KUNINGAN, FC - Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 3 Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, menggelar acara perpisahan sekaligus penutupan KKN pada Jumat malam, 14 Agustus 2026, bertepatan dengan malam 15 Agustus 2026.
Acara yang berlangsung di Lapang Desa Gewok mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung meriah dan penuh suasana haru. Kegiatan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa Gewok, BPD, masyarakat, anak-anak, ibu-ibu PKK, serta mahasiswa KKN Kolaboratif 3.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penayangan video profil Desa Gewok dan dokumenter perjalanan KKN Kolaboratif 3 selama kurang lebih satu bulan dan dilanjut dengan penampilan acara prolog dari mahasiswa KKN Kolaboratif 3.
Suasana semakin meriah dengan berbagai penampilan dari anak-anak, ibu-ibu PKK, perangkat desa, hingga penampilan prolog dari mahasiswa KKN yang turut menggambarkan perjalanan dan kesan selama menjalankan pengabdian di Desa Gewok.
Ketua KKN Kolaboratif 3 Desa Gewok, Artman Muhammed Laugis, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan Pemerintah Desa serta masyarakat yang telah membersamai mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
“Selama satu bulan di Desa Gewok, kami mendapatkan begitu banyak ilmu, pengalaman, dan pelajaran kehidupan. Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi pulang membawa banyak cerita dan kenangan. Saya pribadi mewakili seluruh mahasiswa KKN juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di sini ada tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gewok, Iis Agustiani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu berbaur dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Menurutnya, berbagai kegiatan mahasiswa di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan sosial telah memberikan warna serta manfaat bagi masyarakat Desa Gewok.
“Kami sangat mengapresiasi semangat, kepedulian, dan kebersamaan adik-adik mahasiswa selama berada di Desa Gewok. KKN bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang belajar dari masyarakat dan membangun kebersamaan,” ungkap Iis.
Ia juga berpesan agar pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus belajar, rendah hati, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Walaupun KKN ini berakhir, kami berharap silaturahmi tidak ikut berakhir. Kalian mungkin datang sebagai mahasiswa KKN, tetapi selama di sini kalian sudah menjadi bagian dari keluarga Desa Gewok. Semoga pendidikan dan cita-cita kalian dilancarkan serta dapat menjadi orang-orang yang sukses dan bermanfaat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua BPD Desa Gewok, Juhana, S.Sos. Ia menilai kehadiran mahasiswa selama satu bulan telah memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi masyarakat maupun pemerintah desa.
“Kami juga banyak mendapatkan ilmu dari adik-adik mahasiswa. Mudah-mudahan apa yang sudah dibangun selama satu bulan ini terus memberikan manfaat. Setelah KKN selesai, jangan lupakan Desa Gewok dan semoga hubungan yang sudah terjalin tetap berlanjut,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa KKN Kolaboratif 3, Ahmad Novaldi, turut mengungkapkan rasa haru dan apresiasinya atas suksesnya pelaksanaan acara perpisahan tersebut. Menurutnya, acara tersebut menjadi momen yang sangat berkesan karena mempertemukan mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat hingga acara ini bisa berjalan dengan sukses. Jujur, saya merasa sangat terharu melihat kebersamaan malam ini. Setelah kurang lebih satu bulan bersama, tentu banyak cerita, pengalaman, dan kenangan yang tidak mudah dilupakan. Semoga apa yang telah kami lakukan selama KKN dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kesan baik bagi masyarakat Desa Gewok,” ungkap Ahmad.
Malam perpisahan tersebut menjadi penutup perjalanan KKN Kolaboratif 3 di Desa Gewok selama kurang lebih satu bulan. Bukan hanya menjadi akhir dari rangkaian kegiatan pengabdian, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang kebersamaan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Tangis, tawa, dan berbagai kenangan yang tertuang dalam video dokumenter menjadi bagian dari malam perpisahan tersebut. Meski mahasiswa KKN akan meninggalkan Desa Gewok, hubungan dan silaturahmi yang telah terjalin diharapkan tetap menjadi bagian dari cerita yang terus dikenang. (Ara)
