IAIN Cirebon Ditunjuk Sebagai 'The First University Syber in Indonesia'

FOKUS CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon yang ditunjuk ssbagai pilot projek Menteri Agama RI Gus Yaqut Kholil Qoumas menjadi Universitas Siber Syekh Nurjati Cirebon, menerima benchmarking  dari Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Bali. 

Sebagai The First University Syber in Indonesia, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag mengatakan jika pihaknya telah siap lahir batin untuk bertransformasi menjadi Cyber Islamic University disela-sela menerima kunjungan dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Bali di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jl Perjuangan Sunyaragi Kota Cirebon Jawa Barat. 

Kunjungan yang dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I, Prof Dr. Jamali, M.Ag, Ketua Jurusan PJJ PAI Dr. Moh Ali, M.Pd, dan Sekretaris urusan Zaki Yavani, M.Pd, Wakil Ketua STAHN Singaraja Bali Dr. I Made Sedana, Ketua LPM Dr. I Yoman Suka Adiyasa.

Dalam kegiatan benchmarking tersebut membahas kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan memiliki keinginan belajar mendirikan PJJ atas Ijin Kementerian agama RI.  pertemuan ini merupakan upaya kedua belah pihak untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.  

Dr. Moh Ali, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Jarak jauh PAI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan mengatakan kerja sama ini berfokus kepada pembentukkan, peningkatan kulitas SDM, Program Kegiatan, Aplikasi dan  kegiatan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM).

“Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang akan menghasilkan program pendidikan yang berkualitas tinggi, serta akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang ada didaerah-daerah terpencil dapat menikmati Pendidikan dengan kualitas dosen yang mumpuni, dengan melakukan pertukaran dosen serta menggali kompetensi,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut. Dr. Moh Ali, M.Pd menambahkan, dengan adanya potensi besar Fintech di bali- Indonesia, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, dengan menyediakan program pendidikan dan pelatihan yang berkualitas untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga pendidik dan kependidikan.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Bali. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua STAHN Singaraja Bali Dr. I Made Sedana menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis bagi STAHN untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami yakin bahwa dengan adanya gagasan kerja sama ini, mahasiswa kami akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka di bidang syber. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi para profesional yang ingin melanjutkan studi ke jenjang sarjana dengan model PJJ. pungkas Dr. I Made Sudana. (din)

Terkini