IAIN Cirebon Melalui Balai Diklat Keagamaan Bandung Gelar Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Peserta Latsar CPNS Golongan III

 

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Balai Diklat Keagamaan Bandung menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Peserta Latsar CPNS Golongan III, bertempat di ruang Auditorium LPPM, Lantai III, kampus setempat, Kamis, (13/10/2022). 

Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ir Hj Sunarini, M.Kom saat membuka kegiatan tersebut menyatakan, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan dari Balai Diklat Keagamaan Bandung dan sebagai satu rangkaian dari pelaksanaan diklat dasar untuk CPNS. 

"Jadi mereka harus membuat suatu proyek perubahan yang nanti bisa diimplementasikan di tempat kerjanya. Dari itu saya pesankan dan ini sudah direncanakan dan sudah dipikirkan bahwa ini adalah perubahan yang akan membawa kepada kebaikan, oleh karena itu harus benar-benar bisa diwujudkan, nanti tidak hanya pada saat mengikuti diklat tetapi sampai setelah mengikuti diklat pun berusaha bisa direalisasikan, diwujudkan proyek perubahan ini," paparnya. 

Sementara itu, Nanang Suryana sebagai penyusun laporan Diklat dari Balai Diklat Keagamaan Bandung menjelaskan, sesuai dengan keputusan Kepala LAN Nomor 13 tentang pedoman penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS, bahwa pelatihan dasar CPNS ini dibagi 4 tahap, pertama Masive Open Online Course (MOC) yaitu pembelajaran secara darring, yakni 16 hari lamanya setara dengan 48 JP (Jam Pelajaran). 

Tahap kedua, kata Nanang, yakni DL (Distance Learning). Pada DL ini ada sinkronus dan ada a-sinkronus. Sinkronus adalah pembelajaran langsung dengan online dengan Widyaiswara, sedangkan a-sinkronus merupakan pembelajaran mandiri, itu dilakukan selama 22 hari. 

Lalu tahap ketiga itu masa habituasi, di mana 39 hari di tempat kerja masing-masing. Selama masa 30 hari ini maka dari Balai Diklat Keagamaan Bandung, dalam hal ini panitia dan Widyaiswara terjun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring.

"Monitoring itu untuk mengecek sampai  sejauh mana aktualisasi yang disusun oleh peserta didik di lingkungan kerja masing-masing, dan yang lebih utama adalah progres aktualisasi yang dibuat oleh peserta itu berapa persen.

Dijelaskan, ketika mereka menyusun aktulisasi, mereka melakukan konsultasi dengan pembimbing dan setelah masa 30 hari habituasi aktualisasi, kemudian mereka nanti akan masuk tahap akhir yaitu klasikal selama 6 hari di Balai Diklat.

"Masa klasikal ini ditutup pada hari kelima dengan seminar pelaksanaan aktualisasi. Di mana seminar ini merupakan rangkain wajib yang harus diikuti oleh peserta. Sebab presentasi kelulusan di seminar akhir ini sebesar 30 persen, dan selama ini gaji mereka baru 80 persen. Ketika mereka ingin menjadi PNS penuh, mereka wajib mengikuti pelatihan dasar dengan catatan lulus," terangnya.

Tambah Nanang, selain lulus, mereka juga mendapatkan sertifikat dan ketika pemberkasan ke BKN wajib dilampirkan untuk proses 100 persen. 

"Untuk itu, harapan saya aktualisasi yang dibuat oleh peserta bisa bermanfaat digunakan untuk kemajuan di unit kerja masing-masing," ucapnya.

Sementara salah satu peserta kegiatan Monitoring dan Evaluasi Peserta Latsar CPNS Golongan III, Nelly Husni yakni 
CPNS formasi dosen PBA saat dihubungi di tempat kegiatan menyatakan, bahwa  aktulisasi yang dibuat adalah pengaturan jadwal (Agenda) pimpinan melalui Shared Drive Google drive di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Peserta pada kegiatan ini, diikuti oleh 11 orang IAIN Cirebon, dan 4 peserta dari Bandung UIN bandung. Selain itu juga ada angket kuisener. (din).

Terkini