KAB CIREBON - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) menjadi momentum bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Cirebon untuk memperkuat peran keluarga dalam menyiapkan generasi masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Cirebon Imron saat menghadiri Pertemuan Rutin PKK dalam rangka perayaan HUT ke-81 RI di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (11/8/2026).
Imron menilai kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak sekarang.
Karena itu, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak yang kelak menjadi generasi penerus.
Ia meminta PKK dan Dharma Wanita turut menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat, terutama dalam membangun pola hidup sehat, meningkatkan pendidikan keluarga, dan membentuk karakter anak.
“PKK dan Dharma Wanita ini menjadi tulang punggung penggerak kemajuan di daerahnya,” ujar Imron.
Menurutnya, upaya membangun generasi yang berkualitas perlu dilakukan sejak dini. Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga harus memberikan keteladanan dan membangun kebiasaan positif.
Imron mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan gawai sebagai pengganti peran pendidikan dalam keluarga. Anak perlu diarahkan untuk belajar, berolahraga, dan mengembangkan kemampuan berpikir.
“Jangan cuma anak diam, dikasih HP diam, nanti ke depan, anak akan hancur. Anak harus dididik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Imron memperkenalkan tiga hal yang menurutnya menjadi modal penting untuk membangun manusia yang kuat dan berkemajuan, yakni otot, otak, dan hati nurani.
Otot, kata dia, berkaitan dengan kesehatan fisik. Ia mendorong masyarakat membangun kebiasaan berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.
Imron juga membagikan pengalamannya yang sejak muda aktif berolahraga, mulai dari silat, karate, tinju hingga tarung derajat.
Ia mengatakan kebiasaan olahraga perlu ditanamkan sejak anak-anak agar menjadi bagian dari gaya hidup. Menurutnya, pendidikan olahraga di sekolah juga tidak boleh sebatas pembelajaran, tetapi harus membentuk kebiasaan hidup sehat.
“Sering olahraga. Kita menjaga kesehatan itu dengan olahraga,” tuturnya.
Sementara itu, otak berkaitan dengan kemampuan belajar dan berpikir maju. Imron meminta keluarga mendorong anak untuk terus belajar dan memiliki wawasan luas agar mampu menghadapi tantangan globalisasi.
Adapun hati nurani, lanjutnya, berkaitan dengan kemampuan seseorang menjaga sikap, mengendalikan diri, serta menyikapi keberhasilan dan kegagalan dengan bijak.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sombong ketika berhasil dan tidak rendah diri ketika mengalami kegagalan.
Menurutnya, keberhasilan perlu disikapi dengan rasa syukur, sedangkan kegagalan harus dihadapi dengan kesabaran.
“Wong sukses aja sombong, kudu bersyukur. Wong kang gagal, aja sakit hati, aja minder, tapi harus sabar,” ungkapnya.
Imron juga menekankan pentingnya peran PKK dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Salah satunya melalui pencegahan stunting dengan memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga.
Ia berharap PKK dan Dharma Wanita dapat menjadi contoh sekaligus memberikan arahan kepada masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan membangun keluarga yang berkualitas. “Jaga otot, otak, dan hati nurani,” pesannya.
Ia kemudian merangkum pesan tersebut melalui prinsip olah raga, olah pikir, dan olah zikir. Ketiga hal itu, menurut Imron, dapat menjadi bekal masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik, kecerdasan, dan ketahanan batin. (Nur)
