Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Oktober 2023

IAIN Cirebon Bangun Sinergitas Dengan Kepolisian Resort Cirebon Kota

FOKUS CIREBON, FC - Tahun ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali bangun sinergitas dengan Kepolisian Resort Cirebon Kota. Menurut Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag ada beberapa hal yang ingin disampaikan dalam momen ini, pertama mudah-mudahan IAIN Cirebon bisa segera bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon yang sudah dilakukan pembahasan di Kementerian dan informasi terakhir sudah masuk ke Kementerian Sekretariat Negara, Kamis, (12/10/2023).

Ini menandakan bahwa kemitraan publik, kemitraan home industri dan kemitraan dengan seluruh komponen masyarakat harus dilakukan dalam konteks bagaimana nanti UIN bisa bersinergi dan bersama-sama membangun memberikan kontribusi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat secara khusus. 

Yang kedua, bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini PTKIN yang memang diberikan amanah sebagai file project untuk membangun Universitas Islam Siber dan di tempatkannya di IAIN Cirebon. 

Ini menandakan bahwa bukan hanya sirkulasi mahasiswa tetapi juga perkembangan dan inovasi pendidikan tinggi khususnya yang terhubung dengan teknologi digital dan ini menjadi program yang akan kita desain, kita rencanakan untuk memberikan kontribusi penting, terutama adalah dalam percepatan program prioritas transformasi digital di perguruan tinggi. 

Seiring dengan itu program-program pengembangan Siber Islamic University yang sudah berjalan kita sudah memiliki program Studi S1 PJJ PAI. 

"Alhamdulillah tahun ini sudah tiga angkatan sekitar 3600 dan dari jumlah mahasiswa itu terutama terbanyak di luar wilayah Jawa dan sasaran dari Kementerian adalah daerah yang 3T, karena tahun 2021 itu sekitar 80 guru-guru, Pondok Pesantren dan madrasah yang tidak memiliki akses pendidikan, tidak memiliki kesempatan biaya sehingga program prioritas Siber Islamic University yang diberikan IAIN ini sekiranya bisa memberikan manfaat besar, karena itu mereka dari 3000 lebih itu diberikan beasiswa full sampai 4 tahun mendatang," jelasnya.

Kemudian satu bulan lalu kita melakukan koordinasi dan ternyata diberikan kewenangan dan sudah memproses akan ada program studi tambahan selain prodi PAI. Nanti akan ada program studi hukum keluarga Islam, program studi sejarah.  peradaban Islam dan program studi pendidikan bahasa Arab, dan beberapa program studi lainnya, bahkan ditambahkan untuk S2 PJJ PAI. 

Rangkain ini menjadi satu dan mudah-mudahan dengan doa bersama kita, Perpres UIN Sibernya turun kemudian 6 Prodi PJJ PAI juga bisa turun dan semoga terutama Gedung Sibernya dapat diselesaikan, baik, aman dan dapat memberikan manfaat di masa mendatang.

Bahwa satu graind desain kita adalah bukan hanya Siber Islamic University tetapi juga membangun apa yang disebut Green Campus atau kampus hijau. 

Harmonisasi lingkungan ini menjadi bagian penting hingga apa yang menjadi tugas kita dan kemudian kita alami hari ini, bisa menjadi pembelajaran bagi kita, khususnya di lAIN Syekh Nurjati Cirebon, sehingga desain program mulai perencanaan pelaksanaan ini harus terjalin sinergitas dengan stakeholder, dengan para pemangku kepentingan dengan masyarakat dan warga sekitar sehingga kehadiran IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini betul betul bisa memberikan maslahat bagi seluruh kehidupan masyarakat. 

"Dalam konteks bersinergi ini, kami dari unsur pimpinan mohon diberikan masukan, usulan, kebaikan dan juga peningkatan program terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, baik pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat mungkin bisa disinergitaskan terkait program kampus belajar merdeka, bisa juga magang, PPL, riset dosen dan mahasiswa yang bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia," pintanya. (din)

Senin, 09 Oktober 2023

Kota Cirebon Mendapatkan Insentif Fiskal Kategori Kinerja Penurunan Stunting

CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mendapatkan insentif fiskal atau dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk daerah berdasarkan kriteria tertentu, dengan kategori Kinerja Penurunan Stunting dan Kinerja Percepatan Belanja Daerah.

Insentif Fiskal diterima langsung Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, M.A.P., saat Rapat Koordinasi Nasional Percepatan (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023, di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/10/2023).

Eti mengatakan, insentif fiskal sebesar Rp 6.838.177.000 ini, akan digunakan untuk percepatan stunting di Kota Cirebon. khususnya, beberapa program yang perlu intervensi, agar cakupan dan kualitas pelaksanaan lebih efektif.

“Langkah-langkah strategis yang perlu dijalankan dalam percepatan penurunan stunting. Kami yakin upaya ini mampu mempercepat penurunan stunting di Kota Cirebon,” kata Eti.

Pada intervensi spesifik, misalnya, masih diperlukan peningkatan kapasitas kader dan petugas kesehatan untuk penggunaan alat pemantauan status gizi di posyandu. Selain itu, perangkat medis di puskesmas, sehingga pemantauan status gizi bisa dilakukan secara cepat dan akurat.

“Kami harapkan dengan alat yang lebih lengkap, kader bisa memetakan lebih spesifik. Sehingga intervensi program penurunan stunting tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin mengungkapkan, target penurunan prevalensi stunting menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia.

Sebab, permasalahan stunting berkaitan erat dengan permasalahan gizi buruk. Untuk mengejar target tersebut, diperlukan kerja bersama dari semua pihak sebagai kuncinya.

“Saya tegaskan bahwa peran aktif, serta sinergi dan kolaborasi seluruh pihak adalah kunci dalam upaya mengatasi masalah gizi,” tegas Wapres RI.

Sebagai Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Pusat, Wapres memandang, perlu penuntasan persoalan gizi termasuk stunting. Tidak sekadar perkara menurunkan prevalensi, namun tugas kemanusiaan berkelanjutan sekaligus penentu kualitas kehidupan bangsa ke depan.

Wapres dalam penurunan stunting, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penggerak di lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia juga meminta, upaya percepatan penurunan stunting mengoptimalkan pendekatan legal formal dan politik hingga sosial-kultural dan keagamaan.

“Melalui mereka, kita harus pastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan betul-betul telah diterima dan dirasakan manfaatnya oleh target sasaran,” katanya. (din)

Bupati Imron Dorong Guru Honorer PAI jadi PPPK

 

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mendorong guru honorer Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cirebon menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pasalnya, keberadaan guru mata pelajaran PAI di sekolah sangat penting, karena bisa menumbuhkankembangkan akidah, pengetahuan, hingga pengamalan tentang agama Islam.

Imron berharap, guru honorer PAI yang nantinya berganti status menjadi PPPK tetap bisa menjadikan para peserta didiknya terus beriman dan taat kepada Allah SWT.

“Yang terpenting, guru PAI harus tetap menjaga pola pikir generasi penerus dan menjadi perekat bangsa,” kata Imron saat menghadiri Tasyakuran Tahadust Binimah guru PPPK GPAI Sekolah Dasar di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (9/10/2023).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd, M.M menyebutkan, hingga Senin 9 Oktober 2023 ini, sudah ada 351 guru honorer PAI yang sudah mendaftar untuk mengikuti seleksi tersebut.

Sementara, jumlah formasi yang dibutuhkan untuk guru mata pelajaran tersebut sebanyak 256 orang. 

“Berarti nanti, sisa guru honorer PAI sebanyak 95 orang,” ujar Ronianto.

Setelah dinyatakan lulus menjadi pegawai, kata Ronianto, pihaknya mendorong agar guru tersebut meningkatkan produktivitasnya, dikarenakan meningkat pula gaji setiap bulannya.

Selain itu, guru saat ini memiliki tugas untuk melakukan pengawasan kepada peserta didik, agar tidak melakukan atau menjadi korban praktik perundungan.

“Guru itu menjadi tonggak pertama, apalagi sekarang lagi marak bullying. Jangan sampai melempem,” ungkap Ronianto. (din)

Lewat Ajang Festival Layang-layang Internasional, Bupati Imron: Bisa Angkat Potensi Desa

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri sekaligus membuka ajang Festival Layang-layang Internasional di Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Minggu (8/10/2023).

Kepada sejumlah wartawan, Bupati Imron mengaku bangga, Kecamatan Mundu, khususnya Desa Mundupesisir ditunjuk menjadi tuan rumah ajang Festival Layang-layang Internasional tahun 2023 kali ini.

Menurutnya, Festival Layang-layang Internasional, konon baru pertama kali digelar di Jawa Barat, yaitu di Kabupaten Cirebon. Diharapkan, dengan adanya kegiatan Festival Layang-layang Internasional ini dapat menarik daya wisata di Kabupaten Cirebon, khususnya Desa Mundupesisir.

"Dengan adanya festival ini, paling tidak, bisa mengangkat potensi Desa Mundupesisir.  Karena kami inginkan mengangkat potensi di Mundupesisir ini," kata Imron.

Imron menambahkan, bukan hanya Desa Mundupesisir, dampaknya dapat dirasakan juga ke seluruh wilayah di Kabupaten Cirebon. "Adanya kegiatan ini, mudah-mudahan destinasi wisata Kabupaten Cirebon kedepan tambah maju lagi," harapnya. 

Sementara itu, Kepala DPMD Jawa Barat, DR. Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc mengatakan, dengan adanya ajang Festival Layang-layang Internasional di Desa Mundupesisir ini, tentunya bisa membawa nama desa di Kabupaten Cirebon, khususnya desa yang berada di pantai utara Kabupaten Cirebon. 

"Semoga kedepan, bisa menjadi daerah yang dikunjungi oleh wisatawan dan menikmati pantai utara Cirebon yang indah, apalagi ini secara internasional," ujar Dicky.

Di tempat yang sama, Ketua Komunitas Layang-layang Indonesia, Sari Madjid, mengaku bahagia dirinya dan perwakilan empat negara lainnya, yaitu Libanon, Malaysia, Singapura dan Indonesia bisa hadir di Kabupaten Cirebon. 

Ia berharap, kegiatan Festival Layang-layang Internasional ini menjadi awal bagaimana desa wisata di Mundu yang akan menjadi desa wisata, yang memang dikenal tidak hanya di Indonesia namun sampai ke Mancanegara.

"Kami mengadakan festival layang-layang ini dari tahun 1992, namun baru di Kabupaten Cirebon saya merasa gembira, karena lintas sektor hadir semuanya. Berharap tahun depan, semoga bisa hadir lagi di Kabupaten Cirebon," imbuhnya. (din)

Kuwu Sujito Selalu Sapa Warga, Bukti Aparatur Desa Dekat Dengan Masyarakat

H Sujito, Kuwu Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

CIREBON, FC - Membangun kemajuan bukanlah perkara yang mudah, selain membutuhkan visi dan program, juga keterlibatan semua unsur dalam mendukung kemajuan pembangunan sangat dibutuhkan. Hal ini yang terus dilakukan oleh Kuwu Sujito dalam tugas kepemimpinannya di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Sujito sendiri adalah sosok sederhana yang berangkat dari seorang ustad atau kiyai yang biasa bergelut di bidang keagamaan. Namun demikian, sebagai mahluk sosial, Sujito juga senang bermasyarakat. 

Dalam dirinya mengalir darah semangat untuk maju, maka tak heran jika langkahnya selalu penuh dengan  dedikasi, loyalitas dan tanggungjawab. 

Kepandaian Sujito di bidang lain dapat dilihat dari aktifitas kesehariannya, selain sebagai Kuwu Sampiran. Sujito juga kerap melaksanakan kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Bahkan program desa yang dipimpinnya itu terus dijalankan dengan baik.

Banyak bukti yang bisa dilihat dari kinerja yang dijalankan Sujito, Selai  soal PTSL, program Bansos, juga masih banyak program-program lainnya. Demikian juga dengan soal anggaran, warga masyarakat bisa melihat angaran desa yang dipampang di Balai Desa Sampiran. Ini adalah bukti ketransparan kinerja pemerintah desa.

Namun yang lebih utama bagi Sujito, adalah bagaimana Ia bisa memenej agar pelayanan kepada masyarakat selalu dilaksanakan dengan baik.

Sujito juga pandai membangun komunikasi dengan masyarakat dan aparatur pemerintah lainnya, komunikasi dua arah ini bisa menjadi jembatan bagi terlaksananya program-program desa dan lainnya. 

Sujito juga berprinsip bahwa bekerja itu harus amanah dan berdedikasi tinggi. Jadikan waktu sebagai ladang kita untuk pengabdian. Terutama tanamkan sikap kooperatif, komunikatif, dan selalu solutif dalam pelayanan.  

Maka dengan visi kerja yang kuat ini, Sujito berharap, agar seluruh aparatur desa untuk selalu siap melayani masyarakat dengan baik. Karena pada prinsipnya, kata Sujito, bekerja itu harus dibuktikan dengan komitmen dan loyalitas.

"Komitmen dan loyalitas itu adalah kunci kesuksesan dalam bekerja, jadi inilah yang kami bangun di aparatur desa, agar pelayanan kepada masyarakat selalu dijalankan dengan cekat dan baik," tandasnya. (din)