JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Humas dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan aman dan nyaman.
Apel tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran Humas Polri untuk memperkuat peran sebagai jembatan informasi antara kepolisian dan masyarakat. Melalui peran ini, berbagai informasi terkait arus mudik, rekayasa lalu lintas, hingga layanan bagi pemudik diharapkan dapat tersampaikan secara cepat, akurat, dan transparan.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa keberadaan Humas memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas selama berlangsungnya operasi pengamanan Lebaran.
Menurutnya, Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga hadir untuk memastikan masyarakat merasa tenang dan percaya bahwa seluruh rangkaian pengamanan mudik telah dipersiapkan dengan baik.
“Melalui apel kesiapan ini, kami menegaskan kembali pentingnya peran Humas Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi Operasi Ketupat 2026. Dengan begitu masyarakat dapat mengetahui kondisi arus mudik, rekayasa lalu lintas, serta berbagai layanan yang disiapkan Polri bersama para stakeholder,” ujar Johnny, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, potensi pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 143 juta orang atau sekitar 50,2 persen dari total populasi Indonesia, dengan berbagai moda transportasi.
Untuk mengamankan arus mudik tersebut, Polri bersama TNI dan berbagai instansi terkait akan menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan sekitar 389.681 personel gabungan yang akan disiagakan di berbagai wilayah di Indonesia.
Selain itu, sebanyak 2.756 posko pengamanan juga telah disiapkan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos-pos ini ditempatkan di berbagai titik strategis guna memberikan pelayanan serta rasa aman bagi masyarakat selama perjalanan mudik hingga perayaan Idul Fitri.
Pengamanan juga difokuskan pada 185.544 objek vital dan lokasi keramaian, di antaranya 121.796 masjid, 54.516 lokasi salat Id, 4.640 objek wisata, 2.962 pusat perbelanjaan, 618 terminal, 562 pelabuhan, 268 stasiun kereta api, serta 182 bandara.
Guna mendukung kelancaran lalu lintas, Polri juga menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem one way yang akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 28 Maret 2026.
Tidak hanya mengatur kelancaran lalu lintas, Polri juga akan meningkatkan patroli di wilayah rawan kriminalitas serta memberikan layanan pengamanan bagi rumah-rumah warga yang ditinggalkan selama mudik.
Melalui kesiapan personel, dukungan lintas instansi, serta peran aktif jajaran Humas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, diharapkan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ingin berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
