Prof Dr H Farihin M.Pd Menjadi Guru Besar di Bidang Ilmu Administrasi Pendidikan IAIN Cirebon

Prof Dr H Farihin, M.Pd


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menambah dua guru besar/profesor pada Juni 2023 ini. Keduanya adalah Prof Dr H Farihin M.Pd dan Prof Dr H Ahmad Kholik M.Ag. 

Untuk Prof Dr H Farihin M.Pd, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, pihaknya per 1 Juni 2023, dinaikan jabatannya sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Administrasi Pendidikan dengan angka kredit sebesar 884, 50. 

Mengenai ilmu administrasi pendidikan, kata Prof Dr H Fairin M.Pd, dirinya melihat bahwa ilmu administrasi pendidikan adalah sesuatu hal yang penting untuk membekali para pimpinan di berbagai lembaga pendidikan, hal ini supaya yang dilakukan bisa melaksanakan tata kelola kelembagaan.

Menurut Prof Farihin, dari pengetahuan bidang administrasi pendidikan inilah para pengambil keputusan bisa mengambil langkah-langkah strategis dari pengetahuan  program studi yang diambilnya itu. 

"Jadi ini adalah hal penting, ilmu ini perlu mendapatkan tempat dan untuk saat ini perlu mendapatkan porsi pengembangannya yang luas lagi, karena sekarang masuk ke era digital di mana semua orang harus memiliki untuk bisa memenej, karena bisa saja suatu saat nanti SDM itu berkurang akan tetapi kapasitas pengetahuan yang dimiliki orang-orang yang tersedia itu tetap mumpuni untuk menggerakan roda-roda organisasi atau roda-roda kelembagaan," terangnya.

Prof Dr H Farihin M.Pd mengaku dalam waktu dekat ini, langkah pasca pengambilan sumpah sebagai guru besar, dirinya ingin memberikan manfaat yang seluas luasnya untuk pengembangan lembaga IAIN Cirebon, dan lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada civitas akademika, serta kepada masyarakat secara luas. 

Untuk itu, Prof Dr H Farihin M.Pd berpesan kepada lembaga di mana dirinya mengajar dan bekerja agar  hendaknya hadir untuk mendorong dosen-dosen terutama yang sudah saatnya mereka untuk maju ke guru besar atau juga dari Lektor ke Lektor kepala diberikan porsi, kemudian diberikan anggaran yang mencukupi.

Selain itu, katanya, juga mesti ada satu treatmen khusus, seperti halnya menghadirkan para ahli, para narasumber yang mereka secara praktis sudah biasa mengelola kenaikan jabatan fungsional dosen. 

Jadi bukan hanya semata seminar-seminar, tapi juga ada pengetahuan-pengetahuan bersifat praktis yang nanti akan menjadi bekal bagi dosen-dosen untuk melangkah untuk memberi berproses kenaikan jabatan fungsional akademiknya.

"Karena ini kan perjuangan yang tidak ringan, terutama untuk guru besar.Jd lembaga harus harus hadir dan dosen juga konsen, serta dosen bisa mengupgrade dirinya untuk bisa maju lagi," ujarnya. (din)

Terkini