PEKANBARU, FC – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I., dipercaya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Fasilitator Nasional Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sekaligus narasumber utama dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Kurikulum Berbasis Cinta, Kurikulum Ekoteologi, dan Anti Narkoba yang berlangsung di UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, 30–31 Juli 2026.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkontribusi aktif dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter.
Pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Agama RI ini diikuti 60 peserta, terdiri atas Ketua Program Studi, Guru Besar, unsur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), hingga jajaran pimpinan UIN Suska Riau, termasuk Wakil Rektor I.
Selama dua hari, peserta memperoleh penguatan mengenai konsep dasar Kurikulum Berbasis Cinta, desain pembelajaran, penyusunan perangkat akademik, strategi implementasi kurikulum, hingga praktik terbaik penerapan kebijakan pendidikan yang berpusat pada nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam paparannya, Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I. menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan sekadar penyempurnaan dokumen akademik, tetapi merupakan perubahan paradigma pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, penghargaan terhadap keberagaman, serta pembentukan karakter sebagai inti proses pembelajaran.
“Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diarahkan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna, menghargai keberagaman, memperkuat karakter, serta menumbuhkan budaya akademik yang humanis. Pendidikan bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang berakhlak, berempati, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,” jelas Dr. Atikah.
Menurutnya, dosen memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Kegiatan ini juga menghadirkan Staf Ahli Menteri Agama RI, Farid F. Saenong, yang memberikan penguatan mengenai arah kebijakan transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Kurikulum Ekonomi.
Kolaborasi antara kebijakan nasional yang disampaikan Kementerian Agama dan pengalaman implementasi yang dipaparkan Dr. Atikah memberikan perspektif yang komprehensif kepada seluruh peserta.
Melalui forum ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga strategi praktis yang dapat langsung diterapkan di lingkungan perguruan tinggi.
Salah satu daya tarik pelatihan adalah sesi berbagi praktik baik (best practice) implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang telah dijalankan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui berbagai program penguatan pembelajaran dan Kemitraan Inovasi.
Peserta mengikuti diskusi interaktif, studi kasus, simulasi penyusunan perangkat pembelajaran, hingga penyusunan rencana implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di masing-masing program studi.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap sesi. Mereka aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menyusun rancangan implementasi yang siap diterapkan di lingkungan UIN Suska Riau.
Sebagai bagian dari program Training of Trainers (ToT), seluruh peserta dipersiapkan menjadi trainer internal yang akan mendiseminasikan Kurikulum Berbasis Cinta kepada dosen maupun guru madrasah di wilayahnya masing-masing.
Dengan pendekatan ini, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan nasional yang memperkuat pendidikan Islam yang moderat, adaptif, inklusif, dan berkarakter.
Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I. sebagai Fasilitator Nasional Kurikulum Berbasis Cinta semakin mempertegas posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang aktif berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pendidikan nasional.
Partisipasi ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap Asta Program Prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membangun karakter, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pendidik, Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat kasih sayang, toleransi, dan persatuan.