Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 16 Juli 2023

Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 118 Menjadi Peserta Ruwatan Pasca Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Di Desa Mertasinga

Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, kemudian paginya dilanjut dengan kegiatan ruwatan.


CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 118 IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama Sanggar Kencana Unggu menggelar kegiatan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dan Tradisi Ruwatan di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Sabtu, (15/7/2023).

Tetua Adat Mertasinga sekaligus pemilik Sanggar Kencana Ungu, Pangeran Mama Elang Panji Jaya menjelaskan, bahwa pagelaran yang diadakan ini adalah kegiatan rutinitas sanggar seni kencana ungu yang setiap tiga tahun sekali diadakan Ruwatan Murwakala atau bocah panas. 

Tujuannya adalah pertama mempertahankan tradisi yang hampir punah, kedua memperkenalkan kepada generasi muda seperti dan mahasiswa yang nanti ketika terjun ke masyarakat bisa menyebarluaskan tradisi ini di Kota Cirebon 

Dalam pagelaran seni tersebut, kata Elang Panji, yang ditampilkan hanya wayang kulit yang dilaksanakan semalam suntuk, kemudian dilanjut ruwatan di pagi hari ketika fajar mulai muncul.

Menurut Elang Panji, Wayang Kulit ini di Cirebon sejarahnya sejak tahun 1478 di mana ketika itu pernikahannya Kanjeng Pangeran Sunan Gunung Jati dengan Nyi Mas Pakung Wati. 

Terkait Pegelaran Wayang kulit semalam, kata Elang Panji itu ada dua episode,  pertama menceritakan tentang Galuh dengan Serempeng yang dimulai dari jam 20.30 WIB hingga pukul 02.00 WIB,  itu cerita umum dan kedua menceritakan tentang tradisi ruwatan itu sendiri.

Kata Elang Panji, ada pesan moral yang disampaikan dari pagelaran seni wayang kulit tersebut, pertama adalah itu tidak lepas dari perilaku kita, pendidikan kita sebagai salah satu gambaran bahwa jangankan sinatria seorang raksasa saja bebasan (kromo) itu suatu contoh yang baik. 

Kemudian, yang kedua merupakan suatu bentuk gambaran hidup kita bahwa wayang itu adalah kita di dunia nyata. Ketiga adalah suri tauladan dan dari sini  bisa diterapkan kepada diri kita pribadi atau pun orang di sekeliling kita, keluarga bahkan sampai anak didik kita. Lalu yang Ke empat, iramanya serasi di mana antara wayang dan lagunya itu tidak asal-asalan, dan Kelima untuk hiburan.

Sementara itu, usai pagelaran seni, acara dilanjutkan dengan acara Ruwatan. "Sejak tahun 60 an atau 70 an, kalau ruwatan pasti sebelumnya itu wayang dulu seperti tadi, kalau mau ruwatan langsung ya harus jam 5 karena waktu fajar itu dasar hukumnya dari ayat al-quran yaitu surat Al Ashr," papar Elang Panji Jaya.

Sedangkan tujuan diadakannya ruwatan ini adalah untuk memperkuat tradisi seni budaya 'ruwatan' yang hampir punah. Kemudian kedua untuk suri tauladan kita semua, karena di dalam ruwatan itu banyak sekali manfaat dan kegunaannya.

Manfaat pertama yaitu untuk menghilangkan kebel, kedua insya allah untuk rezeki dan usaha yang maju, kemudian juga untuk yang susah nikah agar didekatkan jodohnya, dan cepat nikah.


Dalam kegiatan ruwatan ini, sedikitnya ada 43 orang yang terlibat, yakni 18 laki-laki dan 18 perempuan serta 7 orang (borongan).

"Selain jumlahnya yang cukup banyak, pada Ruwatan ini ada beberapa kegiatan, di antaranya pertama kita harus mempersiapkan sarananya seperti sajen-sajennya, kedua lakonnya Batarakala, Ketiga ritualnya yaitu memakai baju ihrom dan setelah itu di mandika dan kain itu dibuang dan tidak boleh dipakai lagi," terangnya 

Sedang yang terlibat pada kegiatan tersebut, yakni jajaran pemerintah daerah, Kadis Budpar, Sekdis Budpar, Kabid Budpar, Kesultanan Kacirebonan, dan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati cirebon yang sedang KKN di Desa Mertasinga serta juga menjadi peserta ruwatan. (din)


Sabtu, 15 Juli 2023

KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menggelar Workhsop Sejarah dan Kebudayaan Di Desa Paniis

KUNINGAN, FC – Kelompok 115 KKN Mandiri Inisiatif IAIN Syekh Nurjati  Cirebon, mengadakan kegiatan seminar & workshop sejarah dan kebudayaan Desa Paniis dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. 

Acara seminar & workshop ini diadakan pada hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2023, bertempat di balai desa Paniis. Program KKN ini diinisiasi oleh mahasiswa dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan tahun ini mengangkat tema “Eksplorasi Sejarah dan kebudayaan lokal Desa Paniis” sebagai fokus utama kegiatan.

Pada acara seminar ini, dibuka oleh salah satu jajaran perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakatpun ikut andil hadir dengan antusias.

Kesenian tradisional pada pengenalan ini merupakan salah satu alat musik tradisional asli Kuningan yang terbuat dari bambu dan merupakan salah satu icon Kesenian yang sampai saat ini masih eksis dalam bidang kesenian yaitu alat musik tradisional dan angklung. 

Dalam hal ini perlu adanya dorongan dan pengenalan kembali dalam mengupayakan sejarah serta Kesenian tradisional desa Paniis dalam acara seminar ini.             

Program diadakannya kegiatan  ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengeksplor serta mengembalikan sejarah dan kesenian akan Desa Paniis. 

Karena perlu diketahui bahwa sejarah asli desa Paniis ini minim sekali diketahui oleh masyarakat dalam desanya sendiri, dan alat musik tradisional juga sudah minim diketahui oleh masyarakat dan anak muda. 

Kegiatan workshop dan seminar ini diisi oleh pemangku sejarawan Desa Paniis yaitu bapak Moh. Saap dan kebudayaan lokal bidang seni oleh Aki Otoy.

Dalam materi sejarah, Saap menyampaikan  temua-temuan peninggalan palisan, seperti bebatuan, makam, arca dan juga lainnya. Dan juga menjelaskan asal usul desa Paniis itu sendiri. 

.Sedangkan dalam penyampaian materi kebudayaan lokal yaitu Aki Otoy menyampaikan bahwa asal mulai Kesenian angklung dan calung ini yaitu terbuat dari potongan bambu yang di pukul guna untuk mengusir burung di sawah, dalam hal itu sehingga terinspirasi dan jadilah sebuah alat musik yang bernama angklung dan calung. 

Perlu di ketahui diadakannya kegiatan ini yaitu memberikan nilai positif dan dukungan dari masyarakat setempat, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan ke depannya ada pelatihan dan kelanjutannya sehingga masyarakat khususnya anak muda bisa tau akan sejarah dan alat musik tradisional desa Paniis. (ta)

Jumat, 14 Juli 2023

Rilis Kampung SDGs, Jurusan Sosiologi Agama IAIN Cirebon Buka Kerjasama Dengan Kelurahan Argasunya Harjamukti

ARGASUNYA, FC - Mendukung Capaian SDG’s, Jurusan Sosiologi Agama Melaksanakan Launching Kampung SDGs dan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pencegahan Stunting.

Jurusan Sosiologi Agama, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan pemerintah Kelurahan Argasunya merillis kampung SDGs pada Kamis, 13 Juli 2023. 

Kampung SDGs merupakan bagian dari perwujudan program Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Sosiologi Agama sekaligus sebagai kerjasama antara Jurusan Sosiologi Agama bersama pemerintah Kelurahan Argasunya. 

Kampung SDGs ke depannya akan menjadi laboratorium sosial mahasiswa dan dosen di Jurusan Sosiologi Agama. 

Selain itu, melalui kampung SDGs diharapkan mampu mendukung pembangunan di wilayah Argasunya dan menjadi solusi atas masalah-masalah sosial yang terjadi.

Menurut Ketua Jurusan Sosiologi Agama, Musahwi, M.Sosio, tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di Argasunya merupakan bagian dari dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung pembangunan yang sedang digalakan oleh pusat sampai ke daerah khususnya terkait penanganan stunting.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengambil titik lokasi di RT 05 RW 09 Kampung Cibogo Kelurahan Argasunya dan dihadiri oleh Narasumber dari Pengelola Daycare Syekh Nurjati, Ibu Lutfatulatifah, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari kalangan orang tua maupun remaja.

Menurut Kasi Pemerintahan Umum dan Trantib Kelurahan Argasunya, Bapak M Haryono, edukasi tentang stunting sangat dibutuhkan mengingat angka stunting di Kelurahan Argasunya cukup tinggi sekitar 200 anak”.

Ke depannya diharapkan kerjasama antara Jurusan Sosiologi Agama dan Kelurahan  Argasunya dapat berjalan dengan baik sehingga pihak jurusan mampu mendorong pembangunan di wilayah kelurahan dan mampu menjadikan argasunya sebagai laboratorium sosial untuk mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegratif. (din)

Kamis, 13 Juli 2023

MenpanRB Resmikan MPP, Bupati Imron: Ini Mudahkan Masyarakat Dapatkan Pelayanan

KABUPATEN CIREBON, FC - Setelah diaktifkan sejak enam bulan lalu, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Cirebon akhirnya diresmikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas di Kantor Kementerian PanRB, Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Hadir langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, ST., M.Si dalam kegiatan tersebut.

Bupati Imron menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berkomitmen dalam mempermudah layanan kepada masyarakat. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan membuka Mal Pelayanan Publik yang berisi gerai layanan dari beberapa instansi.

“Kita juga terus membenahi MPP Kabupaten Cirebon, sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat dipermudah dan ditingkatkan,” ujar Imron.

Di samping itu, Imron juga menilai dengan adanya MPP dapat membantu investor dalam mengetahui proses perijinan yang ditempuh. 

“Ayo kita ke Mal Pelayanan Publik, baik itu investor dan masyarakat yang membutuhkan layanan. Tidak hanya perijinan, tetapi layanan sosial dan perekonomian dasar untuk datang ke Graha Abiyasa, Kantor DPMPTSP Kabupaten Cirebon,” ajak Imron.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono menerangkan, terdapat 36 tenan dan 99 layanan, baik dari instansi vertikal, BUMD maupun layanan pemerintah daerah lainnya. 

Dijelaskan juga, MPP ini hanya sebagai alat tercapainya pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini MPP Kabupaten Cirebon ikut diresmikan langsung oleh Menteri PanRB. Harapan kami, tentu kedepannya MPP Kabupaten Cirebon dapat berjalan optimal dan bisa mendongkrak pelayanan terhadap masyarakat,” singkatnya.

Untuk diketahui, dari 500 lebih kota/kabupaten yang ada, baru 134 yang memiliki MPP. 

Pada kesempatan kali ini, selain Kabupaten Cirebon, terdapat 13 MPP kota/kabupaten lainnya yang ikut diresmikan MenpanRB.

Fasilitas yang disediakan dalam MPP sendiri, tentu memiliki standar tinggi pelayanan. Diantaranya terdapat Ruang Laktasi, Ruang Bermain Anak, Pelayanan Ramah Disabilitas, Ruang Konsultasi, Pusat ATM hingga Pojok Baca. (din)

Kepala Desa Sindangheula Brebes Resmi Membuka KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 127 dan 133 IAIN Cirebon

BREBES, FC - Kepala Desa Sindangheula Daddy Suparman dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), H.Ismail Ridwan M.Si menghadiri acara pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri inisiatif kelompok 127 dan 133 IAIN Syekh Nurjati Cirebon Desa Sindangheula, Banjarharjo, Brebes, Kamis 13 Juli 2023

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana kelompok 127 Sesar Aprilliyanto,  menyampaikan bahwa Desa Sindangheula memiliki potensi SDA yang baik dan kreativitas masyarakat yang lebih maju. Hal itu dilihat dari beberapa usaha milik masyarakat, mulai dari Kopi, tape, opak dan masih banyak lagi. 

Selain itu, di Desa Sindangheula ini juga terdapat salah satu destinasi wisata yaitu curug tonjong yang terletak di Dusun Buadil. 

"Dari beberapa potensi desa yang ada tentu itu harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar ekonomi desa juga meningkat "ujar Sesar Sesar Apriliyanto.

Selanjutnya, pada kesempatan ini H. Ismail ridwan M.Si, selaku Dosen Pembimbing Lapangan berharap dengan adanya pelaksanaan KKN ini dapat menjadi pembelajaran serta pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang di dapat dari di perguruan tinggi agar bisa diterapkan dan berguna bagi masyarakat sekitar. 

Usai sambutan dosen pembimbing lapangan, acara kemudian dilanjut dengan  penyerahan simbolis kepada mahasiswa yang diberikan langsung oleh dosen pembimbing lapangan dan kepala desa sebagai bentuk pengabdian.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula, Daddy Suparman menerima dengan senang hati kedatangan mahasiswa KKN kelompok 127 dan 133 dai IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dady Suparman menyampaikan rasa terimakasihnya karena telah memilih Desa Sindangheula menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN tahun ini.

"Desa Sindangheula adalah desa yang pas untuk kalian melaksanakan KKN karena melihat dari potensi  desa yang ada," ujar Daddy Suparman yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan KKN Mandiri Inisiatif di desanya. (Red/Izzul)