Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 07 November 2023

21 Kecamatan Bersaing Dalam Lomba Penanganan Stunting

 

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Cirebon yang menggelar lomba penanganan stunting antar kecamatan.

Menurut Imron, stunting menjadi persoalan yang harus ditangani bersama. Oleh karena itu, kesadaran dan pengetahuan yang mencangkup penyebab serta penanganannya harus terus digencarkan oleh pemerintah.

“Camat harus tahu angka stunting di wilayahnya dan menyadarkan banyak pihak untuk melakukan upaya bersama mencegahnya," ujar Imron.

"Salah satunya melalui lomba penanganan stunting tingkat kecamatan ini, semoga Kabupaten Cirebon bebas stunting,” lanjut Imron saat membuka kegiatan penilaian lomba penanganan stunting antar kecamatan di Ruang Paseban, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (7/11/2023).

Ketua Korpri Kabupaten Cirebon, H. Hendra Nirmala, S.Sos, M.Si menyebutkan, lomba antar kecamatan tersebut digelar dalam rangka HUT ke-52 Korpri, yang jatuh pada tanggal 29 November 2023 nanti.

Pihaknya sengaja memilih lomba tersebut, karena dalam rangka mendukung percepatan pembangunan dan mempercepat penanganan stunting.

“Biasanya, dalam setiap peringatan HUT Korpri, kami menggelar olahraga atau gerak jalan, tetapi kali ini berbeda,” kata Hendra yang juga merupakan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon.

Menurut Hendra, pemerintah pusat sudah menggelontorkan banyak anggaran untuk penanganan stunting di Kabupaten Cirebon. Salah satunya, dana sebesar Rp20 miliar untuk pengadaan antropometri.

Berdasarkan data, lanjut Hendra, angka stunting di Kabupaten Cirebon sekitar 14.000 atau 8,59 persen dari total balita. 

“Harus ada kerja keras untuk menekan angka tersebut,” ujarnya.

Dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, lanjut Hendra, hanya 21 kecamatan yang mengikuti lomba tersebut. Padahal, ajang tersebut merupakan bagian dari evaluasi kinerja kecamatan dalam penanganan stunting tersebut.

“Pengumuman akan dilakukan saat puncak peringatan HUT Korpri pada tanggal 29 November 2023. Disiapkan hadiah, yakni juara pertama Rp10 juta, juara dua Rp7,5 juta, dan juara tiga Rp5 juta," jelas Hendra.

"Mudah-mudahan menjadi motivasi dan semangat dalam melakukan penanganan stunting,” tutupnya. (din)

Senin, 06 November 2023

Diseminasi Audit Kasus Stunting, Wabup Ayu: 2024 Bisa 11 Persen

 

KABUPATEN CIREBON -- Diseminasi audit kasus stunting tahap kedua tahun 2023 dilaksanakan di Aula Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Senin (6/11/2023).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua TPPS Kabupaten Cirebon yang sekaligus Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih S.E., M.Si.

Menurut Ayu--sapaan akrab Wabup Cirebon, tujuan diseminasi audit kasus stunting ini untuk mengetahui faktor-faktor resiko dan penyebab resiko Stunting dari mulai sasaran calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan, baduta maupun balita.

Ayu mengungkapkan, terkait prevelensi stunting Kabupaten Cirebon tahun 2022 sebesar 16,8%, masih berada di atas prevelensi stunting pemerintah pusat.

Pemkab Cirebon memerlukan strategi yang komprehensif dalam percepatan penurunan stunting, agar mencapai angka prevelensi di bawah 14% pada tahun 2024 dan mewujudkan "zero new stunting" di Jawa Barat.

“Percepatan penurunan stunting, saya pastikan telah menjadi salah satu prioritas, yaitu sejalan dengan penyelenggaraan reformasi birokrasi tematik sesuai arahan pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia berharap, mudah-mudahan, karena pihaknya sangat optimis, tahun 2024 kasus stunting di Kabupaten Cirebon turun hingga 11 persen. Ayu mengakui, meskipun di tengah jalan banyak kendala dan hambatan. 

"Sesungguhnya kita harus tahu penyebabnya, yaitu dari hulu, diantaranya adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada anak-anak SMP dan SMA," kata Ayu.

Namun, masih kata Ayu, di lapangan ternyata 24,5 persen anak-anak di Kabupaten Cirebon tidak mau minum TTD. Maka, perlu kerja keras di tahun 2023 in, agar jangan sampai keluarga lemah ekonomi juga akhirnya berujung stunting anaknya. 

"Di Sumber, kasus stuntingnya tinggi. Setelah diinventarisir, karena pola asuh, pola asuh berkaitan dengan SDM. Edukasi kita harus gencar memberikannya, seperti pemberian makanan yang bergizi," lanjutnya.

Sementara, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, SKM., M.Kes mengatakan, audit kasus stunting tahun kedua merupakan kegiatan prioritas. 

Dengan adanya kegiatan audit stunting ini, bisa secara gamblang melakukan aksi terkait dengan audit kasus stunting ini. 

"Audit kasus stunting merupakan identifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber daya lainnya," jelas Eni.

"Identifikasi kasus stunting adalah menemukan atau mengetahui resiko-resiko potensial penyebab langsung, baik itu melalui asupan maupun ada penyakit lainnya, dan penyebab tidak langsung pada calon pengantin, ibu hamil dan lainnya," sambungnya.

Berdasarkan hasil survei di tahun 2024, Kabupaten Cirebon bisa zero new stunting. Pasalnya, pada tahun 2021 kasus stunting berada di 26,05 persen, 2022 turun menjadi 16,08 persen. 

"Mudah-mudahan di tahun 2023 sesuai dengan target menjadi 11 persen, dan tidak ada lagi kasus stunting," harapnya. (din)

Deklarasi Damai Pemilu 2024, Bupati Imron: Persatuan dan Kondusifitas Daerah Harus Dijaga

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon Drs. H. Imron. M.Ag bersama Forkopimda, KPU, Bawaslu serta perwakilan dari partai politik, menggelar Deklarasi Pemilu Damai 2024 di Mapolresta Cirebon, Senin (6/11/2023).

Deklarasi yang juga serentak dilaksanakan di sejumlah wilayah lainnya di Indonesia ini, dilakukan melalui video konferensi bersama Kapolda Jabar, Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K, M.Si, M.M, dan Kasad, Jenderal Agus Subiyanto.

Bupati Imron mengatakan, bahwa deklarasi yang sudah diucapkan secara bersama-sama ini, harus diikuti dan dilaksanakan sebaik mungkin. Harapannya, deklarasi ini bisa menjaga persatuan dan kesatuan, serta kondusifitas di daerah.

"Isi deklarasi ini, harus dilakukan sebaik mungkin, agar persatuan, kesatuan dan kondusifitas daerah bisa terjaga," kata Imron.

Menanggapi mengenai larangan ASN untuk berpolitik, Imron menyebut, bahwa hal tersebut sudah diketahui oleh seluruh ASN yang ada. Ia juga yakin bahwa para ASN sudah mengerti apa yang perlu dilakukan dan tidak dilakukan.

Oleh karena itu, ia mendorong semua ASN untuk bisa bersikap dengan baik dan memilih secara rasional. Karena walaupun tidak boleh berpolitik secara langsung, namun para ASN masih memiliki hak pilih.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H, mengatakan, Deklarasi Pemilu Damai tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana sejuk dan kondusif menjelang, saat dan pasca Pemilu 2024 yang dilaksanakan di Kabupaten Cirebon.

Pihaknya juga mengharapkan, agar seluruh komponen yang terlibat bisa mendukung dan membantu dalam penyelenggaraan Pemilu 2024, demi tercapainya situasi kamtibmas Kabupaten Cirebon yang aman, damai, dan sejuk.

"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Cirebon untuk dapat melakukan pesta demokrasi secara profesional, proporsional dan taat hukum, serta mementingkan kepentingan masyarakat luas," ujar Arif. (din)

Sabtu, 04 November 2023

Altet Muda Taekwondo IAIN Cirebon Sumbang Medali Perak di Porsi Jawara

FOKUS CIREBON, FC - Syahlaa Alya Zain  Atlet muda taekwondo IAIN Syekh Nurjati Cirebon berhasil meraih medali perak di Pekan Olahraga, Seni dan Ilmiah se-Jawa dan Madura (Porsi Jawara) I di UIN Kiai Achmad Siddiq Jember Jawa Timur. Sabtu, 04 November 2023.

Mahasiswi semester 5 Prodi KPI FDKI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, ini menyabet medali perak Taekwondo nomor Freestyle Poomsae Individual Putri yang dipertandingkan pada Sabtu (04/11/2023). 

Syahlaa berhasil memenangkan pertandingan dengan penilaian accuracy 3.050, presentation 4.616, dan total score 7.666. Nilainya beda tipis dengan atlet taekwondo asal UIN Jember yakni tuan rumah Porsi Jawara I, accuracy 3.050, presentation 4.699, dan total score 7.749.

Poomsae adalah serangkaian gerakan atau pola yang dilakukan dalam taekwondo dengan tujuan mengembangkan keterampilan teknis dan kekuatan fisik. Kategori Freestyle Poomsae memungkinkan peserta untuk mengekspresikan gerakan-gerakan tersebut dengan gaya pribadi, sambil tetap mempertahankan elemen-elemen inti dari poomsae tersebut.

Warek III IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag menyatakan, pestasi cabang olahraga Taekwondo nomor Freestyle Poomsae Individual putri yang meraih mendali perak dalam Porsi Jawara I adalah sebuah prestasi dan kebanggan bagi kita semuanya.

"Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang atlet-atlet muda IAIN Cirebon,” ungkap Prof Hajam.

Pihaknya berharap prestasi yang di torehkan Syahlaa Alya Zain ini, akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon lainnya, dan tentunya kemampuan Syahlaa akan terus di asah dan kami dorong untuk terus berprestasi di berbagai evant lainnya. 

“Kami berterima kasih kepada pelatih Syahlaa dan tim akademik yang telah berkontribusi dalam meraih kesuksesan ini,” pungkas Prof Hajam. (din)

Program Mubeng Cara Pemkab Cirebon Serap Aspirasi Masyarakat Hingga Desa

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menggelar program Mudun Bareng (Mubeng). Kali ini, wilayah yang disasar, yaitu Kecamatan Talun, Kecamatan Greged, dan Kecamatan Mundu.

Rombongan Mubeng sendiri start dari Pendopo Bupati Cirebon menuju kantor Kecamatan Talun, Pasar Durajaya Greged, Kantor Desa Gemulung Tonggoh Kecamatan Greged, dan Desa Penpen Kecamatan Mundu.

Dalam kegiatan Mubeng ini, rombongan Bupati Cirebon, Wakil Bupati Cirebon, Sekda Kabupaten Cirebon bersama jajaran Forkopimda serta perwakilan perangkat daerah, memberikan nasi barokah sekaligus melakukan operasi pasar di lokasi yang dikunjunginya.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron,M.Ag mengatakan, Mubeng ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Cirebon guna mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di wilayahnya.

Menurutnya, dengan adanya Mubeng ini, Pemkab Cirebon  mendengarkan secara langsung keluh kesah masyarakat di lapangan (wilayahnya).

"Mubeng ini melibatkan Forkopimda dan seluruh kepala SKPD. Selain bersilahturahmi, kami juga menjaring aspirasi mengenai permasalahan dan potensi yang ada di daerah yang kami kunjungi," ujar Imron, Sabtu (4/11/2023).

Selain itu, lanjut Imron, di acara Mubeng ini juga, pihaknya  tidak lupa memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. 

"Kami memberikan sembako, kursi roda dan bantuan rutilahu kepada masyarakat yang tidak mampu," lanjutnya.

Imron mengungkapkan, banyak permasalahan di daerah yang dirinya tidak mengetahuinya. Seperti halnya di Kecamatan Greged, angka stunting dan kemiskinannya cukup tinggi.

"Kita menemukan masalah, yakni di Kecamatan Greged, angka stuntingnya cukup tinggi dan angka kemiskinan mencapai 20 persen. Ini menjadi kerja keras semua pihak, agar kasus tersebut bisa teratasi dengan baik," ungkap Imron.

Ia mengatakan, pihaknya meminta kepada Camat Greged untuk mencari faktor apa yang menyebabkan angka stunting dan kemiskinan cukup tinggi di wilayah tersebut. 

"Mata rantai penyebab stunting harus kita putus dan pentingnya penyuluhan. Selain itu, kita juga mencari potensi apa yang ada di Greged, agar bisa menangani kemiskinan," sambungnya.

Lebih lanjut, Imron mengatakan, jumlah rutilahu di Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi, yakni diangka 10.000an. 

Sedangkan, untuk harga komoditi di pasar tradisional, kata Imron, harganya masih cukup stabil. "Kami juga tidak lupa mengecek harga kebutuhan pokok di pasar, harganya cukup stabil," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Mubeng sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd., MM mengatakan, Pemkab Cirebon rutin melakukan Mubeng, untuk mengetahui potensi dan menyerap aspirasi masyarakat di daerah.

"Mubeng ini untuk menjalin silahturahmi semua pihak, serta untuk mendapatkan aspirasi dari masyarakat. Karena, Pak Bupati juga ingin mengetahui aspirasi masyarakat dan apa yang dibutuhkan di daerah, dengan cara datang langsung, sehingga diharapkan persoalan cepat terselesaikan," singkatnya. (din)

Para Pencita Tembakau Padati Cirebon Tobacco Fest 2023, KPTNI Sukses Menggelar Kegiatan di Cirebon

CIREBON, FC - Warga Cirebon, khususnya para Pencita tembakau tak mau ketinggalan dalam moment penting yang digagas KPTNI dalam kegiatan Cirebon Tobacco Fest yang berlangsung pada 4-5 November 2023.

Mereka dari berbagai penjuru datang berbondong-bondong mendatangai kegiatan tersebut. Kumpulan Pecinta Tabacum Nusantara Indonesia (KPTNI) pun sukses menggelar kegiatan ini, dan berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin sebagai upaya menjaga keberlangsungan eksistensi tembakau. 

Dalam penyelenggaraan dengan konsep pameran bazzar ini, KPTNI turut menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cirebon, Bea Cukai Kota Cirebon dan HAKI Bekraf.

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah dan lembaga terkait, petani tembakau, UMKM dan seluruh konsumen untuk bersama-sama menjaga eksistensi tembakau. Tembakau bukan sekadar komoditas perkebunan tapi juga telah menopang ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif, dan telah turun-temurun menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan,” tegas Eggy Bp, Ketua KPTNI.

Eggy juga menekankan bahwa sebagai konsumen produk tembakau, KPTNI dan seluruh komunitas pertembakauan adalah pengguna produk yang legal, bercukai. Bahwa konsumen sejatinya taat pada aturan dan kebijakan.

“Konsumen tembakau selalu distigma negatif. Begitu juga dengan tembakau selalu dikelilingi dengan peraturan yang sangat ketat bahkan cenderung tidak masuk akal. Dapat kita lihat bahwa pemerintah saat ini sedang mengejar perampungan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pelaksana UU Kesehatan No.17 Tahun 2023 yang mana di dalamnya mengatur tembakau. Kami mohon pemerintah agar memisahkan tembakau dalam peraturan tersendiri yang lebih adil dan berimbang,”papar Eggy.

“Sebagai pengguna produk legal, yang taat membayar cukai dan pajak, kami berharap pemerintah harus fair dan konsisten dalam perlindungan konsumen termasuk konsumen tembakau. Di RPP Kesehatan, kami melihat bahwa peraturan ini tidak memberikan ruang yang adil dan berimbang pada tembakau sebagai produk dan aktivitas pertembakauan itu sendiri,” tambahnya.

Kumpulan Pecinta Tabacum Nusantara Indonesia (KPTNI) mendorong pemerintah untuk melindungi keberlangsungan ekonomi kerakyatan lewat eksistensi tembakau.

Menurut Eggy Bp, tembakau bukan sekadar komoditas perkebunan, tapi juga telah menopang ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif.

Eksistensinya telah turun-temurun menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan.

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah dan lembaga terkait, petani tembakau, UMKM dan seluruh konsumen untuk bersama-sama menjaga eksistensi tembakau," kata Eggy lewat keterangan tertulisnya yang diterima Tribunnews.com, Selasa (7/11/2023).

Eggy juga menekankan bahwa sebagai konsumen produk tembakau, KPTNI dan seluruh komunitas pertembakauan adalah pengguna produk yang legal, bercukai, bahwa konsumen sejatinya taat pada aturan dan kebijakan.

“Konsumen tembakau selalu distigma negatif. Begitu juga dengan tembakau selalu dikelilingi dengan peraturan yang sangat ketat bahkan cenderung tidak masuk akal," papar Eggy.

Sementara menurut Mei Hari Sumarna, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Kota Cirebon turut menyampaikan dukungan kepada KPTNI yang menginisiasi Cirebon Tobacco Fest sebagai salah satu cara edukasi terhadap masyarakat luas khususnya kepada para pelaku usaha pertembakauan.

“Prioritas kami adalah pengawasan peredaran produk tembakau. Kami terbuka lebar menjadikan KPTNI sebagai mitra Bea Cukai khususnya dalam pemberantasan rokok ilegal yang marak," ujar Mei. 

Agus Sukmanjaya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon menyebutkan bahwa gelaran kegiatan ini menunjukkan nilai positif tembakau yang telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas. Baik dari sisi kelestarian budaya maupun pengembangan ekonomi kreatif . (din)



Kamis, 02 November 2023

Banyak Membuat Terobosan, Bupati Imron Apresiasi Dinkes Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron mengapresiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah membuat terobosan-terobosan, terutama dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Cirebon.

Salah satunya adalah pembentukan tim koordinasi kesehatan jiwa masyarakat (TKKJM) serta peluncuran aplikasi bantu SIMADU LAN SEJIWA (Sistem Informasi Terpadu Layanan Kesehatan Jiwa). 

Peluncuran aplikasi tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Apita Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (2/11/2023).

"Dengan dibentuknya TKKJM, saya harapkan hal-hal mengenai koordinasi dalam pelayanan kesehatan jiwa masyarakat dapat berjalan lebih baik lagi," kata Imron.

Menurutnya, TKKJM yang dibentuk merupakan satgas gabungan dari seluruh stakeholder, diantaranya meliputi dunia usaha, pers, dan LSM. 

Dengan konsep pentahelix dalam TKKJM ini, lanjut Imron, diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Saya titip ini, tidak hanya terbentuk SK-nya saja, tetapi 40 kecamatan, 412 desa, serta 12 kelurahan wajib mempunyai TKKJM dan dapat berjalan dengan efektif, kondusif serta  dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah, M.M mengatakan, saat ini di bidang kesehatan sedang menghadapi “triple burden disiase”, yaitu beban tiga kali lipat berbagai masalah penyakit.

Pertama, adanya penyakit infeksi: new emerging dan re-emerging. Kedua, penyakit menular yang belum teratasi dengan optimal. Dan ketiga, penyakit tidak menular yang cenderung meningkat setiap tahunnya, seperti masalah kesehatan jiwa.

Menurut Neneng, kesehatan jiwa masyarakat merupakan kondisi kesejahteraan mental dan emosional masyarakat dalam suatu wilayah atau populasi. Hal ini mencakup pemahaman, promosi, perlindungan, dan perawatan kesehatan mental dalam konteks komunitas.

"Kondisi saat ini, gangguan kesehatan jiwa dengan status ODGJ pada tahun 2022 sebanyak 2906 kasus, dan sampai triwulan 3 tahun 2023 sebanyak 2488 kasus," jelas Neneng.

"Tingginya kasus ODGJ di Kabupaten Cirebon tersebut, tentunya merupakan permasalahan sekaligus sebagai tantangan kita bersama dalam pembangunan sumber daya manusia," sambungnya.

Oleh karenanya, lanjut Neneng, diperlukan pengelolaan yang baik, melibatkan berbagai teknis dan strategi yang bertujuan untuk mempromosikan, melindungi, mencegah, dan memberikan perawatan kesehatan mental kepada masyarakat.

Salah satunya dengan menyediakan kebijakan yang membantu pelaksanaan kegiatan kesehatan jiwa masyarakat.

"Kami atas nama keluarga besar Dinas Kesehatan, mengapresiasi yang setinggi-tinginya kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon, yang telah menerbitkan Peraturan  Bupati Nomor 84 Tahun 2023 tentang Tim Koordinasi Kesehatan Jiwa Masyarakat," ujar Neneng.

Masih dikatakan Neneng, salah satu komitmen dalam menindaklanjuti Perbup tersebut, Dinkes Kabupaten Cirebon selenggarakan “Gerakan bersama menuju sehat melalui Program Ceria“.

"Untuk mendukung program tersebut, kami luncurkan aplikasi pengelolaan kesehatan jiwa masyarakat, yaitu Sistem Informasi Terpadu Pelayanan Kesehatan Jiwa masyarakat, yang kita beri nama inovasi ini dengan SIMADU LAN SEJIWA berbasis  IT," pungkasnya. (din)

Kuwu Sampiran Sosialisasikan Pembuatan Biaya Sertifikat Tanah Perbidang Hanya Rp150 Ribu, H Sujito Ingin Sukseskan Program Bupati

SAMPIRAN, FC - Kuwu Desa Sampiran, H Sutijo menjadi sosok yang tak pernah lelah untuk terus membangun kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat desa. H Sutijo selalu bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tugasnya. Termasuk pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023 di Desa Sampiran.

Pihaknya mengaku tengah melaksanakan program PTSL. Program ini untuk membantu warga yang ingin membuat sertifkat tanah dengan biaya murah, yakni perbidang tanah hanya Rp 150.000 rupiah.

Kepada warga Sampiran, H Sujito menyatakan bahwa ini merupakan kesempatan bagi warga untuk membuat sertifikat tanah. "Kepada masyarakat Sampiran ayo bersama-sama untuk membuat sertifikat tanah dengan biaya murah," ajaknya.

Menurut H Sutijo, biaya pembuatan sertifikat tanah ini tidak lebih dari Rp. 150.000 rupiah, hal ini sesuai dengan keputusan SKB Menteri. 

Maka kepada para petugas di lapangan baik RT maupun RW diingatkan agar dalam pembiayaan sertifikat ini tidak lebih dari Rp. 150.000. jika ada yang memungut lebih dari Rp 150.000 maka itu menjadi tanggungjawab sendiri.

"Saya Kuwu Sampiran, kembali mengingatkan agar para petugas baik RT maupun RW yang saya tugaskan di lapangan agar tidak memungut biaya lebih dari Rp 150.000. Jika dipungut lebih, itu di luar tanggungjawab kami dan jika ada permasalahan silahkan itu tanggung  jawab mereka sendiri," tegas Kuwu Sampiran, H Sujito.

Kuwu Sampiran juga menjelaskan, bahwa berdasarkan anjuran pemerintah dan sesuai SKB Menteri biaya pembuatan sertifikat tanah ini sebesar Rp 150.000 dengan satu materai.

"Jadi biaya sertifikat senilai Rp 150.000 itu dengan satu materai. Ada pun dengan riwayat tanah yang memerlukan lebih dari satu materai, itu berarti menjadi tanggungjawab sendiri bagi si pemohon untuk membeli materai," terangnya.

Program ini, kata H Sujito, diluncurkan untuk meringankan biaya pembuatan sertifikat tanah bagi masyarakat. Kuwu Sampiran ini berharap, program ini bisa membantu masyarakat dengan biaya murah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum stabil pasca Covid 19 lalu. 

Sementara itu, Bupati Imron menyatakan, masyarakat harus memanfaatkan program PTSL ini secara maksimal. Pasalnya, masyarakat tidak perlu membayar mahal untuk mendapatkan sertifikat tanah.

“Biaya yang harus dikeluarkan dalam PTSL hanya sebesar Rp150 ribu, itupun untuk biaya administrasi di tingkat desa. Kalau masyarakat proses sendiri, kan biayanya jutaan, ini hanya Rp150 ribu saja ” kata Imron.

Imron mengatakan, dengan adanya kuota PTSL di Kabupaten Cirebon yang mencapai 70 ribu bidang tanah, pihaknya langsung melakukan pertemuan dengan Kepala BPN dan para camat.

“Kami juga mengundang para camat kumpul dengan kepala BPN guna membahas program PTSL. Kami ingin program ini sukses di Kabupaten Cirebon,” ujar Imron. (din)

Rabu, 01 November 2023

Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Cirebon Adakan Festival dan Maulid Akbar

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Lembaga Dakwah Mahasiswa mengadakan Festival dan Maulid Akbar dengan Tema 'Membangun Kreativitas dan Akhlakul Karimah Demi Terciptanya Generasi Emas Muslim Milenial'. Kegiatan tingkat Jawa Barat.ini pun berjalan sukses.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dari  tanggal 16 hingga 30 Oktober 2023 dengan berbagai event yang digelar, di antaranya seminar kemuslimahan, dan  lomba-lomba islami, terakhir ditutup dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Bazar.

Ketua panitia, Muhammad Taufik Hidayat menyatakan, kegiatan yang diadakan satu tahun sekali ini, merupakan progam kerja dari Departemen Syair Pelayanan Kampus yang dikolaborasi dengan Departemen  Kemuslimahan dan Ekonomi Keumatan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menyiarkan islam dengan cara mengadakan perlombaan islami dan di akhir acara kita tutup dengan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW," tuturnya, Rabu, (1/11/2023).

Selain itu, kata Muhammad Taufik Hidayat, kegiatan ini juga untuk meningkatkan skill para pelajar mahasiswa se-Ciayumajakuning.

Sedangkan menurut Pembina UKM  Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Wahyono M.Pd.I bahwa terselenggaranya kegiatan ini juga sama halnya kita tengah bergorganisasi. Maka ada manfaat yang bisa kita petik dari berorganisasi ini, yakni untuk meningkatkan kecerdasan emosional kita.

"Kita tahu bahwa kecerdasan itu dibagi 3 yaitu Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ)," jelasnya. 

Untuk itu selaku pembina, Wahyono M.Pd.I mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk meningkatkan sholawat  kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Hajam MAg,  memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Prof Hajam juga ucapan selamat kepada mahasiswa-mahasiswi berprestasi ya.g sudah mengikuti lomba yang dilakukan  secara daring.

"Terimakasih juga ke pada jajaran panitia yang sudah membuat kegiatan ini, dan ini menjadi wadah prestasi bagi kalangan siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi se-Ciayumajakuning," ucapnya.

Di akhir kegiatan, acara dilangsungkan dengan Maulid Akbar oleh Buya Yahya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. KH.Yahya Zainul Ma’arif  LC, M.A, Ph.D.

Kegiatan yang berlangsung di gedung ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini mengambil tema 'Meningkatkan Keteladanan Rasulullah Bagi Generasi Muslim Milenial'.

Ada beberapa catatan Tausyiah Buya Yahya dari Maulid Akbar ini, di antaranya  luruskan niat, kemudian apabila melakukan atas dasar cinta maka semua akan sepenuh hati, kemudian jangan mudah marah, karena dia itu saudara mu dan dendam itu cape.

"Maafkan orang yang buat salah sama kita. Memaafkan itu adalah menutup luka, lalu Melepas luka dengan berbuat baik. Mulai saat ini tanamkan pada diri kita maaf, dan itu indah untuk diri kita," papar tausiyah Buya Yahya. (Ara)

30 Tenaga Kependidikan di Lingkungan IAIN Cirebon Ikuti Pelatihan Teknis PBJP

FOKUS CIREBIN, FC - Tiga puluh orang tenaga kependidikan di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, mengikuti Pelatihan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) dan Ujian Kompetensi Sertifikasi PBJP Level-1 secara klasikal, yang dilaksanakan pada hari Rabu s.d Sabtu tanggal 01 s.d. 04 November 2023 bertempat di gedung siber IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan Diklat Barjas ini menjadi momen penting dalam pembekalan dan pengembangan kompetensi tenaga kependidikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Rabu, 1 November 2023.

Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya tenaga kependidikan IAIN Cirebon untuk memahami dan mengerti tentang teknis pengadaan barang dan jasa pemerintah dalam menjalankan rutinitas dan tugasnya dikampus. 

Pelatihan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) secara klasikal yang hari ini kita laksanakan. Prof. Ilman menggarisbawahi kedepan kegiatan pengadaan tidak melulu hanya di rektorat yang menjalankan, akan tetapi ditingkat fakultas juga harus bisa.

“Diklat Barjas ini adalah salah satu upaya kami untuk memastikan bahwa kualitas layanan yang kami berikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon selalu meningkat,” ujar Prof. Ilman. “Ini adalah langkah konkret dalam menghadirkan manajemen yang efektif dan pemimpin yang berkualitas di kampus.” ungkap prof Ilman.

Diklat Barjas di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2023 mencerminkan komitmen lembaga pendidikan tinggi ini dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan manajemen. 

Para peserta akan menghadirkan pengetahuan dan keterampilan baru yang akan mendukung perkembangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat pendidikan tinggi yang berdaya saing. pungkasnya.

Sementara itu, Ir. Sunarini, M.Kom, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, beliau memberikan apresiasi kepada peserta Diklat Barjas dan merangsang semangat mereka untuk berperan aktif dan senantiasa meningkatkan kompetensi diri didalam menjalankan tugasnya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tutur Sunarini.

Lanjut Ir. Sunarini, kita berada di era yang sangat dinamis, di mana tantangan dan perubahan menjadi hal yang lumrah. Diklat Barjas adalah sarana bagi kita untuk terus berkembang, memperkuat kompetensi, dan bersama-sama bisa mewujudkan visi dan misi kampus kita.

Pelatihan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) dan Ujian Kompetensi Sertifikasi PBJP Level-1 secara klasikal kali ini, menghadirkan Amik Tri Istiami, S.Pd.,M.M. Widyaiswara Ahli Muda sebagai narasumber. 

Peserta Diklat Barjas terdiri dari pejabat struktural dan JFU dari berbagai unit kerja di lingkungan  IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Mereka akan mengikuti berbagai sesi pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam teknis pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan narasumber dari Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Jakarta.

IAIN Cirebon Ditunjuk Sebagai 'The First University Syber in Indonesia'

FOKUS CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon yang ditunjuk ssbagai pilot projek Menteri Agama RI Gus Yaqut Kholil Qoumas menjadi Universitas Siber Syekh Nurjati Cirebon, menerima benchmarking  dari Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Bali. 

Sebagai The First University Syber in Indonesia, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag mengatakan jika pihaknya telah siap lahir batin untuk bertransformasi menjadi Cyber Islamic University disela-sela menerima kunjungan dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Bali di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jl Perjuangan Sunyaragi Kota Cirebon Jawa Barat. 

Kunjungan yang dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I, Prof Dr. Jamali, M.Ag, Ketua Jurusan PJJ PAI Dr. Moh Ali, M.Pd, dan Sekretaris urusan Zaki Yavani, M.Pd, Wakil Ketua STAHN Singaraja Bali Dr. I Made Sedana, Ketua LPM Dr. I Yoman Suka Adiyasa.

Dalam kegiatan benchmarking tersebut membahas kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan memiliki keinginan belajar mendirikan PJJ atas Ijin Kementerian agama RI.  pertemuan ini merupakan upaya kedua belah pihak untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.  

Dr. Moh Ali, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Jarak jauh PAI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan mengatakan kerja sama ini berfokus kepada pembentukkan, peningkatan kulitas SDM, Program Kegiatan, Aplikasi dan  kegiatan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM).

“Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang akan menghasilkan program pendidikan yang berkualitas tinggi, serta akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang ada didaerah-daerah terpencil dapat menikmati Pendidikan dengan kualitas dosen yang mumpuni, dengan melakukan pertukaran dosen serta menggali kompetensi,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut. Dr. Moh Ali, M.Pd menambahkan, dengan adanya potensi besar Fintech di bali- Indonesia, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, dengan menyediakan program pendidikan dan pelatihan yang berkualitas untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga pendidik dan kependidikan.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Bali. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua STAHN Singaraja Bali Dr. I Made Sedana menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis bagi STAHN untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami yakin bahwa dengan adanya gagasan kerja sama ini, mahasiswa kami akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka di bidang syber. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi para profesional yang ingin melanjutkan studi ke jenjang sarjana dengan model PJJ. pungkas Dr. I Made Sudana. (din)

Bertransformasi Menjadi Kampus Siber, IAIN Cirebon Datangkan Pakar ICT dari Hankuk University Seoul Korea Selatan

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati, Cirebon, dalam rangka penguatan proses pembelajaran Program Pendidikan jarak jauh Pendidikan Agama Islam (PJJ PAI) IAIN Syekh Nurjati Ciebon yang ditunjuk menjadi Universitas Islam Siber pertama di dunia pada PTAI atau PTKIN sebagai program prioritas Menteri Agama RI Gus Yaqut Kholil Qoumas. IAIN Cirebon Datangkan Pakar ICT dari Hankuk University Seoul Korea Selatan.

Menurut Ketua Jurusan PJJ PAI FITK Dr. Moh Ali, M.Pd.I, kami mendatangkan Prof. Im Yung Ho secara luring, sementara pakar terkait teknologi dan platform kelas virtual, Dr. Kim, Mr. Moon dan Dr Laktee Le dari Hankuk University yang berada di Seoul Korea selatan, via zoom meeting. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekanat Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang diwakili Wakil Dekan I,  Dr. Atikah Samsi, Wakil Dekan II, Dr Ria Gloria, wakil Dekan III Dr Asep Mulyana, Kabag TU Dr. Rosidi Ridho serta Sekjur dan tim PJJ PAI dalam pertemuan di ruang rapat Dekan.

Tujuan mendatangkan Prof. Im Yung Ho pakar ICT (secara luring) agar mendapatkan pemaparan yang sangat mencerahkan dari Prof. Im Yung Ho dan Dr. Kim (secara daring) adalah terkait pengggunaan virtual kelas dan pembuatan konten digital yang bisa diintegrasikan dengan Learning manajemen system (LMS).

Selanjutnya Dr. Kim selaku tim Pengembang virtual kelas menjelaskan  bahwa tidak dibutuhkan banyak tempat dan alat-alat yang super canggih dalam membuat konten pembelajaran. Hanya bermodalkan beberapa 5 layar monitor,dan tools lainnya serta aplikasi yang dikembangkan oleh Dr. Kim dan team, maka kegiatan pembelajaran daring bisa sangat menyenangkan dan convenience.

Sejalan dengan hal tersebut Dr. Atikah dan Dr. Ria secara bersama menyatakan teknologi ini sangat dibutuhkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sedang bertransformasi menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Hangkuk University memiliki alat yang canggih dan berbudaya siber yang baik, sehingga kita perlu mencontoh, bahkan Dr. Ria berkeinginan ke korea selatan secara langsung untuk belajar hal tersebut.

Moh Ali selaku kajur PJJ PAI menambahkan bahwa IAIN Cirebon sudah siap menjadi UIN Siber baik SDM, Sarpras, Program/aplikasinya, Sistem Informasi Menejemennya bahkan sekarang pak Rektor sedang mengagas bagaimana menciptakan Learning Culture Digitalnya dalam menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis digital. (din)

IAIN Cirebon Kirim Kontingen di Kegiatan Porsi Jawara Ke I di Jember Jawa Timur

FOKUS CIREBON, FC -Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan menyelenggarakan kegiatan Pekan Olahraga, Seni dan Ilmiah se-Jawa dan Madura (Porsi Jawara) ke I. 

Porsi Jawara I akan dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 1 s.d 5 November 2023 bertempat di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember Jawa Timur. Senin, 30 Oktober 2023.

Kegiatan Pekan Olarahraga, Seni dan Ilmiah ke I di UIN KHAS Jember, seluruh pesertanya berasal dari 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Bali. Sudah barang tentu IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga mengirimkan kontingennya untuk mengikuti kegiatan Porsi Jawara ke I yang bertempat di Jember Jawa Timur. 

Kontingen IAIN Cirebon dilepas dengan sambutan hangat dari Wakil Rektor I bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga  Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag , Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag, Wadek III FITK  Dr. Asep Mulyana, M.Pd , Ir. Hj. Sunarini, M.Kom. Kepala Biro AUAK dan Zainal Arifin, S.Ag Kabag Umum dan Layanan Akademik IAIN Syeh Nurjati Cirebon.

Acara pelepasan kontingen ini menjadi momen penting bagi para mahasiswa yang akan mewakili kampus IAIN Cirebon, dalam berbagai kompetisi dan ajang kejuaraan di Porsi Jawara I. 

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag, menyampaikan rasa bangga dan harapannya terhadap kontingen tersebut. Pihaknya sangat bangga atas prestasi yang telah kalian raih selama ini, baik ajang regional, nasional, maupun internasional.

"Hari ini kalian bisa mewakili IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam Porsi Jawara I di Jember. Ini adalah kesempatan besar untuk menunjukkan potensi dan mengasah lagi kemampuan kalian, serta memperkuat jaringan dan persahabatan di antara sesama mahasiswa PTKIN se-Jawa dan Madura,” tutur Prof.Jamali.

Dan yang tak kalah penting menurut Prof. Jamali, berikan kado tebaik dari  kalian semua untuk menyambut IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC). "Jangan lupa jaga kesehatan, ke kompakan dan selamat bertanding,” ucap  Prof.Jamali.

Sementara itu, Prof. Dr. Hajam, M.Ag, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, menekankan pentingnya kerja sama antar-kampus dan antar-anggota kontingen. 

Ditegaskan bahwa, kalian bukan hanya mewakili kampus masing-masing, tetapi juga mewakili Kementerian Agama. 

"Mari tunjukkan sportivitas yang tinggi, rasa persaudaraan, dan sikap positif dalam setiap kompetisi. Jangan lupakan bahwa tujuan utama dari ajang ini adalah memperkuat tali persatuan dan persaudaraan di antara mahasiswa sebagai generasi emas penerus bangsa.” ungkap Prof. Hajam.

Kontingen Porsi Jawara I ini akan bersaing di berbagai cabang olahraga, seni dan keilmuan, dalam kompetisi ini. Mereka siap membuktikan prestasi dan kemampuan mereka di panggung nasional. Semangat dan dukungan dari Rektor IAIN Syeh Nurjati Cirebon beserta sivitas akademika tentunya semakin memotivasi kontingen untuk memberikan yang terbaik dalam ajang bergengsi ini. tutup Prof. Hajam.

Pada kesempatan yang sama Ir. Sunarini, M.Kom. juga menyampaikan, sebanyak 17 cabang lomba yang diikuti oleh kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon, di antaranya Catur, Pencak, Silat, Taekwondo Putri, Tenis Meja, Futsal, Volly, Bulu Tangkis, Musabaqoh Hifdzil Qurán, Musabaqoh Karya Tulis Al-Qur’An, Musabaqoh Syarhil Qur’an, Dai Daiyah, Kaligrafi Dekorasi, Debat Bahasa Inggris, Puitisasi Al-Qur’An, Pop Solo Islami, Musabaqoh Tilawatil Qur’an, Qiroatul Qutub. 

"Dengan komposisi 68 orang atlit dan 24 orang official termasuk di dalamnya 2 orang  humas sebagai tim dokumentasi dan publikasi selama kegiatan berlangsung. ucapnya," terangnya.

Seluruh anggota kontingen bersama-sama menyatakan tekad mereka untuk berjuang dengan semangat sportif, dan mereka pun meninggalkan kampus dengan semangat yang tinggi serta doa restu dari segenap sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

“Semoga mereka dapat mencapai prestasi gemilang dan membuat bangga seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam ajang Porsi Jawara I tahun 2023 di UIN Khas Jember,” ungkap Sunarini. (din)

Pemkab Cirebon Siap Wujudkan Satu data Satu Peta sebagai Landasan Arah Pembangunan

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Komunikasi dan Informatika melakukan Pelatihan Data Geospasial Tahun 2023 yang digelar di Hotel Sutan Raja Cirebon, Selasa (31/10/2023).

Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam pengelolaan geoportal. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, S.H, M.H mengatakan, pelatihan data geospasial ini merupakan upaya penyelenggaraan jaringan informasi geospasial, yang dilakukan dalam rangka mewujudkan satu data satu peta sebagai landasan arah pembangunan Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, hal ini dilakukan sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

"Pemerintah Kabupaten Cirebon telah berupaya mewujudkan satu data. Untuk memperkuat upaya ini, telah diterbitkan Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2022 tentang Satu Data Kabupaten Cirebon, yang didalamnya juga mengatur tentang kebijakan satu peta," kata Bambang.

Bambang menyebut, dengan terwujudnya satu data satu peta di Kabupaten Cirebon ini, diharapkan arah kebijakan pembangunan lebih terarah dan tepat sasaran.

"Karena setiap kebijakan yang ditetapkan, akan berdasarkan pada data yang akurat dan reliable," ungkapnya.

Ia menjelaskan, data dan informasi geospasial saat ini merupakan data yang sangat penting dalam proses pembangunan berkelanjutan di suatu negara.

Informasi geospasial merupakan informasi aspek keruangan, yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada atau di atas permukaan bumi, yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Saat ini, kata Bambang, produk kebijakan satu peta sangat dibutuhkan, terutama di lingkup Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam hal implementasi berbagai program atau kebijakan berbasis spasial, seperti online single submission (OSS), perbaikan kualitas tata ruang, penetapan lahan sawah dilindungi, perbaikan tata kelola penerbitan izin spasial lainnya. 

Ia berharap, dengan adanya bimbingan teknis penyelenggaraan jaringan informasi geospasial ini, akan mempercepat upaya Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mengimplementasikan kebijakan satu peta.

"Kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang geospasial, yang dimiliki oleh perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ujar Bambang.

“Karena, dalam penyelenggaraan informasi geospasial dapat memperkuat simpul jaringan daerah melalui integrasi, serta pemutakhiran data dan informasi geospasial secara periodik," sambungnya.

Lebih lanjut, kata Bambang, melalui pelatihan data geospasial ini juga dapat dijadikan momentum dalam penguatan peran masing-masing penyelenggara satu data Indonesia di tingkat Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan kebijakan satu data satu peta.

"Khususnya, peran perangkat daerah dan lembaga lainnya sebagai produsen data dalam menghasilkan data geospasial yang akurat dan reliable, serta peran Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon sebagai walidata dan PUTR sebagai pembina data dalam mengelola data geospasial, menganalisis dan menyebarluaskannya untuk kepentingan pengambilan kebijakan dan kebutuhan masyarakat lainnya," jelas Bambang.

"Yang tak kalah penting juga, peran Bappelitbangda sebagai koordinator satu data Indonesia tingkat Kabupaten Cirebon, dalam mensinergikan dan mengkolaborasikan data dan informasi geospasial sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah," tambahnya. (Nisa)