Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 11 Februari 2021

IAIN Cirebon Menjadi Pilot Project Cyber Islamic University

FOKUS CIREBON, FC - Direktur PTKI Prof. Dr. Suyitno, M.Ag menuturkan bahwa UIN Syekh Nurjati bersamaan dengan proses transformasinya akan menjadi Pilot Project Universitas Islam Siber Indonesia (UISI).

Sebagai Unieversitas Islam Siber pertama, UIN Syekh Nurjati akan menjadi pioner Open Islamic Educational Resources (OIER) di dunia dengan teknologi Digital Multimedia University (DMU).

"UIN Syekh Nurjati akan mendorong perubahan paradigma lama perguruan tinggi keagamaan islam (PTKI) dari konvensional menjadi re-creation and connecting knowledge pada open space.  Kedepan, UIN Syekh Nurjati akan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (PJJ) berbasis teknologi,” ungkap Suyitno.

Lebih lanjut secara teknis Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, M. Adib Abdushomad, Ph.D menyempurnakan tahapan transformasi yang akan dilakukan oleh IAIN Cirebon.

Menurutnya, visitisasi lapangan oleh tim Kementerian Agama akan dilakukan pada akhir Februari tahun 2021, selanjutnya oleh Kementerian PAN-RB untuk memberikan rekomendasi kelayakan pungkas transformasi tersebut.



“Setelah semua proses visitasi lapangan dilakukan, selanjutnya Menpan-RB akan mengajukan izin prakarsa kepada Sekretariat Negara untuk kemudian diputuskan oleh Presiden Joko Widodo,” terang Adib.

Keputusan tersebut disambut baik oleh civitas akademika IAIN Cirebon. (din)

Inilah Persiapan IAIN Cirebon Menjadi UIN dan Amanah Kampus Cyber Islamic University di PTKIN

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag

FOKUS CIREBON, FC - Menyikapi  hasil assesment Kementerian Agama RI, yang menjadi kabar gembira IAIN Syekh Nurjati Cirebon lolos menjadi UIN, inilah berbagai persiapan yang dilakukan civitas akademika IAIN SNJ Cirebon.

Menurut Wakil Rektor I, Dr.H. Syaifudin Zuhri, M.Ag bahwa berbagai persiapan tengah dilalukan, bahkan persiapan tersebut didukung penuh oleh seluruh stakeholder IAIN Syekh Nurjati.

"Kami telah membentuk tim khusus untuk melakukan berbagai persiapan, kaitanya dengan transformasi dan kampus islam siber," kata Saefudin Zuhri.

Untuk itu, program-program telah dirancang dengan matang, baik pada aspek penyiapan SDM, infrastruktur digital, sarana dan prasarana, serta perangkat legalitas lainya.

“Tahun ajaran baru mendatang IAIN Syekh Nurjati akan membuka kelas siber internasional perdana pada program studi PAI, sekaligus menanti Peraturan Presiden soal alih status UIN Syekh Nurjati” pungkasnya.

Atas capaian yang sudah dilakukan tersebut, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr.H.Sumanta Hasyim, M.Ag merasa bersyukur atas capaian dan amanah yang diberikan kepada lembaganya.

Menurutnya, transformasi menjadi UIN Cirebon memang menjadi keniscayaan mengingat kiprah kampus ini yang memiliki segudang prestasi, termasuk minat warga Jawa Barat dan sekitarnya untuk belajar.

“Kami merasa mendapat anugerah yang tak ternilai, selain lolos dalam tahap awal transformasi UIN, juga diberi amanah untuk menjadi kampus Islam Siber pertama. Hal ini tentunya akan kami respon dengan sebaik mungkin dalam menyiapkan segala yang dibutuhkan,” tegas Sumanta. (din)

Lolos Assesment Kementerian Agama RI, IAIN Cirebon Siap jadi UIN

Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) di Resto Abu Nawas Jakarta, IAIN Syekh Nurjati dinyatakan lolos penilaian Kementerian Agama bersama dua IAIN lainya, yaitu IAIN Bukittinggi dan IAIN Batusangkar, Kamis (11/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Keputusan tersebut sesuai dengan hasil penilaian para penguji pada proposal dan kelengkapan administrasi alih status IAIN menjadi UIN. 

IAIN Syekh Nurjati seperti disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T telah memenuhi seluruh persyaratan alih status menjadi UIN berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 tahun 2020. 

Hal ini sekaligus menempatkan IAIN Syekh Nurjati bersama dua IAIN lainya menggungguli 7 IAIN pengusul lainya. 

Lebih lanjut Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T juga menegaskan bahwa alih status IAIN Syekh Nurjati menjadi UIN harus pula diikuti dengan reorientasi visi mewujudkan universitas Islam kelas dunia dengan varian program studi yang tersedia. 

“Tentu tidak boleh pula melupakan ke-khasan perguruan tinggi Islam Indonesia yang tetap konsisten mengusung moderasi beragama dan Islam Washatiyah,” tegas Guru Besar UIN Bandung tersebut. (din)

Milad HMI Ke 74, HMI Cabang Bangka Belitung Gelar Silaturahmi Daerah dan Dialog Tematik

MILAD HMI KE 74 : Usai memperingati Milad HMI Ke 74 melalui kegiatan silaturrahmi daerah dan dialog tematik,  pengurus HMI - KAHMI Bangka Belitung, mengabadikan dengan foto bersama. (foto/ist).


FOKUS BANGKA BELITUNG, - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung memperingati Milad HMI Ke 74. Kegiatan yang dibalut dengan acara silaturahmi daerah serta dialog tematik HMI dan KAHMI membuat peringatan Milad HMI Ke 74 menjadi khidmat dan semarak.

Dalam kegiatan Refleksi 74 tahun HMI, tema mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan, semakin menarik didiskusikan pada konteks HMI kekinian, di mana era industrialisasi 4.0 memaksa seluruh piranti kehidupan berubah sedahsyat masuknya globalisasi informasi dan teknologi (IT). 

Ketua MD KAHMI Belitung, Hartian Ramadhan,ST,M.M menjelaskan, perkembangan digitalisasi pada industri 4.0 hanya merupakan wajah zaman yang berkembang saat ini, HMI tentu harus bisa berada pada fase ini, maka konteks mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan menjadi keniscayaan yang harus kuat di era globalisasi ini dan menjadi tantangan zaman tersendiri.

Hartian Ramadhan juga menegaskan, bahwa kontekstualisasi misi HMI sampai dengan hari ini telah banyak melahirkan episentrum-episentrum baru bagi perkembangan peradaban. 

"Inilah HMI yang selalu ada dan berada di fase apapun. Tinggal bagaimana kematangan berfikir, bersikap dan kemampuam analitis, rasionalis dan tajam terus dihidupkan, sejalan dengan perkembangan peradaban zaman," tandasnya, Jum'at (11/2/2021).

Sementara menurut KAHMI lainnya, Farid Wajdi, M.Ag, M.Si, menyatakan, bahwa HMI itu merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada tanggal 05 Februari 1947 yang memiliki gagasan dan visi perjuangan sosial budaya. 

Dalam konteks ini, kata Farid, yakni  mempertahankan NKRI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam.

"Ini tentu sejalan dengan visi membangun peradaban sebagaimana perkembangan zaman dengan tetap mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan," tuturnya.

Sedangkan menurut Ketua Komisariat AMB Cabang Babel, Vian, bahwa sejalan dengan tujuan awal di atas, HMI mulai mengevaluasi diri yang bersandar pada pilar akademis, pencipta dan pengabdi. 

"Yakni, terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan nakmur yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala," pungkasnya. (din)






  

Rabu, 10 Februari 2021

Pemda Kota Cirebon Selalu Berupaya Alokasikan Anggaran Untuk Perbaikan Rutilahu

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai sosialisasi kepada BKM/LKM/LPM Penerima Bantuan Sosial di Kota Cirebon menyampaikan bahwa Pemerintah daerah (Pemda) selalu berupaya alokasikan anggaran untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk warga Kota Cirebon.

“Kebutuhan kita masih banyak, namun saya bersyukur karena tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan alokasi yang lebih besar untuk perbaikan rutilahu di Kota Cirebon dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlahnya bahkan naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya," jelas Eti, Rabu (10/2/2021).

Rasa syukur itu disampaikan, karena saat ini anggaran begitu sulit, namun Pemprov Jabar tetap bisa memberikan perbaikan rutilahu yang yang besar untuk Kota Cirebon, ucapnya di kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan di Gedung Korpri, Jalan Brigjen Dharsono By Pass Kota Cirebon.

Eti juga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Jabar atas alokasi perbaikan rutilahu yang telah diberikan kepada Kota Cirebon.

Namun diakui Eti, kebutuhan untuk perbaikan rutilahu di Kota Cirebon masih cukup banyak. Tercatat masih ada sekitar 4 ribuan lagi rutilahu yang membutuhkan perhatian untuk segera diperbaiki. Untuk itu, pihaknya akan melakukan jemput bola.

“Saya akan langsung mendatangi Kementrian PUPR. Mereka akan mengakses program di kementrian tersebut agar bisa mendapatkan anggaran perbaikan rutilahu untuk masyarakat Kota Cirebon," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar, Ir. Muh Eko Damayanto, MT, menjelaskan dari  sebanyak 630 rumah di Kota Cirebon, masing-masing mendapatkan alokasi sebesar Rp 17.500.000 untuk perbaikan rutilahu.

“Total dana yang dialokasikan sebesar Rp 11,2 miliar lebih. Dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Eko.

Dari nilai tersebut, sebesar Rp 16,5 juta digunakan untuk bahan bangunan, Rp 700 ribu untuk upah tukang dan Rp 300 ribu untuk administrasi. Untuk penerima bantuan nantinya akan diberikan dalam bentuk bahan bangunan. (din)


Resmi Dilantik Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih Siap Jalankan Amanah Gubernur Jabar dan Bupati Cirebon

Wahyu Tjiptaningsih Resmi Dilantik Menjadi Wakil Bupati Cirebon


FOKUS CIREBON, FC - Wahyu Tjiptaningsih akhirnya resmi dilantik menjadi Wakil Bupati Cirebon. Usai dilantik, Wahyu Tjiptaningsih berjanji akan menjalankan arahan dari Gubernur Jawa Barat terkait penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi.

“Saya siap bekerja sama dalam melaksanakan arahan dan perintah pak Imron sebagai atasan saya,” kata Ayu sapaan Wahyu Tjiptaningsih usai dilantik menjadi Wabup Cirebon oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil bertempat di GOR Arcamanik Bandung, Rabu (10/2/2021).

Ayu juga menegaskan, membangun Kabupaten Cirebon menjadi prioritasnya. Sehingga dirinya akan bersinergi dengan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg dalam menjalankan tugas memimpin daerah dengan jumlah penduduk 2,1 juta jiwa.

Sementara dalam amanatnya usai pelantikan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta dua prioritas yang harus harus dilakukan oleh Ayu. Pertama adalah penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi. 


Menurut Emil sapaan akrabnya hal tersebut harus segera dilakukan, karena saat ini Jabar sedang dalam kondisi kedaruratan.

“Karena kondisi Jabar sedang dalam kedaruratan, jadi penanganan Covid-19 harus segera dilakukan,” ungkap Emil.

Emil kembali mewanti-wanti, supaya saat hari pertama bekerja sebagai Wabup, Ayu tidak memikirkan hal lain, selain dua hal tersebut. Pesan lain yang dititipkan RK juga, bagaimana menjaga integritas, melayani dengan sepenuh hati dan selalu profesional serta lebih pintar untuk mengikuti perkembangan zaman.


“Integritas harus dijaga, karena kalau sudah tercederai maka hilanglah nilai-nilai kemuliaan seorang pemimpin. Takdir pemimpin adalah melayani bukan dilayani, menolong dan bukan ditolong serta memberikan solusi,” kata Emil. 

Demikian juga disampaikan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, bahwa tugas wakil bupati saat ini yaitu menangani pandemi Corona virus disease 2019 (Covid-19) yang hingga saat ini belum selesai. 

Selain itu, wakil bupati pun harus sama-sama memiliki tekad untuk mempercepat pemulihan ekonomi. 

"Saya dan Ibu Ayu (Wahyu Tjiptaningsih) akan melaksanakan semua itu. Ini artinya, tugas sebagai pemimpin daerah berbagi," kata Imron seusai pelantikan sejumlah kepala daerah di Kota Bandung.

Imron mengatakan, meskipun Kabupaten Cirebon sudah masuk ke dalam zona orange penyebaran Covid-19, namun sembilan kecamatan yang ada masih berstatus zona merah atau risiko tinggi. 

"Ini adalah tugas berat yang harus diselesaikan untuk keselamatan masyarakat," katanya. (Nur)




Sekda Kota Cirebon Tekankan Pendidikan Anak Usia Dini Harus Berkualitas, Sekalipun Pandemi Covid 19


FOKUS CIREBON, FC - Sekalipun pandemi Covid-19 masih berlangsung, pendidikan untuk anak harus tetap berkualitas. Terlebih untuk anak usia dini.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., usai pembukaan kegiatan sosialisasi program kerja Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) dan pembekalan dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon di Sekretariat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Cirebon, Jalan Siliwangi No 123.

“Usia nol hingga 6 tahun merupakan usia emas,” ungkap Agus. Pada periode tersebut otak dan fisik anak tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Orang tua harus tahu bagaimana memanfaatkan moment penting tersebut.

Namun sayangnya, pandemi Covid-19 saat ini masih terjadi. Pandemi Covid-19 ini mengubah seluruh tatanan kehidupan termasuk pendidikan anak usia dini. Untuk itu Agus meminta agar berbagai terobosan kreatif bisa dilakukan sehingga anak tidak kehilangan masa keemasan ini.

“Kami juga berterima kasih kepada GOPTKI yang telah menjadi mitra pemerintah daerah khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini,” ungkap Agus.

Keberadaan GOPTKI ini menurut Agus juga memiliki peran penting dan strategis sebagai tempat terhimpunnya organisasi penyelenggara Taman Kanak-Kanak (TK). Termasuk dalam pembentukan kualitas generasi bangsa di masa yang mendatang.

“Pesan saya, agar program kerja nantinya tetap bermuara pada pembinaan dan pengembangan pendidikan anak usia dini yang profesional, optimal dan inovatif,” ungkap Agus.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Irawan Wahyono, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan anak idealnya tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Salah satu sentuhan terbaik untuk tumbuh kembang anak, khususnya anak usia dini, yaitu melalui pendidikan. “Pendidikan anak usia dini bisa melalui kelompok bermain, TK dan lainnya,” ungkap Irawan.

Irawan juga menambahkan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini pendidikan di Kota Cirebon tetap berjalan dengan baik. “Termasuk pendidikan anak usia dini,” ungkap Irawan. Sehingga anak-anak usia dini tidak akan kehilangan masa golden age atau masa keemasan tumbuh dan kembang otak serta fisik anak. (Indah)