Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 07 Desember 2023

IAIN Cirebon Umumkan Rencana Bedah Menyeluruh Terhadap DIPA Anggaran 2024



CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengumumkan rencana bedah menyeluruh terhadap Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2024 dalam acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Santika Premiere Hotel, Kabupaten Kuningan, pada tanggal 04 hingga 06 Desember 2023.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi sekitar 60 peserta yang terdiri dari berbagai unsur pimpinan, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Pusat, SPI, hingga Kepala Bagian dan Kasubag. Tujuan utama dari bedah DIPA ini adalah untuk mengkaji secara mendalam beberapa poin krusial yang terkait dengan rencana penggunaan anggaran pada tahun mendatang.

Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ir. Hj. Sunarini, M.Kom, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini akan membahas enam hal penting, antara lain: evaluasi pelaksanaan anggaran DIPA 2023, pembagian DIPA 2024, pembagian tanggungjawab, penyusunan performance indikator rektor yang akan ditandatangani oleh Dirjen dan Direktur, sosialisasi fungsi SPI, dan kesepakatan bersama pelaksana anggaran tahun 2024.

Acara yang didanai dari kantong usaha sendiri, BLU, diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih dalam terkait perencanaan anggaran dan implementasinya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Para peserta diharapkan dapat mengambil manfaat maksimal dari kegiatan bedah DIPA ini guna memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan efektif untuk tahun mendatang. ungkap Sunarini.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan bedah DIPA 2024 secara resmi, Beliau menyoroti pentingnya pemahaman mendalam tentang dua profil utama, yakni CIU (Cyber Islamic University) dan BLU (Badan Layanan Umum). Dalam konteks ini, perlu memahami secara mendetail mekanisme pelaksanaan program dan fungsi, khususnya dalam aspek pendidikan jarak jauh. 

Kegiatan ini juga menitikberatkan pada konsep Laporan Evaluasi Diri (LED) dan alat ukur yang menjadi fokus penting dalam menilai capaian dan efektivitas dari program-program yang direncanakan. tegas Prof Aan.

Kegiatan ini diharapkan akan memberikan landasan yang kokoh bagi perencanaan dan implementasi program-program yang berkualitas di IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada Tahun Anggaran 2024. (din)

Rektor IAIN Cirebon Siap Dorong Pengembangan )endidikan Tinggi Keagamaan

CIREBON, FC - Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, turut hadir dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Jakarta. Acara yang dibuka oleh Gus Menteri KH Yaqut Cholil Qoumas ini menjadi platform penting untuk berbagai pesan dan arahan terkait pengembangan Pendidikan Tinggi Keagamaan. Kamis, (07/12/2023).

Dalam kesempatan ini, Gus Menteri KH Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan pesan penting bahwa Pendidikan Tinggi Keagamaan (PTK) harus memiliki branding yang kuat, adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, meraih akreditasi yang unggul, dan juga memiliki distingsi atau perbedaan yang jelas dengan institusi lain.

“Keunggulan ini membutuhkan peran aktif dari seorang Chief of Marketing yang kreatif dan inovatif untuk memasarkan keunggulan kampus ke publik,” ujar Yaqut Cholil Qoumas.

Menurut Yaqut Cholil Qoumas, membangun citra dan identitas yang kuat untuk Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), sangat penting di era digital saat ini. Ketangguhan dalam mengadaptasi teknologi informasi menjadi kunci, sementara meraih akreditasi yang unggul akan memperkuat reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, juga menegaskan bahwa perbedaan yang jelas antara institusi pendidikan adalah hal yang harus diperjuangkan. “Dengan memiliki keunggulan yang spesifik dan berbeda dari yang lain, kita bisa lebih dikenal dan diakui oleh masyarakat,” ungkap Aan.

Rapat Koordinasi ini menjadi momen penting bagi Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, selaku Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk merespons arahan dan membawa konsep-konsep baru dalam meningkatkan citra dan daya saing institusi ke depannya. Peningkatan branding dan kreativitas pemasaran diharapkan menjadi langkah strategis dalam menempatkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan yang memimpin di bidangnya. (din)

PSGA IAIN Cirebon Bersama Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan Gelar Seminar Online, Kampanye 16 HAKTP



FOKUS CIREBON, FC - PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar sebuah seminar online yang bertujuan sebagai bagian dari kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Acara ini, dengan tema "10 Hari Kenali dan Kawal UU TPKS," menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman dalam berbagai bidang yang terkait.

Narasumber yang hadir diantaranya Alifatul Arifiati (Fahmina Institute), Alfina (KOPRI PC.PMII Cirebon), Seha Nur Fani (KOPRI Cirebon), Sa’adah (WWC Mawar Balqis), Asih Widyowati (Umah Ramah), Nurleli (Fatayat), Roikhatun Abhariyah (KPI Kab.Cirebon), Komala Dewi (RUPA), Siti Rabbi’ah Al Fatimah (Fatayat), Yumma Shafa Azzahra (Women March Cirebon), Ayu Anggaritno Proboningdyah,AMD.Keb, Hj.Saniri,S.Si.Apt.,M.H (DPPKBP3A Kabupaten Cirebon), Mahmudah (RUPA), Fadhilah Munawwaroh (Fatayat), Irhamna (WWc Mawar Balqis), Roudhatul Jannah (WWC Mawar Balqis), Puja Monica Rahayu (GERAK PUAN), Supraptiningsih (LBH Fahmina), Nurlaeli (PC.Fatayat Kab.Cirebon), Fitri Nurajizah (Mubadalah), Ida Ad’hiah (Fahmina Institute), Veno (WWC Mawar Balqis), dan Lutfiyah Handayani ( KID Kota Cirebon), hingga berbagai narasumber lainnya yang memiliki keahlian dalam isu-isu kekerasan terhadap perempuan. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati cirebon, warek III IAIN syekh Nurjati Cirebon dan jajarannya.

Dr. Masriah.M.Ag, selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, membuka acara tersebut dengan sambutan pembukaan. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapannya terhadap seminar ini, menyatakan, 

"Semoga seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan positif dalam mengatasi kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan," pungkasnya.

Saudara Khoerul Anwar, selaku Ketua Pelaksana, menekankan pentingnya kegiatan 16 HAKTP sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas dari tindak kekerasan seksual. Dalam sambutannya, Anwar menyatakan, "Selama ini PSGA telah mengadakan diskusi online mulai dari tanggal 27 November hingga 6 Desember 2023."

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, melainkan juga peserta dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi, praktisi hukum, pekerja sosial, dan masyarakat umum yang peduli terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. 

Seminar ini diselenggarakan secara daring melalui platform virtual untuk memberikan wawasan tentang isu-isu yang berkaitan dengan pelecehan seksual, kekerasan berbasis elektronik, sejarah gerakan perempuan Indonesia, pemaksaan sterilisasi, eksploitasi seksual, dan banyak lagi.

Imelda Triadhari, Ketua Relawan PSGA, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesuksesan seminar online ini. Triadhari menyatakan, "Seminar ini menjadi momentum berharga untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait UU TPKS dalam rangka acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Dalam sepuluh hari penuh, peserta seminar memiliki kesempatan untuk menggali informasi, berpartisipasi dalam diskusi, dan memahami peran aktif dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan perempuan. 

Ketua Pelaksana Anwar menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas partisipasi luar biasa dari para narasumber, peserta, dan dukungan dari Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan. Kolaborasi ini memberikan kontribusi besar dalam menyuarakan pentingnya mengenali dan mengawal implementasi UU TPKS.

Anwar juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan serta dalam keberhasilan acara ini. Ia berharap bahwa diskusi ini dapat meningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindakan kolektif dalam melawan kekerasan terhadap perempuan.

Seminar ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan kemaslahatan bersama, khususnya perempuan. 

Apresiasi disampaikan kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu dan dedikasi, serta kepada para audiens yang antusias memberikan kontribusi sebagai bentuk dukungan dalam menciptakan perubahan yang positif.

Di selenggarakannya seminar ini adalah salah satu bentuk bagian dari kampanye global yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung upaya pencegahan berbagai bentuk  kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Acara ini dibuka langsung oleh Dr.Masriah.M.Ag selaku kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sekaligus menyampaikan sambutan pembukaan serta mengungkapkan harapannya terhadap seminar yang di selenggarakan tersebut.

 “Semoga seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan positif dalam mengatasi kekerasan seksual dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di berbagai lapisan masyarakat," jelasnya dengan penuh antusias. 

Khoerul Anwar, ketua pelaksana dalam kegiatan ini menuturkan, kegiatan 16 HAKTP yang diselenggarakan oleh PSGA ini banyak sekali berbagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus dalam mewujudkan universitas yang nyaman dari tindak kekerasan seksual, sehingga pihaknya sangat perlu adanya diskusi-diskusi tentang kekerasan seksual itu sendiri.

"Ini adalah bentuk dukungan kami, terhadap PSGA yang sudah mengadakan diskusi online mulai dari tanggal 27 November- 6 Desember 2023,” ucapnya.

Seminar ini dihadiri oleh audiens yang berjumlah kurang lebih 50 peserta bukan hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi, praktisi hukum, pekerja sosial maupun masyarakat umum yang peduli terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. Seminar ini diselenggarakan secara daring melalui platfrom virtual. 

Dalam rangkaian acara ini para peserta diberikan wawasan tentang berbagai isu yang berkaitan dengan pelecehan seksual, kekerasan berbasis elektronik, sejarah gerakan perempuan indonesia, pemaksaan sterilisasi, eksploitasi seksual dan lainnya.

“Saya sebagai ketua relawan Pusat Studi Gender dn Anak (PSGA), merasa sangat bersyukur dan bangga atas kesuksesan seminar online yang diadakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Syekh Nurjati Cirebon serta didukung oleh Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan," ucapnya. 

Seminar ini menjadi momentum berharga untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait UU TPKS dalam rangka acara 16 Hari Anti kekerasan terhadap perempuan. 

"Selama sepuluh hari penuh, peseta dapat menggali informasi, berpartisipasi dalam diskusi dan meahami peran aktif dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan perempuan,” papar Imelda Triadhari.

Lanjut ketua pelaksana kegiatan ini mengungkapkan “Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi yang luar biasa dari para narasumber, peserta dan dukungan dari Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan. Kolaborasi ini memberikan konstribusi besar dalam menyuarakan pentingnya mengenali dan mengawal implementasi UU TPKS.  

"Kami ucapkan terima kasih pula kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam keberhasilan acara ini, dan saya berharap dengan adanya diskusi ini dapat ,eningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindalan kolektif dalam melawan kekerasan terhadap perempuan," pungkas Anwar.

Maka dari itu, di adakannya seminar ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan yang mesti kami dan kita semua laksanakan guna memberikan manfaat bagi kesehatan bermasyarakat dan juga kemaslahatan bersama terutama perempuan.

"Pastinya penuh apresiasi yang di haturkan bagi narasumber yang telah memberikan penuh ilmu dan dedikasi bagi semua kalangan dan tidak lupa para audiens yang telah antusias memberikan kontribusi sebagai bentuk dukungan dalam hal kebaikan," tandasnya. (Nisa)

Senin, 04 Desember 2023

IAIN Cirebon Susun RAB Pengelolaan BLU Yang Cermat, Tepat, Terperinci Berbasis Biaya Bukan Belanja

CIREBON, FC – Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan BLU harus cermat, tepat, rinci yang berbasis pada biaya, bukan belanja. Dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan berisi program, kegiatan, target kinerja, dan anggaran BLU, kegiatan dilaksanakan di Grage Hotel. Rabu, (29/11/2023).

Kegiatan Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan BLU, dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan didampingi Warek II Prof. Dr. H Ilman Nafi’a, M.Ag dan Kepala Biro AUAK Ir. Hj. Sunarini, M.Kom.

Prof. Aan menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dalam Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) adalah landasan krusial bagi institusi. Ini tidak hanya sekadar rangkaian angka dan proyeksi, melainkan fondasi yang mengarahkan setiap langkah keuangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa fokus pada aspek biaya bukanlah semata-mata tentang penghematan, tetapi lebih kepada pengalokasian yang tepat dan bijaksana dari sumber daya keuangan. RBA menjadi instrumen untuk memetakan setiap pengeluaran dengan jelas, memastikan bahwa setiap investasi memiliki dampak yang diharapkan terhadap kemajuan institusi.

Prof. Aan juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak terkait dalam proses penyusunan RBA. Kolaborasi antara pimpinan, staf, dan unit terkait di institusi menjadi kunci untuk memastikan bahwa rencana yang disusun benar-benar mencerminkan visi bersama serta memperhitungkan semua kebutuhan dan aspirasi dari berbagai bidang.

Ia menegaskan bahwa RBA bukan hanya sebagai dokumen perencanaan, tetapi juga sebagai alat evaluasi yang membantu dalam memantau kinerja keuangan dan kesesuaian dengan tujuan strategis institusi. Dengan demikian, RBA tidak hanya menjadi sekadar rencana statis, melainkan dokumen hidup yang terus diperbaharui sesuai dengan dinamika dan kebutuhan institusi.

“Kami fokus pada strategi yang berbasis biaya agar setiap langkah yang diambil memiliki nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan institusi,” ungkap Prof Aan.

Sementara itu, Prof Ilman menjelaskan bahwa dalam dokumen perencanaan bisnis dan anggaran tahunan yang diperbaharui, terdapat penjabaran program dan kegiatan yang mendukung visi dan misi IAIN Cirebon. Tidak hanya itu, dokumen ini juga mencantumkan target kinerja yang terukur serta alokasi anggaran yang sangat terperinci.

Perhatian utama terfokus pada aspek biaya yang mencakup perencanaan yang lebih akurat terhadap pengeluaran. “Kami berupaya memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki tujuan yang jelas dan memberikan dampak optimal bagi pengembangan lembaga,” tambah Warek II Prof. Dr. H Ilman Nafi’a, M.Ag.

Rapat tersebut bukan hanya sekadar pengumpulan data dan angka, tetapi juga merupakan wujud dari upaya konkret untuk menjadikan setiap langkah IAIN Cirebon lebih terukur, responsif, dan adaptif terhadap perubahan dinamika keuangan.

Keberhasilan rapat ini menandai komitmen kuat IAIN Cirebon dalam menjalankan tata kelola keuangan yang transparan dan efektif, yang tentunya akan memberikan landasan kokoh bagi pencapaian visi besar lembaga ini. (din)

Minggu, 03 Desember 2023

Pemkab Gelar Dialog Kajian Pemekeran Cirebon Timur

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar dialog kajian pemekaran Cirebon Timur, sebagai salah satu tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya pemekaran di Cirebon Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon ini, turut hadir Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Asisten Daerah dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon beserta jajaran, Sabtu (2/12/2023).

Dengan hadirnya DPRD Kabupaten Cirebon dalam kegiatan ini, diharapkan nantinya, keputusan mengenai Cirebon Timur bisa satu suara.

“Kalau masih ada anggota DPRD yang belum paham, bisa diobrolkan dalam dialog ini,” kata Imron.

Imron mengatakan, dalam kajian ini, pihaknya juga melibatkan akademisi dari Universitas Padjajaran, agar hasil dari kajian ini benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan tanpa intervensi.

Ia juga berharap, wacana dan dorongan adanya pemekaran Cirebon Timur ini, bukan hanya karena tujuan politis saja, namun demi kemaslahatan seluruh masyarakat.

“Semoga tujuan pemekaran ini, adalah untuk kemaslahatan umat,” lanjutnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. M. Luthfi, S.T., M.Si menuturkan, bahwa dalam kegiatan ini, pihaknya mendengarkan hasil awal tentang kajian Cirebon Timur.

Data yang didapat, nantinya akan ditindaklanjuti melalui Badan Musyawarah (Bamus) sebelum ke Sidang Paripurna.

Menurut Luthfi, kajian memang harus dilakukan dan menjadi syarat dilakukannya pemekaran sebuah wilayah. Dua kajian yang harus terpenuhi, yaitu kajian mengenai kewilayahan dan kapasitas.

“Ada beberapa tafsir mengenai aturan luas wilayah pemekaran, ini nanti akan dibahas,” ujar Lutfi.

Selain itu, kajian kapasitas juga sangat penting dilakukan. Agar nantinya, bisa dipastikan pada pemekaran ini, tidak terjadi defisit.

Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian, perkiraan berapa pendapatan yang akan didapatkan oleh Cirebon Timur.

“Jangan sampai, setelah pemekaran terjadi, malah tidak sesuai dengan harapan,” jelasnya. (din)

Cegah Banjir dan DBD, Pengurus DKM Maslicha Giat Bersih-Bersih Lingkungan Bersama Warga RW09 Bumi Arum Sari

CIREBON, FC - Pengurus DKM Maslicha adakan kerja Bakti bersama warga masyarakat RW 09 Bumi Arum Sari. Hadir  pada kegiatan ini, para tokoh masyarakat, tokoh agama, pegiat pendidikan, tokoh pemuda dan Kadus Arum Sari Desa Cirebon Girang Jaja. 

Menurut Ketua DKM Suwaryo SE, kerja bakti ini bukan hal yang pertama, ini merupakan agenda bulanan. Dengan kerjabakti ini pihaknya menghaturkan terimakasih kepada warga masyarakat dan tokoh masyarakat yang begitu semangat bergotong-royong dalam membersihkan sekitar area masjid mau pun jalan-jalan di lingkungan RW 09. 

"Kerja bakti ini selain membersihkan lingkungan juga pengerukan drainase atau irigasi yang tersumbat sampah dan tanah, sehingga kita keruk dan kita bersihkan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah bersama bergotong-royong membersihkan lingkungan kita di RW 09 ini," ucapnya.

Mengenai kerja bakti ini, kata Suwaryo, SE karena mengingat sudah memasuki musim hujan. Sehingga untuk mengatasi dampak banjir dan terjadinya wabah BDB, maka kita bersama warga masyarakat segera mengadakan kerjabakti pembersihan lingkungan. (Bambang HS)

IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program Visiting Lecture

CIREBON, FC – IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program Visiting Lecture yang menampilkan tema utama “Upaya Meningkatkan Manfaat Sumber Daya Alam dan Fungsi Konservasi di Kawasan Gunung Ciremai.” Acara ini dibawakan oleh Prof. Dr. H. M. Subandi, seorang guru besar dari Universitas Islam Negeri Bandung yang berpengalaman dalam bidangnya. 

Bertempat di Ruang Auditorium FITK Lt. 5, kuliah umum ini dihadiri oleh pemangku jabatan, dosen, dan lebih dari seratus mahasiswa Tadris Biologi. Sabtu, (02/12/2023).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. H. Saiffudin, M. Ag., menyatakan betapa pentingnya acara semacam ini bagi mahasiswa Tadris Biologi untuk mendalami konsep konservasi secara langsung dari ahlinya. 

Ia menggarisbawahi relevansi kegiatan ini dengan profil lulusan program studi tersebut, yakni menjadi pendidik yang kompeten dalam bidangnya. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejalan dengan harapan untuk menggalakkan kegiatan akademik lainnya yang mendukung konsep Cyber Islamic University.

Ketua Jurusan Tadris Biologi, Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa konsep acara ini telah direncanakan jauh-jauh hari, dan pelaksanaannya pada saat ini memberikan nilai penting terutama bagi mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Biologi Konservasi. 

Ia menyampaikan harapannya bahwa acara ini menjadi landasan awal bagi mahasiswa untuk lebih memahami konsep konservasi serta pemanfaatan sumber daya alam dengan bijak, sejalan dengan semangat himpunan mahasiswa biologi dalam menerapkan prinsip kelestarian dan konservasi alam.

Prof. Dr. H. M. Subandi, Drs. Ir. MP., sebagai pembicara utama, dalam paparannya yang dimoderatori oleh Bambang Ekanara, M.Pd., menjelaskan tentang pentingnya kawasan Gunung Ciremai sebagai sebuah situs strategis dengan potensi yang besar. 

Dirinya menyoroti peran kawasan ini sebagai daerah peralihan yang vital bagi kehidupan masyarakat perkotaan Cirebon. Pemaparannya membahas konsep Kawasan Inti, Penyangga, dan Transisi dalam konteks kehidupan manusia dan biosfer UNESCO yang menekankan pentingnya keselarasan antara kehidupan dan biosfer.

Prof. Subandi juga menyoroti dampak pesatnya perkembangan di kawasan kaki Gunung Ciremai, terutama di wilayah Cirebon, yang menjadi pusat perdagangan, jasa, dan industri. Dia menekankan urgensi pelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai upaya yang sangat penting di tengah perkembangan pesat wilayah sekitarnya.

Kuliah umum ini memberikan pencerahan baru tentang upaya konservasi terhadap keanekaragaman hayati di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, diharapkan memberikan pemahaman lebih mendalam bagi mahasiswa dalam merawat sumber daya alam di sekitar mereka. Dengan mengundang narasumber yang kompeten, acara ini diharapkan memberikan dorongan bagi pemahaman lebih luas tentang pentingnya konservasi alam bagi keberlanjutan lingkungan. (din)

IAIN Cirebon: Memimpin Revolusi Pendidikan Islam melalui Konten Video Kreatif

TANGGERANG, FC - Di tahun 2023 ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali memperkuat langkahnya dalam menyongsong transformasi pendidikan Islam. 

Kali ini, SDM (Sumber Daya Manusia) beranggotakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dikirimkan untuk mengikuti Pelatihan Dasar Produksi Vidio Media Pembelajaran/ Creative Content Program Jarak Jauh bagi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun anggaran 2023 di Universitas Terbuka (UT) selama empat hari, mulai 30 November hingga 3 Desember 2023. Minggu (03/12/2023).

Kegiatan pembuatan konten video pembelajaran ini tidak hanya menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi Cyber Islamic University (CIU) sebagai proyek percontohan dan program prioritas dari Kementerian Agama. Namun, juga sebagai langkah inovatif dalam memproduksi multimedia digital yang akan memperkuat posisi CIU dalam menyediakan Sumber Daya Pendidikan Islam Terbuka (Open Islamic Education Resources).

Momen pelatihan ini menyorot berbagai tahap kreatif, mencakup pra-produksi, proses produksi, dan pasca-produksi dalam pembuatan konten edukasi. Keistimewaan dari kegiatan ini terletak pada pengakuan hampir seluruh peserta oleh panitia UT. Setiap individu dihargai atas keahliannya dalam berbagai kategori: Oktavianus Bere sebagai Kameramen Terbaik, Mohamad Ardan Fahrobi sebagai Editor Terbaik, Slamet Pujianto sebagai Peserta Teraktif, dan Kelompok 2 yang dipimpin oleh Dr. Ayus Ahmad Yusuf sebagai Kelompok Terbaik.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani. M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para peserta dalam pelatihan ini. Beliau menekankan betapa pentingnya inisiatif semacam ini dalam mengembangkan pendidikan Islam melalui metode modern.

Tak ketinggalan, panitia UT turut memberikan apresiasi mendalam kepada semua peserta atas dedikasi mereka dalam menciptakan konten edukatif yang inovatif dan bermakna melalui produksi video.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam merangkul kemajuan teknologi dalam pendidikan Islam, menjadikan IAIN Cirebon sebagai pionir dalam menyediakan sumber daya belajar digital bagi komunitas Islam global. (din)

Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon gelar Diskusi Demokrasi di Kampus

CIREBON, FC - Senat Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan berani mengadakan kegiatan bertajuk pesta demokrasi lewat program Diskusi Demokrasi yang mengangkat tema "Matinya Demokrasi Negara dimulai dari Matinya Demokrasi Kampus".

Kegiatan berlangsung dari siang sampai malam yang mulanya diadakan di Taman IAIN samping Masjid Al Jamiah berpindah ke ICC IAIN dikarenakan cuaca yang tak menentu.

Hujan bukanlah kendala bagi panitia SEMA-I dalam merealisasikan kegiatan, kegiatan dibuka oleh para Dekan yang terdiri dari Dekan FUA, Dekan FEBI, Dekan Fasya, dan Dekan FITK.

Di pembukaan kegiatan, diisi oleh sambutan-sambutan yang dimulai dari Ketua Pelaksana Omar Qad Panity, menyampaikan bahwa "Diskusi demokrasi berangkat dari kampus yang sedang tidak baik-baik saja dan gagalnya peranan eksekutif dalam mewadahi ruang diskusi terbuka, besar harapan sebagai mahasiswa tak hanya fokus pada isu kampus tetapi juga pada isu negara".

Ditegaskan juga oleh Ketua Senat Mahasiswa Institut, Agam Rahmat Prayogo. Bahwasanya "Agenda kita hari ini adalah salah satu upaya untuk menghadirkan senat di tengah teman-teman semua dan karena prihatin pada kampus yang demokrasinya telah mati, tak lupa mengapresiasi teman-teman panitia".

Mewakili Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam sambutannya yang diwakilkan oleh salah satu Dekan. Dr. Anwar Sanusi M.Ag menyampaikan "Permohonan maaf atas pimpinan yang berhalangan hadir baik Rektor maupun Warek 3, oleh karena itu kami ber-4 disini hadir adalah bentuk dari demokratis itu sendiri. Demokrasi di kampus ini masih hidup".

Sesi pembukaan selesai diselingi oleh Live Music dan dilanjut pada sesi inti acara, Diskusi Demokrasi. Dihadiri oleh pemateri dari lembaga-lembaga seperti KPU, Bawaslu, dan LBH. Dan aktifis mahasiswa dari UI, UGM dan IAIN.

Dalam sesi diskusi, moderator acara Nafa Ananda memantik dengan melemparkan pertanyaan ke semua pemateri dengan bertanya apakah tema yang diangkat itu relevan? Menariknya, ada yang pro dan kontra.

Bapak H. Rasjid Ketua LBH Cirebon Raya menyampaikan itu tidak valid, sebab demokrasi sejatinya tidak akan mati, karena ada dalam diri individu masing-masing.

Dari KPU bapak Mardeko menjelaskan hal-hal dasar demokrasi lewat pemilu, sebab baginya mahasiswa adalah pemilih pemula yang perlu di edukasi.

Disambung oleh Nurul Fajri berbagi pengalamannya saat menjadi mahasiswa sampai sekarang di lembaga yang masih mengawal demokrisasi dari kampus ke pemerintahan.

Dari elemen aktifis mahasiswa juga tak kalah menariknya, Muh Kholid Presma UGM 2022 menyampaikan bahwa Demokrasi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Membawakan data merosotnya the democracy index dari tahun 2015 sebesar 7,03 sedangkan 2022 hanya 6,71 dan world press freedom index tahun 2015nya 59,5 sedangkan 2022nya 54,83. Keruntuhan Demokrasi pun tidak berlangsung begitu saja, ada beberapa momentum dari tahun 2022 ke 2023.

Kemudian dari Fahmi Farhan Mubarok ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa mengatakan peran mahasiswa memang betul mempengaruhi proses demokrasi negara, dan sedikit banyak membawakan regulasi yang mengatur jalannya demokrasi di kampus.

Dan pamungkas dari Ketua BEM UI 2023 Melki Sedek Huang, bahwa anak muda saat ini tak bisa hanya dimanfaatkan oleh kepentingan beberapa pihak, anak muda mesti bersuara dan kritis melawan kebijakan-kebijakan negara yang jauh dari kata demokratis. Dan itu pun dimulai dari ruang kita semenjak jadi mahasiswa. Pasalnya, saat kini ia juga sedang melakukan konsol di LBH Jakarta, dan berharap bisa sama-sama berjuang bersama.

Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang mana moderatori tidak membatasi pertanyaan dan antusias peserta membuat banyak pertanyaan masuk ke para pemateri, beragam peluru ada yang mengenai ke lembaga, di mana sejauh mana peran mereka menyentuh kampus, peluru ke aktifis mahasiswa menyikapi mahasiswa apatis dan politis yang lain saat ini. Bahkan sampai mempertanyakan kinerja atau peran ormawa dalam mengawal demokrasi kampus ini.

Dan sampai di penghujung acara seperti pada acara umumnya, ditutup dengan penyerahan cindemrata dan foto bersama. ICC menjadi saksi akan digelarnya ruang diskusi demokrasi untuk pertama kali dalam sejarah IAIN. (Ara)

Sabtu, 02 Desember 2023

PSGA IAIN Cirebon Gelar Pendidikan Publik Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan yang tergabung dalam serangkaian memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP). 

Pendidikan publik ini diselenggarakan di tiga tempat, yaitu Auditorium FITK, SBSN, dan FDKI, dengan mengangkat tema "Pencegahan Toxic Relationship Di Lingkungan Kampus". Acara dihadiri oleh mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, organisasi mahasiswa, dan unit kegiatan mahasiswa.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman, seperti Suci Ramdaeni, Mpd (Aktivis Gender), Ida Ad’hiah, SE (Fahmina Institute), Mumtaz Afridah, M.Psi, Psikolog (Aktivis Gender), Alifatul Arifiati, SH (Fahmina Institute), Rani Ika Wijayanti, M.Med.Kom (Aktivis Gender), dan Sa’adah, S.Pd (WWC Mawar Balqis).

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag, selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang juga menjadi penggagas acara ini, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bukan hanya menjadi forum diskusi tetapi juga langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan. 

"Pendidikan publik ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif mahasiswa serta ormawa dalam memerangi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam skala yang lebih luas dalam masyarakat," jelasnya.

Ketua Pelaksana Khaerul Anwar menyatakan kebanggaannya atas kesempatan yang diberikan. "Tentunya saya mewakili panitia tidak ada istilah menyerah dalam mewujudkan dan mensosialisasikan UU TPKS di lingkungan kampus serta memberikan edukasi tentang Kekerasan dalam Pacaran (KDP) bagi generasi muda," ungkapnya.

Para peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan serta kekerasan dalam pacaran (KDP). Acara ini menekankan urgensi peran setiap individu dalam menangani isu kompleks ini. 

Tujuannya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon agar mereka menjadi agen perubahan yang efektif serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan damai bagi civitas akademik.

Dr. Masriah berharap agar pendidikan publik ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dapat memotivasi perubahan perilaku dan pola pikir di kalangan mahasiswa.

"Dengan melibatkan organisasi mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa, dan mahasiswa umum, kita dapat menciptakan efek domino yang positif di seluruh kampus. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan seluruh mahasiswa," pungkas Imelda Triadhari, Ketua Relawan PSGA.

Ketua Pelaksana Khaerul Anwar menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. 

"Terima kasih kepada para narasumber yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara, dan tentu saja saya ucapkan terima kasih kepada para hadirin yang hadir di sini," tutupnya. 

Acara ini diinisiasi sebagai langkah konkret dalam mendorong kampus menjadi lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi seluruh anggota civitas akademika. 

Melalui serangkaian sosialisasi dan diskusi interaktif, PSGA berharap peserta dapat lebih memahami dampak negatif kekerasan terhadap perempuan serta bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam mencegahnya. (Nisa)

Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Cirebon Gelar Kuliah Umum Hadirkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat

CIREBON, FC -  Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Kuliah Umum yang menghadirkan Dr. Hj. Herawati, S.S., M.A., Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menyoroti keberadaan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang semakin mencuat dalam arena pendidikan global. Sabtu, (02/12/2023).

Antusiasme yang kian meningkat terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia bagi non-penutur asli menjadi sorotan utama dalam sesi kuliah umum ini. Dr. Hj. Herawati, sebagai narasumber, membagikan wawasannya terkait pertumbuhan signifikan jumlah lembaga penyelenggara program BIPA di berbagai negara. Data hingga akhir tahun 2020 mencatat adanya 355 lembaga di 41 negara dengan total 72.746 pembelajar.

Dengan suara yang penuh semangat, Dr. H Saifuddin, M.Ag, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menghadirkan sorotan yang menarik dalam sambutannya pada kegiatan Kuliah Umum Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).

“Dalam era globalisasi saat ini, keberadaan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing menjadi jendela penting bagi pemahaman mendalam terhadap kekayaan budaya dan keberagaman bahasa Indonesia,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Masih dalam sambutannya, Dr. H Saifuddin menekankan pentingnya peran BIPA sebagai alat untuk memperluas jangkauan budaya Indonesia di kancah internasional. Ia menyoroti bahwa BIPA bukan hanya sekadar pembelajaran bahasa, tetapi juga sebuah investasi dalam diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarnegara.

“Dengan beragam program dan inovasi di bidang pendidikan bahasa, kita berada dalam posisi yang tepat untuk menjembatani pemahaman dan hubungan antarbangsa melalui kekuatan bahasa Indonesia,” ujarnya.

Hal ini, katanya mencerminkan komitmen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis pada kekayaan budaya dan keilmuan.

Sambutannya memberi nuansa pentingnya peran BIPA sebagai jembatan membangun kesadaran akan keberagaman bahasa dan budaya, serta bagaimana hal ini akan mengukuhkan posisi Indonesia di panggung global.

Sementara itu, menurut Tato Nuryanto, M.Pd., Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon, fenomena ini menjadi bukti konkret dari komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Luar Negeri untuk mengangkat Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional dan sebagai salah satu instrumen penting dalam diplomasi budaya.

“Dalam kerangka pembelajaran global dan peningkatan peran diplomasi budaya, keberadaan BIPA tidak hanya menjadi wadah untuk mempelajari bahasa, tetapi juga jendela yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia,” ungkap Tato.

Kuliah umum ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya BIPA dalam menghadirkan peran Indonesia di mata dunia melalui keberagaman bahasa dan budaya. Dengan narasumber yang berkompeten dan berpengalaman, para peserta diajak untuk memahami peran strategis Bahasa Indonesia dalam memperkuat jaringan kerja sama internasional dan memperluas cakrawala budaya bangsa. (din)

IAIN Cirebon Lakukan Kolaborasi Dengan Universitas Terbuka

CIREBON, FC – IAIN Syekh Nurjati Cirebon meneruskan kolaborasi dengan Universitas Terbuka dalam rangka pengiriman sumber daya manusia (SDM) untuk mengikuti pelatihan selama 4 hari, dari 30 November hingga 3 Desember 2023. Kali ini, para peserta tidak hanya terdiri dari tenaga pengajar, namun juga melibatkan tenaga kependidikan dengan tujuan utama: mempelajari cara membuat konten video pembelajaran yang efektif.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggarisbawahi pentingnya upaya ini, terutama dalam menghadirkan akses pendidikan kepada sekitar 80.000 guru di madrasah dan pesantren yang terkendala oleh keterbatasan biaya dan waktu. Ia menyoroti inisiatif dari Menteri Agama untuk membentuk universitas siber sebagai langkah maju dalam mendukung pengembangan pendidikan.

“Kami berharap implementasi universitas siber akan segera terealisasi dengan adanya rancangan perpres yang telah disusun dan berada di meja Sekretariat Negara. Ini akan memberikan akses sumber daya, bahan ajar, modul digital, dan konten kreatif berbasis video,” ujar Prof Aan dalam sambutannya.

Kegiatan di Universitas Terbuka dimulai dengan paparan mengenai dasar-dasar produksi video. Materi tersebut kemudian diperkaya melalui diskusi interaktif serta pemaparan contoh-contoh video pembelajaran yang memberikan gambaran akan standar ideal dan kekurangan yang perlu diperbaiki.

“Ini langkah penting untuk melangkah menuju inovasi digital dan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh, khususnya dalam hal Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam,” tambah Rektor.

Kerja sama yang terjalin ini diharapkan dapat terus berlanjut, membuka peluang bagi pengembangan konten-konten pembelajaran yang inovatif dan mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam. (din)

Jumat, 01 Desember 2023

FITK IAIN Cirebon Gelar Workshop Kewirauahaan

CIREBON, FC - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, menyelenggarakan workshop kewirausahaan yang mengundang mahasiswa dari  fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan untuk merangsang semangat kewirausahaan, inovasi, dan pengembangan bisnis di kalangan generasi muda.

Acara yang diadakan di Auditorium FITK Lantai 5 ini merupakan upaya untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa tentang kewirausahaan dan memberikan wawasan praktis tentang bagaimana memulai dan mengembangkan bisnis mereka sendiri.

Dalam workshop ini, para peserta diajak untuk mendengarkan paparan dari beberapa pakar industri yang berpengalaman dalam bidang kewirausahaan. Salah satu pembicara adalah, Darajati Esky N, Assistant Training Manager Evermos, yang sukses membagikan pengalamannya dalam memulai bisnis dari nol. “Kunci utama dalam kewirausahaan adalah memiliki semangat pantang menyerah, kreativitas, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan,” ungkap Darajati Esky N.

Selain itu, kegiatan workshop juga mencakup sesi diskusi kelompok, di mana peserta dapat bertukar ide, berbagi pengalaman, dan mengembangkan gagasan bisnis mereka sendiri. Para peserta juga diberikan panduan praktis dalam menyusun rencana bisnis yang kuat serta memahami strategi pemasaran dan manajemen yang efektif.

Dr. Asep Mulyana, M. Si, Wakil Dekan III FITK, dalam sambutannya mengungkapkan, pentingnya memberikan platform kepada mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. “Workshop ini merupakan langkah nyata dalam menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa, yang diharapkan dapat menghasilkan inovasi serta menciptakan lapangan kerja bagi sesama,” Dr. Asep mengungkapkan.

Sementara itu, salah seorang peserta workshop, Dimas, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, menyatakan, “Saya merasa terinspirasi dan memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk mewujudkan gagasan bisnis yang saya miliki. Workshop ini memberikan wawasan yang sangat berguna dan memberikan arah yang jelas dalam memulai langkah pertama,” ungkap Dimas.

Diharapkan bahwa melalui workshop semacam ini, semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja melalui inovasi dan kreativitas dalam dunia bisnis.

Workshop kewirausahaan ini tidak hanya menjadi ruang untuk belajar, tetapi juga sebagai ajang untuk menginspirasi dan mendorong generasi muda untuk menjadi sosok yang berani, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan dalam dunia kewirausahaan. (din)

Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon Menginisiasi Kegiatan SKP Kinerja ASN 2023

CIREBON, FC - Ir. Sunarini, M.Kom, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon menginisiasi kegiatan sosialisasi penyusunan dokumen laporan penilaian kinerja ASN (SKP) Tahun 2023 melalui Aplikasi E-Kinerja BKN di lingkungan IAIN Cirebon. 

Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis diselenggarakan pada Kamis, 23 November 2023, bertempat di ruang rapat lantai dasar rektorat.

Pemateri yang akan menyampaikan materi dalam acara ini antara lain, Ir. Sunarini, M.Kom Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Adi Heru Setiawan, SE Analis Kepegawaian Ahli Pertama. Sesi ini akan menjadi kesempatan bagi Bapak/Ibu untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang penyusunan laporan penilaian kinerja ASN menggunakan Aplikasi E-Kinerja BKN. Kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan dalam hal evaluasi kinerja ASN secara digital.

Sunarini, menuturkan, “Aplikasi E-Kinerja BKN adalah sebuah sistem yang dikembangkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Indonesia untuk memfasilitasi pengelolaan dan evaluasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) secara elektronik. Tujuan utamanya adalah untuk memudahkan proses penilaian kinerja ASN dan mempercepat pengumpulan serta analisis data terkait capaian kerja mereka,” ungkap Sunarini.

Sementara Adi Heru Setiawan, menyampaikan, “Aplikasi ini memungkinkan ASN untuk mengelola dan memantau pencapaian target kerja serta melaporkan kegiatan yang telah dilakukan secara digital. Dalam Aplikasi E-Kinerja BKN, ASN dapat mengisi berbagai macam informasi terkait dengan target kerja, capaian, dan pencapaian yang telah mereka lakukan selama periode tertentu.” tutur Adi.

“Melalui sistem ini, setiap ASN dapat mengakses informasi mengenai sasaran kerja dan evaluasi kinerja yang ditetapkan, serta melaporkan capaian mereka secara berkala. Dengan demikian, Aplikasi E-Kinerja BKN bertujuan untuk mempermudah pengelolaan dan pemantauan kinerja ASN secara transparan dan efisien.” tambah Adi. (din)

Dekranasda Kab Cirebon Ikut Pameran Jendela Kertajati, Bawa Produk IKM Mendunia

KABUPATEN CIREBON -- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Cirebon mengikuti Pameran Jendela Kertajati di Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka, Kamis (1/12/2023). 

Pada kegiatan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Cirebon, Dra. Nunung Roosmini Imron didampingi pengurus Darma Wanita Persatuan (DWP) dan pejabat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) setempat, hadir langsung pada pameran.

Nunung mengatakan, pihaknya memamerkan produk unggulan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Cirebon, seperti batik Cirebonan, baik tulis, cap maupun pewarna alam; kerajinan rotan, kayu, kulit; serta produk-produk lainnya. 

"Produk-produk IKM dipromosikan oleh Dekranasda untuk memperluas akses pemasaran di tingkat nasional maupun internasional. Harapannya, para penumpang pesawat yang melalui BIJB Kertajati yang berasal dari berbagai daerah maupun negara, bisa membeli produk-produk unggulan Kabupaten Cirebon," ujarnya.

Ia mengungkapkan, bahwa Dekranasda terus berupaya untuk mengenalkan dan mempromosikan produk unggulan IKM Kabupaten Cirebon, sehingga bisa dikenal di level nasional maupun internasional.

"Kita terus berupaya untuk mengenalkan dan mempromosikan produk unggulan IKM Kabupaten Cirebon, sehingga bisa dikenal di level nasional maupun internasional," sambungnya.

Ia melanjutkan, bahwa disamping mempromosikan, yang tak kalah penting juga melakukan peningkatan daya saing produk. 

Menurutnya, Dekranasda bersama dengan Disperdagin telah banyak melaksanakan Bimtek, fasilitasi, serta pendampingan kepada para pelaku usaha produk unggulan di Kabupaten Cirebon.

Sehingga, produk-produk tersebut dapat bersaing dan diterima pasar serta menjadi referensi konsumen guna memenuhi kebutuhan. 

Nunung berpesan kepada para pelaku usaha, untuk terus berinovasi dan berkreatifitas menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

"Saya berpesan kepada para pelaku usaha di Kabupaten Cirebon, untuk terus berinovasi dan berkreatifitas, serta buatlah produk yang berkualitas dan siap bersaing dengan produk lainnya," pesan Nunung. (din)

Pemprov Jabar Pertimbangkan Kembali Lanjutkan Pembangunan SOR Watubelah

 

KABUPATEN CIREBON -- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, S.E, M.T menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melanjutkan kembali pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Watubelah di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Bey menyebutkan, beberapa hari lalu kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat, sudah melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan sarana olahraga tersebut.

"Kami akan audit terlebih dahulu, untuk memutuskan bakal dilanjut atau meminta bantuan kepada pemerintah pusat," ujarnya saat rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jum'at (1/12/2023).

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si menyebutkan, lanjutan pembangunan SOR Watubelah saat ini, kembali dilanjutkan dan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon TA 2023.

Namun, kata Wabup Cirebon yang akrab disapa Ayu, untuk merampungkan sarana tersebut, pemerintah daerah sudah meminta bantuan kepada pemerintah provinsi. Hal tersebut, dikarenakan keterbatasan jumlah anggaran yang dimiliki.

 "Anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan SOR Watubelah itu sekitar Rp200 miliar. Pembangunan sport center ini harus berjalan, supaya nantinya bisa menjadi ikon baru untuk Kabupaten Cirebon," ujar Ayu. (din)

Lantik 93 PNS dan PPPK Tenaga Teknis, Bupati Imron: Berikan Kontribusi Positif pada Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik 93 PNS dan PPPK tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Pelantikan tersebut disaksikan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si, para pejabat Esselon II serta perwakilan Forkopimda di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, Kamis (30/11/2023).

Bupati Imron mengatakan, bahwa pada tanggal 17 Juli 2023 silam, sebanyak 16 peserta yang dinyatakan lulus dari 26 formasi yang tersedia pada pengadaan PPPK tenaga teknis formasi tahun 2022 yang telah terlebih dahulu dilantik dan diambil sumpahnya. 

Imron mengapresiasi, walaupun belum dinyatakan lulus pada saat itu, karena tidak memenuhi nilai ambang batas yang cukup tinggi, namun tetap membulatkan tekat dan melakukan perjuangan untuk dapat mengabdi kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hingga, lanjut Imron, Menteri PAN-RB mengeluarkan keputusan dengan Nomor 571 Tahun 2023 tentang Optimalisasi Pengisian Kebutuhan Jabatan Fungsional Teknis pada Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun anggaran 2022, yang berisikan tentang reformulasi nilai ambang batas seleksi kompetensi teknis dan optimalisasi jabatan yang kosong.

“Kini terwujud, dan kali ini telah resmi dilantik sebagai PPPK. Kini saatnya membuktikan dan dapat memberikan kontribusi positif pada Kabupaten Cirebon melalui bidang keahlian masing-masing,” kata Imron.

Juga, masih dikatakan Imron, bagi PNS yang telah dilantik dalam jabatan fungsional, baik yang pertama kali, perpindahan jabatan maupun pengangkatan kembali yang juga berjuang melewati tahapan uji kompetensi, sehingga dapat dinyatakan layak dan kompeten untuk diangkat dalam jabatan fungsional.

“Saya atas nama pimpinan daerah dan seluruh jajaran pemerintah daerah, mengucapkan selamat bekerja untuk PNS yang telah dilantik menjadi pejabat fungsional, serta PPPK jabatan fungsional teknis yang telah dilantik dan diambil sumpah janji jabatan,” tuturnya. (din)

PSGA IAIN Cirebon dan Ormawa Gelar Workshop Penguatan Dan Pencegahan Toxic Relationship Di Lingkungan Kampus

CIREBON, FC - Program Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melakukan upaya nyata dalam memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang diperingati setiap tanggal 25 November, dengan menggelar Workshop Penguatan Relawan dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa). 

Kegiatan yang dimulai Selasa, 21 November, dan berlangsung selama 2 hari hingga Rabu, 22 November, telah menjadi pusat perhatian bagi mahasiswa serta kalangan akademisi.

Workshop yang digelar di Auditorium Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini menampilkan berbagai diskusi, pelatihan, dan sesi refleksi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta keterlibatan aktif dalam menangani isu kekerasan terhadap perempuan. Acara ini dihadiri oleh 50 mahasiswa.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan dalam sambutannya, Prof. Aan menyoroti pentingnya memahami dampak negatif dari kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. 

“Kita tidak bisa lagi menutup mata terhadap masalah ini. Setiap individu harus menjadi agen perubahan dalam memberantas kekerasan terhadap perempuan,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan  17 poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah  dilansir dari Indonesia Sustainability dan menjadi fokus-fokus di berbagai negara untuk mewujudkan tujuan yang besar,  salah satu poinnya yaitu Kesetaraan gender (gender equality).

Prof. Aan, juga memberikan wawasan yang mendalam tentang perlunya hubungan yang sehat dan kesetaraan gender. 

“Hubungan yang sehat adalah fondasi dari masyarakat yang damai dan berkeadilan. Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi semua,” jelasnya.

Dr. Masriah, Kepala Program Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang juga merupakan salah satu penggagas acara ini, mengungkapkan harapannya terhadap workshop ini.

"Kegiatan ini tidak hanya sebatas forum diskusi, tapi juga sebagai tonggak awal bagi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan,” jelasnya dengan penuh antusiasme.

Imelda Triadhari selaku ketua relawan PSGA menuturkan bahwa worksop penguatan relawan dan ormawa ini dengan bertajuk toxic relationship sangat bermanfaat bagi generasi muda, yang mana kasus kekerasan terhadap perempuan di seluruh masyarakat terjadi karena relasi kuasa baik dari lingkup pacaran/pasangan maupun dari kalangan lain. 

"Pentingnya workshop ini sebagai penguatan agar dari relawan dan ormawa mengetahui dampak dari toxic relationship dan cara mencegah ataupun mengatasinya," kata Imelda kepada media, Jum'at, (1/12/23).

Khaerul anwar, Ketua Pelaksana juga  menyampaikan terima kasih terhadap para lembaga yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini Dan terima kasih kepada para relawan atas kehadiran nya, kegiatan ini supaya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan dan diskusi produktif kedepannya.

"Workshop Penguatan Relawan dan Ormawa dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif mahasiswa serta Ormawa dalam memerangi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam skala yang lebih luas dalam masyarakat," ujarnya.

Setelah itu, kegiatan ini dilanjut dengan penguatan relawan dengan dihadiri dari beberapa narasumber yang bergerak di bidang anti kekerasan seksual.

Materi yang disampaikan berupa SK Rektor,  UU TPKS, peraturan pendis, dan kekerasan dalam pacaran. 

Dalam serangkaian acara, para peserta diberikan wawasan mendalam tentang kekerasan terhadap perempuan sekaligus mendapatkan materi yang menguatkan peran mereka sebagai relawan dan anggota ormawa. Salah satu titik fokus dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa setiap individu yang hadir memahami urgensi peran mereka dalam menangani isu yang kompleks ini.

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada relawan agar mereka menjadi agen perubahan yang efektif. Meningkatkan kesadaran relawan tentang pentingnya pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan. Mendorong relawan untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan peringatan sebagai upaya konkrit untuk menyebarkan pesan anti-kekerasan.

Lanjut, Kepala Program Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam memberikan penguatan pada relawan PSGA dan Ormawa. 

“Kegiatan ini adalah kombinasi yang luar biasa. Kami tidak hanya memperingati 16 HAKTP, tetapi juga memberdayakan relawan dan ormawa kami dengan pengetahuan yang lebih dalam, mempersiapkan mereka untuk peran yang lebih aktif dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan,” pungkas Dr Masriah. (Ara)

PSGA IAIN Cirebon, Stop Kekerasan Terhadap Perempuan

CIREBON, FC – Dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan sosialisasi.

Tunjuannya untuk menggalang kesadaran dan memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan, Selasa (28/11/2023).

Acara ini diinisiasi sebagai upaya konkret dalam mendorong kampus menjadi lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi seluruh anggota civitas akademika.

Dalam acara yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan karyawan IAIN Cirebon, PSGA menyoroti berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Mulai dari pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, hingga diskriminasi gender di berbagai lapisan masyarakat.

Melalui Sosialisasi dan diskusi interaktif, peserta diharapkan dapat lebih memahami dampak negatif kekerasan terhadap perempuan dan bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam mencegahnya.

Kepala PSGA IAIN Cirebon, Masri’ah MAg menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan misi kampus untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung hak asasi manusia.

“Kita perlu bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya menghormati hak-hak perempuan dan mencegah segala bentuk kekerasan terhadap mereka,” ujarnya.

Semua pihak di kampus ini memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan setiap individu tanpa memandang jenis kelamin,” sambung Masri’ah.

Kegiatan sosialisasi ini diadakan serentak di beberapa fakultas dilingkungan kampus yang di isi oleh pemateri dari kalangan dosen, praktisi serta pemertahari kesetaraan gender yang kompeten di bidangnya.

Selain itu PGSA juga menyediakan layanan konseling bagi mereka yang mungkin memerlukan dukungan lebih lanjut.

PSGA berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi awal yang positif dalam mewujudkan perubahan budaya di lingkungan kampus, di mana setiap individu dapat hidup tanpa takut dan merasa dihormati.

Pentingnya peran aktif seluruh komponen kampus dalam menanggulangi kekerasan terhadap perempuan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya.

Tujuannya untuk turut serta dalam upaya melibatkan masyarakat akademis dalam pembentukan masyarakat yang lebih adil dan setara. (din)

Transformasi Digital dan Kepembaruan Kelembagaan Menjadi Giat Di Lingkungan IAIN Cirebon

 

CIREBON, FC – Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg secara tegas menyatakan perubahan mendesak terkait digitalisasi perguruan tinggi dan rencana transformasi lembaga menjadi Universitas Islam Negeri Siber  Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) merupakan keniscayaan.

Pernyataan ini disampaikannya saat megikuti kegiatan Simposium Nasional Digitalisasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Simposium PTNU), yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Selasa (28/11/2023).

“Kick-off simposium ini menjadi momentum penting untuk menyadari bahwa transformasi digital bukan sekadar wacana, melainkan keniscayaan yang harus dijalankan,” ungkap Prof. Aan Jaelani dengan tegas. “Selaras dengan perkembangan zaman, kami di IAIN Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Siber dalam waktu dekat,” jelas Aan.

Prof Aan juga menyoroti urgensi transformasi lembaga pendidikan ke arah digitalisasi. “Digitalisasi tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga merupakan jalan menuju terciptanya lingkungan pendidikan yang adaptif dan inovatif. Kami percaya, dengan transformasi ke Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, kami akan menciptakan lingkungan pendidikan yang relevan dengan era digital ini,” katanya.

Transformasi tersebut, menurut Prof. Aan, akan membawa berbagai perubahan signifikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. “Kami akan mengubah paradigma, menghadirkan infrastruktur terkini, dan meningkatkan kurikulum yang berbasis teknologi. Ini adalah langkah besar dalam menjawab tuntutan zaman,” katanya.

Selain itu, Prof Aan juga menekankan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan sebuah langkah strategis yang akan melibatkan seluruh elemen di lingkungan kampus. “Kami memandang ini sebagai komitmen untuk terus berkembang, menjadi bagian dari revolusi pendidikan di era digital ini,” ucap dia.

Transformasi menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon bukan hanya merupakan visi pribadi rektor, tetapi juga visi bersama bagi seluruh staf, dosen, mahasiswa, dan pihak-pihak terkait di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Langkah ini diharapkan akan membawa perubahan mendasar bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. (din)

LPM IAIN Cirebon Jalani Kegiatan Audit Surveillance ISO 9001:2015

CIREBON, FC – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah bersiap untuk menjalani kegiatan Audit Surveillance ISO 9001:2015, sebuah langkah strategis dalam memastikan kualitas layanan dan operasional institusi. Pembukaan kegiatan audit ini dilakukan di ruang rapat Senat Rektorat lantai 2, yang dihadiri oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, dan sejumlah staf serta pihak terkait. Rabu (29/11/2023).

Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan ini, menyatakan, “Kami menghadapi proses audit yang sangat penting ini dengan tekad untuk terus meningkatkan mutu layanan dan proses di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Audit Surveillance ISO 9001:2015 ini akan membantu kami memastikan bahwa sistem manajemen mutu yang diterapkan di institusi kami berjalan sesuai standar yang ditetapkan.” ungkap Ayus.

Audit ini dilakukan berdasarkan Audit Plan CN: 824 100 18114, yang merupakan panduan bagi tim auditor dalam mengkaji sistem manajemen mutu yang berlaku di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. tambahnya.

Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan mutu layanan dan proses di bidang pendidikan tinggi.  demikan upaya yang dilakukan Prof Aan,

“IAIN Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan zaman. Melalui audit ini, kami meneguhkan komitmen tersebut dengan memastikan bahwa setiap aspek operasional di institusi kami berada dalam standar yang tinggi,” tegas Prof Aan.

Audit Surveillance ISO 9001:2015 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon diharapkan akan memberikan evaluasi mendalam terhadap sistem manajemen mutu yang diterapkan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan yang berkelanjutan, memastikan institusi ini tetap menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dan terpercaya. dengan tegas Prof Aan menyampaikan.

“Kami, Agustani Bustami dan Inna Adinova, sebagai auditor yang terlibat dalam kegiatan Audit Surveillance ISO 9001:2015 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, senantiasa berkomitmen untuk memberikan evaluasi yang komprehensif dan mendalam terhadap sistem manajemen mutu yang diterapkan. Kami yakin kolaborasi dengan institusi ini akan menghasilkan rekomendasi konstruktif demi peningkatan kualitas layanan dan operasional yang berkelanjutan. (din)

Tingkatkan Kinerja Kepegawaian, IAIN Cirebon Sukses Gelar Sosialisasi SKP

CIREBON, FC – Unit kerja kepegawaian IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah sukses melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dengan tema “Menggunakan Aplikasi E-Kinerja Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang Terintegrasi dengan SIASN”.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Jamali, M. Ag Wakil Rektor I, didampingi oleh Ir. Hj. Sunarini, M. Kom Kepala Biro AUAK. Sosialisasi berlangsung di Grand Tryas Hotel pada Jum’at, (01/11/2023) dan dihadiri oleh para unsur Pimpinan mulai dari para Wakil Rektor, Dekan Fakultas, Wakil Dekan, Dosen serta perwakilan kabag, kasubbag, pejabat fungsional dan pelaksana di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan sistem pengukuran kinerja pegawai, Lia Roslina, S.Sos, MAP, Kepala Bidang Pengembangan dan Supervisi Kepegawaian Kantor Regional III BKN Bandung, menjadi narasumber utama yang menyampaikan materi. 

Dalam sesi tersebut, beliau mengulas secara mendalam mengenai penggunaan aplikasi E-Kinerja yang diselaraskan dengan sistem SIASN Badan Kepegawaian Negara, memberikan wawasan yang penting bagi para peserta.

Prof. Dr. H. Jamali, M. Ag, Wakil Rektor I, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya penerapan teknologi dalam administrasi kepegawaian guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan.

Sementara itu, Ir. Hj. Sunarini, M. Kom, Kepala Biro AUAK, menyatakan harapannya bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh staf IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam menyusun dan mengelola SKP dengan lebih terstruktur dan efektif.

“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan bahwa penggunaan aplikasi E-Kinerja yang terintegrasi dengan SIASN BKN dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan kinerja pegawai, sehingga tercipta produktivitas yang lebih baik di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.” tegas Sunarini. (din)

Selalu Raih Prestasi, IAIN Cirebon Meraih Nama Baik Di Dunia Olah Raga

CIREBON, FC – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet taekwondo muda IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Syahlaa Alya Zain. Atlet muda ini berhasil meraih medali perak di Pekan Olahraga, Seni dan Ilmiah se-Jawa dan Madura (Porsi Jawara) I di UIN Kiai Achmad Siddiq Jember Jawa Timur. Sabtu, 04 November 2023 lalu.

Syahlaa Alya Zain, mahasiswi semester 5 Prodi KPI FDKI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, ini menyabet medali perak Taekwondo nomor Freestyle Poomsae Individual Putri yang dipertandingkan.

Syahlaa berhasil memenangkan pertandingan dengan penilaian accuracy 3.050, presentation 4.616, dan total score 7.666. Nilainya beda tipis dengan atlet taekwondo asal UIN Jember yakni tuan rumah Porsi Jawara I, accuracy 3.050, presentation 4.699, dan total score 7.749.

Poomsae adalah serangkaian gerakan atau pola yang dilakukan dalam taekwondo dengan tujuan mengembangkan keterampilan teknis dan kekuatan fisik. Kategori Freestyle Poomsae memungkinkan peserta untuk mengekspresikan gerakan-gerakan tersebut dengan gaya pribadi, sambil tetap mempertahankan elemen-elemen inti dari poomsae tersebut.

Dengan senyum Bahagia Warek III IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag, menyatakan, prestasi cabang olahraga Taekwondo nomor Freestyle Poomsae Individual putri yang meraih mendali perak dalam Porsi Jawara I, adalah sebuah prestasi dan kebanggan bagi kita semuanya. Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang atlet-atlet muda IAIN Cirebon.

Pihaknya berharap prestasi yang di torehkan Syahlaa Alya Zain ini, akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon lainnya, dan tentunya kemampuan Syahlaa akan terus di asah dan kami dorong untuk terus berprestasi di berbagai evant lainnya.

“Kami berterima kasih kepada pelatih Syahlaa dan tim akademik yang telah berkontribusi dalam meraih kesuksesan ini”. pungkas Prof Hajam. (din)

IAIN Cirebon Gelar Acara Penting Untuk Merajut Rencana Strategis Ke Depan

CIREBON, FC– IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara penting dalam upaya mereka untuk merajut rencana strategis ke depan. Prof Dr. H. Aan Jaelani,M.Ag, Rektor IAIN, memimpin langsung kegiatan sosialisasi penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) tahun 2023. Acara ini menjadi tonggak penting dalam memastikan langkah keuangan yang tepat guna dan terarah bagi lembaga yang menerapkan Pengelolaan Keuangan BLU (Badan Layanan Umum). Kamis, (30/11/2023).

Di dampingi oleh Warek III Prof. Dr. Hajam,M.Ag dan Kepala Biro AUAK Ir. Hj. Sunarini, M.Kom, Prof. Aan Jaelani memusatkan perhatian pada pemenuhan data kinerja bisnis tahun 2023 di semua unit di kampus tersebut. Diskusi mengenai RBA menjadi fokus utama, dengan penekanan pada pentingnya wawasan bisnis yang komprehensif, terperinci, dan terukur.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dan proyeksi, tetapi bagaimana angka tersebut merefleksikan pertumbuhan dan pencapaian yang sesungguhnya,” jelas Prof. Aan Jaelani dalam sesi sosialisasi.

RBA di IAIN Cirebon mengadopsi pendekatan yang sangat terperinci, mencakup indikator kinerja utama yang telah ditetapkan. Indikator tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari persentase tingkat pekerjaan & wirausaha bagi alumni, pengakuan atas kinerja keilmuan dan karya ilmiah dosen, hingga pencapaian prestasi mahasiswa.

“Sosialisasi ini adalah langkah awal menuju pengelolaan keuangan yang lebih responsif, yang mencerminkan visi dan misi institusi serta tuntutan dunia bisnis saat ini,” tambah Warek III Prof. Dr. Hajam,M.Ag.

Acara ini berlangsung di Auditorium lantai 3 rektorat, memperlihatkan komitmen IAIN Cirebon dalam menggalang sinergi antarunit dan memastikan bahwa RBA yang disusun bukan hanya dokumen formal, tetapi juga panduan yang hidup dan berkelanjutan dalam perjalanan pertumbuhan lembaga ke depan. (din)