-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Tugas Humas Bukan Hanya Menyampaikan Keinginan Lembaga, Tetapi Mendengar dan Memahami Kebutuhan Publik

Jumat, 18 September 2026 | September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T05:38:48Z


JAKARTA, FC - Bukan sekada seremoni. Rabu, 17 September 2026 menjadi hari yang mengharukan bagi keluarga besar kehumasan Kementerian Agama. Di sebuah ruangan di Jakarta, Pengurus Cabang Ikatan Pranata Humas (IPRAHUMAS) Kemenag RI Periode 2026-2028 resmi dikukuhkan.


Hari itu, 54 nama yang tercantum dalam SK resmi yang telah ditandatangani Ketua Umum IPRAHUMAS Indonesia berdiri bersama. Mereka bukan hanya pengurus, mereka adalah wajah-wajah humas dari Sabang sampai Merauke dari Kantor Pusat, Kanwil, Kankemenag, PTKIN, KUA, hingga madrasah yang selama ini bekerja dalam senyap. 7deb


Pengukuhan ini menjadi langkah strategis Kemenag memperkuat komunikasi publik pemerintah melalui jejaring kehumasan dari tingkat pusat hingga daerah. 9796


Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al-Asyhar, dalam sambutannya menyampaikan sebuah fakta yang membuat ruangan terdiam sejenak.


Saat ini, ada sekitar 5,6 ribu SDM kehumasan yang mendukung Kemenag. Terdiri dari lebih dari 1.200 Pejabat Fungsional Pranata Humas dan sekitar 4,3 ribu Pengelola Kehumasan. fca7


“Angka 5,6 ribu ini membuktikan bahwa Humas Kemenag telah terkoneksi secara solid dari pusat hingga ke daerah. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan mega-jejaring komunikasi publik pemerintah,” ujar Thobib di Jakarta, Kamis (17/9/2026). 


Di balik angka itu ada manusia. Ada Laidia Maryati dari Kemenag Tuban yang mengikuti pembinaan secara daring bersama 700 insan humas lainnya dari berbagai daerah, ada Mohamad Arifin dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang menjadi representasi kampus di level nasional, dan ada ribuan lainnya yang selama ini menjadi telinga dan jembatan.


Pesan paling humanis datang dari Dewan Pembina PC IPRAHUMAS Kemenag, Dr. Ismail Cawidu. Dalam pembinaan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 15.00 WIB itu, ia mengingatkan Humas Kementerian Agama harus menjadi telinga lembaga, bukan hanya mulutnya. 


"Tugas humas bukan sekadar menyampaikan apa yang ingin disampaikan lembaga, tetapi juga mendengar, membaca situasi, dan memahami kebutuhan publik,” ujarnya. 


Ia juga menegaskan, kepercayaan publik tidak dibangun dengan glorifikasi, melainkan melalui komunikasi yang konsisten, terbuka, akurat, dan mampu menjawab kegelisahan masyarakat terutama generasi muda yang kini mencari ilmu agama dari TikTok, Reels, dan Shorts.


Acara pengukuhan turut dihadiri Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Stafsus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik Ismail Cawidu, dan jajaran pimpinan Biro HKP.


Dengan dikukuhkannya kepengurusan ini, IPRAHUMAS Kemenag diharapkan menjadi mitra strategis melalui tiga pilar utama yakni pembinaan, kerja sama, dan advokasi. 


"Selamat bertugas untuk 54 pengurus baru. Tugas kalian berat, menjaga nyala kepercayaan publik di era yang bising," ujarnya. (din)

×
Berita Terbaru Update