CIREBON, FC – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musbangkel) Harjamukti, Kota Cirebon, berfokus pada penanganan banjir, khususnya penertiban bangunan liar.
Musbangkel yang digelar kantor Kelurahan Harjamukti tersebut dihadiri langsung tiga Anggota DPRD Kota Cirebon dari daerah pemilihan Harjamukti, Kecapi, Larangan, Rabu (28/1/2025).
Yakni, Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon Agung Supirno SH, Anggota Komisi I Ruri Tri Lesmana dan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Rizki Putri Mentari SH.
Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno SH memaparkan, permasalahan utama di Kelurahan Harjamukti yaitu banjir musiman dan maraknya bangunan liar.
Menurutnya, fokus Musbangkel ini selaras dengan agenda Komisi I DPRD Kota Cirebon yaitu pendataan bangunan liar oleh para lurah se-Kota Cirebon.
“Rata-rata per kelurahan lebih dari 60 bangunanliar. Karena saluran dan sungai dibangun bangunan sehingga ketika debit air air tinggi maka berakibat banjir,” ujarnya saat memberikan pemaparan.
Agung mengapresiasi Musbangkel Harjamukti tahun 2026 ini menghadirkan BBWS Cimanuk dan Cisanggarung. Mengingat musyawarah ini membutuhkan beberapa intervensi yang membutuhkan peran dan intervensi dari BBWS.
Agung pun mengingatkan kepada masyarakat agar terus membangun sinergitas dengan anggota DPRD dari dapil Harjamukti 2. Karena anggota DPRD bertanggung jawab untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Para RW harusnya bangun komunikasi dengan Anggota DPRD dari dapil Harjamukti. Karena DPRD bertanggung jawab untuk menyerap aspirasai masyarakat.
“Diharapkan aspirasi masyarakat kelurahan bisa direalisasikan melalui Musbangkel, maupun melalui pokok pikiran Anggota DPRD,” paparnya.
Hal serupa disampaikan Ruri Tri Lesmana. Menurutnya, persoalan banjir terjadi salah satunya disebabkan karena sumbatan saluran drainase. Karena itu, masalah banjir tidak bisa ditangani hanya dilakukan pemerintah saja, melainkan peran serta masyarakat.
“Warga harus mulai gerak, agar masyarakat juga terlibat untuk mengawasi, jangan sampai ada pendirian bangunan liar di bantaran sungai,” katanya. (din)







