Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 31 Januari 2026

Pemkab Cirebon Perkuat Tata Kelola melalui Pelatihan Manajemen Risiko Eksekutif

 

BOGOR — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Inspektorat Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Risiko Eksekutif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai tanggal 26 hingga 28 Januari 2026, bertempat di Pusdiklatwas BPKP Ciawi Bogor.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman pimpinan perangkat daerah dalam mengelola risiko strategis, operasional, dan lintas sektor pemerintahan.

Perlu diketahui, manajemen risiko eksekutif memiliki peran penting dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Melalui penerapan manajemen risiko yang baik, perangkat daerah diharapkan mampu mengantisipasi potensi hambatan program, meminimalkan kegagalan kebijakan, serta meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas kinerja.

Pada hari pertama, peserta menerima materi Pengembangan Kebijakan Manajemen Risiko Sektor Publik dan Manajemen Risiko Sektor Publik bagi Pimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Widyaiswara Utama BPKP, Danang Wijayanto, menegaskan bahwa proses manajemen risiko harus dilakukan secara terstruktur dan melibatkan berbagai pihak.

“Proses manajemen risiko harus dilakukan secara sistematis, iteratif, dan kolaboratif, memanfaatkan pengetahuan dan pandangan para ahli dan pemangku kepentingan,” ujar Danang saat menyampaikan materi.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan risiko tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan memerlukan komunikasi yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Mereka yang menilai dan mengelola risiko harus berkonsultasi dengan pemangku kepentingan eksternal dan internal yang sesuai untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan bukti yang faktual, tepat waktu, relevan, akurat, dan dapat dipahami, sambil mempertimbangkan kerahasiaan dan integritas informasi ini,” lanjut Danang.

Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi Manajemen Risiko Sektor Publik untuk Pimpinan, serta pengawalan, pemantauan, dan pengawasan implementasi manajemen risiko di lingkungan pemerintah daerah.

Kegiatan ditutup dengan penelaahan materi pengelolaan risiko strategis dan risiko lintas sektor, sebagai upaya memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon diharapkan mampu membangun budaya sadar risiko di setiap lini organisasi, sehingga penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (din)








Share:

Jumat, 30 Januari 2026

Pemerintah Kota Cirebon Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi Ekonomi Inklusif pada RKPD 2027

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menyelenggarakan Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 (29/1/2026). Forum ini menjadi wadah krusial bagi pemerintah, legislatif, dan pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi pembangunan demi mewujudkan Kota Cirebon yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa setiap dokumen perencanaan yang disusun tidak boleh hanya menjadi laporan administratif, melainkan harus memiliki dampak nyata dan terukur bagi kesejahteraan warga. 

Walikota menginstruksikan seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk bekerja lebih cermat dan berintegritas, terutama dalam menghadapi situasi efisiensi anggaran yang ketat.

Dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan melalui Penguatan Sektor Unggulan Daerah,” pembangunan tahun 2027 akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu (1) inklusivitas (memastikan pertumbuhan ekonomi menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan penguatan sektor UMKM), (2) keberlanjutan (menjadikan penataan ruang dan kelestarian lingkungan sebagai syarat mutlak dalam pembangunan jangka Panjang), dan (3) sektor unggulan (mempertegas posisi Kota Cirebon sebagai pusat jasa, perdagangan, dan pariwisata melalui digitalisasi dan inovasi).

Selain pemenuhan kebutuhan dasar seperti penanggulangan banjir dan perbaikan jalan, Wali Kota juga menyoroti pentingnya penataan estetika kota. Hal ini selaras dengan rencana penataan kabel fiber optik yang semrawut. 

Pemerintah berencana menerapkan kebijakan "Satu Tiang Bersama" untuk menggantikan belasan tiang dari berbagai provider yang selama ini mengganggu pemandangan dan ketertiban di pemukiman warga.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, S.E., dalam forum tersebut memberikan apresiasi atas capaian birokrasi saat ini, khususnya di bidang kesehatan. Kota Cirebon telah berhasil mencapai cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 103%. 

Di sisi lain, pemerintah juga akan memberikan perhatian khusus pada perbaikan data sosial (desil) agar bantuan pemerintah tepat sasaran, seperti memastikan profesi rentan mendapatkan dukungan yang layak.

Forum ini dihadiri oleh 130 peserta, baik secara luring maupun daring, yang terdiri atas unsur legislatif, akademisi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan. 

Partisipasi aktif masyarakat melalui Musrenbang dan pokok-pokok pikiran DPRD diharapkan dapat menjawab tantangan riil di lapangan, mulai dari masalah pengangguran hingga ketahanan infrastruktur terhadap perubahan iklim.

Wali Kota menutup forum dengan mengajak seluruh sektor swasta untuk bersinergi melalui program CSR yang selaras dengan prioritas daerah, guna mewujudkan visi Cirebon SETARA berkelanjutan. (din)



Share:

Sinergi Pemkot Cirebon dan BBWS: Penataan Sungai Sukalila Menjadi Ikon Baru Wisata Kota


CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon memperkuat kolaborasi strategis dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melalui agenda "Ekspose Rencana Kerja Normalisasi dan Penataan Sungai Sukalila" (29/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung ini secara khusus membahas desain komprehensif penataan kawasan sungai yang diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Cirebon dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026.

Wali Kota Cirebon menyambut baik konsep penataan yang telah disusun oleh tim BBWS, di mana desain tersebut mengedepankan keterpaduan antara fungsi teknis sungai dan estetika ruang publik. 

Dalam peninjauannya, Wali Kota menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan terobosan penting untuk mengubah wajah Sungai Sukalila menjadi destinasi yang memuaskan masyarakat, baik secara konsep desain maupun hasil fisik bangunannya kelak.

Rencana besar penataan ini mencakup beberapa poin krusial, di antaranya pelaksanaan pekerjaan fisik yang direncanakan rampung secara bertahap pada tahun 2026. 

Dari sisi estetika, Pemerintah Kota berencana menggandeng budayawan lokal untuk menyepakati penamaan kawasan yang ikonik namun tetap mempertahankan akar sejarahnya, dengan beberapa usulan awal seperti "Teras Sukalila" atau "Lebak Sukalila".

Selain mengandalkan anggaran pemerintah, proyek ini juga membuka ruang kontribusi sektor swasta melalui program CSR. Dana tersebut direncanakan untuk pembangunan fasilitas tambahan yang tidak terakomodasi anggaran utama, seperti pembangunan jembatan penghubung antara kawasan Kalibaru dan Sukalila, serta pemeliharaan rumah ibadah di sekitar aliran sungai. 

Guna mendukung kenyamanan wisatawan, pemerintah juga tengah melakukan peninjauan ulang terhadap arus lalu lintas satu arah dan menyiapkan strategi penyediaan lahan parkir yang representatif di lokasi tersebut.

Menanggapi kendala operasional di lapangan, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat dukungan teknis, terutama terkait keterbatasan armada pengangkut. 

Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengoptimalkan penggunaan dump truck yang ada guna memastikan proses normalisasi berjalan sesuai jadwal.

"Sungai Sukalila memiliki nilai sejarah besar bagi Cirebon. Melalui normalisasi dan penataan ini, kita tidak hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga menciptakan ruang sosial baru yang penuh kebanggaan bagi warga," pungkas Wali Kota di akhir pertemuan. (Ida)



Share:

Kamis, 29 Januari 2026

Imigrasi Cirebon Peringati Hari Bakti ke-76, Perkuat Pelayanan Humanis untuk Masyarakat

 

CIREBON, FC — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon memperingati Hari Bakti Imigrasi ke-76 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Peringatan ini berlangsung lancar sesuai arahan Direktorat Jenderal Imigrasi, sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang pengabdian Imigrasi kepada bangsa dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 diisi dengan berbagai agenda yang menekankan nilai sosial dan pelayanan publik. Mulai dari bakti sosial, donor darah, silaturahmi dengan para purna bakti Imigrasi, hingga pelaksanaan layanan Paspor Simpatik yang dibuka khusus pada akhir pekan sepanjang Januari 2026. Program ini disambut antusias oleh masyarakat sebagai bentuk kemudahan dan kedekatan layanan keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Komang Trisna Diatmika, menyampaikan bahwa Hari Bakti Imigrasi bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan berintegritas. Di saat yang sama, ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial serta kebersamaan antar insan Imigrasi,” ujar Komang, Senin (26/1/2026).

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menggelar syukuran Hari Bakti Imigrasi ke-76. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas capaian kinerja yang telah diraih, sekaligus mempererat soliditas dan semangat kebersamaan di lingkungan kerja.

Melalui peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program Direktorat Jenderal Imigrasi serta menghadirkan pelayanan keimigrasian yang prima, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (din)

Share:

Rabu, 28 Januari 2026

Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cirebon Perkuat Sinergi Ulama-Umara demi Kemaslahatan Umat

 

BANDUNG — Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030 yang berlangsung khidmat di Balai Gede Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1). 

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat harmoni antara ulama dan pemerintah (umara) demi menjaga persatuan bangsa dan kelestarian nilai-nilai agama di Jawa Barat.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, K.H. M. Anwar Iskandar, serta disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kehadiran Wakil Wali Kota Cirebon dalam agenda ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk selalu berjalan selaras dengan panduan para ulama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa ulama harus menjadi sosok penyejuk yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. 

Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Jawa Barat terpilih, KH. Aang Abdullah Zein, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ini bekerja di atas empat pilar utama: bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, toleran dalam khilafiyah, dan bekerja sama dalam dakwah.

Ditemui usai kegiatan, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengukuhan pengurus baru ini. Sebagai seorang pimpinan yang juga berlatar belakang pendidikan agama, Siti Farida melihat MUI memiliki peran sentral sebagai mercusuar moral di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Saya mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban oleh pengurus MUI Jawa Barat periode 2025-2030. Secara personal, saya sangat meyakini bahwa pembangunan di Kota Cirebon maupun Jawa Barat secara luas tidak akan pernah mencapai titik 'istimewa' tanpa ada sentuhan doa dan tuntunan dari para ulama. Kami di pemerintahan sangat membutuhkan peran MUI sebagai mitra strategis untuk menghadirkan keteduhan di tengah masyarakat,” ujar Siti Farida.

Beliau juga menambahkan bahwa semangat pengabdian yang ditekankan oleh MUI Pusat, yakni semangat memberi, bukan meminta, harus menjadi teladan bagi semua pelayan masyarakat. 

Melalui sinergi yang kuat antara Pemkot Cirebon dan MUI, diharapkan akan lahir program-program dakwah dan sosial yang lebih inklusif serta mampu menjawab persoalan riil umat di lapangan. (din)



Share:

Membangun Seduluran, Warga RW 05 Sumber Asri Perkuat Kebersamaan demi Lingkungan Harmonis

 

CIREBON, FC — Di tengah tantangan kehidupan yang kian individualistis, warga RW 05 Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, justru memilih meneguhkan nilai seduluran sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat. Semangat kebersamaan, guyub, dan rasa kekeluargaan terus dirawat sebagai kunci menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan berkelanjutan.

Kesadaran kolektif warga menjadi kekuatan utama dalam membangun ikatan sosial tersebut. Melalui kegiatan sosial, gotong royong, pertemuan rutin warga, hingga program-program lingkungan yang digagas pengurus RW, kebersamaan tidak hanya menjadi jargon, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Menariknya, iklim kekeluargaan di RW 05 tidak semata bertumpu pada agenda formal, melainkan tumbuh dari inisiatif dan partisipasi aktif warga.

Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supriadi, menegaskan bahwa seduluran sejati tidak bisa dipaksakan, melainkan harus tumbuh dari kesadaran bersama. Menurutnya, kebersamaan tidak selalu hadir dalam kegiatan besar, tetapi justru sering terbangun dari kepedulian sederhana antarwarga.

“Seduluran di Sumber Asri harus lahir dari warga itu sendiri. Bisa melalui keikutsertaan dalam program RW, kegiatan sosial, atau sekadar hadir dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Didi.

Ia menilai, kuatnya hubungan sosial antarwarga akan berdampak langsung pada kualitas lingkungan. Berbagai persoalan, mulai dari masalah sosial hingga lingkungan, dapat diselesaikan melalui musyawarah jika ikatan persaudaraan terjaga dengan baik.

“Kita masih membutuhkan sentuhan kepedulian dari seluruh warga. Kalau kebersamaan ini terus dirawat, Sumber Asri bisa tumbuh menjadi lingkungan yang lebih tertata, maju, dan sejahtera,” katanya.

Didi juga mengajak seluruh warga untuk tidak bersikap pasif dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, persaudaraan yang kuat merupakan modal sosial yang sangat berharga, baik untuk menjaga keharmonisan, mendorong pembangunan lingkungan, maupun menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua.

“Hayu, kita bangun seduluran dan kebersamaan. Persaudaraan inilah yang akan menjadi kekuatan besar bagi Sumber Asri,” pungkasnya.

Dengan terus memupuk semangat gotong royong dan kesadaran bermasyarakat, RW 05 Sumber Asri menunjukkan bahwa keharmonisan lingkungan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari komitmen bersama untuk saling menjaga, peduli, dan melangkah maju secara kolektif. (din)

Share:

FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UNY Jalin Kerja Sama Strategis Pendidikan Tinggi

YOGYAKARTA, FC — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat jejaring akademik nasional melalui kerja sama strategis dengan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

Penguatan kolaborasi ini dilaksanakan pada 27 Januari 2026 di Kampus UNY sebagai bagian dari komitmen bersama meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., memberikan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kunci peningkatan kualitas akademik dan daya saing institusi di tengah dinamika pendidikan tinggi yang kian kompetitif.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Saifuddin, M.Ag., bersama jajaran pimpinan fakultas. Selain kerja sama institusional, pertemuan juga menyepakati kolaborasi lintas fakultas antara FITK dan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan Pascasarjana UNY, guna memperkuat sinergi akademik yang berkelanjutan.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran kopromotor dan penguji disertasi, pertukaran dosen, kuliah umum, hingga penguatan riset dan publikasi ilmiah melalui penelitian bersama serta publikasi jurnal dan buku. 

Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di kedua institusi. (din)

Share:

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Warga Jawa Barat Diminta Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

 

CIREBON, FC – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat kembali mengeluarkan update peringatan dini cuaca pada Selasa, 28 Januari 2026, pukul 09.40 WIB. Hingga pukul 09.50 WIB, sejumlah wilayah di Jawa Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Pada tahap awal, wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kabupaten Cirebon seperti Gunung Jati, Kapetakan, dan Suranenggala. Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga terpantau di Kabupaten Subang (Blanakan, Compreng, Cipeunduey, Sukasari, Tambakdahan) serta Kabupaten Karawang (Pangkalan, Batujaya, Pakisjaya, Jayakerta, dan sekitarnya).

BMKG menyebutkan, kondisi cuaca ini berpeluang meluas ke sejumlah daerah lain, antara lain Kabupaten Purwakarta, Sukabumi, Cianjur, Kuningan, Indramayu, Subang, Karawang, hingga Kota Cirebon. Wilayah pesisir, dataran rendah, hingga kawasan perbukitan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat angin kencang dan sambaran petir.

“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 13.30 WIB,” demikian disampaikan Prakirawan BMKG Jawa Barat dalam keterangannya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, membatasi aktivitas di luar ruangan bila tidak mendesak, serta menjauhi area terbuka saat terjadi petir. Pengendara juga diminta berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang akibat hujan lebat.

Informasi cuaca terkini dapat dipantau secara berkala melalui laman resmi BMKG di nowcasting.bmkg.go.id. Pemerintah daerah dan unsur terkait diharapkan terus bersinergi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat demi keselamatan bersama. (din)

Share:

Selasa, 27 Januari 2026

Resmi! UMK Cirebon 2026 Naik, Ini Dasar dan Perhitungannya

 

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi menetapkan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Cirebon tahun 2026 dari Rp2.697.685,47 menjadi Rp2.878.646. Kenaikan UMK ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep.862-Kesra/2025 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2026.

Melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Agus Suherman mengatakan kenaikan UMK tahun ini sebesar Rp180.960,74 usai dilaksanakannya rapat pleno penetapan upah minimum bersama Dewan Pengupahan Kota Cirebon. 

“Dalam perumusanya ini kita naikan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.” Ujarnya. 

Ia juga menambahkan kenaikan UMK tersebut sesuai regulasi perhitungan UMK 2026 yang menggunakan formula (Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi x Alpha)) x UMK tahun berjalan.

“Jika kita melihat data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik,  rincian inflasi sebesar 2,19 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,02 persen. Sementara nilai alpha yang digunakan ditetapkan sebesar 0,9 persen, sesuai hasil rapat Dewan Pengupahan dari rentang ketentuan 0,5 hingga 0,9 persen,” tambahnya, Kamis, 22 Januari 2026

Selanjutnya, hasil penetapan ini diusulkan oleh Ketua Dewan Pengupahan Kota Cirebon kepada Wali Kota Cirebon untuk direkomendasikan kepada Gubernur Jawa Barat. Dengan demikian, UMK Kota Cirebon tahun 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp2.878.646.

Kenaikan UMK ini diharapkan dapat menjaga daya beli pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim ketenagakerjaan yang sehat di Kota Cirebon. 

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Cirebon juga mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Cirebon agar dapat menerapkan ketentuan UMK Tahun 2026 sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penerapan UMK ini diharapkan dapat berjalan optimal sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis.

Share:

RSUD Waled Terima Ambulans Transfusi Darah dari Bank BJB

KABUPATEN CIREBON — RSUD Waled menerima bantuan satu unit mobil ambulans yang dilengkapi fasilitas transfusi darah dari bank BJB.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di RSUD Waled, Senin (27/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon Imron.

Bupati Imron mengapresiasi kontribusi bank BJB dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, bantuan ambulans tersebut memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan medis masyarakat, khususnya pelayanan kegawatdaruratan.

“Saya menghadiri acara di RSUD Waled dalam rangka pemberian mobil ambulans dari bank BJB untuk RSUD Waled. Saya mengucapkan terima kasih kepada bank BJB yang telah memberikan bantuan mobil ambulans kepada rumah sakit,” ujar Imron.

Ia menjelaskan, ambulans yang diberikan bukan merupakan ambulans standar, melainkan dilengkapi fasilitas khusus untuk transfusi darah.

Dengan kelengkapan tersebut, kendaraan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan transfusi darah secara segera.

“Ini satu unit ambulans, tetapi sudah dilengkapi fasilitas untuk transfusi darah. Jadi bukan sekadar ambulans, melainkan di dalamnya terdapat peralatan medis yang cukup lengkap,” katanya.

Imron berharap ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak rumah sakit demi kepentingan dan keselamatan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia perbankan, dan fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

“Mudah-mudahan mobil ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk membantu kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

RSUD Waled Terima Ambulans Transfusi Darah dari Bank BJB

Share:

Wujudkan Proteksi Kesehatan Paripurna, Kota Cirebon Raih Penghargaan Nasional UHC Awards 2026

CIREBON — Komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menjamin hak dasar kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kota Cirebon resmi menerima penghargaan dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 atas keberhasilan menjaga cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melampaui standar nasional, Selasa (27/1).

Penghargaan ini menegaskan posisi Kota Cirebon sebagai salah satu daerah pelopor di Indonesia yang mampu memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi warganya. Saat ini, kepesertaan JKN di Kota Cirebon telah mencapai lebih dari 99 persen penduduk dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.AP., M.Si., menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dan sinergi lintas sektoral yang terjaga dengan baik.

“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Kota Cirebon. Ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah kolaborasi antara Pemerintah Kota, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan tidak ada warga yang terhambat akses kesehatannya,” ujar Effendi Edo.

Dalam wawancaranya, Wali Kota menekankan bahwa tantangan ke depan bukan lagi sekadar angka kepesertaan, melainkan bagaimana mempertahankan tingkat keaktifan peserta serta meningkatkan kualitas layanan di setiap fasilitas kesehatan. Dukungan penganggaran yang konsisten menjadi kunci utama keberlanjutan program ini di Kota Cirebon.

“Target kita bukan hanya cakupan (coverage), tapi bagaimana memastikan layanan tersebut dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga saat mereka membutuhkan. Kami terus mendorong agar fasilitas kesehatan memberikan pelayanan yang prima tanpa diskriminasi,” tambahnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, dalam kesempatan yang sama turut mengapresiasi efektivitas kebijakan di daerah. 

Ia menilai peran kepala daerah sangat krusial dalam mendorong kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan anggaran yang kuat. Secara nasional, program JKN kini telah melindungi lebih dari 282,7 juta jiwa, sebuah angka yang melampaui target RPJMN 2025–2029.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menjadikan sektor kesehatan sebagai pilar utama pembangunan manusia, sekaligus memastikan keberlanjutan Universal Health Coverage sebagai instrumen perlindungan sosial yang tangguh bagi seluruh warga. (din)



Share:

UPZ Syarifah Mudaim UIN Siber Cirebon Salurkan Beasiswa dan Subsidi UKT Semester Genap 2025/2026

CIREBON, FC — Wujud kepedulian Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap mahasiswa yang membutuhkan terus ditunjukkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Syarifah Mudaim Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Pada Selasa, 27 Januari 2026, UPZ Syarifah Mudaim menggelar Penyaluran Beasiswa Pendidikan bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera dan Sekitarnya serta Beasiswa dan Subsidi UKT Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, bertempat di Auditorium Rektorat Lantai 3.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, pengelola UPZ, serta para mahasiswa penerima manfaat. Penyaluran beasiswa ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan keadilan sosial dan keberpihakan terhadap mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi maupun dampak bencana.

Ketua UPZ Syarifah Mudaim, Syifauzakia, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan urgensi program bantuan ini sebagai bentuk solidaritas sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Ia menjelaskan bahwa pada kesempatan ini, 10 mahasiswa menerima Beasiswa Pendidikan Terdampak Bencana Sumatera dan sekitarnya, sementara 100 mahasiswa lainnya menerima Beasiswa dan Subsidi UKT Semester Genap 2025/2026.

“Seluruh dana beasiswa ini bersumber dari zakat pegawai UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang setiap bulan dipotong secara rutin. Total dana yang disalurkan pada hari ini mencapai Rp137.500.000,” jelasnya.

Syifauzakia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban mahasiswa dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang proses studi. 

Ia juga menegaskan bahwa beasiswa UPZ diberikan satu kali, namun diharapkan mampu menjadi motivasi kuat bagi mahasiswa untuk terus berprestasi hingga lulus dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa menjadi penyemangat, sehingga kelak para penerima beasiswa dapat sukses dan menjadi orang-orang yang juga mampu memberi serta membantu sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa menggunakan dana bantuan tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.

“Gunakan dana ini dengan baik, manfaatkan seluruh fasilitas kampus yang sudah tersedia, dan jadikan bantuan ini sebagai pemantik semangat untuk belajar lebih giat hingga sukses,” pesannya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menegaskan bahwa beasiswa UPZ merupakan bentuk nyata kepedulian para pegawai UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kepada mahasiswa.

“Zakat yang diterima hari ini adalah amanah dan bentuk kasih sayang dari para pegawai. Kami berharap doa terbaik dari kalian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Hajam juga menyampaikan bahwa universitas terus berupaya memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan nasional dan internasional, guna membuka peluang magang dan pengembangan karier mahasiswa. Ia menyebutkan salah satu contoh PT KAI telah menjalin kerja sama dengan UIN Siber Cirebon, serta adanya peluang dari perusahaan luar negeri.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan seperti kemampuan bahasa asing dan skor TOEFL masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan terus meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing dan memanfaatkan peluang studi lanjut maupun magang di dalam dan luar negeri.

“Jadikan bantuan ini sebagai semangat untuk berkembang, bukan alasan untuk berhenti berjuang. Kampus sudah menyiapkan sarana dan prasarana, tinggal bagaimana mahasiswa kuliah dengan baik, disiplin, dan taat pada regulasi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, UPZ Syarifah Mudaim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai instrumen kepedulian sosial yang berkelanjutan, sekaligus penguat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (Ara)

Share:

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Madrasah Pilot

 

CIREBON, FC — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali melanjutkan peran strategisnya dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan menggelar Pelatihan KBC bagi madrasah pilot di Kabupaten Cirebon. 

Kegiatan ini merupakan kerja sama Program INOVASI dan Kementerian Agama RI, yang berlangsung pada 26–27 Januari 2026 di Ruang Telekonferensi Lantai 4 Gedung Siber UIN SSC.

Pelatihan diikuti 40 peserta yang terdiri dari pengawas, kepala madrasah, serta guru kelas 3, 4, dan 5 dari delapan Madrasah Ibtidaiyah (MI) pilot KBC di Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menandai dimulainya fase penting implementasi KBC di tingkat satuan pendidikan.

Acara dibuka oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, didahului sambutan dari perwakilan Program INOVASI, Kemenag Kabupaten Cirebon, serta Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). 

Dalam sambutannya ditegaskan bahwa KBC merupakan pendekatan strategis dalam penguatan pendidikan karakter madrasah yang menekankan nilai spiritualitas, kemanusiaan, dan pengembangan kepribadian peserta didik secara utuh.

Pelatihan dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual dan keterampilan praktis peserta dalam mengimplementasikan KBC. Materi meliputi pengantar KBC, dukungan Program INOVASI, serta pendalaman unit-unit utama KBC yang berfokus pada penguatan nilai spiritual dan personal dalam pembelajaran.

Sejumlah dosen FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bertindak sebagai fasilitator bersama tim Program INOVASI. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Training of Facilitators (ToF) dan pembekalan enumerator dalam satu timeline implementasi KBC yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan madrasah yang transformatif. 

Sinergi antara perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan Program INOVASI diharapkan mampu mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan madrasah yang berkarakter, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Cirebon. (din)

Share:

Senin, 26 Januari 2026

Penataan Wajah Baru Sukalila, Pemkot Cirebon dan BBWS Targetkan Wajah Baru Rampung Tahun Ini

CIREBON— Komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menata kawasan Sungai Sukalila memasuki babak baru. Tepat pada Senin (26/1) pagi, alat berat resmi diterjunkan untuk memulai tahap pengerukan sedimen sebagai langkah awal transformasi kawasan jantung kota tersebut menjadi ruang publik yang lebih estetik dan fungsional.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memantau langsung dimulainya pekerjaan yang berlokasi di area Kali Baru. Pengerukan ini merupakan hasil kolaborasi maraton antara Pemerintah Kota Cirebon dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk mengembalikan daya tampung sungai sekaligus menyiapkan fondasi bagi penataan estetika tahap selanjutnya.

“Alhamdulillah, sesuai komitmen kita bersama BBWS, hari Senin ini tahap pengerukan sudah dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Ini adalah langkah konkret yang sudah kita janjikan kepada masyarakat untuk membenahi Sukalila,” ujar Wali Kota di sela-sela peninjauan.

Pengerjaan tahap awal di kawasan Kali Baru ini diprediksi memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan sebelum berlanjut ke titik berikutnya. Seluruh material sedimen hasil pengerukan akan dialokasikan ke dua titik pembuangan yang telah disiapkan, yakni di kawasan Kesenden dan Kebon Baru, guna memastikan proses normalisasi tidak mengganggu kebersihan lingkungan sekitar.

Wali Kota menekankan bahwa seluruh rangkaian penataan, baik normalisasi sungai maupun penataan infrastruktur pendukung di darat, ditargetkan selesai dalam tahun anggaran ini.

“Tahun ini pengerukan harus selesai, begitu pula dengan penataannya. Kami bekerja maraton agar masyarakat bisa segera menikmati perubahan wajah Sukalila yang lebih rapi dan nyaman,” tambahnya.

Proyek ini mengedepankan skema kolaborasi anggaran dan teknis antara Pemkot Cirebon dan BBWS. Dukungan penuh dari warga, terutama yang beraktivitas di sepanjang bantaran, menjadi kunci kelancaran proyek yang bertujuan mengurai keruwetan kawasan dan meminimalisir risiko banjir ini.

“Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Cirebon agar pekerjaan ini lancar tanpa kendala. Sinergi semua pihak sangat kami harapkan demi masa depan kota kita yang lebih asri dan tertata,” pungkas Effendi Edo. (Nisa)



Share:

Jumat, 23 Januari 2026

Bupati Imron Lantik Panitia PTSL 2026, Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron melantik dan mengambil sumpah Panitia Ajudikasi, Satuan Tugas (Satgas) Fisik, Satgas Yuridis, serta Satgas Administrasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (22/1/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan legalisasi aset tanah masyarakat sekaligus memperkuat tertib administrasi pertanahan di Kabupaten Cirebon.

Perlu diketahui, PTSL merupakan program strategis nasional dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang bertujuan mendaftarkan seluruh bidang tanah di Indonesia secara serentak dan menyeluruh, khususnya tanah yang belum bersertifikat.

Melalui program ini, pemerintah berupaya memberikan kepastian hukum hak atas tanah, menekan potensi sengketa pertanahan, serta meningkatkan nilai ekonomi tanah bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menegaskan, bahwa PTSL harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, profesional, transparan, serta berorientasi pada hasil.

“Saya menekankan beberapa hal penting, di antaranya laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan profesional,” ujar Imron.

Ia juga mengingatkan seluruh panitia agar memberikan pelayanan yang berkeadilan tanpa membeda-bedakan masyarakat.

“Berikan pelayanan yang transparan dan berkeadilan, tanpa membeda-bedakan masyarakat,” tegas Imron.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dengan menghindari segala bentuk pungutan liar yang dapat merusak kepercayaan publik dan citra pemerintah daerah.

“Hindari segala bentuk pungutan liar yang dapat mencederai kepercayaan publik dan merusak citra pemerintah,” lanjutnya.

Menurut Imron, keberhasilan PTSL tidak hanya diukur dari capaian target sertifikasi, tetapi juga dari ketepatan waktu penyelesaian, kualitas data pertanahan, serta minimnya permasalahan hukum di kemudian hari.

“Keberhasilan PTSL diukur dari capaian target, ketepatan waktu, kualitas data, dan minimnya permasalahan hukum di kemudian hari,” pungkasnya.

Panitia PTSL memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program, mulai dari pendataan, pengukuran, pengumpulan berkas, hingga pendampingan kepada masyarakat agar proses sertifikasi tanah berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. (Ara)






Share:

PWI Kota Cirebon Awali Rangkaian HPN 2026 dengan Ziarah Spiritual di Makam Sunan Gunung Jati

 

CIREBON FC — Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon mengawali rangkaian kegiatan dengan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah), Kamis (22/1/2026) sore.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi kunjungan fisik, tetapi juga dimaknai sebagai ruang refleksi spiritual bagi insan pers di Kota Udang sebelum memasuki puncak peringatan HPN. Suasana khidmat menyelimuti prosesi doa bersama yang dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar batin para jurnalis.

Ketua PWI Kota Cirebon, Muhammad Alif Santosa, H, menegaskan bahwa ziarah tersebut merupakan simbol doa dan harapan agar wartawan senantiasa diberi kekuatan, keteguhan, serta kelapangan hati dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan beretika.

“Ziarah ini menjadi momentum untuk mengingat nilai-nilai perjuangan dan keteladanan Sunan Gunung Jati. Kami berharap nilai-nilai tersebut menginspirasi wartawan untuk terus menjadi pilar demokrasi yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Alif.

Selain aspek spiritual, Alif menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas dan kebersamaan antaranggota PWI Kota Cirebon, sehingga semangat kolektif dalam membangun pers yang sehat semakin kuat.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2026 PWI Kota Cirebon, Hedy Herdyanto, menjelaskan bahwa peringatan HPN tahun ini telah disiapkan dengan berbagai agenda besar yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, khususnya warga Cirebon.

Pada puncak upacara peringatan HPN 2026, rencananya akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Berbagai kegiatan sosial dan edukatif akan mewarnai rangkaian HPN 2026, di antaranya, Aksi kemanusiaan donor darah dengan target 1.000 labu darah, Layanan kesehatan, berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi wartawan dan masyarakat umum, Syukuran melalui prosesi potong tumpeng, Pembacaan Puisi Perempuan, Turnamen futsal, Safari jurnalistik untuk mahasiswa dan pelajar SMA, Upacara HPN dengan petugas upacara dari jurnalis PWI Kota Cirebon, Ziarah ke  Makam Sunan Gunungjati dan Mbah Kuwu Cirebon (Syekh Syarif Hidayatullah), Audiensi dengan Pemerintah Daerah Kota Cirebon

Hedy menekankan bahwa HPN 2026 tidak hanya dirancang sebagai perayaan internal insan pers, tetapi sebagai momentum menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin HPN 2026 menjadi perayaan yang dekat dengan masyarakat dan membawa manfaat konkret melalui berbagai aksi sosial dan edukasi,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan yang panjang dan sarat makna ini, PWI Kota Cirebon berharap peran pers sebagai lembaga yang berintegritas, humanis, dan peduli terhadap isu-isu kemanusiaan semakin kuat dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. (Nurdin)

Share:

Kamis, 22 Januari 2026

Pemkot Cirebon dan BBWS Mulai Langkah Besar Penataan Kawasan Sungai Sukalila yang Lebih Estetik

CIREBON – Kawasan Sungai Sukalila yang selama ini identik dengan kepadatan dan kesan semrawut, bersiap mengalami transformasi besar. Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah bantaran sungai di jantung kota ini menjadi ruang publik yang cantik, nyaman, dan fungsional melalui penataan yang dilakukan secara bertahap.

Keseriusan ini terlihat saat Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Pj Sekretaris Daerah Sumanto, jajaran kepala perangkat daerah terkait, Forkopimda, serta pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung dalam dialog penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila, Kamis (22/1/2026). 

Dialog hangat dengan warga, aparat kewilayahan, hingga pedagang di sepanjang bantaran dilakukan untuk memastikan proyek ini berjalan dengan dukungan penuh masyarakat.

Wali Kota mengungkapkan bahwa langkah konkret akan dimulai sangat dekat, yakni pada Senin pekan depan. Pekerjaan awal difokuskan pada normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi air sebelum masuk ke tahap estetika.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah duduk bersama dengan semua pihak terkait. Insyaallah, hari Senin nanti tahap pertama berupa pengerukan dari muara sampai ke Sukalila sudah dimulai. Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh warga Kota Cirebon. Jika nanti aktivitas lalu lintas sedikit terhambat karena proses pengerjaan, mohon bisa dimaklumi. Ini semata-mata demi masa depan kota kita yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa penataan tidak hanya soal sungai, tapi juga menyentuh aspek estetika kota. Rencananya, Sukalila akan dilengkapi dengan taman, jogging track, hingga jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki. Bahkan, simulasi rekayasa lalu lintas satu arah sedang dikaji bersama Dishub dan Kepolisian untuk mengurai kemacetan kronis di sekitar kawasan Asia Toserba.

“Kita ingin Sukalila jadi ikon baru. Nanti ada taman dan trotoar yang rapi. Mengenai arus lalu lintas, kita akan pecah kepadatannya, mungkin diarahkan ke Sukalila Selatan agar tidak terjadi penumpukan. Semuanya kita desain supaya tidak lagi crowded,” tambahnya.

Satu hal yang menarik dalam penataan ini adalah skema kolaborasi yang ditawarkan Pemkot Cirebon dan BBWS. Pihak pemerintah membuka pintu seluas-luasnya bagi sektor swasta yang ingin berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), namun dengan aturan main yang sangat transparan.

“Kami sepakat dengan BBWS, kami tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Kalau ada perusahaan yang mau bantu, silakan bangunkan fisiknya sesuai desain yang ada. Misalnya, satu perusahaan mau membangun jembatan penyeberangan yang ikonik, atau perusahaan lain mau membangun taman, silakan dikerjakan sendiri oleh mereka. Kami sediakan ruangnya, mereka yang membangun fisiknya,” tegas Wali Kota.

Dengan konsep pembangunan yang transparan dan kolaboratif ini, Pemerintah Kota Cirebon optimis Sungai Sukalila tidak hanya akan menjadi pengendali banjir yang efektif, tetapi juga menjadi destinasi wisata tengah kota yang membanggakan bagi warga Kota Cirebon maupun wisatawan.

Senada dengan Wali Kota, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, memaparkan bahwa proyek ini merupakan kerja maraton yang berkelanjutan. Setelah pengerukan selesai, fokus akan beralih pada infrastruktur pendukung dan kualitas air.

“Tahap pertama jelas normalisasi. Setelah itu masuk tahap kedua yaitu penataan kawasan Sukalila dan Kalibaru, termasuk perbaikan sistem drainase agar tidak ada lagi genangan. Tantangan terbesarnya nanti adalah penjernihan air yang kami targetkan mulai digarap serius pada 2027 atau 2028. Karena seindah apa pun penataannya, kalau airnya tidak bening tentu kurang maksimal,” jelas Dwi. (Nisa)



Share:

Wakil Wali Kota Ajak Pelaku Usaha Farmasi Kedepankan Keselamatan Pasien

CIREBON – Masalah kesehatan bukan sekadar urusan teknis medis, melainkan menyangkut tanggung jawab moral bagi para praktisi farmasi untuk memberikan literasi yang jujur kepada masyarakat. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka kegiatan Sosialisasi Standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CODB) , Antimicrobial Resistance (AMR), dan Pengelolaan Obat di Fasilitas Saryanfar yang digelar di Q Garden, Kamis (22/1/2026).

Di hadapan para peserta, Wakil Wali Kota menekankan bahwa peran tenaga kefarmasian adalah garda terdepan dalam melindungi warga dari risiko penggunaan obat yang salah. 

Ia mengingatkan bahwa distribusi obat bukan sekadar transaksi dagang, melainkan rantai penyelamat nyawa yang harus dijaga integritasnya dari hulu hingga hilir.

"Bukan hanya penyedia obat, tapi pemegang amanah keselamatan publik. Ada tanggung jawab moral yang besar untuk mengedukasi masyarakat agar bijak menggunakan obat. Kita harus memastikan distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat, sehingga tidak ada lagi ruang bagi penyalahgunaan yang bisa merugikan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi kepada Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) Cabang Cirebon atas inisiatif ini. 

Menurut Wakil Wali Kota, pembaruan standar CDOB 2025 merupakan instrumen krusial di tengah dinamisnya industri farmasi. Kepatuhan terhadap standar ini bersifat wajib untuk menjamin bahwa setiap sediaan farmasi yang sampai ke tangan warga Cirebon tetap aman, bermutu, dan bermanfaat.

Selain masalah distribusi, isu resistensi antimikroba (AMR) menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa ancaman AMR kini menjadi perhatian dunia karena dapat melumpuhkan efektivitas pengobatan infeksi. Jika tenaga farmasi tidak disiplin dalam mengontrol penggunaan antibiotik, maka risiko kesehatan di masa depan akan semakin sulit dikendalikan.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menciptakan iklim pelayanan kesehatan yang kondusif. Wakil Wali Kota berharap seluruh fasilitas kefarmasian di Kota Cirebon dapat menjadi sarana yang amanah dan profesional. 

Peserta diminta memanfaatkan kehadiran narasumber dari BBPOM untuk mendalami tata kelola obat yang benar demi memperkuat integritas profesi mereka masing-masing.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama. Saya ingin kita semua membuktikan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kefarmasian di wilayah Kota Cirebon benar-benar berorientasi penuh pada keselamatan pasien, bukan sekadar pemenuhan administratif semata," tutupnya.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Balai Besar POM di Bandung, I Made Bagus Gerameta mengapresiasi sinergi kolektif di Kota Cirebon. Ia menyebutkan bahwa pengawasan obat yang kuat tidak bisa dilakukan sendirian oleh regulator, melainkan membutuhkan komitmen nyata dari para pelaku usaha di lapangan.

"Kami sangat bersyukur atas energi positif yang ditunjukkan rekan-rekan di Cirebon. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional serta lemahnya pengawasan distribusi adalah pemicu utama resistensi. Jika hari ini tidak kita tangani secara bersama melalui penerapan CDOB yang ketat dan pelayanan yang beretika, maka efektivitas pengobatan akan terus menurun dan risiko kesehatan masyarakat akan semakin besar," ungkap I Made Bagus Gerameta.

Ia menambahkan bahwa peran GP Farmasi sangat penting dalam membina anggotanya agar memiliki kompetensi yang selaras dengan regulasi terbaru. 

"Sinergi antara BBPOM dan praktisi farmasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan untuk membangun ekosistem kesehatan yang akuntabel di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon," pungkasnya.  (Ara)



Share:

UKM EL FAHD UIN Siber Cirebon Raih Top Skor dan Juara IKMI Campus League 2026

KUNINGAN, FC — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EL FAHD Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon torehkan prestasi di bidang olahraga. Pada ajang IKMI Campus League 2026, UKM EL FAHD sukses meraih Juara 1 dan Juara 2, sekaligus Top Skor turnamen.

Turnamen futsal antarkampus tersebut digelar pada 21–22 Januari 2026 di Tuparev Futsal, dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di wilayah Ciayumajakuning. Sejak laga awal hingga partai puncak, tim futsal UKM EL FAHD tampil dominan dan konsisten, menunjukkan kualitas permainan, kekompakan tim, serta mental juara.

Prestasi individu juga diraih oleh Tubagus Al-Furqaan Sasi Kirana, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, yang keluar sebagai Top Skor setelah mengoleksi 15 gol sepanjang turnamen.

Ketua UKM EL FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Achmad Zamaluddin Hafizh Mubarok, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, ini menjadi awal yang sangat baik di tahun 2026 untuk meraih trofi berikutnya. Kami akan terus berlatih dan meningkatkan kemampuan agar prestasi ini dapat terus berlanjut dan semakin meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan tim.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, official, dan suporter yang telah berjuang keras serta memberikan dukungan luar biasa. Terima kasih juga kepada pihak kampus yang senantiasa memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai,” tambahnya.

Dukungan penuh juga datang dari pimpinan universitas. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas prestasi yang diraih UKM EL FAHD.

“Kami sangat bangga dengan prestasi UKM EL FAHD. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki potensi besar, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga. Pihak universitas akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan UKM agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional,” tegasnya.

Dengan raihan prestasi ini, UKM EL FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat terus meningkatkan performa dan konsistensi, sekaligus membawa nama baik kampus Cyber Islamic University di kancah kompetisi futsal antarkampus.

“Kami akan terus berjuang dan memberikan yang terbaik untuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” tutup Achmad Zamaluddin. (din)

Share:

Kolaborasi Disdamkarmat Kabupaten Cirebon dan Pertamina HSE Training Center Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran

KABUPATEN CIREBON — Upaya pencegahan kebakaran di lingkungan industri berisiko tinggi terus diperkuat.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon bersama Pertamina HSE Training Center melalui Patra Cirebon Hotel and Convention menggelar Basic Safety for Refinery Training di halaman Kantor Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Kamis (22/1/2026).

Pelatihan ini menitikberatkan pada pengenalan potensi bahaya kebakaran serta kemampuan pemadaman dini menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan sektor energi dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja.

Kepala Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengatakan, pelatihan ini telah rutin dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, sinergi dengan Pertamina HSE Training Center menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, khususnya di sektor minyak dan gas.

“Kami bekerja sama dengan Pertamina HSE Training Center untuk menyosialisasikan penanggulangan dan potensi bahaya kebakaran,” ujar Dadang.

“Kegiatan ini sudah berjalan beberapa tahun dan didampingi instruktur yang berpengalaman melatih pegawai,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pertamina yang telah berkolaborasi dengan Disdamkar Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

“Kegiatan ini sudah berjalan dua tahun ke belakang dan semoga memberi manfaat besar bagi petugas keamanan dan pegawai lainnya,” kata Dadang.

Dadang berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut. Ia menilai keberlanjutan program menjadi kunci dalam membangun kesiapan sumber daya manusia menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja.

Instruktur pelatihan Pertamina HSE Training Center, Syamsul Daniel, menekankan pentingnya penguasaan penggunaan APAR sebagai langkah awal penanganan kebakaran.

Ia menyebut, risiko kebakaran di sektor minyak dan gas tergolong tinggi dan memerlukan respons cepat.

“Pemadaman di sini rata-rata menggunakan APAR. Alat ini sangat penting untuk pemadaman awal atau dini. Di bidang minyak dan gas, kebocoran kecil saja bisa memicu kebakaran,” jelas Syamsul.

Ia menambahkan, penggunaan APAR bertujuan mencegah eskalasi kebakaran agar tidak membesar.

“Berdasarkan data kejadian, APAR sangat bermanfaat untuk mencegah kebakaran meningkat. Pencegahan dini menjadi kunci,” ujarnya.

Syamsul juga mengungkapkan, pemahaman penggunaan APAR sudah dikenalkan sejak awal rekrutmen pekerja Pertamina.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap pekerja memiliki kesadaran dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. (din)







Share:

Sivitas Akademika Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Ucapkan Selamat atas Pelantikan Kasubbag

 

CIREBON, FC — Sivitas Akademika Fakultas Syariah (FASYA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Uun Sunimah, S.E. sebagai Kepala Subbagian (Kasubbag) Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Ucapan tersebut menjadi wujud apresiasi, dukungan, dan harapan besar dari keluarga besar Fakultas Syariah atas amanah baru yang diemban. Pelantikan ini diharapkan semakin memperkuat tata kelola administrasi fakultas yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima bagi sivitas akademika.

Dekan Fakultas Syariah beserta seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menyatakan keyakinannya bahwa Uun Sunimah, S.E. mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, serta komitmen tinggi dalam mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam berbasis digital yang unggul dan berdaya saing.

Sejalan dengan semangat FASYA SEHATI (Smart, Empathy, Humanist, Active, Transparent, and Impressive), pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan budaya kerja yang humanis, kolaboratif, dan transparan di lingkungan Fakultas Syariah.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.A., serta jajaran pimpinan universitas turut memberikan dukungan penuh agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan institusi dan peningkatan kualitas layanan akademik.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Fakultas Syariah optimistis dapat terus berkontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan. (din)

Share:

Pra Musbangkel Sunyaragi 2026–2027, UIN Siber Cirebon Dorong Kolaborasi Strategis untuk UMKM dan Pembangunan Sosial

 

CIREBON, FC — Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon menggelar kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Pra Musbangkel) Tahun 2026 untuk Perencanaan Tahun Anggaran 2027 pada Kamis, 22 Januari 2025, bertempat di Auditorium Tirta Wibawa Kelurahan Sunyaragi. 

Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program pembangunan kelurahan dengan kebijakan Pemerintah Kota Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, Pranata Humas Ahli Muda UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Arifin, hadir sebagai peserta sekaligus duta UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis kolaborasi dengan pemerintah kelurahan.

Lurah Sunyaragi, Dani Ilham Ramadhan, S.STP., dalam sambutannya menegaskan urgensi pelaksanaan Pra Musbangkel sebagai tahapan awal yang sangat penting dalam menyusun perencanaan pembangunan tahun 2027. Ia menyampaikan bahwa seluruh usulan program yang dirumuskan dalam forum ini diarahkan untuk mendukung visi dan misi Wali Kota Cirebon, dengan fokus pada pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Nia Noorrahmah, ST, MT., Perencana Ahli Muda, perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Cirebon, menyoroti berbagai program strategis (protas) Pemerintah Kota Cirebon yang perlu disinergikan dengan program kelurahan agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Dalam forum tersebut, Mohamad Arifin menyampaikan dukungan penuh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap program-program kerja Kelurahan Sunyaragi. Beberapa program strategis yang didorong antara lain percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, pembinaan Karang Taruna, penguatan UMKM, rembug stunting, serta pengembangan Posyandu Remaja.

Arifin menegaskan bahwa program-program tersebut membutuhkan narasumber dan pendamping yang kompeten di bidangnya, dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Ciayumajakuning siap berkontribusi aktif melalui kolaborasi berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Arifin juga memaparkan sejumlah keunggulan strategis UIN Siber Cirebon, di antaranya keberadaan UPT Lembaga Penjamin Halal (LPH), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), lengkap dengan fungsi dan peran masing-masing dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Mohamad Arifin mendorong agar segera dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kelurahan Sunyaragi dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, guna memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan ekonomi dan sosial keumatan.

Kegiatan Pra Musbangkel ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya perencanaan pembangunan Kelurahan Sunyaragi yang partisipatif, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pada tahun anggaran 2027.

Share:

Rabu, 21 Januari 2026

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Wali Kota Larang Keras Trotoar Jadi Lahan Parkir

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon serius dalam menata estetika kota dan mengembalikan fungsi ruang publik . Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo pada Rabu (21/1/2026). 

Langkah ini diambil merespons keluhan warga terkait menjamurnya parkir liar yang menyerobot hak pejalan kaki.

Di lokasi, Wali Kota menyaksikan langsung pemandangan trotoar yang sesak oleh deretan kendaraan, baik motor maupun mobil. Tanpa basa-basi, Wali Kota langsung memberikan peringatan kepada pihak pengelola usaha di area tersebut.

"Trotoar adalah area khusus pejalan kaki, bukan lahan parkir tambahan. Pengelola usaha wajib menyediakan kantong parkir yang memadai di lahan mereka sendiri, sesuai dengan dokumen Amdal Lalin (Analisis Dampak Lalu Lintas) yang telah disepakati," tegasnya.

Selain teguran, Wali Kota juga menyoroti kondisi fisik trotoar yang mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang parkir di atasnya. Ultimatum pun dilayangkan. Wali Kota memberikan tenggat waktu selama tujuh hari harus sudah diperbaiki dan kembali berfungsi normal.

"Dalam 1×24 jam kalau masih ada kendaraan parkir di trotoar, saya akan sanksi. Saya ingin trotoar segera dibereskan. Satu minggu harus sudah dibereskan," tegasnya.

Selain persoalan di Jalan Wahidin, perhatian Wali Kota juga tertuju pada kemacetan akibat parkir liar di Jalan Cipto, tepatnya di salah satu mal. Ia mengungkapkan bahwa Pemkot saat ini tengah bernegosiasi dengan pengelola mal untuk mengevaluasi sistem pembayaran parkir.

"Kami menyarankan agar pengelola mal lebih fleksibel dalam metode pembayaran. Selain e-money, pembayaran tunai sebaiknya tetap dilayani agar arus masuk kendaraan lebih cepat. Jika akses ke dalam lancar, pengunjung tidak akan lagi memarkir kendaraannya di pinggir jalan yang memicu kemacetan," pungkasnya.

Tindakan lapangan ini menjadi pesan bagi seluruh pelaku usaha di Kota Cirebon bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah harga mati demi kenyamanan bersama dan keasrian tata kota. (Hafidz)



Share:

Jadikan Mall UMKM Rumah Inovasi, Pemkot Cirebon Gelar Satu Visi Coffee Festival 2026

CIREBON – Gedung Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Cirebon (DKUKMPP) Kota Cirebon mendadak riuh dengan aroma kopi yang kuat pada Rabu (21/1/2026). 

Lebih dari sekadar ajang kumpul komunitas, gelaran Satu Visi Mall UKM Coffee Festival 2026 ini dirancang sebagai pernyataan sikap bahwa Mall UMKM kini bukan sekadar tempat pajangan produk, melainkan sebuah ‘rumah’ bagi lahirnya berbagai inovasi baru bagi pelaku usaha lokal.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir membuka acara, menyampaikan bahwa keberadaan ruang publik seperti Mall UMKM harus mampu menangkap fenomena menjamurnya kedai kopi sebagai kekuatan ekonomi, bukan sekadar gaya hidup. 

Ia menekankan pentingnya mengubah tren konsumsi menjadi ekosistem industri yang sehat dan mandiri. Baginya, inovasi adalah kunci agar produk lokal tidak hanya jago kandang, tapi punya standar yang diakui secara luas.

“Saya ingin Mall UMKM ini benar-benar menjadi rumah bagi inovasi. Kita lihat ada workshop V60 hingga Ciremai Coffee Talk hari ini, itu adalah langkah nyata untuk menaikkan kelas produk kita. Kita punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan standar kualitas dan narasi pemasaran yang tepat agar wisatawan bahkan pasar internasional mau melirik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti bahwa inovasi produk harus berjalan beriringan dengan pemahaman finansial yang kuat. Menurutnya, edukasi seperti literasi keuangan yang melibatkan Bank Indonesia dan OJK merupakan bagian tak terpisahkan dari kemajuan UMKM. 

Ia berharap para pelaku usaha mulai melek terhadap pengelolaan modal yang bijak dan berani bertransformasi ke arah digital dalam setiap transaksi.

Sebagai penutup, Wali Kota berpesan agar seluruh pelaku UMKM membuang jauh-jauh ego sektoral. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus memberikan dukungan lewat kebijakan yang pro terhadap ekonomi kreatif.

"Tapi motor utamanya tetaplah kolaborasi dan semangat untuk terus belajar dari para pelaku usaha itu sendiri," tuturnya.

Senada dengan Wali Kota, Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menyebut momentum ini sangat strategis untuk menunjukkan bahwa sinergi lintas sektoral bisa menghasilkan acara berkelas dunia. Iing pun melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa, mencakup berbagai daerah mulai dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

“Pesertanya datang dari mana-mana, ada yang dari Malang, Yogyakarta, Semarang, hingga wilayah Ciayumajakuning sendiri. Ini membuktikan bahwa Cirebon punya daya tarik sebagai titik kumpul industri kopi nasional. Kami ingin membangun narasi bahwa Cirebon adalah hub pemasaran utama bagi kopi-kopi berkualitas, terutama yang dihasilkan dari lereng Gunung Ciremai,” jelas Iing Daiman.

Salah satu daya tarik utama yang mencuri perhatian dalam festival ini adalah hadirnya barisan juri kompetisi Aeropress yang memiliki reputasi internasional. Nama-nama besar seperti Jon (Juara 5 Dunia), Mendy (Juara 2 Dunia), serta Reza dan Rian yang masing-masing pernah meraih podium di Qatar dan Jerman, turut hadir memberikan standar penilaian tinggi bagi para barista muda yang berkompetisi.

Tak hanya soal kompetisi rasa, Iing menambahkan bahwa festival ini juga menyentuh aspek pendidikan dan masa depan anak muda. Selain literasi keuangan bersama pimpinan BI dan OJK, pihaknya juga memfasilitasi sosialisasi pendidikan profesi gratis ke Jerman. 

"Hal ini agar para siswa dan mahasiswa di Kota Cirebon memiliki pandangan luas mengenai peluang karier di level internasional," ucapnya.

Rangkaian acara Satu Visi Mall UKM Coffee Festival 2026 ini juga dimeriahkan dengan pembagian 600 cup kopi gratis bagi pengunjung. Selain itu, berbagai produk unggulan UMKM Kota Cirebon dipajang sepanjang acara untuk memudahkan masyarakat memberikan dukungan nyata melalui transaksi langsung di lokasi. (din)



Share:

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Polres Cirebon Kota Teken Kerja Sama Strategis Perkuat Kamtibmas dan Moderasi Beragama

 

CIREBON, FC  — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University, menggelar Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) dengan Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 2 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan aparat penegak hukum.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ketua Senat, para Wakil Rektor, Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum (AKU), para Dekan Fakultas, Ketua LPM dan LPPM, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), para Kepala Bagian, serta jajaran Polres Cirebon Kota yang dipimpin oleh Wakapolres Cirebon Kota beserta rombongan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan urgensi penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah strategis memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.

“Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam penguatan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang tidak hanya unggul dalam pengembangan akademik dan digitalisasi pendidikan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam penguatan ketertiban sosial dan moderasi beragama,” ujar Prof. Aan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Aan turut memperkenalkan profil institusi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang saat ini menaungi lima fakultas, program magister dan doktor, enam program studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), serta keberadaan Ma’had Al-Jami’ah sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa.

Lebih lanjut, Prof. Aan menjelaskan implementasi salah satu Program Prioritas (Protas) Kementerian Agama, yakni Moderasi Beragama, yang telah dijalankan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui berbagai program strategis.

“Moderasi beragama kami implementasikan secara nyata melalui KKN Tematik Moderasi Beragama, penguatan kurikulum, serta keberadaan UPT Moderasi Beragama sebagai pusat kajian, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.IK., M.H., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakapolres Cirebon Kota Kompol Dede Kasmadi, S.IP., S.IK., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“MoU ini sangat penting, khususnya dalam penguatan kamtibmas, pencegahan anarkisme, mitigasi gerakan radikalisme dan terorisme, serta penguatan sinergi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan dan pengajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Kompol Dede.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan kerja sama ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret, salah satunya penempatan mahasiswa magang di Polres Cirebon Kota, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Syariah, yang dapat dilibatkan dalam unit Reserse Kriminal (Reskrim) sesuai bidang keilmuan.

Penandatanganan kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi berkelanjutan antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Polres Cirebon Kota dalam membangun masyarakat yang aman, moderat, dan berkeadaban, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam pembangunan nasional berbasis nilai dan teknologi. (din)

Share:

Edy Chandra, S.Si, M.A : RAT KOPSYAH Harapan Sejahtera UIN Siber Cirebon tahun Buku 2025 Penting Sebagai Evaluasi dan Pertanggungjawaban

 

CIREBON FC — Koperasi Syariah (KOPSYAH) “Harapan Sejahtera” Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan berlangsung di Auditorium Pascasarjana Lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, diikuti oleh pengurus, pengawas, serta anggota koperasi.

Ketua KOPSYAH “Harapan Sejahtera”, Edy Chandra, S.Si., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa RAT merupakan agenda tahunan yang sangat penting sebagai forum evaluasi, pertanggungjawaban, serta penyerapan aspirasi anggota koperasi.

“RAT ini menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan saran dan masukan demi perbaikan dan kemajuan koperasi. Kami berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif, karena kemajuan koperasi sangat ditentukan oleh keterlibatan bersama,” ujar Edy Chandra.

Ia juga berharap KOPSYAH Harapan Sejahtera dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh anggotanya, serta kegiatan RAT dapat berjalan lancar dan produktif.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Cirebon, yang diwakili oleh Dedy Fachrudin, M.Si., menyampaikan bahwa RAT tidak seharusnya menjadi ajang formalitas semata, melainkan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan koperasi kepada anggota.

“RAT harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pelayanan dan tata kelola koperasi sesuai tujuan utamanya, yakni meningkatkan kesejahteraan anggota. Kehadiran pembina koperasi menjadi bukti adanya dukungan nyata bagi pengembangan koperasi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa di antara koperasi yang ada di Kota Cirebon, KOPSYAH Harapan Sejahtera termasuk koperasi yang berkembang pesat dan telah memiliki gedung sendiri. Dalam forum RAT ini, ia mendorong agar anggota saling membahu dan mencurahkan ide-ide inovatif, termasuk peluang mendirikan CV koperasi agar dapat mengikuti berbagai tender dan memperluas usaha.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Dekopinda Kota Cirebon, Yudi Rudiantono, S.E. Menurutnya, terselenggaranya RAT merupakan bukti bahwa koperasi dikelola secara informatif, akuntabel, dan profesional.

“Keaktifan anggota menjadi kunci utama kemajuan koperasi. Kendala terbesar koperasi pada umumnya adalah rendahnya partisipasi anggota. Karena itu, semangat kebersamaan dalam RAT ini patut dijaga,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., memberikan arahan sekaligus tausiyah yang menyoroti isu pinjaman online (pinjol) dan praktik keuangan syariah di Indonesia.

“Kita harus berhati-hati terhadap praktik keuangan yang tidak sesuai prinsip syariah, meskipun dibungkus dengan label syariah. Sebagai khalifah di muka bumi, salah satu ikhtiar menuju keberkahan ekonomi keluarga adalah dengan memperbanyak sedekah dan bersyukur,” pesan Prof. Aan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus serta anggota KOPSYAH Harapan Sejahtera, sembari menekankan pentingnya perbaikan tata kelola koperasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan anggota dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan bersama.

Rangkaian RAT kemudian dilanjutkan dengan rapat pemilihan pengurus KOPSYAH Harapan Sejahtera masa bakti 2026–2027, yang dipimpin oleh Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Susari, M.A. Agenda rapat meliputi penetapan tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus oleh Ketua Koperasi, laporan pengawas, serta pemilihan pengurus baru dengan kriteria amanah dan memiliki pemahaman tentang koperasi.

Berdasarkan hasil musyawarah, Edy Chandra kembali terpilih sebagai Ketua KOPSYAH Harapan Sejahtera, dengan Ayus A. Yusuf sebagai Pengawas, serta Ilham Bustomi sebagai Pengawas Syariah.

Melalui RAT Tahun Buku 2025 ini, KOPSYAH “Harapan Sejahtera” UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin solid, profesional, dan berdaya saing dalam mewujudkan koperasi syariah yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan anggota. (din)

Share:

Pemkab Cirebon Tutup Smart Village 2025, Dorong Desa Digital Berbasis Data

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menutup Program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2025 di Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1/2026).

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Cirebon dalam mendorong transformasi digital dan penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis data, serta menjadi fondasi dalam mewujudkan Smart City di Kabupaten Cirebon serta mendukung visi dan misi Bupati Cirebon.

Sepanjang 2025, program dilaksanakan melalui pendampingan dan pembinaan teknis, meliputi pemanfaatan teknologi informasi, pengelolaan website desa, literasi data statistik, serta penerapan layanan digital seperti tanda tangan elektronik.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menyampaikan, bahwa konsep Smart Village bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan transparan.

Sementara itu, Program Desa Cantik difokuskan pada peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data dan statistik yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Data yang baik menjadi dasar penting dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan desa agar tepat sasaran,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh desa peserta atas partisipasi aktif dan inovasi yang ditunjukkan selama pelaksanaan program.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh desa peserta program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cantik atas partisipasi aktif, komitmen, serta berbagai inovasi yang telah ditunjukkan selama pelaksanaan kegiatan,” jelas Jigus.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, menyampaikan sambutannya, yang dibacakan oleh Sekretaris Diskominfo, Fajar Sutrisno, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dan data statistik desa secara optimal.

“Melalui Program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cantik Tahun 2025, kami mendorong pemanfaatan teknologi dan data statistik desa secara optimal untuk mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat,” jelas Fajar.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Cirebon menyerahkan penghargaan kepada desa berprestasi, antara lain Desa Cisaat, Guwa Kidul, Getrakmoyan, Arjawinangun, Babakan Gebang, dan Sindangjawa, serta Desa Pamengkang, Blender, dan Kalikoa sebagai Desa Terbaik Pembinaan Desa Cantik 2025.

Sedangkan Penghargaan Desa Pendamping Smart Village Tahun 2025 juga diberikan kepada Desa Karangwangun, Desa Kalibaru, dan Desa Kalikoa sebagai bentuk apresiasi atas komitmen desa dalam mendukung transformasi digital dan tata kelola berbasis data. (Ara)






Share:

Percepatan Kinerja Institusi Menjadi Tekanan Rektor Pada Moment Pelantikan Pegawai dan Sumpah Jabatan

CIREBON, FC — Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, setiap PNS yang diangkat dalam jabatan wajib dilantik dan mengangkat sumpah/janji jabatan. 

Menindaklanjuti regulasi tersebut, Layanan Kepegawaian Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Auditorium Rektorat lantai 3.

Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dan dihadiri oleh pimpinan universitas serta jajaran terkait. Kegiatan berlangsung khidmat sebagai bagian dari penguatan tata kelola sumber daya manusia di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam arahannya, Prof. Aan menyampaikan ucapan selamat kepada para pegawai yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Ia menegaskan bahwa amanah jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan tanggung jawab moral dan profesional yang harus dijalankan dengan integritas dan dedikasi tinggi.

“Mari bersama-sama kita kuatkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan berbagai percepatan. Setiap pejabat dan dosen harus mampu menjadi teladan melalui program dan kinerja nyata yang selaras dengan kebutuhan institusi,” tegas Prof. Aan.

Lebih lanjut, Prof. Aan menekankan pentingnya percepatan kinerja yang selaras dengan Perjanjian Kinerja (Perkin), baik bagi tenaga kependidikan maupun dosen. 

Ia mengingatkan agar pengembangan karier, peningkatan profesionalisme, hingga jenjang akademik seperti lektor kepala dan guru besar terus menjadi perhatian bersama.

“Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bagi dosen dan kinerja layanan bagi tenaga kependidikan harus disesuaikan dengan Perkin, sehingga seluruh capaian institusi dapat terukur, akuntabel, dan berdampak langsung pada kemajuan universitas,” tambahnya.

Adapun pegawai yang dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya dalam kegiatan tersebut adalah:

1. Nasrullah, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Kepala Subbagian Umum Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

2. Azis Mustaqim, S.E. sebagai Kepala Subbagian Umum Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

3. Uun Sunimah, S.E. sebagai Kepala Subbagian Umum Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

4. Dr. Rita Kusumadewi, S.E., M.M. sebagai Lektor Kepala

5. Dr. Laita Nurjannah, S.Si., M.Si. sebagai Lektor Kepala

Melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kepegawaian yang profesional, berintegritas, serta mendukung percepatan transformasi institusi sebagai Cyber Islamic University yang unggul dan berdaya saing nasional maupun global.

Share:

Definition List

Unordered List

Support