Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 18 Oktober 2021

Bupati Kagum, Bukan Arsitek Kang Ujang Mampu Mendesain Wisata Alam


FOKUS CIREBON.- Wisata Anti Galau Talaga Langit di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, diresmikan pada Senin (18/10/2021). 

Objek wisata milik Youtuber Kondang Ustaz Ujang Busthomi ini diharapkan menjadi destinasi favorit baru di kabupaten tersebut.

Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag mengatakan, tempat tersebut sangat representatif untuk dikunjungi. Selain menyajikan panorama alam, objek wisata ini pun menyediakan fasilitas untuk anak hingga orang dewasa.

"Saya sangat kagum sekali, Kang Ujang ini bukan seorang arsitek, tetapi bisa mendesain tempat ini sangat indah," kata Bupati Imron.

Sedangkan, Ujang Busthomi mengatakan, rencana pembangunan objek wisatanya ini sudah dipikirkan sejak lama. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan pula terhadap alam.

Selain itu, kata Ujang, tempat tersebut dibangun untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang desa wisata. "Dengan wisata akan menambah pula pendapatan daerah," katanya.

Pantauan tim Diskominfo Kabupaten Cirebon, di Wisata Anti Galau Talaga Langit ini pengunjung disuguhkan langsung pemandangan Setu Patok dan Gunung Ciremai yang ada di Kabupaten Kuningan.

Selain itu, beberapa spot pun disediakan oleh pengelola untuk pengunjung yang ingin berswafoto menikmati pemandangan matahari terbenam. (din)

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Wisuda 1336 Lulusan Sarjana, Magister dan Doktor

Prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor XXIII IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Swiss-Belhotel, Senin (18/10/2021) berjalan khidmat dengan protokol kesehatan yang ketat. 



FOKUS CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melalui Senat Terbuka Wisuda Sarjana, menyelenggarakan kegiatan wisuda XXIII bagi lulusan program Sarjana, Magister dan Doktor semester ganjil tahun akademik 2021/2022, di Swiss-Belhotel, Senin (18/10/2021), dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Prosesi Wisuda dengan tema 'Meneguhkan Jati Diri Alumni Menebar Islam Rahmatan Lil'alamin dalam Bingkai NKRI' ini, digelar secara offline dan diikuti sebanyak 1336 wisudawan dan wisudawati yang pelaksanaanya dibagi ke dalam tiga gelombang.

Untuk gelombang pertama sebanyak 483 wisudawan. Mereka berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kependidikan Jurusan PAI, PBA, Bahasa Inggris, IPS, Matematika dan Biologi.

Pada gelombang kedua prosesi wisuda dilaksanakan pada Rabu (20/10/2021), dengan jumlah wisuda sebanyak 496. Jumlah ini berasal dari FITK Jurusan PGMI, PIAUD, MPI dan Bahasa Indonesia. Sedang wisuda dari FSEI dari semua jurusan.

Sedang prosesi wisuda gelombang ketiga dilaksanakan pada Kamis (21/10/2021) banyak 357. Jumlah ini berasal dari Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) dari semua jurusan dan Pascasarjana S2 dan S3.

Wisuda ke XXIII sendiri membawa rasa bangga bagi para wisudawan dan wisudawati IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Mereka dengan pakaian toga, satu-persatu mulai memasuki ruangan Auditorium Swiss-Belhotel, dengan rasa bahagia.


Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dalam pidato wisuda  menyatakan, secara sederhana, transformasi khazanah keilmuan secara menyeluruh dalam rangka menciptakan intelektual organis menjadi visi utama dari universitas Islam. 

Maka dari pemahaman tersebut, fungsi universitas Islam bukan sebatas transfer of knowledge, namun sekaligus juga mengemban tugas aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal. 

Maka dalam rangka menjalankan tugas tersebut, Rektor Sumanta mengambil pendapat Amin Abdullah, bahwa universitas Islam harus memiliki sekaligus mengaplikasikan pendekatan dalam studi agama yang bercorak sosio-historis dan rasional-filosofis. 

Hal tersebut diperlukan untuk menggantikan paradigma lama yang dikotomis, yang membenturkan antara ilmu agama dan ilmu umum. 

Karena itu, IAIN Syekh Nurjati mengetengahkan paradigma organis sebagai landasan filosofis dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Paradigma organis, kata Sumanta,  berarti menjadikan aktivitas kependidikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari beragam komponen yang secara terpadu bekerja bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu, yaitu aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal.

Rektor Sumanta juga mengingatkan, bahwa ketika IAIN Syekh Nurjati bertransformasi menjadi UISSI, sebagai universitas berbasis siber, tugas tersebut menemui tantangan baru, yaitu tantangan aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal di ruang maya.

"Transformasi IAIN menjadi UISSI bukan hanya merupakan peluang besar, namun juga sekaligus menjadi tantangan yang nyata. Karena bagaimana pun, penggunaan teknologi bukan hanya mendatangkan manfaat, tetapi juga dapat menimbulkan permasalahan yang besar apabila penggunaan teknologi tersebut tidak dilakukan dengan bijak," terangnya.

Selain itu, dengan memaksimalkan penggunaan teknologi, kampus berbasis siber dapat meruntuhkan dinding batasan primordial karena dapat diakses secara global. Namun di saat yang sama, hal tersebut juga dapat menjadi ancaman serius apabila tidak memiliki distingsi yang jelas. Distingsi yang bukan sekedar sebagai pembeda atau penciri, namun juga sekaligus sebagai dasar filosofis. 


Sumanta juga mengingatkan bahwa ruang maya merupakan ruang virtual yang sengaja dibuat oleh manusia namun manusia sendiri justru tidak dapat menentukan dengan pasti berapa luas ruang tersebut. 

Karena itu, kata Sumanta, dengan dukungan internet dan teknologi, ruang maya pada gilirannya berubah menjadi sebuah ‘dunia baru’ yang perkembangannya bahkan tidak pernah dibayangkan oleh manusia sebelumnya.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, IAIN Syekh Nurjati yang kini bertransformasi menjadi kampus berbasis siber (UISSI) mengimplementasikan kerangka paradigma organis dalam model sirkular. Yaitu satu model pengintegrasian ilmu agama dan ilmu umum secara berkesinambungan dan simultan," katanya.
 
Artinya, lanjut Sumanta, pengintegrasian keduanya bukan hanya sebatas menemukan keterkaitan, namun juga melihat lebih jauh bagaimana keduanya saling mempengaruhi sekaligus saling membutuhkan satu sama lain. 

Karena itu, agar integrasi tersebut dapat dikatakan sebagai suatu kesinambungan maka memerlukan setidaknya dua hal, yaitu teknologi dan nilai kearifan lokal. 

"Bukan tanpa alasan nilai kearifan lokal menjadi hal yang penting dalam konteks integrasi keilmuan. Karena bagaimanapun, Cirebon memiliki mata rantai historis dari sisi sosiokultur keagamaan yang pernah menjadikan Cirebon sebagai salah satu destinasi pengembangan pengetahuan, khususnya Islam. Dengan demikian, diharapkan nilai kearifan lokal tersebut dapat semakin merekatkan ilmu agama dan ilmu umum," ujarnya.


Demikian juga memanfaatkan teknologi sebagai alat, dan menginternalisasi nilai kearifan lokal sebagai paradigma filosofis, maka proses integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dapat terjadi secara simultan dan sekaligus dapat diaplikasikan secara nyata di ruang maya, sehingga diharapkan dapat membangun pengetahuan dan ide baru melalui penyatuan nilai-nilai sekaligus informasi dari beragam paradigma keilmuan.

"Secara kelembagaan, paradigma integrasi yang dijelaskan di atas memiliki tujuan untuk dapat membantu dan mendorong seluruh sivitas akademika agar dapat mengaktualisasikan dirinya dengan nilai-nilai Islam yang universal sehingga mampu menjadi manusia paripurna (insan al-kamil)," jelasnya.

Untuk itu, dihadapan ratusan wisudawan, Sumanta berharap, agar para alumninya nanti mampu mengintegrasi antara ilmu agama dengan ilmu umum tersebut. "Jadi harus bisa bertanggung jawab terhadap nilai-nilai kebangsaan dan keislamannya, juga keilmuannya," kata Rektor Sumanta. (din)

 

Rektor Sumanta Tekankan 'Intelektual Organis' Pada Pidato Prosesi Wisuda Sarjana XXIII IAIN Cirebon

 

Wisuda Sarjana XXIII, Perketat Prokes saat memasuki ruang prosesi wisuda.


FOKUS CIREBON - Prosesi wisuda XXIII IAIN Syekh Nurjati Cirebon bikin semua orang nyaman dan bahagia. Betapa tidak, semua area yang menjadi tempat prosesi wisuda sudah didesain sedemikian rupa hingga membuat suasana terasa nyaman.


Seperti juga saat melihat di lokasi parkiran kendaraan lantai 3, satu persatu, para wisudawan XXIII IAIN Syekh Nurjati Cirebon mulai berdatangan ke tempat prosesi wisuda dengan wajah sumringah bahagia. 

Mereka datang bersama keluarga dengan pakaian lengkap jubah toga dan topi kesarjanaannya. Mereka langsung di arahkan panitia untuk melakukan sejumlah rangkaian protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak.

Di lokasi parkiran kendraan, panitia juga sudah mempersiapkan tempat penungguan bagi para pengantar. Panitia melarang satu sama lain untuk berkerumun dan harus wajib mengenakan masker. Situasi ini benar-benar membuat prosesi wisuda XXIII di  Swiss-Belhotel, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, berjalan lancar dan nyaman, Senin, (18/10/2021).

Hal yang sama panitia wisuda pun memperlakukan para wisudawan untuk mengikuti aturan wisuda. Mereka tidak mudah untuk memasuki ruang di mana prosesi wisuda akan berlangsung. Pasalnya, mereka satu persatu harus mengikuti aturan Prokes dengan wajib mengenakan masker, mencuci tangan, cek suhu dan menjaga jarak.

Di ruang prosesi wisuda, mereka para wisudawan juga diarahkan ke tempat duduk yang sudah disediakan pihak panitia. Tujuannya adalah agar ruangan tetap steril dan nyaman.

Sementara bagi orang tua atau pengantar, oleh pihak panitia dilarang masuk ke dalam ruangan. Hal ini untuk menjaga jarak antara satu dengan lainnya. 

Oleh panitia, para pengantar juga sudah disediakan tempat tersendiri. Termasuk kendaraan yang dibawa oleh pengantar. Hal ini agar tidak mengganggu kelancaran dari prosesi wisuda.

Setelah semuanya berjalan baik, di dalam ruang prosesi wisuda diraut wajah para wisudawan kian terpancar rasa kegembiraan, karena sebentar lagi mereka akan dilantik sebagai sarjana.


Sementara itu, pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor XXIII IAIN syekh Nurjati Cirebon, dengan tema 'Meneguhkan Jati Diri Alumni Menebar Islam Rahmatan Lil'alamin dalam Bingkai NKRI' dibuka dengan laporan Ketua Senat dan Pembacaan SK Rektor IAIN Cirebon oleh Wakil Rektor I, Dr H Saefudin Juhri M.Ag.

Kepada Fokus Cirebon, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag menyatakan, dirinya lebih menekankan tentang pentingnya mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Mengapa, karena inilah yang harus dipertanggungjawabkan oleh para alumni terkait keislaman dan kebangsaan. 

Sumanta juga menjelaskan, secara sederhana, transformasi khazanah keilmuan secara menyeluruh dalam rangka menciptakan intelektual organis menjadi visi utama dari universitas Islam. 

Maka, dari pemahaman tersebut dapat dikatakan bahwa fungsi universitas Islam bukan sebatas transfer of knowledge, namun sekaligus juga mengemban tugas aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal. 

Dirinya sependapat dengan pernyataan Universitas Islam harus memiliki sekaligus mengaplikasikan pendekatan dalam studi agama yang bercorak sosio-historis dan rasional-filosofis. 

Hal tersebut diperlukan untuk menggantikan paradigma lama yang dikotomis, yang membenturkan antara ilmu agama dan ilmu umum. 

Karena itu, kata Sumanta, IAIN Syekh Nurjati mengetengahkan paradigma organis sebagai landasan filosofis dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

"Paradigma organis tersebut berarti menjadikan aktivitas kependidikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari beragam komponen yang secara terpadu bekerja bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu, yaitu aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal," katanya.

Sumanta juga menegaskan, IAIN Syekh Nurjati bertransformasi menjadi UISSI, sebagai universitas berbasis siber, tugas tersebut menemui tantangan baru, yaitu tantangan aktualisasi nilai-nilai Islam yang universal di ruang maya. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, tambahnya, IAIN Syekh Nurjati yang kini bertransformasi menjadi kampus berbasis siber (UISSI) mengimplementasikan kerangka paradigma organis dalam model sirkular. Yaitu satu model pengintegrasian ilmu agama dan ilmu umum secara berkesinambungan dan simultan.

"Jadi jelas, secara kelembagaan, paradigma integrasi di atas memiliki tujuan untuk dapat membantu dan mendorong seluruh sivitas akademika agar dapat mengaktualisasikan dirinya dengan nilai-nilai Islam yang universal sehingga mampu menjadi insan kamil," terangnya.


Sumanta juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh orang tua mahasiswa yang sudah mempercayakan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai tempat belajar dan menimba ilmu. "Kita akan terus berupaya menjadi yang terbaik dan mencetak para alumni yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan jaman," paparnya. (din) 







Minggu, 17 Oktober 2021

Perkaderan MATAN, Cetak Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Menjadi Pionir Pembangunan MATAN di Cirebon


CIREBON, FC- IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Pengurus Komisariat (PK) Mahasiswa Ahlith Thariqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (MATAN) menyelenggarakan kegiatan pengkaderan formal, yaitu Ta’aruf MATAN, Sabtu-Minggu, (16-17/10/2021) dengan tema 'Mencetak Kader yang Unggul dengan Penguatan Nilai Ke-MATAN-an'.

Acara ini dihadiri Idarah Syu’biyah JATAMAN Kota Cirebon, KH. Abdul Mujieb, Mudir JATMAN Kota Cirebon, Kiai Munib Khumaedi, PC MATAN Kota Cirebon, PK MATAN UNU Cirebon, PKPT IPNU-IPPNU IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan segenap keluarga besar MATAN IAIN Cirebon, bertempat di PP Madinatunnajah, Kota Cirebon.

Sementara lima pemateri yang dihadirkan, di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Cirebon, KH Mustofa Rasjid Sh MPdI, Wadek III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon sekaligus Pembina PK MATAN di kampus setempat, Dr KH Suteja MAg, Sekretaris IV PP MATAN, Syukron Ma’mun SPd, Dosen UGJ Cirebon, Muhammad Alwi SPT MM, dan Ketua PC MATAN Kota Cirebon, M Habiburrahman.

Dr KH Suteja MAg menjelaskan, dalam ber-MATAN tidak hanya mengikuti kegiatan ta’aruf saja, melainkan harus juga mengikuti kegiatan-kegiatan lainnya setelah ta’aruf ini selesai.

“Makanya kalau pingin ente punya kontribusi dalam ber-MATAN. MATAN itu bukan hanya sekadar ta’aruf kemudian keluar, tidak. Harus ikut kajian-kajian dan sukur-sukur wiridannya juga diistiqomahkan,” terangnya.

Sedang menurut Ketua PC MATAN Kota Cirebon, Habiburrahman saat membuka kegiatan berharap, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi pionir pembangunan MATAN di Cirebon.

“Mari bersama-sama kita membangun MATAN khususnya di Kota Cirebon dengan solid, supaya adanya rasa saling memiliki antar anggota dan tingkatan. Jika terdapat masalah kemudian diselesaikan bersama maka akan mudah dilalui,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PK MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Khumaedi NZ menjelaskan, bahwa di dalam MATAN bukan orang-orang suci, tapi orang yang bersama-sama belajar membersihkan hati.

”Di dalam MATAN bukan orang suci tapi orang yang bersama-sama belajar membersihkan hati dengan nilai-nilai ketasawufan dan selalu mendekatkan diri kepada ulama melalui MATAN ini,” tandasnya. (din) 

Peringati Maulid Nabi, DKM Subulussalaam Gelar Khitanan Masal

 


FOKUS CIREBON - Bulan Rabiulawal atau identik dengan Bulan Maulid di berbagai tempat dilaksanakan peringatan maulid, salah satu diantaranya di Masjid Subulussalaam yang terletak di RW 14 Permata Harjamukti Utara Kelurahan Kalijaga.

Menurut Ketua  Panitia Pelaksana Ustadz Ading menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di isi dengan kegiatan Bakti Sosial berupa Khitanan Masal sebanyak 13 orang anak.

Menurut Ading bahwa pihaknya Alhamdulillah kegiatan khitanan masal ini baru perdana dilaksanakan di Masjid Subulussalaam, hal ini berkat dorongan dan motivasi dari Pengurus DKM dan jamaah Masjid Subulussalaam, dan dana kegiatan ini berasal dari Infak shodaqoh khusus kegiatan sosial berupa khitanan masal, santunan fakir miskin dan yatim piatu, santunan jamaah yang sakit, jamaah yang meninggal dunia dan lain lain.

Lebih lanjut Ading menjelaskan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan tersebut khususnya kepada orang tua yang putranya diikut sertakan dalam kegiatan khitanan masal ini. Dan berharap agar anak anak yang di khitan cepat sembuh dan menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Sementara itu Ketua DKM Subulussalaam melalui Wakil Ketua Didi Sunardi mengatakan pihaknya selaku Pengurus DKM menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Maulud yang dibarengkan dengan kegiatan sosial ini, semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan dan keberkahan serta  Masjid Subulussalaam semakin makmur dengan berbagai aktivitas jamaahnya.

Ketua RW 14 Permata Harjamukti Utara H. Anang Juli Suryanto yang turut hadir pada kesempatan tersebut pun ikut merasa bangga bahwa kegiatan Maulid dan khitanan masal semakin meningkatkan rasa silaturahmi dan kekeluargaan diantara sesama jamaah dan warga.

Sementara itu Lurah Kalijaga, Entis Sutisna mengatakan bahwa dirinya yang baru bertugas selama satu bulan di Kelurahan Kalijaga merasa takjub dan bangga atas kekompakan, keguyuban jamaah Masjid Subulussalaam dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut KH. Dartam Damiri selaku penceramah menjelaskan mengenai hakekat dan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H. (Didi)

Jumat, 15 Oktober 2021

Bupati Cirebon Lantik 104 Pejabat


FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag melantik 104 pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Jumat (15/10/2021).

Berdasarkan pantauan, pengambilan sumpah jabatan tersebut secara simbolis dilakukan kepada 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Eselon 2b. Sementara, ratusan pejabat lainnya dilantik secara virtual.

Bupati Cirebon mengatakan, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif sesuai dengan tahapan yang terdiri dari seleksi administrasi, assesment, dan wawancara.

Selain itu, hasil seleksi ini pun mendapatkan surat dari komisi aparatur sipil negara nomor: b-3558/kasn/10/2021 tanggal 13 Oktober 2021 tentang Rekomendasi hasil uji kompetensi dalam rangka rotasi/mutasi Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon

"Pejabat yang terpilih pada pelantikan ini semoga akan menjadi motivasi untuk senantiasa berkiprah dan mengabdikan diri selaku ASN, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tanggung jawab sebagai seorang pejabat," kata Imron.

Imron mengatakan, pelantikan hari ini dilakukan dengan metode virtual. Hal tersebut dilakukan merupakan salah satu langkah dalam meminimalisasi berkumpulnya atau berkerumunnya sejumlah atau banyak orang dalam satu lokasi. 

Menurut Imron, mutasi ini merupakan hal biasa dalam suatu organisasi pemerintahan, karena merupakan tuntutan organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. 

"Dinamika dalam penataan sistem pemerintahan daerah, adalah untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat guna tercapainya kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon," katanya.

Pasca pelantikan ini, seluruh pejabat harus melakukan adaptasi, pelajari dan pahami terhadap tugas pokok dan fungsi jabatan, serta bangun koordinasi, komunikasi dan kerja sama efektif secara berjenjang, baik dengan pimpinan ataupun dengan atasan. 

"Hal yang harus dilakukan para pejabat ini, utamanya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi saat ini pandemi Covid-19 belum selesai," katanya.

Berikut 11 pejabat tinggi pratama eselon 2b di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon yang dilantik; Pertama, Drs. Abraham Muhammad, M.Si sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan.

Kedua, Dra. Ita Rohpitasari, M.Si, sebagai Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Ketiga, Muhyidin sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Keempat, Drs.Iyan Ediyana, MM.,M.Si sebagai Inspektur di Inspektorat. Kelima, dr. H Budi Setiawan Soenjaya MM sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan. Keenam, Asep Pamungkas, SP, MP sebagai Kepala Dinas Pertanian. Ketujuh, Iwan Ridwan Hardiawan, S.Sos., M.Si sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kedelapan, Hj. Eni Suhaeni, SKM., MKes sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak. Kesembilan, Dr. Deni Nurcahya, ST., MSi sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Kesepuluh, Ir.H. Avip Suherdian, MT sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Kesebelas, Ir. Iwan Rizki sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).  (din)

Kabupaten Cirebon Jadi Tuan Rumah Seleksi Administrasi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jabar


FOKUS CIREBON - Kabupaten Cirebon menjadi tempat Seleksi Administrasi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2021 di Aula Pancawarna Kantor DPMD, Jumat (15/10/2021). 

Pada Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jabar ini, Posyandu Desa Ciawi Asih Kecamatan Susukan Lebak mewakili Kabupaten Cirebon. 

Dalam paparannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD ) Kabupaten Cirebon Drs. Erus Rusmana, M.Si, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Panitia Lomba Posyadu Tingkat Jabar yang sudah memilih Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah perlombaan Seleksi Administrasi Posyandu untuk wilayah Ciayumajakuning. 

"Terimakasih atas penunjukan DPMD sebagai tempat dilaksanakannya penilaian adminisatasi tingkat Provinsi Jawa Barat khususnya wilayah Ciayumajakuning," katanya. 

Erus menjelaskan, Kabupaten Cirebon memiliki Jumlah Posyandu sebanyak 2.660 posyandu yang tergabung dengan Kelompok Kerja Oprasional (Pokjanal). 

"Di Kabupaten Cirebon memiliki Bayi umur 0 sampai 11 tahun mencapai  48.749 atau 2.2 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Cirebon, untuk balita dari Umur 12 tahun sampai 59 bulan mencapai 143.110 atau  6.3 persen, serta ibu hamil  berjumlah 53.612 orang atau sekitat 2.5 persen," katanya. 

Erus mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah banyak menerbitkan peraturan bupati atau surat edaran terkait pemerintahan desa yang bersangkutan dengan Posyandu. 

"Ada surat Edaran Bupati no 141/05/DPMD  tanggal 7 januari tahun 2019, perihal evaluasi raperdes dan optimalisasi dana desa tahun anggaran 2019, diimbau agar para kuwu mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan posyandu untuk penyediaan PMT minimal 100 ribu per posyandu, insentif kader posyandu 75 ribu per bulan dan pengadaan alat kesehatan sesuai dengan kebutuhan," katanya. 

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga telah memberikan bonus kepada posyandu di wilayahnya yang berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat maupun Nasional. 

"Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon memberikan bantuan keuangan sebagai hadiah sebesar Rp106.500.000, itu sesui Peraturan Bupati Cirebon ," ujar Erus. 

Selain itu, kata Erus, posyandu di Kabupaten Cirebon banyak mendapatkan penghargaan tingkat Provinsi Jawa Barat. 

"Kami pernah Juara 1 Puskesmas ramah anak tingkat Provinsi Jabar, pada tahun 2019 mendapatkan anugerah posyandu award sebagai pembina posyandu terbaik tingkat Jabar untuk Bupati Cirebon, kemudian Kabupaten Inspiratif dalam penanganan stunting terintegrasi tingkat Provinsi Jabar," katanya.

Ia berharap, pada perlombaan posyandu tingkat Provinsi Jabar ini Kabupaten Cirebon menjadi juara pertama. 

"Kami menyakini kalau posyandu Desa Ciawi Asih sesuai hasil penilaian Kabupaten Cirebon sangat layak untuk mewakili Jawa Barat ke tingkat Nasional," kata Erus. (din)