-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Dr. H. Acep Komara Ajak Jamaah Jadikan Idul Adha Momentum Menguatkan Solidaritas dan Kepedulian

Kamis, 28 Mei 2026 | Mei 28, 2026 WIB Last Updated 2026-05-28T03:43:11Z

 



CIREBON, FC - Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi tidak semata dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga menjadi ruang spiritual untuk memperkuat rasa kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Pesan humanis tersebut disampaikan oleh Dr. H. Acep Komara, SE, M.Si, Ak, CSRS, dalam tausiyah pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 2026 di Masjid Nurul Ilmi, Universitas Swadaya Gunung Jati.


Dalam penyampaiannya, Dr. H. Acep Komara mengajak umat Islam agar memaknai Idul Adha lebih luas sebagai momentum menghadirkan empati kepada sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian, uluran tangan, dan penguatan kebersamaan sosial.


Mengangkat tema “Khutbah Idula Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi”, ia menegaskan bahwa nilai utama dari kurban bukan hanya pada penyembelihan hewan, melainkan keikhlasan hati, ketakwaan, serta kepedulian nyata terhadap kehidupan sosial masyarakat.


“Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi harus dihadirkan bersama. Semangat berbagi menjadi jembatan yang menghubungkan rasa syukur dengan kepedulian kepada sesama,” demikian pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.


Menurutnya, semangat kurban harus melahirkan energi sosial berupa gotong royong, saling membantu, dan memperkuat persaudaraan antar sesama tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun status sosial. Pembagian daging kurban, kata dia, menjadi simbol bahwa agama hadir untuk membangun rasa keadilan, kebersamaan, serta mengurangi kesenjangan di lingkungan masyarakat.






Ia juga mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, masyarakat membutuhkan penguatan solidaritas. Idul Adha menjadi momen penting untuk membuka ruang empati, mempererat hubungan antar tetangga, dan membangun lingkungan yang harmonis melalui kepedulian sederhana namun bermakna.


“Jangan biarkan Idul Adha berhenti sebagai ritual tahunan. Jadikan ia sebagai pengingat untuk terus menghadirkan rasa peduli, berbagi kebahagiaan, serta memperkuat ikatan kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.


Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak menjadikan Hari Raya Idul Adha bukan hanya sebagai ibadah personal, melainkan gerakan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Sebab, semangat berkurban sejatinya adalah semangat memberi, merangkul, dan menumbuhkan harapan bersama demi masyarakat yang lebih harmonis dan saling peduli.


Pesan yang diusung dalam khutbah bertajuk “Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi” diharapkan mampu menjadi refleksi bersama bahwa Idul Adha adalah momentum mempererat ukhuwah, membangun kepekaan sosial, dan meneguhkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. (din)






×
Berita Terbaru Update