Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 06 September 2023

Bupati Cirebon Acungkan Jempol untuk Layanan Green Service Polresta Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi layanan Green Service yang digulirkan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Kelakuan Baik Catatan Kepolisian (SKCK).

Imron menuturkan, program yang sudah digulirkan oleh Polresta Cirebon sejak 2022 ini, terbukti membantu Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mengatasi permasalahan sampah.

“Program Polresta Cirebon ini sangat hebat sekali. Sampah ini adalah permasalahan, salah satunya bisa menjadi wabah penyakit,” kata Imron saat menghadiri acara Upgrading Green Service Polresta Cirebon di Mapolresta Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (5/9/2023).

Kabupaten Cirebon, lanjut Imron, dalam upaya menangani permasalahan sampah, memanfaatkan dua tempat pembuangan akhir sampah (TPAS), yakni di Gunung Santri, Kecamatan Palimanan dan di Kubangdeleg, Kecamatan Karangwareng.

Imron menambahkan, untuk TPAS Kubangdeleg masih dalam tahap proses perampungan. Diharapkan, bisa beroperasi dalam waktu dekat.

“Berharap, masyarakat harus sama-sama menjaga lingkungan. Harus menjaga alam beserta isinya, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang merusak alam ini,” ujar Imron.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H menuturkan, Layanan Green Service awalnya hanya memiliki 10 bank sampah. Saat ini, sudah mempunyai 27 bank sampah. 

Penanganan sampah, kata Arif, Kabupaten Cirebon semakin berjalan secara maksimal. 

“Dalam layanan Green Service, masyarakat bisa membayar biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam pembuatan SIM dan SKCK menggunakan sampah plastik,” kata Arif.

Nasabah bank sampah memiliki layanan prioritas di Satpas Polresta Cirebon. Nantinya, tidak perlu mengantre, mendapatkan tempat duduk prioritas, hingga proses penerbitan SIM dan SKCK lebih cepat.

Arif mengajak, masyarakat lebih peduli lagi dalam menjaga keindahan, kelestarian, dan ekosistem alam, khususnya dari pencemaran sampah plastik. (Nrd)

Selasa, 05 September 2023

Sub PPKBD Ujung Tombak Sukseskan Program KB dan Stunting

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri silaturahmi dan pembinaan Sub PPKBD se-Kabupaten Cirebon di GOR Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Selasa (5/9/2023).

Imron mengungkapkan, kader Sub PPKBD merupakan kepanjangan tangan pemerintah, khususnya petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dalam pelaksanaan program pengendalian penduduk, keluarga berencana maupun mewujudkan ketahanan keluarga. 

Menurut Imron, kader Sub PPKBD adalah ujung tombak dan memegang peran penting dalam mensukseskan program keluarga berencana. Kader Sub PPKBD lah yang bertemu langsung dengan masyarakat dan berperan penting memberikan informasi dan edukasi kepada pasangan usia subur (PUS) untuk pencapaian akseptor KB. 

"Dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Cirebon, yakni berbudaya, sejahtera, agamis, maju dan aman. Pemkab Cirebon telah melakukan berbagai akselerasi pembangunan dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, salah satunya adalah masalah KB dan stunting," kata Imron.

Menurutnya, masalah KB dan stunting harus mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya Sub PPKBD dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang potensial melalui pendekatan keluarga yang berkualitas, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, maupun aspek lainnya.

"Untuk itu, saya mengajak semua yang hadir disini, untuk membangun komitmen yang kuat dalam pencapaian penurunan stunting dan pelayanan KB bagi keluarga pra-KS di Kabupaten Cirebon," ajak Imron.

Imron menambahkan, semoga melalui acara ini dapat menginspirasi dan menambah ilmu pengetahuan kepada seluruh Sub PPKBD tentang bagaimana tantangan, dampak, dan solusi pengendalian jumlah penduduk pencegahan, serta penurunan stunting di Kabupaten Cirebon. (Ara)

Pernikahan Anak Masih Cukup Tinggi, Pemerintah Akan Gandeng Akademisi dan Swasta

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menyambut baik adanya kolaborasi dengan Kemenko PMK RI terkait pencegahan perkawinan anak di wilayahnya.

Hal tersebut disampikan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si saat menghadiri acara Penguatan Kapasitas Para Pihak yang Melakukan Pendampingan atau Penanganan Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten Cirebon yang diselenggarakan oleh Kemenko PMK RI di Hotel Aston Cirebon, Selasa (5/9/2023).

Menurut Ayu, sapaan akrab Wabup, pihaknya mengaparesiasi terpilihnya Kabupaten Cirebon untuk diadakannya penanganan dan intervensi perkawinan anak.

Ayu menjelaskan, perkawinan anak di Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi. Oleh karenanya, ada beberapa upaya yang lakukan agar prosentase perkawinan anak ini bisa ditekan dengan baik.

"Perkawinan anak akan menimbulkan dampak yang begitu besar, yakni kesehatan, kemiskinan dan stunting," katanya.

Ia mengungkapkan, perkawinan anak masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon.

"Pencegahan perkawinan anak bukan hanya tugas DPPKBP3A saja, melainkan semua pihak. Mari bergotong royong, agar perkawinan anak bisa ditekan, kemiskinan dan stunting juga bisa turun," lanjut Ayu.

Lebih lanjut, kata Ayu, ada dua kecamatan di Kabupaten Cirebon yang angka kasus perkawinan anaknya masih cukup tinggi, yakni Kecamatan Greged dan Mundu.

"Penyebab kasus perkawinan anak masih tinggi, diantaranya SDM, pergaulan bebas dan ketidaktahuan orang tua mengenai bahaya menikah di usia dini," tambahnya.

Ayu menyebut, dirinya meyakini pernikahan anak di Kabupaten Cirebon angkanya cukup tinggi, karena banyak pernikahan anak yang tidak tercatat.

"Masih banyak pernikahan anak yang tidak tercatat, ada 483 pernikahan dispensasi, tetapi saya menyakini masih banyak pernikahan anak yang tidak tercatat," sebut Ayu.

Di tempat yang sama, Deputi Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK RI, Woro Sri Hastuti Sulistyaningrum, S.T, MIDS mengatakan, dipilihnya Kabupaten Cirebon ini, karena angka kemiskinan dan stunting serta pernikahan anak masih cukup tinggi, meski setiap tahun angka tersebut mengalami penurunan.

Menurut Sri, ini menjadi kolaborasi Kemenko PMK dan Pemkab Cirebon untuk mengatasi dan menekan angka pernikahan anak.

"Kalau kita lihat prosentase memang tidak terlalu tinggi, bahkan kalau kita lihat untuk pernikahan anak di Jawa Barat sedikit dari rata-rata nasional. Tetapi, kalau kita masuk ke Cirebon jumlahnya cukup besar, sehingga kenapa, hal ini mendasari kami untuk masuk ke Cirebon," jelasnya.

Ia pun mengungkapkan, pencegahan pernikahan anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas semua pihak. Bahkan pihaknya akan menggandeng akademisi dan swasta untuk ikut andil dalam penangganan pernikahan anak.

"Kita juga melibatkan akademisi dari perguruan tinggi, serta kami mengundang pihak Swasta," tutur Sri.

"Kami berharap, CSR yang dimiliki swasta juga diarahkan kepada pencegahan pernikahan anak, seperti memberikan edukasi. Karena semakin masif kita bergerak dan memperlihatkan, harapannya masyarakat terbuka agar tidak memaksa anaknya untuk menikah muda," pungkasnya. (din)

Berjuang Keras Dilaga Nasional, Mahasiswa IAIN Cirebon Toreh Prestasi Gemilang

CIREBON, FC - Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Adab Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, Ibnu Shihab Azzuhri, berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD) Indonesia tingkat daerah Jawa Barat yang diselenggarakan di Gedung Amphitheater UPI Bandung pada 26 s/d 27 Agustus 2023. (27/08/2023).

Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa Ibnu Shihab Azzuhri tidak hanya memiliki bakat akademik sebagai mahasiswa BSA tetapi juga memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang olahraga, khususnya pencak silat. Kejuaraan yang diikuti oleh puluhan atlet pencak silat dari seluruh Jawa Barat ini menjadi ajang pertandingan yang sangat ketat.

Dalam laga final yang berlangsung sangat seru, Ibnu Shihab Azzuhri berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan memenangkan medali emas untuk kategori yang diikutinya. 

Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Ibnu Shihab Azzuhri tetapi juga merupakan kebanggaan bagi Jurusan BSA dan seluruh civitas akademika di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian gemilang Ibnu Shihab Azzuhri. 

Menurutnya ini adalah contoh nyata bahwa mahasiswa kami memiliki potensi yang luar biasa di berbagai bidang. Prestasinya dalam olahraga pencak silat ini membuktikan bahwa dedikasi dan kerja kerasnya tidak hanya terfokus pada studi akademik,” tutur Dr. anwar.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Maman Dzul’iman, MA, juga memberikan selamat kepada Ibnu Shihab Azzuhri atas prestasi yang luar biasa ini. 

“Pencapaian Ibnu Shihab Azzuhri adalah inspirasi bagi mahasiswa BSA lainnya. Semoga prestasi ini memotivasi mereka untuk berprestasi dan berkontribusi dalam berbagai bidang, baik dalam akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

Prestasi gemilang Ibnu Shihab Azzuhri dalam Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD) Indonesia Jawa Barat ini semakin menegaskan bahwa mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki potensi dan bakat yang sangat beragam. 

Semoga prestasi ini akan terus menginspirasi dan memotivasi para mahasiswa lainnya.

Senin, 04 September 2023

LPI Tipikor Indonesia DPC Cirebon Raya Dikukuhkan, Pejabat Korupsi Bui Menanti

CIREBON, FC - Kehadiran Lembaga Pemantau Independen Tindak Pidana Korupsi (LPI TIPIKOR) yang dikenal kritis ini, bisa menjadi 'warning' bagi para pejabat nakal. Para pejabat sekarang harus lebih hati-hati, pasalnya, LPI TIPIKOR kini telah dikukuhkan di wilayah Cirebon dan siap membantu Aparat Penegak Hukum (APH) untuk meminimalisir adanya perilaku korupsi, Minggu, (03/09/2023).

Menurut para pengurus dan anggota LPI TIPIKOR Indonesia, mengaku akan segera memantau perilaku nakal para pejabat yang korupsi. Pihaknya tidak tanggung-tanggung akan membantu APH untuk masalah korupsi di wilayah Cirebon. Bahkan LPI TIPIKOR siap menjadi musuh bagi para pejabat yang korupsi. 

"Kami telah siap menjadi musuh para oknum pejabat nakal yang ada di wilayah Cirebon ini," tegas para anggota LPI TIPIKOR INDONESIA.

Sementara itu, peresmian LPI TIPIKOR INDONESIA dihadiri langsung oleh Penasehat dan Pembina LPI Tipikor Cirebon Raya dan beberapa para Ketua LSM dan Ormas Cirebon, di antaranya Ormas Gibas,  AMX Indonesia, Ormas NKRI, Pejuang Siliwangi, dan Ki Kumbang Kelana Cirebon. Para lembaga ini siap bekerja sama untuk menjadikan Cirebon bersih dari perilaku korupsi.

LPI Tipikor Indonesia juga akan selalu  menentukan sikap tegas dalam melaksanakan fungsinya, baik sebagai lembaga kontrol, termasuk mengawasi jalannya pelaksanaan kepemerintahan, hingga melaporkan adanya tidak pidana korupsi kepada pihak APH. Hal ini sebagaimana sesuai dengan selogannya, yakni "berani korupsi bui menanti". (Bambang)