Jurusan PAI - FITK IAIN Cirebon Bedah Kompetensi Guru PAI Dalam Seminar Internasional Online


FOKUS CIREBON - Seminar Internasional FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan tema Recounstruction of Islamic toward 'Kampus Merdeka' in New Normal Era (Persepective Of Al Quran and Hadith) digelar secara virtual di Ruang Auditorium Rektorat Lantai 2, kampus IAIN SNJ Cirebon, Kamis (13/8/2020).

Dalam seminar ini, sejumlah pemateri yang merupakan narasumber dengan jam terbang internasional dihadirkan. Di antaranya, Prof Muhamad Ali, MSc, Ph D, Dr Hj Nur Arfiyah Febriani MA dan Irwandi Yusri Maek, MSc.

Seminar internasional yang dibuka langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg, diikuti oleh sejumlah jajarannya seperti Dekan FITK IAIN Cirebon, Dr H Farihin MPd serta Ketua Jurusan PAI, Dr H Iwan MAg.

Ketua Jurusan PAI, Dr H.Iwan MAg dalam sambutannya menyampaikan, puji dan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberikan kepada kita kenikmatan dan kesehatan,  
shalawat dan salam dihaturkan kepada Rasulullah SAW yang sudah  membawa umatnya dari era kegelapan menuju era pengetahuan dan peradaban.

Menurut Iwan, munculnya covid-19 berpengaruh dan merubah terhadap pola hidup manusia. Tak pelak juga, proses pendidikan yang dilakukan selama ini mengalami perubahan. 

Kecenderungan proses pendidikan yang dilakukan secara manual dan langsung, berubah menjadi online dan individual. 

Penyelenggara seminar juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sudah mendukung acara ini. Demikian juga terimakasih kepada Dekan FITK yang sudah memberikan arahan dan bimbingan pelaksanaan acara ini.

"Kami juga menyampaikan terimakasih kepada para dosen PAI, para mahasiswa dan civitas akademika PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon," tuturnya.

Dekan FITK IAIN SNJ Cirebon, Dr H Farihin MPd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa atas nama civitas akademika FITK menyambut gembira atas terlaksananya kegiatan seminar internasional ini. 

Farihin juga mengucapkan selamat mengikuti kegiatan seminar ini, semoga kegiatan seminar virtual yang mengangkat tema kampus merdeka in new normal era mampu memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi pendidikan dan para pendidik. 

Demikian juga sambutan Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg, bahwa pendidikan islam merupakan titik bagi kebahagian hidup, baik hidup di dunia maupun kehidupun di akherat kelak. 

Oleh karen itu, seminar internasional online ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tanggung jawab perguruan tinggi bahwa pendidikan betapa pun dalam masa pandemi harus berlangsung dan berkesinambungan dan itu harus dilakukan oleh peserta didik, baik mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan tinggi, karena itu sesungguhnya adalah kewajiban bersama.

Diharapkan Sumanta, bagaimana kita membuka perkembangan fitrah peserta didik yang memiliki akal, hati dan jiwa sehingga tiga aspek itu menjadi terbuka dan menjadi kekuatan dalam menghadapi dan mengarungi kehidupannya.


"Bagaimana kita bisa mencerdaskan intelektual, emosional dan spiritual. Bagaimana kita bisa mentransformasi pendidikan kepada peserta didik dari sisi knowledge (pengetahuan) dan bagaimana kita juga bisa membentuk afektif yang baik, dan bagaimana kita bisa memacu psikomotorik yang bisa melakukan upaya-upaya dan ikhtiar dalam kehidupan ini," pintanya.

Sumanta juga mengucapkan terimakasih kepada Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, wabil khusus kepada Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sudah menyelenggarakan kegiatan seminar internasional online ini dengan baik.

Demikian juga Sumanta berbangga hati mengingat dua hari sebelumnya merupakan hari jadi IAIN SNJ Cirebon yang ke 55 atau kegiatan diesnatalis, namun tidak bisa dirayakan sebagaimana rencana, karena memang masih dalam masa pandemi covid 19.

Sementara itu, pada sesi dialog Aas Salikha, guru PAI dalam seminar virtual menajamkan pertanyaan soal kompetensi digital bagi guru Pendidikan Agama Islam ((PAI). 

Prof Mohamad Ali, MSc, Ph D dalam virtualnya menjawab pertanyaan seminar virtual ini, bahwa komptensi digital bagi guru PAI itu adalah kemampuan seorang guru dalam mempergunakan media digital. Bahkan Prof Muhamad Ali membedahnya secara mendalam hingga membuat materi seminar semakin tajam dan menjadi pengetahuan bersama.


Demkian juga dengan kajian dan pembahasan materi lainnya yang disampaikan oleh para narasumber lainnya. Suasana tanya jawab secara virtual pada seminar semakin hangat dan mendalam. 

Kendati begitu, kegiatan seminar bertema Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam Menyongsong Kampus Merdeka di Era Pandemi (Perspektif Alquran dan Hadis) berjalan baik dan tetap menjalankan protokol kesehatan. (nurudin)