-->

Notification

×

Hari Buruh 2026: Momentum Meneguhkan Nilai Kemanusiaan dalam Dunia Kerja

Kamis, 30 April 2026 | April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T00:50:28Z

 



CIREBON, FC - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 kembali menjadi momentum refleksi atas peran strategis para pekerja dalam membangun peradaban. Lebih dari sekadar peringatan historis, Hari Buruh mengandung pesan moral untuk meneguhkan kembali makna kerja sebagai bagian dari kemuliaan hidup manusia.


Pranata Humas Ahli Muda di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, H Mohamad Arifin, M.Pd.I menegaskan bahwa kerja tidak semata-mata dipandang sebagai aktivitas ekonomi, melainkan memiliki nilai kemanusiaan yang mendalam.


“Kerja adalah manifestasi nilai kemanusiaan yang mencerminkan ibadah, dedikasi, serta tanggung jawab sosial,” ujarnya.


Ia menambahkan, setiap profesi tanpa terkecuali memiliki kontribusi nyata bagi keberlangsungan kehidupan bersama. Di lingkungan perguruan tinggi, makna kerja tercermin dalam beragam peran yang saling melengkapi.


“Tenaga pendidik mengabdikan diri melalui ilmu pengetahuan, sementara tenaga kependidikan memastikan sistem akademik berjalan tertib dan profesional,” jelasnya.


Arifin juga menyoroti pentingnya peran tenaga pendukung yang kerap luput dari perhatian publik. Menurutnya, keberlangsungan aktivitas kampus tidak terlepas dari kontribusi mereka.


“Petugas kebersihan dan keamanan memiliki peran vital dalam menjaga kenyamanan dan kelancaran aktivitas kampus. Tanpa kontribusi mereka, roda institusi tidak akan berjalan optimal,” paparnya.


Melalui momentum Hari Buruh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari aspek teknologi maupun pertumbuhan ekonomi semata.


“Setiap pekerjaan memiliki nilai, setiap peran memiliki makna, dan setiap individu berhak mendapatkan penghargaan yang setara. Kita harus memastikan bahwa keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap martabat pekerja menjadi fondasi dalam setiap kebijakan,” tegasnya.


Di tengah era disrupsi dan transformasi digital yang kian pesat, Arifin menilai tantangan dunia kerja semakin kompleks. Adaptasi terhadap teknologi menjadi sebuah keharusan, namun nilai-nilai kemanusiaan tetap harus dijaga.


“Kita perlu menghadirkan keseimbangan antara produktivitas dan empati, antara efisiensi dan penghargaan terhadap manusia,” ungkapnya.


Ia pun berharap, peringatan Hari Buruh tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, adil, dan berkeadaban.


“Pada akhirnya, Hari Buruh adalah tentang kita semua, bagaimana kita memaknai kerja, menghargai sesama, dan berkontribusi bagi masa depan,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update