Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 Oktober 2023

Hadiri Muscab IPSI, Bupati Imron Berharap Olahraga Pencak Silat Terus Berkembang dan Berprestasi

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) dan Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Cirebon tahun 2023-2027. Acara tersebut dilaksanakan di Pendopo Bupati Cirebon, Jum'at (27/10/2023).

Imron mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendukung semua cabang olahraga yang ada di daerahnya.

Sehingga, ia berharap dengan adanya Muscab IPSI ini, olahraga Pecak Silat dapat berkembang lebih baik lagi dari yang sebelumnya.

"Saya berharap, Pencak Silat di Kabupaten Cirebon tumbuh lagi, berprestasi serta mampu membawa nama Kabupaten Cirebon ke jenjang yang lebih tinggi," kata Imron.

Ia juga mengungkapkan, selama ini Pemkab Cirebon selalu memberikan fasilitas untuk cabang olahraga di Kabupaten Cirebon. Namun, lanjut Imron, ada tiga faktor agar olahraga bisa berkembang dengan baik serta mendapatkan banyak prestasi.

"Ada tiga faktor agar olahraga berkembang, diantaranya dukungan dari keluarga (orang tua) dan atletnya sendiri. Di samping itu, setiap cabor ada pelatih yang menggali potensi-potensi atletnya," ujarnya.

"Dan terakhir, unsur pemerintah, karena sangat penting sekali dukungan pemerintah," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Koni Kabupaten Cirebon, Sugeng Darsono mengatakan, pihaknya meminta agar kepengurusan IPSI yang baru bisa memberikan gagasan dan ide-ide yang lebih baik lagi.

Menurut Sugeng, dalam mengelola cabang olahraga, lebih baik dipengaruhi oleh dua hal yang bisa membuat organisasi bisa lebih berkembang dan maju.

"Pertama, manajemen organisasi. Didalam organisasi yang baik, yang dibutuhkan bukan SUPERMAN, tetapi SUPERTIM. Karena kalau SUPERMAN itu orang hebat, pintar, tapi dia jalan sendiri, tidak bisa bekerja sama dan bersinergi dengan yang lain. Tetapi kalo SUPERTIM adalah tim yang solid, punya jejaring yang kuat dan punya Komitmen bersama untuk memajukan organisasi dan prestasi atlet," jelas Sugeng.

"Dan yang kedua, adanya pelatih, sarana dan prasana serta dana untuk operasional kegiatan, semuanya itu berkaitan," lanjutnya.

Ia berharap, dengan kepengurusan IPSI yang baru ini, dapat merekrut atlet-atlet muda di Kabupaten Cirebon.

"Pembinaan agar bisa merekrut atlet-atlet usia dini sebagai regenerasi masa yang akan datang, karena potensi di Kabupaten Cirebon sangat baik. Apalagi, IPSI di Kabupaten Cirebon merupakan cabor unggulan, karena kemarin pada Porprov 2022 mendapatkan medali emas. Dan tentunya ini berkat kerjasama tim yang baik," tambah Sugeng. (DISKOMINFO)

Rabu, 25 Oktober 2023

Pemkab Cirebon Raih Penghargaan Maturitas PSIP Level Tiga

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon berhasil memperoleh penghargaan Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada level 3 atau berada pada level terdefinisi dari Pemerintah Pusat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Inspektur Kabupaten Cirebon, Drs. Iyan Ediyana, MM., M.Si., CGCAE.

Dan penghargaan diserahkan oleh Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, Samono, AK., MM., CFRA., CA., OAI., CGCAE pada acara Workshop “Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa” pada Pemerintah Kabupaten Cirebon, yang dilaksanakan di Hotel Grand Tryas Cirebon, Rabu (25/10/2023).

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Inspektorat Kabupaten Cirebon selaku leading sector pelaksanaan SPIP di Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Hal ini tidak terlepas dari dukungan seluruh perangkat daerah yang ada di Kabupaten Cirebon. Semoga penghargaan ini dapat kita pertahankan, bahkan lebih kita tingkatkan lagi tentunya dengan melakukan penyempurnaan, demi Kabupaten Cirebon yang lebih maju,” ujar Imron.

Bupati Imron juga meminta kepada para kuwu (kepala desa) se-Kabupaten Cirebon agar dapat menggunakan keuangan negara sesuai dengan aturan yang ada.

“Workshop ini diharapkan dapat membina para kuwu, agar keuangan di desa tertib sesuai aturan,” lanjut Imron.

Imron berpesan, sekecil apapun menggunakan dana dari negara, harus disertai laporan pertanggungjawaban. “Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat mempergunakan anggaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Drs. Iyan Ediyana, MM., M.Si., CGCAE menyampaikan, bahwa penghargaan ini merupakan prestasi bersama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SPIP Kabupaten Cirebon yang telah bekerja. Proses SPIP ini merupakan rangkaian penilaian yang cukup panjang sampai dengan diperolehnya penghargaan Maturitas Penyelenggaraan SPIP level 3,” kata Iyan. (din)

Prof Dr Aan Jaleani M.Ag : IAIN Cirebon Bersiap Kompetisi Transformasi Digital Untuk Bersaing Di Kancah Global

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada proses wisuda ke XXVII di salah satu hotel di Cirebon.


CIREBON, FC - Ratusan mahasiswa sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon hari ini di wisuda di Apita Hotel, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/10/2023).

Wisuda tersebut berlangsung dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda dan Magister XXVII IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan tema "Bersatu, Unggul dan Mendunia Menuju Universitas Siber IAIN Syekh Nurjati Cirebon”.

Wisuda IAIN Cirebon hari kedua ini berjumlah 556, dengan rincian IPS 95 Orang, Program Biologi 115 Orang, Program PGMI 74 Orang, Program MPI 79 Orang, Program Bahasa Indonesia 47 Orang, Prodi SPI sebanyak 39 orang, Prodi. AFI sebanyak 9 orang, Prodi IAT sebanyak 64 orang, Prodi ILHA 16 orang dan Prodi Sastra Arab sebanyak 19 orang.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani  MAg, memberikan ucapan selamat kepada mahasiswa-mahasiswi sarjana yang di wisuda hari ini.

“Kami atas nama pimpinan dan lembaga IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengucapkan selamat kepada adik-adik yang di wisuda hari ini. Mari kita bangun intelektualitas muslim kita untuk menjadi hamba atau insan yang bermanfaat dan memberi kontribusi positif,” kata Prof Aan.

Selain itu, kata Rektor para sarjana dan magister IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang di wisuda, harus mampu menunjukkan keilmuannya di tengah masyarakat. Sebab IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga tengah  berkompetisi untuk melakukan transformasi digital.

"Perguruan tinggi sekarang ini berkompetisi untuk melakukan transformasi digital secara menyeluruh agar makin tangguh bersaing di kancah global. Digitalisasi itu akan lebih efektif jika para pemimpin kampus juga memiliki literasi digital yang mumpuni," jelasnya.

Sebab kata Prof Aan, digitalisasi saat ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena merupakan kehendak zaman. Dengan digitalisasi juga melahirkan banyak kemudahan, seperti terhadap layanan
kepada mahasiswa, dosen dan publik.

Untuk itu, transformasi harus dimulai dari para pemimpin kampus yang terliterasi digital. "Ini memang butuh proses. Tapi transformasi ini harus dilakukan karena akan lebih siap bersaing di kancah internasional," paparnya.

Selain itu, katanya, digitalisasi akan
membuat layanan menjadi hemat anggaran. Bahkan ke depan layanan akan semakin murah karena terbangun ekosistem yang saling terintegrasi.

"Layanan di kampus harus benar-benar
dibuat yang terintegrasi, jaringan internet yang handal dan cepat untuk memenuhi seluruh layanan," ucapnya.

Sementara itu, Dekan FUA IAIN Syekh  Nurjati Cirebon, Dr Anwar Sanusi, M.Ag menyatakan, bahwa sebelum ada sekitar 146 mahasiswa Fakultas Ushuludin dan Adab (FUA) yang di wisuda. 

Wisuda ke XXVII ini merupakan wisuda yang terlahir bagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon setelah nanti turun SK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

"Wisuda di hari kedua ini aman dan kita semua tenang, karena perubahan transformasinya belum keluar. Sehingga hari ini dan besok merupakan wisuda terkahir sebelum turun SK UIN," katanya.

Terkait dengan kesiapan UIN Siber, Anwar sudah mempersiapkan FUA menyongsong transformasi kelembagaan ini. Hal itu sudah dilakukannya dengan berbagai persiapan dan kegiatan yang digelar. 

"Kita juga undang Pemateri dari luar negeri, dan pada seminar kita menggandeng tiga negara. Insya Allah pada 10 Nopember 2923 kita akan datang ke Iran untuk kerjasama FUA  terkait transformasi kelembagaan," terangnya.

Anwar juga menegaskan, sebagaimana pidato Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon maka pihaknya sudah mempersiapkan  diri dengan dunia digital, termasuk lulusan juga kita persiapkan.

Dalam menyongsong transformasi kelembagaan, kita juga sudah mempersiapkan Kurikulum berbasis Siber, kemudian dari tiap-tiap jurusan sudah diwakili 2 dosen untuk penyusunan modul digital dan lainnya. 

"Jadi harapan kita pada wisuda ke XXVII ini, para lulusan dengan kemampuan mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan, karena mereka sudah dibekali dan sudah sudah bisa mengaplikasikan hasil dari kurikulum berbasis Siber" tandasnya. (din)

Selasa, 24 Oktober 2023

Wisuda IAIN Cirebon Ke XXVII Cetak Wisuda Sarjana Yang Unggul

 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag saat berpidato dihadapan ratusan mahasiswa wisuda sarjana ke XXVII


FOKUS CIREBON, FC - Hari ini, sebanyak 560 mahasiswa IAIN Cirebon diwisuda pada sidang senat terbuka XXVII wisuda sarjana, magister dan doktor.

Sidang senat terbuka wisuda IAIN Cirebon ini bertema ‘Bersatu, Unggul, dan Mendunia Menuju Universitas Siber Syekh Nurjati Cirebon’ bertempat di salah satu hotel di wilayah Cirebon.

Sebanyak 560 wisuda hari pertama mahasiswa IAIN Cirebon tersebut diwisuda terbagi dalam tiga gelombang.demvam tema "Bersatu, Unggul, dan Mendunia Menuju UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon".

Gelombang pertama digelar pada Selasa, 24 Oktober 2023 dengan jumlah 557 wisudawan yang terdiri dari PAI 157 Orang, Program TBA  49 Orang, Program Matematika 144 Orang, Program PIAUD  sebanyak 44 Orang dan Program TBI  sebanyak 166 Orang.

Rektor IAIN Cirebon, Prof H Aan Jaelani MAg mengungkapkan, kampus setempat saat ini sedang berproses untuk transformasi kelembagaan menjadi Cyber Islamic University (CIU).

Fakta ini, kata Prof Aan, tentunya tidak lepas dari program prioritas dan inovasi pendidikan tinggi yang menjadi kebijakan Menteri Agama RI, K.H. Yaqut Qolil Qaumas, dengan menghadirkan layanan pendidikan untuk semua.

Prof Aan juga menyatakan, bahwa perguruan tinggi sekarang ini berkompetisi untuk melakukan transformasi digital secara menyeluruh agar makin tangguh bersaing di kancah global. 

Digitalisasi itu akan lebih efektif jika para pemimpin kampus juga memiliki literasi digital yang mumpuni. Digitalisasi saat ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena merupakan kehendak zaman.

Dengan digitalisasi juga melahirkan banyak kemudahan, seperti terhadap layanan kepada mahasiswa, dosen dan publik. 

Menurutnya, Transfornasi harus dimulai dari para pemimpin kampus yang terliterasi digital. "Ini memang butuh proses. Tapi transformasi ini harus
dilakukan karena akan lebih siap bersaing di kancah internasional," terangnya. 

Selain itu, digitalisasi akan membuat layanan menjadi hemat anggaran. Bahkan ke depan layanan akan semakin murah karena terbangun ekosistem yang saling terintegrasi.

"Layanan di kampus harus benar-benar dibuat yang terintegrasi, jaringan internet yang handal dan cepat untuk memenuhi seluruh layanan," katanya.

Dijelaskan Prof Aan, Tren Global Pendidikan Tinggi itu ditandai dengan 4 hal, Pertama, PT untuk ekonomi berbasis pengetahuan, menuju PT universal; Kedua kunci kompetisi tanpa batas, mobilisasi dosen dan mahasiswa;
Ketiga, Tren kurikulum: dampak digital pada lanskap lapangan kerja, competency-based
education untuk memperkecil skills gap: dan Keempat pengaruh teknologi, berupa
modalitas baru pembelajaran online, hybrid, in-person, dan jejaring global.

Karena itu, kata Prof Aan, Tren PT: Belajar dari mana saja, kapan saja,  terjangkau dan inklusif, tidak ada monopoli layanan PT, pembelajaran aktif, butuh keterampilan relevan, mengedepankan practicality' (kebekerjaan pasca lulus). 

"Ini semua menjadi bahan pertimbangan utama bagi kebijakan dan program untuk transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon," ucapnya.

Demikian juga IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat ini dalam proses transformasi kelembagaan
menjadi Cyber Islamic University (CIU) atau universitas digital sesuai KMA RI No. 860 Tahun 2022 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan klam Berbasis Siber dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 1175 Tahun 2021 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project PTKI Berbasis Siber (Digital University).

Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) Program Pendidikan berbasis siber sebagai
frontier advokasi Gerakan Open Islamic
Education Resources (OIER) Proses belajar mengajar berbasis Digital Multimedia University (DMU) dalam
mengembangkan PTKI sebagai knowledge creation 3 transmission PJJ berbasis teknologi atau universitas siber
yang networked, digital,

Kebijakan ini dan virtual KMARI No. 860 Tahun 2022 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Crebonsebagai Pilot Project Perguruan Tinggi keagamaan islam Berbasis Siber dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No.1175 Tahun 2021 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project PTKI Berbasis Siber (Digital University).

"Pengembangan PTKI berbasis masa depan diperlukan PTKI berbasis siber atau digital universty. Salah satu program prioritas dan inovasi pendidikan tinggi dalam bidang transformasi digital yang menjadi kebijakan Menteri Agama RI, K.H. Yaqut Qolil Qaumas, dengan menghadirkan layanan pendidikan untuk semua," jelasnya. 


Kehadiran Cyber Islamic University ini untuk memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama untuk merespon kebutuhan di lapangan. Transformasi kelembagaan ini untuk menjawab tantangan global dalam menyiapkan sumber daya manusia dan peningkatan mutu layanan di era industri 4.0 dan era
society 5.0 dengan menghadirkan kemandirian kampus untuk peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sebentar lagi menjadi UIN
Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki visi baru, "Universitas Islam Siber yang Unggul Menuju Universitas Berkelas Dunia untuk Semua Tahun 2030" yang diturunkan dalam misi 4 misi. 

Berikut 4 misi tersebut, pertama  mewujudkan pendidikan masa depan yang menjadikan universitas sebagai
frontier advokasi gerakan OIER (Open Islamic Educational Resources) di dunia dengan tata kelola berbasis siber untuk keberlanjutan mutu dan layanan.

Kedua, Menyelenggarakan program pendidikan jarak jauh (PJJ) dan pendidikan berbasis teknologi university yang networked, digital, dan virtual untuk menghasilkan SDM dan lulusan yang lulusan yang kreatif dan profesional dengan pembelajaran berbasis multimedia digital. 

Ketiga, Meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan pemikiran global untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi, mengembangkan kolaborasi, dan meningkatkan layanan umum yang berkualitas.

Keempat, Mewujudkan pendidikan masa depan dengan tata kelola berbasis siber untuk penyempumaan dan keberlanjutan mutu dan layanan. 

"Saat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terwujud, kami telah mempersiapkan
strategi pencapaiannya dengan melakukan langkah-angkah yang diturunkan menjadi rencana strategis: l) Melakukann inovasi dalam pendidikan futuristik dengan mengembangkan model-model pembelajaran berbasis multimedia digital: 2) Mengembangkan manajemen mutu akademik pada penyelenggaraan pendidikan dengan akases dan layanan luas melalui pendidikan jarak jauh untuk semua; 3) Membangun platform akademik berbasis artificial intelligence dan big data pada pengelolaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; 4) Mengembangkan integrasi ilmu pengetahuan yang diimplementasikan dalam kurikulum dan lembaga yang memperkuat nilai-ni lai moderasi beragama; 5) Menyiapkan program universitas yang terintegrasi dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan profesional dan kompetitif di dunia kerja; dan 6) Meningkatkan kerjasama dengan mitra industri untuk pengembangan kewirausahaan akademik dan pengembanganteknologi
untuk kemandirian mahasiswa dan lulusan," paparnya.

Langkah awal yang dilakukan untuk mewujudkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon adalah transformasi digital. Transformasi digital adalah mentransformasikan proses
organisasi, membangun kompetensi dan model baru melalui teknologi digital secara mendalam dan strategis. Elemen manusia adalah kunci di semua tingkatan, yaitu, proses
baru untuk interaksi manusia-manusia dan manusia-mesin berdasarkan teknologi digital
dengan menggunakan objek digital yang dibuatya.

"Transformasi digital ini tak bisa dilakukan dengan cepat. Meski demikian, saya mendorong seluruh pimpinan kampus, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Juga kampus akan mengiringi dengan inovasi kebijakan yang membumi. Pimpinan kampus harus memiliki leadership skill dalam
berkomunikasi, interpersonal, mentorship dan penguasaan internet of things (loT)," ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FITK melalui Dr Atikah Sya.si, M.PdI, menjelaskan, bahwa wisuda tahun ini dalam rangka menuju Siber university memberikan yang terbaik dan membranding yang terbaik untuk masyarakat luas.

Bahkan untuk lulusannya, pihaknya sebelumnya mengundang Pemda, baik itu dari Kasi PAIS dan Madrasah untuk penyerapan tenaga kerja.

"Alhamdulillah 87 persen alumni kita sudah sesuai dengan pendidikannya, baik itu menjadi guru, kepala sekolah maupun dosen. Dengan demikian, maka harapan pertama maslahat untuk umat dan yang terpenting bisa berbuat untuk masyarakat, terutama di dunia pendidikan atau juga pengusaha sehingga bisa membuka lahan atau lapangan pekerjaan," tandasnya.

Hasil Pilwu Serentak 2023, Muhammad Uto Hafid Terpilih Sebagai Kuwu Cirebon Girang

CIREBON, FC -  Rasa gembira dirasakan para tim sukses Pilwu Desa Cirebon Girang No urut 3. Mereka dengan suka cita meluapkan kebahagiaannya setelah  ini setelah Muhammad Uto Hafid setelah mampu meraup suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Kuwu Cirebon  Girang terpilih.

Kegembiraan ini telah membuktikan bahwa perjuangan tim sukses dalam memperjuangkan kandidatnya. 

Perjuangan tim sukses ini akhirnya membuahkan hasil, setelah calonnya mampu  mengungguli suara dari  4 calon lainnya. 

"Kami bersyukur pada Allah SWT yang telah meridhoi langkah kita, sehingga perjuangan ini membuahkan hasil yang membahagiakan. Kami juga turut mengucapkan terimakasih pada seluruh warga yang dengan tulus ikhlas menyumbangkan suara hak pilihnya pada sosok pemimpin baru Muhammad Uto Hafid,  semoga beliau dapat menjalankan amanah tugasnya dengan baik sesuai visi misinya dan mampu membangun pemerintahan dengan perubahan yang lebih baik," ucap para tim suksesnya.

Tim sukses lainnya, kepada media menyatakan, dengan terpilihnya kuwu  baru di pemerintahan desa Cirebon Girang, diharapkan desa kita lebih maju sesuai visi dan program yang digulirkan calon terpilih.  

"Tetapi yang lebih penting, jangan kecewakan kami semua warga masyarakat yang telah mendukungnya," tuturnya yang enggan disebut namanya.

Di sisi lain tokoh masyarakat, H.Amin menuturkan, demokrasi Pilwu sudah berakhir dengan lancar dan kondusif. Bahkan situasi pada hari pelaksanaan berjalan aman dan nyaman.


"Kami berharap dan memohon seluruh warga masyarakat di Desa Cirebon Girang terutama pada seluruh tim sukses dari seluruh para calon baik yang menang maupun yang kalah,  marilah kita untuk bergandengan tangan mempererat tali persatuan kesatuan untuk dapat saling menerima perbedaan politik dan pilihan, dengan tetap membangun rasa persaudaraan agar bisa kembali bersama untuk saling mengisi, membantu dan bahu membahu membangun kesatuan dan kemajuan di desa kita. Demikian juga ucapan selamat bagi yang terpilih dan jangan lupa setelah menjadi pemimpin," tandasnya. (Bambang HS)

Senin, 23 Oktober 2023

PT Astra Inisiasi Produk Turunan Tape Ketan Bakung Cirebon, Rasanya Bikin Lidah Ketagihan

 

Tape Ketan Bakung Cirebon menjadi makanan pilihan bagi wisatawan, kemanjaan rasa yang dipilih bikin badan rileks dan menyegarkan.


CIREBON, FC - Kabupaten Cirebon dengan segala potensi yang dimilikinya masih menjadi tempat yang menyenangkan bagi para wisatawan. Daerah yang berdekatan dengan kawasan pegunungan dan laut Utara, Kabupaten Cirebon banyak memiliki spot-spot dan sejumlah makanan serta minuman tradisional yang diburu setiap wisatawan.  

Seperti tape ketan Bakung Cirebon, kuliner ini bisa menggoyang lidah dan menghilangkan rasa haus yang meminumnya. Selain rasanya yang berbeda, Tape Ketan ini menjadi nikmat bila saat suhu dingin maupun udara panas tengah terik.

Kendati Tape Ketan ini dikenal banyak orang, namun tak sedikit juga masyarakat harus tahu nikmatnya Tape Ketan ini. Maka untuk memajukannya, masyarakat di Kecamatan Jambang melalui Sentra Tape Ketan Bakung Cirebon, Grow Up Institute dan PT Astra Inisiasi Pelatihan Inovasi Produk Turunan Tape Grow Up Institute bekerja Sama dengan PT. Astra menggelar pelatihan produk turunan tape bakung yakni “kue lumpur tape surge dan moci ketan tape”.

Untuk diketahui, bahwa DSA Jamblang sudah melingkupi lima desa antara lain Desa Jamblang, Desa Sitiwinangun, Desa Wangunharja, Desa Bakung Lor dan Desa Bakung Kiduk. Masing-masing desa punya potensi dan keunikan yang saling terintegerasi.

Sementara Kecamatan Jamblang terutama desa Jamblang, Desa Wangunharja dan Bakung Lor merupakan desa binaan PT Astra dan Grow Up Institute. Dalam pelatihan ini Grow Up Institute membawa instruktur yang merupakan Praktisi Ahli Tentang Olahan Makanan. Pelatihan ini menjadi penting dikarenakan tape ketan bakung merupakan salah satu ciri khas Cirebon tentang produk kuliner. 

Tape ketan bakung perlu adanya inovasi karena produk tape ketan sudah sangat umum dan perlu adanya peningkatan hasil dari tape ketan sehingga produk tape ketan dapat bervariasi. 

Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi “harapan baru inovasi makanan khas” dalam produk olahan tape ketan bakung. Sehingga dapat menjadi variasi baru dalam mengkonsumi tape ketan.

Masyarakat yang terlibat dalam pelatihan berharap ilmu yang didapat bermanfaat dan produk turunan tape ketan bakung sebagai peluang usaha baru.

Produksi olahan Tape Bakung selain dijual langsung berupa tape ketan, kini tape ketan diolah kembali menjadi inovasi produk turunan baru diantaranya brownis tape ketan, lumpur surga tape, puding tape, permen tape.

Salah satu produk makanan hasil fermentasi tradisional Cirebon ialah tape ketan bakung. Secara historis, tape ketan bakung sudah ada Cirebon masih menjadi kerajaan. Pertama kali dibuat istri para raja untuk persembahan para pengikutnya.

Tape Ketan Bakung merupakan jajanan khas yang hanya diproduksi di Cirebon, tepatnya di Kecamatan Jamblang. Terbuat dari beras ketan dan ragi yang dibungkus daun pisang, tape ketan bakung dibuat melalui proses fermentasi yang cukup lama, sehingga menghasilkan rasa unik, manis dan asam.

Tape ketan bakung tak hanya bisa dimakan langsung, melainkan dapat disajikan untuk toping seperti es krim, kue, maupun minuman yang menyegarkan.

Ciri khas dari tape bakung sendiri yaitu warna ketan yang hijau. Warna tersebut berasal dari daun katuk yang kaya akan manfaat. Seperti mencegah infeksi bakteri, mencegah obesitas, mempercepat penyembuhan dan mencegah sambelit.

Ciri khas lainnya terletak pada rasanya yang manis, asem dicampur aroma khas dan tekstur nyang lembut dan kenyal.

Keunikan lainnya yang membedakan dari jenis tape ketan lainnya, terletak pada proses fermentasi ketan yang sudah dicampurkan dengan ragi tape khas Cirebon.

Proses pembuatannya, dimulai dari pemilihan ketan yang telah dibersihkan dan direndam dalam air selama beberapa jam. Setelah itu, ketan ditiriskan dan dikukus hingga matang. Adonan ketan selanjutnya dibungkus dalam daun pisang selama beberapa hari hingga menjadi lengket.

Saat ini tape ketan bakung sudah menjadi sangat popular dan menjadi buah tangan wajib bagi wisatawan yang berkunjung di Cirebon. Terlebih saat menjelang Ramadan atau Idul Fitri. Para penjual tape ketan bakung akan banjir menerima pesanan.

Selain menjadi camilan, tape ketan bakung juga dapat digunakan untuk membuat kue tradisional seperti serabi ketan dan klepon.

Mengenai penamaan Es tape keta bakung ternyata kata bakung sendiri berasal dari sebuah tempat yaitu Desa Bakung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Minuman ini memiliki perpaduan rasa manis dan asam. 

Adapun rasa manis nya berasal dari daun katuk sehingga terasa lebih alami, sedangkan rasa asamnya berasal dari ketan yang sudah di fermentasi.

Dalam pengolahannya ternyata membutuhkan waktu yang tidak sebentar, kurang lebih 4 jam untuk fermentasi ketan. Termasuk di dalamnya terdapat beberapa teknik khusus sehingga bisa menghasilkan citarasa yang pas.


Es tape ketan bakung tak hanya menghiasi berbagai kuliner khas Cirebon, bahkan minuman ini sudah melegenda karena sudah ada sejak dulu. Dan salah satu nya diciptakan oleh masyarakat desa Bakung dengan mengolah tape ketan.

Es Tape Ketan Bakung menjadi minuman favorit masyarakat Cirebon karena memiliki rasa yang khas serta manis alami. Selain itu harga dari es tape ketan bakung sangat terjangkau.

Jadi bagi anda yang sedang berkunjung ke Cirebon jangan lupa untuk menikmati sensasi kesegaran Es Tape Ketan Bakung cirebon.

Jumat, 20 Oktober 2023

 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) berubah bentuk menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) yang insya Allah berdasarkan informasi  SK Perpresnya akan keluar dalam waktu dekat atau tepatnya mudah-mudahan pas di hari santri nasional. ujar ReKtor IAIN Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani saat menyambut Direktur Diktis Prof Dr Zainul Hamdi dan Ibu Ana Hasbie  Juru bicara Menteri Agama RI di Cirebon.

Dengan lahirnya Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC)  dari rahim Kementerian Agama, maka salah satu program prioritas Menteri Agama RI Gus Yaqut Kholil Qoumas telah tercapai dengan baik, mahasiswa UIN Siber tersebar di 37 Provinsi di Indonesia.  ujar Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Zainul Hamdi saat memberikan konfirmasi di Cirebon, Jum’at (13/10/2023)

Menurutnya, perubahan bentuk ini harus diikuti dengan adanya transformasi keilmuan dan digitalisasi campus secara menyeluruh agar kiprah UIN Siber di masyarakat semakin mendunia. “Perubahan bentuk ini juga dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan proses integrasi keilmuan Agama Islam dengan sains serta mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas,” terangnya. “Semoga cita-cita dan harapan mulia ini terwujud” harapnya. Makanya kami datang selain untuk mengevaluasi sarana prasarana, server, bandwith, LMS, SIM, SDM dan lainnya.

Pada kesempatan berbeda, juru bicara Menteri Agama RI ibu Ana Hasbie berharap agar perubahan bentuk ini diikuti dengan adanya perubahan peningkatan mutu dan kualitas. Penguatan bidang Sarpras, SDM Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi sangat penting terlebih khusus learning menejemen sistemnya harus bagus, mudah diakses dan fleksibel.

“Kampus UIN siber syekh nurjati harus mampu menyelenggarakan integrasi keilmuan agama Islam dan sains yang memiliki distingsi atau pembeda terhadap prodi yang ada pada perguruan tinggi lain. kerja kolektif, kolegial dan prosedural bisa cepat juga transformasi. Tidak ada yang merasa dilangkahi, dan saling respek. Semoga menjadi “lesson learn” untuk kita semua, pentingnya memperkuat sinergitas,” lanjut Ana.

Perubahan bentuk kelembagaan IAIN menjadi UIN Siber harus menjadi momentum perubahan mindset dari seluruh pimpinan, dosen, tenaga pendidik, dan stakeholders, sehingga mampu mengantarkan sebagai wolrd class university,” imbuh Rektor.

Sebelum Perpes UIN Siber Syekh Nurjati terbit, para pihak secara intensif melakukan pertemuan untuk membahas PMA tentang Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) UIN agar kampus bisa membuka Fakultas baru dan prodi-prodi PJJ lainnya baik S1 maupun S2.

Ketua Jurusan PJJ PAI, Dr. Moh Ali Hafid, M.Pd.I menyampaikan bahwa pilot projek Menteri Agama RI telah dilaksanakan dengan baik sesuai arahan pak Rektor, pak Dirjen, pak Direktur maupun pak Dekan FITK, dan telah melakukan transformasi digital secara bertahap dan sistematis di prodi PJJ PAI, baik LMS, peningkatan kualifikasi dan skill SDM, conten creator, penyusunan modul dan proses peningkatan mutu dalam pelayanan Pendidikan jarak jauh ini. ujar Ali