Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 13 Desember 2023

Pemkab Cirebon Dorong Pembentukan APSAI, Wabup Ayu: Agar Tercipta Sinergitas dalam Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya memberikan perlindungan terhadap anak. Hal tersebut untuk mempertahankan Kabupaten Cirebon sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si menyebutkan, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang holistik, terintegrasi dan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut berupa KLA, yang bertujuan mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat dipastikan lebih baik. 

“Kebijakan ini merupakan implementasi dari tindak lanjut komitmen dunia melalui "World Fit for Children." Dimana pemerintah Indonesia juga turut mengadopsinya,” kata Wabup Cirebon yang akrab disapa Ayu ini, di Hotel Apita Cirebon, Rabu (13/12/2023).

Ayu mengatakan, bahwa hasil verifikasi KLA 2023 menunjukkan, Kabupaten Cirebon mendapatkan penghargaan tingkat pratama dengan poin 505,96. Hasil tersebut meningkat dibandingkan tahun 2022, yang pada saat itu tidak memperoleh penghargaan sebagai KLA.

Pemerintah daerah, lanjut Ayu, berterimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam meningkatkan prestasi Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan KLA.

Diharapkan, KLA ini bisa ditingkatkan, agar status tersebut bisa terus meningkat dan tahun selanjutnya mampu meraih predikat yang lebih tinggi.

“Salah satu indikator yang perlu dipenuhi dalam KLA, yaitu pembentukan APSAI (Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia),” lanjutnya.

Perlu kita ketahui, Kabupaten Cirebon belum membentuk APSAI. Dunia usaha yang tergabung dalam APSAI, diarahkan untuk melaksanakan penyelenggaraan perlindungan anak melalui 3P,  yaitu policy (kebijakan), produk, dan program. 

“Artinya, ada kebijakan perusahaan yang berperspektif anak, produk yang ditujukan untuk anak, harus aman bagi anak dan berkontribusi dalam pemenuhan hak anak melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” pungkasnya. 

Kegiatan ini, kata Ayu, diharapkan menjadi jembatan dalam pembentukan APSAI Kabupaten Cirebon, sehingga terciptanya sinergitas antara pemerintah dan dunia usaha dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan anak. (Hafidz)

PSGA IAIN Cirebon Menggelar Acara Panggung Perempuan

FOKUS CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara panggung Perempuan dalam rangka penutupan acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yang  dilaksanakan di ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, bukan hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi dan tamu undangan yang lainnya, hal ini menjadi momentum penting untuk meluncurkan Unit Layanan Terpadu Anti  Kekerasan Seksual.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghentikan kekerasan terhadap perempuan, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berbicara dan berbagi pengalaman mereka terkait isu ini. Dalam acara ini, berbagai kegiatan dan pertunjukan telah diselenggarakan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti keragaman kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian 16 HAKTP. Mulai dari sosialisasi, seminar, workshop, hingga panggung perempuan yang memuat berbagai kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. 

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal kampus, tapi juga berbagai lembaga penting di Cirebon dan sekitarnya. Semoga upaya yang kami lakukan membawa manfaat bagi masyarakat,"  ungkapnya.

Acara ini diharapkan menjadi langkah awal yang berarti dalam perjuangan melawan kekerasan.“Kami berharap antusiasme dari tamu yang hadir ini menjadi energi positif untuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan,” pungkas Masriah.

Lalu, Alifatul Arifiah dari fahmina institute selaku ketua Jaringan Cirebon ikut menyuarakan pentingnya kegiatan penanganan korban kekerasan seksual dan upaya pencegahannya dikesempatan ini beliau menuturkan. 

Jaringan Cirebon percaya bahwa penanganan korban kekerasan seksual tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi sebuah aksi nyata yang membutuhkan perhatian semua pihak. Upaya pencegahan dan perlindungan harus menjadi fokus bersama dalam menghapuskan kekerasan seksual. 

"Melalui langkah-langkah konkret, termasuk edukasi, dukungan psikologis, dan advokasi bagi para korban, kami dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih aman dan menghargai martabat setiap individu. Dengan menguatkan penangkal terhadap kekerasan seksual, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan tanpa kekerasan bagi semua,” tutur Alifatul.

Sementara itu, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA.,Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual.

“Saya percaya bahwa melibatkan berbagai lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Kolaborasi lintas lembaga membawa beragam sudut pandang dan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi masalah ini dengan cara yang komprehensif dan efektif," ulasnya. 

Ini bukan hanya tanggung jawab satu entitas, tapi sebuah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, terutama bagi para perempuan yang sering menjadi korban. 

"Kerja sama ini menjadi fondasi yang kokoh dalam memberikan perlindungan yang lebih baik dan memberi suara kepada mereka yang terpinggirkan oleh kekerasan seksual," jelasnya. Dr Faqihuddin.

Sementara itu juga, Prof Dr Hajam, M.Ag selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, secara resmi membuka Panggung Perempuan yang dipenuhi dengan beragam kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. 

Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menandatangani deklarasi anti kekerasan seksual di perguruan tinggi. Para perwakilan dari PSGA, koordinator relawan, lembaga advokasi perempuan, dan berbagai organisasi terkait langsung menandatangani deklarasi ini, menegaskan komitmen mereka dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan. 

Dalam momen ini, pihaknya tidak hanya merayakan keberagaman seni dan kegiatan yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya perempuan dalam masyarakat, tetapi juga menegaskan urgensi dari keberadaan Unit Layanan Terpadu Anti Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi.

"Ini bukan hanya sebuah langkah simbolis, tetapi komitmen nyata untuk memberikan perlindungan dan akses terhadap layanan bagi mereka yang menjadi korban kekerasan seksual," ujar Prof Hajam.

Dengan harapan besar atas kesatuan komitmen dari berbagai pihak, acara Panggung Perempuan PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum nyata untuk menggalang kekuatan bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan. 

Imelda Triadhari selaku ketua relawan pusat studi gender dan anak mengungkapkan rasa bangga dan haru atas peresmian Unit Layanan Terpadu Anti Kekerasan Seksual "Nyimas Gandasari". 

"Inisiatif ini merupakan bukti nyata komitmen kita untuk memberikan perlindungan,dukungan dan akses kepada korban kekerasan seksual," ungkapnya.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan kamu yakin Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) beserta seluruh elemen kampus telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun lingkungan kampus yang lebih aman dan adil. 

Namun perjuangan ini belumlah berakhir,kita masih harus terus bergerak maju, menjaga semangat kolaborasi, dan menjalankan komitmen nyata  untuk melawan kekerasan terhadap perempuan.

Khoerul Anwar selaku ketua pelaksana mengungkapkan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua lembaga yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara ini, juga ucapan terima kasih kepada PSGA yang telah peduli dan berani mengadakan kegiatan ini secara meriah di kampus kita, IAIN Cirebon. 

"Diucapkan pula rasa terima kasih kepada jaringan kemanusiaan Cirebon yang telah membantu kami dalam mewujudkan kampus yang tanggap terhadap kekerasan seksual. Dan kami ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mewujudkan acara yang sangat spektakuler ini," tuturnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu. Dengan adanya unit penanganan kekerasan seksual, kami ingin menyediakan sarana yang lebih tanggap dan responsif dalam menangani kasus-kasus yang seringkali terabaikan atau sulit dilaporkan. (Ara)

Mahasiswa IAIN Cirebon, Aditya Ramadhan Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional

CIREBON, FC - Prestasi gemilang kembali diukir oleh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Kompetisi Esai Nasional yang diadakan oleh Sociophoria Himpunan Mahasiswa Sosiologi Agama secara daring, telah menjadi ajang kemenangan bagi Aditya Ramadhan, mahasiswa semester 3 jurusan Hukum Ekonomi Syariah, yang berhasil meraih Juara 2 dengan esai berjudul “Epidemi Kesepian: Menyusuri Komodifikasi Hubungan Manusia dibawah Kapitalisme”.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh 37 peserta dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta ternama di Indonesia, termasuk UI, UNBRAW, UNPAD, UGM, IPB, ITB, UNJ, UNHAS, UNP, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mataram, Aditya mampu menyuguhkan esai yang menggugah dan kritis tentang realitas sosial yang relevan.

“Dalam penyusunan karya ilmiah yang saya lakukan dalam bentuk esai tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan dari para Dosen, khususnya kakak tingkat saya di kampus. Kepada semua mahasiswa, saya berharap agar memahami teks, meresapi konteks, Ketika akan menuangkannya dalam suatu tulisan,” ungkap Aditya Ramadhan, yang lahir pada 21 November 2003 di Sukabumi.

Prestasi Aditya ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak kampus. Dr. H. Edy Setiawan, Lc, Dekan Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Aditya. “Prestasi ini menunjukkan dedikasi serta keuletan mahasiswa dalam meneliti isu-isu yang mendalam dan relevan dengan zaman,” tutur Dr. H. Edy Setiawan.

Ahmad Shodikin, M.H.I, Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, juga turut menyampaikan perasaan bangganya atas capaian gemilang yang berhasil diraih oleh salah satu mahasiswa dari jurusannya. “Kami sangat bangga atas pencapaian Aditya Ramadhan, semoga prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi kemajuan ilmu pengetahuan,” ucap Ahmad Shodikin.

Keberhasilan Aditya Ramadhan dalam meraih Juara 2 dalam kompetisi esai nasional ini tak hanya mengangkat nama IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tetapi juga menunjukkan kualitas dan dedikasi mahasiswa dalam menyuarakan pemikiran kritis melalui karya ilmiah. (din)

Selasa, 12 Desember 2023

Bupati Cirebon : HUT Ke 24 DPW Kabupaten Cirebon Diharap Akan Berkembang dan Menjadi Organisasi Kemasyarakatan Yang Handal dan Dekat Dengan Masyarakat

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara Peringatan HUT ke-24 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Cirebon tahun 2023 di Gedung Graha Cakrabuana BKPSDM Kabupaten Cirebon, Selasa (12/12/2023).

Imron mengatakan, HUT ke-24 tahun ini, DWP akan berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan yang handal dan senantiasa dekat dengan masyarakat. 

Menurutnya, sudah selayaknya para ibu-ibu keluarga besar Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Cirebon merasa gembira dan bahagia.

"Kita berupaya untuk menyegarkan suasana fikir dan rencana kerja yang obyektif. Sehingga, selama satu tahun ke depan, ayunan langkah kita akan mengarah kepada satu tujuan, yaitu bagaimana memberikan pelayanan yang makin baik kepada seluruh masyarakat," ujar Imron.

Imron menyebut, peran ibu-ibu dalam naungan Dharma Wanita Persatuan sangatlah penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga.

Oleh karena itu, lanjut Imron, pemerintah daerah akan memberikan dukungan terhadap program-program DWP, sehingga dapat membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat guna mewujudkan visi daerah.

"Dharma Wanita Persatuan sebagai salah satu organisasi masyarakat perempuan terbesar di Indonesia, yang menghimpun para isteri Aparatur Sipil Negara," jelas Imron.

"Tentunya, dapat berperan aktif dan mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional dengan visi dan misi yang dimiliki organisasinya," imbuhnya.

Imron berharap, DWP Kabupaten Cirebon menjadi wadah bagi kaum perempuan dalam bermitra dengan pemerintah daerah, agar dapat semakin berperan nyata dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kabupaten Cirebon.

"Keberadaan DWP diharapkan, dapat memberikan kontribusi positif membentuk keluarga-keluarga yang mempunyai ketahanan yang baik. Serta ketahanan keluarga akan membentuk ketahanan masyarakat yang kemudian membentuk ketahanan nasional," ungkapnya.

Ketua DWP Kabupaten Cirebon, Ella Komala Sari Hilmy Riva'i mengatakan, perempuan mempunyai andil besar dalam pembangunan berkelanjutan. 

Seperti halnya pendidikan dalam keluarga harus menempatkan perempuan, karena pendidikan modal utama dalam pembangunan berkelanjutan.

"Perempuan mempunyai andil besar dalam proses perwujudannya pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, sebagai garda terpenting pembangunan berkelanjutan, sudah saatnya kita sebagai perempuan untuk bergerak," katanya.

Penasehat DWP Kabupaten Cirebon, Hj. Nunung Roosmini Imron menyebut, dengan adanya peringatan HUT ke-24 DWP ini, semua mendapatkan wawasan yang lebih terarah sesuai tujuan prgram-program DWP itu sendiri.

"Saya ucapkan terimakasih kepada pengurus DWP Kabupaten Cirebon, yang sudah menjalankan program-program, seperti pendidikan, ekonomi dan sosial dengan baik, serta mampu membuat suasana keluarga yang aman, nyaman dan bahagia," ucapnya. (din)

Unit Kepegawaian IAIN Cirebon Selaraskan Kualifikasi dan Kompetensi Jabatan Funsional

CIREBON, FC – Unit Kepegawaian IAIN Syekh Nurjati Cirebon memasuki tahap krusial dalam menyelaraskan kualifikasi dan kompetensi jabatan fungsional APBN dengan melaksanakan Uji Kompetensi (UKOM) pada tanggal 11 dan 14 Desember 2023. 

Dra. Siti Yayah Nurhidayah, M.Si., Analis Kepegawaian Ahli Muda, mengonfirmasi bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari Seleksi Perpindahan dari Jabatan Lain ke Jabatan Fungsional Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APK APBN) serta Jabatan Fungsional Pranata Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PK APBN) tahun 2023. Senin, (11/12/2023).

Menurut Dra. Siti Yayah, proses verifikasi telah diselesaikan dengan menetapkan sejumlah 5.325 peserta untuk mengikuti Uji Kompetensi Teknis dan/atau Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural. Dari hasil verifikasi tersebut, 51 peserta telah memenuhi kualifikasi teknis dan manajerial yang diperlukan.

Pelaksanaan uji kompetensi ini direncanakan pada tanggal 11 Desember 2023 untuk Uji Kompetensi Teknis dan pada tanggal 14 Desember 2023 untuk Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring melalui tautan https://cat.kemenkeu.go.id, memungkinkan peserta untuk mengikuti ujian dari kantor atau unit kerja masing-masing.

“Proses ini mengacu pada Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) Fungsional di Bidang Perbendaharaan Negara yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tahun 2023,” jelas Dra. Siti Yayah.

Pimpinan Unit Kerja diharapkan untuk menugaskan peserta dan petugas kepegawaian sebagai pengawas pelaksanaan Uji Kompetensi di unit kerja masing-masing guna memastikan kelancaran proses tersebut. Dalam rangka memastikan keselarasan, peserta diwajibkan melakukan uji coba ujian pada tanggal 7 Desember 2023.

Dra. Siti Yayah menegaskan bahwa keputusan terkait Uji Kompetensi ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Bagi calon peserta yang tidak tercantum dalam daftar saat ini, diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi pada periode berikutnya. Kegiatan ukom dilaksanakan di Gedung Siber lantai 2. Sementara untuk peserta uji kompetensi  dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, untuk Jabatan Fungsional APBN sebanyak 8 orang, dan ini daftar lengkap peserta ukom. Untuk hari Senin, 11 Desember 2023 yakni, Mahmudin, S.E., Firman Agung, S.E., Lies Zakiyah, S.E., Siti Azizah, S.E., Sohibul Wafa Atoillah, S.H.I., sementara untuk hari Kamis, 14 Desember 2023 adalah,  Pagi, S.E., Tatang Permana, S.E., M.M., Faidatun Nashihah, S.E.I. Semoga mereka semua sukses dan berhasil dalam melaksanakan ujian mereka. ungkapnya

Untuk informasi lebih lanjut terkait proses pendaftaran, tersedia layanan call center HAI Kemenkeu dengan nomor 14090, e-mail, atau tiket melalui hai.kemenkeu.go.id.

Kegiatan Uji Kompetensi ini menjadi tonggak penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di bidang keuangan negara serta menjamin profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan tuntutan kebutuhan jabatan fungsional. (din)

IAIN Syekh Nurjati Bersama Pemkot Cirebon Mendatangani Deklarasi

CIREBON, FC -Prof Dr Hajam, M.Ag.,, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA dari unsur pimpinan IAIN Cirebon dan Budi W utusan dari Pemerintah Kota Cirebon menandatangani bersama Deklarasi. Kegiatan tersebut digawangi oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan menggelar kegiatan  bertajuk “Panggung Perempuan”.

Kegiatan ini dalam rangka 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Acara yang dihadiri oleh ratusan undangan dari berbagai pihak ini juga menjadi momentum penting untuk meluncurkan Unit Layanan Terpadu Penanganan Kekerasan Seksual. Gedung ICC, Selasa, (12/12/2023).

Dr. Masriah, M.Ag Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon memberikan sambutan dalam kegiatan “Panggung Perempuan”

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti keragaman kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian 16 HAKTP. Mulai dari sosialisasi, seminar, workshop, hingga panggung perempuan yang memuat berbagai kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. “Kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal kampus, tapi juga berbagai lembaga penting di Cirebon dan sekitarnya. Semoga upaya yang kami lakukan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya dari lingkungan akademis, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah kota, lembaga sosial, dan aktivis perempuan. “Kami berharap antusiasme dari tamu yang hadir ini menjadi energi positif untuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan,” tambah Masriah.

Alifatul Arifiyah Ketua Jaringan Cirebon dari Fahmina dikegiatan “Panggung Perempuan”

Sementara Ketua Jaringan Cirebon Alifatul Arifiah dari fahmina, ikut menyuarakan pentingnya kegiatan penanganan korban kekerasan seksual dan upaya pencegahannya dikesempatan ini beliau menuturkan. 

“Kami di Jaringan Cirebon percaya bahwa penanganan korban kekerasan seksual tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi sebuah aksi nyata yang membutuhkan perhatian semua pihak. Upaya pencegahan dan perlindungan harus menjadi fokus bersama dalam menghapuskan kekerasan seksual. Melalui langkah-langkah konkret, termasuk edukasi, dukungan psikologis, dan advokasi bagi para korban, kami dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih aman dan menghargai martabat setiap individu. Dengan menguatkan peangkal terhadap kekerasan seksual, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan tanpa kekerasan bagi semua,” tutur Alifatul.

Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA Kepala LPPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon memberikan Statemen dalam kegiatan “Panggung Perempuan”

Sementara itu, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA.,Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual.

“Saya percaya bahwa melibatkan berbagai lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Kolaborasi lintas lembaga membawa beragam sudut pandang dan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi masalah ini dengan cara yang komprehensif dan efektif. Ini bukan hanya tanggung jawab satu entitas, tapi sebuah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, terutama bagi para perempuan yang sering menjadi korban. Kerja sama ini menjadi fondasi yang kokoh dalam memberikan perlindungan yang lebih baik dan memberi suara kepada mereka yang terpinggirkan oleh kekerasan seksual.l,” ungkap Dr Faqihuddin.

Prof Dr Hajam, M.Ag Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama sambutan sekalogus membuka secara resmi kegiatan “Panggung Perempuan”

Di sisi lain, Prof Dr Hajam, M.Ag Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, secara resmi membuka Panggung Perempuan yang dipenuhi dengan beragam kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menandatangani deklarasi anti kekerasan seksual di perguruan tinggi. Para perwakilan dari PSGA, koordinator relawan, lembaga advokasi perempuan, dan berbagai organisasi terkait langsung menandatangani deklarasi ini, menegaskan komitmen mereka dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan. tegas Prof Hajam.

Dengan harapan besar atas kesatuan komitmen dari berbagai pihak, acara Panggung Perempuan PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum nyata untuk menggalang kekuatan bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan.

Prof Dr Hajam, M.Ag., Dr Faqihuddin Abdul Kodir, MA dari IAIN Cirebon dan Budi W utusan dari Pemerintah Kota Cirebon, menandatangani  bersama “Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi ” 

“Dalam momen ini, kami tidak hanya merayakan keberagaman seni dan kegiatan yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya perempuan dalam masyarakat, tetapi juga menegaskan urgensi dari keberadaan Unit Layanan Terpadu Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi. Ini bukan hanya sebuah langkah simbolis, tetapi komitmen nyata untuk memberikan perlindungan dan akses terhadap layanan bagi mereka yang menjadi korban kekerasan seksual. tandas Prof Hajam.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu. Dengan adanya unit penanganan kekerasan seksual, kami ingin menyediakan sarana yang lebih tanggap dan responsif dalam menangani kasus-kasus yang seringkali terabaikan atau sulit dilaporkan.

“Semoga kehadiran unit ini tidak hanya menjadi titik awal, tetapi juga menjadi tonggak dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan akademis. Dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak sangatlah penting dalam memastikan keberhasilan dan efektivitas dari langkah-langkah ini.” pungkasnya. (din)

Senin, 11 Desember 2023

Rektor IAIN Cirebon Pimpin Langsung Kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggara. (RBA) Tahun 1023

CIREBON, FC -IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara penting dalam upaya mereka untuk merajut rencana strategis ke depan. Prof Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag, Rektor IAIN, memimpin langsung kegiatan sosialisasi penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) tahun 2023. Acara ini menjadi tonggak penting dalam memastikan langkah keuangan yang tepat guna dan terarah bagi lembaga yang menerapkan Pengelolaan Keuangan BLU (Badan Layanan Umum).

Didampingi oleh Warek III Prof. Dr. Hajam,M.Ag dan Kepala Biro AUAK Ir. Hj. Sunarini, M.Kom, Prof. Aan Jaelani memusatkan perhatian pada pemenuhan data kinerja bisnis tahun 2023 di semua unit di kampus tersebut. Diskusi mengenai RBA menjadi fokus utama, dengan penekanan pada pentingnya wawasan bisnis yang komprehensif, terperinci, dan terukur.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dan proyeksi, tetapi bagaimana angka tersebut merefleksikan pertumbuhan dan pencapaian yang sesungguhnya,” jelas Prof. Aan Jaelani dalam sesi sosialisasi.

RBA di IAIN Cirebon mengadopsi pendekatan yang sangat terperinci, mencakup indikator kinerja utama yang telah ditetapkan. Indikator tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari persentase tingkat pekerjaan & wirausaha bagi alumni, pengakuan atas kinerja keilmuan dan karya ilmiah dosen, hingga pencapaian prestasi mahasiswa.

“Sosialisasi ini adalah langkah awal menuju pengelolaan keuangan yang lebih responsif, yang mencerminkan visi dan misi institusi serta tuntutan dunia bisnis saat ini,” tambah Warek III Prof. Dr. Hajam,M.Ag.

Acara ini berlangsung di Auditorium lantai 3 rektorat, memperlihatkan komitmen IAIN Cirebon dalam menggalang sinergi antarunit dan memastikan bahwa RBA yang disusun bukan hanya dokumen formal, tetapi juga panduan yang hidup dan berkelanjutan dalam perjalanan pertumbuhan lembaga ke depan. (din)

Rektor IAIN Cirebon Bertekad Menggerakan Inovasi dan Meningkatkan Layanan Digit dan BLU

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD).  Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, mengungkapkan tekadnya dalam menggerakkan inovasi melalui Focus Group Discussion (FGD) yang difokuskan pada peningkatan layanan digital dan optimalisasi masukan bisnis Badan Layanan Umum (BLU). Dalam pernyataannya, beliau menjelaskan maksud, tujuan, target, dan harapannya terhadap FGD tersebut.

“Maksud dari FGD ini adalah untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat aspek digitalisasi layanan dan strategi pengembangan bisnis BLU,” ungkap Prof. Aan Jaelani.

Rektor menegaskan bahwa tujuan utama dari FGD adalah untuk menciptakan terobosan inovatif dalam menghadapi perubahan zaman. “Kami bertekad agar FGD ini menjadi wadah untuk menciptakan gagasan-gagasan brilian yang dapat menghadirkan layanan publik yang lebih efisien dan berbasis teknologi, serta untuk merumuskan langkah strategis dalam optimalisasi peran BLU,” tambahnya.

Dalam hal target, Rektor berharap FGD akan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam terkait kebutuhan akan transformasi digital dalam layanan publik. “Kami ingin para peserta dapat mengidentifikasi solusi-solusi konkret dan langkah-langkah praktis yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan layanan publik di era digital ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Aan Jaelani menyampaikan harapannya agar FGD ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi pemicu aksi nyata. “Saya berharap dari FGD ini lahir strategi-strategi yang dapat diimplementasikan secara bertahap untuk merubah paradigma layanan publik dan optimalisasi model bisnis BLU di masa mendatang,” tandasnya dengan optimisme.

Diharapkan dengan semangat inovasi yang digelorakan oleh Rektor, FGD ini akan menjadi tonggak awal menuju transformasi yang signifikan dalam layanan publik dan bisnis BLU, serta memperkuat kontribusi IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam pengembangan masyarakat. (din)

Sabtu, 09 Desember 2023

Dede Al Mustaqim, Mahasiswa Syariah IAIN Cirebon Juara 1 dalam Lomba Artikel Nasional Gallusia Writing Competition

CIREBON, FC  Dede Al Mustaqim, mahasiswa semester 5 Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara 1 dalam Lomba Artikel Nasional Gallusia Writing Competition. 

Lomba yang diselenggarakan oleh Badan Penerbitan Pers Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada ini bertemakan "Optimalisasi Peran Peternakan dalam Ketahanan Pangan Nasional".

Ajang perlombaan berlangsung mulai tanggal 17 November hingga 8 Desember 2023, melibatkan 59 mahasiswa dari 36 universitas ternama di Indonesia. 

Dede Al Mustaqim berhasil memenangkan perlombaan dengan judul karya yang menginspirasi, berjudul "Strategi Peningkatan Produktivitas Peternakan dan Peran Kampung Sapatu Baru Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional".

Sebelum mengikuti perlombaan ini, Dede Al Mustaqim menjalani proses persiapan yang matang, menggali berbagai sumber pengetahuan, dan berdiskusi intensif dengan dosen pembimbing serta teman-teman sejawat.

Dalam ungkapannya, Dede Al Mustaqim menyampaikan rasa syukurnya, "Alhamdulillah saya mendapatkan juara 1 dalam Lomba Artikel Nasional ini. Judul karya saya mencoba membahas strategi peningkatan produktivitas peternakan dan peran Kampung Sapatu Baru dalam mendukung ketahanan pangan nasional".

Selain Dede, Juara 2 diraih oleh Sisila Indri. S dari Universitas Gadjah Mada, dan Juara 3 diraih oleh Khusnul Latifah dari Universitas Jember, memberikan bukti bahwa kompetisi ini memunculkan karya-karya berkualitas dari seluruh penjuru tanah air.

Dengan prestasi ini, Dede Al Mustaqim memberikan pesan kepada teman-teman mahasiswa, "Jangan pernah ragu untuk berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi nasional. 

Persiapkan diri sebaik mungkin, gali potensi diri, dan percayalah bahwa setiap usaha pasti akan membuahkan hasil. Prestasi ini bukan hanya milik saya, tetapi juga milik kampus dan rekan-rekan sejawat. Mari bersama-sama terus berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara."

Prestasi Dede Al Mustaqim dalam Lomba Artikel Nasional Gallusia Writing Competition menjadi momentum penting bagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk terus mendorong mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Ara)

Jumat, 08 Desember 2023

Bupati Cirebon Imbau Kepada Seluruh Pelaksana Pembanguna Harus Berakhir Sebelum Akhir 2023

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melakukan safari pembangunan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. Sejumlah proyek fisik didatangi, mulai dari sarana peribadatan, infrastruktur jalan, fasilitas umum hingga sarana pendidikan untuk dilakukan peninjauan sejauh mana progres pengerjaan yang dilakukan, Rabu (6/12/2023).

Dalam safari pembangunan tersebut, Bupati Cirebon didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. Hafidz Iswahyudi, M.Si.

Kemudian, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si, M.Sc, MT, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, S.H, M.H, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Ir. Iwan Rizki, dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam safari tersebut, bupati bersama rombongan melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi, diantaranya pembangunan menara Masjid Agung Sumber, gedung KPU Kabupaten Cirebon, tempat pembuangan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R) Tukmudal, kolam Pemijahan Cikalahang, revitalisasi Pasar Jamblang, revitalisasi ruang kelas di SMPN 1 Klangenan, revitalisasi SDN 2 Sitiwinangun, peningkatan jalan Weru-Sarabau, pemasangan PJU di kawasan Batik Trusmi dan Tuparev, dan terakhir Stadion Watubelah Sumber.

Imron menyebutkan, dari tinjauan sejumlah proyek fisik, hampir sepenuhnya rampung diselesaikan. Meskipun masih ada pengerjaan, namun hanya satu lokasi, yakni di menara masjid Sumber yang tinggal pengerjaan akhir.

Pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh pelaksana, untuk mempercepat pembangunan sebelum akhir tahun 2023, karena beberapa proyek terpantau masih dalam proses pengerjaan.

“Alhamdulilah, semuanya hamper 95 persen proyek fisik rampung dikerjakan. Sisanya, target sebelum akhir tahun 2023 ini bisa selesai,” ungkap Imron.

Menurutnya, seluruh pembangunan yang dilakukan tahun ini, sebagian besar untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Cirebon dan meminta kepada pihak-pihak teknis terkait untuk bisa terus merawat dan mengawal pembangunan ini.

“Contoh, tahun ini ada pembangunan TPS3R untuk menangani permasalahan sampah dan pusat benih ikan untuk menjamin ketahanan pangan daerah,” kata Imron.

“Kalau revitalisasi ruang kelas di SMPN 1 Klangenan ada 14 ruangan dan semuanya sudah selesai, sehingga siswa kita sudah bisa belajar dengan nyaman,” jelasnya. (Anin)

Pemerintab Kabupaten Cirebon Imbau Pengembang Perumahan Segera Menyerahkan PSU

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon mengimbau kepada pengembang perumahan yang menelantarkan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) perumahan agar segera menyerahkan ke Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut berdasarkan Pasal 49 ayat (9) dan Pasal 52 ayat (1) Peraturan Bupati Cirebon Nomor 189 Tahun 2022 tentang Prosedur Penyediaan dan Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dari pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan data yang dimiliki DPKPP Kabupaten Cirebon, ada beberapa pengembang yang menelantarkan PSU, yaitu PT. Pendawindo Permai selaku Pengembang Perumahan Villa Intan 1, PT. Rifarco Adhitama selaku Pengembang Perumahan Telaga Sakinah dan PT. Putra Kedawung Agung selaku Pengembang Perumahan Telaga Sakinah II agar segera menyerahkan aset PSU ke Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Perlu diketahui, PSU perumahan merupakan kelengkapan fisik untuk mendukung terwujudnya perumahan yang sehat aman dan terjangkau. 

Dengan demikian, ketersediaan PSU merupakan kelengkapan dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengembangan perumahan dan kawasan permukiman.

Oleh karena itu, dukungan PSU yang memadai, diharapkan dapat menciptakan dan meningkatkan kualitas lingkungan perumahan dan permukiman.

Tujuan dari serah terima aset PSU perumahan oleh Pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon adalah untuk menjamin keberlanjutan pemeliharaan dan pengelolaan PSU perumahan tersebut.

Selain itu juga, penyerahan PSU Perumahan memiliki beberapa manfaat, yaitu menjamin ketersediaan PSU Perumahan, keberlanjutan pengelolaan PSU Perumahan dan dapat mewujudkan hunian yang tertata dan sehat. (Hafidz)

Kamis, 07 Desember 2023

IAIN Cirebon Umumkan Rencana Bedah Menyeluruh Terhadap DIPA Anggaran 2024



CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengumumkan rencana bedah menyeluruh terhadap Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2024 dalam acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Santika Premiere Hotel, Kabupaten Kuningan, pada tanggal 04 hingga 06 Desember 2023.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi sekitar 60 peserta yang terdiri dari berbagai unsur pimpinan, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Pusat, SPI, hingga Kepala Bagian dan Kasubag. Tujuan utama dari bedah DIPA ini adalah untuk mengkaji secara mendalam beberapa poin krusial yang terkait dengan rencana penggunaan anggaran pada tahun mendatang.

Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ir. Hj. Sunarini, M.Kom, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini akan membahas enam hal penting, antara lain: evaluasi pelaksanaan anggaran DIPA 2023, pembagian DIPA 2024, pembagian tanggungjawab, penyusunan performance indikator rektor yang akan ditandatangani oleh Dirjen dan Direktur, sosialisasi fungsi SPI, dan kesepakatan bersama pelaksana anggaran tahun 2024.

Acara yang didanai dari kantong usaha sendiri, BLU, diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait perencanaan anggaran dan implementasinya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Para peserta diharapkan dapat mengambil manfaat maksimal dari kegiatan bedah DIPA ini guna memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan efektif untuk tahun mendatang. ungkap Sunarini.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan bedah DIPA 2024 secara resmi, Beliau menyoroti pentingnya pemahaman mendalam tentang dua profil utama, yakni CIU (Cyber Islamic University) dan BLU (Badan Layanan Umum). Dalam konteks ini, perlu memahami secara mendetail mekanisme pelaksanaan program dan fungsi, khususnya dalam aspek pendidikan jarak jauh. 

Kegiatan ini juga menitikberatkan pada konsep Laporan Evaluasi Diri (LED) dan alat ukur yang menjadi fokus penting dalam menilai capaian dan efektivitas dari program-program yang direncanakan. tegas Prof Aan.

Kegiatan ini diharapkan akan memberikan landasan yang kokoh bagi perencanaan dan implementasi program-program yang berkualitas di IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada Tahun Anggaran 2024. (din)

Rektor IAIN Cirebon Siap Dorong Pengembangan )endidikan Tinggi Keagamaan

CIREBON, FC - Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, turut hadir dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Jakarta. Acara yang dibuka oleh Gus Menteri KH Yaqut Cholil Qoumas ini menjadi platform penting untuk berbagai pesan dan arahan terkait pengembangan Pendidikan Tinggi Keagamaan. Kamis, (07/12/2023).

Dalam kesempatan ini, Gus Menteri KH Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan pesan penting bahwa Pendidikan Tinggi Keagamaan (PTK) harus memiliki branding yang kuat, adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, meraih akreditasi yang unggul, dan juga memiliki distingsi atau perbedaan yang jelas dengan institusi lain.

“Keunggulan ini membutuhkan peran aktif dari seorang Chief of Marketing yang kreatif dan inovatif untuk memasarkan keunggulan kampus ke publik,” ujar Yaqut Cholil Qoumas.

Menurut Yaqut Cholil Qoumas, membangun citra dan identitas yang kuat untuk Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), sangat penting di era digital saat ini. Ketangguhan dalam mengadaptasi teknologi informasi menjadi kunci, sementara meraih akreditasi yang unggul akan memperkuat reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, juga menegaskan bahwa perbedaan yang jelas antara institusi pendidikan adalah hal yang harus diperjuangkan. “Dengan memiliki keunggulan yang spesifik dan berbeda dari yang lain, kita bisa lebih dikenal dan diakui oleh masyarakat,” ungkap Aan.

Rapat Koordinasi ini menjadi momen penting bagi Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, selaku Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk merespons arahan dan membawa konsep-konsep baru dalam meningkatkan citra dan daya saing institusi ke depannya. Peningkatan branding dan kreativitas pemasaran diharapkan menjadi langkah strategis dalam menempatkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan yang memimpin di bidangnya. (din)

PSGA IAIN Cirebon Bersama Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan Gelar Seminar Online, Kampanye 16 HAKTP



FOKUS CIREBON, FC - PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar sebuah seminar online yang bertujuan sebagai bagian dari kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Acara ini, dengan tema "10 Hari Kenali dan Kawal UU TPKS," menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman dalam berbagai bidang yang terkait.

Narasumber yang hadir diantaranya Alifatul Arifiati (Fahmina Institute), Alfina (KOPRI PC.PMII Cirebon), Seha Nur Fani (KOPRI Cirebon), Sa’adah (WWC Mawar Balqis), Asih Widyowati (Umah Ramah), Nurleli (Fatayat), Roikhatun Abhariyah (KPI Kab.Cirebon), Komala Dewi (RUPA), Siti Rabbi’ah Al Fatimah (Fatayat), Yumma Shafa Azzahra (Women March Cirebon), Ayu Anggaritno Proboningdyah,AMD.Keb, Hj.Saniri,S.Si.Apt.,M.H (DPPKBP3A Kabupaten Cirebon), Mahmudah (RUPA), Fadhilah Munawwaroh (Fatayat), Irhamna (WWc Mawar Balqis), Roudhatul Jannah (WWC Mawar Balqis), Puja Monica Rahayu (GERAK PUAN), Supraptiningsih (LBH Fahmina), Nurlaeli (PC.Fatayat Kab.Cirebon), Fitri Nurajizah (Mubadalah), Ida Ad’hiah (Fahmina Institute), Veno (WWC Mawar Balqis), dan Lutfiyah Handayani ( KID Kota Cirebon), hingga berbagai narasumber lainnya yang memiliki keahlian dalam isu-isu kekerasan terhadap perempuan. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati cirebon, warek III IAIN syekh Nurjati Cirebon dan jajarannya.

Dr. Masriah.M.Ag, selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, membuka acara tersebut dengan sambutan pembukaan. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapannya terhadap seminar ini, menyatakan, 

"Semoga seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan positif dalam mengatasi kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan," pungkasnya.

Saudara Khoerul Anwar, selaku Ketua Pelaksana, menekankan pentingnya kegiatan 16 HAKTP sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas dari tindak kekerasan seksual. Dalam sambutannya, Anwar menyatakan, "Selama ini PSGA telah mengadakan diskusi online mulai dari tanggal 27 November hingga 6 Desember 2023."

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, melainkan juga peserta dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi, praktisi hukum, pekerja sosial, dan masyarakat umum yang peduli terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. 

Seminar ini diselenggarakan secara daring melalui platform virtual untuk memberikan wawasan tentang isu-isu yang berkaitan dengan pelecehan seksual, kekerasan berbasis elektronik, sejarah gerakan perempuan Indonesia, pemaksaan sterilisasi, eksploitasi seksual, dan banyak lagi.

Imelda Triadhari, Ketua Relawan PSGA, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesuksesan seminar online ini. Triadhari menyatakan, "Seminar ini menjadi momentum berharga untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait UU TPKS dalam rangka acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Dalam sepuluh hari penuh, peserta seminar memiliki kesempatan untuk menggali informasi, berpartisipasi dalam diskusi, dan memahami peran aktif dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan perempuan. 

Ketua Pelaksana Anwar menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas partisipasi luar biasa dari para narasumber, peserta, dan dukungan dari Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan. Kolaborasi ini memberikan kontribusi besar dalam menyuarakan pentingnya mengenali dan mengawal implementasi UU TPKS.

Anwar juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan serta dalam keberhasilan acara ini. Ia berharap bahwa diskusi ini dapat meningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindakan kolektif dalam melawan kekerasan terhadap perempuan.

Seminar ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan kemaslahatan bersama, khususnya perempuan. 

Apresiasi disampaikan kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu dan dedikasi, serta kepada para audiens yang antusias memberikan kontribusi sebagai bentuk dukungan dalam menciptakan perubahan yang positif.

Di selenggarakannya seminar ini adalah salah satu bentuk bagian dari kampanye global yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung upaya pencegahan berbagai bentuk  kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Acara ini dibuka langsung oleh Dr.Masriah.M.Ag selaku kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sekaligus menyampaikan sambutan pembukaan serta mengungkapkan harapannya terhadap seminar yang di selenggarakan tersebut.

 “Semoga seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan positif dalam mengatasi kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di berbagai lapisan masyarakat," jelasnya dengan penuh antusias. 

Khoerul Anwar, ketua pelaksana dalam kegiatan ini menuturkan, kegiatan 16 HAKTP yang diselenggarakan oleh PSGA ini banyak sekali berbagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus dalam mewujudkan universitas yang nyaman dari tindak kekerasan seksual, sehingga pihaknya sangat perlu adanya diskusi-diskusi tentang kekerasan seksual itu sendiri.

"Ini adalah bentuk dukungan kami, terhadap PSGA yang sudah mengadakan diskusi online mulai dari tanggal 27 November- 6 Desember 2023,” ucapnya.

Seminar ini dihadiri oleh audiens yang berjumlah kurang lebih 50 peserta bukan hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi, praktisi hukum, pekerja sosial maupun masyarakat umum yang peduli terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. Seminar ini diselenggarakan secara daring melalui platfrom virtual. 

Dalam rangkaian acara ini para peserta diberikan wawasan tentang berbagai isu yang berkaitan dengan pelecehan seksual, kekerasan berbasis elektronik, sejarah gerakan perempuan indonesia, pemaksaan sterilisasi, eksploitasi seksual dan lainnya.

“Saya sebagai ketua relawan Pusat Studi Gender dn Anak (PSGA), merasa sangat bersyukur dan bangga atas kesuksesan seminar online yang diadakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Syekh Nurjati Cirebon serta didukung oleh Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan," ucapnya. 

Seminar ini menjadi momentum berharga untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait UU TPKS dalam rangka acara 16 Hari Anti kekerasan terhadap perempuan. 

"Selama sepuluh hari penuh, peseta dapat menggali informasi, berpartisipasi dalam diskusi dan meahami peran aktif dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan perempuan,” papar Imelda Triadhari.

Lanjut ketua pelaksana kegiatan ini mengungkapkan “Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi yang luar biasa dari para narasumber, peserta dan dukungan dari Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan. Kolaborasi ini memberikan konstribusi besar dalam menyuarakan pentingnya mengenali dan mengawal implementasi UU TPKS.  

"Kami ucapkan terima kasih pula kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam keberhasilan acara ini, dan saya berharap dengan adanya diskusi ini dapat ,eningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindalan kolektif dalam melawan kekerasan terhadap perempuan," pungkas Anwar.

Maka dari itu, di adakannya seminar ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan yang mesti kami dan kita semua laksanakan guna memberikan manfaat bagi kesehatan bermasyarakat dan juga kemaslahatan bersama terutama perempuan.

"Pastinya penuh apresiasi yang di haturkan bagi narasumber yang telah memberikan penuh ilmu dan dedikasi bagi semua kalangan dan tidak lupa para audiens yang telah antusias memberikan kontribusi sebagai bentuk dukungan dalam hal kebaikan," tandasnya. (Nisa)