Definition List

Rabu, 02 Juli 2025

Perkuat Budaya Literasi, Dispusip Hadirkan Bedah Buku Bersama Risty Tagor

CIREBON — Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi yang kuat. 

Hal ini tercermin dari terselenggaranya kegiatan Bedah Buku Koleksi Perpustakaan Umum, Rabu (2/7/2025). Bedah buku ini menghadirkan Risty Tagor, penulis sekaligus seorang publik figur.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Dispusip Kota Cirebon atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

“Saya ingin menekankan bahwa kegiatan ini tidak menggunakan dana dari APBD Kota Cirebon. Ini murni hasil kerja keras dan kreativitas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam memanfaatkan bantuan pusat untuk tetap menghadirkan kegiatan literasi yang bermakna,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada komunitas literasi, pegiat buku, pustakawan dari berbagai institusi pendidikan, serta para pengelola perpustakaan yang telah secara konsisten memberikan kontribusi terhadap pengembangan literasi di Kota Cirebon. 

“Capaian kita sebagai kota dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tertinggi se-Jawa Barat selama dua tahun berturut-turut adalah hasil nyata dari sinergi luar biasa berbagai pihak,” ungkapnya.

Sebagai informasi, IPLM Kota Cirebon mengalami peningkatan signifikan dari skor 87,75 pada tahun 2023 menjadi 95,37 di tahun 2024. Pencapaian ini menempatkan Cirebon sebagai kota dengan tingkat literasi tertinggi di Jawa Barat selama dua tahun terakhir. 

“Prestasi ini bukan terjadi begitu saja, melainkan buah dari konsistensi dan program-program literasi yang tepat sasaran, termasuk forum bedah buku seperti ini,” tambahnya.

Dalam arahannya, Wali Kota juga menekankan pentingnya keberlanjutan dan peningkatan capaian IPLM pada 2025 mendatang. 

Ia mendorong Dispusip untuk mengambil langkah-langkah strategis, seperti memperluas jangkauan kegiatan literasi ke masyarakat, membangun jejaring yang kuat antar komunitas literasi, dan rutin melakukan evaluasi terhadap indikator penilaian IPLM.

Wali Kota juga mengajak agar kegiatan ini dijadikan momentum untuk memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. “Antusiasme para peserta adalah energi positif bagi kami. Saya berharap forum bedah buku ini bisa menjadi media diskusi yang hidup, tempat bertukar ide, dan memperluas cakrawala berpikir,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Gunawan, turut menyampaikan optimismenya terhadap masa depan literasi di Kota Udang ini. 

“Kami menghadirkan Risty Tagor bukan hanya sebagai public figure, tapi juga sebagai penulis aktif. Kehadirannya memberi inspirasi bagi peserta, khususnya pelajar dan mahasiswa, untuk menumbuhkan minat membaca dan menulis,” jelas Gunawan.

Menurut Gunawan, kegiatan bedah buku tidak sekadar menjadi ajang diskusi literasi, melainkan juga ruang silaturahmi bagi insan literasi dari berbagai kalangan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu melahirkan banyak gagasan segar untuk memperkaya koleksi dan kualitas layanan perpustakaan. 

“Semangat kami adalah menghadirkan perpustakaan sebagai ruang terbuka, inklusif, dan relevan bagi semua,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi semua pihak, Kota Cirebon kembali menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang membawa perubahan positif bagi masyarakat. (din)


DPRD Kota Cirebon Apresiasi 'Pesona Cirebon Berkebaya' Momentum Pelestarian Budaya dan Wujud Pemberdayaan Perempuan

CIREBON - Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani SH mengapresiasi Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Cirebon menggelar kegiatan “Pesona Cirebon Berkebaya” di kawasan Gedung BAT, Sabtu (28/6/2025).

Kegiatan rangkaian Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon itu dinilai menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus wujud pemberdayaan perempuan di ruang publik.

Harry mengatakan, kegiatan yang mengusung tema Berdaya Bersama Kebaya ini menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol identitas, martabat, dan kekuatan perempuan Indonesia.

“Kegiatan ini memperlihatkan betapa besar peran perempuan dalam menjaga budaya. Pelestarian kebaya tidak hanya penting secara simbolik, tetapi juga memperkuat posisi perempuan dalam ruang sosial dan budaya,” ungkapnya.

Harry mengatatakan, melalui kegiatan ini, perempuan diajak untuk bangga mengenakan kebaya sebagai warisan budaya leluhur yang sarat nilai sejarah dan keanggunan.

Acara juga diramaikan berbagai stan UKM perempuan yang menampilkan produk-produk lokal unggulan. Ini menjadi bukti perempuan tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ekonomi kerakyatan.

“Kegiatan Pesona Cirebon Berkebaya ini menjadi momentum penting untuk merayakan kiprah perempuan Cirebon sebagai penjaga budaya dan penggerak ekonomi lokal,” katanya.

Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Cirebon, Garnis Mutiara Savira, menegaskan pentingnya membudayakan kembali pemakaian kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia. Menurutnya, selama ini kebaya masih dianggap sebagai busana yang hanya pantas dikenakan di acara formal.

Padahal, kebaya memiliki fleksibilitas tinggi dan tetap mampu memancarkan keanggunan dalam berbagai situasi. “Kami ingin kebaya dikenakan tidak hanya di acara resmi, tetapi juga dalam aktivitas harian seperti pertemuan, rapat, bahkan acara komunitas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi budaya Kota Cirebon yang besar dan layak untuk dikembangkan lebih luas.

PBI Cirebon berharap gerakan berkebaya ini dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan perempuan. Kebaya tak hanya sebagai simbol keindahan, tetapi juga sebagai representasi jati diri dan kekuatan perempuan Indonesia di era modern.

“Cirebon punya kekayaan budaya luar biasa, mulai dari keraton, tradisi, hingga kebaya khas. Kami ingin menjadikan Cirebon sebagai pusat budaya yang bersaing di tingkat nasional dan internasional, tanpa kehilangan identitasnya sendiri,” tambahnya. (din)

Selasa, 01 Juli 2025

Sekolah Rakyat Ikhtiar Pemkot Cirebon Menyalakan Harapan Anak-Anak Bangsa

CIREBON — Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama jajaran pemerintah kota meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat di SMPN 18 Kota Cirebon, Selasa (1/7/2025). 

Didampingi oleh Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para asisten, dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait, peninjauan ini menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan yang layak dan merata bagi seluruh warga, khususnya mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.

Dalam kunjungannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon memberikan perhatian serius terhadap kenyamanan dan kelayakan proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat, terutama menyangkut fasilitas penginapan bagi siswa, guru, dan penjaga sekolah. 

“Fasilitas penginapan kami dahulukan. Ini penting agar anak-anak merasa nyaman saat belajar, dan ini akan sangat membantu keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujar Wali Kota di sela-sela peninjauan.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan harapannya bahwa Sekolah Rakyat bisa menjadi sarana pendidikan yang mampu mencetak generasi muda yang berkualitas. 

“Proses pendidikan itu sangat perlu. Kami ingin dari Sekolah Rakyat ini lahir anak-anak yang kelak bisa berguna bagi bangsa,” tambahnya.

Untuk diketahui, Sekolah Rakyat yang dikelola oleh Kementerian Sosial ini memang dirancang khusus untuk menyasar masyarakat dalam kondisi sosial ekonomi paling rentan. 

Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan yang inklusif dan gratis.

Kepala Dinas Sosial Kota Cirebon, Santi Rahayu, menjelaskan bahwa Dinas Sosial turut terlibat langsung dalam proses perekrutan siswa untuk Sekolah Rakyat. 

“Sampai hari ini, alhamdulillah kuota sudah terpenuhi untuk jenjang SD dan SMP. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat,” ungkapnya.

Santi menambahkan bahwa tahun ajaran baru akan dimulai pada 14 Juli mendatang, dan seluruh persiapan terus dimatangkan. 

“Sekolah Rakyat ini sangat strategis dalam memutus rantai kemiskinan. Sasaran utamanya memang keluarga miskin ekstrem, dan kami pastikan seluruh prosesnya berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat sangat membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka anak putus sekolah.

“Harapan kami, tidak ada lagi anak-anak di Kota Cirebon yang tidak bisa bersekolah karena alasan biaya. Alhamdulillah, Sekolah Rakyat ini gratis dan benar-benar membantu masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, dukungan penuh dari Dinas Pendidikan akan terus diberikan. Kadini menilai, program Sekolah Rakyat di Kota Cirebon menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat menghasilkan solusi konkret dalam menjawab persoalan kemiskinan ekstrem dan pendidikan. 

"Sekolah Rakyat adalah tempat membina dan membangun masa depan anak-anak,” pungkasnya.  (Hafiz)

Pecahkan Rekor MURI, Donor Darah Jadi Simbol Kolaborasi dan Empati

CIREBON- Masih dalam rangkaian Hari Jadi Cirebon ke-598 digelar kegiatan donor darah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Selasa pagi (1/7/2025). 

Tak hanya berhasil menyedot antusiasme ribuan insan perbankan, tapi juga mencatatkan rekor membanggakan: pemecahan Rekor MURI untuk aksi donor darah oleh sektor keuangan.

Kegiatan ini menjadi penanda bahwa perayaan ulang tahun kota bukan hanya tentang perayaan seremonial, tapi juga tentang wujud nyata kepedulian sosial. Sebanyak 1.300 pendonor ambil bagian dalam kegiatan mulia ini.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sinergi dan gotong royong semua pihak. 

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini, khususnya  KPw BI Cirebon, PMI Kota Cirebon kepada rekan-rekan dari dunia perbankan. Saudara-saudara tidak hanya berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian, tetapi juga menunjukkan bahwa dunia finansial tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota juga menekankan bahwa donor darah adalah aksi kecil yang bisa berdampak sangat besar. “Setetes darah mungkin tampak sederhana, tetapi bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati bagi seseorang. Setiap pendonor hari ini sesungguhnya adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi lebih bermakna karena tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap sesama, tetapi juga menjadi cerminan nilai-nilai luhur Kota Cirebon.  Ia menilai, donor darah ini menunjukkan bahwa gotong royong, rasa empati, dan solidaritas sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat kita. 

"Inilah yang akan membuat kota ini menjadi ruang hidup yang tangguh dan beradab,” lanjut Wali Kota.

Momentum ini juga menjadi ruang refleksi, terutama bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32 yang jatuh pada 29 Juni lalu. Wali Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kekeluargaan.

“Keluarga yang sehat, harmonis, dan memiliki akses pada pendidikan serta pelayanan dasar yang adil adalah fondasi dari masa depan kota ini. Hari ini, kita melihat bagaimana nilai-nilai itu mewujud nyata dalam aksi donor darah yang dilakukan bersama,” lanjut Edo.

Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-598 menjadi pengingat bahwa pembangunan tak hanya soal membangun fisik kota, tapi juga menyuburkan nilai-nilai kemanusiaan. 

“Pembangunan sejati adalah ketika kita mampu menyentuh sisi terdalam dari nilai tolong-menolong. Semoga kegiatan ini jadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat. Semoga darah yang kita sumbangkan hari ini menjadi aliran harapan bagi mereka yang membutuhkan,” tutup Wali Kota.

Di kesempatan yang sama, Kepala KPw BI Cirebon, Jajang Hermawan, juga menyampaikan kebanggaannya atas suksesnya kegiatan ini. 

“Berikan darah, berikan harapan. Itulah semangat yang kami bawa hari ini. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan. Kolaborasi ini adalah bagian dari peringatan Hari Jadi Cirebon sekaligus HUT Bank Indonesia, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, kami melakukannya bersama PMI Kota Cirebon,” terang Jajang.

Menurutnya, kegiatan donor darah semacam ini bukan hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga memiliki dampak positif secara kesehatan bagi para pendonor. 

“Ini bukan sekadar aksi sosial, tapi juga bentuk investasi kesehatan. Donor darah secara rutin terbukti membantu pembentukan sel darah baru dan meningkatkan kesejahteraan psikologis,” tambahnya.

Dengan semangat kolaboratif, gotong royong, dan kemanusiaan yang ditunjukkan hari ini, Kota Cirebon bukan hanya merayakan ulang tahunnya, tapi juga meneguhkan jati diri sebagai kota yang peduli dan berdaya. (Ara)



Ratu Widyia, Perempuan Tangguh di Balik Kepemimpinan Kuwu Ciperna

Ratu Widyia, Istri Kuwi Ciperna, turut membantu suaminya dalam membangun kemajuan desa


CIREBON, FC – Di balik kepemimpinan Kuwu Desa Ciperna, Gunawan, terdapat sosok perempuan tangguh yang tak kalah mencuri perhatian yakni Ratu Widyia. Istri Kuwu ini dikenal sebagai pribadi yang cantik, energik, namun tetap bersahaja dan low profil. 

Bukan hanya sekadar pendamping pemimpin desa, Ratu Widyia telah menjadi figur yang dicintai warga karena ketulusannya dalam bersikap dan konsistensinya dalam memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Meski menyandang status sebagai istri seorang kepala desa, Ratu Widyia jauh dari kesan eksklusif. Ia tidak pernah menonjolkan identitas, tidak pula menuntut perlakuan istimewa. Justru, ia tampil membaur dengan masyarakat, bersikap ramah, mudah diajak berbincang, dan selalu tersenyum tulus pada siapa pun yang ditemuinya.

Kepribadiannya yang hangat membuatnya menjadi sosok yang dirindukan kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan. Dalam setiap momen kebersamaan warga, nama Ratu Widyia kerap disebut-sebut sebagai teladan perempuan yang aktif dan inspiratif.

Tak hanya fokus pada urusan rumah tangga, Ratu Widyia juga rutin mendampingi sang suami dalam aktivitas kemasyarakatan. Ia tak segan turun langsung, baik saat kegiatan desa, forum warga, maupun saat warga membutuhkan kehadiran sosok ibu yang menenangkan. 

Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan diminta berbagi pandangan dan pengalaman, terutama terkait upaya pemberdayaan dan kemajuan masyarakat.

“Prinsip hidup saya sederhana, hidup itu harus memberi manfaat,” ungkapnya suatu hari dalam salah satu agenda desa.

Moto inilah yang menjadi pegangan kuat dalam menjalani setiap langkah kehidupan. Bukan sekadar ucapan, melainkan telah ia buktikan dalam tindakan nyata—mengabdi, mendengar, dan bergerak tanpa pamrih.

Kehadiran Ratu Widyia di tengah masyarakat Ciperna memberi warna tersendiri. Dalam diamnya, ia menjadi penggerak harmoni. Dalam kesederhanaannya, tersimpan keteguhan dan kekuatan yang meneduhkan. Ia bukan hanya simbol pendamping Kuwu, tapi juga representasi perempuan desa yang bijaksana, aktif, dan peduli.

Tak heran, banyak warga mengaku bersyukur memiliki figur seperti Ratu Widyia. Bagi mereka, ia adalah inspirasi. Bukan hanya karena parasnya yang ayu, tapi karena hatinya yang tulus untuk selalu hadir bagi sesama. (Nur)

Fraksi-fraksi DPRD Sampaikan Pemandangan Umum terhadap Raperda Perseroda BPR dan PP APBD Tahun 2024


CIREBON – Fraksi-fraksi DPRD Kota Cirebon menyampaikan pemandangan umum terhadap raperda Perseroda BPR Bank Cirebon dan raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2024 di Griya Sawala, Senin (30/6/2025).

Memimpin jalannya rapat paripurna, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menyampaikan apresiasi karena Perumda BPR Bank Cirebon memiliki kesempatan perubahan status hukum.

Kendati demikian, Andrie menekankan bahwa perubahan status hukum tak menjadikan BPR Bank Cirebon bisa dimiliki perseorangan. Sebab, pemerintah Kota Cirebon diwajibkan menanam saham sebanyak 51 persen.

“Mudah-mudahan, perubahan ini menjadi angin segar dan jadi solusi bagi Perumda BPR Bank Cirebon, karena semua orang bisa menanam saham sehingga mampu menyelamatkan Bank Cirebon,” katanya.

Andrie juga menyoroti kondisi realisasi pelaksanaan APBD tahun 2024 dengan realisasi pendapatan Rp1,55 triliun dan realisasi belanja Rp1,58 triliun, sehingga mengalami defisit sebesar Rp26,4 miliar.

Di lain sisi Andrie juga mengingatkan kepada pemda Kota Cirebon agar memperhatikan target pendapatan yang realistis untuk tahun 2025.

“Jangan sampai over PD memasang target pendapatan, tapi tidak mencapai target yang diinginkan, itu bahaya juga,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Golkar Erry Yudistira Ramadhan SH mendukung perubahan status Perumda BPR Bank Cirebon menjadi Perseroda sebab berpengaruh terhadap menciptakan ekonomi yang andal dalam melaksanakan program pembangunan daerah.

Ia pun merekomendasikan sejumlah strategi untuk mendukung itu, di antaranya pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan ekonomi, peningkatan akses produksi, hingga pelatihan kemampuan ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya perubahan status pada perumda BPR Bank Cirebon, bisa memudahkan diversifikasi usaha sehingga bisa bertahan di situasi ekonomi yang dinamis,” katanya.

Di lain sisi, Juru Bicara Fraksi Demokrat Pembangunan M Handarujati Kalamullah SSos MAP mengingatkan, perubahan status Perumda BPR harus disertai restrukturisasi direksi serta peningkatan SDM.

Sehingga, dalam proses perubahan tersebut mampu tercipta akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat pun meningkat.

“Perumda BPR berperan penting dalam pembiayaan mikro, kecil, dan menengah. Sehingga kami mengingatkan agar transformasi ini harus selaras dengan peningkatan SDM, serta menuntut akuntabilitas terutama dalam pengangkatan direksi dan komisaris,” ujarnya.

Di lain sisi, Ketua Fraksi PKS Nurani Yusuf MPd menilai Pemda Kota Cirebon masih perlu kerja keras untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Cirebon. Menurutnya, Kota Cirebon masih ketergantungan dengan pemerintah pusat, sedangkan capaian PAD hingga saat ini masih di bawah 40 persen.

“Kami berharap, terhadap adanya ketidakpatuhan terhadap perundang-undangan segera ditindaklanjuti, sehingga opini WTP bisa terus dipertahankan,” ujarnya.

Seluruh fraksi menyetujui kedua raperda tersebut untuk dibahas lebih lanjut melalui pansus DPRD.

Secara terpisah, Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi menjelaskan, bahwa kedua raperda tersebut merupakan amanat dan perintah dari peraturan yang lebih tinggi dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah.

Selain itu, Edo juga akan memaksimalkan pengawasan dan pengelolaan keuangan daerah, hingga pengawasan BUMD dan BLUD.

“Kami mengucapkan terima kasih, atas tangggapn fraksi terhadap kedua raperda tersebut, sehingga dapat segera dibahas ditingkat pansus untuk kemudian kita setujui bersama dan kita tetapkan menjadi peraturan daerah,” katanya.

Adapun juru bicara penyampaian pemandangan umum lainnya, yaitu, Fraksi Nasdem Rizki Putri Mentari SH, Fraksi Gerindra Ruri Tri Lesmana, Fraksi PDIP Stanis Klau, Fraksi PAN Anton Octavianto SE MM MMTr, dan Fraksi PKB Abdul Wahid Wadinih. (din)

Kilau Prestasi Claesya Avara : Tiga Emas di Kabupaten, Medali Perak di Kancah Nasional

Claesya Avara Triandirtha

Bintang Cilik Cirebon, Raih Emas Beruntun di tingkat  Kabupaten hingga Perak Nasional


CIREBON, FC – Di usia yang masih belia, Claesya Avara Triandirtha (13), telah mencatatkan namanya sebagai atlet dan pelajar berprestasi yang mengharumkan Kabupaten Cirebon hingga tingkat nasional. 

Lulusan sekolah dasar ini baru saja diterima di SMPN 1 Sumber setelah menorehkan berbagai prestasi luar biasa di bidang akademik dan non-akademik.

Putri ketiga dari pasangan Wardira dan Margareta ini telah tiga kali meraih medali emas di tingkat Kabupaten dan Kota, menyabet medali perunggu tingkat Jawa-Bali, serta memperoleh medali perak di Kabupaten Indramayu, di Jawa Barat, hingga tingkat nasional. Terakhir, pada Mei 2025, Claesya sukses menjadi Juara 2 Nasional dalam lomba Bahasa Inggris, mempersembahkan medali perak untuk daerah asalnya.

Prestasi Claesya tidak hanya di satu bidang. Ia juga bersinar dalam lomba Fashion Show, renang, dan Bahasa Inggris, membuktikan dirinya sebagai pribadi yang penuh semangat dan tak kenal lelah. 

Mau tahu, apa saja yang sudah diraih hadis cantik ini, inilah medali yang diraihnya, yakni 3 medali emas di Kabupaten Cirebon dari Cabor Renang, kemudian 1 medali perunggu dari lomba Bahasa Inggris Se Jawa Bali, 1 Perak tingkat Jabar dan 1 medali Perak lagi diraih di ringkat nasional.

Di balik keberhasilannya, terdapat peran penting orang tuanya yang selalu setia mendampingi dan memberi dukungan penuh dalam setiap langkah perjuangan putrinya, dari latihan hingga perlombaan.

Tokoh masyarakat Kabupaten Cirebon, Waryono, SE, menyebut Claesya sebagai “aset besar” yang pantas mendapatkan apresiasi langsung dari Bupati Cirebon dan Gubernur Jawa Barat. 

“Claesya adalah sosok cilik penuh talenta yang membawa harum nama daerah. Sudah saatnya pemerintah memberi penghargaan setimpal untuk memotivasi anak-anak lain di Jawa Barat,” ujarnya.

Claesya menjadi teladan bagi generasi muda Kabupaten Cirebon, membuktikan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan dukungan keluarga, prestasi gemilang bisa diraih sejak usia dini. Sang juara cilik ini menjadi simbol harapan baru bagi dunia pendidikan dan pembinaan bakat anak-anak di daerah. 

Sementara itu, Di balik gemerlap prestasi Claesya Avara Triandirtha, sang juara cilik peraih berbagai medali dari tingkat kabupaten hingga nasional, ada sosok luar biasa yang tak pernah lelah mendukung dan mendampingi setiap langkahnya, mereka adalah kedua orang tuanya, Wardira dan Margareta.

Claesya, anak ketiga dari pasangan tersebut, berjuang bersama dorongan kedua orang taunya. Di balik ketekunannya, tersimpan peran penting orang tua yang menjadi sumber kekuatan utama. 

Sang ayah, Wardira, mengungkapkan Claesya adalah anak yang sangat gigih dalam berlatih, dan sebagai orang tua dirinya ikut berjuang dan memotivasinya. Termasuk dalam mengatasi berbagai kendala, terutama keterbatasan biaya.

“Prinsip saya, anak harus punya prestasi. Apa pun akan saya lakukan untuk mendukungnya, walau terkadang kami mengalami keterbatasan anggaran. Tapi demi anak, kami tidak pernah menyerah,” ujar Wardira dengan mata berbinar penuh kebanggaan.

Perjuangan itu bukan sekadar mengantar latihan atau mendampingi saat lomba. Lebih dari itu, Wardira dan Margareta membangun semangat juang dalam diri Claesya sejak kecil. Mereka hadir di setiap momen penting, memberikan motivasi, dan menjadi tempat berlabuh ketika lelah dan tekanan datang menghampiri sang anak.

Dukungan total itulah yang membentuk karakter tangguh Claesya, hingga berhasil meraih prestasi membanggakan, mulai dari medali emas di tingkat kabupaten dan kota, medali perunggu di tingkat Jawa-Bali, hingga medali perak di tingkat Provinsi Jawa Barat dan tingkat nasional.

“Kami tidak hanya ingin Claesya menjadi juara di atas panggung, tapi juga menjadi anak yang tahu arti perjuangan, komitmen, dan kerja keras,” tambah Margareta.

Spirit juara yang tertanam kuat itu menjadikan Claesya bukan hanya sosok berprestasi, namun juga pribadi yang rendah hati dan pantang menyerah. Keberhasilan Claesya adalah bukti bahwa ketika keluarga hadir sebagai fondasi yang kokoh, tidak ada halangan yang tidak bisa diatasi.

Kini, nama Claesya Avara Triandirtha harum tak hanya di Cirebon, tetapi juga di kancah regional dan nasional. Dan semua itu tak lepas dari peran besar kedua orang tuanya, yang memilih untuk terus melangkah, meski harus melewati jalan yang tidak selalu mudah. (din)