Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 26 Januari 2021

Dekopinda Kota Cirebon Puji Ketertiban Administrasi Koperasi IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON, (FC) - Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Cirebon memuji Ketertiban dan keteraturan administrasi Koperasi Harapan Sejahtera IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon. Hal itu disampaikan pada saat pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Harapan Sejahtera di ruang Auditorium FITK IAIN SNJ Cirebon, lantai lima, Rabu (26/1/2021).


Dr Hj Maemunah dari Dekopinda Kota Cirebon mengatakan, dari 300 lebih Koperasi di Kota Cirebon, IAIN SNJ Cirebon merupakan yang ke 29 telah melaksanakan RAT tahun buku 2020.

"Dari sebanyak 300 lebih koperasi di Kota Cirebon, IAIN Cirebon merupakan urutan yang ke 29 yang sudah melaksanakan RAT. Bahkan menurut laporan pembukuan, Koperasi Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon tahun 2020 ini laporan keuangnnya surplus. Ini menandakan ketertiban administrasi yang baik," ujarnya.

Perkembangan koperasi IAIN Cirebon yang cukup baik di tahun 2020 ini, mengingat sebelumnya koperasi IAIN Cirebon pada tahun 2019 perkembangan sempat stagnan.

Untuk itu, Dr Maemunah juga menawarkan kepada Koperasi Harapan Sejahtera bahw untuk selain simpan pinjam dan minimarket, juga bisa membuka pengembangan obat-obatan, sehingga nantinya kedepan sudah memiliki apotik sendiri dan dokter praktik yang dibutuhkan. 

Hal senada disampaikan Edy Chandra, Ketua Koperasi Harapan Sekahtera IAIN SNJ Cirebon, bahwa di masa Covid 19 ini, koperasi terus bertahan dengan berbagai tekanan yang ada, namun koperasi mampu mengembangkan melalui layanan digital yang bisa diakses semua angggota, jadi lebih mudah dan efektif serta mampu mencegah penyebaran covid 19.

"Alhamdulillah, sepanjang tahun 2020 KPRI Harapan Sejahtera di tengah tekanan covid 19 begitu luar biasa, namun berhasil mencatatkan kenaikan laba sebesar 34 persen dibanding tahun sebelumnya. Kami memiliki anggota sebanyak 349 dan mampu melaksanakan RAT tepat waktu di bulan Januari dan merupakan koperasi ke 29 yang sudah RAT," tandasnya.

Sementara Dr Kartimi MPd, Warek 2, mewakili Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta MAg mengatakan, bahwa keberadaan Koprasi Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon merupakan sektor ekonomi yang dikembangkan lembaga bagi kesejahteraan para anggotanya. Karena sifat koperasi berasal dari kita, oleh kita dan untuk kita juga.

"Jadi manfaatnya sangat besar bagi kesejahteraan anggota dan dosen-dosen serta anggota lainnya. Mereka pun dapat melakukan simpan pinjam jika memang dibutuhkan pada sektor keuangan. Jadi bisa pinjam sesuai kebutuhan," terangnya.

Dirinya berharap, Koperasi Harapan Sejahtera mampu mengembangkan dirinya lebih baik lagi, dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ini dalam rangka menuju kesejahteraan anggota.  

"Sebagai pimpinan tentu kami sangat mendukung dan mensuport setiap langkah yang diambil pihak koperasi," ujar Kartimi sesaat sebelum membuka kegiatan RAT Koperasi Harapan Sejahtera IAIN SNJ Cirebon Tahun Buku 2020 dengan tema 'Tetap Maju dalam Keberkahan Meraih Sejahtera bersama Koperasi di Masa Covid 19'. terangnya. (Nurdin)

Bupati Cirebon, Pastikan Kesiapan Kedatangan Vaksin Covid 19 di Kabupaten Cirebon

FOKUS CIREBON,  (FC) -  Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, memastikan kesiapan kedatangan vaksin covid 19 di Kabupaten Cirebon, yang rencananya akan tiba pada Rabu 27 Januari 2021 besok.

Imron bersama jajaran Forkopimda lainnya, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penerimaan, Penyimpanan, dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Ruang Tunggal Panaluan Mapolresta Cirebon.

Imron mengatakan, vaksin covid 19 untuk Kabupaten Cirebon, akan dijemput dari Indramayu, dengan pengawalan yang dilakukan oleh pihak TNI dan Polri. Dalam rakor tersebut juga, dibahas mengenai skema penjemputan, pembawaan, penyimpanan serta pendistribusian vaksin.

“Tadi Pak Kapolres sudah menjelaskan semua mengenai skema yang akan dilakukan. Initinya sudah siap semua,” kata Imron.

Sementara itu Kapolresta Cirebon Kombes Pol. M. Syahduddi mengatakan, pihaknya akan menerjunkan ratusan petugas dalam pelaksanan vaksinasi yang akan dilakukan di Kabupaten Cirebon ini. 

atusan petugas tersebut nantinya akan ditugaskan untuk melakukan pengawalan pengiriman vaksin covid 19 disejumlah tempat dan pengamanan pelaksanaan vaksinasi.

“Anggota dari Polresta Cirebon dan sejumlah polsek, akan dikerahkan,” ujar Syahduddi. 

Syahduddi menyebutkan, ada sekitar 300 petugas yang akan dilibatkan untuk mengamankan distribusi vaksin dan proses vaksinasi ini. Bahkan dirinya mengatakan, bahwa anggotanya akan melakukan pengamanan selama 24 jam, di gudang penyimpanan vaksin.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di puskesmas, rumah sakit, dan poliklinik yang telah ditentukan, juga akan mendapat pengawalan ketat dari Polresta Cirebon, Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, dan lainnya.

"Dalam pengamanan vaksinasi ini kami juga dibantu Kodim 0620/Kabupaten Cirebon dan Pemda Kabupaten Cirebon," ujar Syahduddi.

Pihaknya akan melakukan pengamanan, selama proses vaksinasi dilaksanakan. Ada dua tahap yang akan dilaksanakan dalam vaksinasi ini. Yaitu vaksinasi tahap pertama dan vaksinasi tahap kedua, yang akan dilakukan 14 hari setelah pelaksanaan vaksinasi yang pertama.

Selain itu, Syahduddi juga menuturkan, pihaknya juga sudah memastikan mengenai pasokan energi listrik yang akan digunakan pada gudang penyimpanan vaksin. Hal tersebut untuk memastikan kualitas vaksin, yang pada tahap pertama ini, akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan TNI serta Polri.

Syahduddi memastikan kesiapan seluruh instansi dalam pelaksanaan vaksinasi yang rencananya dimulai bulan depan. Iaberharap, vaksinasi di Kabupaten Cirebon berjalan lancar tanpa menemui kendala berarti.

Senin, 25 Januari 2021

Gerbang Utama Masuk Kampus Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Songsong UIN, Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon Pacu Percepatan Perkualihan S2 dan S3

FOKUS CIREBON, FC -Inilah bentuk komitmen Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr Prof Dr Dedi Djubaedi MAg, pihaknya berpacu dengan aktivitas akademik untuk menyongsong universitas islam negeri (UIN) Syekh Nurjati Cirebon.

“Salah satunya yaitu dengan membangun semangat percepatan (masa kuliah-red) kepada para mahasiswa S2 dan S3,” katanya, Senin (25/1/2021).

Jika mahasiswa S2, ungkap Prof Dedi, sudah banyak yang melakukan percepatan dan telah menyelesaikannya. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya pun melakukan percepatan masa kuliah terhadap mahasiswa S3 di Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Kami telah melakukan sidang perdana tertutup perdana dan peserta sidang ini merupakan penyandang disabilitas dan peserta ini melakukan percepatan. Jadi hanya dalam waktu 5 semester yang bersangkutan berhasil menyelesaikannya,” ungkap Prof Dedi.

Dia menuturkan, pihaknya memang membuka seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin menempuh pendidikan di Pascasarjana IAIN Sykeh Nurjati Cirebon. Baik itu bagi penyandang disabilitas maupun yang tidak. (din)

Carlan, Mahasiswa Penyandang Tunanetra Berhasil Meraih Kesuksesan Dikarir dan Pendidikan


FOKUS CIREBON, (FC) - Rasa bangga sangat terlihat di raut wajah Carlan, salah seorang  mahasiswa Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berhasil menyelesaikan disertasi pada semester V, dan tinggal selangkah lagi meraih gelar Doktornya.

Carlan, lelaki kelahiran Kabupaten Kuningan, pada tahun 1972 silam, terus berkarya sekalipun memiliki kekurangan pada fisiknya, Carlan tidak pernah lelah dan mengeluhnya. Bahkan kekurangan itu dianggapnya sebagai anugrah dan motivasi bagi setiap aktivitasnya.

Carlan penyandang tunanetra ini, membuktikan dirinya mampu seperti kebanyakan pria lainnya yang berfisik normal, dan hasilnya memang sangat membanggakan. Terbukti, baru semester V,  dirinya sudah mampu menyelesaikan disertasinya dan mengikuti Ujian Sidang Tertutup dan penguji sejumlah Profesor baik dari dalam IAIN SNJ Cirebon maupun dari luar.

Disertasi yang diajukan Carlan soal hidup keberagaman di Cigugur,  Kabupaten Kuningan dan mendapat    pujian banyak pihak.

Carlan mengaku, ia dan istrinya sama-sama penyandang tunanetra,  dan keduanya mendapat anugrah dari hasil kerja kerasnya menjadi Aparatur Sipil Negeri (ASN) di Pemkab Kuningan. Istrinya sebagai pendidik di SLB Kuningan.

Kini Carlan, tinggal selangkah lagi,  gelar doktor pun akan disandangnya. Civitas Akademika IAIN SNJ Cirebon pun bangga dengan kemampuan dan keberhasilan mahasiswa pascasarjana S3 ini yang lebih cepat ketimbang mahasiswa pascasarjana lainnya.

"Selamat, semoga ini bisa menjadi motivasi bagi yang lain," terang Muhamad Arifin M.Pd.i,  Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon kepada sejumlah media.  (din)

Carlan Mahasiswa S3 Tunanetra, Tercepat Meraih Gelar Doktor di Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon

Carlan, mahasiswa S3 Program Doktor,  Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon saat mempresentasikan disertasinya dihadapan para penguji pada Sidang Ujian Tertutup 


FOKUS CIREBON, (FC) - Carlan, pria kelahiran tahun 1972 asal Kabupaten Kuningan merupakan mahasiswa tercepat dalam penyelesaian kesarjanaan Doktornya di kampus Pascasarjana S3 IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon.

Pria berkacamata hitam tersebut, tampak gagah bersama setelan jas hitamnya saat terlihat berdiri dihadapan para penguji disertasinya yang berjudul 'Implementasi Model Pendidikan Nilai Multikultur Dalam Membentuk Sikap Keberagaman Masyarakat' - Studi Kasus di Cigugur Kabupaten Kuningan.

Carlan merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan satu-satunya mahasiswa S3 yang mempresentasikan disertasi doktornya pada Sidang Ujian Tertutup Program Doktor dengan waktu tercepat di semester V.

Sementara para penguji pada Sidang Ujian Tertutup disertasi Carlan,  diantaranya Prof Dr H Abdurrahman Mas'ud MA (penguji dari luar melalui Zoom), Ketua Sidang Prof Dr H Dedi Djubaedi MA,  Prof Dr H Adang Jumhur M.Ag, Prof Dr H Jamali M.Ag,  Sekretaris Sidang H. Didin Nurul Rosidin MA, PhD dan sebagai pembimbing Carlan adalah Prof Dr H Cecep Sumarna M.Ag.

Carlan, dengan kacamata hitam yang dikenakan itu bukanlah sekedar untuk penampilan, dia justru merupakan pria penyandang tunanetra yang santun, tegas dan memiliki kelebihan pada daya ingatannya.

"Saya bersyukur diberikan anugrah oleh Allah tunanetra sejak lahir dan bisa meneruskan pendidikan S3 di IAIN SNJ Cirebon. Civitas akademik IAIN pun menerimanya dengan baik dan kekurangan fisik ini saya jadikan sebagai motivasi dan semangat untuk sukses. Sementara dalam penulisan dan riset disertasinya, saya sudah memulai sejak semester satu setelah mendapat ijin dari para pembimbing dan terjun melakukan  penelitian di Cigugur Kabupaten Kuningan dengan dibantu para tim yang ada," papar Carlan, Selasa (25/1/2021).

Pada sebagian pandangan, kekurangan fisik lazimnya dianggap dapat mengurangi kemampuan beraktifitas, termasuk tunanetra, tentu berbagai keterbatasan akan dialaminya. 

Tetapi tidak bagi Carlan, justru dirinya selain sukses mendulang karirnya sebagai ASN di Kabupaten Kuningan, juga sukses meraih gelar kesarjanaan S3 nya. Carlan hanya tinggal selangkah lagi dan gelar Doktor sudah layak disandangnya.

Carlan juga merupakan ASN terbaik di Jawa Barat, kuliah S3 nya pun merupakan beasiswa dari Pemkab Kuningan dan Pemprov Jawa Barat. Di ASN, Carlan menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di salah satu dinas di Kabupaten Kuningan.


Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dedy Djubaedi mengatakan, saat ini Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon sedang berpacu dalam aktifitas akademik untuk turut menyongsong lahirnya UIN Syekh Nurjati Cirebon. Salah satunya yakni dengan membangun semangat percepatan kepada mahasiswa S3.

“Terutama S2 ya, kami sudah banyak menyelesaikan. Kalau yang saat ini, baru sidang tertutup perdana, jadi belum promosi. Untuk Carlan ini baru sidang tertutup sebagai mahasiswa program pascasarjana program studi PAI,” kata Dedy.

Demikian juga disampaikan Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon, H Muhamad Arifin M.Ag yang bangga Pascasarjana memiliki mahasiswa dengan keterbatasan fisik tetapi mampu menyelesaiakan disertasinya di semester lima.

"Ini tentu bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain dan keterbatasan bukan penghalang, dan itu sudah dibuktikan oleh Pak Carlan," tandas Arifin. (din)

Jumat, 22 Januari 2021

Pemkot Cirebon Menyampaikan Rencana Awal Perubahan RPJMD 2018-2023 kepada DPRD

FOKUS CIREBON, FC – Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan rencana awal perubahan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 kepada DPRD Kota Cirebon, Jumat (22/1), di ruang Griya Sawala gedung DPRD.

Penyesuaian RPJMD tersebut dilakukan dalam rangka pengendalian bencana non alam pandemi Covid-19 secara nasional. 

Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd mengatakan, Pemkot Cirebon dengan DPRD menyetujui nota kesepakatan perubahan awal RPJMD.

Penyesuaian RPJMD ini salah satu yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia untuk melaksanakan program-program pemerintahan dalam mengatasi kondisi pandemi Covid-19 dan dampaknya. 

“Seluruh daerah di Indonesia juga mengalami perubahan RPJMD. Dengan kondisi seperti ini, jika mengacu pada RPJMD yang ada saat ini, program pemerintah daerah tidak akan tercapai,” ujar Affiati usai rapat.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya SFilI MSi mengatakan, rancangan perubahan RPJMD akan dibahas oleh pansus DPRD. Namun sebelum itu, eksekutif lebih dulu menyampaikan draf awal perubahan RPJMD ke DPRD.

Imam mengatakan, penyesuaian tersebut diarahkan pada pelaksanaan program-program yang mendukung untuk mengatasi penyebaran Covid-19 dan dampaknya. 

“Semua berubah karena alasan bencana non alam, seperti pandemi Covid-19 ini. Adanya perubahan ini otomatis capaian dan target PAD harus dirasionalisasi ulang,” ujarnya. 

Penyesuaian RPJMD meliputi, gambaran kondisi daerah, keuangan daerah, permasalahan dan isu strategis, visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi hingga arah kebijakan, kerangka pendanaan pembangunan dan program perangkat daerah. 

Imam mengatakan, DPRD menekankan rancangan penyesuaian RPJMD 2018-2023 lebih pada penurunan rasio gini tingkat ketimpangan ekonomi dan pendapatan. Pada tahun ini, APBD Kota Cirebon direncanakan Rp1,5 Triliun. 

Walaupun APBD tidak sebesar dalam situasi normal, fokus pertumbuhan ekonomi dan pendapatan tetap dikejar dan optimis tercapai. Akan tetapi program-program yang dilaksanakan diharapkan untuk pemerataan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Apalah arti pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Yang terpenting RPJMD ini mendukung pemerataan pendapatan masyarakat,” ungkapnya. 

Sementara itu, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH mengatakan, perubahan RPJMD ini baru pertama kali terjadi di Kota Cirebon. RPJMD harus disesuaikan untuk menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya. Seperti dampak pada pendidikan, tingkat kesehatan, dan ekonomi.

Azis mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan program-program pada pengendalian kasus Covid-19 dan dampak dari pandemi. Namun demikian, penyesuaian akan dibahas bersama oleh pansus DPRD dan eksekutif. 

“Perubahan ini tentu dimaksudkan untuk menghadapi situasi  Covid-19. Dalam hal ini Pemerintah Kota Cirebon berupaya agar program-program bisa membantu masyarakat yang terdampak akibat pandemi ini,” katanya. (din)

Rabu, 20 Januari 2021

Pemkot Cirebon Terus Gencar Putus Penyebaran Covid 19 Melalui Patroli Berskala Besar

FOKUS CIREBON,  (FC) - Pemkot Cirebon terus berupaya memutus  penyebaran pandemi Covid 19. Hal ini agar warganya terlindungi dari wabah yang mematikan tersebut.

Upaya tersebut,  Pemkot Cirebon melakukan patroli berskala besar, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Alhasil, tingkat warga yang tertular Covid-19 di Kota Cirebon pun dalam perkembangan terakhir masuk dalam kategori rendah. 

“Kota Cirebon tidak termasuk daerah yang melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), 11 hingga 25 Januari 2021. Tapi, kita tidak boleh mengendurkan kesiagaan,” ucap Wali Kota Cirebkn Nasrudin Azis. 

Menurut Azis ini sebagai upaya preventif kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Hal tersebut disampaikan saat apel patroli berskala besar dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan untuk mendukung PPKM Jawa Barat di Kota Cirebon Rabu (20/1) di halaman Balaikota. 

“Kegiatan malam ini sebagai bentuk dukungan pada pelaksanaan PPKM Jawa Barat di Kota Cirebon,” kata Azis.

Disampaikan bahwa pada kegiatan ini, sejumlah pusat keramaian akan didatangi untuk memastikan bahwa di tempat tersebut menyediakan tempat cuci tangan, alat cek suhu dan kesiapan fasilitas petunjuk atau himbauan tertulis terhadap protokol kesehatan (Prokes).

Sementara tim yang terlibat pada kegiatan ini terdiri Satpol PP, Polres Cirebon Kota (Ciko), Kodim 0614, Denpom Cirebon, Lanal Cirebon, Dinas Perhubungan (Dishub), DKIS, KPBD, dan Damkar, PMI, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan instansi terkait lainnya di lingkungan Pemda Kota Cirebon. 

"Malam ini berkeliling kota untuk melakukan pengawasan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, pengendalian situasi yang dianggap perlu serta memberikan pembinaan dan membagikan masker bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, " jelasnya. 

Azis juga mengucapkan terima kasih kepada para pelaku usaha serta masyarakat Kota Cirebon yang terus berupaya untuk menerapkan dan mengampanyekan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. 

Terimkasih juga disampaikan  kepada jajaran TNI dan Polri yang konsisten terus menerus menjaga agar tingkat penyebaran covid-19 di Kota Cirebon melandai.

"Dengan kesadaran bersama untuk patuh terhadap protokol kesehatan, Azis yakin penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon bisa dikendalikan," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota (Ciko) AKBP Imron Ermawan menjelaskan, patroli skala besar malam ini dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi covid-19 masih terjadi.

“Ini merupakan upaya preventif, kami berupaya mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Imron. 

Sementara itu,  Patroli skala besar yang digelar malam ini dimulai dari Balaikota Cirebon menyusuri ruas Jalan Siliwangi, Slamet Riyadi, Wahidin, Kartini, Siliwangi, Karanggetas, Bahagia, Pasar Talang, Alun-alun Kasepuhan, Jalan Pulasaren, Lawanggada, Parujakan, Jalan Tentara Pelajar, Cipto Mangunkusumo, Jalan Sutomo dan Kesambi.

Kemudian Jalan Drajat, Dukuh Semar, Elang Raya, Ciremai Raya, Citra Land, Lapangan Kebon Pelok, Angkasa, Pasar Harjamukti, Kanggraksan, Kalitanjung, Majasem, Perjuangan, Binawan, Stadion Bima, Gedung Kesenian Rara Santang, Kantor Dishub, Terusan Pemuda,  Pemuda, Ciptomangunkusumo dan kembali ke Balaikota Cirebon.

Di sepanjang jalan yang dilewati, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dilakukan. Termasuk dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat yang belum menggunakan masker. (Indah)