Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 31 Agustus 2025

Wali Kota Cirebon Temui Massa Aksi: Ajak Sampaikan Aspirasi dengan Damai dan Tidak Terprovokasi

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi dan Asisten Administrasi Umum, M Arif Kurniawan menemui para peserta aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik di Kota Cirebon pada Sabtu (30/8). 

Dalam pertemuan terbuka tersebut, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tanpa kekerasan.

"Saya memahami semangat teman-teman dalam menyuarakan pendapat. Tapi mari kita jaga kota ini bersama. Aspirasi boleh disampaikan, namun jangan sampai merusak. Saya sangat menyesalkan terjadinya kerusakan. Ke depan, mari kita tempuh jalur dialog, audiensi, atau forum-forum terbuka lainnya. Tidak perlu ada aksi anarkis," ujar Wali Kota di hadapan para peserta aksi.

Wali Kota juga mengimbau agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpancing oleh provokasi yang dapat memicu tindakan destruktif. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah bersama unsur Forkopimda siap memfasilitasi ruang-ruang penyampaian pendapat secara konstruktif.

“Kalau ada hal yang ingin disampaikan, kami terbuka. Saya sudah koordinasi dan sinergi dengan seluruh forkopimda," ungkapnya.

Aksi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut sempat menimbulkan ketegangan, termasuk adanya kerusakan pada fasilitas umum seperti gedung DPRD. Meski demikian, situasi secara keseluruhan berhasil dikendalikan berkat langkah cepat jajaran TNI, Polri, dan unsur Forkopimda Kota Cirebon.

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, yang turut hadir dalam pengamanan aksi, menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan menghindari konfrontasi.

“Kita harus kedepankan dialog. Jangan sampai aksi-aksi seperti ini terulang. Kalau memang ada aspirasi, mari kita duduk bersama, bicarakan baik-baik. Jangan mudah terprovokasi,” ujarnya.

Danrem juga memastikan bahwa situasi di wilayah sekitar, termasuk Karawang, Subang, Purwakarta, dan kawasan Ciayumajakuning, masih dalam kondisi aman dan kondusif.

Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas, Pemerintah Kota Cirebon menegaskan akan terus membuka ruang komunikasi dan menghindari pendekatan represif. Aksi unjuk rasa harus menjadi sarana demokrasi yang sehat, bukan ajang kerusakan atau kericuhan. (din)



Share:

Peringati HUT ke-104, RSD Gunung Jati Didorong Terus Berinovasi dan Menjadi Rumah Sakit Unggulan Nasional

CIREBON – Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon genap berusia 104 tahun. Momentum bersejarah ini diperingati melalui apel bersama yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo di halaman RSD Gunung Jati, Minggu (31/8/2025). 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta jajaran perangkat daerah.

Dalam amanatnya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap dedikasi seluruh jajaran RSD Gunung Jati yang telah mengabdi selama lebih dari satu abad dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Ini adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan sekaligus pencapaian. RSD Gunung Jati tidak hanya sekadar tempat berobat, melainkan telah menjadi pusat harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang terbaik," ujar Wali Kota.

Dengan mengangkat tema "Inovatif, Berkendali Mutu–Berkendali Biaya, Berkeunggulan dan Humanis," RSD Gunung Jati diharapkan terus memperkuat komitmen dalam memberikan layanan kesehatan yang tidak hanya prima dari sisi teknis, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Wali Kota juga menyoroti berbagai inovasi yang telah dilaksanakan, seperti digitalisasi sistem pendaftaran dan rekam medis, hingga pengembangan layanan rawat jalan dengan membuka poliklinik sore hari. Langkah-langkah ini dinilai mampu memberikan kemudahan akses layanan kesehatan kepada masyarakat secara lebih luas.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan pentingnya pengendalian mutu dan biaya sebagai bagian dari strategi berkelanjutan rumah sakit. 

“Meski tantangan anggaran dan biaya operasional selalu hadir, RSD Gunung Jati harus terus menjaga mutu pelayanan agar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Cirebon, tambahnya, memberikan dukungan penuh terhadap transformasi RSD Gunung Jati menjadi rumah sakit pendidikan. Upaya ini ditempuh melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan demi mencetak tenaga medis yang unggul dan berkompeten.

Namun, Wali Kota juga mengingatkan bahwa tantangan non-teknis juga harus dihadapi bersama, terutama terkait kasus kekerasan terhadap tenaga medis. 

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap kekerasan, baik fisik maupun verbal, yang kerap dialami tenaga kesehatan. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang aman serta kondusif,” tegasnya.

Wali Kota menutup sambutannya dengan menyampaikan rasa bangga atas pencapaian RSD Gunung Jati yang kini menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk enam layanan unggulan, yaitu kanker, jantung terpadu, ginjal terpadu, stroke, kesehatan ibu dan anak, serta layanan penyakit emergency.

"Saya yakin, dengan semangat inovasi dan komitmen yang kuat, RSD Gunung Jati akan terus berkembang menjadi rumah sakit yang unggul dan berdaya saing tinggi. Mari jadikan ulang tahun ini sebagai momen refleksi untuk melangkah lebih maju," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSD Gunung Jati, Dr. Katibi, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian rumah sakit hingga usia ke-104 ini. 

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang diberikan selama ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh unsur rumah sakit serta dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Kami sangat gembira bisa terus melayani masyarakat. Tentu ke depan tantangannya lebih besar, dan kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,"* ungkapnya.

Peringatan ulang tahun ini diharapkan menjadi pijakan penting untuk memperkuat komitmen pelayanan kesehatan yang unggul, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. (din)

Share:

Sabtu, 30 Agustus 2025

Pemkot Cirebon Gelar Sapa Warga di Kebon Pelok, Wali Kota Tekankan Pentingnya Kondusivitas dan Serap Aspirasi Masyarakat

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon kembali menggelar kegiatan Sapa Warga sebagai wujud kedekatan dan keterbukaan pemerintah kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Lapangan Kebon Pelok, Kecamatan Harjamukti, pada Sabtu (30/8/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para asisten daerah, serta kepala perangkat daerah. 

Ratusan warga tampak hadir memanfaatkan beragam pelayanan gratis yang tersedia, mulai dari pemeriksaan kesehatan, layanan administrasi kependudukan, perbankan, hingga donor darah.

Mengawali kegiatan, Wali Kota Cirebon menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan kondusivitas, terutama menyikapi situasi aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah.

“Pemerintah menghargai setiap aspirasi masyarakat. Namun saya mengajak seluruh warga, termasuk para peserta aksi, untuk menyampaikannya dengan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan ataupun kericuhan. Mari kita duduk bersama, mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama,” ujar Wali Kota.

Dalam suasana penuh keakraban, Wali Kota juga berdialog langsung dengan masyarakat. Beragam aspirasi disampaikan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, perbaikan saluran air, penanganan banjir, persoalan limbah lingkungan, hingga permintaan penambahan fasilitas umum. 

Mendengar hal tersebut, Wali Kota secara tegas meminta perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti.

“Kami akan mengkaji dengan seksama setiap aspirasi yang masuk. Prinsipnya, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Cirebon  berpihak kepada masyarakat, demi peningkatan kualitas hidup bersama,” ungkapnya.

Selain pelayanan publik, kegiatan Sapa Warga kali ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

Langkah ini merupakan upaya Pemkot Cirebon dalam menstabilkan harga serta menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon sebagai bentuk edukasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di lingkungan masyarakat. 

Pemkot Cirebon juga menyerahkan secara simbolis Kartu Identitas Anak (KIA) kepada sejumlah anak, sebagai komitmen dalam memastikan terpenuhinya hak administrasi kependudukan sejak usia dini.

Dengan kehadiran kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan secara langsung, namun juga dapat menyampaikan masukan serta melihat komitmen nyata pemerintah kota dalam menjawab kebutuhan publik. (Nur)



Share:

Kamis, 28 Agustus 2025

Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih BAZNAS Awards 2025 dalam Kategori Cendekiawan Muslim Pendukung Zakat

 


JAKARTA, FC – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggelar ajang bergengsi BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta berbagai pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.

Dalam acara yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8/2025), salah satu tokoh akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Sugiato, S.H., M.H., berhasil meraih penghargaan prestisius BAZNAS Awards 2025. Guru Besar yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana tersebut terpilih dalam kategori Special Award: Cendekiawan Muslim Pendukung Zakat Sejahterakan Umat.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kiprah Prof. Sugiato dalam mendorong pengembangan pemikiran dan peran strategis zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Dedikasinya dalam penelitian, publikasi ilmiah, serta advokasi kebijakan zakat dinilai memberikan dampak signifikan bagi penguatan ekosistem zakat nasional.

Ketua BAZNAS RI dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga motivasi agar seluruh elemen bangsa, khususnya para cendekiawan, terus berkontribusi dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.

Acara penganugerahan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, pimpinan lembaga zakat, pejabat pemerintah, akademisi, hingga mitra strategis BAZNAS.

Dengan penghargaan ini, nama Prof. Sugiato semakin mengukuhkan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kontribusinya pada pengembangan zakat berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan penguatan peran akademisi dalam pemberdayaan umat. (din)

Share:

Rabu, 27 Agustus 2025

Kabupaten Cirebon Siap Implementasikan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan dua kebijakan pendidikan nasional yaitu Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). 

Kedua pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar secara menyeluruh, sejalan dengan visi CIREBON BERIMAN yang menekankan nilai keimanan, kasih sayang, dan kecerdasan berpikir.

Bupati Imron menegaskan bahwa pendidikan yang berpusat pada anak adalah fondasi masa depan bangsa. “Kami percaya bahwa pendidikan yang menumbuhkan rasa ingin tahu, empati, dan kemampuan berpikir kritis akan membentuk generasi yang tangguh dan berakhlak,” ujarnya di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (27/8).

Imron menyampaikan bahwa Pemkab Cirebon akan memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang telah dibangun bersama ekosistem pendidikan daerah untuk mendukung implementasi PM dan KBC. Kolaborasi ini telah berhasil mengurangi kesenjangan mutu pendidikan dasar, khususnya di wilayah pesisir.

Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengapresiasi komitmen Kabupaten Cirebon dalam mendukung Pembelajaran Mendalam (PM). Saat mengunjungi SD Negeri 3 Astanalanggar, Toni melihat guru telah menerapkan metode pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta rutin melakukan asesmen membaca untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan murid. 

”Guru lebih percaya diri dalam mendorong rasa ingin tahu siswa, empati, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis,” terangnya.

Toni mencatat meski belum semua guru mendapat pelatihan PM, namun semangat untuk menerapkan pembelajaran bermutu begitu tinggi di Kabupaten Cirebon. Toni berharap pelatihan PM dapat diperluas agar lebih banyak guru terlibat.

Sementara itu, Faesal Musaad, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI, mengapresiasi semangat guru-guru MIS Assuniyah 3. Ia melihat bahwa prinsipi-prinsip KBC telah diterapkan di madrasah ini, sekalipun guru-guru MIS Assuniyah 3 belum mendapatkan pelatihan. 

Penilaian itu disampaikan setelah melihat dampak penggunaan asesmen membaca, dan pendampingan belajar yang lebih intensif untuk siswa yang paling tertinggal. 

“Guru telah menunjukkan cinta dan tanggung jawab dalam membantu anak-anak yang tertinggal. Ini adalah salah satu esensi dari KBC,” ujarnya.

Lebih lanjut Faesal mengatakan para guru telah menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Asesmen kemampuan membaca dilakukan secara rutin untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. 

Guru kini lebih fokus membantu siswa yang tertinggal, mencerminkan semangat KBC yang menekankan pendidikan karakter dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pelatihan dan pendampingan ekosistem pendidikan daerah menjadi modal penting dalam penerapan KBC.

Tim Stapleton, Minister Counsellor Tata Kelola dan Pembangunan Manusia dari Kedutaan Besar Australia, menyampaikan kesan positifnya saat mengunjungi Kabupaten Cirebon. Ia menegaskan bahwa Australia bangga mendukung Indonesia dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). 

Dukungan ini sejalan dengan komitmen bersama antara Perdana Menteri Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak Indonesia.

Direktur Program INOVASI, Sri Widuri mengatakan program INOVASI merupakan kemitraan pendidikan antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya pada bidang literasi, numerasi, dan karakter. 

Program ini bekerjasama dengan Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Bappenas, serta beroperasi di enam provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat dan Maluku. Di Jawa Barat, program ini bekerja di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Subang.

Bersama ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon, INOVASI turut berkolaborasi lintas sektor, melibatkan Dinas Pendidikan, Kemenag, BBPMP Jawa Barat, BBGTK Jawa Barat, UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Pendidikan Indonesia, serta komunitas lokal seperti KLASA Cerbon dan INOVASI. 

Ekosistem ini memberikan pelatihan agar pengawas dan guru mampu melakukan asesmen diagnostik membaca, memperkuat kapasitas pengajaran, serta pendampingan melalui Pokjawas.

Hasilnya terlihat nyata di Kecamatan Losari. Di SD Negeri 3 Astanalanggar, kemampuan membaca siswa kelas awal dalam waktu lima bulan meningkat menjadi 42%, atau hampir tiga kali lipat dari capaian sebelumnya. Di MIS Assuniyah 3, dua dari tiga anak mengalami peningkatan kemampuan membaca hingga tingkat paragraf. 

Hal ini mencerminkan efektivitas intervensi. Dengan semangat kolaboratif dan dukungan dari berbagai pihak, Kabupaten Cirebon siap menjadi contoh implementasi kebijakan pendidikan yang berpihak pada anak. (din)

Share:

PBAK 2025 FUA Gaet Tokoh Nasional K.H. Said Aqil Siroj: Mahasiswa Baru Diajak Rawat Kebangsaan dan Moderasi

CIREBON – Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan kehadiran ulama kharismatik, K.H. Said Aqil Siroj, Senin (26/8).

Ribuan mahasiswa baru tampak antusias menyambut tokoh nasional yang dikenal sebagai penggerak moderasi Islam di Indonesia itu. Kehadiran Kiai Said merupakan inisiatif panitia PBAK Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), sehingga kegiatan kali ini terasa istimewa.

Dalam tausiyahnya, mantan Ketua Umum PBNU dua periode (2010–2021) yang kini menjabat Mustasyar PBNU (2022–2027) itu berpesan agar mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama.

“Mahasiswa bukan sekadar penerima ilmu, tetapi agen perubahan. Kalian adalah generasi yang dituntut untuk melahirkan gagasan segar, menjaga persatuan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Islam mengajarkan kita untuk cinta ilmu sekaligus menjaga kebhinekaan,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan meriah.

Kiai Said juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai Islam dengan perkembangan teknologi di era digital. Menurutnya, visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University sejalan dengan tantangan zaman, yakni bagaimana generasi muda menguasai teknologi tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan Islam.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kesediaan Kiai Said Aqil hadir dan memberikan wejangan berharga.

“Kehadiran Kiai Said menjadi motivasi luar biasa bagi seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa baru. Pesan beliau selaras dengan visi kampus kami sebagai perguruan tinggi Islam berbasis digital yang tetap menjunjung tinggi nilai moderasi dan kebangsaan,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., turut mengapresiasi kerja keras tim panitia yang berhasil menghadirkan sosok inspiratif bagi mahasiswa baru.

“PBAK tahun ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Kiai Said Aqil. Kami berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah berupaya maksimal demi terselenggaranya kegiatan ini dengan baik,” katanya.

Dengan hadirnya K.H. Said Aqil Siroj, PBAK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 2025 tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga forum penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama yang akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik maupun kehidupan bermasyarakat. (din)

Share:

Selasa, 26 Agustus 2025

Bupati Imron Harap CDPOB Cirebon Timur Percepat Pemerataan Pembangunan

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron berharap rencana pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Cirebon Timur, dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Jawa Barat di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (26/8/2025), yang membahas persiapan pemekaran wilayah sekaligus calon ibu kota Cirebon Timur.

“Harapan kami, pemekaan ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, terutama untuk pemerataan pembangunan dan percepatan kesejahteraan,” kata Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon saat ini menanggung beban besar dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa, tersebar di 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan.

“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, sementara dukungan anggaran dari pusat masih terbatas, maka pemekaran menjadi salah satu solusi agar pembangunan bisa lebih merata,” ujarnya.

Imron menekankan pembentukan daerah persiapan otonomi baru tidak hanya sebatas urusan administratif. Namun juga harus memperhatikan kesiapan sumber daya manusia, aspek keuangan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Karena itu, ia menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Jawa Barat sebagai bagian dari kajian objektif terhadap kesiapan Cirebon Timur menjadi CDPOB.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono menyebut, skor kelayakan Cirebon Timur sebagai CDPOB masih di angka 351 poin, sementara standar minimalnya 400-500 poin.

Menurut Ono, ada beberapa aspek yang perlu diperkuat melalui dukungan APBD Kabupaten Cirebon, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Kalau masyarakat sudah satu barisan dan calon ibu kota jelas, tidak ada alasan untuk memperlambat. Yang penting kekurangan indikator segera dipenuhi,” kata Ono. (din)







Share:

Bupati Imron Harap CDPOB Cirebon Timur Percepat Pemerataan Pembangunan

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron berharap rencana pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Cirebon Timur, dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Jawa Barat di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (26/8/2025), yang membahas persiapan pemekaran wilayah sekaligus calon ibu kota Cirebon Timur.

“Harapan kami, pemekaran ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, terutama untuk pemerataan pembangunan dan percepatan kesejahteraan,” kata Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon saat ini menanggung beban besar dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa, tersebar di 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan.

“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, sementara dukungan anggaran dari pusat masih terbatas, maka pemekaran menjadi salah satu solusi agar pembangunan bisa lebih merata,” ujarnya.

Imron menekankan pembentukan daerah persiapan otonomi baru tidak hanya sebatas urusan administratif. Namun juga harus memperhatikan kesiapan sumber daya manusia, aspek keuangan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Karena itu, ia menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Jawa Barat sebagai bagian dari kajian objektif terhadap kesiapan Cirebon Timur menjadi CDPOB.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono menyebut, skor kelayakan Cirebon Timur sebagai CDPOB masih di angka 351 poin, sementara standar minimalnya 400-500 poin.

Menurut Ono, ada beberapa aspek yang perlu diperkuat melalui dukungan APBD Kabupaten Cirebon, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Kalau masyarakat sudah satu barisan dan calon ibu kota jelas, tidak ada alasan untuk memperlambat. Yang penting kekurangan indikator segera dipenuhi,” kata Ono. (din)

Share:

Dukungan Ekosistem Pendidikan Berhasil Kurangi Kesenjangan Mutu Pembelajaran di Pesisir Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Upaya kolaboratif lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, menunjukkan hasil yang menggembirakan. 

Dukungan ekosistem yang melibatkan sekolah, madrasah, pemerintah, universitas, komunitas lokal, dan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), program kemitraan pendidikan dasar antara Pemerintah Australia dan Indonesia, berhasil meningkatkan mutu pembelajaran dasar, khususnya dalam kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Salah satu contoh nyata terlihat di SD Negeri 3 Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Sekolah yang sudah beroperasi 46 tahun ini, menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan sarana, rendahnya keterlibatan orang tua, hingga kondisi sosial-ekonomi masyarakat. 

Banyak siswa diasuh oleh kakek atau nenek karena orang tua bekerja sebagai buruh migran. Lingkungan belajar yang kurang mendukung memperkuat kesenjangan capaian siswa.

Menurut hasil asesmen kemampuan membaca, hanya 15% siswa kelas awal mampu membaca paragraf dengan baik pada Maret 2025. Namun, setelah penerapan strategi seperti asesmen membaca, refleksi pembelajaran, klinik baca, dan kolaborasi dengan orang tua, capaian tersebut meningkat menjadi 42% pada Agustus 2025. 

Peningkatan signifikan terjadi pada siswa perempuan, dari 65% menjadi 82%, sementara siswa laki-laki naik dari 68% menjadi 70%.“Penerapan asesmen membaca dan metode pendidik sebaya (peer teaching) menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan literasi ini,” ujar Ali Sadikin, Kepala SD Negeri 3 Astanalanggar.

Guru memanfaatkan pendidik sebaya di SD Negeri 3 Astanalanggar untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa. Lewat dukungan program INOVASI bersama ekosistem pendidikan, SD Negeri 3 Astanalanggar mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dokumentasi: Diskominfo Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kepala Madrasah MIS Assuniyah 3, Subhan, menyampaikan bahwa meskipun menghadapi tantangan serupa, madrasahnya mencatat peningkatan kemampuan membaca. 

Pada Maret 2025, baru 74% siswa kelas awal yang mampu membaca paragraf, dan angka ini meningkat menjadi 92% pada Agustus 2025. Peningkatan ini dicapai melalui asesmen membaca dan intervensi pembelajaran yang konsisten.

Lebih lanjut Subhan mengatakan, analisis menunjukkan bahwa siswa laki-laki mengalami peningkatan dari 67% menjadi 91%, sementara siswa perempuan meningkat dari 81% menjadi 94%. Meski peningkatan tertinggi terjadi pada siswa laki-laki, capaian siswa perempuan tetap lebih tinggi secara keseluruhan.

Kepala Sekolah SDN 3 Astanalanggar, Ali Sadikin menegaskan bahwa dukungan ekosistem pendidikan telah membawa dampak positif bagi sekolahnya, sejalan dengan visi menjadi sekolah yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi. 

Hal senada disampaikan Kepala Madrasah MIS Assuniyah 3, Subhan, yang menilai bahwa ekosistem pendidikan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan mutu pendidikan berkarakter di madrasahnya.

Provincial Manager INOVASI Jawa Barat, Agnes Widyastuti, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui kolaborasi erat dengan ekosistem pendidikan daerah. 

Dukungan ini bertujuan memperkuat mutu pendidikan dasar, khususnya dalam bidang literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, BBPMP Jabar, BBGTK Jabar, perguruan tinggi seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Universitas Pendidikan Indonesia, serta komunitas lokal seperti KLASA Cerbon. 

Bersama-sama, ekosistem melaksanakan pelatihan asesmen diagnostik membaca, penguatan kapasitas guru dalam pembelajaran terdiferensiasi, dan penyediaan bahan ajar yang relevan melalui Pokjawas.

Pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Cirebon, yakni “CIREBON BERIMAN” (Bersih, Inovatif, Maju, Agamis, dan Aman). Selain memperkuat kapasitas guru, pendekatan ini juga mendorong partisipasi aktif orang tua dan komunitas dalam mendukung proses belajar anak.

Hingga saat ini, dukungan ekosistem pendidikan telah memberikan manfaat langsung kepada 329 guru, lebih dari 6.500 siswa, dan 27 satuan pendidikan (terdiri dari 16 SD dan 11 MI) di Kecamatan Losari. 

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis ekosistem mampu menjawab tantangan pendidikan di daerah pesisir dan memperkecil kesenjangan mutu pembelajaran antar satuan pendidikan di Kecamatan Losari.

Program INOVASI merupakan kemitraan pendidikan antara pemerintah Australia dan Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya pada bidang literasi, numerasi, dan karakter. 

Program ini bekerja sama dengan Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Bappenas, serta beroperasi di enam provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat dan Maluku. Di Jawa Barat, program ini bekerja di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Subang. (din)



Share:

Pelantikan DPD PGMI Belitung, Momentum Menguatkan Peran Guru Madrasah

Wakil Bupati: PGMI Harus Jadi Garda Terdepan Peningkatan Mutu Madrasah

Prosesi pelantikan Ketua DPD PGMI, Farid Wajdi dan pengurus, oleh Ketua DPW PGMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dilanjut pengukuhan oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom. 


TANJUNGPANDAN – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Guru Madrasah Indonesia (DPD PGMI) Kabupaten Belitung periode 2024–2029 yang digelar di Ruang Sidang Pemkab Belitung, Sabtu (23/8/2025).

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PGMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sulaiman, M.Pd, dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom. 

Kehadiran berbagai tokoh daerah, mulai dari anggota DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua PGRI, Ketua MUI, hingga para pengawas madrasah, menjadi bukti dukungan luas bagi perjalanan PGMI Belitung.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menegaskan bahwa guru madrasah memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang berkarakter, beriman, sekaligus cerdas.

“PGMI harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. Pemerintah daerah akan selalu mendukung kiprah PGMI agar semakin nyata kontribusinya bagi pendidikan di Belitung,” ujar Syamsir disambut tepuk tangan para hadirin.

Senada, Plt. Kepala Kemenag Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E, menekankan pentingnya kolaborasi.

“Kementerian Agama siap bersinergi dengan PGMI, terutama dalam program peningkatan kompetensi guru dan penguatan lembaga pendidikan madrasah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPW PGMI Babel, Sulaiman, M.Pd, menggambarkan PGMI sebagai rumah besar bagi para guru madrasah.

“PGMI adalah ruang perjuangan kolektif. Mari kita majukan guru madrasah agar semakin profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan era digital,” tuturnya penuh semangat.

Ketua DPD PGMI Belitung yang baru dilantik, Farid Wajdi, S.Ag., M.Si, menyampaikan tekadnya untuk menjadikan PGMI Belitung lebih progresif.

“Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak demi peningkatan kualitas guru madrasah. InsyaAllah PGMI Belitung akan hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun pendidikan di daerah,” tegasnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi PGMI Belitung untuk semakin meneguhkan peran guru madrasah sebagai ujung tombak pendidikan, sekaligus mitra pemerintah dalam mencetak generasi yang unggul. 

"Dengan semangat kebersamaan, harapan baru tumbuh untuk kemajuan pendidikan madrasah di Negeri Laskar Pelangi," tandas Farid Wajdi.



Share:

Senin, 25 Agustus 2025

UIN Siber Cirebon Gelar Pengenalan Budaya Akademik, Sistem Digital dan Paradigma Ekoteologi

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2025 pada Senin hingga Rabu (25–27/8/2025).

Kegiatan ini mengusung tema besar “Membangun Peradaban dengan Membentuk Generasi Syekh Nurjati Muda yang Adaptif Digital, Peduli Ekoteologi, dan Berjiwa Moderat”.

Dibuka dengan Sidang Senat Terbuka

PBAK tahun ini resmi dibuka oleh Ketua Senat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag., melalui sidang senat terbuka.

Dalam laporannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menyampaikan bahwa PBAK 2025 diikuti oleh 2.749 mahasiswa secara luring (offline) serta 149 mahasiswa program PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) secara daring (online).

Sambutan Rektor: Selamat Datang di Kampus CIU

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan sambutan penuh semangat kepada mahasiswa baru.

“Selamat datang para mahasiswa baru di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kampus Cyber Islamic University (CIU) yang unggul dan bergerak menuju kampus dunia. Salam bahagia dan kebanggaan kami, para mahasiswa sekalian, memilih satu-satunya kampus PTKN berbasis siber di Indonesia. Atas taufik dan hidayah Allah Swt., segala yang kita cita-citakan semoga terkabulkan. Aamiin.”

Rektor menekankan bahwa PBAK bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembekalan komprehensif tentang budaya akademik, sistem digital, dan paradigma ekoteologi yang sedang dikembangkan di UIN Siber.

Tujuan PBAK 2025

PBAK tahun 2025 dirancang untuk membekali mahasiswa dengan:

Pemahaman tentang sistem akademik berbasis digital dan budaya siber.

Wawasan tentang ekoteologi menuju lahirnya green Islamic campus.

Nilai-nilai etika akademik dan etika digital.

Pengetahuan terkait tata kelola lembaga, organisasi mahasiswa, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Selain itu, PBAK juga menumbuhkan semangat solidaritas, ukhuwah, toleransi, dan tanggung jawab sosial-ilmiah. Mahasiswa didorong menjadi insan akademik yang berkarakter insaniyah-ilahiyah, berilmu amaliyah, beramal ilmiah, serta beretika dalam memanfaatkan platform digital.

Pesan Kebudayaan dan Moderasi

Tema PBAK 2025 menekankan pentingnya membangun peradaban dengan kerja keras, inovasi, dan kreasi. Rektor mengajak mahasiswa bersama-sama menciptakan tatanan kampus dan masyarakat akademik yang berlandaskan kearifan lokal, keadaban digital, moderasi beragama, dan lingkungan harmoni berparadigma ekoteologi.

Penutup dengan Syair Inspiratif

Untuk menambah semangat mahasiswa baru, kegiatan PBAK turut disemarakkan dengan syair yang berisi pesan pendidikan, religiusitas, ekoteologi, dan moderasi. Syair tersebut mengingatkan mahasiswa agar istiqamah dalam belajar, menjaga tradisi lokal Cirebon, serta menggabungkan ilmu agama dan teknologi demi masa depan yang diridhai Allah Swt.

Dengan penyelenggaraan PBAK ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia, sekaligus pionir dalam melahirkan generasi muda yang tangguh, moderat, peduli lingkungan, dan adaptif di era digital. (din)

Share:

Sinergi Berkelanjutan: Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan Perbarui Kerja Sama Air Bersih

Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Kuningan menandatangani Perubahan Ketiga Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Sumber Mata Air Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua daerah dalam menyediakan air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kerja sama antara kedua daerah memiliki sejarah panjang sejak 2009. Sejak saat itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Kota Cirebon telah menjalin sinergi melalui beberapa perjanjian terkait pengelolaan sumber mata air, yang terus diperbarui mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

Perubahan ketiga yang dilakukan hari ini bukan sekadar perubahan administratif, tetapi juga penyesuaian kerja sama dengan dinamika zaman, regulasi, dan kebutuhan publik yang terus berkembang.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menekankan pentingnya kerja sama ini. Menurutnya, air adalah kebutuhan dasar manusia sekaligus sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. 

"Kota Cirebon memiliki keterbatasan sumber daya air, sementara Kabupaten Kuningan dianugerahi alam yang subur dengan sumber mata air melimpah. Kerja sama ini menghadirkan solusi yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam perubahan ketiga ini, terdapat beberapa poin penting yang disepakati. Pertama, jaminan ketersediaan pasokan air bersih bagi warga Kota Cirebon dengan dukungan keberlanjutan dari Kabupaten Kuningan. Kedua, dana kompensasi transparan dari Kota Cirebon melalui Perumda Air Minum Tirta Giri Nata untuk mendukung konservasi sumber daya air, kesejahteraan masyarakat sekitar, dan pembangunan di Kabupaten Kuningan.

Selain itu, perjanjian juga menetapkan evaluasi berkala setiap lima tahun agar kerja sama tetap relevan, adil, dan adaptif terhadap kondisi terbaru. Hal ini dilakukan untuk memastikan manfaat kerja sama tetap maksimal bagi kedua belah pihak.

Wali Kota menambahkan, kerja sama ini bukan hanya soal air, tetapi juga soal persaudaraan antar-daerah. 

"Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan memiliki hubungan historis, sosial, dan budaya yang erat. Sinergi ini memperkuat ikatan tersebut dan menegaskan prinsip gotong royong," tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pengelolaan air ke depan cukup berat, seperti perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan keterbatasan sumber daya. 

"Kami berkomitmen tidak hanya menerima manfaat dari sumber mata air Paniis, tetapi juga menjaga kelestariannya. Jika kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita,” jelasnya.

Penandatanganan perjanjian ini diharapkan menjadi komitmen nyata kedua pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan kolaborasi antar-daerah. Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas kerja sama yang solid selama ini. (din)



Share:

Pemkot Cirebon dan KACES Perkuat Pertukaran Budaya Indonesia-Korea Selatan Lewat Pendidikan Seni

CIREBON – Kegiatan Ministry Of Culture, Sports, And Tourism, South Korea melalui Korea Art And Culture Education Service (KACES) kembali digelar di Kota Cirebon. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini menghadiri rangkaian kegiatan di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan, Senin (25/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KACES menjadikan Kota Cirebon sebagai lokasi pelaksanaan program pendidikan seni dan budaya. Ia menilai kehadiran KACES bukan hanya merupakan kehormatan, tetapi juga mencerminkan kerja sama internasional yang nyata dalam membangun pengertian lintas budaya.

“Kehadiran KACES di Kota Cirebon bukan semata seremoni, tetapi wujud dari jembatan kebudayaan yang mempererat hubungan dua bangsa. Melalui seni dan budaya, generasi muda kita belajar menghargai proses, menemukan jati diri, dan membangun rasa percaya diri. Ini sangat sejalan dengan riset UNESCO yang menyatakan bahwa pendidikan berbasis seni dapat meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, dan empati sosial,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu pilar utama visi pembangunan Kota Cirebon. Dalam konteks ini, seni dan budaya memainkan peran penting sebagai bagian integral dari pendidikan karakter dan kreativitas anak bangsa.

“Saya percaya, program KACES akan memperkaya pengalaman anak-anak Kota Cirebon, membuka cakrawala mereka terhadap dunia, sekaligus meneguhkan akar budaya,” tambahnya.

Sebagai kota yang dikenal memiliki kekayaan budaya, seperti batik mega mendung, tari topeng, keraton, Kota Cirebon dinilai sangat relevan menjadi ruang pertemuan dua tradisi besar, budaya Korea yang modern dan budaya Cirebon yang sarat nilai spiritual serta kearifan lokal. 

Pertemuan ini diharapkan menjadi laboratorium kreatif bagi generasi muda untuk menjelajah nilai, identitas, dan impian.

Wali Kota menutup sambutannya dengan harapan agar kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga menginspirasi anak-anak Kota Cirebon untuk bermimpi lebih besar, berkarya lebih luas, dan tetap membumi dengan kearifan budaya.

“Semoga kegiatan KACES di Kota Cirebon menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi, dan mempererat persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya antara Kota Cirebon dan mitra-mitra internasionalnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, menjelaskan bahwa program KACES di Kota Cirebon tahun ini mengusung tema "Born in Cirebon" dan berlangsung selama 12 hari, mulai 19 Agustus hingga 30 Agustus 2025. 

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk 4 guru dari Korea Selatan, 3 seniman profesional Korea Selatan (non-native participant), 77 guru seni budaya dari Cirebon, serta 118 siswa dari dua sekolah, yakni SMPN 1 (100 siswa) dan SMPN 18 (18 siswa).

“Program ini bertujuan untuk memperkuat dan mengharmonisasikan hubungan antara Indonesia, khususnya Pemkot Cirebon, dengan Korea Selatan melalui pertukaran seni dan budaya. Tak hanya pelajar, para seniman dan pendidik juga ikut berkolaborasi secara aktif,” tutur Kadini.

Kegiatan ini dirancang berdasarkan model kebijakan pendidikan seni dan budaya dari Korea Selatan, yakni Artist Box, yang telah diadaptasi untuk konteks lokal di Kota Cirebon. Tahun ini, selain pelatihan intensif, peserta juga akan terlibat dalam lokakarya, pertunjukan seni, dan sesi pertukaran gagasan antarbudaya.

Perwakilan KACES, Lee Milim, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat Pemerintah Kota Cirebon. Ia menyebut bahwa kerja keras para guru dan seniman dari kedua negara telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya, termasuk melalui pelatihan pendahuluan.

"Kami berharap tahun ini kembali menjadi kesempatan berharga di mana para guru, seniman, dan siswa dapat menikmati proses pembelajaran yang penuh makna melalui seni dan budaya. Kami juga memohon agar para peserta dari Korea Selatan dapat terus disambut dengan kehangatan dan semangat kolaborasi,” ungkap Lee Milim. (din)





Share:

Minggu, 24 Agustus 2025

Bupati Imron Buka Festival Band Bupati Cup 2025 di Kawasan Batik Trusmi

KABUPATEN CIREBON – Bupati Cirebon Imron bersama Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman secara resmi membuka Festival Band Bupati Cup 2025 yang digelar di Kawasan Batik Trusmi, Kecamatan Weru, Jumat (22/8/2025) malam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, sekaligus sebagai ajang penggalian potensi seni dan budaya masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

Ia menilai, Festival Band menjadi bentuk inovasi pemanfaatan ruang publik di Trusmi yang kini makin menarik perhatian masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menginovasikan tempat ini menjadi daya tarik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan seni dan budaya yang perlu terus digali dan dilestarikan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya di tengah kemajuan teknologi dan zaman.

“Generasi muda kita harus bisa melihat dan mempertahankan budaya. Maka dari itu, seluruh perangkat daerah mari bersama-sama menjaga seni dan budaya yang kita miliki,” tegasnya.

Imron juga menekankan bahwa seni dan budaya bukan hanya menjadi pelengkap, melainkan unsur utama dalam pembangunan daerah.

Sementara sektor ekonomi berfungsi sebagai penunjang yang memperkuat keberlangsungan budaya tersebut.

“Ekonomi itu penunjang, tetapi seni dan budaya adalah utamanya,” katanya.

Ia berharap, kolaborasi antara masyarakat dan birokrasi mampu menciptakan sinergi yang mendorong kesejahteraan.

Imron mencontohkan geliat ekonomi yang tumbuh di Kawasan Kuliner Trusmi berkat peran UMKM lokal.

“Ketika masyarakat dan birokrasi bersatu, maka ekonomi akan tumbuh. Di Trusmi ini banyak UMKM, dan ekonomi kita juga ikut bergerak,” ucapnya.

Festival Band Bupati Cup, menurutnya, tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengasah bakat dan meningkatkan kemampuan.

“Ajang ini menjadi sarana belajar dan motivasi bagi anak-anak kita. Penampilannya pun tidak kalah dengan artis,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon, agar potensi lokal semakin tergali dan budaya daerah tetap hidup.

“Mudah-mudahan akan muncul Trusmi-Trusmi lain yang bisa menjadi ruang hiburan dan pengembangan potensi,” tutupnya. (din)









Share:

Jumat, 22 Agustus 2025

Bupati Imron: Manajemen Talenta Jadi Jalan Wujudkan ASN Berintegritas

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menegaskan peluncuran manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) dapat menciptakan pejabat yang berkompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi moralitas dalam memberikan pelayanan publik.

Menurut Imron, sistem baru tersebut menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam mewujudkan reformasi birokrasi berbasis meritokrasi.

Ia menegaskan, seluruh proses pengisian jabatan nantinya berbasis data, sehingga lebih tepat sasaran.

“Harapannya, ASN kita semakin unggul, jujur, dan berintegritas. Dengan begitu, masyarakat tidak akan kecewa terhadap pelayanan publik,” kata Imron pada saat peluncuran di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (22/8/2025).

Ia menambahkan, penerapan manajemen talenta memudahkan proses mutasi, rotasi, hingga promosi jabatan.

Semua proses tersebut tidak lagi memerlukan izin atau seleksi terbuka, melainkan langsung berdasarkan pemetaan kompetensi yang sudah ada.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho menjelaskan, pelaksanaan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Cirebon mendapat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) setelah melalui tujuh kali pendampingan teknis.

“Prosesnya sangat detail, mulai dari pengisian kertas kerja hingga asesmen. Dengan hasil ini, Cirebon resmi menerapkan manajemen talenta untuk pengelolaan ASN,” kata Ade.

Ia menilai sistem tersebut penting untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kepastian pengembangan karier ASN.

Dengan penilaian berbasis kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin, peluang terbuka bagi seluruh pegawai.

“Budaya kerja yang kompetitif diharapkan tumbuh, sehingga setiap ASN bisa berkarier sesuai prestasi dan kompetensinya,” ujarnya.

Sekretaris Utama BKN RI, Imas Sukmariah, menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan jantung dari sistem merit.

Melalui mekanisme ini, pengisian jabatan dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan bebas dari praktik kolusi maupun nepotisme.

“ASN dipetakan melalui asesmen potensi dan kompetensi, kemudian dimasukkan dalam sembilan kotak klasifikasi. Dari situ dapat diketahui siapa yang siap duduk di jabatan strategis,” katanya.

Ia menambahkan, BKN menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) untuk memetakan potensi ASN. Di Kabupaten Cirebon, sekitar 4.300 dari total 8.000 lebih PNS sudah mengikuti asesmen tersebut.

Menurutnya, implementasi manajemen talenta tidak hanya bermanfaat di daerah, tetapi juga dapat mendukung mobilitas talenta ASN antarwilayah sesuai kebutuhan nasional.

“Sampai saat ini, hampir 80 instansi pemerintah sudah menerapkan manajemen talenta. Kami berharap semua pemerintah daerah segera menyusul,” tutur Imas. (Nur)

Share:

Kamis, 21 Agustus 2025

Penanganan Stunting Jadi Prioritas, Pemkot Cirebon Perkuat Program Gizi Anak Lewat Sosialisasi dan Bantuan PMT

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon,  Siti Farida Rosmawati, menghadiri kegiatan Sosialisasi Tumbuh Kembang Anak dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita Kurang Gizi yang diselenggarakan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Kamis (21/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Cirebon, khususnya di wilayah Kelurahan Kalijaga. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS dan Bank BJB atas kontribusi dan dukungan mereka dalam penyaluran PMT serta bantuan sembako kepada balita dan keluarga yang terdampak stunting.

“Ini merupakan bentuk nyata gotong royong semua pihak dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting,” ujarnya.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Cirebon, ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat dan pemangku kebijakan dalam menangani permasalahan gizi, pola asuh, dan kebersihan lingkungan.

“Program ini tidak hanya sebatas pada pemberian bantuan, tetapi juga menyasar peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi, pola pengasuhan yang tepat, serta sanitasi. Semoga dengan berbagai program dan kerja sama lintas sektor, target TP3S dapat tercapai, yaitu menjadikan Kota Cirebon bebas stunting. Kita ingin menciptakan generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Insyaallah, dengan semangat kebersamaan, kita bisa membawa Kota Cirebon menuju kota yang setara dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Kalijaga, Entis Sutisna, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 200 anak di wilayahnya yang masuk dalam kategori stunting. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan masalah ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari pemerintah maupun mitra pendukung, yang telah bersama-sama membantu mengatasi permasalahan ini,” tutur Entis.

Kegiatan ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan terpadu dan partisipatif. Pemerintah berharap, dengan sinergi berbagai pihak, permasalahan stunting di Kota Cirebon dapat segera tertangani secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Nur)



Share:

Rabu, 20 Agustus 2025

Munir Raih Dukungan Mayoritas PWI Provinsi, Bertekad Perkuat Konsolidasi Organisasi

 

JAKARTA - Peta dukungan menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang akan digelar 29-30 Agustus 2025 di BPPTIK, Komdigi, Cikarang, Bekasi, semakin mengerucut.

Bakal calon Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, berhasil mengantongi dukungan mayoritas dengan sedikitnya 20 PWI Daerah Provinsi. Dukungan ini diyakini akan terus bertambah dari beberapa provinsi lain hingga hari pelaksanaan kongres.

Besarnya dukungan ini tampak dalam acara rapat  konsolidasi dg para ketua dan pengurus harian PWI Provinsi di Jakarta, Rabu malam (20/8)

Soliditas dukungan bagi Munir semakin kuat setelah sejumlah tokoh yang sempat digadang maju memutuskan mundur dan memberikan dukungan penuh. 

Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua PWI Riau sekaligus Ketua Umum PWI Pusat versi KLB 2024, secara tegas menyatakan tidak akan maju. Sikap serupa ditunjukkan Atal S. Depari, Ketua Umum PWI periode 2018-2023, juga memilih memberi dukungan kepada Munir. 

Hal senada juga datang dari Johnny Hardjojo, mantan Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat, yang juga sebelumnya akan maju.

Konsolidasi besar ini membuat Munir kian dipandang sebagai figur pemersatu sekaligus kandidat terkuat dalam suksesi kepemimpinan PWI di Cikarang.

Munir, yang kini menjabat Direktur Utama LKBN Antara, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030.

"Bismillah, saya maju untuk membawa PWI bersatu kembali, melakukan rekonsiliasi, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi, terutama penguatan PWI di daerah seluruh Indonesia," kata Munir yang akrab disapa Cak Munir, Rabu malam (21/8).

Sebagai mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode dan pernah menjabat Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Munir mengaku sangat memahami denyut organisasi di tingkat daerah. Ia menegaskan, wartawan di daerah adalah ujung tombak kehidupan pers nasional.

"Darah saya PWI. Sejak mulai jadi wartawan tahun 1991, saya hidup bersama PWI, terutama di daerah. Karena itu saya ingin mengembalikan marwah PWI sekaligus memastikan daerah mendapat perhatian lebih besar," tegasnya.

Munir juga menyiapkan sejumlah program  yang menitik beratkan kepentingan PWI daerah antara lain Konsolidasi organisasi secara menyeluruh dan tuntas pasca terjadinya dualisme, membangun ekosistem  media/pers nasional, meningkatkan kapasitas wartawan di daerah dengan memperbanyak Uji Kompetensi Wartawan, pelatihan berjenjang, workshop digital, dan penguatan media lokal, digitalisasi kelembagaan PWI, literasi dan pendalaman jurnalisme dan AI.

Dengan dukungan mayoritas PWI Provinsi dan program yang berpihak kepada kepentingan daerah, Munir diyakini menjadi figur yang mampu mengembalikan marwah dan martabat PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia. (din)

Share:

Pemkot Cirebon Tandatangani MoU SCLSC, Wujudkan Industrialisasi Pertanian untuk Kurangi Kemiskinan

 PRESS RELEASE

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Proyek Implementasi Skema Semi Closed-Loop Supply Chain (SCLSC) untuk Industrialisasi Pertanian dan Material Baru sebagai bagian dari Program Aglomerasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Hotel Grand Mansion, Rabu (20/8/2025). 

Kegiatan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, sektor swasta, dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).

Wali Kota menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal penting dalam membangun ekosistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menyebut kemiskinan sebagai persoalan struktural yang membutuhkan pendekatan sistemik dan kolaboratif.

"Tugas kita bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi membangun sistem yang memberi kesempatan bagi masyarakat miskin untuk berdaya. Skema SCLSC kami pandang sebagai alternatif solusi konkret untuk memperkuat rantai nilai pertanian hingga ke pasar,” ujarnya.

Menurutnya, posisi geografis Kota Cirebon yang strategis, sebagai simpul antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, membuka peluang besar untuk menjadikan Cirebon sebagai pusat pengolahan, distribusi, dan perdagangan hasil pertanian dari wilayah sekitar seperti Brebes, Indramayu, dan Kuningan. Hal ini sejalan dengan semangat menciptakan nilai tambah dari sektor hulu hingga hilir.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini diharapkan membawa tiga manfaat utama, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui koperasi, peningkatan efisiensi serta nilai tambah produk pertanian, dan pembangunan berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. 

Program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketimpangan sosial.

Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menyalakan semangat pembangunan dari wilayah pinggiran, seraya mengutip pesan Bung Hatta "Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa."

"Mari kita nyalakan lilin itu, dari Brebes hingga Cirebon, agar sinar pembangunan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menghadirkan solusi terintegrasi untuk pengentasan kemiskinan struktural. Ia menyoroti peran koperasi sebagai tulang punggung model ekonomi rakyat yang mampu menghubungkan petani dengan sektor produksi, distribusi, hingga pasar.

"Penandatanganan MoU ini adalah langkah konkret menuju pengentasan kemiskinan struktural melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Kami percaya koperasi dapat menjadi katalisator transformasi pertanian yang berkelanjutan,” tutur Budiman.

Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan empat pemerintah daerah, Kota dan Kabupaten Cirebon, Brebes, Indramayu, dan Kuningan serta lima mitra swasta, termasuk PT Garam (Persero) dan perusahaan pengolahan limbah dari Belanda, Harvest Waste. Sinergi multipihak ini dinilai penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur, teknologi, dan sumber daya lokal.

BP Taskin juga menyebutkan sembilan sektor prioritas dalam kolaborasi ini, antara lain pangan, energi baru terbarukan, industri kreatif, digital, pendidikan, kesehatan, transportasi, perumahan, dan hilirisasi produk. Pendekatan lintas sektor ini bertujuan mempercepat transformasi sosial-ekonomi dan menciptakan pembangunan yang inklusif.

Model SCLSC yang diadopsi dalam program ini merupakan sistem rantai pasok semi tertutup yang mengintegrasikan sektor produksi, pengolahan, distribusi, serta pemanfaatan limbah secara efisien dan berkelanjutan. Skema ini berbasis koperasi dan UMKM sebagai aktor utama, sehingga masyarakat miskin dapat terlibat secara langsung dalam aktivitas ekonomi produktif.



Share:

Sambut Kunjungan Dankodaeral III TNI AL, Wakil Wali Kota: Sinergi dengan TNI AL Kunci Ketahanan Maritim


CIREBON -   Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri acara ramah tamah dalam rangka kunjungan kerja Komandan Komando Daerah Maritim (Dankodaeral) III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetya, di wilayah kerja Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon, Rabu (20/8/2025).

Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Laksamana Muda TNI Uki Prasetya beserta seluruh jajaran. Kehadiran Dankodaeral III dinilai sebagai bentuk perhatian nyata dari TNI Angkatan Laut terhadap wilayah pesisir, khususnya di Kota Cirebon.

"Kehadiran Bapak merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami di Kota Cirebon. Ini menjadi wujud nyata dari perhatian TNI Angkatan Laut terhadap wilayah pesisir dan maritim di daerah kami,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menyoroti pentingnya posisi geografis Cirebon yang strategis, berada di jalur Pantura yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta memiliki garis pantai yang langsung berbatasan dengan Laut Jawa, salah satu jalur utama perdagangan dan transportasi laut nasional.

Menurutnya, posisi strategis ini menghadirkan dua sisi yakni tantangan dan peluang. Tantangan yang mencakup potensi kerawanan di laut seperti penyelundupan, perdagangan ilegal, dan ancaman keamanan lainnya, diimbangi oleh peluang besar untuk pengembangan sektor kelautan, perikanan, pariwisata bahari, dan ekonomi maritim.

Dalam konteks ini, keberadaan Lanal Cirebon dan jajaran TNI Angkatan Laut dianggap sangat krusial. "TNI AL bukan hanya garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, meningkatkan rasa aman, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” tegas Wakil Wali Kota.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, menyadari bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa stabilitas keamanan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda dipandang sebagai kebutuhan mutlak.

Wakil Wali Kota juga menilai kunjungan Dankodaeral III sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan dan komunikasi antara TNI AL dan Pemerintah Kota Cirebon, guna merumuskan langkah-langkah bersama menghadapi berbagai tantangan maritim.

Tak hanya itu, ia turut menyoroti pentingnya membangun kesadaran maritim di kalangan generasi muda. Pembangunan Kota Cirebon, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari dimensi kemaritiman. Pengelolaan pelabuhan, pengembangan kawasan pesisir, serta pembinaan masyarakat maritim perlu mendapat perhatian serius.

"Kami berharap sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah dapat melahirkan program-program pembinaan yang menyasar generasi muda, baik dalam bentuk pendidikan kebangsaan, pelatihan bela negara, maupun penguatan karakter disiplin dan cinta tanah air,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Cirebon menyampaikan penghargaan atas kunjungan Laksamana Muda TNI Uki Prasetya beserta rombongan, seraya berharap kunjungan kerja tersebut mempererat hubungan kelembagaan serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat Cirebon.

"Semoga kunjungan kerja ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat koordinasi, dan membawa manfaat,” pungkasnya. (din)



Share:

Selasa, 19 Agustus 2025

Kelompok KKN 84 UINSSC Berkolaborasi Dengan Kolaborator Kebaikan.id Gelar Aksi Clean Up di Desa Tersana

CIREBON, FC - semangat gotong royong kembali terpancar di Desa Tersana Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tersana menggelar aksi clean up di sungai berkolaborasi dengan komunitas Kolaborator Kebaikan.id dan lainnya.

Terhitung ada sekitar 50 massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen, seperti perangkat desa, karang taruna, mahasiswa KKN sekitar desa Tersana, komunitas pegiat lingkungan PALRI, dan instansi yang diundang seperti Puskesmas, DLH dan BPBD Kabupaten Cirebon. Semua turut berkontribusi bahu-membahu dalam kegiatan bersih-bersih.

Mengangkat "AMAL" atau Aksi masyarakat untuk lingkungan sebagai judul acara. Dimulai pukul 08.00 WIB dengan apel singkat, pengarahan, dan sambutan dari pak kuwu, dilanjut foto bersama dan diarahkan menuju lokasi sungai yang tak jauh jaraknya dari balai desa Tersana.

Dalam sambutannya, pak Tarmudi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan positif KKN kali ini. 

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan KKN yang sudah hampir di penghujung masa pengabdiannya, proker demi proker terlaksana dengan baik dan ditutup dengan gebrakan besar aksi clean up yang juga menggandeng banyak pihak. 

"Adanya aksi ini adalah bukti nyata kepedulian masyarakat tersana terhadap lingkungan" tuturnya.

Butuh waktu sekitar 2 jam untuk membersihkan sampah yang ada di sungai sepanjang 40 meter. Komposisi sampah didominasi oleh sampah rumah tangga seperti plastik, pampers, sterofoam, yang berasal dari masyarakat itu sendiri. 

Hasbi anggota Karang Taruna mengungkapkan aampah di sungai ini gak mungkin muncul sendiri, pasti ada oknum di masyarakat yang membuang sampah sembarangan asal lempar ke kali" ucapnya ketika diwawancarai.

Kolaborasi adalah kunci, sampah yang terlihat sangat menumpuk akhirnya dapat diatasi secara bersama-sama. Nida mahasiswi KKN yang juga selaku menyampaikan bahwa persiapan aksi ini sebetulnya kurang dari seminggu namun setiap harinya kami maksimalkan bahkan H-1 diadakan brifing akbar melibatkan semua elemen agar satu komando dan meminimalisir misskom saat aksi, "Alhamdulillah hari H lancar dan terharu liatnya," ucapnya.

Respon positif pun datang dari kalangan masyarakat, salah satunya Ibu Anggi selaku warga yang terkena dampaknya karena rumahnya bersebelahan dengan sungai yang dipenuhi sampah. 

"Sudah dua tahun kondisi di belakang rumah saya seperti itu, pihak desa pun belum ada gerakan, untungnya ada anak-anak KKN dari UIN dan rekan-rekan pegiat lingkungan yang terjun sehingga bersih kembali. Terima kasih banyak," ungkapnya.

Selaras dengan hal tersebut, CEO Kolaborator Kebaikan.id Omar Qad Panity. Menegaskan bahwa sudah seharusnya pengabdian KKN menjawab tantangan yang ada di desa, memberikan dampak secara nyata, bukan hanya merealisasikan proker a b dan c alih-alih pengabdian justru hanya menggugurkan tri dharma perguruan tinggi. 

"Semoga bukan hanya KKN di desa Tersana yang sadar akan urgensi ini, dan semakin banyak abdi muda dari ruang akademik yang berkiprah di desa," paparnya.

Aksi ditutup dengan membuat konten agar lebih masif memantik kesadarannya, setidaknya agar yang melihat tidak membuang sampah sembarangan, memang hanya sekedar meminimalisir sampah yang ada namun sudah satu langkah lebih maju.

Semoga di usia Indonesia yang ke-80 tahun ini, masyarakatnya tidak lagi terbelenggu dalam kebodohan akan minimnya kesadaran terhadap isu lingkungan, salam lestari.

Share:

Minggu, 17 Agustus 2025

HUT ke-80 RI: Wali Kota Cirebon Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Keras, Cerdas, dan Ikhlas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon di Lapangan Bima Madya, Minggu (17/8/2025). 

Upacara dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para asisten dan staf ahli; Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon menegaskan makna mendalam dari peringatan kemerdekaan kali ini. 

"Hari ini kita semua berdiri tegak di bawah kibaran Sang Merah Putih. Hari ini, kita bukan sekadar memperingati sebuah tanggal bersejarah, tetapi juga menyelami makna terdalam dari sebuah perjalanan panjang 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Wali Kota menambahkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah semata, melainkan lahir dari pengorbanan para pejuang, doa para ibu, keberanian pemuda, tekad ulama, dan tokoh adat. Seperti yang diketahui, tema peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini adalah Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. 

"Tema ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan hanya bermakna bila rakyat bersatu, bangsa berdaulat, kesejahteraan dirasakan merata, dan kemajuan dapat dijangkau oleh semua,” kata Wali Kota.

Dalam pidatonya, Wali Kota juga menekankan pentingnya persatuan yang lahir dari penghargaan terhadap perbedaan. Ia mencontohkan Kota Cirebon sebagai kota pelabuhan dan pertemuan budaya Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa, hingga Eropa, yang menunjukkan nilai persatuan sebagai warisan yang harus terus dirawat.

“Ketika kita menyebut kata berdaulat, kita diingatkan bahwa kedaulatan berarti rakyat tidak boleh kehilangan kendali atas hidupnya sendiri. Kebijakan daerah harus berpihak kepada rakyat banyak, bukan segelintir kelompok,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjadikan Kota Cirebon sejahtera, tertata, aspiratif, religius, aman, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kesiapan generasi masa depan.

Berdasarkan data triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon mencapai 4,89 persen, didukung sektor perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta industri pengolahan. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,02 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,08. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,29 persen dan inflasi terkendali pada 2,53 persen secara tahunan.

“Isu penurunan stunting menjadi perhatian penting kita. Tahun ini, kita menargetkan angka stunting turun dari 14,9 persen menjadi maksimal 13,95 persen, melalui kolaborasi, konvergensi, dan inovasi,” tambah Wali Kota.

Wali Kota menutup pidatonya dengan ajakan bagi seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, cerdas, dan ikhlas.

 “Mari kita wariskan kepada anak cucu bukan hanya cerita perjuangan masa lalu, tetapi bukti bahwa kita menjaga bangsa ini tetap tegak, bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju,” pungkasnya.

Selain upacara bendera, peringatan HUT ke-80 RI di Kota Cirebon juga diisi dengan pemberian remisi kepada sejumlah warga binaan, peluncuran program KIPDA (Kartu Idola Pendidikan Daerah) kepada perwakilan siswa SD dan SMP, serta tarian kolosal bertemakan kemerdekaan. (din)



Share:

Ramah Tamah Bersama Perintis Kemerdekaan, Wali Kota Cirebon Beri Penghormatan

CIREBON –  Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Ketua TP PKK Noviyanti Edo dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, menyelenggarakan acara ramah tamah bersama para perintis kemerdekaan. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (16/8/2025), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di tengah senyum dan sapaan hangat, Wali Kota menyampaikan penghormatan kepada para perintis kemerdekaan. “Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Cirebon, kami sampaikan penghormatan setinggi-tingginya,” ucapnya. 

Kata-kata tersebut  sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan buah dari pengorbanan dan keteguhan hati para pendahulu, yang menjadi cahaya penuntun bagi langkah generasi saat ini.

Usia 80 tahun Republik Indonesia mencatat perjalanan panjang yang sarat perjuangan. Dari perlawanan melawan penjajahan hingga upaya membangun bangsa yang mandiri, setiap detik sejarah meninggalkan pelajaran berharga. 

Wali Kota menegaskan, tantangan masa kini berbeda, namun inti perjuangan tetap sama: menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan berdaya saing. Di Kota Cirebon, hal ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan publik yang lebih optimal, serta penyediaan ruang hidup yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

"Pertemuan hangat ini juga menjadi ajang belajar bagi generasi muda. Kehadiran para perintis adalah pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan setiap hari," tuturnya.

Wali Kota mengajak seluruh warga menjadikan momentum ini sebagai pembaruan tekad, bahwa semangat kemerdekaan hidup melalui kerja nyata.

"Juga kolaborasi, dan komitmen bersama demi masa depan yang lebih baik," jelasnya.

Sejalan dengan itu, Ketua LVRI Kota Cirebon, H. Abdul Rosyid, menyampaikan apresiasi dan refleksi pada momentum bersejarah ini. Meski saat ini anggota LVRI di Kota Cirebon tinggal 54 orang, namun semangat untuk terus menjaga dan melanjutkan kemerdekaan tak pernah padam.

"Kami ucapkan Selamat HUT ke-80 RI. Kemerdekaan ini bukan semata-mata hadiah, melainkan buah dari perjuangan dan pengorbanan jiwa raga serta tumpah darah para pendahulu kita,” ujarnya.

Menurut Rosyid, setiap generasi memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan meneruskan warisan kemerdekaan. 

"Baik melalui pengabdian maupun teladan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Kehadiran para perintis kemerdekaan di tengah generasi sekarang menjadi penguat nilai persatuan dan kebangsaan. Karena sejatinya, kemerdekaan adalah warisan yang harus terus dijaga, dihormati, dan diwujudkan melalui langkah nyata bagi masa depan yang lebih baik. (Nur)



Share:

Wali Kota Cirebon Kukuhkan Anggota Paskibraka 2025, Tekankan Jiwa Nasionalisme dan Teladan bagi Generasi Muda

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Cirebon Tahun 2025 di Balai Kota Cirebon pada Sabtu malam (16/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota Paskibraka yang telah terpilih untuk menunaikan tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kota Cirebon.

“Ini adalah momen yang membahagiakan dan membanggakan. Tidak semua orang mampu memiliki tekad dan mental yang kuat, mendedikasikan dirinya melawan cuaca dan terpaan sinar matahari, berlatih setiap hari untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Mental seperti inilah yang kami harapkan menjadi penerus Kota Cirebon kelak,” ujarnya.

Wali Kota menegaskan bahwa anggota Paskibraka tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas pada hari pelaksanaan upacara, tetapi juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.

 “Sebagai putra-putri terbaik, harus mampu memberi energi positif bagi generasi muda lainnya dan juga masyarakat. Tunjukkanlah keteladanan kalian sebagai pelajar yang berprestasi, berdisiplin, bermoral, serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi,” tambahnya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, pembina, pelatih, dan pihak sekolah yang telah mendukung persiapan para anggota Paskibraka.

"Terima kasih atas dorongan, motivasi, dan kesabaran dalam membimbing putra-putri kita. Semoga mereka menjadi teladan bagi siswa-siswi lainnya dan terus menjaga persatuan di atas keragaman,” ungkapnya.

Wali Kota berharap, melalui pengalaman ini, para anggota dapat menjadi pemimpin dan tokoh masa depan yang membanggakan bangsa. (Nur)



Share:

Fitri Ayu Khoirunnisa Mahasiswi Fasya UIN Siber Cirebon Raih Juara I Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat 2025

BANDUNG – Tepat di momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Fitri Ayu Khoirunnisa, mahasiswi semester 6 dari Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, berhasil meraih Juara I dalam ajang “Pemilihan Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat 2025”, yang diselenggarakan oleh PT Wincent Simpor Group di Kota Bandung.(17/08).

Ajang prestisius ini merupakan program tahunan dari Paguyuban Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat yang mempertemukan para finalis terbaik dari seluruh provinsi. 

Fitri, yang berasal dari Desa Sende, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan seleksi mulai dari pra-karantina secara daring pada 26–27 Juli dan 3 Agustus 2025, karantina intensif pada 9–10 Agustus, hingga Grand Final pada 10 Agustus 2025. Penetapan pemenang diumumkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Fitri Ayu Khoirunnisa menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia sangat bersyukur atas kesempatan dan kepercayaan ini. 

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya yang selalu mendoakan dan mendukung, serta kepada seluruh sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan semangat dan motivasi selama proses ini berlangsung,” ujarnya dengan penuh haru.

Keberhasilan Fitri juga mendapat sambutan hangat dari pihak kampus. Uun Sunimah, S.E., selaku coach dan pendamping Fitri, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan semua pihak. 

“Fitri menunjukkan konsistensi, integritas, dan karakter muslimah yang luar biasa. Ini buah dari kerja keras dan doa semua pihak,” katanya.

Dekan Fakultas Syariah, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A., memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. 

“Kami sangat bangga. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Syariah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkompetisi di ajang bergengsi dengan nilai-nilai Islam yang melekat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengungkapkan rasa bangga mendalam atas keberhasilan Fitri.

 “Kemenangan ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga menjadi cerminan dari nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan yang kita tanamkan di CIU. Semoga ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk berani tampil dan berprestasi di berbagai bidang yang positif dan konstruktif,” tegasnya.

Dengan gelar Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat 2025 di tangan, Fitri Ayu Khoirunnisa kini membawa misi baru sebagai duta generasi muda muslimah yang cerdas, inspiratif, dan berkontribusi untuk masyarakat, bangsa, dan agama. pungkas rektor.

Kemenangan Fitri Ayu Khoirunnisa menandai langkah awalnya sebagai duta muslimah muda yang tak hanya menampilkan kecantikan dan kecerdasan, tetapi juga semangat kontribusi dalam memajukan peran perempuan muslimah di Indonesia. (din)

Share:

Sabtu, 16 Agustus 2025

Gotong Royong dan Hiburan Rakyat Meriahkan HUT ke-80 RI di Desa Waruroyom

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Desa Waruroyom, Kecamatan Depok bersama masyarakat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan meriah dan penuh kebersamaan.

Puncak peringatan ditandai dengan pagelaran panggung gembira yang berlangsung di halaman Balai Desa Waruroyom, Sabtu malam (16/8/2025).

Kuwu Waruroyom, Wardija, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia selama delapan dekade.

“Kegiatan ini merupakan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Itu artinya, kita sudah merdeka selama 80 tahun dan sudah membangun selama 80 tahun ini,” ujarnya.

Wardija menambahkan, pagelaran panggung gembira menjadi bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Kholiq, mengapresiasi semangat dan kebersamaan warga yang turut serta menyukseskan rangkaian peringatan HUT RI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan kebersamaan masyarakat Desa Waruroyom dalam melaksanakan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia ini,” ungkap Kholiq.

Selain panggung gembira, Pemerintah Desa Waruroyom juga menggelar berbagai perlombaan untuk memeriahkan perayaan, di antaranya turnamen sepak bola, bola voli, bulu tangkis, serta pemasangan bendera merah putih di sepanjang jalan desa.

Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat persatuan, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air masyarakat, khususnya di Desa Waruroyom. (Nur)

Share:

Jumat, 15 Agustus 2025

DPRD Kota Cirebon Serap Pesan Pidato Presiden: Prioritaskan Kepentingan Rakyat

 

CIREBON – DPRD Kota Cirebon menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025, Jumat (15/8/2025) di Griya Sawala.

Rapat paripurna ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Cirebon, didampingi para Wakil Ketua, anggota DPRD, Walikota dan Wakil Walikota Cirebon, Forkopimda, serta pejabat pemerintah daerah.

Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menyampaikan, momentum pidato kenegaraan ini menjadi sarana untuk menyerap pesan dan arah kebijakan nasional yang disampaikan Presiden RI, sehingga dapat diimplementasikan di tingkat daerah.

Selain itu, Andrie juga mengatakan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI juga sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pendiri negara ini.

Usai rapat, ia mengatakan bahwa program yang dilaksanakan pemerintah daerah harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena hal ini selaras dengan pidato yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Sehingga, jangan sampai ada lagi yang bermain-main lagi untuk kepentingan pribadi dan golongan di atas masyarakat luas,” ujar Andrie.

Sementara itu, dalam pidato kenegaraan tersebut Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa peringatan ke-80 Kemerdekaan RI tidak semata bebas dari penjajahan kolonial.

Akan tetapi, merdeka pula dari kemiskinan, penderitaan dan harus mampu menjadi negara berdikari yang salah satunya dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Selain itu, untuk pemerataan ekonomi, salah satunya pemerintah telah membentuk 80 ribu Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih guna meningkatkan perekonomian desa. Hal ini sebagai bentuk ekonomi berkeadilan sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

“Koperasi di setiap desa akan meningkatkan ekonomi desa dan menciptakan jutaan lapangan kerja,” ucapnya.

Share:

Definition List

Unordered List

Support