Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 23 Oktober 2021

Bupati Imron Lantik Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj Cirebon


KABUPATEN CIREBON - Pelantikan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (Ikhwan KHAS) Cirebon, berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu (23/10/2021) malam.

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, momen pelantikan PC Ikhwan KHAS Cirebon ini bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Hal tersebut menjadi pengingat perjuangan para kiai pada zaman kemerdekaan.

Menurut Imron, organisasi yang baru saja dibentuk itu harus memiliki komitmen untuk memajukan pesantren. Pada zaman globalisasi ini, kemajuan bisa diraih semua orang, tidak terkecuali santri.

"Santri ini adalah orang yang beruntung, karena apa? Mereka secara pergaulan terjaga, secara keilmuan agama juga tidak kalah hebat dibandingkan pendidikan lainnya," katanya.

PC Ikhwan KHAS Cirebon diketahui merupakan organisasi alumni resmi yang disahkan langsung Yayasan dan Pondok Pesantren KHAS Kempek. Tujuan dibentuknya organisasi ini, sebagai agen perubahan.

Organisasi tersebut pun dibentuk sebagai wadah dan sarana pengembangan bagi generasi muda agar dapat tumbuh dan mengembangkan potensinya.

Sebelum dilantik PC Ikhwan KHAS Kempek Cirebon sempat berjalan tidak sesuai dengan harapan. Dilantiknya organisasi ini, diharapkan bisa menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik untuk alumni Ponpes KHAS Kempek.

Organisasi tersebut awalnya dibentuk pada 14 Juni 2021 dan Akromi dipilih sebagai ketua periode 2021 sampai 2023. Namun akibat pandemi covid-19, pelantikan baru bisa dilaksanakan pada 22 Oktober tahun ini. (din)

Jumat, 22 Oktober 2021

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Pesantren Mahasiswa ABA Institut, Ini Kata Bupati Cirebon

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Pesantren Mahasiswa ABA Institute di Blok Mingkrik Kelurahan Kenanga Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Jumat (22/10/2021). 

Imron menjelaskan, pembangunan asrama pesantren mahasiswa ini ke depan bisa mencetak generasi muda yang mampu dalam semua bidang. 

"Dengan adanya asrama pesantren khusus mahasiswa ini akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bisa ikut membantu dalam pembangunan di Kabupaten Cirebon," kata Bupati Imron. 

Imron berharap kepada para mahasiswa agar memanfaatkan asrama pesantren ini sebagai wadah untuk menuntut ilmu. Pasalnya, di era globalisasi ini semua dituntut untuk mengikuti arus yang ada. 

"Saya berpesan kepada mahasiswa yang ada di asrama pesantren ini tetap belajar sungguh-sungguh untuk ikut dalam pembangunan baik Kabupaten Cirebon maupun bangsa Indonesia, " kata Imron.

Sementara itu, Ketua ABA foundation, M. Dodo Ali Murtadho mengatakan, pembangunan asrama pesantren mahasiswa ini dirintis sudah jauh-jauh hari. 

"Hingga saat ini santri kami yang baru ada 16 orang, dan mereke semua mahasiswa yang sekolah ada yang di IAIN, UMC dan sebagainya, cuma tinggalnya di pesantren kami," katanya. 

"Para santri juga tidak hanya dari Cirebon melainkan dari Majalengka. Ke depan kalau asrama pesantren mahasiswa sudah jadi kita akan menambah jumlah santri baru lagi," tambahnya. (Bam)

Penuhi Pendidikan Tinggi Standar Nasional, Jurusan KPI IAIN Cirebon Melaksanakan Audit Mutu Internal

Kegiatan AMI di Jurusan KPI FUAD IAIN Suleh Nurjati Cirebon, Jum'at (22/10/2021).


FOKUS CIREBON - Bertepatan dengan Hari Santri, Jurusan KPI, FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) yang dilakukan oleh LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at (22/10/2021).

Hadir pada kegiatan tersebut, Dekan FUAD Dr. HaJam, M.Ag, Wadek 1, Dr. Arief Rachman, M.Si, Wadek 2, Dr. Sri Rokhlinasari, Wadek 3, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag dan para auditor AMI di Jurusan KPI, Hj. Yeti Nurizzati dan Yuyun Maryuni.

Menurut Ketua Jurusan KPI, Dr Aan Mohamad Burhanudin, bahwa AMI ini bertujuan untuk meninjau kesesuaian penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan standar nasional guna menciptakan budaya mutu. 

Kegiatan AMI ini, ujar Aan, merupakan implementasi Peraturan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi No 62 Tahun 2016 tetang SPM Dikti. 

Selain itu, kata Aan, proses AMI di Jurusan KPI berjalan obyektif dan benar-benar mengedepankan profesionalitas. Apalagi AMI tahun ini berbeda dari tahun kemarin, di mana AMI tahun ini proses input oleh audit serta validasi data nya oleh asesor melalui aplikasi online siborang, lalu dikonfirmasi dengan visitasi ke jurusan.

"Alhamdulillah, hasil dari AMI di Jurusan KPI sangat baik, namun masih harus melengkapi data yang dibutuhkan agar hasilnya bisa meningkat," terangnya.


Aan juga menjelaskan, bahwa AMI merupakan kegiatan rutinitas tahunan, yang sangat penting bagi jurusan, karena jurusan dapat wawasan dan pengetahuan baru dari setiap standar dengan kesesuaian dokumennya.

Selain itu, AMI juga dapat memberikan potret atau gambaran kondisi jurusan dengan lebih tepat, sehingga bisa dimanfaatkan untuk proses perbaikan guna peningkatan mutu jurusan. (din)

Wabup Ayu Ikuti Upacara Hari Santri Tingkat Jabar, Ini Pesan Gunernur


KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si didampingi Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, H Asdullah mengikuti Upacara Hari Santri Tingkat Provinsi Jawa Barat secara Virtual di Command Center Kantor Setda, Jumat (22/10/2021). 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Jawa Barat,  H Ridwan Kamil dan perwakilan unsur Forkopimda Provinsi Jabar. 

Gubernur Jawa Barat, H Ridwan Kamil saat membacakan sambutan Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. 

Menurutnya, penetapan 22 Oktober tersebut merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan lndonesia. 

"Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan," katanya.

Ia menjelaskan, sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. 

"Untuk peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini mengangkat tema 'Santri Siaga Jiwa Raga'. Maksud tema 'Santi Siaga Jiwa Raga' adalah bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran lslam rahmatan lil'alamin serta tradisi luhur bangsa lndonesia," kata Kang Emil.

Kang Emil mengugkapkan, bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan lndonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan lndonesia. 

"Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk lndonesia. Oleh karena itu, santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk lndonesia. Jadi, Siaga Jiwa Raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu menyucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai 'tirakat' lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Menurut Kang Emil, Tema 'Santri Siaga Jiwa Raga' menjadi sangat penting dan relevan di era pandemi Gorona Virus Desease (Covid-19) seperti sekarang ini. Di mana kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Doa). 

"Hal ini juga perlu diperhatikan masyarakat lndonesia pada umumnya agar tetap menyiagakan jiwa serta raganya demi kepentingan bangsa lndonesia, terutama dalam rangka bersama-sama untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19," ajaknya.

Ia mengatakan, semua patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi Covid-19. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi Covid-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

"Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang selama ini diajarkan para pimpinan pesantren (kiai/nyai) kepada santri-santrinya. Tidak lupa pula bahwa keteladanan mereka berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan pemerintah luar biasa," kata kang Emil. 

Kang Emil mengatakan, dua tahun lalu menjelang Peringatan Hari Santri 2019, kaum santri mendapatkan 'kado istimewa' berupa pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. 

Menurutnya, Undang-Undang tentang Pesantren ini berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat. 

"Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, kalangan pesantren kembali mendapatkan 'kado indah' dari Presiden Joko Widodo berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren," katanya. 

Oleh karena itu, kata Emil, melalui momen Upacara Peringatan Hari Santria thun 2021 ini, dirinya mengajak bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. 

"Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah Swt," katanya. (Fiqi)

Pemkab Cirebon Bersama Kemanag Peringati Hari Santri Nasional


KABUPATEN CIREBON - Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 tingkat Kabupaten Cirebon, berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, Jumat (22/10/2021).

Peringatan tersebut dipimpin langsung Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan sambutan Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas yang dibacakan Bupati Cirebon, HSN ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapkan setiap 22 Oktober adalah HSN.

Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan lndonesia.

Pada HSN 2021 ini, kata Imron, mengangkat tema "Santri Siaga Jiwa Raga". Maksud dari tema tersebut yakni, sebagai bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

"Bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan lndonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan lndonesia," kata Bupati Imron.

Imron mengatakan, tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan pada masa pandemi covid-19. Di mana, santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M+1D atau memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan Doa.

Beberapa pesantren berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi Covid-19. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi di tengah kondisi keterbatasan.

"Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang selama ini diajarkan oleh para pimpinan pesantren (kiai/nyai) kepada santri-santrinya. Tidak lupa pula bahwa keteladanan mereka berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh pemerintah," katanya.

Bentuk perhatian negara kepada santri yakni, pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Hal tersebut berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Kemudian pada 2021 ini, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.

"Melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan. Terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama," katanya.

Selain memperingati HSN 2021, Bupati Cirebon memberikan penghargaan Anugerah Santri yang diwakili tiga orang dengan menganugerahkan hibah tanah masing-masing 300 meter persegi untuk pembangunan kantor urusan agama (KUA). (din)

Kamis, 21 Oktober 2021

Reformasi Birokrasi Wujudkan Pemerintahan Demokratis dan Kesejahteraan Masyarakat

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati membuka Rapat Koordinasi Kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bidang Kelembagaan dan Tata Laksana secara daring, Kamis (21/10). 

Menurut Eti Herawwti, reformasi birokrasi merupakan bagian dari pembaharuan menyeluruh di semua bidang. Baik bidang ekonomi, politik, hukum, sosial dan budaya. 

Reformasi tersebut bukan hanya ditujukan untuk mewujudkan pemerintahan yang demokratis, namun juga untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat.

"Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah pemerintah daerah untuk mendapatkan pendampingan yang intensif dan detail dari Kemenpan-RB. Sehingga proses penyederhanaan birokrasi bisa sejalan dengan program prioritas Bapak Presiden Republik Indonesia," paparnya.  (din)

Penempatan Lulusan PKN STAN 2021, Pemkot Cirebon Bersama Kementerian Keuangan RI Lakukan Penandatanganan MoU


FOKUS CIREBON - Pemerintah Daerah Kota Cirebon bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU), Kamis (21/10/2021).

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini mengenai penempatan lulusan Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2021 secara virtual. 

"Seperti arahan dari Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani Indrawati agar lulusan PKN STAN tentu memiliki kualifikasi, tidak hanya dalam kompetensi teknis, namun juga karakter dan juga kepribadian yang terus professional, menjaga integritas, dan bisa diandalkan," tandas Eti Herawati.  (din)

Wakil Wali Kota Cirebon Menerima Kunjungan Kepala BNN Provinsi Jabar


FOKUS CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menerima kunjungan kerja Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol Beni Gunawan beserta para Kepala BNN Kota dan Kabupaten di Jawa Barat, Kamis (21/10).  

Eti Herwati menjelaskan, adanya pertemuan ini, kerja sama antara BNN dengan Pemda Kota Cirebon semakin erat dan sinergis sehingga program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berhasil di Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon. 


Perang melawan narkoba ini semua pihak harus terlibat, bersama bergerak melakukan pencegahan dari sindikat narkoba serta tindakan penyembuhan bagi para korban" tandas Eti Herawati. (din)

Sembilan RW di Kota Cirebon Menjadi Titik Pelaksanaan Program Plastik Sulit


FOKUS CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menerima kunjungan kerja Vice President for Knowledge Management and Sustainable Development Asian Development Bank (ADB), Bambang Susantono, serta Executive Director ADB, Arif Baharudin beserta jajaran, Kamis (21/10). 

Dalam pertemuan kali ini membahas terkait program plastik sulit. 

Rencananya ada 9 Rukun Warga (RW) di Kota Cirebon menjadi titik pelaksanaan program plastik sulit. 3 RW di Kesunean, 3 RW di Panjunan dan 3 RW di Cangkol.

Program ini pertama kali dilakukan di Kota Cirebon. Mudah-mudahan dapat menjadi pilot project untuk daerah lainnya. 

"Pemda Kota Cirebon mengucapkan terima kasih kepada ADB yang sudah banyak membantu. Karena selain program plastik sulit, sejumlah program yang didukung oleh ADB telah dilakukan di Kota Cirebon, salah satunya survei kemiskinan. Semoga semua berjalan sesuai rencana dan harapan,x tandasnya. (din)

Rabu, 20 Oktober 2021

Pemda Kota Cirebon Apresiasi Gerakan Santunan Kaleng Berkah Yang Digagas Karang Taruna Sukapura

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON -  Karang Taruna sebagai wadah generasi muda bersama-sama Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya menanggulangi masalah sosial tentu sesuai dengan tugas pokoknya. Terutama yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi di lingkungan sekitar.

Seperti Gerakan Santunan Kaleng Berkah yang digagas Karang Taruna Yudha Bima Sakti Kelurahan Sukapura. Sebuah gerakan yang sudah rutin dilakukan untuk menyalurkan bantuan bagi para yatim, piatu, dan dhuafa yang membutuhkan.

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati menegaskan, Pemda Kota Cirebon sangat mengapresiasi gerakan ini, dan berharap generasi muda agar selalu menjadi garda terdepan dalam mendukung program pemerintah, khususnya mengenai masalah kesejahteraan sosial. 

"Semoga gerakan ini menjadi contoh bagi kita semua, bahwa penting berbuat kebaikan dalam segala hal," katanya. (din)

Selasa, 19 Oktober 2021

PT Danarta Anugrah Divina Gandeng UMC Buka Pelatihan Berwirausaha Di Usia Muda Bagi Calon Wisuda

Pelatihan Wirausaha - Kerjasama PT DAD dengan Univeritas Muhammadiyah Cirebon bagi para calon wisudawan dan wisudawati UMC melalui kegiatan 'Kiat Mudah Mencari Kerja dan Berwirausaha di Usia Muda' yang digelar di Ruang Auditorium UMC, Rabu (19/10/2021).


FOKUS CIREBON - Membangun jiwa kewirausahaan (eunterpreuner) pada mahasiswa menjadi misi utama Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC). Hal itu, sebagai jawaban tantangan jaman, sekaligus memenuhi kebutuhan pasar.

Menurut Rektor UMC, Arief Nurudin MT, 
Hal ini dilakukan agar para mahasiswa UMC memiliki keterampilan, dan bisa berkarya di bidang apapun. Maka UMC pun digandeng bekerjasama dengan PT Andara Anugrah Divina (DAD) yang bergerak di sejumlah bidang usaha dan lainnya.

"Hari ini PT DAD tengah memberikan pelatihan bagaimana kiat mencari kerja dan Berwirausaha di usia muda bagi para calon sarjana yang akan di wisuda," terang Rektor Arief kepada Fokus Cirebon, Rabu (19/10/2021).

Dijelaskan, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, ada sebanyak 100 mahasiswa dari 573 mahasiswa UMC yang akan di wisuda. Tujuannya, selain soft skill, juga membangun kemandirian. Ini sebagai bentuk penyaluran bagi lulusan, baik yang memilih bekerja, usaha maupun yang melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

"Jadi setelah pelatihan ini akan ada kegiatan job fair, dan bagi mahasiswa yang memenuhi syarat akan diterima kerja di PT DAD," kata Arief.

Arief menegaskan, bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama Carier Development Centre (CDC) Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan PT DAD. 

CDC sendiri berfungsi sebagai tempat pengembangan karir dan eksistensinya sudah membuka kerjasama dengan berbagai bidang karir dengan pihak luar.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Audit, PT Danarta Anugrah Divina, Thomas Nugroho mengatakan, kiat sukses mencari kerja dan berwirausaha di usia muda ini, merupakan salah satu bentuk pelatihan yang kita berikan bagi mahasiswa UMC dalam menata karirnya ke depan.

Selain membuka kegiatan pelatihan, DAD juga membuka kerjasama di sejumlah bidang, baik itu dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia maupun dengan pihak lain di luar perguruan tinggi.

"Kita juga punya Warung Desa, yang fungsinya untuk mengajak banyak orang dalam meniti karir di bidang usaha. Warung Desa sendiri bergerak di usaha  penjualan pulsa, pembayaran air dan listrik serta lainnya," ucapnya. 

Thomas juga menjelaskan, bahwa Warung Desa bisa menjadi tempat bermitra dari lulusan UMC dan mereka bisa menjadi pengusaha-pengusaha muda, bahkan juga mereka bisa menjadi agen usaha.

Selain Warung Desa, ada juga Sahabat Desa dan PT DAD juga membangun literasi keuangan di desa. "Kita ajak warga masyarakat desa untuk bisa mengatur keuangannya, sehingga masyarakat bisa memenej keuangan untuk keluarga dan masa depan anak-anaknya. Terutama untuk pendidikan anak dan kebutuhan lainnya," papar Thomas.


Terkait kerjasama ini, Thomas mengaku bahwa Universitas Muhammadiyah Cirebon sebagai universitas yang bagus dan berkarakter. "Jadi kita tertarik dan membuka kerjasama tersebut. Mudah-mudahan lulusan dari sini bisa bekerja atau berkarya di kami," terangnya.

Thomas juga berharap, kerjasama dengan pihak UMC ini bisa panjang, sehingga alumninya bisa berkarya di tempatnya. 

"Kerjasama ini juga dalam rangka untuk memajukan atau membantu lulusan  UMC untuk melihat dunia usaha," tandasnya menutup perbincangan  dengan Fokus Cirebon. (din)


Senin, 18 Oktober 2021

Untuk Turun ke PPKM Level 2, Kabupaten Cirebon hanya Butuh Percepatan Vaksinasi


FOKUS CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya membawa wilayahnya turun ke level 2 pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Saat ini, Kabupaten Cirebon masih berada di level 3. Sebagai syarat agar daerah bisa turun level PPKM yakni, angka kematian akibat kasus Covid-19 menurun, bed occupancy rate (BOR) berkurang, rendahnya kasus aktif Covid-19, serta capaian vaksinasi.

Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Enny Suheaeni mengatakan, capaian vaksinasi di Kabupaten Cirebon baru sebesar 34,42 persen atau sekira 600.000 lebih.

Sementara, jumlah sasaran masyarakat Kabupaten Cirebon dalam program vaksinasi Covid-19 ini sebanyak 1.782.964 jiwa.

"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) semua pihak untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi ini. Sehingga nantinya, Kabupaten Cirebon bisa turun ke level 2 atau level 1," kata Enny saat rapat evaluasi penanganan Covid-19 dan pilwu serentak di Gedung Setda, Kabupaten Cirebon, Senin (18/10/2021).

Enny mengatakan, per Minggu (17/10/2021), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon menembus angka 24.134 kasus. Dari jumlah tersebut, 23.398 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Ditambahkan Enny, masyarakat di Kabupaten Cirebon yang saat ini masih terkonfirmasi positif Covid-19 hanya 28 orang. Sebanyak 18 dirawat di rumah sakit dan 10 lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon terus melandai. Dalam sepekan terakhir ini, penambahan kasus hanya satu. Ini artinya, untuk turun level hanya percepatan vaksinasi saja," kata Enny.

Kemudian, tolok ukur perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon terus melandai yakni bertambahnya zona hijau di desa. Tercatat, dari 424 desa/kelurahan, 419 berada di dalam zona hijau.

Enny mengatakan, sebanyak 9 desa lainnya masih berada di zona kuning (risiko rendah). "Kabupaten Cirebon tidak memiliki zona oranye apalagi zona merah," kata Enny. (Bam)

Bupati Kagum, Bukan Arsitek Kang Ujang Mampu Mendesain Wisata Alam


FOKUS CIREBON.- Wisata Anti Galau Talaga Langit di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, diresmikan pada Senin (18/10/2021). 

Objek wisata milik Youtuber Kondang Ustaz Ujang Busthomi ini diharapkan menjadi destinasi favorit baru di kabupaten tersebut.

Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag mengatakan, tempat tersebut sangat representatif untuk dikunjungi. Selain menyajikan panorama alam, objek wisata ini pun menyediakan fasilitas untuk anak hingga orang dewasa.

"Saya sangat kagum sekali, Kang Ujang ini bukan seorang arsitek, tetapi bisa mendesain tempat ini sangat indah," kata Bupati Imron.

Sedangkan, Ujang Busthomi mengatakan, rencana pembangunan objek wisatanya ini sudah dipikirkan sejak lama. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan pula terhadap alam.

Selain itu, kata Ujang, tempat tersebut dibangun untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang desa wisata. "Dengan wisata akan menambah pula pendapatan daerah," katanya.

Pantauan tim Diskominfo Kabupaten Cirebon, di Wisata Anti Galau Talaga Langit ini pengunjung disuguhkan langsung pemandangan Setu Patok dan Gunung Ciremai yang ada di Kabupaten Kuningan.

Selain itu, beberapa spot pun disediakan oleh pengelola untuk pengunjung yang ingin berswafoto menikmati pemandangan matahari terbenam. (din)

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Wisuda 1336 Lulusan Sarjana, Magister dan Doktor

Prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor XXIII IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Swiss-Belhotel, Senin (18/10/2021) berjalan khidmat dengan protokol kesehatan yang ketat. 



FOKUS CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melalui Senat Terbuka Wisuda Sarjana, menyelenggarakan kegiatan wisuda XXIII bagi lulusan program Sarjana, Magister dan Doktor semester ganjil tahun akademik 2021/2022, di Swiss-Belhotel, Senin (18/10/2021), dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Prosesi Wisuda dengan tema 'Meneguhkan Jati Diri Alumni Menebar Islam Rahmatan Lil'alamin dalam Bingkai NKRI' ini, digelar secara offline dan diikuti sebanyak 1336 wisudawan dan wisudawati yang pelaksanaanya dibagi ke dalam tiga gelombang.

Untuk gelombang pertama sebanyak 483 wisudawan. Mereka berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kependidikan Jurusan PAI, PBA, Bahasa Inggris, IPS, Matematika dan Biologi.

Pada gelombang kedua prosesi wisuda dilaksanakan pada Rabu (20/10/2021), dengan jumlah wisuda sebanyak 496. Jumlah ini berasal dari FITK Jurusan PGMI, PIAUD, MPI dan Bahasa Indonesia. Sedang wisuda dari FSEI dari semua jurusan.

Sedang prosesi wisuda gelombang ketiga dilaksanakan pada Kamis (21/10/2021) banyak 357. Jumlah ini berasal dari Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) dari semua jurusan dan Pascasarjana S2 dan S3.

Wisuda ke XXIII sendiri membawa rasa bangga bagi para wisudawan dan wisudawati IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Mereka dengan pakaian toga, satu-persatu mulai memasuki ruangan Auditorium Swiss-Belhotel, dengan rasa bahagia.


Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dalam pidato wisuda  menyatakan, secara sederhana, transformasi khazanah keilmuan secara menyeluruh dalam rangka menciptakan intelektual organis menjadi visi utama dari universitas Islam. 

Maka dari pemahaman tersebut, fungsi universitas Islam bukan sebatas transfer of knowledge, namun sekaligus juga mengemban tugas aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal. 

Maka dalam rangka menjalankan tugas tersebut, Rektor Sumanta mengambil pendapat Amin Abdullah, bahwa universitas Islam harus memiliki sekaligus mengaplikasikan pendekatan dalam studi agama yang bercorak sosio-historis dan rasional-filosofis. 

Hal tersebut diperlukan untuk menggantikan paradigma lama yang dikotomis, yang membenturkan antara ilmu agama dan ilmu umum. 

Karena itu, IAIN Syekh Nurjati mengetengahkan paradigma organis sebagai landasan filosofis dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Paradigma organis, kata Sumanta,  berarti menjadikan aktivitas kependidikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari beragam komponen yang secara terpadu bekerja bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu, yaitu aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal.

Rektor Sumanta juga mengingatkan, bahwa ketika IAIN Syekh Nurjati bertransformasi menjadi UISSI, sebagai universitas berbasis siber, tugas tersebut menemui tantangan baru, yaitu tantangan aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal di ruang maya.

"Transformasi IAIN menjadi UISSI bukan hanya merupakan peluang besar, namun juga sekaligus menjadi tantangan yang nyata. Karena bagaimana pun, penggunaan teknologi bukan hanya mendatangkan manfaat, tetapi juga dapat menimbulkan permasalahan yang besar apabila penggunaan teknologi tersebut tidak dilakukan dengan bijak," terangnya.

Selain itu, dengan memaksimalkan penggunaan teknologi, kampus berbasis siber dapat meruntuhkan dinding batasan primordial karena dapat diakses secara global. Namun di saat yang sama, hal tersebut juga dapat menjadi ancaman serius apabila tidak memiliki distingsi yang jelas. Distingsi yang bukan sekedar sebagai pembeda atau penciri, namun juga sekaligus sebagai dasar filosofis. 


Sumanta juga mengingatkan bahwa ruang maya merupakan ruang virtual yang sengaja dibuat oleh manusia namun manusia sendiri justru tidak dapat menentukan dengan pasti berapa luas ruang tersebut. 

Karena itu, kata Sumanta, dengan dukungan internet dan teknologi, ruang maya pada gilirannya berubah menjadi sebuah ‘dunia baru’ yang perkembangannya bahkan tidak pernah dibayangkan oleh manusia sebelumnya.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, IAIN Syekh Nurjati yang kini bertransformasi menjadi kampus berbasis siber (UISSI) mengimplementasikan kerangka paradigma organis dalam model sirkular. Yaitu satu model pengintegrasian ilmu agama dan ilmu umum secara berkesinambungan dan simultan," katanya.
 
Artinya, lanjut Sumanta, pengintegrasian keduanya bukan hanya sebatas menemukan keterkaitan, namun juga melihat lebih jauh bagaimana keduanya saling mempengaruhi sekaligus saling membutuhkan satu sama lain. 

Karena itu, agar integrasi tersebut dapat dikatakan sebagai suatu kesinambungan maka memerlukan setidaknya dua hal, yaitu teknologi dan nilai kearifan lokal. 

"Bukan tanpa alasan nilai kearifan lokal menjadi hal yang penting dalam konteks integrasi keilmuan. Karena bagaimanapun, Cirebon memiliki mata rantai historis dari sisi sosiokultur keagamaan yang pernah menjadikan Cirebon sebagai salah satu destinasi pengembangan pengetahuan, khususnya Islam. Dengan demikian, diharapkan nilai kearifan lokal tersebut dapat semakin merekatkan ilmu agama dan ilmu umum," ujarnya.


Demikian juga memanfaatkan teknologi sebagai alat, dan menginternalisasi nilai kearifan lokal sebagai paradigma filosofis, maka proses integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dapat terjadi secara simultan dan sekaligus dapat diaplikasikan secara nyata di ruang maya, sehingga diharapkan dapat membangun pengetahuan dan ide baru melalui penyatuan nilai-nilai sekaligus informasi dari beragam paradigma keilmuan.

"Secara kelembagaan, paradigma integrasi yang dijelaskan di atas memiliki tujuan untuk dapat membantu dan mendorong seluruh sivitas akademika agar dapat mengaktualisasikan dirinya dengan nilai-nilai Islam yang universal sehingga mampu menjadi manusia paripurna (insan al-kamil)," jelasnya.

Untuk itu, dihadapan ratusan wisudawan, Sumanta berharap, agar para alumninya nanti mampu mengintegrasi antara ilmu agama dengan ilmu umum tersebut. "Jadi harus bisa bertanggung jawab terhadap nilai-nilai kebangsaan dan keislamannya, juga keilmuannya," kata Rektor Sumanta. (din)

 

Rektor Sumanta Tekankan 'Intelektual Organis' Pada Pidato Prosesi Wisuda Sarjana XXIII IAIN Cirebon

 

Wisuda Sarjana XXIII, Perketat Prokes saat memasuki ruang prosesi wisuda.


FOKUS CIREBON - Prosesi wisuda XXIII IAIN Syekh Nurjati Cirebon bikin semua orang nyaman dan bahagia. Betapa tidak, semua area yang menjadi tempat prosesi wisuda sudah didesain sedemikian rupa hingga membuat suasana terasa nyaman.


Seperti juga saat melihat di lokasi parkiran kendaraan lantai 3, satu persatu, para wisudawan XXIII IAIN Syekh Nurjati Cirebon mulai berdatangan ke tempat prosesi wisuda dengan wajah sumringah bahagia. 

Mereka datang bersama keluarga dengan pakaian lengkap jubah toga dan topi kesarjanaannya. Mereka langsung di arahkan panitia untuk melakukan sejumlah rangkaian protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak.

Di lokasi parkiran kendraan, panitia juga sudah mempersiapkan tempat penungguan bagi para pengantar. Panitia melarang satu sama lain untuk berkerumun dan harus wajib mengenakan masker. Situasi ini benar-benar membuat prosesi wisuda XXIII di  Swiss-Belhotel, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, berjalan lancar dan nyaman, Senin, (18/10/2021).

Hal yang sama panitia wisuda pun memperlakukan para wisudawan untuk mengikuti aturan wisuda. Mereka tidak mudah untuk memasuki ruang di mana prosesi wisuda akan berlangsung. Pasalnya, mereka satu persatu harus mengikuti aturan Prokes dengan wajib mengenakan masker, mencuci tangan, cek suhu dan menjaga jarak.

Di ruang prosesi wisuda, mereka para wisudawan juga diarahkan ke tempat duduk yang sudah disediakan pihak panitia. Tujuannya adalah agar ruangan tetap steril dan nyaman.

Sementara bagi orang tua atau pengantar, oleh pihak panitia dilarang masuk ke dalam ruangan. Hal ini untuk menjaga jarak antara satu dengan lainnya. 

Oleh panitia, para pengantar juga sudah disediakan tempat tersendiri. Termasuk kendaraan yang dibawa oleh pengantar. Hal ini agar tidak mengganggu kelancaran dari prosesi wisuda.

Setelah semuanya berjalan baik, di dalam ruang prosesi wisuda diraut wajah para wisudawan kian terpancar rasa kegembiraan, karena sebentar lagi mereka akan dilantik sebagai sarjana.


Sementara itu, pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor XXIII IAIN syekh Nurjati Cirebon, dengan tema 'Meneguhkan Jati Diri Alumni Menebar Islam Rahmatan Lil'alamin dalam Bingkai NKRI' dibuka dengan laporan Ketua Senat dan Pembacaan SK Rektor IAIN Cirebon oleh Wakil Rektor I, Dr H Saefudin Juhri M.Ag.

Kepada Fokus Cirebon, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag menyatakan, dirinya lebih menekankan tentang pentingnya mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Mengapa, karena inilah yang harus dipertanggungjawabkan oleh para alumni terkait keislaman dan kebangsaan. 

Sumanta juga menjelaskan, secara sederhana, transformasi khazanah keilmuan secara menyeluruh dalam rangka menciptakan intelektual organis menjadi visi utama dari universitas Islam. 

Maka, dari pemahaman tersebut dapat dikatakan bahwa fungsi universitas Islam bukan sebatas transfer of knowledge, namun sekaligus juga mengemban tugas aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal. 

Dirinya sependapat dengan pernyataan Universitas Islam harus memiliki sekaligus mengaplikasikan pendekatan dalam studi agama yang bercorak sosio-historis dan rasional-filosofis. 

Hal tersebut diperlukan untuk menggantikan paradigma lama yang dikotomis, yang membenturkan antara ilmu agama dan ilmu umum. 

Karena itu, kata Sumanta, IAIN Syekh Nurjati mengetengahkan paradigma organis sebagai landasan filosofis dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

"Paradigma organis tersebut berarti menjadikan aktivitas kependidikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari beragam komponen yang secara terpadu bekerja bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu, yaitu aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal," katanya.

Sumanta juga menegaskan, IAIN Syekh Nurjati bertransformasi menjadi UISSI, sebagai universitas berbasis siber, tugas tersebut menemui tantangan baru, yaitu tantangan aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal di ruang maya. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, tambahnya, IAIN Syekh Nurjati yang kini bertransformasi menjadi kampus berbasis siber (UISSI) mengimplementasikan kerangka paradigma organis dalam model sirkular. Yaitu satu model pengintegrasian ilmu agama dan ilmu umum secara berkesinambungan dan simultan.

"Jadi jelas, secara kelembagaan, paradigma integrasi di atas memiliki tujuan untuk dapat membantu dan mendorong seluruh sivitas akademika agar dapat mengaktualisasikan dirinya dengan nilai-nilai Islam yang universal sehingga mampu menjadi insan kamil," terangnya.


Sumanta juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh orang tua mahasiswa yang sudah mempercayakan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai tempat belajar dan menimba ilmu. "Kita akan terus berupaya menjadi yang terbaik dan mencetak para alumni yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan jaman," paparnya. (din)