Upacara Peringatan Hari Jadi Ke 654 Cirebon, Ini Kata Wali Kota Cirebkn

KOTA CIREBON - Salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-654 Cirebon, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menyelenggarakan upacara di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon, Rabu (19/7/2023).

Bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Jadi Cirebon, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati menyampaikan, eksistensi Cirebon saat ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu dalam rentang waktu yang panjang.

Perjuangan dan keteladanan adalah nilai luhur yang harus tetap eksis dan menjadi kompas untuk melanjutkan arah pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

“Dalam suka cita peringatan hari yang paling bersejarah bagi kota yang kita cintai ini, sungguh tepat bagi kita untuk melakukan perenungan tentang apa yang telah, apa yang sedang dan apa yang akan kita lakukan untuk kemajuan Kota Cirebon,” ucap Eti.

Selama ini, kata Eti, seluruh elemen telah bersama-sama bekerja, mencurahkan setiap gerak dan pikiran kita dalam membangun Kota Cirebon dengan berpedoman pada visi yang telah ditetapkan, yaitu SEHATI: Kita Wujudkan Cirebon Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya dan Sejarah.

“Kita harus selalu berbangga hati bahwa Cirebon sejak dulu adalah arena bagi para pejuang dan syuhada. Pangeran Walangsungsang dengan pandangan ke masa depan, melakukan babad alas tanah pesisir hingga berkembang menjadi pusat lalu lintas ekonomi,” tuturnya.

Dari fragmen kisah tersebut, lanjut Eti, dapat disimpulkan bahwa Cirebon adalah tempat tumbuhnya persatuan, terbinanya kerukunan dan terikatnya tujuan bersama dalam bingkai gotong royong.

“Tanah ini adalah tanah persatuan. Tempat hidup masyarakat yang berkomitmen untuk hidup beriringan, saling membantu dan bersama membangun tempat hidupnya,” paparnya.

Atas dasar itu, imbuh Eti, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mengusung slogan ‘Cirebon Ngobeng Maning’. Karena mengingatkan bahwa kerja-kerja besar dalam pembangunan hanya dapat terwujud ketika dilaksanakan dengan semangat persatuan dan gotong royong.

“Ngobeng merupakan kearifan luhur yang dimiliki oleh kita. Sebagai wujud komitmen semua pihak yang senantiasa bersedia mengambil peran untuk menyukseskan pelaksanaan sebuah hajat besar,” terang Eti.

Di samping itu, sambung Eti, pada era disrupsi sekarang ini menuntut untuk meninggalkan ego sektoral. Perubahan terjadi begitu cepat dan persaingan begitu ketat. Sehingga tumbuhkanlah karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah dan berani untuk mengkreasikan hal-hal baru.

Perlu diingatkan kembali, pelaksanaan pembangunan sekecil apapun menuntut adanya konsolidasi dan sinergi dari seluruh kekuatan yang ada. Ini adalah kunci utama untuk bisa gesit merespons perubahan dan tantangan yang ada di masa mendatang.

Eti menambahkan, bahwa kepemimpinan Nashrudin Azis dan Eti Herawati menyampaikan terima kasih atas segala dukungan, kerja sama dan sinergi dari banyak pihak selama kepemimpinan kami.

“Kami memohon maaf apabila masih banyak harapan dan keinginan masyarakat Kota Cirebon yang belum terpenuhi dalam masa kepemimpinan kami. Di ujung masa kepemimpinan ini, kami berharap darma bakti kami selama ini dapat diterima oleh segenap masyarakat Kota Cirebon,” katanya.

Seusai upacara, Pemda Kota Cirebon memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang turut berkontribusi atas pembangunan dan kemajuan Kota Cirebon, mulai dari bidang keterbukaan informasi, seni budaya, hingga sosial dan lingkungan. (Anisa)

Terkini