Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 16 Oktober 2020

Rektor IAIN Cirebon Lantik 27 Pejabat Baru, Pesannya : Tingkatkan Kinerja Dan Pelayanan


FOKUS CIREBON - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Dr. H. Sumanta Hasyim MAg melantik 27 pegawainya di lingkungan IAIN Cirebon. Pejabat baru yang dilantik ini, untuk berbagai posisi struktural, non struktural, administrasi, akademik dan jabatan dosen. 

Pelantikan sendiri berjalan khidmat, di ruang Auditorium Pascasarjana, lantai 3, kampus setempat, Jum'at (16/10/2020).

Pelantikan yang dilangsungkan dengan sumpah jabatan ini juga dihadiri oleh para pejabat setempat. 

Sebagai saksi pada pelantikan tersebut Wakil Rektor I Dr.H.Saefudin Jufri MAg dan H Subarja M.Pd selaku Kepala Biro AUAK IAIN SNJ Cirebon. 

Dalam sambutannya, Sumanta berpesan, agar pada jabatan yang baru nanti semuanya bisa meningkatkan kinerja, saling bahu membahu, bisa menjadi satu tarikan langkah yang seirama serta amanah dan bertanggungjawab. 

"Semakin tinggi jabatan, semakin berat pula tanggungjawab yang dipikulnya. Maka kerjasama dan saling gotong royong akan membawa cita cita besar perguruan tinggi semakin mudah menuju tujuan," ujar Sumanta yang juga mengucapkan selamat kepada seluruh yang dilantik.

Terkait peralihan status lembaga, Sumanta menegaskan, bahwa perubahan itu menjadi tanggungjawab bersama. Sebab tahun 2021, kita dituntut lebih berkiprah dan lebih luas untuk kita berikan kepada masyarakat dan tentunya kita harus terus bersinergi, dan satu sama lainnya harus saling seirama. 

"Ini adalah roda organisasi yang harus terus berkesinambungan, satu sama lain harus saling membahu untuk mencapai tujuan bersama, untuk tingkatkan kinerja dan pelayanan," terangnya.

Sumanta juga menjelaskan, bahwa pelantikan ini untuk melaksanakan pengisian posisi jabatan yang kosong. Karena ada yang mutasi, pensiun ada pula yang meninggal sehingga harus ssgera diisi.

Sementara di antaranya Pejabat yang dilantik antara lain Dr Kartimi MPd sebagai Wakil Rektor ll Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan. Dr H Didi Sukardi MH dilantik sebagai Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalat) Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam.

Dr Wakhid Nashruddin MPd sebagai Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Afif Muamar MHI sebagai Sekretaris Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalat) Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam.

Dr Fuad Nawawi SThl MUd sebagai Sekretaris Jurusan Aqidah dan Filsafat lslam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Sedangkan H Didin Nurul Rosidin MA PhD diangkat menjadi Wakil Direktur Pascasarjana.

Dr Siti Fatimah MHum sebagai Ketua Program Studi Doktor dan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana. Dr H Suklani MPd sebagai Sekretaris Program Studi Doktor dan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana.

Dr H Ayus Ahmad Yusuf SE MSi sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu. Hj Ery Khaeriyah SAg MA sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Naila Farah MAg sebagai Kepala Pusat Studi Gender dan Anak pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Drs Mahmud sebagai Kepala Bagian Umum dan Hubungan Masyarakat Biro AUAK. Kamalul Iman Billah SAg MA Mak sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Biro AUAK.

Drs Imron Rosyadi MM sebagai Kepala Bagian Organisasi, Kepegawaian dan Hukum Biro AUAK. H Jalaluddin SH MHI sebagai Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Biro AUAK. 

Sedangkan Rifqi Muslim SAg sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Syari'ah dan Ekonomi lslam. Serta sejumlah pejabat lain dengan jabatan barunya. (din)

Dirjen Pendis All Out Untuk Transformasi IAIN Cirebon Ke UIN

FOKUS CIREBON - Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof Dr H Muhammad Ali Ramdhani, S.TPMT dalam kegiatan Workshop Pengembangan Kelembagaan Fakultas dan Program Studi/Jurusan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan dukungannya terhadap transformasi IAIN Cirebon ke UIN, Jum'at (16/10/2020).

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan usai menjadi narasumber dikegiatan Workshop yang diselenggarakan selama tiga hari, dari tanggal 16-19 hingga 20 Oktober 2020, bertempat di ruang Auditorium, lantai 2, Aston Cirebon.

Dalam workshop pengembangan kelembagaan fakultas, Dirjen Pendis, Ali Ramdhani mengaku merasa bahagia karena IAIN Cirebon, khususnya fakultas telah membaca kekinian dan masa depan dengan melakukan respon-respon secara konstruktif. 

"Kita memberikan apresiasi atas kemampuan kepada fakultas ini untuk membaca masa depan memberikan kontribusi pada ruang ruang penciptaan manusia masa depan," katanya memuji Fakultas FUAD IAIN SNJ Cirebon yang sudah menyelenggarakan Workshop Pengembagan Kelembagaan Fakuktas dan Program Studi/Jurusan.

Sementara menyangkut transformasi IAIN Ke UIN, Dirjen Pendis menyatakan On Going, lagi proses dan kita berharap sesegera mungkin. Dirinya all out untuk transformasi IAIN Cirebon ke UIN.

"Kalau saya sih suport, karena itu salah salah satu indikator kesuksesan saya, dan salah satunya ukurannya adalah mampu mentrasformasi beberapa IAIN, salah satunya adalah IAIN Cirebon, jadi untuk transformasi ini saya all out," kata Dirjen Pendis.

Semetara itu, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg saat membuka kegiatan workshop lebih menitik beratkan pada penyampaikan terkait progres dan profil IAIN SNJ Cirebon.

Mulai dari kedudukan awal IAIN Cirebon berdiri hingga bertransformasinya lembaga yang semula institut menjadi sekolah tinggi dan kemudian kembali lagi menjadi institut.

Penjelasan kesejarahan IAIN Cirebon ini, kata rektor  menyambung pada tema workshop tentang impelemtasi moderasi dan itu sangat nyambung dengan sejarahnya karena waktu itu sangat dipenuhi dengan kedamaian.

Sementara terkait dengan profil Institut, Rektor IAIN Cirebon mengaku progresnya sudah disampaikan secara keseluruhan dan transparan, sehingga semua bernuansa membangun kebersamaan dan kekuatan di institut untuk percepatan transformasi kelembagaan.

Untuk mempercepat transformasi lembaga, lanjut Sumanta, pihaknya di kampus pun membagi tugas. Para dekan bertugas untuk pengembangan fakultas dan jurusan, sedangkan dirinya bersama Tim Rektor untuk Percepatan Pengembangan (TRUPP) mengurus persiapan lainnya.

“Salah satunya adalah kepemilikan lahan. Awalnya kita hanya punya 4,2 hektare, Alhamdulillah sekarang kita sudah punya lahan lebih dari 30 hektare,” paparnya.

Hal senada disampaikan Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon, Dr Hajam MAg, bahwa pengembangan ini sebagai kepanjangan atau realisasi transformasi dari IAIN ke UIN dan fakuktas itu gayung bersambut menindaklanjuti tansformasi tersebut.

Termasuk secara internal fakultas, pengembangan ini harus menjadi keniscayaan karena memenuhi institusi dan juga memenuhi harapan masyarakat, dan diharapkan dengan pengembangan ini suksesnya menuju UIN.

"Jadi diharapkan dengan pengembangan ini juga bisa menjawab persoalan-persoalan kekinian, maka diperlukan jurusan keilmuan yang memadai," jelasnya.

Dr Hajam MAg juga menyatakan, dalam workshop ini pihaknya telah menyerahkan proposal pengembangan kelembagaan fakultas dan jurusan langsung kepada Dirjen Pendis Kemenag RI.

“Sebagai tujuan akademik, kami mengimplementasikan renstra (rencana strategis) istitut. Semoga kita bisa mempercepat transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN. Yaitu salah satunya ikut menyukseskan pengembangkan fakultas dan jurusan,” ucapnya.

Sementara pengembangan fakultas yang dimaksud kata  Hajam, dipecah FUAD menjadi 3 fakultas, yaitu Fakultas Ushuludin, Fakultas Adab, dan Fakultas Dakwah. Sedang Prodi akan mengalami penambahan sebanyak 8 jurusan, yaitu Jurusan Manajemen Dakwah, Sosiologi Agama, Jurnalistik Islam, Tasawuf dan Psikologi Islam, Sastra Inggris, Psikologi Islam, Seni dan Arsitektur Islam, serta Manajemen Haji dan Umroh.

Demikian juga disampaikan panitia workshop yang juga Wakil Dekan 3 FUAD, Dr Anwar Sanusi MAg, jadi pada prinsipnya karena kita akan melakukan transformasi ke UIN, maka harus ada persiapan-persiapan prodi studi dan fakultas. 


"Untuk mendorong itu, maka kita mengundang langsung Dirjen Pendis, dengan harapan Pak Dirjen langsung merekomendasi untuk pembukan prodi-prodi tadi.  Kenapa, kan harus perlu percepatan, maka proses workhsop ini untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dan harapanya tahun 2021 sudah berjakan," terangnya. (Nurudin)









Kamis, 15 Oktober 2020

Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk Meluap, 20 Desa Terdampak Banjir

GARUT - Dua puluh desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat luapan Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/10) lalu, pukul 04.30 waktu setempat. Banjir telah surut di wilayah terdampak, namun menyisakan material lumpur.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut per Rabu (14/10), pukul 16.30 WIB, Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cikalet dan Cibalong. Wilayah desa yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Pameungpeuk.

Berikut sebaran desa yang terdampak di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Wilayah desa yang terdampak di Kecamatan Pameungpeuk antara lain Desa Mancagahar, Mandalakasih, Jatimulya, Pameungpeuk, Sinarbakti, Bojongkidul, Paas dan Bojong Kaler. Desa-desa di wilayah Kecamatan Cikalet yang terdampak yakni Desa Pamalayan, Cikelet, Cigadog, Linggamanik dan Pamalayan

Sedangkan di Kecamatan Cibalong, desa terdampak yaitu Desa Karyamukti, Karyasari, Najaten, Mekarwangi, Mekarsari, Sagara dan Mekarmukti.

Data penyintas hingga hari ini berjumlah 238 KK, sedangkan total populasi terdampak sekitar 2.779 KK atau 9.177 jiwa. Hasil penilaian sementara untuk kerugian materiil berupa rumah rusak berat (RB) 136 unit, rumah rusak sedang (RS) 197, rumah rusak ringan (RR) 613 dan 2.180 rumah terendam.

Kerugian juga menimpa fasilitas publik yakni tempat ibadah RR 25 unit, fasilitas Kesehatan RR 10, fasilitas Pendidikan 12 (masih dikaji tingkat kerusakannya), jembatan RB 18. Di samping itu, kerusakan juga teridentifikasi pada ruas jalan di 12 titik dan TPT 9 titik.

Kondisi cuaca pada sore tadi, sekitar pukul 16.30 WIB, tampak cerah berawan. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG), dua hari ke depan, 15-16 Oktober 2020, wilayah Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.

Sementara itu, berdasarkan Info BMKG di tiga kecamatan tersebut cuaca terpantau cerah hingga hujan ringan untuk dua hari ke depan.

Memasuki musim penghujan dan potensi cuaca ekstrem yang dipicu fenomena La Nina, masyarakat diimbau waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. BNPB dan BPBD mendorong kesiapsiagaan di tingkat keluarga untuk mengenali dan mengidentifikasi bahaya di sekitar sehingga risiko dapat dikurangi.

Kabupaten Garut termasuk wilayah dengan kategori kelas sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Sekitar 30 kecamatan teridentifikasi pada kategori tersebut dengan jumlah potensi populasi terpapar mencapai 209.139 jiwa.

Nara sumber: Dr. Raditya Jati
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Soal Transformasi IAIN Cirebon Ke UIN, Pemprov Jabar Mendukung : Sudah Saatnya Cirebon Miliki UIN

FOKUS CIREBON - Perubahan status lembaga yang tengah diperjuangkan para pimpinan dan civitas akademika IAIN Cirebon, dari IAIN Cirebon ke UIN yang tinggal menunggu keputusan Presiden RI, kini mendapat respon positif dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Kamis (15/10/2020).

Uu menyatakan, perubahan IAIN ke UIN, bisa menjadi cita cita semua dan bisa menjadi pilihan terbaik, mengingat UIN  Cirebon nantinya bisa menjadi pilihan mahasiswa dan masyarakat Cirebon dan sekitarnya, dan tentunya juga ikut dalam menaikan IPM di Jawa Barat.

"Pemkot Jabar secara moril sangat mendukung dan ini bisa menjadi suatu bentuk kebersamaan antara pemerintah dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk membangun IPM Jabar. Dan yang terpenting sudah saatnya Cirebon memiliki UIN" terangnya.

Kendati Uu masih menyinggung jika sesungguhnya ini adalah keterlambatan dan seharusnya sudah sejak dulu, tetapi mungkin karena soal perijinan dan lain-lain, semua harus berproses sehingga baru ini, baru bisa diwujudkan.

"Tentu harapannya, ini menjadi sangat membantu masyarakat Cirebon. Mereka jadi tidak terlalu jauh, juga menjadi banyak pilihan bagi masyarakat, serta biaya juga tentunya semakin murah," paparnya mengakhiri wawancara singkatnya dengan media Cirebon. (din)

Tiga Tokoh Pergerakan Era Reformasi, Bedah "Mahasiswa Merdeka" Pada Webinar Nasional IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON - Senat Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Webinar Nasional dengan tajug "Mahasiswa Merdeka", dengan tiga pemateri utama yang digelar secara online di lantai 3, ruang auditorium rektorat IAIN SNJ Cirebon, Kamis (15/10/2020).

Tiga pembicara itu di antaranya, Budiman Sujatmiko, Rahman Bashori, dan Ilman Nafi'a yang ketiganya mengupas materi seputar mahasiswa merdeka, yang diikuti langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg.

Pembicara pertama, Budiman Sujatmiko, memulai dari kata merdeka dan menjelaskan bahwa merdeka adalah mereka bisa mengembangkan imajinasinya. 

Budiman yang juga menyinggung sejarah perjalanan kemerdekaan indonesia, menyatakan jika republik Indonesia itu adalah bentuk imajinasi para pemuda untuk masa depan. "Jadi kaum merdeka adalah kaum yang melihat ke depan," katanya.


Budiman juga menyinggung soal era berkelimpahan yang terjadi saat ini, dimana era berkelimpahan yakni era yang segalanya berlimpah, seperti menlnbuat tik tok, membuat tulisan yang saat ini mudah menyebar. 

"Iya saat ini semua serba mudah dan penuh data, dimana hanya dengan hitungan menit, semua sudah ada berkat teknologi yang ada," ujarnya.

Kata Budiman, era ini tentu  berbeda dengan era kelengkaan, di mana era berkelimpahan ini era penuh data, sehingga akan banyak imajinasi. Dan di era inilah imajinasi menjadi kedaulatan manusia. Sehingga melalui imajinasi kita akan tahu arah politik, ekonomi dan budaya seperti apa.

Kendati begitu, kedepan akan ada kesenjangan sosial akibat dari kesenjangan teknologi. Dimana tahun 2025 hingga tahun 2030 dimana robot akan menjadi pilihan terbaik ketimbang nanti manusia.

"Maka akan banyak ada perubahan dunia, termasuk dunia kerja maupun dunia pendidikan," paparnya.

Lalu bagaimana supaya kita tidak banyak terkejut ?, Budiman menegaskan, bahwa dengan perubahan tersebut, maka pergunakanlah imajinasi dengan baik dan mampu menfasirkan imajinasinya dengan baik pula.

Budiman juga menegaskan bahwa ada 8 hak asasi yang mendasar, yang semuanya itu harus mampu dikemas dan harus ada peningkatan daya nalar terutama dalam membangun kesadaran masyarakat antar teknologi. 

"Maka imajinasi ini menjadi basis kemampuan manusia, tatapi harus revolusioner namun tidak ngawur. Pilihan ini menjadi identitas peradaban manusia kedepan nanti. Sebab manusia merdeka adalah manusia paripurna dan imajinasi ini yang akan menjadi kekuatan kita. Jadi kedepan apa yang bisa kita lakukan dari apa yang kita cintai," terangnya.


Sementara itu, pembicara lainnya yakni Ilman Nafi'a menjelaskan, bahwa ada tiga kunci yang harus dimiliki mahasiswa, karena sejatinya  mahasiswa merdeka ini sesungguhnya sudah diimpelentasikan oleh para aktivis kampus.

Tiga kunci itu, pertama mahasiswa sebagai komunitas intelektual, sehingga mereka identik dengan prestasi-prestasi intelektual dan lainnya. 

Lalu kunci yang kedua, mahasiswa sebagai komunitas yang mempunyai kekuatan moral, atau sering disebut sebagai permanent potition, sehingga sangat diperhitungkan sekali kelompok ini. 

Kunci yang ketiga, mahasiswa sebagai kekuatan sosial, karena mereka sebagai orang-orang terpilih, tentu hal ini karena intelektualnya dan karen wawasannya, sehingga melekatlah predikat 'Agen of Sosial Change' bagi mahasiswa.

Ilman juga menjelaskan soal term merdeka. Merdeka itu kata Ilman, identik dengan kemandirian. "Kemandirian inilah selanjutnya menjadi identitas terkait dengan ikatan moral, ikatan intelektual dan lain lain," katanya.

Kendati begitu, pandangan Ilman juga membuka tentang masih banyaknya mahasiswa yang tergerus oleh arus yang ada. Hal tersebut lebih di akibatkan mereka terbawa oleh arus dan larut pada kepentingan-kepentingan politik dan lainnya. 

Maka terpenting kedepan, kata Ilman, bagaimana mahasiswa yang memiliki kekuatan moral, kekuatan intelektual dan kekuatan sosial juga memiliki kemandirian dan identitas tersendiri. 

"Mahasiswa itu harus mampu menguatkan kemampuan intelektualnya, kekuatan moralnya dan kekuatan sosialnya. Jika tidak, akan menjadi mahasiswa yang stagnan di kampus. Sehingga menjadi kuliah apa adanya, tanpa ada yang kritis dan lainnya," tegas Ilman Nafi'a yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 3, IAIN SNJ Cirebon. (din)












"The Grey Animals" Siap Guncang Panggung Musik Indonesia Lewat Rilis Lagu Barunya

FOKUS CIREBON - Indonesia tidak pernah kehabisan talenta muda dalam industri musik. Indonesia juga selalu memiliki musisi-musisi baru yang siap menambah warna di industri musik dengan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Seperti musikalitas "The Grey Animals" yang terus berkarya, selain untuk fans-fans muda nusantara juga untuk Indonesia. setiap realis lagunya makin digandrungi para fans muda, tentu ini menjadi deretan blantika musik prospektif indonesia. 

Mau tahu pacu dapur mereka, ayo kita tengok ?, setelah "The Grey Animals" mengalami masa hiatus selama kurang lebih 2 tahun, terhitung sejak perilisan single perdana mereka di tahun 2018. kembali dengan formasi full, Adilla (Vocal), Hildan (Guitar), Hanif (Guitar) Luby (bass) akhirnya kembali meluncurkan karya baru bertajuk Tuah Pertemuan. 

Pengerjaan produksi materi pada single ini The Grey Animals digandeng oleh Omegawave Records, Tiga bulan setelah menjalani workshop materi dan masuk studio rekaman mereka resmi merilis karyanya dalam format digital yang dapat dinikmati diberbagai portal streaming digital serta diikuti dengan penayangan perdana videoclip Tuah Pertemuan di channel youtube Omegawave Records tepat pada tanggal 15/09/2020.

Dalam proses pengerjaan awal materi, "kami sendiri ingin melahirkan nuansa baru untuk musikalitas The Grey Animals" penggunaan Instrumen musik untuk single Tuah Pertemuan sendiri merupakan gebrakan materi baru yang menonjolkan proses mixing dan mastering yang membuat kesan lebih elegan.

Mengupas sedikit tentang makna lirik pada single Tuah Pertemuan, mereka percaya bahwa setiap pertemuan yang dijumpai mempunyai berkat dan memberikan pengaruh bagi kehidupan, pun berharap bisa membagikan energi positif dimasa pandemi Covid-19 ini, terus berjuang dan tetap saling menjaga agar semuanya lekas pulih seperti sediakala. (din)

Senin, 12 Oktober 2020

Satgas Covid 19 Ajak Pedagang dan Warga Perangi Corona

CIREBON - Melalui pengeras suara, Satuan tugas (Satgas) Covid 19 menyisir para pedagang di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon dan meminta menggunakan masker serta mencuci tangan, Senin, 12 Oktober 2020. 

Sambil membawa pamflet bertuliskan sejumlah imbauan, petugas menyisir para pedagang yang berjejer di  bahu jalan hingga pedagang di bagian dalam. 

Satgas Covid 19 ini merupakan petugas gabungan yang berasal dari Kecamatan Kesambi, Kelurahan Karya Mulya, Ibu-ibu PKK, para pegawai Puskesmas dan aparat Kepolisian dari Polsek Utara Barat (Utbar) Kota Cirebon.

Darwin, salah seorang Satgas Covid 19 dan merupakan pegawai Kecamatan Kesambi, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi penggunaan masker dan mencuci tangan di bagi ke dalam dua bagian, pertama menyisir di daerah Jalan Perjuangan dan kedua di jalan Evakuasi Kota Cirebon.

"Putus mata rantai virus Covid 18, kami Satgas Kecamatan Kesambi terus akan mensosialisasikan penggunaan masker dan mencuci tangan kepada warga di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Ini sesuai dengan program yang dicanangkan Pemerintah Kota Cirebon," ujar Darwin.

Selain pengenaan masker, lanjut Darwin, warga juga mematuhi instruksi Walikota Cirebon dengan pengurangan jam malam.

"Jam malam untuk usaha saat ini dibatasin, warga juga diminta terus aktif mendorong sanak keluarganya untuk bersama mencegah an memerangi pandemi Covid 19 melalui pnggunaan masker, menjaga imun dan kesehatan lingkungan," paparnya. (din)

Minggu, 11 Oktober 2020

Lewat Zoom Cloud Meeting, HMJ IQTAF Gelar Penataran Kader Musafir

CIREBON, FC - Sebagai ajang pembekalan mahasiswa baru tahun 2020, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Penataran Kader Mufasir (PENA KAMI).

Acara dibuka langsung oleh ketua jurusan via Zoom Cloud Meeting ini, mengangkat tema “Membangun Moderasi Sejak Dini” Minggu, (11/10/2020).

Ketua pelaksana, Agus Setiadi mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari dari Sabtu sampai Minggu.

“Moderasi beragama sering kali digaungkan di ranah kampus, maka dari itu HMJ-IQTAF berinisiatif mengangkat tema moderasi untuk menunjang mahasiswa baru kedepannya,” katanya.

Hal demikian juga diungkapkan oleh Ketua HMJ-IQTAF Fasfah Sofhal Jamil, menurutnya moderasi beragama sangat penting bagi kalangan mahasiswa, terlebih mahasiswa di jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

“Setelah nanti mengenal moderasi melalui pembekalan ini, diharapkan kedepannya mahasiswa baru lebih toleran dan mampu menghargai perbedaan,” kata Fasfah.

Ia mengaku bahwa narasumber yang dihadirkan merupakan narasumber yang tepat dan mampu memberikan pemahaman moderasi untuk mahasiswa baru.

Muhammad Maimun, selaku ketua jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menyampaikan, bahwa walaupun kegiatan ini via virtual, namun tidak mengurangi kualitas pertemuan dan tetap bisa bersilaturahim. 
 
“Kita bisa bersama-sama memajukan jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir karena perlu melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan pembekalan mahasiswa baru ini,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut dia, diharapkan kedepannya mampu bersama-sama membawa nama harum jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, syukur-syukur sampai tingkat internasional. 
Muhammad Nur Hayid, selaku narasumber pertama memaparkan terkait tafsir moderasi, bahwa dalam kajian tafsir banyak coraknya dan sangat beragam, karena itu sikap kita harus moderat.
 
“Tak perlu berbicara banyak mengenai moderasi, pahami dasar-dasar Al-Qur'an terlebih dahulu, karena dengan begitu akan moderat dengan sendirinya,” ujar Pengasuh PP Skill Jakarta dan Lumajang tersebut.

Narasumber kedua, Khalilullah, menyampaikan terkait materi wawasan kebangsaan, bahwa menurutnya cinta tanah air itu sesuai dengan pandangan Al-Qur'an dan Hadis.

Ia menegaskan, Nabi Muhammad saw pun cinta terhadap tanah kelahirannya.


“Salah satu cara untuk menumbuhkan cinta tanah air yakni menumbuhkan kesadaran, jika salah luruskan, menghormati perbedaan, menghindari paham radikal,  dan menjaga tali persaudaraan,” ujar penulis aktif harakatuna.com itu. (Sof)

Sabtu, 10 Oktober 2020

Kegiatan Pelantikan Virtual FTMB Usung Tema "Literasi Memanusiakan Manusia"

CIREBON, FC - Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kota Cirebon menggelar pelantikan virtual dengan tema "Literasi Memanusiakan Nanusia", Sabtu (9/10/2020). 

Iman Agung Jauhari, selaku ketua pelaksana mengatakan, pelantikan yang berlangsung melalui Zoom Cloud Meeting ini merupakan solusi pelantikan pada era pandemi.

“Dengan dilantiknya pengurus FTBM Kota Cirebon via daring ini harapannya FTBM Kota Cirebon dapat menjadi penerus dan penggerak komunitas literasi di Cirebon,”. Kata Iman.

Menurut Ketua FTBM Kota Cirebon terpilih, Ryan Haryanto mengungkapkan, dengan dilantiknya pengurus kali ini, diharapkan kedepan dapat berkolaborasi dengan instansi di Cirebon pada jalur literasi.

“Sebisa mungkin kita sekuat tenaga berkontribusi dalam memajukan Cirebon khususnya pada sektor literasi,” katanya.

Ia berharap bahwa  FTBM ini dapat menjadi kawah candra di muka dan menjadi ruang di Cirebon serta menjadikan Cirebon menjadi inovatif dan maju di bidang literasi.

Hal itu juga dikuatkan oleh Ketua Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, ia meyakini bahwa dengan dilantiknya pengurus FTBM Kota Cirebon ini akan menguatkan literasi untuk memajukan Kota Cirebon.

“Selamat atas dilantiknya penguirus FTBM Kota Cirebon, pelantikan ini menjadi potensi dalam membantu Pemerintah Kota khususnya di bidang literasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Iing mengatakan bahwa ini merupakan modal besar dan sangat diharapkan kontribusinya kedepan.

Sementara itu, M. Irvan selaku perwakilan dari Dinas Perpustakaan 400 dan kearsipan mengaku sangat berbahagia karena sekarang sudah ada FTBM di Kota Cirebon.

“Harapannya kedepan FTBM ini mampu untuk terjun ke Rw-Rw guna membantu mempromosikan perpustakaan keliling,” kata Irvan. (Fas)

Wakil Walikota Cirebon : Peran RT-RW Sangat Penting Dalam Mencegah Penyebaran Virus Covid 19

CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati memandang peran RT/RW sangat strategis dalam memutus matarantai virus covid 19. 

"Peran rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) sangat penting dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan masing-masing. Semua harus bergerak di zonanya", kata Eti Herawati. 

Pergerakan itu tentu melalui langkah-langkah preventif, mulai dari penyebarluasan informasi terkait Covid-19, edukasi pencegahan, identifikasi dan pendataan atas kelompok masyarakat yang rentan tertular. 

Seperti yang saya sampaikan saat menjenguk warga terkonfirmasi Covid-19 dan sosialisasi protokol kesehatan di RW1 dan RW 2 Kesambi tadi pagi. Pemda Kota Cirebon memohon kepada masyarakat untuk selalu tenang, saling mengingatkan, saling dukung untuk dapat bersatu melawan Covid

Peran rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) sangat penting dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan masing-masing. Semua harus bergerak di zonanya. 

Melalui langkah-langkah preventif mulai dari penyebarluasan informasi terkait Covid-19, edukasi pencegahan, identifikasi dan pendataan atas kelompok masyarakat yang rentan tertular. 

"Seperti yang saya sampaikan saat menjenguk warga terkonfirmasi Covid-19 dan sosialisasi protokol kesehatan di RW1 dan RW 2 Kesambi tadi pagi. Pemda Kota Cirebon memohon kepada masyarakat untuk selalu tenang, saling mengingatkan, saling dukung untuk dapat bersatu melawan Covid," ujar Wakil Walikota Cirebon. (Nur)