Wisuda IAIN Cirebon Ke XXVII Cetak Wisuda Sarjana Yang Unggul

 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag saat berpidato dihadapan ratusan mahasiswa wisuda sarjana ke XXVII


FOKUS CIREBON, FC - Hari ini, sebanyak 560 mahasiswa IAIN Cirebon diwisuda pada sidang senat terbuka XXVII wisuda sarjana, magister dan doktor.

Sidang senat terbuka wisuda IAIN Cirebon ini bertema ‘Bersatu, Unggul, dan Mendunia Menuju Universitas Siber Syekh Nurjati Cirebon’ bertempat di salah satu hotel di wilayah Cirebon.

Sebanyak 560 wisuda hari pertama mahasiswa IAIN Cirebon tersebut diwisuda terbagi dalam tiga gelombang.demvam tema "Bersatu, Unggul, dan Mendunia Menuju UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon".

Gelombang pertama digelar pada Selasa, 24 Oktober 2023 dengan jumlah 557 wisudawan yang terdiri dari PAI 157 Orang, Program TBA  49 Orang, Program Matematika 144 Orang, Program PIAUD  sebanyak 44 Orang dan Program TBI  sebanyak 166 Orang.

Rektor IAIN Cirebon, Prof H Aan Jaelani MAg mengungkapkan, kampus setempat saat ini sedang berproses untuk transformasi kelembagaan menjadi Cyber Islamic University (CIU).

Fakta ini, kata Prof Aan, tentunya tidak lepas dari program prioritas dan inovasi pendidikan tinggi yang menjadi kebijakan Menteri Agama RI, K.H. Yaqut Qolil Qaumas, dengan menghadirkan layanan pendidikan untuk semua.

Prof Aan juga menyatakan, bahwa perguruan tinggi sekarang ini berkompetisi untuk melakukan transformasi digital secara menyeluruh agar makin tangguh bersaing di kancah global. 

Digitalisasi itu akan lebih efektif jika para pemimpin kampus juga memiliki literasi digital yang mumpuni. Digitalisasi saat ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena merupakan kehendak zaman.

Dengan digitalisasi juga melahirkan banyak kemudahan, seperti terhadap layanan kepada mahasiswa, dosen dan publik. 

Menurutnya, Transfornasi harus dimulai dari para pemimpin kampus yang terliterasi digital. "Ini memang butuh proses. Tapi transformasi ini harus
dilakukan karena akan lebih siap bersaing di kancah internasional," terangnya. 

Selain itu, digitalisasi akan membuat layanan menjadi hemat anggaran. Bahkan ke depan layanan akan semakin murah karena terbangun ekosistem yang saling terintegrasi.

"Layanan di kampus harus benar-benar dibuat yang terintegrasi, jaringan internet yang handal dan cepat untuk memenuhi seluruh layanan," katanya.

Dijelaskan Prof Aan, Tren Global Pendidikan Tinggi itu ditandai dengan 4 hal, Pertama, PT untuk ekonomi berbasis pengetahuan, menuju PT universal; Kedua kunci kompetisi tanpa batas, mobilisasi dosen dan mahasiswa;
Ketiga, Tren kurikulum: dampak digital pada lanskap lapangan kerja, competency-based
education untuk memperkecil skills gap: dan Keempat pengaruh teknologi, berupa
modalitas baru pembelajaran online, hybrid, in-person, dan jejaring global.

Karena itu, kata Prof Aan, Tren PT: Belajar dari mana saja, kapan saja,  terjangkau dan inklusif, tidak ada monopoli layanan PT, pembelajaran aktif, butuh keterampilan relevan, mengedepankan practicality' (kebekerjaan pasca lulus). 

"Ini semua menjadi bahan pertimbangan utama bagi kebijakan dan program untuk transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon," ucapnya.

Demikian juga IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat ini dalam proses transformasi kelembagaan
menjadi Cyber Islamic University (CIU) atau universitas digital sesuai KMA RI No. 860 Tahun 2022 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan klam Berbasis Siber dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 1175 Tahun 2021 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project PTKI Berbasis Siber (Digital University).

Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) Program Pendidikan berbasis siber sebagai
frontier advokasi Gerakan Open Islamic
Education Resources (OIER) Proses belajar mengajar berbasis Digital Multimedia University (DMU) dalam
mengembangkan PTKI sebagai knowledge creation 3 transmission PJJ berbasis teknologi atau universitas siber
yang networked, digital,

Kebijakan ini dan virtual KMARI No. 860 Tahun 2022 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Crebonsebagai Pilot Project Perguruan Tinggi keagamaan islam Berbasis Siber dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No.1175 Tahun 2021 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project PTKI Berbasis Siber (Digital University).

"Pengembangan PTKI berbasis masa depan diperlukan PTKI berbasis siber atau digital universty. Salah satu program prioritas dan inovasi pendidikan tinggi dalam bidang transformasi digital yang menjadi kebijakan Menteri Agama RI, K.H. Yaqut Qolil Qaumas, dengan menghadirkan layanan pendidikan untuk semua," jelasnya. 


Kehadiran Cyber Islamic University ini untuk memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam, terutama untuk merespon kebutuhan di lapangan. Transformasi kelembagaan ini untuk menjawab tantangan global dalam menyiapkan sumber daya manusia dan peningkatan mutu layanan di era industri 4.0 dan era
society 5.0 dengan menghadirkan kemandirian kampus untuk peningkatan mutu layanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sebentar lagi menjadi UIN
Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki visi baru, "Universitas Islam Siber yang Unggul Menuju Universitas Berkelas Dunia untuk Semua Tahun 2030" yang diturunkan dalam misi 4 misi. 

Berikut 4 misi tersebut, pertama  mewujudkan pendidikan masa depan yang menjadikan universitas sebagai
frontier advokasi gerakan OIER (Open Islamic Educational Resources) di dunia dengan tata kelola berbasis siber untuk keberlanjutan mutu dan layanan.

Kedua, Menyelenggarakan program pendidikan jarak jauh (PJJ) dan pendidikan berbasis teknologi university yang networked, digital, dan virtual untuk menghasilkan SDM dan lulusan yang lulusan yang kreatif dan profesional dengan pembelajaran berbasis multimedia digital. 

Ketiga, Meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan pemikiran global untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi, mengembangkan kolaborasi, dan meningkatkan layanan umum yang berkualitas.

Keempat, Mewujudkan pendidikan masa depan dengan tata kelola berbasis siber untuk penyempumaan dan keberlanjutan mutu dan layanan. 

"Saat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terwujud, kami telah mempersiapkan
strategi pencapaiannya dengan melakukan langkah-angkah yang diturunkan menjadi rencana strategis: l) Melakukann inovasi dalam pendidikan futuristik dengan mengembangkan model-model pembelajaran berbasis multimedia digital: 2) Mengembangkan manajemen mutu akademik pada penyelenggaraan pendidikan dengan akases dan layanan luas melalui pendidikan jarak jauh untuk semua; 3) Membangun platform akademik berbasis artificial intelligence dan big data pada pengelolaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; 4) Mengembangkan integrasi ilmu pengetahuan yang diimplementasikan dalam kurikulum dan lembaga yang memperkuat nilai-ni lai moderasi beragama; 5) Menyiapkan program universitas yang terintegrasi dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan profesional dan kompetitif di dunia kerja; dan 6) Meningkatkan kerjasama dengan mitra industri untuk pengembangan kewirausahaan akademik dan pengembanganteknologi
untuk kemandirian mahasiswa dan lulusan," paparnya.

Langkah awal yang dilakukan untuk mewujudkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon adalah transformasi digital. Transformasi digital adalah mentransformasikan proses
organisasi, membangun kompetensi dan model baru melalui teknologi digital secara mendalam dan strategis. Elemen manusia adalah kunci di semua tingkatan, yaitu, proses
baru untuk interaksi manusia-manusia dan manusia-mesin berdasarkan teknologi digital
dengan menggunakan objek digital yang dibuatya.

"Transformasi digital ini tak bisa dilakukan dengan cepat. Meski demikian, saya mendorong seluruh pimpinan kampus, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Juga kampus akan mengiringi dengan inovasi kebijakan yang membumi. Pimpinan kampus harus memiliki leadership skill dalam
berkomunikasi, interpersonal, mentorship dan penguasaan internet of things (loT)," ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FITK melalui Dr Atikah Sya.si, M.PdI, menjelaskan, bahwa wisuda tahun ini dalam rangka menuju Siber university memberikan yang terbaik dan membranding yang terbaik untuk masyarakat luas.

Bahkan untuk lulusannya, pihaknya sebelumnya mengundang Pemda, baik itu dari Kasi PAIS dan Madrasah untuk penyerapan tenaga kerja.

"Alhamdulillah 87 persen alumni kita sudah sesuai dengan pendidikannya, baik itu menjadi guru, kepala sekolah maupun dosen. Dengan demikian, maka harapan pertama maslahat untuk umat dan yang terpenting bisa berbuat untuk masyarakat, terutama di dunia pendidikan atau juga pengusaha sehingga bisa membuka lahan atau lapangan pekerjaan," tandasnya.

Terkini