-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Khidmat dan Penuh Makna, Shalat Idul Fitri 1447 H Jadi Momentum Introspeksi Diri

Sabtu, 21 Maret 2026 | Maret 21, 2026 WIB Last Updated 2026-03-22T09:58:16Z

 

CIREBON, FC - Suasana penuh haru dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Al Muhajirin RW 05 Sumber Asri. Sejak pagi hari, jamaah dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi shalat dengan wajah penuh kebahagiaan setelah sebulan menjalani ibadah puasa Ramadhan.


Dalam khutbahnya, Ustad Gaos Asyari, S.Ag menyampaikan pesan yang menggugah hati tentang makna takbir yang senantiasa dikumandangkan di hari kemenangan ini. Menurutnya, gema takbir bukan sekadar lantunan yang merdu, tetapi memiliki makna mendalam yang harus mampu menyadarkan manusia tentang hakikat dirinya.


“Takbir mengingatkan kita siapa diri kita dan dari mana kita berasal. Bahwa sejatinya yang Maha Besar hanyalah Allah SWT,” tutur beliau dengan penuh khidmat di hadapan jamaah.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ibadah shaum Ramadhan yang telah dilalui bukan hanya melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu semata. Di balik itu, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni membentuk pribadi yang bertaqwa.


“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Ia mendidik kita menjadi insan yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT,” tambahnya.


Khutbah yang disampaikan dengan penuh ketenangan tersebut membuat jamaah larut dalam suasana refleksi diri. Banyak yang tampak terharu, menyadari bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada fitrah sebagai hamba yang rendah hati.


Pelaksanaan Shalat Idul Fitri pun berlangsung dengan tertib dan khidmat. Usai shalat, jamaah saling bersalaman, bermaaf-maafan, serta mempererat tali silaturahmi yang menjadi ciri khas perayaan Idul Fitri.


Kegiatan ini tidak hanya menjadi penutup dari rangkaian ibadah Ramadhan, tetapi juga menjadi awal untuk menjaga semangat kebaikan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Idul Fitri hadir sebagai pengingat bahwa perjalanan menjadi pribadi yang lebih baik harus terus dilanjutkan, bahkan setelah bulan suci berakhir.

×
Berita Terbaru Update