Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 21 Desember 2021

Ruang Perempuan Indonesia; Solusi Realistis Lawan Diskriminatif

Oleh : Mukhamad Adnil Faisal

Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Syekh Nurjati, Cirebon


Negeri ini gugup, mengunci diri dalam ruang kebudayaan politik Dipaksa maju oleh tarikan kemunduran peradaban. Jeritan perempuan dibungkam habis-habisan oleh doktrinal kekuasaan. Yen ora melu edhan, ora kedhuman. Indonesia kehilangan diri. Keyakinan purba didaur ulang ambisi absolutisme serta ideologi dan dogma membeku dalam kebijakan sosial. Konsep feminisme dalam diskursus abad 21 nyatanya tak menoreh angan. Ambisi paradox memusuhi kemajemukan hidup dan mental perempuan Indonesia.

Stereotip dan dilema paradoksal diatas secara implisit membuktikan bahwa perempuan Indonesia belum merdeka seutuhnya. Kesenjangan perempuan masih dirasakan. Begitupun dengan kekerasan, baik fisik maupun psikis, berkembang tiada tertahan.

Menilik data Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian Bappenas, 29 persen dari perempuan keluarga miskin belum terdaftar jaminan kesehatan nasional pada tahun 2007. Selain itu, selama 12 tahun terakhir, kekerasan terhadap perempuan meningkat. Pada tahun 2019, ada 431.000 kasus ditemui. Adapun, ketimpangan gender di Indonesia masih tinggi yang membuat perempuan sulit mendapatkan haknya baik ditilik dari sisi sosial hingga ekonomi. Berdasarkan catatan  Global Gender Gapp Report, posisi Indonesia  di 83 dari 153 negara. (Prakoso, 2020)

Dengan memperhatikan permasalahan sebelumnya, penulis bermaksud ingin berkontribusi dengan memberikan, gagasan berbentuk gerakan sosial bernama Ruang Perempuan Indonesia yang berfokus terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kebebasan bagi perempuan Indonesia.

Pendidikan menjadi dasar yang paling penting bagi kehidupan manusia,  dengan pendidikan seseorang dapat meningkatkan hidup dan kehidupannya. Pendidikan tersebut tentunya didapatkan dengan pengajaran. Pengajaran harus diberikan pada setiap orang untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Sehingga hak yang dimiliki oleh seorang perempuan tidak lepas dari hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. 

Pengaturan mengenai hak tersebut dapat kita temukan dalam instrumen nasional kita. Pengaturan yang bersifat khusus melindungi hak perempuan dapat ditemukan dalam pasal 48 UU HAM yang menyebutkan bahwa “Perempuan berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran di semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan”. (Khazim & Arifin, 2003).

Ruang perempuan Indonesia hadir untuk memberikan kontribusi dalam program yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesetaraan dan mengakkan hak-hak perempuan serta membebaskan perempuan dalam mencapai kemerdekaan yang seutuhnya.

Program yang tentunya akan menjadi wadah dan jembatan bagi perempuan mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan diantarannya, pertama, education, character and creativity training. Tiga aspek yang harus ditonjolkan oleh seorang perempuan yang tidak hanya kecantikaan melainkan kualitas pendidikan yang mampu ditorehkan, karakter dan kepribadian baik senantiasa diterapkan serta pengembangan kreativaitas minat dan bakat untuk meraih mimpi dan angan. Meneruskan perjuangan kartini yang membela dan memperjuangkan hak pendidikan untuk semua perempuan tanpa membedakan golongan dan jabatan. 

Kegiatan pelatihan tersebut disi dengan materi pelatihan pendidikan formal, edukasi kesehatan reproduksi remaja, anti napza dan seks bebas yang bekerja sama dengan organisasi Generasi Berencana (Genre). Selain itu, perempuan Indonesia juga dibekali dengan pelatihan life skill seperti desain grafis, membatik, public speaking, menari, menyanyi dan kegiatan lainnya. Tidak sampai disitu, perempuan Indonesia juga akan dibekali pelatihan mental dan spiritual yang baik oleh deputi keagamaan kantor kementerian agama di masing-masing daerah dalam membentuk karakter dan kepribadian yang baik serta mampu mencegah hal-hal buruk yang datang dalam proses perjalanan hidupnya

Kedua, womens’s communication privacy space. Komunikasi menjadi hal terpenting dalam setiap permasalahan. Menilik dan meninjau kasus kekerasan yang terjadi dikalangan perempuan, sebagian besar dikarenakan perempuan tidak berani untuk melapor dan membuka suara dalam menumpas persoalan. Tidak hanya itu, angan dan mimpi perempuan lebih banyak dipendam daripada diutarakan. Hal ini membuat perempuan kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Padahal perempuan berhak bersuara, perempuan berhak untuk menolak dan perempuan berhak untuk menentukan jati diri dan mimpi dalam hidupnya. Womens communication privacy space hadir untuk membantu perempuan Indonesia berani bersuara, melalui digital platform secara online ataupun konsultasi secara offline dengan beberapa ahli yang nantinya perempuan Indonesia akan diedukasi tentang permasalahan yang dihadapi sehingga tidak salah dalam melangkah dan menentukan sebuah pilihan serta mampu menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapkan.

Tidak ada taruhan bagi perempuan selain tak menemukan yang lebih berarti daripada mengikuti kata hati. Keberanian membela diri yang kita cintai, berani bersuara untuk tidak dieksploitasi, memberantas hak-hak yang habis-habisan digali oleh oknum yang tidak punya hati, membantu sesama untuk mengubah dogma bahwa perempuan diam dan dilarang menyuarakan diri dan mimpi serta membuktikan bahwa perempuan pun bissa berbangga dengan segenap jati diri dan mimpi di atas kakinya sendiri.

Ketiga, women village inspiration. Program ini berkaitan dengan aktualisasi pelatihan yang sudah dilaksanakan. Perempuan Indonesia mengedukasi anak-anak dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dari segala lini kehidupan diantarannya ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lingkungan. Kegiatan ini diisi dengan perempuan mengajar, perempuan berbagi dan perempuan menginspirasi. Harapannya, perempuan bisa mendapatkan kebebasan ruang untuk mengeksplor dirinya dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar dalam upaya pembangunan daerah yang berkualitas melalui pintar desanya maju negaranya.

Melalui perempuan mengajar, akan lahir generasi unggul yang menjadi harapan bangsa dalam balutan pendidikan dan kelembutan seorang perempuan, meningkatkan kuliatas hidup dan kehidupan, memanusiakan manusia demi kemanusiaan, membela kebebasan demi kemerdekaan, berjuang melawan kebodohan demi memajukan pendidikan dan kesetaraan, tanpa membedakan jalur pendidikan, pangkat jabatan, sosial dan golongan. Semua perempuan sama untuk dihadapkan, istimewa tanpa perlu dibanding-bandingkan, hebat yang tidak butuh diagung-agungkan. Perempuan cukup dihargai dengan segala keberadaan, tidak perlu merasa bahwa perempuan lemah dan perlu suatu tindakan yang berlebihan, semua perempuan kuat dan mampu menguatkan, lembut dalam kehangatan, pintar dalam menebar kebaikan, jujur dalam setiap keadaan.. Perempuan istimewa, dimata manusia maupun tuhan.

Pada akhirnya, ruang perempuan Indonesia menjadi tonggak awal kembalinya nilai-nilai femenisme yang selama ini banyak dibicarakan dan sebagai wujud serta aksi nyata kepedulian untuk meretas semua diskriminasi yang diterima oleh perempuan di segala aspek kehidupan. Selain itu, penulis berharap suksesnya misi ini, dapat menurunkan jumlah kasus dan permasalahan yang berkaitan dengan kekerasan perempuan serta perempuan Indonesia menjadi manusia mandiri, berkualitas, berintegritas, berkarakter, berpendidikan dan berani mengungkap hak dan suara kebenaran.

Rektor Sumanta Tekankan Kerja Ikhlas, Totalitas dan Tanpa Pamrih di Kegiatan Capacity Building

Rektor IAIN Syekh Nurjati, Dr H Sumanta M.Ag, saat memberikan pesan pada acara Capacity Buliding, Selasa (21/12/2022).


FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag memberikan pesan serius kepada unsur akademika yang mengikuti kegiatan Capacity Building. Pesan tersebut menyangkut totalitas kerja yang dilakuan dengan ikhlas, dijalankan tanpa pamrih, dan sesuai target.

Sumanta menjelaskan, bahwa Capacity Building ini merupakan moment penting untuk proses perbaikan. "Laporan-laporan yang harus diperbaiki, tentu kita harus tahu apa yang perlu diperbaiki dan elemen-elemen yang menjadi kelemahan kita harus kita kuatkan," katanya.

Sumanta juga mencontohkan, kalau kita lihat dari elemen pengetahuan atau kognisi, maka apa yang harus kita ketahui dari tugas dan fungsi kita dari masing-masing leading sektornya.

"Kan berbeda, ini Humas, ini kepegawaian, maka itu harus dilihat dari pengetahuan yang tidak terpisahkan dari tugas dan fungsi kita," ujar Sumanta, termasuk di dalamnya adalah regulasi.

Menurutnya, regulasi yang kita jadikan referensi dan rujukan, itu harus terus update, yakni selalu berubah. Begitu juga di kepegawaian, baik kenaikan pangkat, regulasi, penataan pegawai, penjaringan CPNS, itu kan selalu berubah dan sistem  mekanisme yang dikembangkan juga selalu berubah, mengikuti perkembangan jaman yang di dalamnya ada perkembangan ilmu dan teknologi.

Tentu saja ini tidak dapat terpisahkan dari leading sektor kita. Apalagi kalau kita tuntutannya pada inovasi, apalagi eksen kementerian agama salah satu budaya yang harus kita emban adalah inovasi.

Inovasi ini terus syarat dan ruang berubah. Aplikasi-aplikasi yang dikembangkan juga berubah. "Jadi pengetahuan itu tidak boleh ketinggalan, terutama bagi ketenaga pendidikan. 
 
Kemudian berikutnya dari sisi sikap atau apeksi. Apeksi yang kita miliki harus mencerminkan ASN yang profesional, loyal dan ikhlas. 

"Slogan Kementerian Agama itu kan Ikhlas Beramal, jika ini ditinjau dari sisi psikologis, sesungguhnya manusia itu belajar dari motivasi yang ideal. Motivasi ideal itu adalah motivasi yang lahir dari hati yang sangat dalam, yakni nurani, dan nurani ini merupakan titik tertinggi derajat manusia," paparnya. 

Menurut Sumanta, jika kita memiliki titik derajat yang tinggi ini, atau al-uswah ini tentu kita sebagai ASN sudah sangat luar biasa. Karena kita sebagai abdi negara, sebagai pelayanan masyarakat dan kita yakin pelayanan yang diberikan juga akan prima karena kita al-uswah.

Apalagi jika kita tinjau dari sisi Al Qur'an terkait fungsi dan tugas manusia, bahwa banyak sekali disebutkan jika manusia sesungguhnya adalah pelayanan, dan pelayanan itu memberikan sesuatu tanpa pamrih dan dengan segala keloyalannya.Sehingga disitu muncul terminologi ibadah, dan ibadah itu melayani dan loyal.

Tetapi karena di sisi lain kita diberikan kelebihan dibandingkan mahluk lain, kita dijadikan Khalifah, yakni disuruh menata. Yakni menata kepada tujuan yang lebih ideal, dijalankan dengan ikhlas dan tanpa pamrih.


"Jadi cukup jelas bahwa kita ini diminta untuk memberikan pelayanan tanpa harus meminta pamrih, harus ikhlas dan totalitas. Baik kepada atasan, kepada pemerintah, termasuk kepada yang lainnya. Maka ketika kita datang ke kantor berikan pelayanan yang ikhlas," pinta Rektor IAIN SNJ Cirebon.

Kemudian, tambahnya, segala pekerjaan bisa diselesaikan dengan target yang sudah ditentukan. Maka disinilah mengapa kita harus mengikuti kegiatan Capacity Building dan nanti akan ada rekomendasi pimpinan dan menjadi komitmen bersama. (din)


Senin, 20 Desember 2021

UKM HTQ IAIN Cirebon Gelar Webinar Nasional Semarak Seni Qur'ani 2021

Semarak Seni Qur'ani 2021


FOKUS CIREBON - Mahasiswa Hay'atu Tahfidzul Qur'an (HTQ), IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan webinar nasional yang merupakan salah satu rangkaian acara di Semarak Seni Qur’ani 2021.

Kegiatan hasil besutan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hay’atu Tahfidzil Qur’an (HTQ) ini, dilaksanaka di auditorium Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Senin (20/12/2021).

Pada kegiatan tersebut, HTQ pada Semarak Seni Qur’ani 2021, mengangkat tema “Membangun dan Mewujudkan Generasi Emas yang Berkompeten bersama Al-Qur’an”. 

Dalam sambutannya, Arief selaku ketua umum HTQ menjelaskan, kegiatan Semarak Seni Qur'ani (SSQ) Tahun sekarang bisa sampai pada tingkat Nasional dengan pelaksanaannya via Zoom Meeting dan Platform Youtube Htq Senja Cirebon. 

"Kegiatan ini dilakukan secara daring dan luring, semoga dengan semangat dari teman-teman kita bisa bersama untuk mewujudkan tujuan tersebut dan pada akhirnya akan mendapatkan berkah dari Al - Qur'an. Aamiin," ujarnya.

Narasumber yang terlibat dalam Webinar tersebut yaitu KH. Lukman Hakim, MA (Pencetus Metode Ilham-QU) & Drs, H. Amir, M.Ag (Direktur Utama Ma'had Al-Jami'ah IAIN Cirebon)

Berdasarkan tema ini, topik bahasan pada webinar ini adalah webinar nasional Semarak Seni Qur’ani 2021, dengan tujuan agar kita semua dapat mengetahui dan menerapkan strategi dalam menghafal al-Qur’an dan dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an pada kehidupan sehari-hari. 

Pada kegiatan ini, dua pembicara berlatar belakang Qur’ani . Pembicara pertama adalah KH. Lukman Hakim, MA dan pembicara kedua yakni Bapak Drs. H. Amir, M. Ag. Kedua pembicara ini membawakan materi dengan santai dan dapat dicerna baik oleh peserta webinar. 

Kyai Lukman pembicara pertama menyampaikan, bahwa orang sukses itu 80 persen ditentukan oleh soft skill dengan karakter sang pemenang dan berani menghadapi tantangan. 

"Memang ini membutuhkan sebuah proses yang panjang. Tetapi mari kita berproses menjadi generasi Qur'ani yang unggul dengan di mulai dari diri sendiri untuk senantiasa menyapa al-Quran, giat, meyakinkan keyakinan yang kuat dan berani untuk sebuah keberhasilan, serta bisa menghargai sebuah proses yang panjang," paparnya.

Dari pemaparannya itu, salah satu kutipan dari KH. Lukman Hakim yang menarik yakni menyapa dan berinteraksi dengan al-Qur’an adalah investasi terbaik, karena ia akan menggapai kebahagiaan di dunia dan dia di akhirat serta keberkahan dan kemuliaan di dunia.

Sementara menurut H.Amir, narasumber ke 2, bahwa untuk membangun generasi emas yang unggul butuh seseorang yang dapat mengarahkan dan memberikan petunjuk, kemudian mengayomi serta memberikan arahan-arahan. 

Dalam hal ini tentu kita butuh seorang murabbi, seorang pelatih,  seseorang yang mampu memberikan kenyamanan bagi kita untuk menuju kesuksesan. Sehingga betul-betul memberikan alasan yang tepat untuk mengetahui potensi diri kita, potensi yang ada dalam diri kita, dan itu akan meresponnya dengan baik. 

Disamping itu H Amir juga menambahkan, bahwa orang yang hidupnya menyapa Al-Qur'an, maka dia sedang berinvestasi di dunia dan akhirat.

Ketua Divisi Tahfidz, Lutfi Mubarok menyatakan, untuk dapat mewujudkannya tentu sangatlah kurang jika tidak dibarengi dengan keyakinan terkabulnya do'a kita, karena dengan berdo'a dan disertai dengan keyakinan tersebut. 

HTQ sebagai sebuah UKM harus mempunyai visi dan misi untuk mewujudkan cita-cita tersebut, seperti halnya yang dikatakan kyai Lukman. 

"Kita harus memiliki karakter sang pemenang yang memiliki keyakinan dan keberanian yang kuat dan bisa menghargai sebuah proses yang panjang," tandasnya.

Minggu, 19 Desember 2021

Mohamad Reza Terpilih Menjadi Ketua Umum LDM IAIN Cirebon Hasil Mubes Ke XXI


FOKUS CIREBON - Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon selenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) ke-XXI selama dua hari, yakni 18-19 Desember 2021, bertempat di Laboratorium Majasem Ruang Lab TV.

Menariknya, MUBES kali ini agak berbeda dari sebelumnya. Kader dan tamu undangan yang hadir dilakukan secara Hybrid, yakni pertemuan luring (luar jaringan) di lokasi dan daring (dalam jaringan) menggunakan aplikasi Google Meet.

“Sedikitnya ada 40 peserta yang hadir sebagian luring dan sebagian daring,” kata Ketua Umum LDM IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kadadi.

Mulai dari Ketua Pelaksana, Ketua Umum, Pembina, dan Warek III semuanya memberikan apresiasi dan dukungnan kepada seluruh pihak yang hadir dalam sambutannya. Karena MUBES ini merupakan acara besar yang sangat berkesan.

Dengan mengusung tema “Bersinergi Dalam Regenerasi Kepemimpinan Demi Wujudkan Lembaga Dakwah yang Progresif". Memberikan suasana yang berbeda dikarenakan peserta yang sangat aktif dalam berargumen ataupun kritikan terhadap apa yang disampaikan di forum. 

Besar harapannya Lembaga Dakwah ini senantiasa berprogresif ke arah yang lebih baik dari tahun sebelumnya dengan kader yang bersinergi kuat hingga akhirnya bisa berdampak pada regenerasi kepemimpinannya.

"Kami pengurus (LDM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon periode 2020-2021 pamit undur diri. Setelah berakhirnya MUBES dan berganti estafet kepemimpinan dakwah ini kepada formatur terpilih yang menjadi Ketua LDM periode 2021-2022 yaitu Mohamad Reza Syah Fahlefi (Mahasiswa IAT Semester III) dan Wakil Ketua Umum yaitu Iman Sariman (Mahasiswa Tadris Matematika III) dengan konsep yang berbeda dalam pengaturan formatur pada MUBES kali ini memberikan satu konsepsi yang terinisiasi dari kepengurusan LDM angkatan 2020-2021, dengan tetap semangat menebar kebaikan,"ucapnya. (din)

Sabtu, 18 Desember 2021

Di Hari Migran Internasional 2021, Pemkab Cirebon Raih Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli Pekerja Migran Indonesia

FOKUS CIREBON - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menyelenggarakan Peringatan Hari Migran Internasional tahun 2021 dengan tema "PMI Tangguh Indonesia Tumbuh" di Cirebon, Sabtu (18/12/2021). 

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Cirebon mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Peduli Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, selama hampir dua tahun, Covid-19 telah membuat berbagai negara mengambil kebijakan untuk menutup sementara masuknya warga negara asing. 

Atas kebijakan tersebut, pemerintah Indonesia mengambil tindakan penutupan sementara untuk penempatan Pekerja Migran Indonesia dalam rangka melindungi warga negaranya dan mencegah tersebarnya Covid-19. 

"Tentu kondisi ini membuat kita semua sedih, khususnya bagi calon pekerja migran kita. Oleh karena itu, tema 'PMI Tangguh Indonesia Tumbuh' merupakan gambaran situasi dan harapan yang dirasakan oleh kita semua," kata Fauziyah. 

Fauziyah menambahkan, saat ini sejumlah negara sudah mulai membuka untuk warga negara asing. 

Pihaknya meminta komitmen semua pihak terkait agar pembukaan penempatan ini menjadi momentum untuk saling bahu membahu dan bekerja sama untuk menjaga kepercayaan negara-negara penempatan dengan memastikan CPMI yang dikirim benar-benar terbebas dari Covid-19. 

"Saya percaya dan meyakini, penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini dapat diatasi dengan baik dan elegan oleh kita semua," katanya. 

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, penghargaan tersebut adalah sebuah kehormatan bagi Kabupaten Cirebon.

Menurut Imron, PMI Kabupaten Cirebon cukup memberikan banyak kontribusi positif terhadap devisa negara. 

"Pemerintah Kabupaten Cirebon mengajak seluruh stakeholder untuk memberikan perhatian khusus kepada PMI, selain memberikan perlindungan juga menyampaikan informasi tentang prosedur baik," kata Imron.

"Kepada pemerintah pusat untuk memberikan sanksi tegas kepada biro atau jasa pemberangkatan PMI yang tidak bertanggung jawab terhadap keamanan pekerja tersebut," sambungnya.

Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono, mengatakan, pemerintah melalui Kemnaker setiap tahun menyelenggarakan peringatan Hari Migran Internasional. 

Pada tahun ini, penyelenggaraan peringatan Hari Migran Internasional di Cirebon karena  merupakan kantong PMI keenam dalam periode 4 tahun terakhir setelah Indramayu, Malang, Blitar, Ponorogo, dan Cilacap. 

Adapun penyelenggaraan acara ini dilakukan secara hybrid event yang diikuti secara langsung 500 orang stakeholder dan secara virtual diikuti 10 desa basis PMI di Kabupaten Cirebon dan sekitarnya, serta Perwakilan RI di negara-negara tujuan penempatan PMI sebanyak 12 perwakilan juga seluruh provinsi yang ada di Indonesia. 

Bersamaan dengan penyelenggaraan peringatan Hari Migran Internasional ini, Kemnaker memberikan Anugerah Indonesian Migrant Worker Awards kepada 15 penerima dengan 12 kategori.

Selain menghadiri penghargaan tersebut, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia meninjau Layanan Satu Atap Pekerja Migran Indonesia di Transito Krucuk. (din)

Jumat, 17 Desember 2021

Mahasiswa Bahasa Sastra Arab IAIN Cirebon Unjuk Gigi di Tingkat Nasional

FOKUS CIREBON - Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Sastra Arab (HIMABSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Festival Sastra Arab (FESTRAB) Guna ‘Membumikan Bahasa, Melangitkan Sastra’ juga sebagai tema pada kegiatan ini, Kamis, (16/12/2021).

Acara yang berlangsung secara hybrid, diikuti sebanyak 70 peserta dari berbagai kalangan maupun jurusan. Acara semakin semarak ketika Nisa Rengganis sebagai pemateri berdiskusi tentang ‘Relevansi Sastra dan Politik’. 

Ketua Pelaksana, Hasbi menjelaskan, kegiatan FESTRAB (Festival Sastra Arab) merupakan kegiatan tingkat nasional. Hasbi sangat bangga karena kegiatan bisa berjalan lancar dan sukses. 

"Alhamdulillah walau dengan persiapan yang minim, tetapi semua berjalan baik.  FESTRAB ini merupakan kegiatan tingkat nasional perdana di BSA IAIN Cirebon,” papar Hasbi.

Acara yang merupakan besutan Divisi Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO) ini, kata Hasbi, penting untuk diikuti bagi semua mahasiswa berbasis sastra dan bahasa arab. 

"Terimakasih disampaikan kepada para pihak yang banyak membantu dan berkontribusi pada tahun ini, kami sebagai HIMABSA bisa merealisasikan walaupun dengan banyak evaluasi nantinya," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Otis Ridiana, Ketua Umum HIMABSA, FESTRAB juga penting diikuti bagi kalangan mahasiswa sastra arab karena sama pentingnya dengan mengasah kemampuan mahasiswa sastra arab 

“Ini acara perdana yang direalisasikan oleh kami, hari ini adalah acara puncak, dimana rangkaian acara sebelumnya ada perlombaan. Ada 4 perlombaan yang kami ajangkan yaitu, drama monolog, taqdimul qishoh, puisi, dan ghina aroby,” ucapnya. 

Ia berharap dengan diadakannya festival sastra arab ini bisa mengasah kemampuan mahasiswa untuk membumikan bahasa. Dapat menjadikan HIMABSA menjadi organiasi yang tetep utuh terdepan dalam melangitkan sastra. 

Sementara, Erfan Ghazali M.Si selaku sekretaris jurusan BSA mengapresiasi betul atas kinerja dari HIMABSA dalam melaksanakan kegiatan ini.

Acara ditutup dengan penampilan-penampilan oleh mahasiswa BSA IAIN Cirebon dan sesi foto bersama. (din)

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati Hadiri Gebyar Arsip dan Literasi Tahun 2021

FOKUS CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati menghadiri Gebyar Arsip dan Literasi tahun 2021. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan berbagai macam arsip dan memperkenalkan masyarakat terhadap digitalisasi arsip. 

"Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak rencana yang sebelumnya dirancang. Termasuk membangun pojok-pojok literasi hingga ke tingkat terkecil yaitu rukun tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)," tutur Eti.


Untuk itu, Pemda Kota Cirebon berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon untuk dapat kembali mengintensifkan kerja sama dengan berbagai pihak. 

"Baik dengan komunitas, pegiat, bunda literasi baik di tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan," tandasnya.  (din)