KAB CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon memanfaatkan momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.
Salah satunya melalui pelatihan membatik yang diikuti puluhan anak di BT Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon itu melibatkan 30 peserta dari tiga kecamatan, yakni Talun, Dukupuntang, dan Jamblang.
Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, mengatakan pelatihan membatik dipilih karena batik merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Menurut dia, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan batik yang sangat besar dengan ratusan motif yang menjadi identitas daerah.
Karena itu, pengenalan batik kepada anak-anak perlu dilakukan sejak usia dini agar mereka mengenal, mencintai, dan ikut melestarikannya.
“Kalau kita tidak mengenalkan dari sejak dini kepada anak-anak kita, kepada generasi muda kita, kapan kita bisa mengembangkan batik ini lebih dalam lagi?,” kata Fitri–sqpaan akrabnya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar mengajarkan teknik membatik kepada anak-anak, melainkan jadi upaya membangun kesadaran budaya dan rasa bangga terhadap kekayaan daerah.
Melalui pelatihan itu, peserta diajak mengenal proses pembuatan batik sekaligus memahami nilai budaya yang terkandung di dalam setiap motif khas Cirebon.
Fitri berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang mencintai batik dan berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah.
“Bukan untuk apa-apa, tapi untuk melestarikan batik Kabupaten Cirebon supaya tetap lestari dan generasi muda tetap akan mencintai batik, dan ada seniman-seniman batik di Kabupaten Cirebon dari kalangan generasi muda,” ujarnya.
Pelatihan membatik ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional 2026 yang bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, sekaligus mengenal identitas budaya daerahnya.
Dengan keterlibatan anak-anak sejak dini, Pemkab Cirebon berharap batik tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus berkembang di tangan generasi penerus. (din)
