Bertemu di Acara Ramah Tamah, Bupati Imron Bernostalgia Bersama Jajaran Kemenag RI

Bupati Imron bersama Dirjen Pendis Kemenag RI, Ketua LP2M dan jajaran Rektorat IAIN Cirebon pada cara ramah tamah di Pendopo. 

FOKUS CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag menerima rombongan Kementerian Agama RI dan Rektor IAIN Cirebon bersama jajarannya di Pendopo, rumah dinasnya, Senin, (24/10/2022).

Bupati Imron sangat senang dengan kedatangan rombongan dari Departemen Agama ini. Mengingat Bupati Imron pun berasal dari keluarga besar Departemen Agama.

"Alhamdulillah malam ini pendopo dihadiri oleh para tokoh dari departemen agama. Saya merasa senang dan bangga, karena saya pun berasal dari keluarga besar departemen agama," ucap Bupati Imron.

Imron juga mengupas sedikit riwayat hidupnya yang dimulai sejak lulus S1 dan menjadi pegawai di departemen agama di Bandung. 

Karirnya dimulai dari pegawai departemen agama dan kemudian mendapat kepercayaan menjadi kepala KUA di sejumlah kantor KUA di Bandung. kemudian diangkat menjadi Kasi Bimas, dan kemudian menjadi Kepala kantor Departemen Agama pertama di Bandung Barat.

"Pada pertengahan tahun 2016, saya menjadi Kepala Departemen Agama Kabupaten Cirebon. Jadi saya cukup lama bekerja di departemen agama, bahkan istri saya pun lulusan IAIN dan mengajar di departemen agama," katanya.

Dari perjalanan karirnya hingga menjadi Bupati Cirebon, Imron dalam acara ramah tersebut mengingatkan bahwa di era sekarang ini, semua sangat terbuka.  Siapa pun bisa berkiprah di semua sektor. "Bagaimana cara kita untuk meraih itu sangat terbuka sekali," ucapnya.

Demikian juga di bidang politik, tidak ada tabu bagi internal departemen agama, karena semua bisa berkarir di sektor apa saja, termasuk di perpolitikan. "Ini sangat terbuka bagi siapapun, yang penting bisa selalu mengambil peran di masyarakat," tuturnya.

Terkait karirnya di politik, Bupati Imron mengaku, bahwa sebelumnya pernah ditawarin untuk menjadi Wakil Bupati Bandung, namun Imron menolaknya lantaran masa pensiun masih panjang serta masih belum melek politik.

"Dulu waktu masih di Bandung, saya pernah ditawari Wakil Bupati Bandung, tetapi saya tolak, karena karir dan masa pensiun di departemen agama masih panjang," katanya.

Imron mengaku, tawaran tersebut mungkin didasarkan pada kebiasaan Imron yang senang bermasyarakat. Sejak muda, Imron sudah terjun di berbagai kegiatan kemasyarakatan. 

Baik melalui organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan maupun melalui program-program lainnya saat menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Agama pertama di Bandung, Jawa Barat.

Untuk itu, Imron mengajak agar Kemenag RI dan IAIN Cirebon membuka cakrawala pemikiran agar juga tidak tabu meraih kesuksesan di bidang politik, tetapi bukan politik identitas. 

"Politik identitas ini juga harus diurus dan dibuka cakrawalanya agar tidak salah dalam menafsirkan, sehingga membawa pada politik agama. Jadi saya harapkan mahasiswa atau UIN, bahkan departemen agama sendiri harus bisa menjadi pelopor dalam pemikiran keagamaan perpolitikan, agar tidak menyeret mahasiswa berada dalam politik identitas," ujarnya.

Imron juga mengajak, jadilah kita yang berperan, agar kita mampu mengelola politik itu dengan baik dan lebih mengedepankan jargon-jargon yang membangun, merekatkan persatuan dan tidak memecah belah.

Imron mengaku, sebagai Bupati Cirebon, dirinya membuat Forum Komunikasi Ulama Umaro. Tujuannya adalah untuk membuka komunikasi dua arah. Hal ini juga dilakukan Imron kepada Ormas Islam di Kabupaten Cirebon.

"Dalam satu bulan, saya membuat program-program keagamaan dan pengajian, hal itu dilakukan pada Minggu pertama, kedua sampai dengan Minggu keempat. Program tersebut untuk membuka silaturrahmi dan komunikasi antara para alim ulama dengan para pejabat di Kabupaten Cirebon," tandasnya. (Nurdin)








Terkini