-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

1.868 Wisuda Ke-V UIN Siber Cirebon Disiapkan Menjadi Profesional Digital yang Berakhlak dan Berdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 | Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T07:37:20Z



CIREBON, FC -  Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan momentum penting dalam perjalanan akademiknya. Sebanyak 1.868 wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas, termasuk program magister dan doktor, mengikuti rangkaian wisuda yang digelar selama tiga hari.


Di hari pertama, wisuda diikuti sebanyak 736 lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Selasa, 11 Agustus 2026, di sebuah hotel di Cirebon.


Rangkaian wisuda tersebut menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik. Di balik toga dan ijazah yang diterima, para lulusan diingatkan bahwa gelar akademik merupakan amanah ilmu sekaligus tanggung jawab untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam pidato wisuda mengangkat tema “Penguatan Inovasi Digital, Green Islamic Campus, dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman bagi Lulusan Profesional yang Berdampak bagi Umat.”


Tema tersebut menjadi pesan kuat agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam kehidupan profesional.


Dalam pidatonya, Prof. Aan menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi Islam tidak cukup hanya menguasai teknologi. Kemajuan digital, termasuk kecerdasan buatan dan big data, harus berjalan beriringan dengan etika dan akhlak.


Menurutnya, inovasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Namun, kemampuan teknologi harus digunakan untuk menghadirkan kemudahan, menyebarkan kebaikan, memperluas akses pengetahuan, serta ikut menjawab berbagai persoalan sosial.


“Keterampilan digital yang saudara miliki harus dituntun oleh kemudi etika moral atau akhlak karimah,” pesan Prof. Aan kepada para wisudawan.


Ia mendorong para lulusan tidak hanya menjadi developers, tetapi juga menjadi illuminators—orang-orang yang mampu menghadirkan pencerahan melalui pemanfaatan teknologi.


Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi dan kecerdasan buatan.


Rektor UIN Siber Cirebon juga menegaskan bahwa Green Islamic Campus bukan sekadar menanam pohon. Namun yang terpenting kata Rektor adalah pentingnya kesadaran ekologis melalui konsep Green Islamic Campus.


Menurut Prof. Aan, konsep kampus hijau tidak boleh dimaknai sebatas penghijauan lingkungan maupun pengurangan penggunaan plastik. Lebih jauh, Green Islamic Campus merupakan implementasi nilai Islam tentang manusia sebagai khalifah fil 'ard, yakni memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengelola bumi.


Para lulusan pun diminta membawa semangat tersebut ke dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Baik ketika bekerja di perusahaan, pemerintahan maupun membangun usaha sendiri, mereka diharapkan mampu mengambil keputusan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.


Dengan demikian, gelar akademik yang disandang bukan hanya simbol keberhasilan pendidikan, tetapi juga membawa konsekuensi moral terhadap lingkungan dan generasi mendatang.


Laku pada pesan yang ketiga, ilmu harus berubah menjadi manfaat. Pesan ketiga  Rektor ini adalah bagaimana ilmu-ilmu keislaman dapat memberikan dampak konkret bagi umat.


Prof. Aan menekankan bahwa ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas, perpustakaan, skripsi, tesis maupun disertasi. Ilmu harus hadir sebagai solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, ketimpangan ekonomi, krisis moral hingga tantangan global.


Untuk itu, tegasnya, para lulusan sarjana, magister dan doktor diingatkan untuk menjadikan ilmu sebagai bekal menghadirkan perubahan. Karena gelar bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.


Para wisudawan harus didorong menjadi pribadi yang memiliki itqan, yakni profesional, tekun dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaan, sekaligus menjunjung tinggi integritas.


“Jadikan ilmu-ilmu keislaman sebagai kompas moral dalam setiap jejak langkah profesional saudara,” pesan Prof. Aan.


Di hadapan para wisudawan, orang tua, wali, dosen dan civitas akademika, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengantarkan para mahasiswa hingga mencapai titik kelulusan.


Di balik toga yang dikenakan para wisudawan, terdapat doa, perjuangan dan pengorbanan orang tua. Ada pula ketekunan para dosen dan tenaga kependidikan dalam mendampingi proses pendidikan.


Karena itu, wisuda diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi awal untuk membalas kepercayaan keluarga dan almamater melalui karya yang bermanfaat.


Prof. Aan juga berpesan agar para lulusan tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian akademik yang diraih. Karena dunia profesional menurutnya, menanti kiprah generasi muda yang mampu menggabungkan kompetensi, teknologi, integritas, kepedulian lingkungan dan nilai-nilai keislaman.


Para lulusan UIN Siber Cirebon diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar menjadi penonton perubahan. “Teruslah berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital, jagalah bumi dengan prinsip-prinsip Green Islam, dan jadikan ilmu-ilmu keislaman sebagai kompas moral dalam setiap jejak langkah profesional,” pesan Prof. Aan.


Kini, masyarakat menunggu karya mereka. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari gelar yang terpajang di belakang nama, tetapi dari seberapa besar ilmu tersebut mampu menghadirkan manfaat, perubahan dan kemaslahatan. (din)

×
Berita Terbaru Update