Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 28 November 2019

Tingkatkan PAD, Pemkot Cirebon Dorong Pengelolaan Pajak Daerah Melalui Sistem Teknologi Informasi


FOKUS CIREBON – Upaya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota CirebonPemerintah Daerah Kota Cirebon mendorong pengelolaan pajak daerah mengembangkan sistem teknologi informasi. 

Demikian diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH yang hadir pada Sosialisasi optimalisasi penerimaan pajak daerah tahun 2019 dan program pemasangan data transaksi di Hotel Prima, Kamis (28/11). 

Azis mengatakan penggunaan teknologi informasi memenuhi tuntutan publik menuju peningkatan akses pelayanan kepada para wajib pajak.
“Dimana wajib pajak semakin mudah melakukan pembayaran dengan pemanfaatan teknologi informasi,” ungkap Azis.

Azis menambahkan penggunaan teknologi informasi salah satunya perekaman data transaksi menggunakan cash resgister dan tapping box.

Selain itu penerapan pembayaran dan pelaporan pajak daerah secara online bagi masyarakat yang akan termonitor secara langsung.


“Hal ini merupakan upaya dan komitmen Pemerintah Daerah Kota Cirebon guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Apalagi di APBD tahun 2019 akan terpasang 123 tapping box dan cash register. Selain ada bantuan dari BJB sebanyak 40 tapping box,” kata Azis.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, MSi mengatakan BKD sedang mencari solusi meningkatkan PAD salah satunya menghapus denda.

Diharapkan para wajib pajak dapat membayar pokok saja sehingga merangsang mereka membayar.
“Hal ini juga untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk membayar,” ujar Agus.

Agus mengatakan saat ini pembayaran wajib pajak sudah mencapai angka 94 persen. Pihaknya akan mengupayakan pembayaran pajak mencapai angka 100 persen. (bam)

Pemkab Kuningan Dukung Program Indonesia Satu Data


FOKUS KUNINGAN - Pemerintah daerah mendukung program pemerintah pusat dalam menggalakan program Indonesia Satu Data. Hal itu disampaikan Wakil Bupati HM Ridho Suganda SH MSi, saat mengikuti rakor bersama Diskominfo dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan di Hotel Horison Kuningan.
Materi yang dibahas pada rakor tersebut menyangkut tentang upaya peningkatan peran dan fungsi institusi statistik dalam Satu Data Indonesia. 
"Melalui rakor ini, diharapkan setiap institusi pemerintahan khususnya di Kabupaten Kuningan dapat memahami dengan jelas peran dan fungsinya dalam Satu Data Indonesia (SDI)," ujar Wabup.
Persoalan data memang menjadi perhatian serius pemerintah saat ini. Dimana ego sektoral instansi sebagai produsen (penyedia) data, perbedaan konsep dan definisi, serta belum adanya kode referensi acuan yang mencakup seluruh kebutuhan data, merupakan sebuah tantangan yang harus segera diselesaikan.
“Data statistik yang akan dibahas ini merupakan syarat mutlak, dimana kita harus memiliki data. Data merupakan sumber yang paling penting sehingga harus dapat diolah dengan standar yang jelas,” kata Wabup Edo sapaan akrab Wakil Bupati Kuningan saat memberikan keterangan persnya, Rabu (27/11).
Menurutnya, ketersediaan data yang akurat memberikan dasar dan arahan dalam merumuskan kegiatan dan program pembangunan. Adanya kegiatan ini, setiap institusi statistik dapat mengerti dan memahami peran dan fungsinya dalam mendukung Satu Data Indonesia.

“Para peserta dalam kegiatan ini juga dapat meningkatkan pemahamannya tentang pengelolaan data dan informasi statistik,” tukasnya.
Dijelaskan, bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan sejumlah rangka menyiapkan program Satu Data Indonesia, sesuai dengan UU nomor 16 Tahun 1997 kemudian diperkuat melalui Perpres nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Hal itu merupakan kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggung-jawabkan. (Pai)

Mahapeka IAIN Cirebon Luncurkan Program 1000 Donor Darah Gratis


FOKUS CIREBON - Kegiatan kemanusiaan yang diusung Mahasiwa Pencinta Kelestarian Alam (Mahapeka) IAIN Cirebon, diluncurkan melalui program 1000 donor darah gratis, Kamis (28/11/2019), bertempat di kampus IAIN SNJ Cirebon.

Ahmad Rifai, Ketua Umum UKM Mahapeka menjelaskan, jika kegiatan donor darah ini merupakan rangkaian dari Lustrum Mahapeka. Dari kegiatan ini, targetnya 1000 pendonor dengan sasaran peserta yakni civitas akademika kampus, mahasiswa dan komunitas-komunitas yang ada, termasuk masyarakat umum.


"Targetnya seribu pendonor dan sasarannya bersifat umum. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian antar sesama dan kegiatan ini tanpa dipungut biaya apapun (gratis)," jelasnya kepada fokuscirebon.com.

Sementara harapan dari kegiatan ini, kata Arif, UKM Mahapeka dan lainnya bisa lebih mempelopori kegiatan yang bersifat sosial di kampus, khususnya para mahasiswa.


"Kegiatan ini adalah hanya gambaran kecil untuk pembelajaran saat kita nanti terjun langsung ke masyarakat. Dan alhamdulillah respon para peserta termasuk masyarakat terhadap kegiatan donor darah ini sangat baik dan positif," terangnya. (din)

Korpri Kabupaten Kuningan Hadirkan Kesejukan Iman Melalui Maulid Nabi SAW


FOKUS KUNINGAN - Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-48, Korpri Kabupaten Kuningan menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2019 di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Selasa (26/11/2019).
Maulid Nabi yang digelar korpri mengusung tema Meraih Cinta Rasulullah Dalam Balutan Ridho Illahirabbi Menuju Kuningan Maju,  menghadirkan ustad Subkhi Albuhori sebagai penceramah dan penyanyi Adhila.
Dalam kesempatan yang sama  Korpri Kabupaten Kuningan memberikan bantuan Bibit, traktor roda dua, bantuan terhadap wirausahawan baru kepada desa pinunjul, dan penyerahan hadiah perlombaan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kabupaten Kuningan H. Acep Purnama SH., MH, Wakil Bupati H. M. Ridho Suganda SH., M.Si, Sekretaris Daerah Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar M.Si, Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.
Menurut Dr. Dian selaku Ketua DP Korpri Kabupaten Kuningan mengatakan bahwa keberadaan korpri sebagai organisasi dinamis memberikan ruang bagi kita untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan dukungan maksimal bagi gerak pembangunan di Kabupaten Kuningan.

“sesuai dengan tuntutan zaman profil ASN harus bias mewujudkan aparatur yang professional, netral, dan kompeten.” ujarnya
Sementara itu H. Acep purnama memberikan apresiasi kepada Korpri telah menggelar acara tersebut dan juga kepada yang hadir dalam meramaikan Maulid Nabi ini yang jumlahnya begitu banyak. Menurutnya hal ini menjadi indikasi yang bagus terhadap kesadaran masing-masing untuk membekali diri dengan pengetahuan agama.
“Peringatan maulid ini sangat penting artinya untuk merajut tali silaturahmi yang lebih kuat, dan menanamkan rasa kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang sepatuhnya menjadi teladan dalam menjalankan kehidupan” ucap bupati Kuningan. (kun)

Rabu, 27 November 2019

Wakil Menteri Agama RI Kunjungi IAIN Cirebon Bedah Materi Industri Halal Dan Inovasi Perguruan Tinggi


FOKUS CIREBON - Wakil Menteri Agama (Wamena) RI, KH Zainut Tauhid Sa'adi, Rabu, (27/11/2019), berkunjung ke kampus IAIN SNJ Cirebon dalam rangka pembinaan pegawai. Tak hanya itu, Wamena RI juga membahas terkait  industri halal, enterpreneurship dan inovasi Perguruan Tinggi, di lantai III, ruang Rektorat IAIN SNJ Cirebon. 

Dalam kegiatan tersebut, Zainut Tauhid Sa'adi juga membedah Undang-Undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam membuka penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) serta Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk memeriksa produk-produk yang dijual atau dimakan.

Terkait ini, kata Wamena RI, maka  lembaga keuangan umat islam menjadi strategis dan harus diberdayakan. Selain itu juga potensi-potensi keuangan lainnya, seperti zakat, wakaf dan lainnya termasuk potensi Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi.


"Inilah penguatan SDM Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0 dalam membangun generasi bangsa yang kreatif, inovatif dan religius," katanya.

Sementara Rektor IAIN SNJ Cirebon, DR H Sumanta Hasyim MAg mengaku, jika pihak perguruan tinggi sudah bekerjasama dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Termasuk dalam pembahasan kurikulum yang menyesuaikan perkembangan dan perubahan zaman.

Sementara menyinggung soal LPH, kata Rektor, di dalam UU No 33 tahun 2014, Pasal 12 ayat (1)  yakni pemerintah atau masyarakat dapat mendirikan LPH, maka IAIN SNJ Cirebon sudah mendirikan LPH tersebut.



"Di IAIN SNJ Cirebon ada tiga orang yang sudah lolos sebagai auditor, dan LPH PTKIN dalam hal ini IAIN SNJ Cirebon, sudah bisa melakukan audit terhadap produk halal dan sudah bekerjsama dengan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon dan daeeah lainnya. Dan inilah peran IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam penguatan ekonomi lokal dan pengembangan industri halal di wilayah Cirebon," kata Sumanta Hasyim kepada fokus cirebon.

Sementara itu, pada kegiatan pembinaan pegawai yang membahas soal produk halal ini, juga dihadiri oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Rohlandy, para Kepala Kemenag di wilayah III Cirebon, dan para pegawai serta dosen di lingkungan IAIN SNJ Cirebon. (din)


Selasa, 26 November 2019

Upaya Menambah UMKM Di Kota Cirebon, Perizinan Akan Dipermudah


FOKUS CIREBON - Perizinan UMKM akan dipermudah. Dengan menetapkan diri sebagai daerah pariwisata, keberadaan UMKM di Kota Cirebon diyakini akan semakin bertambah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri dan memberikan sambutan motivasi kepada pelaku UMKM Kota Cirebon dalam Kegiatan Business Development Services (BDS) dengan tema “Digital Marketing untuk UMKM di Era Revolusi Industri 4.0’", Selasa, 26 November 2019.

“Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk membina UMKM yang ada di Kota Cirebon,” papar  Eti.

Terlebih, Kota Cirebon memiliki jumlah UMKM yang cukup besar, bahkan mencapai seribu. “Potensi ini yang harus terus dibina,” ungkap Eti. 

Khususnya memperkenalkan pelaku UMKM terhadap kemajuan teknologi saat ini. Sehingga mereka tidak lagi berjualan secara tradisional, namun bisa secara online dengan memanfaatkan digitalisasi teknologi saat ini. 

Karena itu, Eti menyambut baik upaya dari berbagai pihak, termasuk dari KPP Pratama Cirebon yang memberikan pembinaan dan pelatihan kepada UMKM yang ada di Kota Cirebon.


Sebagai salah satu bentuk pembinaan juga, Eti berjanji jika Pemda Kota Cirebon selalu berupaya untuk mempermudah perizinan kepada pelaku UMKM di Kota Cirebon. 

“Karena UMKM ini justru sebagai pendorong perekonomian di Kota Cirebon,” urainya. 

Eti juga meminta kepada pelaku UMKM untuk segera menghubungi dirinya jika memang terhalang dengan proses perizinan.

Kota Cirebon, lanjut Eti, juga telah menetapkan diri sebagai kota pariwisata. Ini berarti peluang terbuka lebar bagi pelaku UMKM di Kota Cirebon untuk melebarkan bisnis penjualannya. “Karena pariwisata itu memiliki multiplyer effect,” tegas Eti. 

Berbagai sektor UMKM bisa tumbuh pesat, baik kuliner, oleh-oleh dan lainnya. “Kita manfaatkan peluang ini,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala KPP Pratama Cirebon Dua, Erwin Priambodo, menjelaskan jika kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama. 

“Tujuan pertama tentu agar pelaku UMKM di Kota Cirebon bisa mengikuti perkembangan zaman,” kata Erwin.


Dengan begitu, mereka bisa menjual produksi yang dihasilkan secara online, tidak lagi secara tradisional. Karena penjualan secara online bisa menembus ruang dan waktu tidak dihalangi lagi oleh tembok-tembok bangunan. 

Sedangkan tujuan keduanya yaitu, peningkatan UMKM otomatis akan meningkatkan perolehan pajak. Karenanya pelaku UMKM juga diminta untuk membuat NPWP untuk pembayaran pajak mereka.

 “Pajak itu nantinya juga akan kembali lagi kepada mereka,” tandasnya, yaitu berupa pembangunan infrastruktur di berbagai bidang yang bisa menunjang bisnis dan pelayanan terhadap UMKM. (bam)

Woww.. !! Tim 'SMP' Perwakilan Mahasiswa IAIN Cirebon Kunjungi Tiga Negara


FOKUS CIREBON, SINGAPURA - Upaya menjalin kerjasama Perguruan Tinggi Internasional, tim Student Mobility Program (SMP) perwakilan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, berkunjung ke tiga negara di kawasan asia. Salah satu negara yang dikunjungi di antaranya Singapura, Selasa (26/11/2019).

Tujuan dari program ini, untuk menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi International, sebagai bahan persiapan bagi PTKIN yang akan 'go' international. Selain itu, juga untuk memperlajari tentang tatalaksana Perguruan Tinggi Negara, tujuannya adalah sebagai supporting system bagi pengembangan IAIN menjadi UIN ataupun UIN menjadi international kampus.

Tidak hanya itu, tujuan dengan adanya program ini juga untuk mempersiapkan pembukaan kelas international di IAIN.

Terkait dengan program tersebut, tim 'SMP' juga bertandang ke Singapura. Kunjungan ini bertujuan untuk menghadiri pengajian tinggi Al Zuhry dalam rangka Student Mobility Program (SMP) Kementrian Agama 2019 yang di pimpin langsung oleh KASUBDIT. 

Lalu siapa di antara tim 'SMP' tersebut ?, Mereka di antaranya adalah Wahit Hasyim, M.Hum (pendamping), Nasrullah, M.Pd.I (pendamping), Cicik Zakiyaturrosidah (Ketua Senat Mahasiswa), Deri Pramestio (Ketua Dewan Mahasiswa).

Kemudian juga Rizka Fahma Sabila Haque (Jurusan Tadris Bahasa Inggris), Meta Nurosmifa (Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir), Sarpras dan Kemahasiswaan. Tim SMP disambut oleh direktur Al Zuhry, Mohammed Yasin Rozali. 

Pada kunjungan ini, Al Zuhri terbuka untuk bekerjasama dalam penguatan kapasitas akademik dan kepemimpinan. Presentasi tentang strategi pendidikan di Singapura cukup menarik, dan program tersebut dilaksanakan sekama 7 hari, yakni pada 24-30 November 2019. 

Menurut Direktur Az-Zuhri, bahwa dari 5.6 juta penduduk Singapura hanya 15% dari mereka yang beragama Islam. Meskipun minoritas, namun penganut yang lain tetap menghormati orang muslim di Singapura. 

Komunitas Muslim di Singapura memiliki lembaga administasi sendiri yakni Administration of Muslim Low Act (AMLA),1996, dan sama seperti Indonesia yang memiliki MUI (Majelis Ulama Indonesia), Singapura juga memiliki Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS) 1968.


Institut Pengajian Tinggi Al Zuhri sendiri terhubung dengan Institusi dan mengunjungi beberapa perguruan tinggi di bebrapa negara. 

Sementara itu, tim 'SMP' ini sendiri akan berkunjung ke 3 negara di kawasan asia, yakni  Institute Higher For Education Al Zuhri Singapura, Universitaas Slangor Malaysia, International Islamic University Malaysia (IIUM) Malaysia dan Fatani University Thailand. (din)

Warga Korban Kebakaran Di Muara Angke Mendapat Bantuan dan Kunjungan Kapolsek Sunda Kelapa


FOKUS JAKARTA -- Selain tugas, rasa kepedulian juga ditunjukkan Kapolsek. Bersamaan dengan  kegiatan Patroli, Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni S.H. M.H pun memberikan bantuan dan kunjungan kepada warga korban kebakaran di Muara Angke, Senin (25/11/2019).

megunjungi dan memberi bantuan kepada korban kebakaran, Senin (25/11), bertempat di Blok Empang gang 1, Muara Angke.

Dalam kunjungan tersebut, Kompol Armayni SH. MH, didampingi Kanit Bianmas Iptu Agus saat ke lokasi pasca bencana kebakaran di Blok Empang, RT.009/022, Pelabuhan Angke.

Bantuan berupa peralatan mandi ini lantaran permintaran langsung para korban yang memang membutuhkannya. "Kami berbincang-bincang dengan para korban, dan saat ditanyakan mereka sudah makan belum?. Mereka menjawab sudah, lalu ada yang ngomong kami butuh perlengkapan mandi bu, berupa sabun, sampo, odol dan sikat," kata Armayni. 

Mendengar itu, Armayni usai berdialog langsung ke Pasar Muara Angke, untuk membeli perlengkapan mandi yang dimintai warga korban bencara kebakaran tersebut.

"Sejumlah barang yang dibuutuhkan para korban, langsung saya berikan satu-satu kepada warga Muara Angke sesuai sejumlah jiwa yang ada," terangnya. (dade)

LPPM IAIN Cirebon Undang 120 Aktivis, Bedah Peran Perempuan Menuju Penguatan SDGs


FOKUS CIREBON - Peran perempuan dalam keterlibatannya diberbagai aspek kehidupan dan pembangunan, kian menarik untuk didiskusikan dalam sebuah seminar. 

Hal itu yang dilakukan oleh Pusat Studi Gender dan Anak, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan menggelar kegiatan seminar sehari tentang penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, Selasa (26/11/2019) di kampus IAIN Cirebon.

Dalam seminar ini, sejumlah narasumber diundang, bahkan 120 aktivis perempuan dari berbagai latar belakang organisasi dan LPM dari sejumlah perguruan tinggi juga dihadirkan dalam seminar tersebut.

Dr H A Yani MAg, Ketua LPPM IAIN  SNJ Cirebon menjelaskan, bahwa narasumber yang diundang pada seminar sehari ini adalah betul-betul berkompeten, yakni H Sukandar dari UIN Walisongo Semarang, dia adalah alumni filosofi dokter khusus tentang momen studi, lulusan dari Australia. 

Kemudian narasumber yang kedua adalah Doktor Erlin Herliana, dia adalah Ketua Ikatan Istri dokter Kabupaten Cirebon dan praktisi psikologis, juga Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Cirebon.

Sedangkan para pesertanya, lanjut  Yani, kita undang sejumlah organisasi dan aktivis perempuan,  perwakilan lain seperti Mawar Balkis, Fahmina, Fatayat NU, Aisyiyah, kemudian juga dari Al Washliyah serta utusan-utusan dari LPM Untag, UMC dan lainnya, serta 120 aktivis perempuan dan perwakilan dari dosen.

Dijelaskan, target kegiatan ini adalah bagaimana ada penguatan peran perempuan, terutama dalam mengisi pembangunan berkelanjutan di Indonesia yang dikenal dengan sebutan
Sustainable Development Goals (SDGs).

SDGs sendiri merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Salah satu bidang tujuan dari SDGs ini adalah kesetaraan gender.

Sedangkan tujuan pembangunan berkelanjutan, kata Yani, bagaimana peran perempuan d baik di ranah domestik keluarga maupun publik harus kuat, terutama untuk mengisi pembangunan berkelanjutan tersebut.

"Ya, tagert kegiatan seminar ini adalah bagaimana peran perempuan, baik di wilayah domestik keluarga maupun perempuan di masyarakat itu lebih nampak dan sesuai dengan kebutuhan situasi saat ini," paparnya. (din)

Presiden Jokowi Tengah Fokus Selesaikan Satu Persatu Pekerjaan Besar Indonesia


FOKUS NASIONAL, (Korea Selatan) – Pemerintah tengah berfokus untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan besar di Indonesia. Setelah berfokus pada pembangunan infrastruktur pada lima tahun ke belakang, kini pemerintah akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia pada lima tahun berikutnya.
Saat bertemu dengan para ilmuwan dan peneliti dari Indonesia yang berada di Korea Selatan, Presiden Joko Widodo menjelaskan, pemerintah juga mulai menata soal riset dan inovasi. Diharapkan, setelah pembangunan SDM, pemerintah akan mulai berfokus pada pengembangan riset dan inovasi secara besar-besaran.
“Saya kira negara kita memang terlalu banyak barang-barang yang bisa diubah dari yang dulunya diekspor barang mentah, menjadi barang-barang jadi atau setengah jadi. Itu strategi bisnis negara jadi ada added value, ada nilai tambah yang bermanfaat bagi rakyat. Dan kita harus optimis bahwa itu bisa kita kerjakan dengan baik,” katanya.
Pertemuan dengan para peneliti dan ilmuwan muda ini, kata Kepala Negara, mendorong semangat untuk meyakini bahwa apa yang diprediksi sejumlah lembaga internasional akan terwujud, yakni Indonesia emas 2045. Pada saat itu, Indonesia disebut akan menjadi empat besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita mencapai USD23.000-29.000 per tahun.
“Kalau sekarang UMK kita baru Rp2-3 juta, nantinya sudah berada pada Rp27 juta per bulan. Lompatan yang sangat besar sekali dan itu akan terjadi kalau step-step besar, pekerjaan-pekerjaan besar di negara kita ini kita lalui dengan tahapan-tahapan yang benar, tanpa terganggu oleh misalnya turbulensi politik. Jangan sampai. Kalau stabilitas politik dan keamanan itu ada seperti ini terus, insyaallah hitung-hitungan itu tidak akan meleset,” ujarnya.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut, antara lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Senin, 25 November 2019

Firman, Mahasiswa FUAD IAIN SNJ Cirebon Sabet Juara 1 Kaligrafi Arab


FOKUS CIREBON - Mahasiswa IAIN SNJ Cirebon, kembali menorehkan prestasi yang gemilang. Kali ini prestasi didulang dari lomba lukis kaligrafi yang digagas PBNU bekerjasama Keraton Kasepuhan, pada acara festival tajug 2019, Sabtu (23/11/2019). 

Dia adalah Firman Abdul Kholik, mahasiswa semester III, jurusan Sejarah Peradaban Islam, FUAD IAIN SNJ Cirebon.
Kemenangan Firman, memang tak diduga, tetapi dari 30 peserta, Firman merupakan satu peserta yang gigih dan tak gampang menyerah. Sekalipun lawan-lawannya mayoritas memiliki basic dalam melukis.

Namun melalui kemampuan yang dimiliknya, Firman mampu membuktikan jika dirinya yang terbaik dalam pembuatan kaligrafi lukisan arab.
“Ini lomba umum, pesertanya datang dari Ciayumajakuning. Memang awalnya sih agak canggung, sebab lawan kebanyakan ikut sekolah lukis. Tapi saya yakin, dan alhamdulillah bisa keluar sebagai juara,"  kata Firman, Minggu, (24/11/2019).
Dijelaskan, dalam lomba tersebut dirinya membuat kaligrafi surat Yunus ayat 62 dengan tema budaya dan naskah. Dalam membuat karyanya tersebut, dirinya hanya membutuhkan waktu 6 jam, yaitu dari jam 9 pagi sampai 3 sore.
Firman mengaku, dalam lomba ini tidak ada persiapan khusus. Dirinya hanya mempersiapkan cat minyak saat malam sebelum lomba.

"Kesulitan saat membuat kaligrafinya yaitu dari peralatan yang seadanya," kata Firman.
Kendati begitu, Firman bersyukur karena dirinya bisa mengharumkan nama almamaternya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan meraih juara 1 dalam lomba ini. (din)

Walikota Meminta Lurah Dan Camat Sosialisasikan Sensus Penduduk Tahun 2020


FOKUS CIREBON – Wali Kota meminta kepada lurah dan camat untuk sosialisasikan sensus penduduk 2020. Sehingga masyarakat bisa menunggu petugas datang dan data yang diberikan valid.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Evaluasi Wilkerstat dan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 (SP2020) dan Dukungan Deklarasi 2020 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Senin, 25 November 2019. “Kami tentu menyatakan dukungan untuk suksesnya pelaksanaan sensus penduduk 2020 mendatang,” ungkap Azis. Bahkan Azis memerintahkan kepada lurah dan camat yang ada di Kota Cirebon untuk melakukan sosialisasi adanya sensus penduduk yang akan dilakukan BPS di Kota Cirebon pada 2020 mendatang. 

ialisasi yang baik dan menyeluruh, diharapkan masyarakat mengetahui adanya sensus tersebut. “Sehingga mereka bisa menunggu dengan mempersiapkan data kependudukan yang benar,” ungkap Azis. jika data yang diberikan benar, maka data tersebut bisa digunakan untuk mengambil keputusan bagi penyelenggara pemerintahan. “Jika data yang diberikan valid, maka pengambilan keputusan juga tidak salah. Karena didasarkan pada data yang benar dan valid,” tegas Azis.

Selain meminta kepada lurah dan camat di Kota Cirebon untuk melakukan sosialisasi, Azis juga meminta kepada pelaksana pengambilan data di lapangan untuk bekerja dengan sebenar-benarnya. 

“Pelaksana di lapangan hendaknya memiliki rasa tanggung jawab dan bisa menilai apakah data yang diberikan bohong atau tidak. Sehingga bisa digali kebenarannya,” ungkap Azis.

Pada kesempatan yang sama, Azis juga meminta adanya koordinasi antara BPS dan sejumlah instansi yang melakukan pendataan di Kota Cirebon. “indikator-indikatornya disamakan dengan BPS, sehingga nantinya kita memiliki data yang valid tentang kependudukan di Kota Cirebon,” ungkap Azis. Termasuk data mengenai angka kemiskinan, tingkat pendidikan dan lainnya. Semua data tersebut akan sangat berguna untuk pengambilan keputusan dan kebijakan oleh pemerintah daerah Kota Cirebon.

tara itu Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri, menjelaskan pada sensus 2020 akan digunakan data milik Disdukcapil Kota Cirebon sebagai data awal. Sehingga perbedaan data yang selama ini terjadi antara BPS dan Disdukcapil akan bisa dijelaskan karena faktor apa. “SP 2020 untuk pertama kalinya akan didahului dengan sensus mandiri secara online,” ungkap Joni. Masyarakat yang tidak lakukan sensus online akan didatangi petugas sensus pada Juli 2020 untuk wawancara secara langsung.

Minggu, 24 November 2019

Dr H Sumanta Hasyim MAg : Pesantren Harus Meneguhkan Nilai Dasar Dan Meresepon 4.0


FOKUS CIREBON - Sebagai pemakalah di forum diskusi, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg rupanya lebih  memilih judul "Peluang Pesantren di Era Milineal". Judul ini sebagai pemikiran dan pandangan Dr H Sumanta yang ingin merespon kemajuan pendidikan pesantren pasca disahkannya UU Pesantren No 18 Tahun 2019.

Makalah yang dibedah dan menjadi topik diskusi yang digagas Focused Group Discussion (FGD) dengan tema "Tantangan dan Peluang Pendidikan Pesantren dan Urgensinya dalam UU Pesantren No 18 Tahun 2019" ini, diharapkan menjadi pemikiran bersama dalam kemajuan pendidikan pesantren.

Tetapi Sumanta meminta, pesantren tetap mempertahankan nilai-nilai dasar pesantrennya serta mampu merespon perubahan zaman, yakni revolusi industri 4.0. "Ya, pesantren tak kalah dengan era milineal atau for point zerro, sehingga peluang pendidikan  pesantren semakin luas dan maju," katanya dihadapan para peserta FGD, Minggu, (24/11/2019), di Buntet Pesantren.

Menurut Sumanta, pesantren yang mengakar di masyarakat dengan kekhasannya telah berkontribusi penting dalam mewujudkan Islam yang rahmatan lil’alamin.


Pesantren juga melahirkan banyak insan-insan beriman yang berkarakter, cinta tanah air dan berkemajuan. Bahkan pesantren terbukti memiliki peran nyata, baik dalam pergerakan dan perjuangan meraih kemerdekaan maupun pembangunan nasional dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesantren juga memiliki kekhasan yang telah mengakar serta hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dalam menjalankan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Untuk itu, Sumanta melihat ada dua hal penting di pendidikan pesantren. Pertama, pesantren harus meneguhkan nilai-nilai dasar pesantren, seperti kemandirian, keihklasan, kebersamaan, tawadhu dan lainnya. Itu adalah nilai dasar yang harus dikembangkan pesantren.


Kemudian yang kedua adalah pesantren harus melihat dan merespon perubahan zaman. "Jadi 4.0 itu harus direspon oleh para santri, oleh kalangan pesantren, tentu saja dengan karya-karya, kerja-kerja serta berinovasi dalam bidang pendidikan, dalam strategi pembelajaran, dalam sistem manajemen pesantren, seperti pendaftaran pesantren sudah pakai online dan sebagainya," ujar Sumanta.

Ini artinya, kata Sumanta, pesantren sudah merespon dan mengikuti perkembangan zaman. "Dan ini adalah dua hal yang saya lihat sebagai pilar pesantren dan bisa kembali meneguhkan nilai-nilai dasar pesantren, sehingga tidak tidak mengalami destrupsi," tandas Rektor IAIN Cirebon dua periode ini. (din)

PT PLN UIP Muara Karang Tanam 5000 Bibit Mangrove Bersama Masyarakat Muara Angke


FOKUS JAKARTA --  PJB UP Muara Karang tanam 5000 bibit Mangrove bersama warga di kawasan hutan Mangrove Ecomarine Muara Angke, Sabtu (23/11/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut General Manager PT. PLN UIP JBB, Budi Ari Wibowo, General Manager PT. PJB, M. Yossy Noval A diwakilkan oleh Manager Operasi PJB, Sarita, Manager Pemeliharaan PJB, Ahmad Jalaludin, Manager Keuangan dan Administrasi PJB, Kasnadi, Manager Logistik PJB, Satrio. 

Selain itu, hadir juga Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni S.H, M.H, Wakil Kepala Polsek Penjaringan Kompol Ketut Manika, Wakil Kepala Polsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa AKP William Nitalessy S.Sos, M.A, Sesko Walikota, Desi Putra, Camat Penjaringan Andri, Lurah Pluit Rosiwan, Kasie Fasilitas UPPP Muara Angke, H.Hasan Samsudin.

Tampak pula Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), H. Yan Sasmita, serta Komunitas Mangrove Muara Angke, M. Said, dan para siswa SDN 03 juga masyarakat sebanyak 150 orang.

General Manager PT PLN UIP JBB, Budi Ari Wibowo menyatakan, rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang turut mendukung kegiatan PT PLN dalam penanaman 5000 bibit pohon mangrove.

"Semoga kedepannya PT PLN bisa terus melaksanakan kegiatan menanam bibit pohon Mangrove serta kegiatan lainnya," ujar Budi Ari Wibowo.

Demikian juga ungkapan Sesko Walikota yang menyatakan rasa terimakasihnya kepada PT PLN serta masyarakat yang mau melestarikan alam kita dan Pemerintah selalu mendukung kegiatan seperti ini kegiatan yang positive yang bermanfaat untuk anak cucu kita.

Sementara itu, Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni SH, MH, mengatakan dengan diadakannya penanaman 5000 bibit Mangrove bersama masyarakat Muara Angke yang dilaksanakan oleh PJB UP Muara Karang adalah karena ingin melestarikan alam di wilayah Jakarta Utara khususnya di wilayah Pelabuhan Muara Angke.

"Tentu dengan kegiatan ini, semua pihak  termasuk pemerintah mendukung kegiatan positif tersebut," terang Kapoksek. (dade)

Sabtu, 23 November 2019

Rektor IAIN SNJ Cirebon : "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin" Merupakan Ruh Perguruan Tinggi Islam


FOKUS CIREBON - Keberadaan Perguruan Tinggi Islam, yakni IAIN Syekh Nurjati Cirebon sejak awal berdiri sudah berkomitmen untuk membangun masyarakat islam madani, yaitu masyarakat yang cinta tajug (ibadah), cinta ilmu dan memperhatikan fakir miskin. Karena itu, tema tajug lan fakir miskin sudah merupakan ruh dari perguruan tinggi islam.

Demikian disampaikan Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim, MAg sebelum membuka kegiatan Seminar Halaqoh Kemasjidan, yakni "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin, dengan tema "Masjid Sebagai Benteng Ketahanan NKRI" hasil kerjasama PBNU bersama IAIN Cirebon dan Kesultanan Kasepuhan Cirebon, Sabtu (23/11/2019) di Lantai 3, Kampus Pascasarja IAIN SNJ Cirebon.

Dalam sambutannya, Sumanta menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada panitia atas terselenggaranya seminar halaqah kemasjidan yang merupakan gagasan PBNU, Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan IAIN SNJ Cirebon.


Tajug kata Sumanta, bukan saja memiliki makna sempit hanya sebagai tempat beribadah, tetapi lebih dari itu memiliki makna yang sangat luas.

Tajug ini, ungkap Sumanta, sesungguhnya memiliki misi menangkal Islam radikal atau trans-nasional, yang bertolak belakang dengan Pancasila yang menghargai keberagaman. Dan masyarakat masjid merupakan embrio basis dakwah Islam yang ramah, yang dibawakan oleh wali songo.

Hanya saja, lanjut Sumanta, fungsi  tajug atau masjid saat ini sudah semakin duniawi. Identitas kemasjidan yang dititipkan para wali, sepertinya sudah semakin jauh, masjid sekarang malah hanya menjadi simbol belaka bahkan menjadi tempat perseteruan akibat gesekan politik dan lain sebagainya.

Lalu apa realisasi dari perguruan tinggi islam terhadap titipan sunan gunung djati ini, selain memakmurkan masjid, IAIN SNJ Cirebon juga memperhatikan fakir miskin, yakni melalui program pemberian beasiswa bidik misi, beasiswa keagamaan maupun beasiswa lainnya.


Jika mahasiswa tersebut IPK nya rendah, pihak kampus dalam hal ini IAIN Cirebon masih memperhatikan kalangan mahasiswa yang fakir miskin yakni melalui program UKT, yakni mahasiswa hanya cukup membayar SPP saja sebesar Rp 400.000/semeseter dan tanpa ada biaya lainnya.

"Inilah komitmen kami, dan dari angka beasiswa tahun ini, anggaran yang disiapkan itu kurang lebih mencapai Rp 6,5 miliar. Jadi IAIN SNJ Cirebon sudah melaksanakan titipan para wali tersebut dengan program-program yang digulirkan," jelasnya disambut riuh tepuk tangan peserta seminar halaqoh.

Sementara itu, kegiatan seminar halaqoh ini, mengundang sejumlah narasumber terkenal yakni KH Abdul Manan, Wakil Ketua PBNU bidang dakwah serta KH Buya Syakur. (din)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Raih Predikat Provinsi Informatif


FOKUS JABAR - Hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan Informasi badan publik yang dilakukan Komisi Informasi Pusat (KIP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih predikat provinsi informatif.

Wakil Presiden, Ma’ruf Amin pun memberikan penghargaan kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam "Anugerah Keterbukaan Informasi Publik" Tahun 2019 di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, pada Kamis, 21 November 2019.
Dalam ucapan rasa syukurnya, Ridwan mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa Pemda Provinsi Jabar berkomitmen memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan.
Dijelaskan, Provinsi Jawa Barat mendapatkan penghargaan dari Komisi Informasi Pusat (KIP) sebagai Provinsi yang informatif. Kategorinya ada informatif, menuju informatif. Kemudian, berkomitmen, cukup informatif, dan kurang informatif.
“Kita mendapatkan yang tertinggi, menandakan komitmen kita dalam memberikan informasi kepada masyarakat itu sudah maksimal sesuai dengan perundang-undangan,” ujar Emil melanjutkan.
Prestasi tersebut, kata Emil, akan dipertahankan atau bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun selanjutnya. Terlebih, di era digital, transparansi dan kemudahan akses masyarakat terhadap sebuah informasi harus menjadi atensi. (JP)

Pesan Wali Menjadi Tema Festival Tajug 2019

FOKUS JABAR - "Ingsun titip tajug lan fakir miskin" adalah kalimat sarat makna yang diucapkan Syekh Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa khususnya Cirebon.
Kini, pesan sang wali itulah yang menjadi tema Festival Tajug dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2019 yang digelar di Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon.
Festival Tajug resmi dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin pada Jumat (22/11/19). Turut mendampingi Wapres adalah Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.
Gubernur yang akrab disapa Emil itu mengatakan, Jabar telah menerapkan pesan Sunan Gunung Jati untuk memakmurkan masjid dalam bentuk program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat yakni Kredit Mesra, One Pesantren One Product (OPOP), serta English for Ulama.
Kredit Mesra contohnya. Sejak diluncurkan November 2018, tercatat sudah belasan ribu warga fakir miskin yang mendapatkan fasilitas kredit usaha tanpa bunga dan agunan melalui masjid. 
Selain itu, OPOP mampu membuat 1.100 pesantren di Jabar sukses dan mandiri melalui pemberian modal dan pelatihan usaha. Adapun lewat English for Ulama, lima ulama muda Jabar, salah satunya dari Cirebon, dikirim ke Inggris untuk menyebarkan tentang Islam yang damai.
“Kami selama 12 bulan ini sudah menerjemahkan nasihat dari Sunan Gunung Jati. Alhamdulillah ada 18.000 lebih fakir miskin sekarang bebas rentenir berkat rajin ke tajug dan mendapatkan pertolongan dari pemerintah,” ujar Emil dalam sambutannya.
“Inilah dakwah kami melalui kekuasaan di Jabar. Mudah-mudahan Bapak Wakil Presiden bisa berkenan menyukseskan Festival Tajug ini sebagai cikal bakal lahirnya peradaban baru Islam yang berjaya melalui kekompakan di antara kita semua,” tambahnya.
Wapres RI Ma’ruf Amin sementara itu sangat mengapresiasi gelaran Festival Tajug karena dinilai merupakan salah satu langkah strategis mengembangkan Islam melalui pembangunan masjid.
Tak hanya itu, Wapres mengimbau agar pesan Sunan Gunung Jati juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran menjaga masjid agar tidak digunakan sebagai tempat menyebarkan ajaran-ajaran menyimpang atau berita yang mengandung kebencian.
Adapun menurut Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, tema 'Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin' dalam Festival Tajug tahun ini memiliki makna mendalam tentang ajakan menjaga negara dan agama.
“Memang inilah tugas kita, yaitu menjaga negara dan menjaga agama. Menjaga negara yakni fakir miskin, menjaga agama yakni tajug,” kata Arief.
“Berangkat dari istilah ini, PBNU menggandeng kesultanan menggelar Festival Tajug untuk bersama-sama menyadarkan bahwa perjuangan harus imbang antara tajug dengan fakir miskin. Antara negara dan ulama, antara dunia dan akhirat, antara putih dan merah, antara kiyai dan pejabat,” ujarnya.
Tak hanya Wapres RI dan Gubernur Jabar, pembukaan Festival Tajug 2019 juga dihadiri raja dan sultan dari berbagai keraton yang ada di Tanah Air. Festival berlangsung pada 22 hingga 24 November mendatang. (JP)

Tak Hadiri Paripurna, Gubernur Tegur Kepala Dinas

FOKUS BANDUNG - Sedikitnya jumlah Kepala Dinas Dinas dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, menjadi catatan sejumlah anggota dewan.

Menyikapi masalah tersebut, Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil menyatakan, dirinya sudah memberikan teguran kepada Kepala Dinas atau Kepala OPD yang tidak hadir dalam Rapat Paripurna hingga melakukan pemotongan pendapatan mereka sesuai mekanisme yang ada.

"Ya ini sudah berkali-kali saya tegur mereka beralasan ada tugas di luar , tapi prioritas paripurna itu levelnya macam-macam, saya punya mekanisme nilai disiplin dalam managemen itu, salah satunya teguran, sudah saya tegur keduanya saya potong saja pendapatannya dan itu ada mekanismenya," katanya.

Gubernur meminta, para kepala dinas untuk menghormati dan hadir di forum dimana gubernur mempertanggungjawabkan anggaran yang mereka gunakan.

"Jadi ini peringatan buat kepala dinas untuk selalu menghormati dan hadir diforum yang gubernur mempertanggungjawabkan anggaran anggaran mereka," ucap Gubernur, usai Rapat Paripurna, di Gedung Paripurna DPRD Jawa Barat, Jumat (15/11). 

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Jawa Barat, Daud Achmad menyatakan, adanya kepala dinas yang tidak hadir dalam Rapat Paripurna  karena pada saat yang bersamaan mereka ada yang diundang pemerintah pusat serta bertugas ke luar provinsi dan ada yang sedang menjalani masa pendidikan.

"Beberapa kepala dinas ada yang tugasnya tidak bisa diwakilkan, ada yang mendelegasikan sekretaris dinas untuk hadir dalam rapat paripurna, tadi ada 12 kepala dinas yang hadir di antaranya Kadisnakertrans, Kadishub, dan Kadis PSDA," ucapnya. (JP)

Wapres Ma'ruf Amin : Festival Tajug 2019 Merupakan Refleksi Pesan Sunan Gunung Jati Cirebon


FOKUS CIREBON – Kunjungan Wak Presiden RI ke Cirebon untuk membuka kegiatan Festival Tajug 2019 mendapat respon antusias dari berbagai elemen masyarakat Cirebon. Wakil Presiden RI, Prof. DR KH Ma’ruf Amin memandang bahwa kegiatan tersebut merupakan refleksi pesan Sunan Gunung Jati Cirebon.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden maupun Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH pada pembukaan Festival Tajug 2019 di Alun-Alun Kejaksan, Jumat (22/11).

Ma’ruf Amin mengatakan Festival Tajug sangat tepat dilaksanakan terutama di wilayah Cirebon. Hal ini sejalan dengan pesan Sunan Gunung Jati “Ingsun titip tajug lan fakir miskin”.

Festival Tajug sangat penting dilaksanakan untuk meneruskan semangat Sunan Gunung Jati untuk mengembangkan Islam melalui Masjid. Pembangunan tajug atau masjid langkah strategis dalam penyebaran agama Islam secara damai.


Ma’ruf Amin menambahkan pembangunan tajug oleh Sunan Gunung Jati yang banyak dilakukan membuat penyebaran agama Islam pun menjadi masif di Jabar. Masjid menjadi tempat membangun jiwa dan mental masyarakat hingga sekarang.

“Peran Tajug atau Masjid sangat besar dalam pembangunan, pembinaan dan pendidikan masyarakat. Sekarang ini informasi banyak baik melalui televisi, radio, media massa, sosial media dan lainnya tapi tetap peran tajug atau masjid menjadi startegis di tengah-tengah umat,” kata Ma’ruf Amin.

Pada kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin mengajak agar tajug dan masjid diisi dengan narasi yang saling mencintai dan menyayangi. Jangan sampai dijadikan saran untuk mengumbar kebencian. Sehingga dakwah damai seperti Sunan Gunung Jati tetap terjaga.

“Dijaga fungsinya agar tidak menyimpang dari kasih sayang dan kekuatan iman,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH mengatakan festival tajug merupakan refleksi pesan Sunan Gunung Jati. Pihaknya mengaku senang mendapat kepercayaan menjadi lokasi Festival Tajug yang digagas santri dan pihak keraton.

“Kami tentu sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka hari santri nasional ini. Tentunya kami akan terus menggelorakan semangat pesan Sunan Gunung Jati ke masyarakat,” kata Azis.

Sementara itu Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan masjid akan menjadi pusat peradaban sesuai pesan Sunan Gunung Jati. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintahan saat ini yakni Jabar juara Lahir Bathin.

“Kami progresif tapi Islami. Pemerintah Provinsi Jabar menggulirkan Kredit Mesra atau Kredit masjid sejahtera. Per hari ini sudah 18 ribu orang karena sering datang ke masjid dapat kredit tanpa agunan,” ujar Ridwan Kamil.


Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat, SE mengatakan relevansi pesan Sunan Gunung Jati yang sudah mendarah daging di Cirebon yaitu “Ingsun TitipTajug lan fakir miskin”. Dasar kegiatan amanat Sunan Guung Jati sehingga dapat membangun akhlak dan ekonomi umat.

“Inilah menjadi program Negara dan bangsa. Titip akhlak dan ekonomi masyarakat. Harapan kami kegiatan Festival Tajug tidak hanya di Kota Cirebon tapi akan dilaksanakan di kota lain,” tandas Sultan Arief.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Presiden, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat, SE, para Raja/Sultan se Nusantara, Ketua Pelaksana, KH Mustofa Aqil Siradj dan lainnya. (Agung)