Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 07 Desember 2023

PSGA IAIN Cirebon Bersama Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan Gelar Seminar Online, Kampanye 16 HAKTP



FOKUS CIREBON, FC - PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar sebuah seminar online yang bertujuan sebagai bagian dari kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Acara ini, dengan tema "10 Hari Kenali dan Kawal UU TPKS," menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman dalam berbagai bidang yang terkait.

Narasumber yang hadir diantaranya Alifatul Arifiati (Fahmina Institute), Alfina (KOPRI PC.PMII Cirebon), Seha Nur Fani (KOPRI Cirebon), Sa’adah (WWC Mawar Balqis), Asih Widyowati (Umah Ramah), Nurleli (Fatayat), Roikhatun Abhariyah (KPI Kab.Cirebon), Komala Dewi (RUPA), Siti Rabbi’ah Al Fatimah (Fatayat), Yumma Shafa Azzahra (Women March Cirebon), Ayu Anggaritno Proboningdyah,AMD.Keb, Hj.Saniri,S.Si.Apt.,M.H (DPPKBP3A Kabupaten Cirebon), Mahmudah (RUPA), Fadhilah Munawwaroh (Fatayat), Irhamna (WWc Mawar Balqis), Roudhatul Jannah (WWC Mawar Balqis), Puja Monica Rahayu (GERAK PUAN), Supraptiningsih (LBH Fahmina), Nurlaeli (PC.Fatayat Kab.Cirebon), Fitri Nurajizah (Mubadalah), Ida Ad’hiah (Fahmina Institute), Veno (WWC Mawar Balqis), dan Lutfiyah Handayani ( KID Kota Cirebon), hingga berbagai narasumber lainnya yang memiliki keahlian dalam isu-isu kekerasan terhadap perempuan. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati cirebon, warek III IAIN syekh Nurjati Cirebon dan jajarannya.

Dr. Masriah.M.Ag, selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, membuka acara tersebut dengan sambutan pembukaan. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapannya terhadap seminar ini, menyatakan, 

"Semoga seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan positif dalam mengatasi kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan," pungkasnya.

Saudara Khoerul Anwar, selaku Ketua Pelaksana, menekankan pentingnya kegiatan 16 HAKTP sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas dari tindak kekerasan seksual. Dalam sambutannya, Anwar menyatakan, "Selama ini PSGA telah mengadakan diskusi online mulai dari tanggal 27 November hingga 6 Desember 2023."

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, melainkan juga peserta dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi, praktisi hukum, pekerja sosial, dan masyarakat umum yang peduli terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. 

Seminar ini diselenggarakan secara daring melalui platform virtual untuk memberikan wawasan tentang isu-isu yang berkaitan dengan pelecehan seksual, kekerasan berbasis elektronik, sejarah gerakan perempuan Indonesia, pemaksaan sterilisasi, eksploitasi seksual, dan banyak lagi.

Imelda Triadhari, Ketua Relawan PSGA, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesuksesan seminar online ini. Triadhari menyatakan, "Seminar ini menjadi momentum berharga untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait UU TPKS dalam rangka acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Dalam sepuluh hari penuh, peserta seminar memiliki kesempatan untuk menggali informasi, berpartisipasi dalam diskusi, dan memahami peran aktif dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan perempuan. 

Ketua Pelaksana Anwar menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas partisipasi luar biasa dari para narasumber, peserta, dan dukungan dari Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan. Kolaborasi ini memberikan kontribusi besar dalam menyuarakan pentingnya mengenali dan mengawal implementasi UU TPKS.

Anwar juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan serta dalam keberhasilan acara ini. Ia berharap bahwa diskusi ini dapat meningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindakan kolektif dalam melawan kekerasan terhadap perempuan.

Seminar ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan kemaslahatan bersama, khususnya perempuan. 

Apresiasi disampaikan kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu dan dedikasi, serta kepada para audiens yang antusias memberikan kontribusi sebagai bentuk dukungan dalam menciptakan perubahan yang positif.

Di selenggarakannya seminar ini adalah salah satu bentuk bagian dari kampanye global yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung upaya pencegahan berbagai bentuk  kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Acara ini dibuka langsung oleh Dr.Masriah.M.Ag selaku kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sekaligus menyampaikan sambutan pembukaan serta mengungkapkan harapannya terhadap seminar yang di selenggarakan tersebut.

 “Semoga seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan positif dalam mengatasi kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di berbagai lapisan masyarakat," jelasnya dengan penuh antusias. 

Khoerul Anwar, ketua pelaksana dalam kegiatan ini menuturkan, kegiatan 16 HAKTP yang diselenggarakan oleh PSGA ini banyak sekali berbagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus dalam mewujudkan universitas yang nyaman dari tindak kekerasan seksual, sehingga pihaknya sangat perlu adanya diskusi-diskusi tentang kekerasan seksual itu sendiri.

"Ini adalah bentuk dukungan kami, terhadap PSGA yang sudah mengadakan diskusi online mulai dari tanggal 27 November- 6 Desember 2023,” ucapnya.

Seminar ini dihadiri oleh audiens yang berjumlah kurang lebih 50 peserta bukan hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi, praktisi hukum, pekerja sosial maupun masyarakat umum yang peduli terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. Seminar ini diselenggarakan secara daring melalui platfrom virtual. 

Dalam rangkaian acara ini para peserta diberikan wawasan tentang berbagai isu yang berkaitan dengan pelecehan seksual, kekerasan berbasis elektronik, sejarah gerakan perempuan indonesia, pemaksaan sterilisasi, eksploitasi seksual dan lainnya.

“Saya sebagai ketua relawan Pusat Studi Gender dn Anak (PSGA), merasa sangat bersyukur dan bangga atas kesuksesan seminar online yang diadakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Syekh Nurjati Cirebon serta didukung oleh Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan," ucapnya. 

Seminar ini menjadi momentum berharga untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait UU TPKS dalam rangka acara 16 Hari Anti kekerasan terhadap perempuan. 

"Selama sepuluh hari penuh, peseta dapat menggali informasi, berpartisipasi dalam diskusi dan meahami peran aktif dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan perempuan,” papar Imelda Triadhari.

Lanjut ketua pelaksana kegiatan ini mengungkapkan “Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi yang luar biasa dari para narasumber, peserta dan dukungan dari Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan. Kolaborasi ini memberikan konstribusi besar dalam menyuarakan pentingnya mengenali dan mengawal implementasi UU TPKS.  

"Kami ucapkan terima kasih pula kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam keberhasilan acara ini, dan saya berharap dengan adanya diskusi ini dapat ,eningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindalan kolektif dalam melawan kekerasan terhadap perempuan," pungkas Anwar.

Maka dari itu, di adakannya seminar ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan yang mesti kami dan kita semua laksanakan guna memberikan manfaat bagi kesehatan bermasyarakat dan juga kemaslahatan bersama terutama perempuan.

"Pastinya penuh apresiasi yang di haturkan bagi narasumber yang telah memberikan penuh ilmu dan dedikasi bagi semua kalangan dan tidak lupa para audiens yang telah antusias memberikan kontribusi sebagai bentuk dukungan dalam hal kebaikan," tandasnya. (Nisa)

Senin, 04 Desember 2023

IAIN Cirebon Susun RAB Pengelolaan BLU Yang Cermat, Tepat, Terperinci Berbasis Biaya Bukan Belanja

CIREBON, FC – Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan BLU harus cermat, tepat, rinci yang berbasis pada biaya, bukan belanja. Dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan berisi program, kegiatan, target kinerja, dan anggaran BLU, kegiatan dilaksanakan di Grage Hotel. Rabu, (29/11/2023).

Kegiatan Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan BLU, dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan didampingi Warek II Prof. Dr. H Ilman Nafi’a, M.Ag dan Kepala Biro AUAK Ir. Hj. Sunarini, M.Kom.

Prof. Aan menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) adalah landasan krusial bagi institusi. Ini tidak hanya sekadar rangkaian angka dan proyeksi, melainkan fondasi yang mengarahkan setiap langkah keuangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa fokus pada aspek biaya bukanlah semata-mata tentang penghematan, tetapi lebih kepada pengalokasian yang tepat dan bijaksana dari sumber daya keuangan. RBA menjadi instrumen untuk memetakan setiap pengeluaran dengan jelas, memastikan bahwa setiap investasi memiliki dampak yang diharapkan terhadap kemajuan institusi.

Prof. Aan juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak terkait dalam proses penyusunan RBA. Kolaborasi antara pimpinan, staf, dan unit terkait di institusi menjadi kunci untuk memastikan bahwa rencana yang disusun benar-benar mencerminkan visi bersama serta memperhitungkan semua kebutuhan dan aspirasi dari berbagai bidang.

Ia menegaskan bahwa RBA bukan hanya sebagai dokumen perencanaan, tetapi juga sebagai alat evaluasi yang membantu dalam memantau kinerja keuangan dan kesesuaian dengan tujuan strategis institusi. Dengan demikian, RBA tidak hanya menjadi sekadar rencana statis, melainkan dokumen hidup yang terus diperbaharui sesuai dengan dinamika dan kebutuhan institusi.

“Kami fokus pada strategi yang berbasis biaya agar setiap langkah yang diambil memiliki nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan institusi,” ungkap Prof Aan.

Sementara itu, Prof Ilman menjelaskan bahwa dalam dokumen perencanaan bisnis dan anggaran tahunan yang diperbaharui, terdapat penjabaran program dan kegiatan yang mendukung visi dan misi IAIN Cirebon. Tidak hanya itu, dokumen ini juga mencantumkan target kinerja yang terukur serta alokasi anggaran yang sangat terperinci.

Perhatian utama terfokus pada aspek biaya yang mencakup perencanaan yang lebih akurat terhadap pengeluaran. “Kami berupaya memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki tujuan yang jelas dan memberikan dampak optimal bagi pengembangan lembaga,” tambah Warek II Prof. Dr. H Ilman Nafi’a, M.Ag.

Rapat tersebut bukan hanya sekadar pengumpulan data dan angka, tetapi juga merupakan wujud dari upaya konkret untuk menjadikan setiap langkah IAIN Cirebon lebih terukur, responsif, dan adaptif terhadap perubahan dinamika keuangan.

Keberhasilan rapat ini menandai komitmen kuat IAIN Cirebon dalam menjalankan tata kelola keuangan yang transparan dan efektif, yang tentunya akan memberikan landasan kokoh bagi pencapaian visi besar lembaga ini. (din)

Minggu, 03 Desember 2023

Pemkab Gelar Dialog Kajian Pemekeran Cirebon Timur

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar dialog kajian pemekaran Cirebon Timur, sebagai salah satu tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya pemekaran di Cirebon Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon ini, turut hadir Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Asisten Daerah dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon beserta jajaran, Sabtu (2/12/2023).

Dengan hadirnya DPRD Kabupaten Cirebon dalam kegiatan ini, diharapkan nantinya, keputusan mengenai Cirebon Timur bisa satu suara.

“Kalau masih ada anggota DPRD yang belum paham, bisa diobrolkan dalam dialog ini,” kata Imron.

Imron mengatakan, dalam kajian ini, pihaknya juga melibatkan akademisi dari Universitas Padjajaran, agar hasil dari kajian ini benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan tanpa intervensi.

Ia juga berharap, wacana dan dorongan adanya pemekaran Cirebon Timur ini, bukan hanya karena tujuan politis saja, namun demi kemaslahatan seluruh masyarakat.

“Semoga tujuan pemekaran ini, adalah untuk kemaslahatan umat,” lanjutnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. M. Luthfi, S.T., M.Si menuturkan, bahwa dalam kegiatan ini, pihaknya mendengarkan hasil awal tentang kajian Cirebon Timur.

Data yang didapat, nantinya akan ditindaklanjuti melalui Badan Musyawarah (Bamus) sebelum ke Sidang Paripurna.

Menurut Luthfi, kajian memang harus dilakukan dan menjadi syarat dilakukannya pemekaran sebuah wilayah. Dua kajian yang harus terpenuhi, yaitu kajian mengenai kewilayahan dan kapasitas.

“Ada beberapa tafsir mengenai aturan luas wilayah pemekaran, ini nanti akan dibahas,” ujar Lutfi.

Selain itu, kajian kapasitas juga sangat penting dilakukan. Agar nantinya, bisa dipastikan pada pemekaran ini, tidak terjadi defisit.

Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian, perkiraan berapa pendapatan yang akan didapatkan oleh Cirebon Timur.

“Jangan sampai, setelah pemekaran terjadi, malah tidak sesuai dengan harapan,” jelasnya. (din)

Cegah Banjir dan DBD, Pengurus DKM Maslicha Giat Bersih-Bersih Lingkungan Bersama Warga RW09 Bumi Arum Sari

CIREBON, FC - Pengurus DKM Maslicha adakan kerja Bakti bersama warga masyarakat RW 09 Bumi Arum Sari. Hadir  pada kegiatan ini, para tokoh masyarakat, tokoh agama, pegiat pendidikan, tokoh pemuda dan Kadus Arum Sari Desa Cirebon Girang Jaja. 

Menurut Ketua DKM Suwaryo SE, kerja bakti ini bukan hal yang pertama, ini merupakan agenda bulanan. Dengan kerjabakti ini pihaknya menghaturkan terimakasih kepada warga masyarakat dan tokoh masyarakat yang begitu semangat bergotong-royong dalam membersihkan sekitar area masjid mau pun jalan-jalan di lingkungan RW 09. 

"Kerja bakti ini selain membersihkan lingkungan juga pengerukan drainase atau irigasi yang tersumbat sampah dan tanah, sehingga kita keruk dan kita bersihkan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah bersama bergotong-royong membersihkan lingkungan kita di RW 09 ini," ucapnya.

Mengenai kerja bakti ini, kata Suwaryo, SE karena mengingat sudah memasuki musim hujan. Sehingga untuk mengatasi dampak banjir dan terjadinya wabah BDB, maka kita bersama warga masyarakat segera mengadakan kerjabakti pembersihan lingkungan. (Bambang HS)

IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program Visiting Lecture

CIREBON, FC – IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program Visiting Lecture yang menampilkan tema utama “Upaya Meningkatkan Manfaat Sumber Daya Alam dan Fungsi Konservasi di Kawasan Gunung Ciremai.” Acara ini dibawakan oleh Prof. Dr. H. M. Subandi, seorang guru besar dari Universitas Islam Negeri Bandung yang berpengalaman dalam bidangnya. 

Bertempat di Ruang Auditorium FITK Lt. 5, kuliah umum ini dihadiri oleh pemangku jabatan, dosen, dan lebih dari seratus mahasiswa Tadris Biologi. Sabtu, (02/12/2023).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. H. Saiffudin, M. Ag., menyatakan betapa pentingnya acara semacam ini bagi mahasiswa Tadris Biologi untuk mendalami konsep konservasi secara langsung dari ahlinya. 

Ia menggarisbawahi relevansi kegiatan ini dengan profil lulusan program studi tersebut, yakni menjadi pendidik yang kompeten dalam bidangnya. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejalan dengan harapan untuk menggalakkan kegiatan akademik lainnya yang mendukung konsep Cyber Islamic University.

Ketua Jurusan Tadris Biologi, Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa konsep acara ini telah direncanakan jauh-jauh hari, dan pelaksanaannya pada saat ini memberikan nilai penting terutama bagi mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Biologi Konservasi. 

Ia menyampaikan harapannya bahwa acara ini menjadi landasan awal bagi mahasiswa untuk lebih memahami konsep konservasi serta pemanfaatan sumber daya alam dengan bijak, sejalan dengan semangat himpunan mahasiswa biologi dalam menerapkan prinsip kelestarian dan konservasi alam.

Prof. Dr. H. M. Subandi, Drs. Ir. MP., sebagai pembicara utama, dalam paparannya yang dimoderatori oleh Bambang Ekanara, M.Pd., menjelaskan tentang pentingnya kawasan Gunung Ciremai sebagai sebuah situs strategis dengan potensi yang besar. 

Dirinya menyoroti peran kawasan ini sebagai daerah peralihan yang vital bagi kehidupan masyarakat perkotaan Cirebon. Pemaparannya membahas konsep Kawasan Inti, Penyangga, dan Transisi dalam konteks kehidupan manusia dan biosfer UNESCO yang menekankan pentingnya keselarasan antara kehidupan dan biosfer.

Prof. Subandi juga menyoroti dampak pesatnya perkembangan di kawasan kaki Gunung Ciremai, terutama di wilayah Cirebon, yang menjadi pusat perdagangan, jasa, dan industri. Dia menekankan urgensi pelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai upaya yang sangat penting di tengah perkembangan pesat wilayah sekitarnya.

Kuliah umum ini memberikan pencerahan baru tentang upaya konservasi terhadap keanekaragaman hayati di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, diharapkan memberikan pemahaman lebih mendalam bagi mahasiswa dalam merawat sumber daya alam di sekitar mereka. Dengan mengundang narasumber yang kompeten, acara ini diharapkan memberikan dorongan bagi pemahaman lebih luas tentang pentingnya konservasi alam bagi keberlanjutan lingkungan. (din)

IAIN Cirebon: Memimpin Revolusi Pendidikan Islam melalui Konten Video Kreatif

TANGGERANG, FC - Di tahun 2023 ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali memperkuat langkahnya dalam menyongsong transformasi pendidikan Islam. 

Kali ini, SDM (Sumber Daya Manusia) beranggotakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dikirimkan untuk mengikuti Pelatihan Dasar Produksi Vidio Media Pembelajaran/ Creative Content Program Jarak Jauh bagi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun anggaran 2023 di Universitas Terbuka (UT) selama empat hari, mulai 30 November hingga 3 Desember 2023. Minggu (03/12/2023).

Kegiatan pembuatan konten video pembelajaran ini tidak hanya menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi Cyber Islamic University (CIU) sebagai proyek percontohan dan program prioritas dari Kementerian Agama. Namun, juga sebagai langkah inovatif dalam memproduksi multimedia digital yang akan memperkuat posisi CIU dalam menyediakan Sumber Daya Pendidikan Islam Terbuka (Open Islamic Education Resources).

Momen pelatihan ini menyorot berbagai tahap kreatif, mencakup pra-produksi, proses produksi, dan pasca-produksi dalam pembuatan konten edukasi. Keistimewaan dari kegiatan ini terletak pada pengakuan hampir seluruh peserta oleh panitia UT. Setiap individu dihargai atas keahliannya dalam berbagai kategori: Oktavianus Bere sebagai Kameramen Terbaik, Mohamad Ardan Fahrobi sebagai Editor Terbaik, Slamet Pujianto sebagai Peserta Teraktif, dan Kelompok 2 yang dipimpin oleh Dr. Ayus Ahmad Yusuf sebagai Kelompok Terbaik.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani. M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para peserta dalam pelatihan ini. Beliau menekankan betapa pentingnya inisiatif semacam ini dalam mengembangkan pendidikan Islam melalui metode modern.

Tak ketinggalan, panitia UT turut memberikan apresiasi mendalam kepada semua peserta atas dedikasi mereka dalam menciptakan konten edukatif yang inovatif dan bermakna melalui produksi video.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam merangkul kemajuan teknologi dalam pendidikan Islam, menjadikan IAIN Cirebon sebagai pionir dalam menyediakan sumber daya belajar digital bagi komunitas Islam global. (din)

Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon gelar Diskusi Demokrasi di Kampus

CIREBON, FC - Senat Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan berani mengadakan kegiatan bertajuk pesta demokrasi lewat program Diskusi Demokrasi yang mengangkat tema "Matinya Demokrasi Negara dimulai dari Matinya Demokrasi Kampus".

Kegiatan berlangsung dari siang sampai malam yang mulanya diadakan di Taman IAIN samping Masjid Al Jamiah berpindah ke ICC IAIN dikarenakan cuaca yang tak menentu.

Hujan bukanlah kendala bagi panitia SEMA-I dalam merealisasikan kegiatan, kegiatan dibuka oleh para Dekan yang terdiri dari Dekan FUA, Dekan FEBI, Dekan Fasya, dan Dekan FITK.

Di pembukaan kegiatan, diisi oleh sambutan-sambutan yang dimulai dari Ketua Pelaksana Omar Qad Panity, menyampaikan bahwa "Diskusi demokrasi berangkat dari kampus yang sedang tidak baik-baik saja dan gagalnya peranan eksekutif dalam mewadahi ruang diskusi terbuka, besar harapan sebagai mahasiswa tak hanya fokus pada isu kampus tetapi juga pada isu negara".

Ditegaskan juga oleh Ketua Senat Mahasiswa Institut, Agam Rahmat Prayogo. Bahwasanya "Agenda kita hari ini adalah salah satu upaya untuk menghadirkan senat di tengah teman-teman semua dan karena prihatin pada kampus yang demokrasinya telah mati, tak lupa mengapresiasi teman-teman panitia".

Mewakili Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam sambutannya yang diwakilkan oleh salah satu Dekan. Dr. Anwar Sanusi M.Ag menyampaikan "Permohonan maaf atas pimpinan yang berhalangan hadir baik Rektor maupun Warek 3, oleh karena itu kami ber-4 disini hadir adalah bentuk dari demokratis itu sendiri. Demokrasi di kampus ini masih hidup".

Sesi pembukaan selesai diselingi oleh Live Music dan dilanjut pada sesi inti acara, Diskusi Demokrasi. Dihadiri oleh pemateri dari lembaga-lembaga seperti KPU, Bawaslu, dan LBH. Dan aktifis mahasiswa dari UI, UGM dan IAIN.

Dalam sesi diskusi, moderator acara Nafa Ananda memantik dengan melemparkan pertanyaan ke semua pemateri dengan bertanya apakah tema yang diangkat itu relevan? Menariknya, ada yang pro dan kontra.

Bapak H. Rasjid Ketua LBH Cirebon Raya menyampaikan itu tidak valid, sebab demokrasi sejatinya tidak akan mati, karena ada dalam diri individu masing-masing.

Dari KPU bapak Mardeko menjelaskan hal-hal dasar demokrasi lewat pemilu, sebab baginya mahasiswa adalah pemilih pemula yang perlu di edukasi.

Disambung oleh Nurul Fajri berbagi pengalamannya saat menjadi mahasiswa sampai sekarang di lembaga yang masih mengawal demokrisasi dari kampus ke pemerintahan.

Dari elemen aktifis mahasiswa juga tak kalah menariknya, Muh Kholid Presma UGM 2022 menyampaikan bahwa Demokrasi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Membawakan data merosotnya the democracy index dari tahun 2015 sebesar 7,03 sedangkan 2022 hanya 6,71 dan world press freedom index tahun 2015nya 59,5 sedangkan 2022nya 54,83. Keruntuhan Demokrasi pun tidak berlangsung begitu saja, ada beberapa momentum dari tahun 2022 ke 2023.

Kemudian dari Fahmi Farhan Mubarok ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa mengatakan peran mahasiswa memang betul mempengaruhi proses demokrasi negara, dan sedikit banyak membawakan regulasi yang mengatur jalannya demokrasi di kampus.

Dan pamungkas dari Ketua BEM UI 2023 Melki Sedek Huang, bahwa anak muda saat ini tak bisa hanya dimanfaatkan oleh kepentingan beberapa pihak, anak muda mesti bersuara dan kritis melawan kebijakan-kebijakan negara yang jauh dari kata demokratis. Dan itu pun dimulai dari ruang kita semenjak jadi mahasiswa. Pasalnya, saat kini ia juga sedang melakukan konsol di LBH Jakarta, dan berharap bisa sama-sama berjuang bersama.

Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang mana moderatori tidak membatasi pertanyaan dan antusias peserta membuat banyak pertanyaan masuk ke para pemateri, beragam peluru ada yang mengenai ke lembaga, di mana sejauh mana peran mereka menyentuh kampus, peluru ke aktifis mahasiswa menyikapi mahasiswa apatis dan politis yang lain saat ini. Bahkan sampai mempertanyakan kinerja atau peran ormawa dalam mengawal demokrasi kampus ini.

Dan sampai di penghujung acara seperti pada acara umumnya, ditutup dengan penyerahan cindemrata dan foto bersama. ICC menjadi saksi akan digelarnya ruang diskusi demokrasi untuk pertama kali dalam sejarah IAIN. (Ara)