-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

KKN 84 UIN Siber Cirebon Perkuat Literasi Digital Siswa SDN 1 Kalipasung, Cegah Perundungan Siber Sejak Dini

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T15:41:41Z

 




CIREBON, FC - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 84 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar program “Penguatan Literasi Digital untuk Mencegah Perundungan Siber di Sekolah Dasar” di SDN 1 Kalipasung, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan memberikan edukasi kepada siswa tentang penggunaan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus membangun kesadaran untuk mencegah perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun ruang digital.


Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi, menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, serta melakukan ice breaking. Cara tersebut membuat siswa lebih aktif dan mudah memahami materi.


Dalam kegiatan, siswa diajak membahas aktivitas digital yang dekat dengan keseharian mereka, seperti bermain gim melalui telepon seluler, menonton YouTube, hingga bermain gim daring seperti Roblox. Dari aktivitas tersebut, mahasiswa menanamkan pemahaman bahwa teknologi harus digunakan dengan aturan dan tanggung jawab.


Salah satu pesan yang diperkenalkan adalah konsep “Jempol Pintar”, yakni membiasakan diri berpikir sebelum mengetik, mengirim pesan, memberikan komentar, atau membagikan sesuatu di media digital.


Siswa diberikan pemahaman bahwa ejekan, hinaan, penyebaran foto tanpa izin, mengedit foto teman untuk mempermalukannya, hingga mengucilkan seseorang dalam grup percakapan merupakan bentuk perilaku yang dapat menyakiti orang lain dan termasuk perundungan siber (cyberbullying).


Mahasiswa juga menegaskan bahwa perundungan tidak hanya terjadi di dunia maya. Mengejek fisik atau nama orang tua, mengucilkan teman ketika bermain, hingga menyembunyikan atau merusak barang milik teman juga merupakan perilaku yang tidak baik.


Sebagai gantinya, siswa diajak membangun kebiasaan positif, seperti memanggil teman dengan nama yang baik, tidak mengucilkan teman karena kemampuan bermain yang berbeda, serta menghargai setiap orang.


Belajar Aman di Ruang Digital

Selain etika berkomunikasi, siswa juga dibekali pemahaman mengenai keamanan data pribadi. Mereka diingatkan untuk tidak sembarangan memberikan informasi seperti alamat rumah, nama lengkap, maupun kata sandi kepada orang yang tidak dikenal di internet atau dalam permainan daring.


Mahasiswa juga mengajak siswa menjadi pengguna digital yang saling mendukung. Ketika melihat teman menjadi korban ejekan atau perundungan, siswa tidak dianjurkan ikut menertawakan ataupun menyebarkan konten tersebut. Sebaliknya, mereka dapat memberikan dukungan dan melaporkannya kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.


Untuk memudahkan siswa memahami langkah ketika menghadapi cyberbullying, mahasiswa memperkenalkan konsep “L-A-P-O-R”. Siswa diarahkan untuk tidak membalas perundungan dengan kata-kata yang menyakitkan, menyimpan bukti apabila kejadian berlangsung di ruang digital, mencari tempat yang aman, serta melaporkan dan menceritakan kejadian kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya.


Pemahaman tersebut kemudian diperkuat melalui permainan tebak-tebakan edukatif. Siswa diberikan berbagai contoh situasi dan diminta menentukan apakah perilaku tersebut boleh atau tidak boleh dilakukan melalui respons jempol ke atas atau jempol ke bawah.


Contohnya, mengejek teman yang kalah bermain gim hingga keluar dari permainan, mengedit foto teman untuk mempermalukannya lalu menyebarkannya di grup percakapan, serta menyembunyikan barang milik teman dinilai sebagai tindakan yang tidak boleh dilakukan.


Sebaliknya, siswa diberikan contoh perilaku positif, seperti melaporkan kepada guru ketika melihat teman mengalami perundungan di kelas maupun grup percakapan.


Ketua KKN Kelompok 84, Ahmad Adil Mubarok, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjaga perilaku, baik saat berinteraksi secara langsung maupun melalui media digital.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan memahami bahwa tindakan perundungan, baik secara langsung maupun melalui media digital, dapat berdampak pada orang lain,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala SDN 1 Kalipasung, Hj. Aliyah, S.Pd.SD., menyambut baik kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa KKN 84. Menurutnya, pemahaman mengenai literasi digital dan pencegahan perundungan penting ditanamkan sejak sekolah dasar.


“Kegiatan edukasi literasi digital dan pencegahan perundungan siber ini sangat bermanfaat bagi siswa. Kami berharap pemahaman yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujarnya.


Membangun Sekolah yang Aman dan Ramah

Melalui program tersebut, KKN Kelompok 84 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ingin menanamkan pesan bahwa teknologi bukan sekadar sarana bermain dan mencari hiburan, tetapi juga membutuhkan etika, tanggung jawab, dan kesadaran akan keamanan.


Literasi digital sejak usia sekolah dasar menjadi bekal penting agar anak mampu mengenali risiko di ruang digital, menjaga informasi pribadi, serta berkomunikasi secara aman dan positif.


Pencegahan cyberbullying pun tidak dapat dibebankan kepada siswa semata. Diperlukan keterlibatan bersama antara siswa, guru, orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan saling menghargai.


Kebiasaan sederhana seperti berpikir sebelum mengetik, menggunakan kata-kata yang baik, menghargai teman, tidak menyebarkan konten yang mempermalukan, menjaga data pribadi, serta berani melapor ketika terjadi perundungan diharapkan menjadi bagian dari keseharian siswa.


KKN Kelompok 84 berharap edukasi tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari kebiasaan kecil itulah diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki etika, empati, dan tanggung jawab dalam ruang digital.


Pada akhirnya, program ini menjadi langkah sederhana untuk ikut membangun SDN 1 Kalipasung sebagai lingkungan belajar yang ramah, aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari perundungan, baik di dunia nyata maupun dunia digital. (Nur)

×
Berita Terbaru Update