ASN dan Pegawai BUMD Yang WFH Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan

CIREBON, FC - Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMD di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon yang tidak melaksanakan tugas atau tengah Work From Home (WFH) diwajibkan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Aturan tersebut tertuang dalam petunjuk pelaksanaan surat Wali Kota Cirebon Nomor 443/1438-Adm. PemUm tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan oleh ASN dan pegawai BUMD di Kota Cirebon.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., tersebut meminta kepada pimpinan perangkat daerah dan pimpinan BUMD untuk mengatur, menugaskan dan mengendalikan ASN dan pegawai BUMD yang tidak sedang melaksanakan tugas atau bekerja di kantor (work from office) untuk ikut serta melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dan pusat keramaian.

“Banyak yang WFH ini dianggapnya libur. Malah keluar kota terus ketularan, balik ke Cirebon,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai memberikan arahan kepada ASN di ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon, Kamis, 1 Oktober 2020.

Untuk itu, Azis meminta kepada semua ASN di Kota Cirebon untuk bersama-swab untuk membantu pencegahan penyebaran covid-19. Yaitu dengan menjadi agen dan motivator untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Kota Cirebon. “Karena kita ini orang yang ditugasi untuk mengurus masyarakat Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Nantinya, ASN dan pegawai BUMD yang tengah WFH dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil dan akan bertugas berkeliling kota. Mulai dari ruas jalan hingga sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon. “Tapi saya minta ASN yang ditugasi memberikan sosialisasi juga dibekali dengan perlengkapan keselamatan,” ungkap Azis. Seperti disediakan masker dan face shield serta diminta untuk menggunakan lengan panjang.

Pada kesempatan itu Azis meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pengembangan Pelatihan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Drs. Anwar Sanusi, M.Si., untuk menjadi koordinator dan memonitor ASN mana saja yang tidak menjalankan tugas mereka.

“ASN yang sedang WFH dan tidak menjalankan tugas dengan baik, apalagi hare-hare tolong dicatat,” ungkap Azis. Jika tetap tidak menunjukkan kepedulian, bisa diberikan sanksi administrasi. Bila perlu, penundaan kenaikan pangkat. “Ini penting agar ASN kita memiliki kepedulian,” ungkap Azis.

Dengan ASN yang turun langsung mengedukasi masyarakat secara terus menerus setiap hari, Azis berharap tingkat kedisiplinan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan di Kota Cirebon semakin meningkat.

“Semoga dengan ini masyarakat bisa sadar dan peduli bahwa ia bisa tertular dan menularkan covid-19 sehingga akan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Azis.

Terkini