanjut Kartimi, penggunaan daring di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak menggunakan WA, tapi juga ada aplikasi lainnya. Seperti Google Classroom, Zoom, Youtube, dan sejumlah aplikasi lainnya. Namun, dia mengungkapkan, mutu pembelajaran daring menggunakan aplikasi tersebut kurang terkontrol.
Tapi media yang dirancang ini (LMS) bisa terkontrol mutu pembelajarannya, dosennya bisa diawasi dan di-monev. Bahkan sudah di-sinkronisasi rancangan pembelajaran yang disusun TPIPD dengan LPM melalui SOP dan panduannya,” ungkapnya.
Selanjutnya, papar Kartimi, pihaknya telah meminta kepada setiap jurusan di kampus setempat mengirimkan perwakilan dosen untuk menjadi pengelola LMS dengan didampingi LPM. Sehingga, pelaksanaannya dapat terpantau.
“Pengelola ini akan dilatih oleh PTIPD. Kemudian dosen tersebut nantinya akan mentrailer dosen-dosen lainnya di jurusannya masing-masing,” terangnya.
Kartimi memaparkan, sebenarnya program pembuatan aplikasi ini sudah direncanakan sebelum pandemi Covid-19 ini merebak. Dan aplikasi ini, tidak hanya digunakan dalam situasi pandemi seperti ini, namun juga dapat dilakukan di masa normal.
“Ini sudah lama dirancang, launchingnya pas sekarang (Senin, 13/7/2020). Penerapannya pada semester genap yang akan datang harus sudah ada. Dengan adanya aplikasi LMS ini semoga kulitas pembelajaran di IAIN Cirebon semakin meningka dan penggunaan IT berkembang. Karena kompetensi dosen juga berkaitan dengan media pembelajaran yang digunakan. Dosen yang mampu menggunakan IT, outputnya pun lebih baik,” tandasnya. (din