Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 11 November 2021

Di Ultah Yang Ke 6, Jurusan Bahasa Indonesia IAIN Cirebon Mendapat Ucapan 'Selamat' dari Budayawan Kondang Indonesia, Sujiwo Tejo

Budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo Berikan Ucapan Selamat kepada HIMABI IAIN Cirebon di Ultah yang ke 6 tahun.


FOKUS CIREBON - Jurusan Bahasa Indonesia, IAIN Syekh Nurjati Cirebon di hari ulang tahunnya yang ke 6 tahun mendapat ucapan 'selamat' dari tokoh budayawan ternama, Agus Hadi Sudjiwo atau yang lebih dikenal dengan Sujiwo Tejo, seorang aktor, pemusik, penulis dan budayawan Indonesia, Kamis (11/11/2021).

Sujiwo Tejo melalui chanel video pribadinya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 6 kepada mahasiswa Bahasa Indonesia yang ke enam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, semoga kalian masih bisa menjadikan Bahasa Indonesia bukan saja sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai alat untuk berekspresi.

"Bangkit, jangan menyerah, jangan terserah, sampai jumpa dengan aku," kata Sujiwo Tejo.

Demikian juga menurut Ketua Jurusan Bahasa Indonesia, Dr Hj Tati Sri Uswati, bahwa dalam menyambut momentum hari ulang tahun jurusan Bahasa Indonesia, pihaknya menggelar sejumlah ajang perlombaan, seperti pidato, cipta puisi, membaca puisi, dan menulis esai.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai tingkatan pendidikan, baik SMP, SMA sederajat hingga tingkat mahasiswa se-Jawa Barat, yang diadakan di Auditorium FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon lantai 5 dan via daring dengan menggunakan media Zoom Meeting.

Demikian juga dengan kegiatan Webinar Nasional yang diisi oleh budayawan nasional Sujiwo Tejo, membuat seluruh peserta baik siswa, mahasiswa, dosen dan masyarakat umum konsen menyimak pemaparan budayawan kondang tersebut. 

"Kegiatan ini, selain memperingati bulan bahasa, acara ini juga sekaligus merayakan Harlah ke-6 Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI), dan dari pemateri Sujiwo Tejo, kita bisa memetik ilmu dari materi yang disampaikan," tutur Ketua Jurusan Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati, kepada Fokus Cirebon.

Dijelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan HIMABI dan Jurusan Tadris Bahasa Indonesia diranah regional jawa barat bahkan nasional dengan tema "Bangkitkan Kecintaan Berbahasa Melalui Sastra dan Budaya". 

Perlombaan-perlombaan yang digelar, lanjut Tati Sri Uswati, sebagai ranah mengembangkan kreatifitas siswa dan mahasiswa di bidang sastra.   

Ke depan, kata Tati Sri Uswati, HIMABI punya cita dan harapan besar yakni akan terus meningkatan prestasi, kreativitas, serta berbenah diri menjadi organisasi yang mandiri, profesional dan terus mengembangkan ide dan inovasi.

Masih menurut Tati Sri Uswati, bahwa Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon, harus menjadi pionir atau acuan bagi himpunan lainya. 

"Walau pun usianya masih seumur jagung, Jurusan Bahasa Indonesia sudah banyak mengukir prestasi di kancah internal kampus, regional dan nasional, tentunya dengan harapan terus melaju sampai Internasional," katanya.

Kendati demikian, Tati Sri Uswati berharap, HIMABI dapat lebih bersinergi dengan jurusan untuk mewujudkan visi misi jurusan secara bertahap sehingga kegiatan-kegiatan HIMABI dapat lebih mengeksplorasi kemampuan mahasiswa terkait kemampuan berbahasa dan bersastra secara  lebih terarah, kreatif dan inovatif, serta berdaya saing global dengan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman yang moderat dan berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal," pungkasnya. (din)

Pemkab Cirebon dan Pemkab Kuningan MoU Pengelolaan Sumber Daya Air

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, menandatangani naskah perjanjian terkait pengelolaan sumber daya air (SDA) di Kabupaten Kuningan untuk keperluan masyarakat di Kabupaten Cirebon yang dikelola Perumda Air Minum Tirtajati.

Penandatanganan naskah tersebut, dilakukan Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag dan Bupati Kuningan H. Acep Purnama, S.H., M.H di Hotel Patra, Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/11/2021) malam.

Imron mengatakan, Berdasarkan Undang-Undang (UU) No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, disebutkan setiap pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk kerjasama dengan daerah lainnya.

Menurut Imron, kerjasama antara Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Kuningan ini dilakukan saling menguntungkan, lantaran bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Kebutuhan air untuk Kabupaten Cirebon ini tidak lepas dari suplai Kabupaten Kuningan. Air dari Kuningan sangat bersih dan disukai sekali masyarakat," kata Bupati Imron.

Imron mengatakan, kerjasama yang dilakukan kedua pemerintahan ini sebelumnya pernah dilakukan. Diharapkan, kerjasama ini bisa terus berlanjut.

Senada dengan Bupati Cirebon, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, S.H., M.H   mengaku sangat antusias dengan kerjasama ini. Menurutnya, kalau sudah berhubungan dengan kepentingan masyarakat itu artinya pemerintah harus bertanggung jawab.

Acep menambahkan, pihaknya bakal terus menjaga ketersediaan air baku, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut dilakukan agar suplai ke Kabupaten Cirebon tidak terhambat. (din)

Rabu, 10 November 2021

Maknai Hari Pahlawan, DPRD Kota Cirebon Harap Lahir Generasi Unggul

CIREBON – Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd memaknai Hari Pahlawan dengan penuh harapan tinggi untuk masyarakat. Khususnya semangat juang para pahlawan yang harus di teruskan oleh masyarakat, meskipun semangat juang pada era dahulu dan modern sangat berbeda.

Affiati mengatakan, melalui tema ‘Pahlawanku Inspirasiku’ ini dapat diambil makna yang mendalam. Utamanya semangat perjuangan yang perlu ditularkan dan diaplikasikan oleh generasi muda.

“Kalau kemarin perjuangan masyarakat melawan penjajah. Namun berbeda di era sekarang, yakni berjuang melawan kemiskinan, kebodohan serta melahirkan generasi muda yang lebih baik,” kata Affiati usai mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021) di halaman gedung Setda Kota Cirebon.

Affiati menambahkan, dengan generasi yang lebih baik diharapakan akan menjadikan Indonesia semakin kuat dan unggul.

“Generasi yang berkualitas maka akan menjadikan negara kita semakin baik,” ungkapnya.

Menurutnya, peran DPRD dalam melahirkan generasi yang unggul, yakni dengan mendukung program kerja pemerintah daerah dan pusat.

“Peran DPRD akan mendukung program pemerintah, baik yang ada di daerah maupun program yang selaras dengan pemerintah pusat,” kata dia.

Politisi Partai Gerindra itu juga mengingatkan, bahwa semangat gotong royong yang dilakukan oleh para pejuang di era dahulu perlu diteruskan oleh generasi muda.

“Kita juga perlu menunjukkan bahwa semangat gotong royong atau saling membantu sesama harus terus dilakukan. Terlebih di masa pandemi Covid-19,” katanya. (din)

Layanan Cirebon Siaga 112 Raih Terbaik Pertama Pada Ajang IdenTIK 2021

CIREBON – Layanan Cirebon Siaga 112 meraih terbaik pertama dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2021 sekaligus akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) 2022.

Di balik penghargaan tersebut, ada peran operator telepon (call taker) yang melayani pengaduan dari masyarakat 24 jam non stop. Mereka siaga menjadi penerima aduan.

Salah seorang call taker Cirebon Siaga 112, Yuli Yanti, S.Pd., menceritakan, dalam sehari ia bisa menerima 3 sampai 5 pengaduan dari masyarakat. Pengaduan yang masuk sebagian besar keluhan terhadap layanan publik dan keadaan darurat.

“Tidak tentu sih jumlahnya. Tapi ada saja yang menelepon layanan Cirebon Siaga 112 setiap harinya,” ungkap Yuli, Rabu (10/11/2021).

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

Setiap pengaduan yang masuk akan diteruskan ke instansi terkait. Yuli memperkirakan, butuh waktu 15 menit untuk instansi merespons setiap pengaduan kedaruratan seperti kecelakaan, kebakaran hingga bencana alam.

“Misalnya kalau kebakaran, kami teruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), kalau pertolongan pertama diteruskan ke Public Safety Center (PSC) 119, kalau ada pohon tumbang dan musibah akibat bencana kami teruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon,” papar Yanti.

Saat pandemi Covid-19, pihaknya menerima pengaduan seputar vaksinasi, dari tempat sampai cara mencetak kartu vaksin. Tak jarang juga, pengaduan datang dari masyarakat yang berada di luar Kota Cirebon.

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

“Kami tetap terima dan jelaskan fungsi dari Cirebon Siaga 112,” kata Yanti yang telah bertugas sejak Cirebon Siaga 112 berdiri.

Dia menilai, layanan Cirebon Siaga 112 sangat efektif menjadi layanan pengaduan masyarakat Kota Cirebon. Terlebih masyarakat tidak memerlukan pulsa untuk menghubungi layanan 112.

“Layanan 112 gratis tanpa dikenakan kuota, bahkan tanpa kartu perdana,” katanya.

Dia tidak menyangka, Cirebon Siaga 112 mendapat penghargaan terbaik pertama dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2021. Penghargaan ini menjadi motivasi ke depan agar lebih baik dalam melayani masyarakat Kota Cirebon.

“Tidak menyangka, perjuangan kami diganjar penghargaan. Ini jadi motivasi kami untuk terus berusaha memberikan yang terbaik,” katanya. (din)

Walikota Cirebon Mengapresiasi Atlit Kota Cirebon Mewakili Jabar di PON XX Papua

CIREBON – Wali Kota Cirebon apresiasi atlet berprestasi dari Kota Cirebon yang mewakili  Provinsi Jabar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat penyambutan atlet dan pelatih berprestasi Kota Cirebon pada kontingen Jawa Barat yang berlaga di PON XX 2021 di ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon. 

“Prestasi yang diberikan oleh atlet asal Kota Cirebon tentu sangat membanggakan,” tegas Azis, Rabu (10/11/2021).  

Prestasi yang mereka torehkan selain membawa harum nama Provinsi Jawa Barat juga membawa harum nama Kota Cirebon.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, lanjut Azis, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan memberikan apresiasi kepada mereka. 

“Mereka telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemda Kota Cirebon juga akan memberikan kadeudeuh kepada mereka,” tutur Azis. 

 tersebut  dialokasikan pada tahun anggaran 2022. “Secepatnya. Triwulan pertama kita harapkan sudah dicairkan,” tutur Azis.

Apresiasi diberikan baik kepada atlet maupun pelatih yang berprestasi sesuai dengan porsinya. Dengan apresiasi yang diberikan Azis berharap prestasi yang diraih atlet-atlet asal Kota Cirebon dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan.

Sebanyak 17 atlet asal Kota Cirebon turut serta mewakili Provinsi Jabar di ajang PON XX di Papua. Mereka menyumbangkan 8 medali terdiri dari 2 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Sementara itu Ketua KONI Kota Cirebon, Wati Musilawati, mengaku sangat bersyukur karena atlet dan pelatih yang berlaga di PON XX Papua dapat diterima dengan baik oleh Wali Kota dan perangkat daerah di Kota Cirebon. 

“Ini apresiasi dan kebanggan terhadap atlet kita yang berangkat ke PON,” tutur Wati. 

Wati juga berharap apresiasi yang akan diterima oleh para atlet dapat diterima dengan baik dan menjadi pemicu untuk berprestasi lebih baik lagi. (din)

 

Pemprov Jabar Gelar Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama

Kegiatan Sosialiasi Kerukunan Antar Umat Beragama, Besutan Pemprov Jabar melalui Biro Kesra di salah satu hotel di Cirebon, (10/11/2021).


CIREBON, FC - Pemerintah Daerah  Provinsi Jawa Barat melalui Biro Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama dengan Tema Meneguhkan Jawa Barat Sebagai Rumah Bersama Semua Umat Beragama disalah satu hotel berbintang di kawasan Jalan Siliwangi Kota Cirebon  (10/11). 

Menurut Ketua Panitia H. Mamat Rahmat dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan indeks kerukunan umat beragama, mempublikasikan bahwa Jawa Barat Juara Lahir dan Batin dalam kerukunan hidup beragama, bersilaturahmi dan komunikasi dengan sesama umat dan umat lainnya dengan penuh kerukunan, kedamaian dan persaudaraan, ujar H. Mamat Rahmat yang juga sebagai Kasubag Kelembagaan Biro Kesra Setda Pemprov Jawa Barat.

Menurut H. Mamat Rahmat kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari  sejak tanggal 10 hingga 12 Nopember dan diikuti oleh 120 peserta,  dan  para peserta akan menerima materi dari Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Kapolda Jabar, Pangdam III/SLW,  UIN  SGJ  BDG,  Pemprov Jabar, Praktisi dan Ulama Jabar,  ujarnya.

Sementara itu Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Jawa Barat, Drs. H. Barnas Adjidin saat membuka acara tersebut mengatakan,  bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana Hari Pahlawan  sehingga dapat membangkitkan semangat kita semua sebagai penerus cita cita para pahlawan kusuma bangsa. 

Selain itu juga kegiatan ini sejalan dengan Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yakni Jawa Barat Lahir dan Batin, Jabar  lahir dalam pengertian harus sehat, berpendidikan, bekerja, bersosialisasi dan Jabar Batin dalam pengertian agama dan religius dengan hidup rukun dan berdampingan dengan semua agama tentunya dengan toleransi saling menghargai yang kuat sebagai pondasi kebersamaan dan kerukunan  umat beragama di Jawa Barat. 

Hadir dalam acara Pembukaan perwakilan  Kepala Kantor Kemenag Kota/Kab Cirebon, Sekretaris MUI Kota Cirebon, Sekretaris PD DMI Kota Cirebon dan Ormas Islam Kota/Kab. Cirebon lainnya. (Didi)

IAIN Cirebon Menjadi Peserta Perkemahan Wirakarya Nasional di Palembang

PALEMBANG, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama 57 perwakilan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) Se Indonesia mengikuti kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) di Lapangan Utama Jakabaring, Palembang, Rabu (10/11/2021).

Pada kegiatan tersebut, seluruh perwakilan PTKIN disambut dengan Upacara adat pramuka di hari pertama Perkemahan Wirakarya Nasional.

Kegiatan tersebut juga dari lintas agama serta bertepatan dengan Hari Pahlawan, upacara adat tersebut bertema “Bhineka Tunggal Ika”.

Warna-warni busana adat yang dikenakan peserta menambah semarak kegiatan tersebut. Beraneka macam warna busana tersebut mempresentasikan suku dan asal daerah masing-masing peserta.

Bahkan ketika hujan mengguyur lapangan utama di mana kegiatan berlangsung, peserta tetap khidmat mengikuti seluruh kegiatan sekalipun pakaian mereka basah. Sehingga suasana kebangsaan dan persatuan mereka sangat terlihat kompak.

Berdasarkan laporan yang diterima Fokus Cirebon, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim antar anak bangsa. "Inilah bukti kebangsaan yang mempererat persatuan, tak ada lagi perbedaan dan mereka sangat menjunjung tinggi "Bhineka Tinggal Ika".

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag foto bersama di kegiatan PWN Palembang

Sementara itu, 58 yang menjadi peserta pada kegiatan ini, dan sebagai bentuk informasi, bahwa acara adat ini merupakan ceremony yang menjadi tata nilai dan harus ditaati. Karena, acara tersebut diciptakan oleh satuan pramuka dalam setiap kegiatan. (din)

Sekda Kabupaten Cirebon Meminta Dinsos Segera Benahi Data Kemiskinan


SUMBER, FC - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si bersama Sekda Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si, dan anggota DPRD mengikuti Rakor Kuota Kepesertaan PBI JK APBN Kabupaten Cirebon di Dinas Sosial, Rabu (10/11/2021).

Dalam paparannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Dr. Iis Krisnandar, SH, CN mengatakan, jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Cirebon pada 8 Oktober 2021 mencapai 1.063.563. Bahkan, yang masih aktif mencapai 939.011 orang yang terdiri dari PBI DTKS, Non DTKS. 

"Dari kuota 939.011 ini semuanya PBI Jaminan Kesehatan APBD, dengan PBI DTKS 807.461, Non DTKS 131.540, jadi sisa kuota 119.507 sedangkan yang di Non-aktifkan mencapai 114.850 orang," katanya.

Selain itu, kata Iis, pada tanggal 26 Oktober 2021 ada sedikit perubahan data pada PBI Jaminan Kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. 

"Kuota 945.599 dan Aktif 945.599 terdiri dari PBI DTKS 837.043, PBI Non DTKS 108.555. Sedangkan yang di Non aktif 139.475 itu juga terdiri dari yang meninggal dunia, pindah segmen, ganda, NIK tidak ditemukan, serta tambahan non aktif 25.356 orang," ujarnya. 

Iis mengatakan, pihaknya setiap bulan melakukan verval untuk memastikan jumlah yang benar-benar valid di Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, penetapan dari Kementerian Sosial, jumlah warga miskin di Kabupaten Cirebon mencapai 1,9 juta

"Karena pada saat itu tahun 2020 ada Covid-19 dan juga ada BST, sehingga yang perlu kami padankan ada dua hal yaitu pertama mengenai pemadanan administratif, kedua subtantif. Administratif aja kami belum beres apalagi subtantif, tetapi kami lakukan sambil berjalan. Ke depan kalau ditemukan di administratif maka subtantifnya kami hapus," kata Iis.

Iis menjelaskan, beban anggaran Kabupaten Cirebon untuk PBI yang sesuai dengan DTKS mencapai Rp 5 miliar lebih.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si mengatakan, dirinya kaget saat mendapatkan laporan kalau angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon mencapai 71 persen. Bahkan tidak dipungkiri di era pandemi Covid-19 banyak yang terdampak. 

"Mungkin jumlah UMKM di Kabupaten Cirebon ada 35 ribu, lalu pada era pandemi menjadi bertambah, saya pikir masuk akal juga kalau ada 71 persen angka kemiskinan, karena adanya pandemi," katanya. 

Ayu menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 banyak warga Kabupaten Cirebon yang terdampak, baik dari segi ekonomi dan sosialnya. 

"Saya dapat laporan dari Disnaker, ada 120 ribu orang yang terkena PHK selama pandemi Covid-19, sehingga angka kemiskinan di Kabupaten menjadi naik," kata Ayu.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si mengatakan, pihaknya meminta Dinas Sosial agar melakukan prioritas sebaik mungkin antara data dan fakta. 

"Datanya dibenahi, jangan sampai datanya ada dan faktanya enggak ada yang miskin. Itulah pentingnya verval," katanya.

Selain itu, kata Rahmat, sementara ini belum ada anggaran dari tahun 2020 sampai 2021 ke dinsos untuk melakukan verval. 

"Saya ucapkan banyak terimakasih kepada jajaran Dinsos, meskipun anggaran buat melakukan verval DTKS belum ada, mereka tetap berjalan," ucapnya. (din)

Selasa, 09 November 2021

LP2M Adakan Pelatihan Manajemen Masjid Se Kecamatan Losari Brebes, Jawa Tengah


LOSARI, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas pengurus DKM Se-Kecamatan Losari, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (09/11/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al Mabrur, Desa Karangdempel, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes ini, diikuti oleh 42 peserta. Mereka terdiri dari Pengurus Masjid se-Kecamatan Losari.

Sambutan pembukaan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang disampaikan oleh Sekretaris LP2M, Hj. Ery Khaeriyah, S.Ag, MA menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian Masyarakat. 

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka berbagi pengalaman, dan wawasan terkait dengan manajemen kemasjidan, yakni bagaimana mengelola masjid sehingga fungsi masjid bisa maksimal dan tidak hanya untuk kepentingan ibadah saja, karena pada dasarnya Masjid memiliki potensi ekonomi, sosial, dan budaya sebagaimana zaman Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Dalam pelatihan ini terdiri dari dua sesi materi. Materi yang pertama disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag selaku Ketua DKM At-Taqwa Kota Cirebon sekaligus Pengurus DMI Jawa Barat. 

Dalam pemaparannya, Dr H Ahmad Yani M.Ag pemateri pertama menegaskan bahwa Pengurus DKM Masjid itu merupakan amanah yang sangat mulia, karena kita mengurus rumah Allah, mengurus tempat ibadah.

“Mengurus masjid walaupun bukan seperti institusi atau lembaga layaknya lembaga formal lainnya, tetap harus menggunakan prinsip manajemen yang baik sehingga bisa maksimal, diantaranya langka awal dengan menentukan Visi, Misi, dan tujuan bersama oleh Pengurus DKM tersebut,” papar Yani.

Dari materi dari Kang Yani ini, kemudian  dilanjut dengan unjuk kerja dengan memberikan lembar kerja yang berisi form Visi dan Misi, Tujuan, Strategi kegiatan untuk memakmurkan masjid.

Lembar kerja tersebut dibagikan kepada seluruh peserta yang terdiri dari 11 pengurus DKM yang berkumpul bersama di masing-masing Masjid.


"Setelah dibagikan, peserta diberi waktu sekitar 10 menit untuk berdiskusi kelompok mengisi lembar kerja tersebut dan kemudian dipresentasikan di depan forum," jelasnya.

Sedang pemateri kedua, Drs. H. Usmani Hs, M.HI, juga Sekretaris At-Taqwa Centre menyatakan, masjid sejak zaman Rasulullah SAW menjadi pusat kegiatan masyarakat, tidak hanya menjadi tempat ibadah.

Usmani juga mengawali materinya dengan membedah soal kendala-kendala masjid, di antaranya tidak bisa berkembang atau berdaya. Hal ini diakibatkan kepengurusan yang tidak satu visi.

"Sebagai solusinya adalah dengan menyamakan persepsi jajaran pengurus dalam mengemban amanah. Kemudian  juga lebih memprioritaskan bangunan fisik, tetapi kurang memperhatikan terkait dengan kemakmuran masjid, hal itu bisa dilihat dari sisi kegiatan, jamaah, pengajian, dan sebagainya”, ujar beliau.

Sementara sambutan penutup disampaikan oleh Drs. H. Mahbub Nuryadien, M.Ag. Di mana Nuryadien menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya tuan rumah DKM Masjid Al Mabrur yang sudah menyediakan tempat untuk kegiatan pelatihan ini.

"Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jajaran pengurus DKM yang sudah ikut hadir bersama untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan wawasan tentang manajemen dan pengelolaan Masjid," terangnya.

Nuryadien menegaskan bahwa kegiatan ini bisa menambah semangat kita dalam berkhidmat mengelola Rumah Allah dan menambah ilmu bermanfaat serta ada tindak lanjutnya. 

“Harapan kami kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bisa berlanjut, melalui pelatihan atau workshop dengan materi lain yang dibutuhkan oleh para pengurus DKM se-Kecamatan Losari”, ungkap beliau," pungkasnya. (din)

Wali Kota Cirebon Raih Penghargaan Sebagai Tokoh Penggerak Inklusi Keuangan 2021

CIREBON – Penghargaan tokoh penggerak inklusi keuangan 2021 yang dinobatkan kepada Wali Kota Cirebon,  menjadi pelecut bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon untuk selalu memberikan terobosan dalam meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat. 

Penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Inklusi Keuangan 2021 diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., Selasa (9/11/2021). 

Penghargaan diberikan atas peran Wali Kota Cirebon dalam berbagai bidang keuangan. Seperti pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) pertama di wilayah 3 Cirebon, penerbitan Surat Edaran (SE) Satu Rekening Satu Pelajar untuk mendorong pelajar di Kota Cirebon memiliki rekening, serta mendukung program TPAKD 2021 melalui kelas inklusi keuangan yang melibatkan total 462 UMKM dari Kota Cirebon untuk mendapatkan peningkatan kapasitas dan pengetahuan keuangan.

“Semoga apresiasi ini dapat menjadi pelecut semangat saya pribadi dan Pemda Kota Cirebon untuk senantiasa memberikan berbagai terobosan  kepada masyarakat,” tutur Azis di kantor OJK Kota Cirebon. 

Khususnya, lanjut Azis, terobosan yang dapat meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Kota Cirebon. 

Sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan akses ke berbagai lembaga, produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. “Muaranya tentu untuk peningkatan kesejahteraan,” tutur Azis.

Selain membentuk TPAKD dan mendorong pelajar untuk memiliki rekening di perbankan, Pemda Kota Cirebon juga berkomitmen agar masyarakat dengan kapasitas lebih dapat memiliki produk dan layanan keuangan lainnya. seperti asuransi, pembiayaan, program pensiun, dan investasi yang dapat menunjang taraf hidup menjadi lebih baik.

“Di tengah situasi pandemi yang telah memporakporandakan perekonomian masyarakat dilaksanakannya Bulan Inklusi Keuangan (BIK) merupakan jawaban atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tutur Azis.

 Saat ini banyak masyarakat kesulitan mencari cara cepat untuk mengatasinya, di antaranya dengan meminjam uang dari pinjaman online (pinjol) ilegal. 

Melalui BIK ini diharapkan dapat memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat sebagai bentuk perlawanan nyata terhadap pinjol ilegal. Sekaligus mendekatkan masyarakat terhadap fasilitas jasa keuangan.

Melalui Surat Edaran (SE) Satu Rekening Satu Pelajar, sebanyak 2.241 pelajar di SMA Negeri 7 dan SMP Negeri 6 Kota Cirebon telah memiliki rekening sendiri. 

Melalui upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank. Ini dikarenakan rekening atau tabungan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat. 

Sementara itu Kepala OJK Cirebon, Mohammad Fredly Nasution, menjelaskan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 dilaksanakan satu bulan penuh pada Oktober 2021. 

BIK berhasil melakukan 24 kegiatan dengan total peserta sebanyak 3.900 mencakup kegiatan sosialisasi tatap muka maupun virtual (webinar), kompetisi dan lomba kreatif, pembukaan rekening, penyaluran kredit dan pembiayaan mikro, business matching serta publikasi program literasi dan inklusi keuangan secara masif. 

“BIK mengambil tema inklusi keuangan untuk semua, bangkitkan ekonomi bangsa,” tutur Fredly.

Melalui BIK diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Sehingga dapat mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (din)

Sektor Pertanian Mampu Bertahan di Pandemi Covid 19


CIREBON - Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag, mendorong generasi milenial di Kabupaten Cirebon, memiliki minat menjadi petani. Hal tersebut lantaran sektor pertanian terbukti tidak terpuruk akibat pandemi Corona virus disease 2019 (Covid-19).

Imron mengatakan, Kabupaten Cirebon awalnya merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Barat. Namun, seiring waktu berjalan, regenerasi petani di wilayahnya itu tidak berjalan dan menyisakan petani berusia 40 tahun ke atas.

"Saya adalah keluarga petani, terbiasa bertani dan waktu itu petani muda sangat banyak. Tetapi, bergulirnya zaman, profesi petani mulai ditinggalkan anak muda karena dianggap kurang menjanjikan," kata Imron saat Sosialisasi Petani Milenial di Ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa, (9/11/2021).

Imron mengatakan, regenarasi petani perlu dilakukan lantaran kebutuhan pangan bakal terus meningkat. Bila proses regenerasi tidak berjalan, dikhawatirkan bakal terjadi krisis pangan.

"Kalau generasi milenial tidak tertarik, nanti akan membeli kebutuhan pangan dimana," katanya.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki program Petani Milenial. Sektor Pertanian, merupakan salah satu kekuatan perekonomian.

Program Petani Milenial digulirkan untuk mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jawa Barat yang memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, petani milenial akan menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur yang menjadikan wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif untuk bisa berkelanjutan di Jawa Barat.

"Kalau tidak ada upaya regenerasi, dikhawatirkan 10 tahun ke depan terjadi krisis pangan. Apalagi, Jawa Barat ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 48,2 juta jiwa," ujarnya.

Benny mengatakan, jumlah petani di Jawa Barat saat ini mencapai angka 3.665.050. Dari jumlah tersebut, hanya 11,11 persen berusia di bawah 30 tahun. Jumlah itu, menurutnya masih relatif kecil.

Program Petani Milenial diharapkan dapat menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

"Seperti kata Pak Gubernur Jawa Barat, tinggal di desa, rejeki kota, bisnis mendunia," katanya. (din)

Senin, 08 November 2021

Komisi III DPRD Rapat Bersama Bahas R-APBD Disdik Kota Cirebon Tahun 2022 Disdik

CIREBON – Komisi III DPRD melaksanakan rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon di ruang Griya Sawala, Senin (8/11/2021). Rapat tersebut membahas tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Disdik Kota Cirebon 2022.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB mengatakan, DPRD sejatinya ingin mengetahui kejelasan tentang R-APBD 2021 Disdik Kota Cirebon. “Rapat ini agar kita tahu rencana pendapat dan belanja Disdik. Supaya anggaran yang digunakan bisa efektif dan efisien,” kata Tresnawaty usai rapat.

Tresnawaty mengaku telah mengevaluasi rincian R-APBD yang sudah disampaikan Disdik Kota Cirebon. “Nanti ada rapat lagi. Kita juga akan panggil per bidangnya, yakni GTK (guru dan tenaga kependidikan), Paud dan Pendidikan Non Formal, dan Pembindaan Pendidikan Dasar (Dikdas),” tuturnya.

Tresnawaty mendorong agar pembahasan rapat dan evaluasi tak terfokus pada anggaran. Sehingga, rapat bersama tiga bidang yang ada di Disdik perlu dilakukan untuk mengevaluasi program-program yang direncanakan.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Cirebon, Irawan Wahono SPd MPd mengaku siap mengevaluasi perincian perencanaan anggaran yang telah disusun. Saat ini anggaran dari APBD masih terbatas.

Dalam rapat tersebut, Disdik juga mnyampaikan pagu anggaran 2022. Disdik telah menyusun R-APBD 2022, totalnya sebesar Rp 340.659.751.860. Total besaran R-APBD tersebut merupakan hasil penjumlahan antara Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang besarannya mencapai Rp 290.616.678.027, dan dana transfer pusat yang mencapai Rp 158.666.398.000.

“Dari APBD murni kita fokus alokasikan ke BOS daerah. Sebelum pandemi, BOS daerah itu Rp 300 ribu per siswa. Sekarang Rp 50 ribu per siswa. Inginnya kita bisa dikembalikan lagi (Rp 300 ribu per siswa),” kata Irawan. (din)

Sabtu, 06 November 2021

Bupati Imron : Keberadaan Jurnalis Jadi Bagian dari Tolok Ukur Kemajuan Daerah

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Hotel Aston, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (6/11/2021).

Pelaksanaan UKJ tersebut, diikuti puluhan jurnalis yang bertugas di wilayah Cirebon Raya sekitarnya. Para jurnalis itu, nantinya diuji tim asesor dari Dewan Pers dan perwakilan IJTI pusat.

Imron mengatakan, UKJ ini merupakan salah satu standar untuk mengukur kemampuan seseorang dalam profesinya. Hal itu berlaku pula bagi profesi lainnya, termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Imron, wartawan itu memiliki tugas mulia. Namun, kalau tidak disertai kompetensi maka tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Harus mampu memberikan informasi kepada masyarakat. Tetapi, kalau kemampuannya tidak mumpuni, itu tidak efektif. Saya harap semua yang ikut tes dinyatakan kompeten," kata Imron.

Imron mengatakan, saat ini pemerintah daerah sudah membentuk Satgas Percepatan Investigasi. Hal tersebut dilakukan pemerintah daerah untuk 'menjemput' investor agar melakukan ekspansi ke Kabupaten Cirebon.

Keberadaan para jurnalis, lanjut Imron, menjadi salah satu tolok ukur kemajuan daerah. "Beberapa kebijakan dari pemerintah pusat, sebagiannya saya dapatkan dari teman-teman jurnalis. Jelas ini sangat membantu," katanya.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengatakan, UKJ yang dilaksanakan di Cirebon ini merupakan rangkaian terakhir pada 2021. Diharapkan, tahun selanjutnya bisa diikuti lebih banyak peserta.

Menurut Herik, ini merupakan salah satu cara menciptakan pola kerja jurnalis agar dapat bekerja dengan baik. Semua orang bisa menjadi wartawan, namun tidak semuanya berkompeten.

"UKJ untuk mencegah terjadinya malpraktik profesi. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolok ukur keprofesionalitasan wartawan," katanya. (din)

Layanan Cirebon Siaga 112 Wakili Indonesia di Kompetisi ASEAN ICT Award

 


CIREBON – Cirebon Siaga 112 meraih terbaik pertama dalam ajang Indonesia Enterpreneur TIK (IdenTIK) 2021 sekaligus akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) 2022. Sejumlah prestasi lainnya juga berhasil diraih oleh Pemda Kota Cirebon jelang akhir tahun.


Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP, menjelaskan IdenTIK merupakan transformasi dari program INAICTA serta ID.UP yaitu sebuah ajang kompetisi yang ditujukan untuk menggali produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karya anak bangsa terbaik yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Harapannya agar produk TIK karya anak bangsa tersebut dapat bersaing di tingkat regional, bahkan internasional. “Pemda Kota Cirebon mengikuti kategori public sector dengan mengajukan dua layanan yaitu Cirebon Siaga 112 dan Wistakon,” tutur Ma’ruf, Sabtu (6/11/2021).

Ma’ruf bersyukur, kedua layanan  yang diajukan berhasil masuk lima besar kategori public sector. Bahkan Cirebon Siaga 112 meraih peringkat pertama di kategori tersebut. 

“Selanjutnya Cirebon Siaga 112  akan diikutsertakan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Award 2022,” tutur Ma’ruf.

Sejumlah penilaian melatarbelakangi hingga Cirebon Siaga 112 terpilih menjadi juara satu kategori public sector. Di antaranya layanan Cirebon Siaga 112 terasa sekali manfaatnya oleh masyarakat. Dapat menelpon melalui telepon genggam sekalipun tidak memiliki pulsa.

“Layanan Cirebon Siaga 112 merupakan inovasi yang dilakukan dengan kolaborasi dengan banyak pihak,” tutur Ma’ruf. Sehingga masyarakat cukup mengingat satu nomor yaitu 112 untuk semua layanan kedaruratan.

Penghargaan ini, lanjut Ma’ruf merupakan kado bagi layanan Cirebon Siaga 112 yang 29 Oktober lalu baru berulang tahun yang ketiga. Ke depannya layanan satu nomor kedaruratan ini akan terus diperbaiki dan ditingkatkan sehingga akan semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, media sosial (medsos) milik Pemda Kota Cirebon juga menjadi nominator pada Anugerah Media Humas (AMH) 2021. Sekalipun belum meraih juara, Pemda Kota Cirebon masuk 6 (enam) terbaik nasional Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 

Nominasi ini menjadi motivasi Pemda Kota Cirebon untuk meningkatkan citra positif Pemda dan memberikan informasi terbaik seluas-luasnya kepada masyarakat Kota Cirebon melalui media sosial dan website.

Bahkan tahun ini, lanjut Ma’ruf, mereka telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan UGJ untuk sinergitas program merdeka belajar kampus merdeka. 

“Setiap tahun selama 6 bulan mahasiswa fikom belajar di kita,” tutur Ma’ruf.  Setelah dibekali dengan sejumlah keterampilan, mereka akan disebar di 9 SKPD untuk membantu pengelolaan website dan medsos.

“Di era yang serba digital ini, Pemda Kota Cirebon ingin informasi yang disampaikan disalurkan mengikuti perkembangan masyarakat. salah satunya dengan menggunakan medsos,” tutur Ma’ruf. (din)

Jumat, 05 November 2021

LPM Bawa Kampus IAIN Cirebon Ke Posisi Unggul Setara Kampus Ternama di Indonesia

Kegiatan Efektifitas dan Efesiensi Pelaksanaan Audit Muti Internal (AMI) oleh LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon di salah satu hotel di Kota Cirebon, Jum'at (5/11/2021).


FOKUS CIREBON - Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Efektifitas dan Efesiensi Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) melalui Aplikasi IT. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kota Cirebon dan dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Jum'at (5/11/2021).

Dihadapan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H. Ayus Ahmad Yusuf M.Si melaporkan bahwa kegiatan yang sudah berlangsung tiga minggu, dan minggu ke 4 masuk pada tahap penyelesaian ini, dilaporkan berjalan sukses.

Ayus menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka penilaian akhir hasil audit internal sehingga nanti berikutnya akan dilaksanakan kegiatan peninjauan manajemen. 

Selain itu, kegiatan ini juga sifatnya menyamakan persepsi hasil proses penilaian para auditor yang dilaksanakan kurang lebih 3 minggu kemarin. 

Ayus menjelaskan, bahwa selama tiga bulan itu, pihaknya melaksanakan auditor ini ke semua fakultas, ke semua program studi, ke semua pusat dan ke semua lembaga. Termasuk LPM juga di audit oleh para auditor. 

Kemudian, audit ini diikuti oleh 22 auditor dan kegiatan ini dilaporkan menggunakan dua aplikasi yaitu Aplikasi Si Borang dan Aplikasi E-Sandi. 

"Alhamdulillah selama proses 3 bulan, LPM bekerjasama dengan Tim PTIPD menyusun aplikasi ini dan ketika lounching pada saat itu, erornya tidak terlalu banyak, sekitar 2 persenan dan itu hanya karena pemahaman saja terhadap implementasinya. Jadi Alhamdulillah 2 aplikasi ini benar-benar bisa dilaksanakan," terangnya.

Selain itu, para auditor ini melakukan de evaluasi nya dengan aplikasi. Jadi para auditi mengisi data-data dan mengupload datanya dan para auditor melakukan proses audit dengan melihat aplikasi itu. 

"Alhamdulilah dengan menggunakan 2 aplikasi ini para auditor merasa terbantu dan disitu bisa tergambarkan kondisi existing dari masing-masing auditi itu," jelasnya.

Ketua LPM juga menjelaskan dengan menggunakan 2 aplikasi tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak ketinggalan dengan perguruan tinggi lain dan mulai menyamai sejumlah UIN ternama di Indonesia. 

"Nanti di tahun 2022, LPM akan menyusun lagi yakni audit manajemen resiko," tambahnya.

Mengenai audit manajemen resiko ini, kata Ayus, contohnya jika ada dosen yang tidak menyerahkan LPS maka apa resikonya bagi mahasiswa dan apa dampaknya bagi mahasiswa dan ini kita sedang bekerjasama dengan SPI dan sedang menyusun pedomannya, standarnya, manualnya dan juga membuat aplikasinya. Termasuk juga kita akan melakukan audit Web.

Sementara menurut Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag sebagaimana laporan Ketua LPM maka tentunya kita sambut baik dan bersama-sama bisa lakukan sosialisasi, kemudian memberikan citra yang baik bagi lembaga kita. 

"Saya berkali-kali memberikan suatu hasil audit kinerja kemarin dari Inspektorat Jenderal bahwa ada satu kelemahan di dalam tubuh kita, baik dari tenaga pendidik maupun kependidikan dan secara umum civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kelemahan itu adalah kita kurang melakukan upaya image buliding. Yakni bagaimana mencitrakan Perguruan Tinggi kita dan ini mendapatkan perguruan tinggi yang mendapatkan recovisi dari masyarakat. 
Jadi, seperti apa yang dilakukan oleh LPM mustinya kita sambut bersama dan kita suarakan melalui media yang kita miliki," pintanya.

Sehingga lanjur rektor, rasa kepemilikan kita terhadap lembaga itu harus dibesar-besarkan lagi volumenya. Jadi kita punya prestasi tapi kita diam, bahkan menutup prestasi itu dan itu sebagai bagian masa lalu. Itu yang tidak boleh terjadi pada diri kita.

Sumanta juga mencontohkan, bahwa UISSI itu melaju ke ranah internasional, hal itu ditandai dari ketika membuka technical meeting PJJ yang diikuti oleh peserta se nusantara. "Ini kan jelas bisa dilihat sebagai sebuah pengakuan, bahkan ada sejumlah kampus ingin belajar ke IAIN Cirebon terkait program PJJ ini," jelasnya.

Sehingga yang patut kita lakukan sekarang ada evaluasi dan kita juga harus bisa membranding program-program kita ke luar dan mengapa itu harus kita lakukan, karena kerja keras yang kita lakukan ini tentu saja harus bisa menampilkan diri dalam posisi mutu tapi pada siang hari kita harus terdengar keluar. Sehingga tras yang diberikan kepada kita pemerintah itu kita bisa mampu menampilkan sesuatu yang menjadi ekspetasi pemerintah untuk pilot projec PJJ PAI.


"Nah ini kan menurut kita prestasi ya, karena bisa sampai dalam tataran implemtasi. Kita di diberi proyek, kita menjalankan proyek, dan kita melaksanakan dari mulai perencanaan, sampai kita sudah dalam tataran implementasi pelaksanaan. Kita sudah melaksanakan teknikal meeting, kemudian nanti kita buka kelas itu, dan dikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia," tandasnya. 

Jadi catatan dari Inspektorat Jenderal kita, mari kita tindaklanjuti bersama dan ini bukan ditujukkan kepada rektor saja, tapi kepada seluruh civitas akademika. Bagaimana bisa membranding, bagaimana bisa melakukan image building kepada publik. (din)


Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Jalin Kerjasama PKM di Asy-Syafi'iyah dan Ormas NU Indramayu

INDRAMAYU, FC - Jurusan Ilmu Al Qur'an dan Tafsir (IAT) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bekerjasama dengan Yayasan Asy-Syafi’iyah, TK al-Quran dan ormas NU mengadakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut, berupa kegiatan bakti sosial dan khitanan masal, bertempat di Yayasan Asy-Syafiiyyah, Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Yakni pada momentum Dzikir & Ijazah Hadiyu dan Tabligh Akbar dalam rangka Haul al-Magfurlah KH. Masduki.

H. Moh Imron, S.Sos Selaku Ketua KBIHU NU Cabang Jatibarang dan Sekaligus Ketua Tanfidziyah MWC NU Jatibarang menyatakan, bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Jurusan PMI STIDKI NU dengan keluarga besar Yayasan Asy-Syafi’iyah, TK al-Quran, ormas NU, dan masyarakat. 

H.Moh Imron menjelaskan, bahwa partisipasi dan kontribusi masyarakat Kecamatan Jatibarang sangat besar dalam pelaksanaan praktik keagamaan. 

Hal ini juga yang menjadi daya tarik untuk bekerjasama karena kampus tidak hanya berada di menara gading, tetapi kampus ikut partisipasi dalam menghidupkan suasana masyarakat dengan nilai-nilai Qurani.

“Kami sering menggelar kegiatan bersama IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yaitu ketika pelaksanaan manasik haji. Pak H. Maimun sebagai narasumber dan pembimbing KBIHU NU Cabang Jatibarang Indramayu dan begitu juga dengan praktik manasik kami sangat terbantu oleh dosen-dosen IAIN," paparnya.

Selain itu kerjasama selanjutnya yaitu pelaksanaan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji. Untuk itu dirinya berharap, kerjasama ini terus menerus dilakukan untuk syiar Islam dan menebarkan islam moderat, islam wasathiyah, dan Islam rahmatan lil alamin.

Sobani, M.H.I. Ketua Yayasan Yayasan Asy-Syafiiyyah Desa Pawidean Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu sekaligus dosen Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam STIDKI NU Indramayu menyatakan, bahwa pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bagian dari tri dharma perguruan tinggi. Pengabdian kepada masyarkat juga sebagai upaya kampus memiliki kontribusi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. 

Dijelaskan, Kegiatan ini berawal dari keluarga untuk mendoakan orang tua kami dan guru kami yaitu pelaksanaan Haul pada malam hari dengan Dzikir dan Ijazah Hadiyu dan Tabligh Akbar, serta bhakti sosial dan khitanan masal.

"Alhamdulilah Kegiatan ini hasil kerjasama dengan MWC NU, banom dan lembaga-lembaga, serta perguruan tinggi seperti Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Jurusan PMI STIDKI NU Indramayu," terangnya .

Sedangkan menurut Muhammad Maimun, M.A., M.S.I, Ketua Jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menjelaskan bahwa dalam kesempatan ini, kegiatan pengabdian masyarakat Jurusan IAT melibatkan dosen dan mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi mahasiswa dan dosen bagian dari proses integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada  pembelajaran dan pengabdian berbasis riset.

Karenanya, praktik amaliyah umat Islam sangat menarik untuk diteliti dengan pendekatan PAR, dan memperkenalkan Jurusan IAT pada masyarakat, jika ini kuliah, maka pilih jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon karena memiliki ciri khas pendidikan al-Quran dan Kajian al-Quran berbasis Teknologi dan Informasi.

Muhammad Maemun juga menjelaskan, jika tujuan pengabdian masyarakat Jurusan IAT dilakukan untuk dapat membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan dan tanpa mengharapkan atau memberikan sesuatu. 

"Kerjasama ini sangat penting bagi kampus untuk berbaur dan hidup bersama masyarakat dan sekaligus sarana media promosi penerimaan mahasiswa Jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Dr. Didi Junaedi, M.A. bahwa dengan melalui doa yang kita panjatkan, kegiatan ini menjadi berkah dan anak-anak yang dikhitan menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua.

Didi juga berharap kegiatan ini semakin meneguhkan sinergitas kampus dengan seluruh komponen baik dengan masyarakat maupun dengan ormas NU, Muhammadiyah, dan berbagai pihak untuk membumikan Islam ramah.

"Jurusan IAT dengan khas pendidikan al-Quran dan Kajian al-Quran berbasis Teknologi dan Informasi dapat bersinergi dengan TK al-Quran Asy-Syafiiyyah," ucapnya.
 
Sedang menurut Hj. Tsamrotul Fikriyyah, S.H.I, bahwa TK al-Quran Asy-Syafiiyyah ini mengembangkan pendidikan dengan student center, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Harapan lainnya, tambah Tsamrotul Fikriyyah, bahwa di era sekarang ini,  penting untuk meningkatkan literasi digital dengan nilai-nilai al-Quran.

"Ini jadi landasan kerjasama antara TK al-Quran Asy-Syafiiyyah dengan Jurusan IAT IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tuturnya. 

Hal senada disampaikan Ir. H. Abdul Ghofur, jika dalam kegiatan ini, Jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir bekerja sama dengan UPZNU LAZISNU Jatibarang untuk mengajak masyarakat dalam zakat, infak, dan sedekah.

"Kerjasama ini sangat baik dan perlu terus dijalin, kami berharap IAIN Syekh Nurjati Cirebon, diharapakan bersama-sama dapat menggaungkan praktik berzakat, infak dan shodaqoh," pintanya 

Ini dilakukan, kata Abdul Gofur, sebagai supaya kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat meningkat. "Alhamdulillah, kami sudah memiliki Mobil Ambulan yang bisa digunakan oleh masyarakat juga," jelasnya.

Demikian juga disampaikan Hisam, Ketua HMJ IQTAF. Kata Hisam, HMJ IQTAF yang berkolaborasi dengan dosen dalam acara kerjasama ini, merupakan wujud implementasi kegiatan Pengabdian Masyarakat dan tentunya perlu ditindak lanjuti secara berkesinambungan.

"Kami sangat berterimakasih kasih kepada dosen jurusan IAT yang telah melibatkan dalam acara ini, karna ikut terlibat pengabdian kepada masyarakat ini, menjadi bagian dari penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi, Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian Kepada Masyarakat sehingga mahasiswa dapat belajar bersama masyarakat.

Harapan kedepannya semoga mahasiswa selalu diikutsertakan dalam acara-acara yang selalu diadakan oleh Jurusan IAT, dan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini mahasiswa dapat mengaktualisasikan apa yang didapatkan dalam perkuliahan. (din)

IAIN Cirebon dan UIN Raden Intan Lampung Teken Kerjasama MBKM Bersama 57 PTKIN di Indonesia

Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Juhri M.Ag bersama para Wakil Rektor 1 PTKIN se-Indonesia dalam acara penandatangan kerjasama MBKM, Jum'at (5/11/2021).  


FOKUS CIREBON - Wakil Rektor 1, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Juhri M.Ag bersama 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia menjalin kerjasama Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Jum'at (5/11/2021).

Penandatanganan kerjasama tersebut, untuk mengimplementasikan konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). 

"Ya, IAIN Cirebon dan UIN Raden Intan Lampung bersama 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya telah melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja sama (SPK/MoA). Kerja sama ini ditandatangani oleh para Wakil Rektor 1 dan Wakil Ketua (WK) I di NTB," jelasnya.

Wakil Rektor I, UIN RIL, Prof Dr Alamsyah MAg mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) ini direncanakan akan diperluas dengan perguruan tinggi umum lainnya.

Alamsyah menyampaikan, ada sembilan bidang MBKM yang disepakati dan akan dilaksanakan. 

Sembilan bidang itu, yakni pertukaran mahasiswa, magang/praktik kerja, mengajar di sekolah, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi proyek independen, pengabdian kepada masyarakat, dan bela negara.

“Dengan MBKM ini maka perguruan tinggi akan semakin berkembang maju, terbuka di dalam dan luar negeri. Kemudian saling mendukung dan berkontribusi, memiliki visi dan misi yang ril, menjadikan dosen dan mahasiswa sebagai subyek pro aktif dalam pendidikan, bukan obyek yang terkungkung dalam kurikulum yang kaku, serta lulusan memiliki peluang masa depan lebih cerah,” tandas Wakil Rektor 1, Alamsyah. (din)