-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Potret Ketangguhan Perempuan di Tengah Menjaga Keluarga Dari Himpitan Ekonomi

Rabu, 24 Juni 2026 | Juni 24, 2026 WIB Last Updated 2026-06-25T15:12:58Z

 


CIREBON, FC – Aktifis mahasiswa UIN Siber Cirebon bergerak berupaya pecahkan problematika rumah tangga di tengah badah ekonomi yang kian tak menentu. Mereke melihat di tengah meningkatnya biaya kebutuhan hidup, banyak perempuan harus memikul beban yang semakin berat untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga berbagai pengeluaran rumah tangga membuat mereka tidak hanya mengurus keluarga, tetapi juga mencari tambahan penghasilan.


Aktivis perempuan dan konselor muda, Imelda Triadhari, menilai kondisi ini membuat banyak perempuan menghadapi beban ganda. Selain bekerja di sektor informal seperti berdagang, mencuci, atau pekerjaan harian lainnya, mereka tetap harus menjalankan tanggung jawab domestik di rumah.


Menurut Imelda, kontribusi perempuan dalam menopang ekonomi keluarga sering kali belum diimbangi dengan kesempatan yang setara dalam pengambilan keputusan maupun kepemimpinan di ruang publik. Akibatnya, banyak perempuan menghadapi tekanan sosial, ekonomi, dan psikologis yang berkelanjutan.


Data menunjukkan partisipasi perempuan di dunia kerja masih lebih rendah dibanding laki-laki, sementara sebagian besar pekerja perempuan masih berada di sektor informal dengan perlindungan kerja yang terbatas. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap kesehatan mental perempuan, terutama ketika mereka harus menghadapi tekanan ekonomi dan stigma sosial secara bersamaan.


Imelda mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja perempuan, memperluas akses terhadap layanan kesehatan mental, serta membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan.


“Perempuan telah menjadi salah satu penopang utama ketahanan keluarga. Karena itu, mereka perlu mendapatkan kesempatan, perlindungan, dan penghargaan yang setara agar dapat berkontribusi secara optimal bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa,” ujarnya.


Di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung, penguatan peran dan perlindungan perempuan dinilai menjadi langkah penting untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. (Ara)

×
Berita Terbaru Update