UIN Siber Cirebon Gelar Wisuda ke-3, 552 Lulusan Siap Menjawab Tantangan Peradaban Digital

 

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon resmi menggelar Wisuda Sarjana ke-3 tahun 2025 yang berlangsung khidmat di salah satu hotel kawasan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Sebanyak 552 mahasiswa dari berbagai fakultas diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka yang dihadiri pimpinan kampus, para dekan, serta keluarga wisudawan.

Para lulusan tersebut mencakup 273 sarjana Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), 57 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 50 dari Fakultas Syariah, 75 dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), 78 dari Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), serta 18 lulusan program magister dan 1 lulusan program doktor.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg, dalam pidatonya menyampaikan bahwa wisuda kali ini mengusung tema “Melangkah Bersama Ilmu, Menggerakkan Cinta Lingkungan, dan Membangun Peradaban Digital.” 

Tema tersebut, menurutnya, menandai fase penting perjalanan kampus sejak resmi bertransformasi dari IAIN menjadi UIN Siber pada 21 Mei 2024 lalu.

“Meskipun terjadi transisi lulusan dari IAIN menjadi UIN, kami berharap tema membangun peradaban digital ini menjadi fase baru bagi seluruh sivitas akademika untuk memiliki kompetensi digital,” ujar Prof Aan usai prosesi wisuda.

Ia menegaskan bahwa ada lima kompetensi digital utama yang harus dimiliki para alumni untuk menghadapi persaingan global, yaitu Literasi informasi dan data, Keamanan data, Kemampuan problem solving, Kemampuan menjadi kreator konten, Kemampuan memilih dan mengolah data

Menurutnya, kompetensi tersebut akan membuka peluang jejaring dan kesempatan kerja yang lebih luas di masa depan.

Selain aspek digital, Prof Aan juga menekankan pentingnya kesadaran ekologis. Ia mengajak para lulusan menjadikan cinta lingkungan sebagai perilaku sehari-hari.

“Mencintai lingkungan harus menjadi cara pandang serta implementasi para alumni sebagai bagian dari kewajiban agama,” tuturnya.

Ia berharap para wisudawan mampu membawa manfaat bagi masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global melalui penguasaan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan selama studi.

Dekan FITK UIN Siber Cirebon, Dr H Saifuddin MAg, menyampaikan bahwa dari total lulusan FITK, terdapat 50 mahasiswa Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang berhasil menyelesaikan studinya.

Banyak lulusan FITK, katanya, sudah mengabdi sebagai tenaga pendidik bahkan sebelum mereka resmi menyandang gelar sarjana.

“Tahun ini, kita juga sudah membuka PPG dalam jabatan bagi guru-guru yang belum bersertifikasi. Lulusan FITK memiliki peluang kerja yang luas, terutama di lingkungan Kementerian Agama seperti RA, MI, dan MTs swasta,” jelasnya.

Saifuddin juga mendorong para lulusan untuk terus memperkuat transformasi digital seiring perubahan status kampus.

“Ketika mahasiswa masuk, kampus masih berstatus IAIN. Namun saat mereka diwisuda, kampus telah bertransformasi menjadi UIN Siber. Karena itu, kemampuan digital menjadi bekal penting untuk menjawab tantangan dunia pendidikan,” pungkasnya. (din/ADV)

Terkini