Definition List

Rabu, 21 Januari 2026

Asesmen Lapangan Perdana PJJ PAI UIN Siber Cirebon Digelar Hybrid, LAMDIK Evaluasi Mutu Pendidikan Jarak Jauh

CIREBON, FC — Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) perdana oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada Selasa–Rabu, 20–21 Januari 2026. 

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, berpusat di Gedung Siber SBSN lantai 8 dan 4 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Asesmen lapangan ini menghadirkan dua asesor nasional LAMDIK, yakni Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag. dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan Prof. Dr. Hj. Fihris, M.Ag. dari UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam penguatan mutu akademik serta legitimasi penyelenggaraan Program Studi PJJ PAI sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi Islam berbasis digital.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi asesmen lapangan, menegaskan bahwa akreditasi PJJ PAI merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan jarak jauh.

“Asesmen lapangan ini bukan sekadar proses administratif, tetapi merupakan ikhtiar akademik untuk memastikan bahwa layanan Pendidikan Jarak Jauh PAI berjalan sesuai standar mutu nasional dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tegas Prof. Aan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Aan juga menukil nilai-nilai keutamaan Isra Mi’raj sebagai refleksi spiritual tentang pentingnya peningkatan kualitas diri, ilmu pengetahuan, dan peradaban. 

Ia memaparkan peta jalan (roadmap) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang berfokus pada percepatan layanan berbasis digital, penguatan kompetensi sumber daya manusia—meliputi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa—serta integrasi teknologi dalam seluruh proses akademik.

Lebih lanjut, Prof. Aan menjelaskan perjalanan transformasi kelembagaan PTKIN yang melandasi lahirnya Program Studi PJJ PAI, mulai dari dinamika kelembagaan sebelumnya hingga ditetapkannya IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pilot project PTKIN berbasis data digital melalui KMA Nomor 680 Tahun 2022. Kebijakan tersebut menjadi fondasi penting pengembangan pendidikan jarak jauh di lingkungan PTKIN.

Transformasi kelembagaan ini kemudian diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2024 tanggal 20 Mei 2024, yang secara resmi menetapkan perubahan status menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Tepat satu tahun setelahnya, pada 21 Mei 2025, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil meraih akreditasi institusi dengan predikat Unggul.

“Kami berharap asesmen lapangan ini dapat menghasilkan capaian akreditasi yang maksimal, sekaligus menjadikan Program Studi PJJ PAI sebagai rujukan nasional dalam pengelolaan pendidikan agama Islam berbasis jarak jauh,” ujar Prof. Aan.

Sementara itu, Ketua Tim Asesor LAMDIK, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan kesungguhan sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengikuti seluruh rangkaian asesmen.

“Kehadiran kami bertujuan untuk mengklarifikasi dan memotret secara utuh seluruh dokumen yang telah disubmit. Asesmen lapangan merupakan ruang take and give dalam pendalaman siklus PPEPP pada Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), yang meliputi Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar mutu, agar kualitas pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) secara berkelanjutan,” jelas Prof. Evi.

Ia menegaskan bahwa asesmen lapangan menjadi momentum penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen, implementasi, serta capaian mutu pendidikan yang dijalankan oleh Program Studi PJJ PAI.

Rangkaian asesmen lapangan meliputi verifikasi dokumen, wawancara dengan pimpinan universitas dan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra pengguna, baik secara luring maupun daring. 

Seluruh proses ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai penyelenggaraan Program Studi PJJ PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi Islam berbasis digital. (din)

PTKIN Siber Pertama di Indonesia, Menyemai Masa Depan Pendidikan Islam Digital

CIREBON, FC - Indonesia kembali menorehkan sejarah penting dalam dunia pendidikan tinggi keislaman. Kehadiran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Siber pertama di Indonesia menjadi tonggak transformasi pendidikan Islam menuju era digital dan global. 

Inisiatif ini tidak sekadar menjawab tantangan zaman, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun masa depan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menegaskan bahwa transformasi menuju kampus siber merupakan ikhtiar menghadirkan pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan.

“PTKIN Siber hadir untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya, melampaui batas ruang dan waktu, sekaligus menjaga mutu akademik melalui tata kelola digital yang terintegrasi,” ujar Prof. Aan.

Sebagai universitas berbasis siber, PTKIN ini memposisikan diri sebagai frontier advokasi gerakan Open Islamic Educational Resources (OIER) di tingkat dunia. Melalui pemanfaatan sumber belajar terbuka dan digital, kampus ini berupaya menjadikan pendidikan Islam lebih kolaboratif, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat global.

Konsep cyber university yang diusung menghadirkan sistem pembelajaran jarak jauh yang networked, digital, dan virtual. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga didorong untuk aktif, kreatif, dan profesional melalui pembelajaran berbasis multimedia digital. Proses belajar dirancang lebih interaktif, kontekstual, serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika masyarakat modern.

Dalam semangat inovasi pendidikan futuristik, PTKIN Siber terus mengembangkan model-model pembelajaran baru yang memadukan teknologi digital dengan nilai-nilai keislaman. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, beretika, berkepekaan sosial, serta memiliki daya saing global.

Tak berhenti pada aspek pengajaran, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi fokus utama. Dengan pemikiran yang berorientasi global, kampus ini mendorong lahirnya riset-riset inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kualitas layanan publik berbasis pengetahuan dan teknologi.

“Kami ingin PTKIN Siber tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat inovasi dan solusi bagi persoalan umat dan bangsa,” tambah Prof. Aan.

Kehadiran PTKIN Siber pertama di Indonesia menjadi bukti bahwa pendidikan Islam mampu beradaptasi, bahkan memimpin perubahan. Dari ruang siber, kampus ini menyalakan harapan baru—bahwa masa depan pendidikan dapat dirajut melalui teknologi, nilai keislaman, dan kemanusiaan dalam satu napas pembangunan bangsa. (din)

Selasa, 20 Januari 2026

Transformasi Layanan Kesehatan, Pemkot Cirebon Dukung Penuh Perluasan Fasilitas Rawat Inap RS Pelabuhan

CIREBON - Bagi Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Rumah Sakit Pelabuhan bukan sekadar fasilitas medis biasa, melainkan bagian dari memori masa kecil yang mendalam. Kenangan saat berobat atau mendampingi keluarga di rumah sakit ini tetap membekas hingga kini. 

"Masa kecil saya di sini, rumah sakit ini menjadi favorit saya dan keluarga sejak dulu sampai sekarang," kenang Wali Kota saat menghadiri groundbreaking gedung rawat inap baru RS Pelabuhan", Selasa (20/1/2026). 

Pengalaman personal ini menjadi pelecut semangat bagi Wali Kota untuk memastikan bahwa layanan kesehatan di lokasi bersejarah ini terus berkembang mengikuti zaman.

Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan fasilitas kesehatan demi kesejahteraan warga. Langkah RS Pelabuhan dalam memperluas jangkauan layanannya dianggap selaras dengan visi misi pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan bahagia. 

Dukungan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan setiap warga mendapatkan akses pengobatan yang layak dan berkualitas di lingkungan yang sudah mereka percayai sejak lama.

Wali Kota menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manajemen PT Rumah Sakit Pelabuhan dan Pertamina Bina Medika IHC atas langkah strategis ini. Keputusan perluasan fasilitas rawat inap adalah bukti nyata bahwa RS Pelabuhan terus beradaptasi menjawab ekspektasi publik yang kian meningkat. 

"Saya berbangga, konsep pembangunan ini sangat membantu pemerintah. Terima kasih sudah membantu warga. Ke depan, manfaatnya mungkin tidak hanya untuk warga Kota Cirebon saja, tetapi juga masyarakat dari luar kota," ujar Wali Kota memberikan apresiasi.

Keberhasilan pembangunan daerah di mata Pemkot Cirebon tidak lagi hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, melainkan dari derajat kesehatan masyarakatnya. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning, Kota Cirebon menghadapi tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks. 

Tantangan ini bukan hanya soal ketersediaan obat, melainkan tentang kenyamanan fasilitas, kecepatan penanganan, hingga daya tampung rumah sakit yang memadai untuk melayani mobilitas penduduk yang tinggi.

Pembangunan gedung rawat inap baru ini menjadi jawaban konkret atas kebutuhan tersebut. Wali Kota berharap tambahan kapasitas ini dapat memperkuat ekosistem kesehatan di Kota Cirebon secara keseluruhan. 

Ia menitipkan pesan agar pembangunan ini selaras dengan semangat Smart City yang sedang diusung pemerintah kota, di mana efisiensi dan digitalisasi layanan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari operasional gedung baru tersebut nantinya agar pelayanan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.

Namun, di balik kecanggihan teknologi, Wali Kota mengingatkan bahwa "ruh" dari sebuah rumah sakit adalah pelayanan yang humanis. Ia berharap kemegahan fisik bangunan diikuti dengan peningkatan kualitas "hati" dalam melayani para pasien. 

Menurutnya, alat medis yang canggih hanyalah instrumen pendukung, sedangkan kesembuhan seringkali dimulai dari rasa nyaman dan kepedulian tenaga medis.

"Jadikanlah RS Pelabuhan sebagai tempat di mana setiap pasien merasa diayomi, didengarkan, dan dilayani dengan penuh kasih sayang," tegasnya.

Sinergi antara RS Pelabuhan dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon juga menjadi poin krusial untuk mewujudkan sistem rujukan yang terintegrasi. Pemerintah Kota Cirebon menyatakan akan selalu membuka pintu bagi investasi yang memberikan dampak sosial positif seperti pembangunan ini. 

Dukungan regulasi dan kemudahan proses administratif akan terus diupayakan agar layanan publik tidak terhambat oleh birokrasi, sehingga sektor swasta dan pemerintah dapat berjalan beriringan dalam memajukan daerah.

Kepada pihak pengembang dan kontraktor, Wali Kota berpesan agar proses konstruksi yang dilakukan di area Jalan Sisingamangaraja ini tetap memperhatikan aspek keamanan lingkungan. 

Ia meminta agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu mobilitas publik di sekitar kawasan pelabuhan yang merupakan urat nadi ekonomi kota. Ketertiban dan kepatuhan terhadap regulasi selama masa pembangunan menjadi syarat mutlak agar proyek ini berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, Direktur RS Pelabuhan, dr. Otto Berhen Kawanda, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan realitas dari sebuah cita-cita panjang yang telah dirancang sejak lama. Sejak mulai melayani masyarakat pada tahun 1978, RS Pelabuhan terus berupaya meningkatkan fasilitasnya demi mengantisipasi permintaan pasar dan mewujudkan ketahanan kesehatan nasional. 

"Kami merencanakan total tempat tidur nantinya mencapai 232 unit. Pembangunan ini dibagi dalam tiga tahap, di mana tahap pertama dimulai sekarang tahun 2026, tahap kedua pada 2028, dan tahap ketiga pada 2030," jelas dr. Otto.

Gedung baru ini nantinya akan mencakup berbagai fasilitas vital yang lebih modern, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), laboratorium, radiologi, poliklinik rawat jalan, hingga kamar operasi. 

Selain itu, pelayanan intensive care juga akan diperkuat mulai dari ICU, ICCU, hingga HCU untuk menangani kasus-kasus kritis. Pihak manajemen berkomitmen untuk mengedepankan profesionalisme, integritas, dan kolaborasi dalam setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat luas.

Dengan pengembangan besar-besaran ini, dr. Otto berharap RS Pelabuhan tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesehatan, khususnya di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. 

"Mudah-mudahan melalui kolaborasi antara visi pelayanan RS Pelabuhan dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cirebon, masa depan kesehatan masyarakat di wilayah ini  semakin cerah dan terjamin, menciptakan generasi yang lebih kuat dan produktif bagi kemajuan daerah," harapnya.



Wujudkan Estetika Kota Tanpa Kabel Semrawut, Pemkot Cirebon Bakal Tata Kabel Bawah Tanah

 

CIREBON – Pemandangan langit Kota Cirebon yang selama ini terhalang oleh karut-marut bentangan kabel akan segera berubah. Pemerintah Kota Cirebon secara resmi memulai langkah besar untuk membenahi wajah kota dengan menata ulang utilitas kabel yang selama ini dianggap merusak estetika dan kenyamanan ruang publik.

Langkah serius ini ditandai dengan peninjauan langsung yang dilakukan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo Bersama Pj Sekretaris Daerah, Sumanto dan sejumlah kepala dinas terkait di sepanjang Jalan Kartini. Area ini dipilih sebagai salah satu titik prioritas karena merupakan jantung aktivitas masyarakat dan wajah utama kota.

Wali Kota menyampaikan bahwa kondisi kabel yang melintang tidak beraturan saat ini sudah mencapai tahap yang cukup mengkhawatirkan secara visual. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan satu tiang penyangga bisa menampung 15 hingga 20 kabel dari berbagai provider berbeda, menciptakan kesan kumuh di tengah kota yang tengah berbenah.

"Hari ini kami sudah berkomunikasi dengan seluruh dinas terkait. Insyaallah dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Cirebon ingin membenahi kabel-kabel yang melintang maupun di pinggir jalan ini. Secara estetika, kondisi sekarang kurang nyaman dipandang. Solusinya, kita akan coba pindahkan semuanya ke sistem kabel bawah tanah atau ducting," ujar Wali Kota saat memantau kondisi di Jalan Kartini.

Rencana besar ini tidak hanya menyasar satu titik. Setidaknya ada 15 hingga 17 ruas jalan strategis dengan total panjang mencapai 15 kilometer yang masuk dalam target penataan. Proses ini diawali dengan merapikan kabel fiber optik, yang kemudian akan diikuti dengan koordinasi bersama PLN, PGN, hingga PDAM agar jalur utilitas di Kota Cirebon bisa terintegrasi dengan rapi.

"Saya sudah rapatkan dengan PLN, PGN, hingga PDAM. Saya ingin kabel-kabel yang melintang itu dibenahi menjadi satu jalur saja, tidak ada lagi yang berseliweran tidak jelas. Saat ini kami sedang dalam tahap proses administrasi dan teknis. Kami juga berkolaborasi dengan Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi). dan pihak swasta lainnya untuk pelaksanaan di lapangan," tambahnya.

Menyadari bahwa proyek ini akan berdampak pada mobilitas warga, Wali Kota pun menyampaikan permohonan maaf dan meminta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Penataan ini menurutnya adalah investasi jangka panjang demi kenyamanan dan keindahan Kota Cirebon di masa depan.

"Mohon maaf jika nanti selama proses perbaikan ada aktivitas warga atau pengguna jalan yang terganggu. Ini semua kami lakukan semata-mata untuk pendataan dan penataan kabel agar Kota Cirebon jauh lebih rapi dan cantik. Saya harap masyarakat mendukung penuh upaya ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menjelaskan bahwa secara teknis pihaknya tengah melakukan inventarisir mendalam. Penataan ini akan menyasar jalan-jalan protokol seperti Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Tuparev.

"Kita akan buatkan semacam gorong-gorong khusus atau ducting di bawah tanah. Penempatannya nanti menyesuaikan kondisi lapangan, bisa di bawah badan jalan atau trotoar, tergantung letak jaringan gas atau pipa PDAM yang sudah ada. Harapan kami, minimal 10 kilometer pertama bisa segera dieksekusi, dan tahun ini sudah harus ada aksi nyata di lapangan," jelas Rachman.

Respons Cepat 112 Siaga Katon, Puluhan Kejadian Darurat Berhasil Ditangani Sepanjang 2025

 

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 42 kejadian darurat berhasil ditangani melalui Layanan 112 Siaga Katon selama tahun 2025.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari koordinasi terpadu lintas perangkat daerah yang dinilai semakin responsif dalam menangani situasi gawat darurat di lapangan.

Sebagai layanan unggulan Pemerintah Kabupaten Cirebon, 112 Siaga Katon berfungsi sebagai pusat koordinasi penerimaan laporan masyarakat sekaligus penghubung dengan instansi teknis sesuai jenis kejadian.

Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto mengatakan, layanan ini dirancang untuk memastikan penanganan darurat berlangsung cepat dan terarah.

“Layanan ini memastikan setiap laporan kegawatdaruratan dapat diteruskan dan ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Bambang.

Keberhasilan penanganan puluhan kejadian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah di Kabupaten Cirebon.

Setiap laporan yang masuk ke layanan 112 langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi terpadu dengan OPD terkait.

Penanganan di lapangan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta perangkat daerah lainnya sesuai karakter kejadian.

Pola kerja lintas sektor ini memungkinkan respons yang lebih cepat sekaligus meminimalkan risiko bagi masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, evakuasi hewan dan hama menjadi jenis laporan terbanyak dengan 17 kejadian.

Penanganan mencakup evakuasi sarang tawon, ular berbisa, hingga hewan buas seperti biawak yang berpotensi membahayakan warga.

Sementara itu, kejadian kebakaran tercatat sebanyak 10 kasus, meliputi kebakaran rumah, lahan, pasar, serta gangguan pada gardu dan KWH meter listrik.

Selain evakuasi dan kebakaran, layanan 112 Siaga Katon juga menangani 9 kejadian kebencanaan dan lingkungan, seperti banjir bandang, pembersihan pascabanjir, serta pohon tumbang.

Peningkatan laporan kebencanaan ini terjadi pada musim hujan, khususnya pada November hingga Desember 2025.

Adapun kejadian teknis dan sosial lainnya, seperti kebocoran gas, kecelakaan lalu lintas, gangguan penerangan jalan umum (PJU), cincin macet, serta penanganan orang terlantar, tercatat sebanyak 6 kejadian.

Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat 112 Siaga Katon sebagai satu nomor kegawatdaruratan yang mudah diakses dan bebas pulsa.

Layanan ini diharapkan menjadi solusi cepat dan terintegrasi bagi masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan ini secara bijak dan tidak ragu menghubungi 112 ketika terjadi kegawatdaruratan.

Petugas akan segera mengoordinasikan penanganan dengan perangkat daerah terkait sesuai kebutuhan di lapangan.

Minggu, 18 Januari 2026

Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al Muhajirin RW 05 Sumber Asri Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

 

CIREBON, FC — Masjid Al Muhajirin RW 05 Sumber Asri, Desa Kecombran, Kabupaten Cirebon, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan nuansa kebersamaan, Sabtu malam. Kegiatan keagamaan tahunan ini dihadiri oleh warga Sumber Asri, jamaah dari lingkungan tetangga kompleks, para tokoh masyarakat, para ustadz, remaja, hingga anak-anak.

Ketua DKM Al Muhajirin, Ustadz Gaos Asy’ari, S.Ag, menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya jumlah jamaah yang hadir pada peringatan Isra Mi’raj tahun ini.

“Alhamdulillah, terlihat ada peningkatan jamaah, baik dari warga Sumber Asri maupun dari tetangga komplek. Ini menjadi tanda bahwa semangat keagamaan masyarakat semakin tumbuh,” ujarnya didampingi Ketua Panitia, Ustad Samsul Ma'arif S.Pd.

Dengan mengusung tema “Isra Mi’raj Meneguhkan Kembali Hakikat Perjalanan Manusia Menuju Tuhan”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh jamaah untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supriadi, menambahkan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

“Kegiatan keagamaan ini selalu kami laksanakan setiap tahun sebagai momentum kebersamaan dan memperkuat persaudaraan di lingkungan Sumber Asri,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, H. Dede Yusi. Ia mengapresiasi konsistensi DKM Al Muhajirin dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara rutin. Menurutnya, hal tersebut sangat berdampak positif terhadap kemajuan kehidupan keagamaan masyarakat.

“Kegiatan yang rutin ini sangat mendorong peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama di lingkungan Sumber Asri. Kehadiran semua unsur masyarakat membuat manfaat kegiatan ini benar-benar tersampaikan,” ungkapnya.

Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al Muhajirin pun berlangsung hangat, sarat nilai keagamaan, dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan serta kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam. Tausyiah disampaikan langsung oleh Habib Ahmad Zaki  bin Seggaf Al-Kaff - Pengasuh Majelis Jawiyah Al Fakih, Cangkring Kota Cirebon.  (Ara)

Kamis, 15 Januari 2026

IPM Kabupaten Cirebon 2025 Capai 73,27, Naik Konsisten Selama Lima Tahun

 

KABUPATEN CIREBON — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cirebon tahun 2025 tercatat sebesar 73,27. Angka tersebut menunjukkan peningkatan berkelanjutan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dalam periode 2021-2025.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, IPM Kabupaten Cirebon pada 2021 berada di angka 69,99

Nilai tersebut kemudian meningkat menjadi 70,92 pada 2022, kemudian naik menjadi 71,81 pada 2023, naik dan 72,30 pada 2024, serta naik kembali menjadi 73,27 pada 2025.

Dalam kurun lima tahun terakhir, IPM Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan sebesar 3,28 poin. Capaian tersebut menempatkan IPM Kabupaten Cirebon pada kategori tinggi, yakni berada pada kisaran nilai 70–80.

IPM merupakan indeks komposit yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia secara menyeluruh.

Indikator ini mencakup aspek kesehatan yang diukur melalui angka harapan hidup saat lahir, aspek pendidikan melalui angka harapan sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta aspek kesejahteraan yang diukur melalui daya beli atau pengeluaran per kapita.

Peningkatan IPM mencerminkan perkembangan capaian pembangunan manusia di Kabupaten Cirebon dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Data ini menjadi gambaran kondisi pembangunan manusia secara umum di wilayah Kabupaten Cirebon selama periode 2021 hingga 2025. (din)