-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Harapan yang Terpatri di Hati Warga: Menanti Hadirnya Masjid di RW 08 KBK

Minggu, 22 Maret 2026 | Maret 22, 2026 WIB Last Updated 2026-03-23T03:31:27Z

 

CIREBON, FC - Rindu itu nyata dirasakan warga RW 08 Kota Baru Keandra (KBK). Di tengah keterbatasan fasilitas ibadah, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap kegiatan keagamaan justru tumbuh subur di antara warga. Harapan akan hadirnya sebuah masjid di lingkungan mereka kini menjadi doa yang terus dipanjatkan, sekaligus asa yang ingin segera diwujudkan.


Selama ini, warga RW 08 menghidupkan nuansa religius dengan cara sederhana namun penuh makna. Kegiatan yasinan rutin digelar bergiliran di setiap cluster dan RT. Begitu pula dengan shalat tarawih saat bulan suci Ramadhan, yang dilaksanakan dari rumah ke rumah warga secara bergantian. Meski penuh keterbatasan, kebersamaan itu justru menghadirkan kehangatan tersendiri.


Ustadz Ismail Marzuki mengungkapkan, keberadaan masjid di lingkungan RW 08 nantinya akan membawa perubahan besar, terutama dalam memperkuat kegiatan keagamaan. Menurutnya, selama ini warga kerap mengalami kesulitan dalam menyelenggarakan peringatan hari-hari besar Islam secara maksimal karena keterbatasan tempat.


“Dengan adanya masjid, kegiatan keagamaan bisa lebih terpusat dan tertata. Tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat seperti selama ini,” ujarnya.

Ustad Ismail menegaskan, bahwa sudah selayaknya pihak pengembang segera membangun sarana tempat ibadah di RW 08, apalagi melalui urunan warga, pondasi masjid sudah dibangun hingga instalasi bawah, untuk pembuangan, yg empat air wudhu bahkan Cepiteng dan saluran lainnya. 


"Saya kira ini harus segera disikapi agar kita ingatkan bersama, bahwa keberadaan sebuah tempat ibadah sangat dinanti warga dan tempat ibadah ini akan menjadi pusat dari seluruh kegiatan keagamaan, pihak pengembang harus segera melanjutkan pembangunan fisiknya hingga menjadi bangunan masjid, karena janjinya akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026 ini," terangnya.


Hal senada disampaikan Ustadz Tono. Ia menilai, masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat. Ke depan, masjid diharapkan mampu menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi warga sekaligus membangun generasi Qurani.


“Kita ingin ada program seperti maghrib mengaji bagi anak-anak. Ini penting untuk membentuk karakter dan masa depan mereka agar lebih dekat dengan Al-Qur’an,” tuturnya.


Sementara itu, Ketua RW 08 KBK, M. Nurudin menegaskan bahwa pembangunan masjid akan membawa perubahan suasana yang signifikan di lingkungan warga. Ia menaruh perhatian besar terhadap kondisi generasi muda yang dinilai perlu mendapatkan pembinaan lebih intensif melalui kegiatan keagamaan.


“Anak-anak dan remaja kita harus menjadi perhatian bersama. Dengan adanya masjid, insyaAllah lingkungan kita akan lebih hidup dengan kegiatan positif,” ungkapnya.


Lebih lanjut, ia juga menyampaikan harapan besar kepada pihak pengembang agar segera merealisasikan pembangunan masjid yang telah lama dijanjikan. Rencananya, pembangunan tersebut akan dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri 1448 H tahun 2026.

Saat ini, warga sebenarnya telah memulai langkah nyata melalui gotong royong. Pondasi masjid beserta instalasi dasar seperti saluran, tempat wudhu, sekat ruangan, jaringan listrik hingga septic tank telah berhasil dibangun dari hasil swadaya masyarakat.


“Warga sudah berjuang memulai. Kami berharap pengembang dapat melanjutkan pembangunan fisik bagian atas, sehingga masjid impian ini segera terwujud,” pungkasnya.


Di balik keterbatasan yang ada, harapan itu tetap menyala. Bagi warga RW 08 KBK, masjid bukan sekadar bangunan, melainkan pusat kehidupan spiritual, tempat bertemunya doa, ilmu, dan kebersamaan yang akan menguatkan generasi hari ini hingga masa depan.

×
Berita Terbaru Update