Prof Dr H Sugianto SH Sosok Kontributor Bagi Transformasi Kelembagaan Kampus IAIN Cirebon

Prof Dr H Sugianto SH MH 


CIREBON, FC - Nama Prof Dr H Sugianto SH MH dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) IAIN Syekh Nurjati Cirebon patut diperhitungkan. Guru besar Hukum Tata Negara dan Otonomi Daerah ini telah berkontribusi besar bagi proses transformasi kelembagaan kampusnya. 

Prof Sugianto ditunjuk sebagai Ketua Tim Rektor untuk Percepatan Pembangunan (TRUPP) IAIN Cirebon. Dibentuknya TRUPP tidak lain sebagai kepanjangtanganan Rektor dalam misi besar transformasi IAIN Cirebon menjadi PTKIN bertaraf universitas. 

Selama mengetuai TRUPP, Prof Sugianto berhasil meyakinkan Gubernur Jawa Barat dan Kepala Daerah Kabupaten Indramayu terkait perlunya pengembangan IAIN Cirebon. Berkat TRUPP itulah IAIN Cirebon berhasil mendapatkan hibah tanah seluas 22,9 hektar di Kabupaten Indramayu. 

Penambahan luas lahan ini menjadi syarat agar IAIN Cirebon dapat bertransformasi menjadi universitas. Sebab sesuai ketentuan, syarat minimal  untuk menjadi universitas ialah punya lahan 30 hektare untuk pengembangan kampus. 

Sedangkan luas lahan IAIN Cirebon semula jauh di bawah kriteria minimal tersebut. "Alhamdulillah dengan dibentuknya TRUPP ini, IAIN Cirebon sekarang punya tambahan tanah di Indramayu," kata Prof Sugianto. 

Luas lahan di Indramayu yang dikuasai IAIN Cirebon bersumber dari hibah Pemprov Jawa Barat senilai Rp10 miliar atau setara dengan 4,9 hektare tanah. Sedangkan dari Pemda Indramayu, TRUPP berhasil mendapatkan hibah tanah seluas 18 hektare. 

"Peran TRUPP itu yang pertama mendapatkan hibah tanah dari provinsi dalam bentuk dana Rp10 miliar untuk dibelikan tanah selus 4,9 hektare itu sudah milik BMN IAIN Cirebon," terang Sugianto. 

Sedangkan 18 hektare tanah hibah dari Pemda Indramayu sedang dalam proses pengurusan sertifikat. Alih nama pemilik dari Pemda Indramayu ke Kementerian Agama Satker IAIN Cirebon.

Pencapaian itu sangat signifikan. Sebab dengan bertambahnya luas lahan itu, IAIN Cirebon lolos administrasi untuk naik level ke universitas. "Sedang dalam proses," jelas Prof Sugianto.

Menurut Prof Sugianto, kepemilikan lahan di Indramayu bakal dijadikan Kampus II IAIN Cirebon. Di sanalah fakultas yang berhubungan dengan pertanian, perikanan, dan saintek dikembangkan sesuai potensi daerah.

"Karena IAIN Cirebon sudah jadi BLU tentunya dipikirkan bagaimana membangun kampus tidak hanya dengan APBN. Saya mengusulkan dengan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Jadi ada sinergitas swasta, IAIN Cirebon dan Pemda," katanya.

Kepedulian Prof Sugianto pada membaiknya indeks pembangunan masyarakat (IPM) di Indramayu tak hanya ditempuh dari jalur akademik. Prof Sugianto juga menjembatani dibangunnya embarkasih haji di Indramayu. 

Saat ini, Prof Sugianto sedang berkontes di Pilrek IAIN Cirebon. Baginya keikutsertaanya pada bursa calon rektor itu adalah ikhtiar untuk mengabdi kepada IAIN Cirebon. Jika berhasil terpilih, Prof Sugianto paham betul ke arah mana IAIN Cirebon dikembangkan. 

"Agar dampaknya dapat dirasakan bukan saja bagi IAIN Cirebon melainkan bagi seluruh civitas akademika, masyarakat sekitar, bangsa dan negara," kata dia.

Terkini